Summary : PLAK.. "DASAR HENTAI!"/"ADOOOWW.. kenapa kau memukul ku!?"/"kau bertanya kenapa.. kau itu sudah mencuri ciuman pertama ku DASAR MESUMM!"/'aku sudah menemukan calon pendamping ku. Tunggulah tou-sama, kaa-sama... akan kubuatkan banyak cucu untuk kalian.' Batin sasuke dan itachi dengan diiringi tawa nista dalam hati.

.

.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : M (Maunya sich gitu, tapi gk tau dech jadinya :p)

Pairing : Sasufemnaru and Itafemkyuu

Genre : Romance / Supranatural

Warning : Typo, Straight, OOC, Bahasa Amburadul, Fem naru, Fem kyuu

~(^_^)~ Happy reading minna ~(^_^)~

Sasuke = 150 tahun

Itachi = 160 tahun

Naruto = 19 tahun

Kyuubi = 24 tahun

.

.

Last chapter :

Bruukkk…

Terlihat sepasang manusia tengah berguling – guling ditepian jalan beraspal dengan suara klakson mobil yang berbunyi nyaring. Perlahan Sasuke membuka matanya saat mendengar rintihan kecil dari gadis cantik yang sekarang tengah ada di atasnya. Seketika seluruh tubuhnya menegang saat aroma citrus memabukkan yang menguar dari tubuh gadis ini dapat tercium dengan sangat jelas oleh hidungnya. Dan saat mata dihadapannya terbuka, jantungnya berdetak sangat cepat hingga membuatnya takut jika organ tubuhnya ini nanti akan meledak lantaran tak mampu menahan gejolak menyenangkan ini lebih lama lagi.

Onyx bertemu sapphire dan dunia seakan milik mereka berdua.

.

.

.

Kegelapan yang membayangi bumi dan dinginnya angin malam tak cukup untuk membantu meringankan beban dihati. Kabut tipis yang menyebar disepenjuru kota hingga menghalangi pandangan tak ubahnya suasana hati sang putra mahkota dari bangsa vampire yang kini diliputi kegalauan.

Itachi hanya berjalan tak tentu arah. Langkah kakinya kini membawanya ke sebuah taman yang letaknya tak jauh dari klub malam tempatnya bertemu pujaan hati. Sepanjang perjalanan yang ia lalui untuk sampai di tempat ini hanya digunakan untuk merenung dan merutuki nasip yang begitu tak adil padanya. Ini merupakan kali pertama dalam hidup Itachi, yang mana seorang iblis merasa seakan tengah dipermainkan oleh Tuhan.

Wuuusshh...

Angin malam yang berhembus kencang membawa aroma segar yang menyegarkan sekaligus memabukkan disaat yang bersamaan. Indra penciumannya yang tajam dapat dengan mudah mendeteksi keberadaan seseorang yang meski baru sekali bertemu namun begitu melekat dalam ingatan. Dengan reflek yang cepat Itachi mengalihkan pandangannya dari jalanan taman ke arah seorang 'pemuda' yang tengah membuang sampah di belakang klub malam tempatnya bekerja.

Itachi hanya bisa memandang dari kejauhan tiap gerak – gerik dari orang yang telah menarik perhatiannya. Ia memperhatikan dengan seksama segala hal yang ada pada diri 'lelaki' itu, caranya berjalan, caranya melakukan pekerjaan, caranya menghapus keringat yang membasahi dahi dan leher jenjangnya... Ugh, meski dari kejauhan tapi Itachi dapat melihat dengan jelas bagaimana keringat itu menetes dari dahi, turun ke pipi dan membasahi leher jenjang itu.. Grrrr.. Itachi kini harus bergulat dengan alam bawah sadarnya agar akal sehatnya dapat tetap ia pertahankan. Libidonya meningkat drastis hanya dengan melihat tubuh indah tinggi semampai milik sang pujaan hati. Itachi tak habis pikir, bagaimana bisa seorang'lelaki memiliki tubuh indah semenggairahkan itu?

ITACHI POV..

Hahhh... aku hanya bisa menghela nafas untuk mengurangi gejolak dalam diri ini. Bagaimana pun dia adalah 'lelaki', tak seharusnya aku mempertahankan perasaan ini. Mungkin sebaiknya aku segera pergi jauh dari tempat ini agar perasaan ini tidak semakin tumbuh karena keberadaan 'lelaki' itu. Aku yakin masih banyak wanita di luar sana yang cocok untuk bersanding dengan ku. Yahh, benar. Wanita diluar sana pasti jauh lebih menarik dari sosok itu. Tapi aku rasa tidak ada salahnya juga kalau malam ini aku sedikit bermain – main dengan 'lelaki' itu. Hmm... Aku rasa ini memang ide yang bagus. Setidaknya dia harus bertanggung jawab atas kenistaan yang aku alami di klub malam tadi hanya karena aromanya yang menggoda. Khukukhukhukhu.. Nikmati hukuman mu sayang...

ITACHI POV END

Seringai keji terukir dengan indah dibibir Itachi diiringi dengan kekehan kecil yang memecah keheningan malam. Otaknya mulai bekerja menyusun pembalasan paling menyenangkan untuk sang pencuri hati.

Sementara itu di tempat 'lelaki' yang menjadi sasaran fantasi Itachi berada, ia hanya bisa berdiri mematung sambil mengusah tengkuknya yang entah mengapa tiba-tiba merasa merinding. 'Perasaan ku saja atau memang hawanya tidak enak. Entah mengapa aku merasakan firasat buruk. Semoga saja arwah korban tabrak lari kemarin tidak gentayangan. Bisa gawat kalau hantunya mengikutiku pulang kerumah.. hiii,,' batin 'pria' itu gelisah. Menghiraukan pemikirannya yang melayang kemana – mana, dia segera mempercepat langkahnya menuju rumah yang sebelumnya sempat terhenti sesaat.

Tak mau kehilangan jejak buruannya, Itachi segera menyusul langkah kaki si 'pemuda'. Mengikutinya dari jarak yang cukup terjangkau dan menerkamnya pada waktu yang tepat.

Tapi rasanya hal ini hanya tinggal niatan tanpa bisa ia realisasikan karena rencananya telah didahului oleh segerombolan preman yang menghalangi jalan pulang bagi buruannya. Terlihat lima orang berbadan kekar tengah mengelilinginya dengan tatapan bengis dan seringai di masing-masing bibir mereka.

"hai, bocah. Apa yang kau lakukan di tempat ini malam-malam begini.. " sapa seorang berambut oranye dengan piercing di wajahnya.

"bukan urusan mu. Minggir!" ucapnya dengan nada dingin.

"hooaa, jangan galak-galak bocah. Kami hanya bertanya." Balas salah satu pria yang berwajah mirip hiu.

"Hmm.. apa peduli ku?" balas nya dengan datar.

"jaga bicaramu, bocah!" bentak seorang pemuda yang kelihatan paling kecil dari yang lain. Ia memiliki rambut warna hijau dan memiliki wajah yang entah disengaja atau tidak berwarna belang hitam putih.

"tidakkah kau becermin terlebih dahulu sebelum memanggil ku bocah." Sahut nya sarkastik. Tak ayal jawabannya memancing amarah pemuda berambut hijau tersebut.

"KAU..."

"hentikan, Zetsu. Jangan buang-buang waktu. Hei bocah, kelihatannya dompet mu cukup tebal. Cepat serahkan uang mu!" perintah seorang pria tinggi besar yang memakai cadar.

"kau pikir aku ibu mu. Kau bisa kerja jika butuh uang." Sahutnya tenang.

"kau punya nyali juga ya. Hmm.. kalo aku lihat-lihat kau memiliki tubuh yang cukup indah untuk ukuran seorang lelaki. Aku rasa kau pantas ku jadikan tumbal untuk Jashin-sama." Ucapan pria berambut abu-abu itu sukses membuat persimpangan tercetak di dahi si 'lelaki'.

"hmm.. ku rasa kau benar Hidan, dia memiliki tampang yang lumayan. Hai bocah, bagaimana jika kau bermain dengan kami malam ini?" tawar lelaki ber-piercing pada nya dengan diiringi seringai mesum dari anggotanya yang lain.

"dalam mimpi mu." Balas nya dengan tatapan nyalang dan glare mematikan yang justru membuat anggota itu terkekeh.

"baiklah jika itu maumu. Semuanya, serang!" perintah si pria ber-pierching dan pertarungan lima lawan satu pun dimulai.

.

.

.

"kau tak apa?"

"i..iya, aku baik-baik saja."

"hn. Siapa nama mu?"

"a..aku na..naruto, uzumaki naruto."

"..."

"lalu kau, si.. siapa nama mu?"

"sasuke, uchiha sasuke." Naruto memandang kedalam bola mata obsidian itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

" terima kasih, Uchiha-san." Senyum manis yang menghiasi bibir mungil naruto mampu melelehkan kebekuan hati sang pangeran vampire. Sasuke yang terkenal sebagai pangeran es uchiha kini harus mengakui ketidak berdayaannya dihadapan sang dewi. Pesona kuat naruto telah meluluh lantakkan dinding pertahanannya. Terbukti dengan semburat pink yang menghiasi wajah pucat uchiha muda.

"uchiha-san, kau terluka!" naruto yang sedang mengamati wajah rupawan sasuke terpekik panik saat melihat lecet di dahi sasuke.

"hn. Hanya luka kecil." Sahut sasuke dengan cepat saat melihat tatapan khawatir dan rasa bersalah dari kedua mata biru itu." Tak usah kau pikirkan." Tambahnya. Naruto yang hanya diam melamun entah tentang apa tersentak oleh pertanyaan sasuke. "apa kau merasa nyaman dengan posisimu?" tanya sasuke dengan nada datar.

"hah.." naruto hanya mengernyitkan dahinya tidak paham dengan pertanyaan sasuke.

"dobe. Kau masih menindih tubuh ku." Dengus sasuke.

"a..apa kau bilang? Aku bukan dobe, TEME!" teriak naruto yang kesal tepat di depan wajah sasuke. Hal ini menyebabkan telinga nya berdengung untuk sesaat.

"tck.. jangan berteriak di depan wajah ku, idiot."

"KAU..."

"hn. aku hanya mau tanya, sampai kapan kau mau tiduran di atas ku." Sasuke yang tak kuat melihat wajah menggemaskan naruto saat sedang marah pun mengalihkan pandang. Ia takut jika lepas kontrol pada makhluk tuhan paling imut diketahui bahwa saat ini mereka masih berbaring di pinggir jalan dengan posisi naruto menindih sasuke dan tangannya menumpu di dada bidang sasuke, sedangkan tangan sasuke melingkar di pinggang ramping naruto.

Sebenarnya sasuke tidak keberatan dengan posisi seperti itu, bahkan ia sangat senang bisa sedekat ini dengan naruto. Tapi mau bagaimana lagi, aroma tubuh naruto dan deru nafas hangat yang menerpa wajahnya sungguh sangat menyiksa. Ia harus berusaha mati-matian untuk mempertahankan kerasionalannya dan menekan hawa nafsu, ditambah lagi libido yang semakin meningkat hanya dengan memandang mata biru safir yang menatapnya dengan polos, apa lagi sekarang tubuh mereka menempel begitu erat tanpa celah sedikit pun. Ia dapat merasakan kehangatan dari sosok di atasnya mulai menyebar keseluruh tubuhnya yang dingin. Ugh.. ini adalah siksaan. Ia tak mungkin me-rape wanita ini dipinggir jalan dan mengoyak leher jenjang itu disini, setidaknya ia butuh privasi untuk melakukannya. Hhaaah... sabar sasuke... sabar... nanti pasti akan ada kesempatan lagi.

Sementara itu, naruto yang telah selesai me-loading perkataan sasuke langsung memasang wajah horror saat menyadari posisi mereka. "atau mungkin kau sedang mencoba menggoda ku, nona?" ucap sasuke dengan seringai mesum terpampang di wajah rupawannya.

PLAK.. "DASAR HENTAI!" teriak naruto dengan wajah merah padam setelah berhasil menyarangkan sebuah tamparan keras pada sasuke. Ia pun segera bangkit dan langsung menyilangkan tangannya didepan dada. Sementara itu sasuke harus merelakan wajah tampannya dinistai oleh naruto dengan tatto berbentuk telapak tangan warna merah di pipinya. Haahh... jika Itachi disini dapat dipastikan sasuke akan ditertawakan habis-habisan. #poor_sasuke#

.

.

Sasuke berjalan beriringan dengan naruto menuju rumah si pirang. Ia hanya memasang wajah datar andalannya. Tapi jika kalian melihat dengan lebih teliti, maka akan terlihat sorot kejengkelan di kedua matanya. Bagaimana mungkin ia tidak jengkel, ini adalah kali pertama dalam sejarah vampire seorang pangeran ditampar oleh manusia. Biasanya seorang gadis akan langsung bertekuk lutut dihadapannya saat melihat kesempurnaan fisiknya, bukan malah ditampar dan diteriaki seakan kau ini maling ayam yang ketahuan sedang beraksi. Sungguh, jika yang melakukan hal itu bukan naruto, tanpa pikir panjang pasti akan ia bakar dengan amaterasu hidup-hidup.

Hmm.. jika kalian berfikir sasuke sedang mengantar naruto pulang kerumah dengan selamat sampai tujuan, berarti kalian salah. Setelah tadi naruto 'mentatto' wajah sasuke, ia segera minta maaf karena berlaku tidak sopan pada penyelamatnya dan memaksa sasuke untuk diobati dirumahnya. Sebenarnya tanpa dipaksa pun sasuke akan dengan senang hati menerima ajakan si blonde ke rumahnya. Ia kan sebuah kesempatan yang besar baginya agar bisa lebih dekat dengan naruto. Siapa tahu ia mendapat kesempatan untuk me-rape gadis ini. (hhhehhe... modus :p) #plak# tapi bagaimana pun, ia harus menjaga imej dan stay cool dihadapan naruto...

Setelah sepuluh menit perjalanan dari tempat kejadian peristiwa tadi, kini mereka sudah berada didepan pintu ruangan lantai empat disebuah apartemen sederhana pinggiran kota tokyo. Sasuke mulai merasa gelisah saat meresakan kehadiran Itachi di sekitarnya. Dan saat pintu terbuka ia dikejutkan dengan keberadaan sang kakak yang tengah memunggunginya dengan seorang gadis yang sedang merintih tepat dihadapan Itachi. Ia mulai berspekulasi bahwa itachi sedang melakukan 'ini-itu' dengan wanita dihadapannya.

Merasakan keberadaan orang lain di ruangan ini, Itachi dan kyuubi – nama gadis itu pun menoleh dan mendapati adik-adik mereka tengah mematung didepan pintu.

"kyuu-nee/naruto/aniki/otouto" ucap mereka semua bersamaan.

Hening seketika melanda ruangan itu. Dan ternyata dugaan sasuke salah. Tidak ada yang membuka suara, hingga pekikan kaget naruto mengembalikan jiwa mereka semua yang melayang kemana-mana. "KYUU-NEE ADA APA DENGAN MU!?" ia pun langsung berlari menghampiri kyuubi yang tengah diobati Itachi di sofa ruang tamu. Terlihat wajah cantik kyuubi telah di penuhi memar di beberapa bagian, terutama di bagian bibir, siku tangan, dan pelipis. Baju yang digunakannya pun tampak kotor. kyuubi hanya berdecak sambil memalingkan wajah menanggapi kehebohan adiknya. Ia tahu jika sudah seperti ini ia pasti akan diomeli adiknya habis-habisan. Sungguh merepotkan.

"apa yang kau lakukan kyuu-nee.. kau pasti dihajar preman-preman itu kan? Seharusnya kau jangan melawan, kyuu. Larilah saat ada kesempatan atau berikan saja mereka uang. Sekarang lihatlah apa yang mereka lakukan padamu! Kau itu perempuan neesan! Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?" tampak kekhawatiran dimata biru yang mulai berkabut itu. Sebenarnya kyuubi tidak ada niat untuk membuat adiknya khawatir seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, salahkan saja harga dirinya yang terlampau tinggi untuk seorang gadis.

Kyuubi yang hanya diam tak menanggapi ocehan adiknya membuat naruto menggerutu dengan ketidak pedulian kakaknya bahkan pada dirinya sendiri. Haah,, naruto hanya mampu menghela nafas dan mengalihkan pandangannya pada lelaki yang tidak ia sadari keberadaannya. "maaf, aku tak menyadari kehadiran mu tadi. Kau siapa, ji-san?" "Pfft..."pertanyaan yang terlontar dari naruto membuat sasuke menahan tawa saat kakaknya dipanggil paman oleh gadisnya. Sementara itu itachi harus menahan diri agar tidak menghabisi nyawa gadis yang ada dihadapannya ini saat perkataan gadis itu berhasil membuat perempatan bertengger didahinya. Hell.. memangnya siapa gadis yang berani menghinanya ini? Lagi pula dari mananya gadis ini bisa memanggilnya paman. Ia ini masih muda. Usianya saja masih 160 tahun bulan purnama depan, setara dengan manusia berusia 25 tahun. Apa ia mengira bahwa tanda lahirnya ini adalah sepasang keriput? Oh God, gadis ini sepertinya cari mati. Ia tak tahu jika Itachi sedikit sensitif saat orang mengungkit-ungkit tanda lahirnya ini. Itachi pun mengirimkan deathglare paling mematikan pada naruto dan adiknya yang tersenyum mencemooh padanya. Namun sama sekali tidak mempan untuk menakuti sang adik yang sudah kebal dan tidak mempan pula pada naruto yang terlampau polos. Haah.. #poor_itachi#

Dengan senyum terpaksa Itachi menjawab,"aku itachi, uchiha itachi. Tadi aku tidak sengaja lewat saat kakak mu bermain dengan preman-preman itu. Maaf sebelumnya, tapi aku ini masih muda jadi tolong jangan panggil aku seperti itu."

"ehh.. uchiha, sasuke bukankah kau itu juga seorang uchiha? Apa kau mengenalnya?"

"hn. dia kakak ku." Jawab sasuke datar.

"Ya benar. Kami saudara." Tambah itachi.

"ehh.. jadi benar ya. itachi-san kau kah yang telah menolong kakak ku? Aku sangat berterima kasih padamu. Hontouni arigatou itachi-san. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau tidak ada kau. Kyuu-nee, seharusnya kau bersyukur dan berterima kasih pada itachi-san karena telah menolong mu. Kau berhutang nyawa padanya." Tutur naruto panjang lebar.

"tck.. Kau jangan melebih-lebihkan dia seperti itu naruto. Lagi pula aku tak memintanya untuk menolongku." Kyuubi mendecih tak suka saat naruto berkata seperti itu pada pria dihadapannya. Kenapa dia harus berterima kasih pada pria yang menurutnya mesum itu?

"kau jangan begitu neesan. Kau itu sangat beruntung ditolong olehnya. Hahh... Mau bagaimana pun kau itu perempuan. Kau seharusnya segera mencari pacar seperti itachi-san di umurmu yang menginjak 24 tahun ini agar kau senantiasa mendapat perlindungan olehnya." itachi yang mendengar perkataan naruto langsung menampilkan ekspresi bahagia dengan tatapan berbinar saat secara tidak langsung naruto merestuinya untuk menjadi kekasih si rubah liar ini. Seketika rasa kesal dan jengkel pada sosok naruto langsung sirna.

"cih.. aku takkan sudi menjadi kekasih kakek tua keriputan seperti dia." Balas kyuubi dengan sinis sambil mendelik pada itachi yang dibalas senyum charming. Sepertinya itachi tidak terlalu mempermasalahkan hinaan itu jika kyuubi yang berkata. "lalu siapa laki-laki yang kau bawa pulang ke rumah dijam segini? Hmm." tanya kyuubi sambil menatap tajam sasuke.

"ahh, ceritanya panjang. Akan ku ceritakan nanti. Kyuu-nee sebaiknya kau ganti baju dulu, biar ku antar kau ke kamar. Sasuke dan itachi-san maaf kalian tunggu disini sebentar ya. aku dan kyuu-nee mau ke kamar dulu."

"hn/ya, silahkan." Balas sasuke dan itachi bersamaan.

Setelah uzumaki bersaudara tak terlihat lagi oleh duo uchiha, sasuke langsung angkat suara agar mendapat jawaban atas pertanyaan yang berputar dikepalanya. "bagaimana kau bisa ada disini, aniki?"

FLASHBACK ON:

Dari kejauhan itachi mengamati dengan seksama jalannya pertarungan lima banding satu itu. Awalnya kyuubi unggul, ia memiliki reflek yang bagus untuk menghindari tiap serangan musuh. Ia menangkis tendangan yang diarahkan pria berambut abu-abu itu ke wajahnya dan berbalik melayangkan sebua tendangan ke pinggang lelaki itu. Dan langsung menangkap pukulan yang diarahkan ke wajahnya oleh pria berambut hijau dan mengayunkan lututnya ke perut lelaki tersebut, tapi dapat dihindari dengan mudah. Kakuzu dan kisame menyerang secara bersamaan dari arah yang berlawanan, tapi dengan gesit ia menunduk untuk menghindari pukulan tersebut. Akhirnya kedua orang itu pun saling melukai dan terkena pukulan teman sendiri karena target mereka dapat menghindar dengan cepat. Namun saat menegakkan kembali tubuhnya yang tadi merunduk telah membuka celah hingga ia terkena bogem mentah tepat diwajahnya terlihat bibirnya terluka dan mengeluarkan darah. Kyuubi jatuh terjungkal ke belakang setelah menerima pukulan dari pria berpierching itu.

Bau anyir darah dengan cepat tertangkap indra penciuman itachi. Matanya berubah warna menjadi merah dengan tiga magatama yang mengitarinya saat mencium harum aroma darah kyuubi. Meski hanya setetes tapi aromanya sangat kuat hingga membuat sang putra mahkota menjadi kehausan. Ia menginginkan darah kyuubi yang dari aromanya saja sangat memabukkan. Tapi sebelum ia keluar dari tempat persembunyiannya, ia terkejut melihat pemandangan di depan sana. Topi kyuubi terjatuh saat menerima serangan tadi sehingga menampilkan rambut panjang berwarna oranye kemerahan yang tergerai indah dan dipermainkan angin.

Degg,, 'dia... wa.. nita'. Mengetahui fakta ini membuat itachi senang bukan main. Sekarang ia bisa tenang karena mendapati fakta bahwa instingnya ternyata masih berfungsi dengan baik, atau dengan kata lain ia masih normal! Itachi bersorak dalam hati mendapati dewi fortuna tengah berpihak padanya.

Sementara itachi tengah berkutat dengan pikirannya, ia tak menyadari jika pertarungan di depan sana berlanjut kembali. Kedudukan sekarang berbalik, kyuubi mulai kewalahan oleh serangan preman itu yang semakin menggila dan bersemangat saat mereka tahu jika kyuubi adalah perempuan. Beberapa kali kyuubi terkena serangan dari mereka. Mau bagaimana lagi, sekuat apa pun seorang kyuubi tetap saja tenaganya yang notabene wanita takkan mampu menandingi para lelaki dihadapannya ini. Dan ketika kyuubi belum siap, serangan yang takkan mampu ia tahan datang dari pria berpierching . kyuubi menutup mata, pasrah akan rasa sakit dari pukulan sekuat tenaga laki-laki itu. Namun setelah beberapa saat ia menunggu, ia tak merasakan sakit sama sekali tapi justru suara debuman keraslah yang dapat ia tangkap. Kyuubi pun membuka matanya dan ia melihat seorang lelaki berambut hitam panjang diikat longgar tengah memunggunginya. Ia pun melawan semua preman itu dengan mudah. Saat ia merasa sudah selesai dengan mereka, itachi berbalik dan bertatapan dengan iris merah kyuubi yang bercahaya. Onyx dan ruby saling pandang, menyelami keindahan mata masing-masing. Seakan terhipnotis mereka tak menyadari jika salah seorang preman berwajah hiu telah bangkit dan akan menyerang itachi yang lupa keadaan. Kyuubi yang melihat kisame hendak menyerang itachi langsung berteriak memperingatkan. "AWAS!" tapi...

BRUKK...

KISS...

Terlambat.. kisame berhasil menyarangkan tendangan kuat pada punggung itachi. Itachi yang tidak siap menerima serangan itu pun terdorong kedepan dan menubruk kyuubi dan jatuh dengan posisi menindih tubuh kyuubi, tangan kiri melingkar erat di pinggang kyuubi, tangan kiri melindungi belakang kepala kyuubi, dan... bibirnya yang menempel di bibir merah kyuubi.

Kyuubi yang kehilangan ciuman pertama nya pun tanpa pikir panjang langsung mendorong itachi dan memukul kepalanya keras.

"ADOOOWW.. kenapa kau memukul ku!?" teriak itachi tak terima dengan perlakuan kyuubi.

"kau bertanya kenapa.. kau itu sudah mencuri ciuman pertama ku DASAR MESUMM!" teriak kyuubi yang tak terima bibir sucinya diperkosa oleh pria asing ini. Meski itachi memasang wajah masam, tapi dalam hati ia berbunga-bunga dengan keberuntungan yang ia dapat.

"mana aku tahu.. aku tidak sengaja, kau kan tahu sendiri tadi aku di se... HEI AWAS!" itachi yang sedang adu argumen dengan kyuubi langsung menarik kyuubi kearahnya saat ia melihat preman yang sudah ia hajar kembali bangkit dan hendak menyerang mereka berdua. Tanpa pikir panjang itachi maju kedepan dan menghabisi mereka satu persatu. Merasa urusannya telah selesai dengan mereka semua, ia segera menghampiri gadis itu kembali untuk memastikan kondisinya baik-baik saja. Setelah itu itachi berkeras mengantar kyuubi pulang kerumahnya. Ia tak mungkin membiarkannya pulang sendirian. Kyuubi sudah pasti menolak dengan keras, tapi dia tak mampu berkutik saat lengan kekar itu menggendongnya dengan gaya bridal style, tak peduli dengan kyuubi yang berteriak dan meronta ingin diturunkan. Perjalanan itu pun hanya diisi gerutuan kyuubi dan makian nya untuk itachi. Tapi itachi tak peduli, suasana hatinya saat ini sedang baik. 'otouto, aku sudah menemukan kakak ipar yang cocok untuk mu. Sebentar lagi kau akan punya keponakan yang lucu.' Batin itachi tidak waras.

FLASHBACK OFF

Itachi telah menceritakan pertemuannya dengan kyuubi minus kejadian nista di klub malam dan dirinya yang sempat frustasi karena kebodohannya yang mengira kyuubi adalah laki-laki. Kini giliran itachi yang menanyakan pertanyaan yang sama pada sasuke. Sasuke menceritakan pertemuannya dengan naruto, minus tamparan yang diberikan naruto padanya. Itachi hanya menganggukkan kepala sebagai respon atas cerita sasuke. Hening melanda setelah uchiha bersaudara selesai berbagi cerita. Mereka saling menatap dengan pandangan yang sulit diartikan. Seolah mereka tengah berbincang melalui tatapan. Beberapa saat kemudian, mereka menyeringai secara bersamaan. 'aku sudah menemukan calon pendamping ku. Tunggulah tou-sama, kaa-sama... akan kubuatkan banyak cucu untuk kalian.' Batin sasuke dan itachi dengan diiringi tawa nista dalam hati.

Dilain tempat, naruto yang sedang membantu kyuubi membuat minuman dan menyiapkan makanan untuk duo uchiha merasa merinding dengan tiba-tiba. Mereka mengusap tengkuknya bersamaan. Entah mengapa perasaan mereka tidak enak. "kyuu-nee, perasaan ku tidak enak. Sepertinya kita akan dapat masalah dan kesialan dalam hidup." Kata naruto mengutarakan isi hatinya.

"entahlah naruto, tapi sama sepertimu neesan merasa.. kita akan mendapat kesialan dalam sisa hidup kita." Jawab kyuubi yang memiliki pendapat sama dengan adiknya. Yaah... ternyata uzumaki bersaudara ini memanglah memiliki feeling yang kuat. Jadi, bersiap-siaplah kyuubi, naruto.. tidak lama lagi hidup kalian yang tenang akan segera berakhir dibawah kendali duo uchiha.

.

.

.

OMAKE

"hei, otouto. Ada apa dengan pipimu?" tanya Itachi pada sang adik.

"hn. aku menampar wajah ku sendiri saat digigit nyamuk." Jawabnya asal.

Itachi hanya mengangkat alisnya tak mengerti. Ia mulai meragukan kejeniusan adiknya saat mendengar alasan yang tak masuk akal tersebut. WHAT THE HELL! Sejak kapan vampire digigit nyamuk? Nyamuk dan vampire itu sama-sama penghisap darah. Tidak mungkin kan nyamuk jadi kanibal dan menggigit saudaranya sendiri? Vampire saja tidak akan mau menggit nyamuk meski dalam keadaan kepepet sekali pun.

Hhaaah... ada-ada saja.

~TBC~

.

.

Yosh.. chap 3 udah update.. gomen ne minna, update ny lama... baru ajj liburan n tugas yang menumpuk telah menunggu q,, mana udah mau UN.. haduuhh repot bgt... jadi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya pada readers sekalian atas keterlambatannya.. aku juga mau minta maaf kalo chap kemaren mengecewakan.. zadita juga mau minta maaf kalo ada review yang gk kebales... tapi yaa semoga chap kali ini tidaklah mengecewakan.,, oh iya.. disini word ny udah saya tambah sesuai reques dari reader semua.. disini fict saya masih memiliki banyak kekurangan jadi readers sekalian bisa memberikan kritik, saran, dan uneg-uneg tanpa harus sungkan,, semua saya terima dengan lapang dada,, so bisa kirim review atau langsung ke-pm ajj...

Terakhir zadita mau ucapin terima kasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang berkenan membaca fict ini dan memberi review... arigatou minna !