Careful
Title : Careful
Author : Shouda Shikaku^^
Genre : Supernatural, Romance, Mysteri, Fantasy, SongFic, AU
Recommended Song : Paramore – Careful
Cast :
- Park Chanyeol (EXO's Member) as Bryan Elison Park
- Byun Baekhyun (EXO's Member) as Lawrence Valerian Byun
- Nicholas Teo (Soloist) as Agen Nick
- EXO's Member
- Other Cast
Summary :
"Can't be too careful anymore, When all that is waiting for you
Won't come any closer, You've got to reach out a little more"_ Paramore – Careful (Chorus)
Warning : Boys Love, Alur ngaco -_-, cerita pasaran, sekedar coretan yang terinspirasi dari lagu Paramore – Careful, nama member EXO Shika samarkan dengan nama barat dari Shika -_- (except : Kris and Tao)
Kris Wu : Wufan
Joshep Kim : Joonmyeon
Austin Do : Kyungsoo
James Kim : Jongin
Brandon Oh : Sehun
Edison Huang : Tao
Hayley Xi : Luhan
Justin Kim : Jongdae
Michael Kim : Minseok
Laurent Zhang : Yi Xing
NO FLAME! NO BASH! DLDR! NO COPYCAT!
Happy Reading
Preview Chapter_
"yeah, kau benar Bryan, aku adalah sepupu Kris."
"oh, a-Apa?"
"dan berhentilah memikirkan hal buruk tentangku, Austin!"
"hei! Aku tidak berma_"
"bukankah kau Hayley Xi, brain controller?" Brandon bersuara.
"you right, my soulmate."
Semua membeku ditempat.
2nd Part Begin...
Para pemuda itu mengerjapkan matanya masing-masing. Ya Tuhan, Brain Controller? Soulmate Brandon? Demi apapun, brain controller merupakan salah satu sosok penting guna menuntaskan misi mereka di desa Costesti.
"apakah kalian akan terus berdiam sendiri, sementara Valerian berusaha kabur dari kejaran petinggi bangsawan count Dracula?" Hayley bersuara. "apa? Jadi Dracula sudah mulai beraksi?" sambung Joshep yang nampak tercengang.
"yeah, bahkan ia mulai memburu keberadaan Valerian sejak 5 tahun yang lalu..." jelas Hayley dengan raut penuh kekhawatiran.
"maksudmu, menghilangnya Vale karena menghindari Dracula?" suara berat Bryan bergetar. "kita harus segera bertindak" suara Brandon penuh ketegasan.
Keenam pemuda itu mulai bergerak, memasuki sebuah kendaraan mewah keluaran terbaru Bugati. Dengan kecepatan diatas 100 mil/jam, keenamnya melesat; membelah keheningan malam yang mencengkeram desa yang mereka singgahi.
Bryan nampak fokus dengan jalanan didepannya, berbeda dengan Joshep – disebelahnya – yang nampak siaga; memperhatikan keadaan disekitarnya melalui sudut onyx-nya. Ia yang memang selalu tanggap sekaligus siaga memang selalu memusatkan seluruh fikirannya pada keadaan sekitar, tak salah jika Kris menunjuknya sebagai salah seorang pimpinan organisasi yang ia bentuk.
Di susul oleh mobil yang James kemudikan, dengan Austin Do yang menyandarkan tubuh mungilnya di kursi penumpang depan, dan yeah.. pasangan baru.. Brandon Oh dan Hayley Xi menyusul di belakang kuda jingkrak seorang James Kim.
"apa kau merasakan sesuatu, Bryan?" suara tenang Joshep terdengar.
"entahlah, Josh.. aku hanya merasa.. err~ entah mengapa dadaku bergemuruh hebat.." suara bass Bryan kini terdengar; namun sang empunya suara makin fokus pada likuan jalan yang ada. "tsk, waspadalah Bryan, bisa saja ada kejutan besar menanti kita di depan sana.." kini suara Hayley tiba-tiba menerpa telinga Bryan.
'apa ini akal-akalan Dracula?' batin Bryan mulai untuk mengeluarkan unek-uneknya.
Bryan menghela nafasnya perlahan, sungguh.. ia sendiri entah mengapa merasa cemas. Demi apapun baru kali ini ia merasakan jantungnya berdenyut dengan nyeri. Dan tanpa aba – aba lagi, Bryan menginjak pedal gasnya dengan penuh emosi; pengalihan rasa kalut yang terus menghujam rongga tempat penopang hidupnya (jantung) berdetak dengan keras. Ugh, masih jauhkah desa yang menjadi tujuan mereka itu?
Sleb~
Nampak sekelebat bayangan melintas di fikiran Hayley. Ia tersentak. Dengan segera mulai mengirim rangkaian kilas bayangan yang ia dapat pada Brandon, sang soulmate.
"APAAA?" lengkingan suara Brandon membuat James dan Austin yang tadinya menikmati obrolan langsung mendengus. "...apa kau baru saja melengkingkan suara payahmu, Brandon?" suara laknat James – menurut Brandon – membuat yang termuda melotot sebal.
"Hayley, sudahkah kau memberi tahu Bryan tentang penglihatanmu?" kini suara Austin yang memecah perang dingin antar anggota termuda di kelompok mereka.
(mereka berkomunikasi melalui telepati, okay?)
"heuh.. aku akan memberitahunya.." Hayley menyahut.
Sang Brain controller tak mempedulikan umpatan maupun lontaran kata-kata pedas dari sang termuda, ia mulai berkonsentrasi; menyiapkan beberapa gambaran yang ada pada kilasan pencitraan yang ia tangkap mengenai sesosok pemuda manis pada Bryan.
Ia mengernyit, entah mengapa reseptor otaknya menangkap beberapa hal lain yang mungkin akan membuat mereka terkejut – ingat, sebuah kemungkinan –
Ia meraih ponsel hitam metaliknya. Oh, ia lebih mengikuti kata hatinya untuk menghubungi Bryan dengan gadget, ok ia sendiri heran akan hal itu. Dengan cekatan, jemari indahnya mulai bergerak.
Tut~
"hal_"
"ada apa, Hayley?" suara berat terdengar.
"oh, apa kau baik, Bryan?" Hayley menggigit bibir bawahnya – secara tak sadar –
"entahlah.." nada suaranya terdengar tak yakin. Segunung keraguan tersirat jelas dari suara berat Sang Phoenix. "..aku merasa akan ada sesuatu hal yang err.. aku sendiri bingung mengatakannya.." sambungnya.
"Bryan, aku mendapat penglihatan.. dan aku minta teruslah waspada.. akan ada sesosok pemuda yang_"
"aku tahu! Dia akan melintas di depanku! Asal kau tahu Hayley, sudah satu bulan lebih aku bermimpi mengenai hal ini berturut-turut. Dan kau bisa menebaknya?" suara Bryan sarat akan kecemasan.
"apa?" Hayley ikut merasa kalut
"aku malah berharap jika sosok yang melintas itu Valerian, kekasihku.. belahan jiwaku.."
"..."
Hayley mematung. Ia amat tahu bagaimana rasanya merindukan sang terkasih. Brandon yang memang mendengar – meskipun samar – pembicaraan kedua orang yang lebih tua darinya, ikut membeku. Heol~ ia jadi yakin betapa batin Bryan Park yang terkenal akan kedinginannya mempunyai sukma yang rapuh.
"Hayley, kau masih disana bukan?" kini suara Joshep yang terdengar.
"uh oh, Hai Josh.. mana Bryan" Hayley tergagap.
"dia harus fokus bukan.. kini kita sudah memasuki gerbang perbatasan daerah aman untuk manusia dan daerah rawan. Meskipun kami menhgandalkan teknologi bluetooth, setidaknya berhati-hatilah dengan fikiranmu yang sedang tak fokus.." Joshep nampak menghela nafas berlahan. " kudengar Antonio baru saja berpatroli disini 1 bulan yang lalu.." lanjutnya membuat Hayley mengernyit. "apa maksudmu?"
"yeah.. selamat datang di pinggiran desa Costesti, Hayley Xi~" suara Joshep dipenuhi nada mengejek, mungkin pada sosok Antonio yang tentu saja tak ada disekitar mereka -_-
~DEG
Hayley membelalak. Ia bahkan menahan nafasnya sekejap guna memusatkan fikirannya.
"Josh berhati-hatilah!" serunya tiba-tiba.
"ada apa?" Josh mengerutkan keningnya heran.
"akan ada seseorang yang melintas ah tidak! Maksudku jatuh di depan mobil kalian!"
"..."
CKITTTTTTT
Baru saja Hayley memperingatkan, seonggok (?) tubuh nampak berkelebat; memaksa Bryan menginjak pedal remnya mendadak.
"uh oh... apa kau baik?" suara Josh bergetar si seberang sambungan telephone.
"yeah... ayo kita lihat apa yang tadi nampak jatuh di depan.." suara berat Bryan terdengar samar – tentu saja –
Pip. Sambungan terputus, mengundang beribu; berjuta pertanyaan – hiperbolis memang – dibenak Brandon yang fokus menyetir. Alam bawah sadarnya mulai merefleksikan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dalam waktu dekat. Sekali lagi, jangan pernah remehkan intuisi seorang Brandon Oh.
Disaat yang bersamaan...
Bryan mengemudikan kendaraannya dengan secepat mungkin. Ia berusaha terus fokus ke jalanan, meskipun ia juga penasaran dengan pembicaraan antara Joshep dengan Hayley. Dan tepat setelah raut wajah Joshep berubah menjadi serius..
CKITTTT
Mendadak ia menginjak pedal rem. Tepat setelah sesosok tubuh manusia terhempas di kap mobilnya. Ia langsung membanting pintu kemudi dan menghampiri sosok berhodie putih tersebut.
Entah kenapa sesuatu yang terletak di rongga dadanya bergemuruh, mengundang rasa sesak dan perih yang langsung menghujam. Dengan ringisan kecil diwajah tampannya, ia pun membalikan tubuh seseorang tersebut dengan perlahan.
~DEG
Seketika onyx-nya membulat dengan degup jantung yang kian memburu; nafasnya tercekat dan tegukan saliva yang terdengar berat. Pemuda berhodie putih itu...
"Vale..." suara Bryan terdengar parau.
Josh yang merasa ada yang aneh dengan Bryan segera menghampiri sang guard. Ia melotot kaget disaat ia tahu siapa yang ada di dalam rengkuhan sang pemuda jangkung.
"OH MY GOD~! VALERIAN~!" suara tenangnya berubah melengking, mengundang perhatian saudara-saudaranya.
"ada apa, Josh?" Austin berteriak panik. Dibelakangnya sang kekasih nampak ikut panik dengan peluh dingin yang terus menetes di pelipisnya.
"..."
"Ya Tuhan, Josh! Kau hanya akan mengundang warga untuk segera menghabisi kita!" gerutu Brandon kemudian.
"kalian diamlah!" seru Bryan. Dia segera megangkat tubuh sang pujaan, memasuki kendaraannya.
Josh, Justin dan Austin – jangan lupakan Brandon – terus mengikuti gerak gerik Bryan. Mereka benar-benar butuh jawaban pasti dari mulut pemilik kekuatan Flame tersebut. Bryan terus bungkam, dengan netra yang terus berkaca. Hatinya trenyuh, mendapati keadaan orang yang telah ia jaga sejak ia kecil benar-benar di luar dugaannya.
"Bryan.." suara Hayley terdengar lirih. "kau sudah menemukan Valerian?" lanjutnya.
"yeah.. seperti yang kau lihat, Hayley.. dan ku harap.. kita dapat segera bertemu dengan si Idiot Antonio yang tentunya tahu seluk beluk castle Dracula.." pasti Bryan "..dan maaf Josh, aku merepotkanmu. Tolong kau yang harus mengemudikannya.. aku harus mengawasi Valerian.. dia sangat lemah.."
Sungguh.. mereka ikut terluka mendapati ekspresi Bryan yang benar-benar terpukul; bagaikan raga tanpa nyawa.. kosong.. dan rapuh...
- To Be Continued -
Hahahaha.. Shika Back again ^0^ /joget hula2 bareng dedek Jesper (^~^)/~/~
Shika minta maaf baru bisa nyambung epep GJ ini p(`3`)q /bbuing-bbuing/
Review please :3
