Summary : Inilah hidup. Penuh dengan kenangan-kenangan yg tak terlupakan. Kesedihan dan kegembiraan, kasih dan cinta. Menerawang disetiap sudut kehidupan, yg belum tentu akan berbuah manis. Bagaimana kisah antara Sehun dan Luhan dalam sebuah takdir yg mempertemukan mereka? Akankah ta
kdir yg itu membuahkan hasil yg manis?
●Chap.5●
Sejak kejadian itu, Luhan dan Sehun jarang berkomunikasi. Bahkan keduanya sudah jarang bertemu dengan kesibukan masing-masing. Lebih tepatnya, Luhan yg sibuk menghindar dari Sehun.
Tiap pesan maupun panggilan dari Sehun, Luhan hanya memandangnya tanpa niat menjawab maupun menjawabnya. Dia masih sedih dengan perasaannya yang jatuh terlalu dalam pada orang yg hanya menganggapnya sekedar 'sahabat'. Sehingga membuatnya niat untuk menjauhi Sehun. Bahkan Luhan sudah sepakat bahwa minggu depan dia akan pulang ke Amerika.
Ting tong ting tong~~~~~
Bel pintu rumah Luhan berbunyi. Luhan yg tengah membaringkan tubuhnya di kasur mendengus kesal. Yg dipikirkannya, siapa sore-sore begini datang ke rumahnya.
Luhan niatnya tidak mengindahkan orang yg berkunjung, namun karena bel rumahnya terus berbunyi. Dengan kesal dia keluar kamar dan mendekati pintu rumahnya.
Ceklek
"Nu- Se..Sehun?" Ucap Luhan kaget dengan Sehun yg berdiri didepannya masih mengenakan seragam sekolah dan tas di punggungnya.
Sehun memandang Luhan dengan tajam dan juga datar. Sedangkan Luhan masih memasang wajah cengo tidak percaya nya. Kemudian tanpa dipersilakan masuk oleh tuan rumah, Sehun langsung saja masuk.
"Yak! Siapa yg mempersilakanmu masuk?" Ucap Luhan kesal dengan sikap Sehun yg tidak sopan.
Merasa diacuhkan, Luhan akhirnya menutup pintu rumahnya sedikit keras dan kemudian jalan menuju ke dapur untuk mengambil air. Setelah itu Luhan melangkah menuju ruang tamu dimana Sehun berada, dengan tangannya yg membawa dua kaleng soda.
"Untukmu." Ucap Luhan setelah memberikan salah satu kaleng soda untuk Sehun.
Klek Ssshhh
Terdengar bunyi suara yg berasal dari Luhan saat dimana yeoja rusa itu membuka kaleng minumannya. Kemudian dia meminum kaleng soda itu.
"Wae? Kau tak suka minuman ber-soda?" Tanya Luhan karna Sehun sama sekali tidak menyentuh minumannya
"Lu. Ada yg ingin ku tanyakan." Ucap Sehun tanpa menjawab pertanyaan Luhan.
"Mwo?" Tanya Luhan sambil meminum sodanya.
"Kenapa kau tak menjawab telponku maupun sms-ku. Bahkan kau selalu menghindar dariku. Ada apa denganmu, Lu?" Tanya Sehun dengan nada marah dan memandang Luhan dengan tajam.
Mendengar itu Luhan hanya menghela nafas gusar. Yeoja rusa itu sudah tau tujuan Sehun kemari untuk menanyakan itu.
"Jawab aku, Xi Luhan." Geram Sehun mengerikan.
"Kau sibuk dan aku tak mau menganggumu." Jawab Luhan bohong tanpa memandang Sehun.
"Kau bohong." Ucap Sehun seolah mengerti bahwa Luhan bohong padanya.
Luhan menatap Sehun dengan mengeryitkan tak suka. "Apa maksudmu dengan aku berbohong." Ucapnya kesal.
"Aku tau kau menghindariku, Lu. Alasanmu tidak bisa ku terima. 'Tidak mau mengangguku?' Ck! Alasan apaan itu?" Ucap Sehun sambil tertawa remeh.
"He! Jadi bisakah kau beritahu alasannya kenapa aku harus menhindari darimu, Tuan Oh!" Ucap Luhan kesal.
Sehun tidak langsung menjawab, namja tampan itu mendekat kearah Luhan dan kemudian memeluk yeoja itu.
Deg!
Luhan membeku seketika. Tubuhnya terasa kaku dan...hangat. Saat dimana Luhan akan mendorong Sehun menjauh, tiba-tiba dia semakin terpaku dengan ucapan namja itu.
"Aku memang tak tau alasanmu yang sebenarnya, Lu. Tapi, aku tidak suka kau menghindar dariku. Kau tau, aku sangat tersiksa dengan kau yg selalu tidak mengangkat telpon maupun membalas sms-ku, Lu. Aku merasa aku melakukan kesalahan hingga kau menjauh dariku. Ak...Aku-"
"Hun." Potong Luhan kemudian menatap kearah Sehun dengan lirih.
"Pulanglah, ini sudah akan menjelang malam." Ucap Luhan kemudian melepas pelukan itu.
Sehun membeku seketika. Ditatapnya yeoja rusa itu dengan tidak percaya. Dia merasa hatinya tertusuk beribu jarum dan sangat menyakitkan.
"Wae, Lu? WAE? SEBENARNYA APA KESALAHANKU!" Bentak Sehun sambil menggenggam bahu Luhan dengan kuat.
Luhan menggerem sakit pada kedua bahunya. Dia hanya menunduk dan tidak menjawab pertanyaan namja tampan itu.
Sehun mulai melonggar genggamannya pada bahu Luhan. "Kumohon, Lu. Jangan begini. Kita bersahabat bukan? Jika aku melakukan kesalahan, beri tahu sahabatmu ini dimana letak kesalahannya. Jangan menghindariku, Lu." Ucapnya lirih.
Tanpa sadar, Luhan meneteskan air matanya. Sakit, dan marah. Dia merasa sakit dengan Sehun yg hanya menganggapnya 'sahabat' dan marah karena sikapnya yg membuat Sehun menanggung sebuah kesalahan yg jelas-jelas tidak dibuat namja tampan itu.
"Lu." Panggil Sehun dengan lembut dan mengangkat dagu Luhan berlahan.
Tatapan teduh milik Sehun bertemu dengan tatapan lirih Luhan. Terbesit rasa sakit didalam Sehun karena merasa membuat yeoja rusa didepannya sedih.
"Lu." Panggil Sehun kesekian kalinya sambil menghapus air mata Luhan yg tak henti mengalir.
"Hisk... hisk." Isak Luhan tanpa bisa menahannya.
Greb~
Dengan lembut, Sehun membawa Luhan ke dalam pelukannya. Mengelus rambut lembut Luhan, berusaha menenangkan yeoja rusa itu.
Kediaman melanda keduanya. Luhan sudah mulai tidak menangis walau sebenarnya masih terdengar isakan kecil dari bibir mungilnya. Sedangkan Sehun sibuk dengan pikirannya. Namja tampan itu tampak gelisah.
"Lu... ada yg ingin ku bicarakan denganmu. Ini serius." Ucap Sehun setelah menghela nafas gusarnya.
Sehun melonggarkan pelukannya dan menatap Luhan dengan tatapan serius. Bahkan Luhan dibuat deg-deggan dan tertangkap beberapa kali menghindar dari tatapan Sehun.
"Lu... Aku-"
TeBeCe.
Hallo, guys. Menunggu lama ffn ini Hehehe... Mianhe kalo saya baru nge-post.
Oya, saya mau memberi pengumuman. Mungkin untuk beberapa minggu ke depan, saya akan off ffn dulu karena saya harus menghadapi ujian. Tapi tidak perlu khawatir, setelah saya selesai ujian. Saya akan membuat ffn selanjutnya yg versi super panjang langsung 2 Chap. Jadi selama menunggu next Chap spesialnya.
Dan, oh ya. Jangan lupa tinggalkan review dan juga semoga kalian menyukainya.
Annyeong, chingu-deul😊😊😊
