Summary : Itachi melebarkan kedua matanya dan sekali lagi ia harus menahan nafas tatkala ia mengingat fakta penting yang hampir ia lupakan. FAKTA BAHWA ORANG YANG TELAH MENCURI HATINYA PADA PANDANG PERTAMA ADALAH SEORANG 'LELAKI'!? Ohh God... hancur sudah semua khayalan indah yang telah ia susun sedemikan rupa di dalam otaknya.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : M (Maunya sich gitu, tapi gk tau dech jadinya :p)

Pairing : Sasufemnaru and Itafemkyuu

Genre : Romance / Supranatural

Warning : Typo, Straight, Bahasa Amburadul, Femnaru, Femkyuu

~(^_^)~ Happy reading minna ~(^_^)~

.

.

Last Chapter

" Mau berburu?" tawarnya kepada sang adik.

" Hn. " hanya kata ambigu yang entah apa maknanya. Tapi sepertinya Sasuke menyetujui ajakan kakaknya, terbukti dengan ia yang mulai beranjak dari tempatnya dan berjalan berdampingan dengan sang kakak.

.

.

.

LOVE IN THE DARKNESS

By : Zadita Uchiha

Chapter 2

.

.

.

Di tengah hiruk – pikuk Kota Tokyo yang padat dengan aktivitas para penghuninya, seakan tidak pernah lelah meski malam telah menjelang. Gedung – gedung pencakar langit di tengah kota metropolitan ini seolah menegaskan kemegahan arsitektur modern yang berkembang. Tapi jika kalian melihat lebih dalam lagi, maka kalian akan menemukan gang – gang sempit yang identik dengan tempat kotor dan gelap.

Dan di sinilah para pangeran kita akan menikmati buruan mereka setelah sebelumnya mereka ikut berbaur di tengah kumpulan manusia yang terperangkap dalam gaya hidup hedonisme. Hanya dengan sekali kedipan maka korban akan dengan suka cita menjadi 'santapan' mereka. Dan lihatlah, manusia yang tadinya berharap ingin mendapatkan kepuasan dunia dari duo uchiha kini justru meregang nyawa dibalik kungkungan lengan sang pangeran dengan darah yang dengan perlahan tapi pasti berpindah dari tubuh mereka.

Brukk...

Suara debuman dari dua orang gadis yang terkulai lemas tak bernyawa dibawah kaki para pangeran.

"Bagaimana?" Itachi meminta pendapat dari adiknya.

" hn." Jawab sasuke yang lagi – lagi dengan dua huruf yang bermakna ambigu itu sambil menghapus bekas darah yang tertinggal disudut bibirnya.

"Masih mau lanjut?" tawar Itachi pada adiknya.

" hn." Itachi tersenyum mendengar jawaban dari adiknya. Meski terkesan acuh tapi ia tahu stress yang mereka alami kini mulai menghilang. Menikmati darah langsung dari tempatnya memang memberikan sensasi yang berbeda, mengingat kebutuhan mereka akan darah selalu dicukupi oleh para pelayan di kerajaan mereka.

Mereka berjalan beriringan meninggalkan tempat itu. Menyisakan dua mayat yang pucat kehabisan darah. Mereka tak perlu khawatir jika tindakan mereka akan memicu kecurigaan pihak keamanan karena gang sempit yang terletak diantara gedung – gedung bertingkat ini merupakan tempat yang sering digunakan sebagai lokasi tindak kriminalitas. Lagi pula mereka telah menyamarkan bekas gigitan mereka dengan memberikan luka sayat pada leher masing – masing korbannya.

.

.

.

Tap.. tap... tap... Terdengar langkah kaki yang menggema di pinggiran trotoar jalan utama Tokyo. Saat ini sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Terlihat jalanan mulai lenggang meski masih ada satu dua kendaraan yang lewat. Dan disinilah Sasuke, melangkah pelan menyusuri jalanan yang sepi dalam diam seakan menikmati suasana yang tercipta dalam kesendiriannya. Ya, benar. Sendirian. Tanpa ada kakak yang biasanya selalu berjalan di sampingnya.

Haahhh...

Sasuke hanya bisa menghela nafas sambil merutuki Itachi yang dengan seenaknya telah meninggalkannya sendirian ditempat memuakan itu ketika sang kakak sudah mendapat mangsa incarannya.

FLASHBACK ON :

.

.

.

Alunan musik yang menghentak disalah satu diskotik ternama Kota Tokyo menjadi penggerak bagi para manusia yang tengah menggoyangkan tubuh dengan gerakan erotis di lantai dansa. Ruangan dengan penerangan yang minim serta kelap – kelip lampu menjadi latar bagi para manusia yang tengah terjebak dalam euforia kenikmatan dunia. Dan disalah satu ruangan VIP yang tersedia di sini, para pangeran tengah menikmati malam yang panjang dengan ditemani beberapa wanita penghibur yang bergelayut manja dimasing – masing lengan mereka.

" apa maksud mu membawaku ke tempat seperti ini aniki?" tanya Sasuke pada Itachi dengan nada datar disertai dengan tatapan tajam. Namun hal ini justru berbuah pekikan senang para wanita yang ada di kanan dan kirinya yang semakin terpesona dengan Sasuke.

" tentu saja untuk bersenang – senang, otouto. Menurut mu apa lagi?" jawab Itachi yang terlihat semakin menyamankan posisinya di sofa mewah ini.

" Di tempat bising seperti ini?" tandas Sasuke sambil memutar bola matanya malas. Ia sudah hafal betul seperti apa kakaknya ini. Mungkin jika dilihat sekilas dari penampilan mereka bagaikan pinang dibelah dua. Tapi siapa yang sangka jika sifat mereka sangatlah bertentangan. Tempat seperti ini hanya akan menyebabkan sakit kepala dan menambah stress bagi Sasuke yang notabene anti sosial dan suka ketenangan.

Itachi hanya senyam – senyum gak jelas menanggapi ucapan adiknya. Sebenarnya ia hanyalah ingin mengerjai adiknya saja. " Nikmatilah, Sasuke. Tidak setiap hari kau dapat menikmati suasana bebas seperti ini."

Sasuke hanya mendengus mendengar tutur kata Itachi.

#skip time..

Sasuke memicingkan mata kala Itachi mulai beranjak dari tempatnya. Ia mengawasi tiap gerak – gerik sang kakak dengan tatapan curiga. Merasa terganggu dengan tingkah polah adiknya, Itachi dengan malas berkata, " Aku hanya ingin ke toilet, Sasuke. Kau pikir aku mau kabur kemana?"

" Hn." Gumam Sasuke menanggapi kepergian sang kakak.

.

.

Disisi lain, Itachi yang tengah berjalan santai menuju toilet menyipitkan mata ketika ia melihat dari kejauhan seorang 'lelaki' yang sepertinya seorang petugas kebersihan tengah berjalan berlawanan arah dengannya sambil mengumpat entah pada siapa. Entah hanya perasaannya saja atau 'lelaki' ini memang terlihat lucu dimata Itachi.

Karena merasa penasaran, Itachi memutuskan untuk mengamati penampilan 'lelaki' tersebut ketika jarak mereka sudah dekat. Hmm... Dia menggunakan seragam petugas kebersihan berwarna abu – abu berkerah yang agak kebesaran dengan garis oranye di bagian saku dan deretan kancing baju, topi warna hitam dengan garis oranye yang menutupi warna rambunya, tinggi badan kurang lebih sedagu, bertubuh ramping, kulit putih bersih, wajah oval, bibir tipis merah delima yang menggoda, dan bulu mata lentik yang menghiasi bola mata merahnya yang bercahaya.

Degg...

Itachi membeku di tempat ketika menatap bola mata semerah darah dengan pupil vertikal itu. Seakan bisa menghipnotis hanya dengan sekali pandang saja. 'lelaki' itu sempat menengok sejenak kearah Itachi yang diam mematung sebelum berlalu begitu saja. Dan saat 'lelaki' itu lewat, Itachi harus menahan nafas ketika aroma apel segar bercampur dengan bau keringat yang memabukkan tertangkap oleh indera penciumannya. Tak ayal hal ini mampu membangkitkan fantasy liarnya yang tengah melakukan 'ini-itu' dengan si 'lelaki' tadi yang menjadi pemeran utamanya. Untuk sesaat, mata hitam kelam milik Itachi berubah warna menjadi semerah darah dengan tiga magatama yang berputar cepat mengelilinginya ketika merasa libidonya naik derastis. Ugh,, entah mengapa ia merasa bagian bawahnya perlahan mulai menegang dan membuat celananya menjadi sesak. Dan anehnya ia merasa jantungnya yang seharusnya telah mati kini berdetak dengan tidak beraturan dan disertai dengan turunnya setetes peluh di keningnya. Sungguh, seumur hidup ia tak pernah merasa sehidup ini hanya karena seorang manusia dengan gender 'lelaki'.

Degg...

Itachi melebarkan kedua matanya dan sekali lagi ia harus menahan nafas tatkala ia mengingat fakta penting yang hampir ia lupakan. FAKTA BAHWA ORANG YANG TELAH MENCURI HATINYA PADA PANDANG PERTAMA ADALAH SEORANG 'LELAKI'!? Ohh God... hancur sudah semua khayalan indah yang telah ia susun sedemikan rupa di dalam otaknya. Dan tinggalah kini Itachi yang tengah merenungi nasip disalah satu bilik kamar mandi setelah sebelumnya mengirimkan pesan singkat kepada adiknya tersayang.

.

.

Sasuke yang menerima pesan singkat dari kakaknya yang menyuruh untuk pulang sendiri karena dia sudah mendapat mangsa baru hanya bisa mengepalkan tangannya kuat – kuat menahan emosi yang siap untuk meledak. Sungguh kakaknya itu benar – benar menyebalkan. Setelah membuatnya membuang waktu lama bersama para manusia bergender wanita yang dari tadi selalu berteriak tidak jelas hanya untuk mengagumi ketampanannya saja, sungguh Itachi tidak tahu jika makhluk – makhluk nista ini hampir membuatnya tuli permanen dengan suara yang tidak ada bagusnya.

Akhirnya tanpa buang – buang waktu lagi, sasuke memutuskan untuk meninggalkan tempat terkutuk ini tanpa tahu kenistaan yang tengah dialami oleh sang kakak.

.

.

.

FLASHBACK OFF

Di tengah perjalanannya pulang, terbersit sebuah pemikiran di kepala Sasuke. Jika saat ini kakaknya tengah bersenang – senang di luar sana, kenapa ia tak mencoba menikmati gemerlap malam dari kehidupan manusia? Lagi pula Sasuke sudah terlalu lama menyibukkan diri dengan dunianya sendiri. Tak apa kan jika sekali – kali ia mencoba mencari suasana yang berbeda? Hmm.. Kelihatannya ini ide yang tak terlalu buruk. Lagi pula siapa yang tahu hal menarik apa yang akan ia temukan di luar sana...

Belum genap selangkah Sasuke beranjak dari tempatnya berpijak, ia mencium aroma yang menenangkan sekaligus sangat memabukkan. Tergoda dengan apa yang indera penciumannya peroleh Sasuke pun menatap sekeliling untuk mencari dari mana aroma ini berasal. Dan terlihatlah di seberang sana seorang malaikat yang baru turun dari langit akan menyeberang jalan. Hahhaha #plak..# back to the story… terlihat di seberang sana seorang gadis dengan paras cantik bagai malaikat akan menyeberang jalan. Dengan matanya yang tajam Sasuke mengawasi tiap gerak gerik dari makhluk terindah ciptaan Tuhan tersebut dengan pandangan terpesona. Bagaimana tidak, lihatlah tubuh mungil yang memiliki bentuk sempurna itu, kulit tan eksotis yang menggoda untuk ditandai, surai pirang keemasan bak sinar matahari, pipi chubby dan bibir cerry yang seakan meminta untuk jamah, ohh dan jangan lupa sepasang sapphire laksana langit cerah di musim semi. Sungguh keindahan yang tiada tara.

Sasuke hanya diam terpaku, menanti sang malaikat yang telah mengikat jiwanya secara tidak langsung kini tengah menyeberang. Berjalan mendekatinya yang hanya terdiam dengan langkah perlahan. Namun hal ini tak berlangsung lama kala Sasuke melihat adanya sebuah mobil yang melaju kencang kearah sang bidadari tanpa disadari oleh yang bersangkutan. Untuk sesaat sasuke harus menahan nafas ketika merasa bahaya yang mengintai sang terkasih semakin mendekat. Tanpa pikir panjang, sasuke langsung berlari secepat mungkin menerjang gadisnya yang kini tengah mematung di tengah jalan saat melihat kilatan lampu mobih yang semakin mendekat kearahnya.

Bruukkk…

Terlihat sepasang manusia tengah berguling – guling ditepian jalan beraspal dengan suara klakson mobil yang berbunyi nyaring. Perlahan Sasuke membuka matanya saat mendengar rintihan kecil dari gadis cantik yang sekarang tengah ada di atasnya. Seketika seluruh tubuhnya menegang saat aroma citrus memabukkan yang menguar dari tubuh gadis ini dapat tercium dengan sangat jelas oleh hidungnya. Dan saat mata dihadapannya terbuka, jantungnya berdetak sangat cepat hingga membuatnya takut jika organ tubuhnya ini akan meledak lantaran tak mampu menahan gejolak menyenangkan ini lebih lama lagi.

Onyx bertemu sapphire dan dunia seakan milik mereka berdua.

.

.

.

~TBC~

Huaaa... akhirnya kelar juga.,, haahhh... sebelumnya zadita mau minta maaf karena updatenya agak kelamaan... hehehhee,, soalnya dari kemarin belum dapet inspirasi yang sesuai jadi yaa agak nge-blank gitu dech.. selain itu kemaren zadita baru aja sakit... hiks,, jadi sekali lagi zadita minta maaf yang sebesar – besarnya...

Ohhh iya,, gomen jika fict yang kemaren agak mengecewakan... untuk chap 2 ini udah zadita usahain semaksimal mungkin,, word ny juga udah saya tambah.. semoga tidak mengecewakan para readers sekalian... jika ada yang mau ngasih komentar, kritik, saran, n tanggapan akan zadita terima dengan senang hati,, jadi silahkan review sebanyak-banyaknya yaa #plak.. (modus :p ) atau kalo mau pm juga bisa kok...

Terakhir zadita mau ucapin terima kasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang berkenan membaca fict ini dan memberi review... arigatou minna ! :)