Summary : WTF… mereka tak mau jadi terkenal dan berakhir jadi tontonan publik serta jadi trending topik bertitle "PENEMUAN HEWAN PESUGIHAN SPESIES BARU"/ "Musim Kawin?"/ Dua peristiwa alam akan terjadi pada saat yang bersamaan./ "Ka… KAU!"
.
.
.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : M (Maunya sich gitu, tapi gk tau dech jadinya :p)
Pairing : Sasufemnaru and Itafemkyuu
Genre : Romance / Supranatural / Humor (?)
Warning : Typo, Straight, OOC, Bahasa Amburadul, Gender Switch, Fem naru, Fem kyuu
~(^_^)~ Happy reading minna ~(^_^)~
.
.
.
Last Chapter :
"Na... Naru-to... a..apa yang terjadi dengan mu?" tanya Kyuubi terbata dengan masih mempertahankan ekspresi terkejutnya.
"hiks.. a-aku tak tau nee-san, hikks.. saat aku bangun tidur, a..aku sudah seperti ini." Balas naruto disela isak tangisnya. Ia takut. Naruto tak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Dengan sedikit keberanian ia mengangkat wajahnya yang sedari tadi menangis tertunduk. Ia berharap kakaknya tidaklah merasa jijik dengan wujudnya ini. Namun, melihat wujud fisik dan penampilan sang kakak saat ini membuatnya syok dengan mulut yang membuka tutup.
"Ka..kkakak... kau,," Kyuubi yang merasa adiknya menatapnya dengan pandangan aneh pun menjadi risih. Naruto menatapnya tanpa berkedip dengan pandangan yang sulit diartikan, seakan Kyuubi adalah spesies langka di dunia.
Merasa jengah dengan pandangan sang adik, Kyuubi pun berjalan kearah cermin besar yang menempel dilemari pakaian Naruto. Dan..
"AAAAAAAA..! APA YANG TERJADI PADAKU!?" teriakan membahana sekali lagi terdengar dari kamar apartemen uzumaki bersaudara.
.
.
.
Keheningan malam yang menyatu dengan kegelapan hutan terasa sangat mencekam. Hembusan angin malam yang menyebarkan hawa mistis menambah kesan angker di tempat ini. Bukanlah hal aneh jika Hutan Kematian menjadi rumah bagi para makhluk kegelapan.
Terlihat siluet sepasang manusia ditengah kegelapan gua yang terletak di sudut hutan. Namun, seperti yang kita tahu ditempat ini manusia tidaklah mungkin bisa hidup. Udara yang memasuki gua ini telah mengirimkan sinyal bagi kedua sosok ini untuk membuka mata.
Perlahan tapi pasti, terlihat sepasang mata berwarna jade dan mata keemasan berpola aneh didalam kegelapan tempat ini. "Kau bisa merasakannya?" tanya salah seorang diantara mereka.
"Hm. aku merasakannya." Jawab sosok lain yang ada di tempat ini dengan nada datar. Mereka mulai bangkit dari posisi sebelumnya dan berjalan santai menuju ke mulut goa.
"Ini sudah saatnya. Kita tuntaskan tugas lama kita yang belum selesai." Ucap sosok bermata keemasan dengan suara berat. Cahaya remang-remang dari sinar bulan yang menyusup diantara lebatnya pepohonan memperjelas wujud dari sosok tersebut. Seorang lelaki tinggi besar dengan paras yang rupawan, kulit putih pucat, rambut kecoklatan, serta mata tajam dengan pupil berpola shuriken yang dikelilingi empat titik kecil. Jangan lupakan juga tatto garis abstrak yang menyerupai sulur tanaman yang menghiasi mata kirinya.
"Hm. Tentu. Ini adalah saatnya bagi mereka menunjukkan wujud asli mereka." Jawab sosok lainnya yang baru keluar dari kegelapan gua. Tubuh proporsional, kulit putih pucat, mata jade,rambut semerah darah, dan tatto kanji 'ai' bewarna merah didahi merupakan ciri fisik dari sosok tersebut.
"Yah.. kau benar. Cukup lama juga mereka bersembunyi. Aku sudah sangat ingin bertemu dengan rubah betina itu. Baiklah, ayo kita berburu rubah... Garra." Ujarnya semangat dengan seringai mengerikan bertengger indah dibibir.
"Hm. Ayo berangkat... Shuu." Balas lelaki merah yang dipanggil Gaara itu dengan tatapan dingin.
.
.
.
Dug.. Duug.. Dugg!
Terdengar gedoran pintu yang diikuti makian dan protesan dari tetangga mereka yang merasa terganggu dengan kegaduhan yang dibuat oleh duo uzumaki ini.
Tak ayal keheningan langsung melingkupi flat tempat tinggal Naruto dan Kyuubi. Tidak ada yang berani membuka suara diantara mereka. Saat tetangga mereka sudah selesai dengan umpatan dan curahan hati mereka, barulah kakak beradik ini bisa menghela nafas lega.
Hei… mereka tidaklah bodoh! (pengecualian pada saat-saat tertentu) Mana berani mereka memancing keributan lebih dari ini. Kan bisa gawat kalau sampai ada yang mendobrak pintu karena saking jengkelnya dan disuguhi penampakan manusia jadi-jadian seperti mereka. WTF… mereka tak mau jadi terkenal dan berakhir jadi tontonan publik serta jadi trending topik bertitle "PENEMUAN HEWAN PESUGIHAN SPESIES BARU". Ohh… tentu saja itu sangat tidak elit. Ini bisa jadi pencemaran nama baik.
Hmmm… Ada yang bertanya kenapa imajinasi duo uzumaki bisa sampai sejauh itu? Baiklah… Mari kita lihat seperti apa kondisi fisik mereka berdua. Rambut indah sepunggung yang diurai, wajah cantik meski terlihat sedikit pucat, tubuh indah yang dibalut baju tidur berwarna biru muda dengan motif bunga sakura untuk Kyuubi dan piama pink bergambar hello kitty untuk Naruto.
Semuanya masih tampak normal dan baik-baik saja. Tapi jangan abaikan keberadaan sepasang telinga rubah dan sebuah ekor berbulu lebat berwarna oranye di tubuh bagian belakang mereka. Manusia normal sudah pasti tidak memilikinya. Keganjilan inilah yang menjadikan suasana panik dan tidak kondusif di tempat tinggal mereka. Kedua bersaudara ini terlalu shock dengan apa yang terjadi pada tubuh mereka.
Maka dari itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diingionkan seperti disebutkan diatas tadi, Kyuubi yang mampu membaca situasi mereka segera membuat beberapa segel tangan untuk membuat kekai kedap suara.
Saat dirasa aman bagi mereka untuk membuka suara, si bungsu segera menyuarakan pertanyaan yang bersarang diotaknya. "Kyuu-nee, sebenarnya apa yang terjadi pada kita? "
"Aku juga tidak tahu Naruto. Ini terjadi dengan sangat tiba-tiba." Jawab Kyuubi dengan wajah kalut. Saat ini dia hanya bisa berjalan mondar-mandir dikamar sang adik, memikirkan segala kemungkinan yang bisa menjelaskan sebab perubahan wujud mereka.
"Tapi neesan.. Aku tak mau jadi seperti ini!" Seru Naruto sambil melambaikan ekor rubahnya.
"Hei… Kau pikir aku mau jadi seperti ini!?" Balas Kyuubi yang merasa tidak terima dengan ucapan Naruto. Seharusnya dia tahu kalau tidak ada seorang pun diantara mereka yang merencanakan hal ini.
"Kyuu-nee… Mungkinkah ini….?" Pertanyaan menggantung dari Naruto menyadarkannya dari kekalutan. Sesaat ia menatap mata sang adik untuk mencari kepastian sebelum akhirnya melangkahkan kaki menuju jendela kamar Naruto, menatap langit malam bertabur bintang. Namun, fokusnya hanya satu, rembulan yang bersinar dan menampakkan separuh bagiannya.
"Tinggal sembilan hari lagi…" gumam Kyuubi.
Naruto yang samar-samar mendengar gumaman Kyuubi mulai beranjak dari tempatnya untuk menghampiri sang kakak. Ia pun ikut menatap bulan diatas sana. Dilihat dari bentuknya, sepertinya tidak lama lagi purnama akan datang.
"Kau benar, Naruto. Tinggal sembilan hari lagi sebelum waktunya tiba." Kata Kyuubi sambil berbalik dan menatap mata Naruto dengan keseriusan yang terpancar dari kedua bola matanya.
"Jadi benar ya…." Pertanyaan yang dilantunkan dengan nada lirih sebagai ungkapan ketidakpercayaan meluncur dengan indah dari bibir tipisnya. Tadinya ia hanya menebak-nebak saja. Ia tak menyangka jika spekulasi itu benar adanya.
"Tapi, bukankah kita masih terlalu muda Kyuu-nee? Tidak mungkinkan jika waktunya datang secepat ini." Sambung Naruto yang masih coba menyangkal pernyataaan Kyuubi.
"Jangan lupa jika usia kita sudah hampir satu abad, Naruto. Kita bukanlah manusia seutuhnya. Jangan pernah lupa pada kenyataan itu." Jawab Kyuubi dengan tegas.
"Ya… Aku tahu itu, neesan."
.
.
.
.
.
"Musim Kawin?" Kedua pangeran ini mencoba mengkonfirmasi informasi yang baru diterima. Mereka takut jika seandainya salah dengar tentang berita gembira ini.
Hei, tentu saja ini berita gembira. Siapa yang tidak senang jika tahu incaranmu sedang berada pada masa-masa 'aktif'nya. Bukankah musim kawin bisa dikatakan sebagai masa subur mereka. Jika mereka bisa menanam bibit pada masa ini, sekali tembak pasti langsung jadi satu batalion uchiha mini…#plakk – abaikan.. :p# back to story…
"Benar pangeran. Musim kawin bagi ras kitsune akan segera tiba." Sahut sang pelayan membenarkan.
"Dari mana kau tahu tentang hal ini, Kakashi?" Tanya Itachi mencoba menggali informasi lebih banyak lagi.
"Purnama yang akan datang bukanlah purnama biasa, pangeran. Dua peristiwa alam akan terjadi pada saat yang bersamaan." Jawab Kakashi.
"Apa maksud mu, Kakashi? Peristiwa alam yang akan terjadi bukankah bloodmoon saja?" tanya Sasuke tidak sabaran.
"Yahh, sembilan hari dari sekarang memang akan terjadi peristiwa bloodmoon. Dimana bulan akan berwarna semerah darah. Sinar yang dipancarkan bulan pada saat itu akan memberikan kekuatan yang sangat besar bagi sebagian vampire. Perubahan warna merah pada bulan hanya terjadi sekali dalam seratus tahun. Itulah alas an mengapa pada saat itu kalian harus melakukan upacara penyatuan.
Namun bloodmoon kali ini sangat istimewa karena bersamaan dengan terjadinya supermoon. Ras kitsune hamper sama dengan kita. Mereka hidup juga mengandalkan kekuatan dari bulan. Tapi bedanya, mereka hanya mengandalkan cahaya bulan yang murni. Dan puncaknya adalah kemurnian cahaya bulan pada peristiwa supermoon. Saat bulan berada pada posisi terdekat dengan bumi mereka akan memasuki musim kawin untuk mendapatkan keturunan yang memiliki kekuatan besar.
Mendengar penjelasan dari Kakashi, kakak beradik Uchiha ini langsung mengukir seringai menakutkan dibibir mereka. Rasanya mereka sungguh tidak sabar menanti waktu Sembilan hari itu. Kini mereka tidak perlu risau lagi memikirkan nasib upacara penyatuan mereka. Karena sepertinya para calon mempelai sudah tidak bisa lari lagi dari takdir mereka sebagai calon ratu para pangeran bangsa vampire yang mesum ini. Hhahahaha…#plak.. abaikan#
"Ada lagi yang ingin kau katakan Kakashi?" Tanya si bungsu Uchiha masih dengan nada dan wajah datarnya, yahh walau binar kebahagiaan terlihat jelas dimatanya sihh.
"Tidak ada pangeran. Saya rasa hanya itu yang bisa saya laporkan." Jawab Kakashi sambil menundukkan tubuhnya.
"Baiklah, kau boleh pergi. Terima kasih atas informasinya, Kakashi." Kata Itachi memberi perintah.
"Sama-sama, pangeran. Saya mohon pamit undur diri." Balas sang pelayan sebelum menghilang ditengah kepulan asap.
"Jadi menurutmu apa yang akan kita lakukan sekarang, otouto?" Sebenarnya Itachi sudah menyusun rencana untuk menculik rubah manisnya dan mengurungnya dikamar untuk beberapa hari kedepan. Siapa tahu saja saat waktu upacara penyatuan tiba mereka sudah memiliki momongan kan? Hahahahaa.. Itulah isi dari pikiran gila Itachi. Namun bagaimana pun juga ia harus mempertimbangkan pendapat dari adik tersayangnya ini.
"Hn. Tentu saja kita harus segera menjemput mereka, aniki." Jawab sasuke mantap dengan seringai mengerikan yang lagi-lagi bertengger dibibirnya.
Hhohoho… Dan siapa sangka kalau sebenarnya kakak beradik ini mempunyai pikiran yang sama-sama bejat. Sungguh, benar-benar saudara yang sehati.
"Baiklah, kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo, otouto. Kita tidak bisa membuat calon pengantin menunggu terlalu lama bukan." Kata Itachi dengan penuh semangat membara.
"Hn, baka aniki." Dan pada saat itu juga mereka berdua pergi dengan meninggalkan kepulan asap tebal ditempat mereka tadi berdiri.
.
.
.
.
.
Jam dinding yang menempel disudut kamar telah menunjukan waktu 23.15 malam. Malam semakin larut dan hari akan segera berganti. Itu berarti kondisi kota saat ini sudah mulai surut dari hiruk pikuk wagra Tokyo. Meski tidak bisa dibilang sepi, tapi setidaknya cukup aman bagi mereka untuk meninggalkan tempat ini.
"Naruto, segera kemasi barang-barang mu. Kita pergi malam ini juga." Ujar Kyuubi sambil berbalik menatap manik sapphire adiknya.
Naruto yang mendengar perintah kakaknya hanya mampu mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba memproses perintah yang diterimanya dari sang kakak. "Tapi kenapa harus pergi Kyuu-nee? Bukankah kita bisa tinggal. Kita bahkan baru pindah ke flat ini tiga bulan yang lalu." Kata Naruto setelah selesai dari kegiatan loading-nya.
"Akan sangat berbahaya jika ada yang menemukan kita dalam kondisi seperti ini, Naruto."
"Ehh,,, Kita kan hanya harus bersembunyi dan tidak keluar rumah sampai musim kawin berakhirkan, neesan. Selama tidak ada yang tahu perubahan ini, semua akan aman neesan." Jawab Naruto dengan memberi alasan yang logis. Kyuubi dan Naruto memang sering berpindah-pindah rumah. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kecurigaan orang-orang dengan fisik mereka yang tidak bisa menua.
" Jangan lupa keberadaan dua orang idiot yang sok keren itu baka. Mereka selalu mengikuti kita seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Jika mereka tidak menemukaqn kita diluar sana, bukan tidak mungkin jika mereka akan mendobrak pintu apartemen bobrok ini."
"Ohh iya… Hehehe aku baru ingat soal mereka." Naruto hanya mampu memberikan cengiran lebar dan memasang wajah tak berdosa saat mengingat kakak beradik yang belakangan ini eksis dikeseharian mereka.
Dengusan keras terdengar dari si sulung Uzumaki. Kadang ia merasa jengkel dengan lambatnya kinerja otak sang adik. "Dengar imouto, sekalipun mereka tidak mengikuti kita pada akhirnya orang-orang pasti akan tahu juga. Apa kau mencium bau ini?"
"Bau?... Ehh, aroma manis apa ini?" Tanya Naruto setelah selesai dari acara mengendus udara di kamarnya.
"Itu adalah bau badan kita. Saat ini kita mulai bertransformasi kedalam wujud kitsune untuk menyongsong datangnya musim kawin. Selama itu pula tubuh kita akan mengeluarkan feromon yang sangat kuat untuk menarik pejantan. Kau tidak mau kan jika ada orang yang tergoda dengan aroma ini dan berakhir dengan hilangnya keperawanan kita?" Jelas Kyuubi panjang lebar.
"A… Apa!? Tentu saja aku tidak mau!" Raut wajah Naruto berubah jadi horror saat membayangkan ada orang yang seenaknya me-rape-nya.
"Kalau begitu tunggu apa lagi!? AYO CEPAT SIAP-SIAP!" Teriak Kyuubi dengan sepenuh hati.
"Ba… Baik, Neesan!" Dengan sigap ia segera membereskan barang-barangnya yang sekiranya penting dan berguna dalam pelarian ini.
"Cepatlah, Naruto. Waktu kita tidak banyak. Kita akan berangkat lima belas menit lagi. Aku juga akan bersiap-siap." Kyuubi pun melepas kekai kedap suara yang dipasangnya dan segera berlalu menuju kamarnya.
.
.
Saat persiapan telah selesai, duo uzumaki siap untuk berangkat. Untuk sesaat mereka saling tatap, berbicara dalam diam dan mengangguk secara bersamaan. Terlihat senyum penuh makna terukir dibibir mereka, seolah saling menguatkan hati dan pikiran masing-masing.
Tirai jendela berkibar terkena tiupan angin malam yang berhembus kencang memasuki ruangan. Terlihat dari jendela yang terbuka lebar, dua sosok gadis melompati atap gedung dengan latar langit malam berbintang dan bulan yang bersinar terang.
.
.
.
.
.
Tok… Took… Tookkk…
Suara ketukan pintu menggema di dalam apartemen sederhana milik duo Uzumaki. Namun hanya keheningan yang menanggapi. Tidak ada sahutan dari si empunya rumah. Suasana flat ini juga sangat sepi, seolah mengatakan kalau si pemilik sedang pergi. Dengan kondisi ruangan yang remang-remang tanpa pencahayaan. Gorden diruang sempit ini menari dimaikan angin malam yang masuk bersama cahaya bulan dari jendela yang terbuka lebar.
Sementara itu terlihat seorang pria tengah berdiri didepan pintu. Berharap pintu segera dibuka oleh pemilik flat ini. Sementara seorang lagi lebih memilih menyandarkan tubuh pada dinding terdekat sambil melipat kedua tangan didepan dada.
Hmmm… Kalian pasti bisa menebak siapa yang berdiri dibalik pintu itu bukan. Ya, benar. Mereka adalah kakak beradik Uchiha. Dua orang pangeran tampan yang kurang kerjaan dengan bertamu ditengah malam seperti ini. Mungkin seharusnya mereka berdua perlu mempelajari tata karma dan etika terlebih dahulu sebelum ikut berbaur ditengah kehidupan manusia.
"Ckkkk…" Decakan kesal terdengar dari Sasuke. Terlihat ekspresi bosan diwajahnya karena tidak ada tanda-tanda pintu akan dibuka meski mereka sudah menunggu dan terus mengetuk pintu sejak lima belas menit yang lalu. "Hei, aniki. kenapa kita tidak langsung masuk saja?" Tanya Sasuke.
"Haahhh… Bersabarlah otouto. Bukankah kita harus memberi kesan yang baik pada calon istri kita. Lagi pula aku tidak mau dihajar massa karena diteriaki maling oleh mereka berdua." Jelas Itachi tak sadar bahwa kesan saat pertemuan pertama mereka berdua saat itu sudah buruk dimata Uzumaki bersaudara.
"Kita kesini bukan mau mencuri, aniki. aku sendiri juga tidak ada cita-cita untuk menjadi maling. Tujuan kita kesini adalah untuk menculik mereka berdua." Bantah Sasuke dengan tidak warasnya.
"Hmmm… Baiklah. Ayo kita masuk sekarang."
"Hn." Jawab sasuke alakadarnya.
.
.
.
Pooft…
Kepulan asap putih muncul diruang tamu apartemen kecil itu. Saat asap mulai menghilang, terlihat dua orang lelaki tampan berdiri dengan angkuhnya ditengah ruangan. Hening. Tak ada suara diantara mereka. Hanya desiran angin dan suara detikan jarum jam yang mengisi kebisuan ini.
Saat menghirup udara untuk pertama kali diruangan ini membuat mereka membeku seketika. Nafas kakak beradik uchiha tercekat dengan wajah mengeras dan semua syaraf ditubuh mereka mengejang. Dua pasang mata semerah darah bersinar dalam kegelapan. Namun bukan lagi tiga tomoe yang menghiasi, melainkan pola shuriken dan bintang segi enam yang nampak disana.
"Otouto, kau merasakannya?" Tanya Itachi dengan nada rendah dan terasa berat.
"Hmm.." Gumam Sasuke. Sepertinya mereka sedang menahan sesuatu, karena terkadang terdengar geraman dari keduanya. Suara nafas yang memburu juga terdengar jelas dari duo Uchiha.
"Cepat periksa tempat ini, otouto." Perintah Itachi kepada sang adik. Tanpa menunggu perintah untuk kedua kali Sasuke langsung melesat pergi menuju kamar Naruto. Itachi pun tak tinggal diam. Dia juga memeriksa kamar si sulung.
"Bagaimana, otouto?" Tanya Itachi pada sang adik saat tak menemukan keberadaan sang empunya rumah di apartemen ini.
"Nihil." Jawab Sasuke cepat. Saat ini mereka sedang duduk disofa ruang tamu. "Bagaimana denganmu?"
"Aku juga tak menemukan mereka dimana pun. Sepertinya mereka sudah pergi. Barang-barang penting mereka sudah tidak ada ditempatnya." Jawab Itachi.
Angin malam yang berhembus semakin kencang membuat mereka menolehkan kepala, menatap jendela yang terbuka lebar dengan tirai yang dimainkan angin. Mereka berjalan mendekati jendela untuk mencari bukti yang membenarkan opini mereka. "Aniki, sepertinya mereka pergi belum terlalu lama." Ujar Sasuke menyarakan pendapatnya.
"Kau benar. Aku masih bisa mencium aroma tubuh mereka meski samar." Kata Itachi membenarkan.
"Sepertinya rubah liar ini sedang ingin bermain kejar-kejaran dengan kita." Gumam si bungsu.
"Yahh… Mau bagaimana lagi. Kita harus memenuhi undangan mereka untuk bermain bukan." Jawab Itachi dengan seringai dibibir.
"Hn."
"Hei, otouto.." panggil sang kakak untuk meminta perhatian sejenak.
"Hn?"
"Kau tegang." Kata si sulung dengan memasang wajah polos.
Krik… Krikk… Krikk… Sasuke menundukkan kepala dan melihat celana jeans yang dikenakannya menggembung tepat dibagian selangkangan.
"Ckkk… Seperti kau tidak saja." Jawab Sasuke dengan santai. Ia tak ambil pusing dengan sindiran kakaknya.
"hhahhaha.. Kau benar. Ini semua karena rubah liar itu seenaknya saja meninggalkan feromon yang sangat kuat sembarangan. Kita harus memastikan mereka mendapat hukuman yang pantas saat ketemu nanti." Senyum polosnya berganti dengan seringai keji dan tatapan tajam penuh maksud tersembunyi.
"Hn. Kurasa dua puluh ronde masih kurang untuk hukuman mereka." Jawab Sasuke dengan seringai yang tak kalah mengeringan dari sang kakak. Sepertinya aroma harum tubuh Naruto dan Kyuubi telah meracuni otak para pangeran uchiha ini.
.
.
.
.
Waktu sungguh cepat berlalu. Dua hari sudah gadis-gadis ini pergi meninggalkan kota Tokyo. Menghindari masalah yang mungkin akan terjadi jika mereka tetap tinggal disana.
"Ne, Kyuu-nee. Besok kita akan kemana lagi?" Tanya Naruto dengan nada lirih. Tidak bisa dipungkiri jika saat ini ia merasa lelah akibat perjalanan panjang tanpa tujuan yang mereka lalui. Oleh karena itu mereka memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh dibawah pohon yang rindang dengan ditemani api unggun untuk menghangatkan diri dari dinginnya malam.
"Hmm… Besok kita akan pergi ke hutan di pinggiran desa terpencil bernama Konoha. Aku dengar tidak ada orang yang berani masuk ke hutan itu." Jawab Kyuubi sambil meregangkan otot tubuhnya yang kaku.
"Ehhh… Kenapa tidak ada yang berani masuk ke hutan itu? Aneh sekali. Ne Kyuu-nee, jangan-jangan ada sesuatu yang salah di hutan itu." Kata Naruto berspekulasi.
"Entahlah. Aku juga tidak tahu. Tapi yang pasti kita akan baik-baik saja disana. Selama tidak ada manusia yang tahu keberadaan kita, semua pasti aman." Ujar Kyuubi coba meyakinkan sang adik.
"Tapi bagaimana kalau ternyata disana banyak hantunya? Atau mungkin ada makhluk aneh, siluman dan yang lain?" Naruto mulai panik memikirkannya memikirkan segala kemungkinan yang dapat mereka temui disana. Begini-begini dia itu paling takut dengan hantu dan sejenisnya.
"Ckkk… Pikiran mu itu terlalu jauh Naruto. Hantu, siluman, dan saudara-saudaranya itu tidak pernah ada." Kata Kyuubi menghapus khayalan adiknya yang terlalu tinggi. Tidak sadar jika dia sendiri adalah keturunan siluman. "Lebih baik kau cepat tidur, imouto. Besok kita harus berangkat pagi-pagi sekali. Perjalanan kita masih jauh." Ujar Kyuubi untuk memutuskan perdebatan tidak penting mereka.
"Hmmm… Baiklah. Oyasumi, neesan." Naruto pun menutup matanya untuk memulai perjalanan di dunia mimpi setelah sebelumnya ia memposisikan ketiga ekornya untuk menyelimuti tubuhnya.
Yahh benar, ekor mereka baru tumbuh tiga ekor. Setiap malamnya akan tumbuh satu ekor, hingga tiba waktunya musim kawin mereka akan memiliki Sembilan ekor.
Kyuubi yang melihat adiknya telah tertidur lelap pun ikut berbaring disamping Naruto, mencari posisi nyaman untuk menyusul sang adik kealam mimpi. Ia pun menatap rembulan yang bersinar terang dilangit malam. Menghitung sisa waktu yang mereka miliki untuk melarikan diri dari takdir yang telah digariskan oleh Sang Pencipta, hingga kegelapan menelannya dalam buaian mimpi.
.
.
.
Sementara itu, ditengah kegelapan malam yang membayang terlihat dua siluet manusia yang tengah melompati cabang-cabang pohon. Berpindah dari satu pohon ke pohon lain dengan kecepatan yang diluar akal manusia.
"Percepat langkahmu, baka aniki. Kita sudah dekat dengan mereka." Perintahnya kepada sosok lain yang sedikit tertinggal dibelakangnya dengan nada bossy.
"Sabarlah, Sasuke. Yang 'dibawah' sini tidak bisa diajak kompromi. Aku heran bagaimana kau bisa melangkah dengan leluasa dalam 'situasi' seperti ini, otouto?" Tanya sosok tersebut pada adiknya. Nah.. Kalian bisa menebakkan siapa kedua sosok tersebut? Yah, benar sekali. Mereka adalah Uchiha bersaudara.
"Hn. Jangan banyak bicara, aniki. Pikirkan saja hukuman yang akan kita beri saat menemukan mereka." Jawab Sasuke dengan watados.
Mendengar apa yang dikatakan adiknya membuat semangat yang sempat redup menjadi berkobar kembali. Tanpa diperintah dua kali, Itachi langsung melesat mendahului sang adik memimpin jalan.
.
.
.
Srakk.. srakkk..
Kyuubi dan Naruto segera membuka mata dan beranjak dari tidurnya saat mendengar suara mencurigakan dari semak belukar di hadapan mereka. Entah mengapa mereka merasakan firasat buruk saat ini.
Tap… tap… tap…
Kewaspadaan mereka meningkat saat mendengar suara langkah kaki yang kian mendekat. Siluet dua orang manusia muncul dari kegelapan hutan. Angin malam berhembus kencang menggoyangkan dedaunan yang menghalangi sinar rembulan. Cahaya yang merambat diantara dedaunan akhirnya mampu menyinari dua sosok misterius tersebut, memperlihatkan rupa sosok yang tersembunyi dibalik kegelapan.
Dan terlihatlah dua orang pria dengan postur tinggi besar berparas rupawan. Ketika mata mereka saling bertemu pandang, waktu seakan berhenti dan keheningan langsung melingkupi tempat itu.
"…"
"…"
"…"
"Ka… KAU!" Seru Kyuubi dan Naruto saat mengetahui siapa yang berdiri dihadapan mereka.
"Haloo, Namikaze! Lama tidak bertemu, ne." Sapa salah seorang dari mereka dengan seringai tersungging dibibirnya.
.
.
.
.
.
~TBC~
.
.
.
Hay,, minna! Lama tidak berjumpa ya… gomen ne, telah membuat kalian lama menunggu. Hmmm,, rencananya sich cuma mau vakum satu sampai dua bulan saja buat persiapan UN… Ehhh,, malah keterusan sampe' kelulusan.. :p Habis mau gimana,, lagi sibuk nyari sekolah baru sihh…
Hmmm… sebenernya sich mau publish sebelum puasa,, tapi ternyata banyak halangannya… okeyy,, ini adalah persembahan q untuk kalian semua… kritik, saran, dan semua curahan hati readers sekalian akan saya terima dengan senang hati…. Gomen buat yang reviewnya belum sempet dibales… jangan ngambek yya… :p
Chap6 akan saya update pas habis lebaran… special Thank's buat JulyOlaVera yang udah nagih kelanjutan fic ini pluss ngasih support buat q.. untuk reader yang lain jangan sungkan yya kalo mau kasih teguran dan nagih kelanjutan cerita ini… akhir kata…
…ARIGATOU MINNA…
Big thank's for :
Indah605, borutosatan, love yaoi, Cherry blosoom, dark , .948, akarui kurai shiko deli-chan, November with love, guest, kitsune48, choikim1310, witchsong, namie, kaname, sapphire always for onyx, RisaSano, .777, UzumakiDesy, Moku-chan, yoshino tada, aiko michishige, uzumaki prince dobe-nii, zukie1157, aegyeo789, ema sabaku, no gaara628, hina devilujoshi, dewi15, ryuusuke583, fily finaly, uzumakinamikazehaki, , yukiko senju
