"pokoknya besok aku akan kembali lagi kesini, dan membawa sesuatu sebagai tanda terima kasihku!" ucap sehun melihat ke arah youkai itu sebelum akhirnya berlari menuju rumah pamannya.

"Kai"

Samar-samar sehun mendengar dari arah belakangnya mengatakan kata Kai, apakah itu namanya?

.

Saat sehun menengok ke belakang youkai yang bernama Kai itu sudah menghilang.

.

.

Di sepanjang jalan setapak itu, sehun terus menggumamkan sebuah lagu. Kakinya masih melangkah mengikuti jalur jalan itu, sementara tangan kanannya di rentangkan ke arah ilalang yang ada di sebelah kanan (maksudnya sehun berjalan sambil mainin ilalang yang ada di sisi kanannya *susah di jelasin tapi intinya gitu, ngertikan =.=v).

Sehun tidak tau pasti sekarang jam berapa yang pasti ini sudah sore, terlihat dari langit yang mulai bewarna orange. Paman, bibi, serta ibunya pasti sudah sangat khawatir sekarang. Hhh~ sehun khilaf kalau sudah begini.

Dari ujung jalan sedikit demi sedikit mulai terlihat sosok pamannya sehun. sehun yang menyadarinya langsung berlari ke arah pamannya itu. Seperti biasa sehun berlari sambil merentangkan tangannya, bermaksud memeluk pamannya itu.

"wah... AHJUSSIIIIII" teriak sehun

"ha?! Sehun" kata paman sehun, dari raut wajahnya paman sehun sepertinya sudah sangat lelah akibat mencari sehun kesana kemari. Ah, paman sehun sepertinya sangat sayang kepada sehun.

"darimana saja kau sehun. kalau hilang bagaimana?! Dasar anak bandel!" sehun yang hampir sampai ke tempat pamannya itu, tiba-tiba saja pamannya langsung mengomelinya dan kupingnya sehun langsung di jewer saat itu juga. Poor sehun XD.

Reaksi sehun tentu saja langsung menangis sambil memegangi kupingnya yang barusan di jewer. Dan tak lama sehun langsung memeluk pamannya itu. Yaaa~ paman sehun melakukan itu karena dia sayang terhadap sehun. meskipun begitu, ketika sudah mendengar suara tangis sehun perasaan bersalah mulai menggerogoti hati pamannya. Paman sehun akhirnya hanya bisa menghela nafas.

.

.

.

Summer

.

EXO © SM Entertaiment & Themselves

HnME © Yuki Midorika

.

.

Warning!

Cerita ini hanya fiktif belaka ya wkwkwk jadiii~ maap maap aja kalo absrud, gaje, aneh, gak masuk akal, jelek, trus di temuin banyak typo(s), dsb.

Oiya, cerita ini aku ambil dari anime movie sekaligus manga yang judulnya "Hotarubi no Mori E", nah, jangan heran kalo kalian ngerasa pernah liat adegan yang ini/kayak kenal jalan ceritanya ini emang aku ambil dari anime movie yang satu itu tapi nanti pasti ada alur yang beda dari aslinya kok. Yaaa~ intinya sih gak seratus persen mirip fufufu XD

.

.

KaiHun

.

"Ucapan Terimakasih ku!"

.

.

Siplah dari pada buang-buang waktu mari kita lanjutkan untuk chapter ke dua fict ini! :D

.

.

Yosh~ Mari kita mulai!

.

.


.

.

Setelah 'acara nangis menangis' sehun selesai. Akhirnya paman sehun dan sehun berjalan beriringan, saling berpegangan tangan. Sehun senang akhirnya pamannya datang menjemputnya. Sehun pikir mungkin orang-orang di rumah pamannya itu sudah pada lupa mengenai dirinya yang bermain keluar. Ngomong-ngomong Sampai saat ini sehun masih tidak percaya beberapa jam yang lalu sehun terjebak di hutan yamagami-sama. Lalu bertemu dengan youkai yang namanya kai.

Ah, benar youkai! Kira-kira kalau sehun bertanya tentang penunggu hutan ini reaksi apa yang akan paman sehun keluarkan? Takutkah? Tidak taukah? Atau~ hng, sehun tidak akan tau kalau sehun tidak bertanya. Sehun melirik ke arah pamannya sebentar, lalu memantapkan hatinya untuk bertanya.

"ngg~ ahjussi?'

"ne, apa sehun" jawab paman sehun, pandangannya terfokus lurus ke depan .

"apa... ahjussi percaya tentang youkai di sini?" paman sehun yang tertarik dengan dengan percakapan inipun langsung menengok ke arah sehun, sambil tersenyum dengan lembut. "aaahhh... youkai ya? Entahlah, antara percaya dan tidak percaya mengenai makhluk yang satu itu" ujarnya, dan tak lama pandangan paman sehun kembali ke depan.

"dulu~ paman dan teman-teman ingin sekali bertemu youkai. kami mencarinya di hutan. Sayangnya tidak pernah ketemu. Tapi, salah satu teman paman berkata dia pernah mendatangi festival di dalam hutan yamagami-sama. Tidak mungkin kan manusia merayakan festival di dalam hutan. Lalu festival itu siapa yang merayakan?" jeda paman sehun. sementara sehun mulai penasaran dengan kelanjutan cerita pamannya itu.

"yaah... mungkin itu festival yang di adakan oleh para youkai! hahahaha... konyol banget kalau ingat masa lalu. Tapi yaa biarkanlah youkai itu menjadi rahasia hutan yamagami-sama" ucap paman sehun yang di akhiri lagi dengan terawa. Menceritakan ini membuat paman sehun kembali mengingat masa kecilnya.

Sementara, sehun mulai membayangi festival yang di katakan pamannya itu. Benarkah ada festival semacam itu? Lalu sehun kembali teringat dengan kai. Kira-kira apakah yang sedang di lakukannya sekarang. Apakah dia sudah makan? Tunggu memangnya siluman seperti itu makannya apa?. Ah, sehun teringat dengan janjinya tadi. Kira-kira apa yang akan di bawanya besok sebagai tanda ucapan terimakasih karena telah menolongnya ya?.

Di sepanjang jalan pulang paman sehun banyak sekali berbicara. Sedangkan sehun hanya membalas seperlunya. Mungkin ini karena efek sehun yang sudah kelelahan dan sedang memikirkan apa yang akan di bawanya besok. Sehun jadi seperti anak yang kekurangan semangat.

.

.

.

.

Suasana di luar rumah paman sehun sangat sepi. Padahal jam baru menunjukkan pukul setengah delapan. Berbeda sekali dengan di rumah sehun yang masih ramai sampai malam. Suara jangkrik saling sambung menyambung di luar sana. Apabila keluar rumah pasti akan menemukan kunang-kunang yang sedang berkeliaran mencari pasangan. Bulan dan bintang yang tampak sangat elok di daerah ini menambah nilai plus dalam suasana pedesaan. Tempat berlibur yang sangat cocok bagi orang yang selalu sibuk dengan urusannya dan yang sedang stress.

Sehun dan yang lain baru saja selesai makan malam bersama. Kini sehun tengah pergi ke arah dapur, bermaksud mencari sesuatu yang bisa di bawanya besok. Apa? Sehun harus membawa apa untuk kai besok? Daging kah? Mie kah? Makanan yang berkuah kah?. Oh atau bubble tea! Minuman terlezat itu siapapun pasti suka kan? Apalagi banyak varian rasanya, kai pasti suka. Eh tunggu… disini kan tidak ada yang jualan bubble tea!

Hhh~ sehun mendesah dan dengan itu sehun mendudukkan dirinya di lantai, matanya masih melihat ke sekelilingnya. Tinggal satu tempat yang belum sehun kunjungi, yaitu kulkas. Mungkin kalau sehun membuka kulkas dia akan mendapatkan sesuatu.

Kosong sehun tidak menemukan apa-apa di bawah. Hanya ada beberapa masakkan mentah dan sayuran saja di dalamnya. Sehun menyerah dan kembali lagi ke ruang tengah. Tempat dimana paman, bibi, dan ibunya sedang mengobrol bersama.

Sehun berjalan dengan gontai ke ruang tengah. Kepalanya serasa ingin pecah. Sehun bisa saja tidak datang kembali ke tempat itu dan melupakan kai, atau sehun biasa saja berpura-pura lupa tentang janjinya itu. Sehun bisa saja melakukan kedua opsi itu.

Tapi… itu bukan hal yang baik, keluarganya tidak pernah mengajarkan sehun untuk lepas tanggung jawab seperti itu. Sehun harus dating ke hutan itu. Sehun harus membawa sesuatu sebagai tanda ucapan terima kasihnya kepada kai. Itu HARUS. Tapi apaaa? Apa yang harus sehun bawa. Sekali lagi sehun mendesah. Bibinya yang melihat sehun seperti itu langsung menegurnya.

"eh sehun…kamu kenapa nak? Sepertinya lelah sekali" Tanya bibi sehun, kepada sehun yang sedang berjalan menuju kamar tamu. Sehun tidak jadi mengobrol bersama keluarganya itu. Kantuk tiba-tiba saja menyerbu dirinya. Sehun harus istirahat.

"hmm….bi, aku lelahhoaamm"

"oiya sehun… tadi siang bibi dan ibumu membelikan ice cream. Bibi lupa mengatakannya, tapi jika kamu mau ada di freezer ya" ucap bibi sehun dengan penuh kelembutan. Sehun hanya menggumam sesuatu yang tidak jelas lalu masuk ke dalam kamar tamu. Suara gelak tawa terdengar di ruang tengah. Itu suara terakhir yang sehun dengar sebelum dia menutup pintu kamar.

Sehun segera merilekskan tubuhnya, uapan panjang keluar dari mulutnya tentu saja sehun menutup mulutnya saat menguap. Lalu sehun mulai membaringkan tubuhnya. Ketika sehun menutup matanya sehun kembali teringat dengan kejadian tadi siang, pertemuannya dengan kai, sehun yang tersesat, kepalanya yang di pukul dengan ranting oleh kai.

Mengingat itu sehun mengangkat tangan kanannya lalu menyentuh bagian kepalanya yang tadi siang di pukul oleh kai. Sedikit benjol tapi rasanya sudah baikkan. Pandangan sehun jatuh ke atas langit-langit atap. Kai… nama itu terus terngiang-ngiang di kepalanya. Tak lama kemudian matanya mulai memberat. Dan lama kelamaan mata kecil itu sudah tidak dapat bertahan dan akhirnnya sehun menutup matanya. Dengkuran halus lolos dari mulutnya.

Sehun kecil sudah terlelap dengan nyeyaknya.

.

.

.

Keesokan paginya.

Sehun terbangun pukul delapan pagi. Tubuhnya jauh lebih membaik sekarang. Yah meski tidak dapat di pungkiri rasa pegal masih menyelimuti tubuhnya. Tetapi sehun yang memang pada dasarnya hiperaktif dan bocah yang periang itu tidak mempermasalahkan rasa pegalnya. Bahkan sekarang sehun sedang berlari keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan.

Di ruang makan ternyata semua sudah berkumpul. Paman sehun yang sedang membaca Koran di meja makan, bibinya yang sedang sibuk memanggang roti, lalu ada ibunya yang sedang membuat susu. Mereka semua sudah rapi kecuali sehun. Sehun yang baru bangun tidur hanya dapat menguap melihat tingkah laku mereka.

Setelah berhasil duduk di bangku meja makan, sehun langsung menidurkan kepalanya lagi di atas meja makan. Paman sehun yang melihat keponakannya seperti ini hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu menutup kembali koran yang tadi di bacanya.

"hei...sehun ini meja makan bukan bantal"

Sehun hanya menghela nafas lalu mengangkat kepalanya dari atas meja. Cahaya mentari pagi ternyata sudah mulai menyinari rumah paman sehun. kicauan burung-burungpun mulai terdengar. Dari bangkunya sehun dapat melihat ke luar jendela, hutan yamagami-sama.

Kalau mengingat nama hutan itu...rasanya apa yang di alami sehun kemarin bagaikan mimpi belaka dan bagaikan imajinasi yang di ciptakan oleh otaknya. Di zaman seperti ini dimana sudah mulai menunjukkan ke eksistensi dari alat-alat elektronik itu, apa masih terdapat hantu seperti kai? Siluman yang sehun temui kemarin.

Ah, tapi masa bodohlah dengan kai yang statusnya bukanlah manusia, kai yang tidak dapat di sentuh manusia, dan kai yang tidak dapat keluar dari hutan yamagami-sama itu. Sehun harus tetap menemuinya. Yup! Harus dan menepati janjinya kepada kai.

"sehun jangan melamun, ayo kita sarapan" kata bibi sehun. Sehun hanya dapat mengangguk dan mengucek-ngucek matanya yang masih memburam, efek bangun tidur.

"cuci muka dulu sana... wajahmu masih jelek" ucap paman sehun. sehun yang mendengar kata 'jelek' langsung meraba wajahnya dan langsung membuat wajah datar ke arah pamannya. Sementara paman sehun hanya dapat tersenyum watados ke arah sehun. meskipunn begitu sehun tetap menuruti perintah pamannya.

"nde, ahjussi"

.

.

.

.

Beberapa Jam Kemudian

.

Di dalam kamar sehun sedang menyisir rambutnya yang sudah mulai memanjang. Mungkin sesampainya sehun di rumahnya nanti sehun akan memotong rambutnya sedikit. Lalu sehun menambahkan minyak rambut khusus untuk balita ke rambutnya. Sehun menatap dirinya sendiri di cermin, setelah puas menatap dirinya sendiri sehun bertekad dan langsung pergi keluar kamarnya.

"yosh!"

.

Sehun langsung pergi ke dapur untuk mengambil ice cream yang bibi sehun beli kemarin. Yaah...sepertinya tidak ada pilihan lain selain ice cream. Kalau membuat makanan sehun itu tidak bisa memasak, kalau membuat kerajinan sehun tidak sekreatif itu, yaa sudahlah apa boleh buat?.

"ekh... tumben jam segini sudah rapi, hunnie mau kemana?" itu suara ibunya. Jantung sehun berdebar kencang karena kaget. Jelas saja kaget baru saja saat sehun keluar kamar suara ibunya langsung menginterupsi dari belakang. Hhh...untung jantungnya masiih berada di posisinya berada.

"ish...eomma. jangan mengagetiku"

"haha.. mian ne..., nah jadi sehunnie mau pergi kemana?" tanya ibunya lagi dengan penuh kelembutan. Sekarng apa yang harus sehun katakan? Tidak mungkinkan sehun akan blak-blakkan kepada ibunya dan mengatatkan yang sebenarnya. Bisa-bisa sehun tidak di perbolehkan main lagi nanti.

"mau...eum... m-main lagi eomma hehe"

"oh... jangan sampai sore seperti kemarin nde, pamanmu kemarin seperti orang gila mencarimu ke sana kemari" sehun tercengang, paman sampai segitunya mencariku? pantas saja kemarin paman langsung menjeweriku batin sehun.

"nde eomma, eh eomma ice creamnya aku bawa yaa"

"oh..ya sudah, nanti bagikan dengan teman-teman mu ya" kata ibu sehun sambil kembali ke luar, pergi meninggalkan sehun di tempatnya. Teman-teman? Kata ibunya.

Sehun langsung menuju ke dapur untuk mengambil es krim di kulkas. Butuh perjuangan yang keras untuk mengambilnya, tentu saja karena ukuran kulkasnya yang tinggi berbanding terbalik dengan sehun yang masih cebol. Sehun harus menyeret bangku lalu menambahkan beberapa buku di atsa bangku itu barulah sehun berhasil mendapatkan es krimnya.

Setelah sehun menegembaikkan buku dan bangkunya, sehun langsung berlari ke luar rumah dan dengan kilatnya sehun memakai sepatu. Sebelum berangkat sehun berpamitan dengan pamannya lalu pergi ke arah hutan itu lagi sambil membawa kantung plastik yang berisikan dua es krim.

.

.

.

.

Kini, sehun dan kai tengah berhadap-hadapan dengan jarak lima meter jauhnya. Tempatnya persis seperti kemarin sebelum sehun berlari dan youkai itu menyebutkan namanya. Keheningan tercipta di antara ke duanya. Meskipun begitu senyuman tidak pernah lepas dari wajah sehun kecil.

"jadi... kau kembali ke sini?" tanya kai sang youkai yang telah menyelamatkan sehun kemarin.

"eum... tentu saja! Bukan kah aku sudah berjanji kemarin? Ekh... kai kau menunggu ku ya? Whoaaa..." sehun berteriak histeris lalu langsung berlari menuju kai, ingat kan kebiasaan sehun yang kalau terlalu senang akan memeluk orang itu? Kini sehun sedang melakukannya.

Dugg!

Sehun terkena pukulan di kepalanya lagi, sehunpun langsung terduduk dan mengusap-usap kepalanya yang di pukul menggunakan ranting pohon yang cukup besar.

"bukankah aku sudah bilang jangan menyentuhku?"

"mi-mianhae... ke-keceplosan"

"ayo...aku ajak kau ke tempat yang lebih baik daripada di sini... nanti ku antar lagi kau kesini" ucap kai sambil berdiri lalu berjalan terlebih dahulu.

"baik!" sehun langsung berdiri lalu mengikuti langkah kaki kai.

.

.

Mereka berjalan memasuki hutan, menelusuri jalan setapak yang sempit. Kai berjalan di depan, sementara sehun hanya mengikuti langkah-langkah kai. Di perjalanan mereka berdua memakan es krim pemberian sehun tadi. Sehun mengamati kai, sehun pikir ketika kai makan dia akan melepas topengnya. Ternyata tidak. Kai hanya membuka topengnya sampai hidung. Hhh~ padahal sehun penasaran dengan ekspresi kai saat ini.

.

Kai dan sehun terus berjalan tidak ada percakapan di antara mereka. Dan sehun masih terus setia berjalan di belakang kai. Lama-kelamaan sehun tersadar bahwa pohon pohon di sini mulai lebat. Sangat lebat, sampai-sampai tidak ada cahaya matahari yang dapat menembus tempat itu. Tapi bukan itu yang sehun khawatirkan.

Entah mengapa semenjak menginjakkan kaki di tempat ini, seseorang atau sesuatu sedang mengikutinya. Tetapi ketika sehun menengok ke sekeliling hasilnya nihil. Tidak ada apapun yang dapat di tangkap matanya. Lalu sehun kembali melanjutkan perjalanannya.

Tapi baru beberapa langkah sehun berjalan, tiba-tiba sehun merasakannya lagi. Kali ini sehun yakin bahwa matanya tadi menangkap bayangan hitam dari kejauhan. Sehun berhenti lalu memperhatikan dengan baik-baik, tempat yang sehun rasa ada sesuatunya tadi.

Dari kejauhan sehun dapat melihat ada sesuatu yang bergerak, meski sedikit tertutupi oleh kabut putih sehun yakin ada yang bergerak di sana. Entah ini perasaan sehun saja atau memang 'sesuatu' itu sedang menuju ke arahnya sekarang.

Glup!

Sehun menelan ludahnya kasar. Tak kala melihat 'sesuatu' itu kini tengah bersembunyi di balik pohon, dan mulai mengubah dirinya menjadi sosok seperti monster jelly! Hanya saja warnanya sangat hitam. Hitam pekat. Dia tersenyum ke arah sehun. kai yang melihat itu juga menghentikan langkahnya dan melihat ke arah yang sehun lihat.

"hei..kai, dia anak manusia kan? Bolehkah aku makan?" katanya sambil memperhatikan sehun lalu terseyum sangat lebar.

Sehun yang mendengar kata 'makan' langsung mundur ke belakang, mengumpat ke belakang kai. Kai yang menyadari sehun yang ketakutan itu langsung mencoba membela sehun. "tidak...tidak boleh. Dia temanku".

"ah...begitu. hei anak manusia jangan menyentuhnya lho. Kalau sampai hal itu terjadi, kau akan aku makan" kata youkai itu. Sebelum makhluk itu semaki menakuti sehun kai langsung mencoba mengusirnya "syuh...syuh" ketika kai mengatakan itu, sehun langsung di buat takjub oleh pemandangan di depannya. Dengan cepat youkai yang tadi berbentuk monster jelly itu langsung berubah wujud menjadi rubah bewarna orange. Lalu menghilang begitu saja.

"eh rubah?"

"dia itu youkai. Dia berubah wujud untuk menakut-nakuti orang, tapi sebenarnya dia baik"

Mata sehun yang memperlihatkan ketakutan sekarang sudah berganti menjadi mata yang berbinar-binar. Senyum lebar terpatri di wajah sehun. Sehun bahagia. Sangat bahagia sekaligus takjub dengan apa yang di lihatnya tadi. Bagaimana tidak bahagia ini baru pertama kalinya sehun melihat hal yang seperti tadi. Kebanyakan anak kecil yang melihat hal seperti tadi akan menjerit ketakutan, bedahalnya dengan sehun yang malah bersorak kegirangan.

"hngg... KEERRREEEEENNNYYYAAA hahaha... ini baru pertama kalinya aku melihat youkai asli! Ternyata mereka memang ada yaaa!" lalu sehun berjingkrak-jingkrak di depan kai. Dan kembali tertawa lagi sambil mengepalkan kedua tangannya di udara. Kai yang mendengar ucapan sehun tadi hanya dapat melihat tingkah sehun lalu bergumam "dasar...memangnya kau pikir aku ini apa?".

Sehun yang seperti mendengar kai berbicara tadi langsung menghenetikan gerakannya lalu bertanya kepada kai "hah?! Kai tadi ngomong apa?" kata sehun dengan polosnya. Kai yang sudah malas membahas masalah ini langsung berjalan lagi, melanjutkan perjalanannya "tidak...ayo lanjutkan jalannya", sehun sempat memanyunkan mulutnya sebentar lalu mengikuti langkah kai lagi.

Tapi... kalau sehun perhatikan baik-baik antara youkai tadi yang memiliki berbagai macam bentuk, hanya kai-lah yang berwujud seperti manusia memakai pakaian dan memakai topeng. Mulut sehun sudah gatal untuk menannyakan hal ini, "ngg...kai, kai itu youkai yang tidak punya muka atau apa? Kenapa memakai topeng?" akhirnya sehun berhasil bertanya juga.

"tidak ada alasan khusus" kai terus melangkah dengan santai dan sehun masih setia berjalan di belakangya. "jangan perdulikan aku, ceritakan tentang dirimu sehun" dahi sehun sempat berkerut lalu kemudian sehun kembali tersenyum. Mood sehun sepertinya mudah sekali berubah-ubah. Tapi toh wajarkan? namanya juga anak kecil.

Sehun berlari mendahului kai. Tepat di depannya ada sebuah padang rumput yang luas, di sisi lain ada sebuah danau yang warnanya masih jernih. Di pinggiran danau itu terdapat berbagai macam warna tanaman bunga. Dan dari situpun sehun menceritakan dirinya kepada kai. Dan dari situ pula hubungan kai dan sehun semakin dekat.

Sehun tahu kai itu orang asing. Tidak sepantasnya dia sedekat ini dengan orang asing. Tapi entah mengapa hati kecilnya mengatakan kai itu bukanlah orang jahat. Sehun percaya itu dan sehun percaya pada kai.

.

Beberapa jam kemudian

Kai tengah berbaring di atas padang rumput, sementara sehun tengah bermain di tempat tanaman bunga itu berada. Ini baru pertama kalinya sehun melihat bunga sebanyak ini dan beraneka macam warnanya. Andai saja rumah sehun bisa pindah ke tempat ini, pasti sehun semakin tidak bisa diam di dalam rumah kekeke.

Angin dengan kencangnya berhembus di padang itu, membuat awan-awan di langit meninggalkan jejak bayangan di bumi dengan cepat berlalu-lalang. Sehun melihat ke atas langit lalu pandangannya kembali ke arah kai yang tengah terbaring di atas rerumputan. Sepertinya dia sedang tertidur. Eh memangnya youkai itu bisa tidur ya? Hmmpp.

Sudah puas bermain dengan bunga-bunga di tempat itu, lalu sehun menghampiri kai. Angin masih berhembus menerpa apapun yang menghalanginya. Meski angin berhembus dengan cepat tetap tidak menghentikan langkahnya untuk menghampiri kai.

"kai kau tertidur ya?" sehun bertanya pada kai. Kai diam, tidak bergeming. Lalu sehun duduk beberapa centi di atas kepala kai. Sehun menatap lekat-lekat topeng kai. Rasa penasaran wajah dengan wajah kai, mulai menyeruak memenuhi hatinya dan pikirannya.

Tak lama tangannya mulai terangkat ingin menyentuh topeng kai. Kalau hanya menyentuh topengnya saja tidak apa-apa kan? Sehun bermonolog. Tangannya secara perlahan mulai mendekati topeng itu. Matanya tidak sedetikpun terlepas dari sosok di hadapannya itu.

Tangannya terus terulur kedepan, hingga akhirnya tangannya berhasil menyentuh permukaan topeng berbentuk rubah itu. Jeda, sehun menghentikan gerakkan selanjutnya untuk memastikan kai masih baik-baik saja. Setelah yakin tidak ada hal buruk yang terjadi pada kai dengan perlahan sehun mulai mengangkat topeng itu ke udara.

Matanya masih memperhatikan topeng itu hingga sedikit demi sedikit mulai terlihat permukaan kulit wajah kai. Mata sehun melebar saat topeng yang di pegangnya sudah benar-benar telepas dari wajah kai.

"kai...?"

.

.

TBC

.

.


Bales Review! :D

.

Jeseey : Omoo? Wahaha awas ntar malem di datengin siluman kai. Kamu juga suka semangka? Mugkin kamu jodoh sama sehun wkwkwk #plak /langsung di serbu sesaeng fansnya sehun/.

Daddykaimommysehun : Eaakkaann, kamu gak takut sama kai jadi siluman? wahaha... tapi kai kan milik sehun seorang /sehun nge-fly/.

Zelobysehuna : wahh...iyak! aku baru ngeh kalo 'Youkai' di pisah jadi you adalah kai! Hmmppfftt :v. Yah...liat aja nanti yak, siapa yang duluan suka. kai kah? Atau sehun kah? XD

choi fai fai : Sip! Ini udah lanjut kok, kalo update sih paling satu bulan satu chapter. Kelamaan ya kalo update perbulan? -.-"

MaknaEXO : sip! Ini udah lanjut kok. Oiya ini sebenernya bukan ide aku, kan ide aslinya dari Yuki Midorika. aku cuma ubah sedikit alurnya :'D *sobs.

Eclaire Oh : Sip! Sip! Ini udah lanjut :D

Ohhhrika : gak kok, kosta kata jepangnya Cuma tiga kata itu doang khekhekhe. Nde Hwaitinggg.9

sukha1312 : jurus aegyo mu mempan ngelawan aku, nih udah update xD. Aku Cuma ngubah sedikit jalan cerita buatan Yuki Midorika kok, jadi ini bukan seratus persen pemikiran aku /pundung/ . ending ya? Ngg... tunggu aja chap akhirnya bisa berakhir dengan Happy end, Sad End, atau mungkin bisa aku gantungin endingnya wahaha /tawa jahat/

: sehun emang lucu, saking lucunya rasanya pengen aku sekap di kamar buat pajangan pribadi! /di tabok jongin/. Sip ini udah lanjut...

Nagisa Kitagawa : sama! Aku juga nangis, Movie itu bikin air mata keluar gitu aja! T.T . tadinya aku pengen pake yang 5 cm per second, tapi aku gak dapet feelnya jadi aku milih yang ini XD. Endingnya? Ntar deh liat aja endingnya, soalnya semua tergantung mood *waks* XD

HanbiJung : EEEKKKHHH... kata siapa sehun kecil suka sama si kai? Nanti kalo sehun kecil yang suka si bangKai ff ini malah ngejerumus ke kai yang pedofil dongs wkwkwk xD. Cerita ini masih berlanjut kok sampe ups- *spoiler* . nanti deh liat aja gimana kedepannya yak xD. Rasa penasaran kamu nanti terbalas kok, tenang aja :D

: sip...sip...makasih... ini udah lanjut kok kekeke xD

icyblue409 : i-iya ini udah update tapi gak asap, maap yak -.-v

Kiyomi Fujoshi : sip ini udah lanjut~ :D

Thedolphinduck : Yap! Rambutnya pendek, waah kamu udah liat movie ini juga ya? Hohoho...judulnya Hotarubi no Mori E

.

.

A/N : fiuhh...chapter dua kelaaarrrrr. Duh ya maap, harusnya updatenya itu jum'at depan tapi karena aku masih di sibukin sama skenario yang gak kelar-kelar (padahal deadlinenya minggu ini), trus tugas-tugas sekolah yang semakin menggila, trus dua minggu ini udah di pastiin aku bakal sibuk sama kegiatan Baksos Osis, di tambah aku ada hafalan surat-surat yang ayatnya harus di atas seratus ayat (al-mulk aja butuh perjuangan ngapalinnya, gimana yang seratus ayat /tepar/). Nah, alasan-alasan itu buat aku bener-bener harus update sekarang #sigh.

Hnnggg... makasih yang udah review, follow, dan favorite! Kalian yang terhebaattt :'D /tebar confetti/. Btw, aku baru sadar chap lalu banyak typo ya? Huhu...aku gak ngecek lagi waktu itu soalnya aku ada pergantian kelas jadi buru-buru pindah kelas. Mianhaeee /bow/

Gimana nih di chap ini? kepanjangan ya? Di chap ini aku akuin emang bertele-tele *sobs*. ini masih seperempat jalan cerita yang udah aku ubah, nanti kedepannya bakal ada kisah persahabatan sehun juga. Trus yaa banyak deh, paling fict ini gak bakal lebih dari sepuluh chapter. Jadi di tunggu aja kisah kai dan sehun yang tinggal di planet yang sama tapi beda alam ya~ wahaha!

P.s : maap aku belum ngecek ulang lagi. Jadi kalo ada typo mohon untuk di pahami. Soalnya temen-temen ku udah pada nagih skenario di aku T.T miaaaaannnn

Okesip! Makasih sekali lagi yang udah review, favo N follow

.

RnR yaa juseyoooo...

.

See you next chapter!

.

Rein.