Summary : Inilah hidup. Penuh dengan kenangan-kenangan yg tak terlupakan. Kesedihan dan kegembiraan, kasih dan cinta. Menerawang disetiap sudut kehidupan, yg belum tentu akan berbuah manis. Bagaimana kisah antara Sehun dan Luhan dalam sebuah takdir yg mempertemukan mereka? Akankah takdir yg itu membuahkan hasil yg manis?
●Chap.2●
Normal POV Pagi hari terlihat cantik. Terlihat dari langit biru yg indah, di hiasi dengan burung-burung dan awan. Membuat suasana tentram dan nyaman yg pas untuk pagi hari.
Luhan, rusa itu sudah bangun tepat waktu menunjukkan pukul 06.00 KBS. Sudah menjadi kebiasaannya untuk bangun pagi. Yg dilakukan pertama kalinya untuknya maupun setiap orang tentunya mandi. Setelah itu, sarapan pagi.
Luhan kini duduk di sofa ruang tamu dengan dirinya yg menyibukkan diri di depan tab yg menampilkan beberapa foto wisata. Luhan tampak berbinar dan tidak sabar untuk kesana tentunya.
Setelah memutuskan untuk berjalan-jalan ke tempat wisata terkenal di Seoul, ialah Lottle World. Luhan segera menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian. Tak butuh waktu lama, Luhan keluar dengan cantik.
Dress biru muda dengan selendang cukup tebal berwarna putih polos yg melingkar manis dilehernya. Oya, ditambah dengan tas munggil yg ditendeng dibelakang punggungnya. Rambutnya dibiarkan bergerai dan yg paling penting dia tidak dandan. Karna bagi Luhan, pemakaian make-up tidak baik untuk kulit muka.
Luhan berahli jalan menuju rak sepatunya yg berada tepat didepan pintu rumahnya. Dikeluarkannya Boot Flat Black kemudian memakainya.
Rusa manis a.k.a Luhan berahli keluar rumah setelah memastikan bahwa rumahnya sudah terkunci. Walaupun rumahnya terdapat banyak CCTV dan pegamanan yg ketat. Dia tetap harus menjaganya, karna bagaimanapun rumah ini sangat mahal.
Sepanjang jalan, Luhan terus memperhatikan ponselnya. Sesekali dia memandang kesana kemari demi memastikan bahwa dia jalan ditempat yg benar.
Hingga kemudian, Luhan berhenti tepat didepan bus penunggu yg akhirnya ditemukan. Segera saja dia bertalu duduk ditempat bangku persediaan dengan tenang.
"130, apa masih lama?" Gumam Luhan sambil memandang jalan raya yg cukup sepi.
Waktu demi waktu berlalu, yg dilakukan Luhan ialah menunggu bus yang akan ditumpanginya. Sejak dari tadi bus berlaku terus dihadapannya, namun bukan bus yang diinginkannya.
Baru saja Luhan akan menghela nafas, sebuah bus berhenti tepat dihadapannya. Dipandangnya nomor bus itu dan...
"Akhirnya!" Pekik Luhan senang dan tanpa menunggu langsung saja masuk kedalam bus.
Setelah masuk, Luhan segera membayar uang bus dengan kartu pembayaran bus yg dimilikinya. Suasana bus tampak sedikit sepi, memudahkan Luhan untuk mendapatkan bangku untuk duduk. Tanpa pikir panjang. Akhirnya Luhan memilih duduk disebelah seorang namja yg tengah memandang ke arah luar jendela dengan handset yg menempel di telinganya.
Kini yg dilakukan Luhan ialah melihat apa yg akan dilakukannya setelah turun dari bus ini. Dipandangnya ponselnya yg memampangkan sebuah gambar 'emarty' yg seperti kereta api. Namun yg membuatnya bingung ialah dimana dia akan menemukan 'emarty' ini.
"Aish! Ottokhe." Ucap Luhan gusar. Yeoja itu memandang ke sana sini. Berharap ada yg bisa diminta tolong olehnya.
Namun samping kanannya kosong, depannya Ahjussi dan dibelakangnya juga Ahjussi. Ahh, Luhan menghela nafas gusar. Sebenarnya dia bukannya tidak ingin menanyakan pada Ahjussi yg ada didepan belakang ya. Cuma, dia cukup takut karna dibawa kemana-mana.
Ting!
Bagaikan sebuah lampu kuning yg menyala terang diatas kepalanya. Luhan segera memalingkan wajah ya kearah kanan dan langsung saja matanya memandang namja yg disebelah duduknya yg masih di posisi yg tak berubah sedikitpun.
"Hm, permisi." Ucap Luhan sopan sambil menyentuh sedikit bagi namja yg mengenakan seragam sekolah -menurut Luhan yg tentunya benar-.
Merasa ddipanggil, namja yg mengenakan seragam itu mengalihkan pandangannya menuju kearah Luhan. Tiba-tiba bagaikan slow motion, Luhan tercengang dengan ketampanan namja yg duduk disebelah. Tampan, malah sangat tampan. Perfect!
"Apa?" Tanya namja itu datar namun terkesan malah tambah beribu-ribu tampan.
Luhan segera saja sadar dan berdehem sedikit. Kemudian dia tersenyum bagaikan sok kenal kepada namja yg sangat nyakin masih lebih mudah darinya.
"Bolehkah aku meminta tolong?" Tanya Luhan sambil memasang wajah memelas bagaikan anak manis yg tersesat dijalan.
Dilihat dengan teliti, bahwa namja disebelah Luhan itu tampak berpikir dengan raut yg tetap datar. Walau sebenarnya dia ingin sekali mencubit pipi yeoja manis didepannya yg terus memandang wajah memelas semelas mungkin.
"Ne." Ucap namja itu sambil mengalihkan pandangannya. Takut ke lepas mencubit pipi yeoja manis didepannya.
"Ahhhh~ jeogmal gomawo!" Ucap Luhan girang setengah mati hampir saja akan menerjang memeluk namja disampingnya saking senangnya.
"Hm." Jawab namja itu sederhana. Tapi sebenarnya dalam hati dia bersorak senang karna melihat tingkah yeoja kelewat manis disampingnya ini.
"Kalau begitu, maukah kau jalan-jalan bersamaku ke Little World? Aku tidak tau jalan, jadi kau mau mengantarku kesana dan menemaniku jalan-jalankan?" Tanya Luhan antusias dan berharap namja disebelah mau menemaninya.
Namja itu langsung saja memandang Luhan lekat-lekat. Apa yeoja ini tidak tau ku culik eo, gumam namja itu dalam hatinya. Ayolah, yeoja semanis ini mana mungkin ada yg tidak mau menculiknya.
"Kau...serius?" Tanya namja itu dengan alisnya yg berkerut sambil memandang Luhan yg terus memamerkan senyuman manisnya.
Dengan antusias, Luhan mengangguk mantap. Namja itu kemudian berpikir, setelah itu dia menyetujui. Toh, sebenarnya namja itu juga akan kesana untuk menemui teman ya disana.
"Ah! Gomawo!" Ucap Luhan senang.
Sepanjang jalan Luhan terus tersenyum senang. Tanpa sadar membuat namja disebutkannya ikut tersenyum kecil melihat hiperakti yg begitu besar dari yeoja yg duduk tepat disebelahnya.
"Menarik." Gumam namja itu pelan sambil tersenyum kecil namun terkesan tampan.
Disebuah jalan yg ramai. Dan juga ada beberapa tokoh kecil yg memampangkan beberapa barang maupun makanan. Bahkan ada juga beberapa permainan kecil yg akan mendapatkan hadiah jika menang.
Diantara keramaian orang, Luhan tampak begitu senang dengan namja yg tadi bersamanya di bus. Sebenarnya hanya Luhan yg senang, kalau namja disebelahnya? Entah. Sejak dijalan maupun tiba di lottle world terus memasang wajah datar tanpa ekspresi.
"Ayo kita main itu." Ajak Luhan saat melihat sebuah tokoh games yg menarik perhatiannya.
Sampai didepan tokoh itu, Luhan memanggil Ahjussi pemilik tokoh. Ahjussi itu berjalan dengan senyuman ramahnya. "Annyeonghaseyo, mau mencoba. Jika kamu bisa menembak tepat pada titik tertinggi maka kamu akan mendapatkan boneka rusa besar ini." Ucapnya dengan antusiasnya.
"Aku mau, Ahjussi. Berapa?" Tanya Luhan tak kalah antusias.
Namja yg disebelah Luhan hanya geleng-geleng melihat sifat kenakan Luhan yg juga terlihat manis jika antusias. Setelah itu, dipandangnya yeoja manis yg kini menggenggam pistol sambil memfokuskan dirinya pada titik harus dikenainya.
Door!
Tembakan pertama gagal, namun tidak mengurangi semangat Luhan. Kini Luhan akan siap untuk tembakan kedua. Dia mulai lebih fokus dan kemudian...
Door!
"Aish! Meleset, padahal dikit lagi kena." Ucap Luhan kesal namun masih punya kesempatan untuk terakhir.
Grep~
Deg!
Langsung saja Luhan memandang kearah namja yg menemaninya tepat disebelah wajahnya. Jarak wajah diantar keduanya cukup dekat dan itu membuat wajah Luhan memerah total. Bahkan tangannya juga dipegang oleh namja itu sambil mengarahkan pada sesuatu hal.
Door!
"Kena." Ucap namja itu pelan dan tentunya mampu di dengan Luhan karna jaraknya yg dekat dengan namja itu.
"Wah! Selamat, ini boneka anda." Ucap Ahjussi itu kagum karna belum pernah ada yg bisa menembak tepat pada titik itu.
Luhan langsung saja menerima boneka rusa besar itu dengan senyuman manisnya. Dipeluk erat boneka itu sambil menenggelamkan wajah merahnya. Seketika tangannya digenggam sesuatu yg hangat, dia berahli memandang tangan yg menggenggam tangan mungilnya.
"Jja, aku akan membawamu ketempat yg bagus." Ucap namja itu membawanya pergi dari tokoh itu.
Sepanjang jalan Luhan tak mampu menyembunyikan rasa senang. Bahkan seluruh wajahnya memerah bukan karna dingin, melainkan malu.
Seketika namja didepannya berhenti dan otomatis Luhan juga berhenti. Luhan berahli memandang keseluruh penjuru yg dilihatnya.
"Indah, sangat indah." Gumam Luhan tidak percaya.
Kini, didepan mata Luhan terpampang kota seoul yg sangat indah. Yeoja itu tidak pernah tau bahwa kota seoul sebagus ini. Demi Oppa-nya yg suka berada diluar negri, dia bahkan berani jamin bahwa dihadapannya ialah kota terindah yg pertama kali dilihatnya.
Kini Luhan dan namja yg bersamanya tengah menikmati kota seoul sambil meminum coffe hangat yg dibelikan oleh namja itu. Tidak ada percayakan antara keduanya. Karna terlalu sibuk kagum dengan apa yg dilihatnya.
"Oya, kita belum berkenalan, namaku Wu Luhan. Kamu?" Tanya Luhan sambil memandang kearah namja disebelahnya yg masih sibuk memandangi kota seoul.
"Oh Sehun. Panggil saja Sehun." Ucap namja itu kemudian berpaling kearah Luhan dengan senyuman tampannya.
Deg!
Continuous!
Ottoke? Apa bagus?
AHHH! Saya berharap bagus. Karna, saya buat ini sambil dengar lagu Baekhyun Oppa yg judulnya 'Beautiful'. Jika ada kesalah dalam tuli maupun ketidak sambungan, mohon maaf ne. Tinggalkan review ya, para readers.
