"kai kamu tertidur ya?" sehun bertanya pada kai. Kai diam, tidak bergeming. Lalu sehun duduk beberapa centi di atas kepala kai. Sehun menatap lekat-lekat topeng kai. Rasa penasaran wajah dengan wajah kai, mulai menyeruak memenuhi hati dan pikirannya.
Tak lama tangannya mulai terangkat ingin menyentuh topeng kai. Kalau hanya menyentuh topengnya saja tidak apa-apa kan? Sehun bermonolog. Tangannya secara perlahan mulai mendekati topeng itu. Matanya tidak sedetikpun terlepas dari sosok di hadapannya itu.
Tangannya terus terulur kedepan, hingga akhirnya tangannya berhasil menyentuh permukaan topeng berbentuk rubah itu. Jeda, sehun menghentikan gerakkan selanjutnya untuk memastikan kai masih baik-baik saja. Setelah yakin tidak ada hal buruk yang terjadi pada kai dengan perlahan sehun mulai mengangkat topeng itu ke udara.
Matanya masih memperhatikan topeng itu hingga dikit demi sedikit mulai terlihat permukaan kulit wajah kai. Mata sehun melebar saat topeng yang di pegangnya sudah benar-benar telepas dari wajah kai.
.
.
Summer
.
EXO © SM Entertaiment & Themselves
HnME © Yuki Midorika
.
.
Warning!
Cerita ini hanya fiktif belaka ya wkwkwk jadiii~ maap maap aja kalo absrud, gaje, aneh, gak masuk akal, jelek, trus di temuin banyak typo(s), dsb.
Oiya, cerita ini aku ambil dari anime movie sekaligus manga yang judulnya "Hotarubi no Mori E", nah, jangan heran kalo kalian ngerasa pernah liat adegan yang ini/kayak kenal jalan ceritanya ini emang aku ambil dari anime movie yang satu itu tapi nanti pasti ada alur yang beda dari aslinya kok. Yaaa~ intinya sih gak seratus persen mirip fufufu XD
.
.
KaiHun
.
.
"Jangan Pernah Menyentuh ku"
.
.
Chapter 3
.
.
Yosh~ Mari kita mulai!
.
.
.
.
"k-kai"
Tanpa sadar sehun menyerukan nama youkai itu. Sehun masih memperhatikannya. Kalau di perhatikan baik-baik sebenarnya tidak ada yang aneh dengan kai. Kai memiliki dua mata, satu hidung, lalu satu mulut. Lalu yang menjadi pertanyaan sehun adalah mengapa kai menyebut dirinya youkai? bukankah setahu sehun youkai itu semacam siluman yang mempunyai berbagai macam bentuk dan rupa?.
Tiba-tiba kai membuka kedua matanya, menunjukkan kedua bola mata kai yang berwarna coklat gelap. Tatapan yang hangat di tambah dengan senyuman kecil di wajah kai. Sehun terlonjak kaget, sehun tertangkap basah rupanya. Dengan refleks sehun menutup kembali wajah kai dengan topeng itu tanpa perasaan.
"whoaa... mianhaeee"
"aww... sakit" eluh kai. Lalu mendudukkan dirinya di depan sehun. Sehun hanya diam memperhatikan kai. Well, sedikit menyesal dengan apa yang di perbuatnya tadi.
"kamu ini... mengintipi orang yang lagi tidur, itu gak baik tahu" ujar kai sambil mengelusi topengnya.
"m-maaf, tapi kai... kamu tadi cuma pura-pura tidur kan?"
Tangan kai yang semula mengelusi topengnya kini ia gunakan menjadi tumpuan kepalanya. Sehun diam, kai pun juga diam. Keduanya masih terdiam dan saling menatap di iringi hembusan angin musim panas yang lalu lalang di tempat itu.
"bagaimana menurut mu? Aku terlihat normal kan?" tanya kai. Tapi sehun malah menjawabnya dengan pertanyaan lagi "kenapa memakai topeng?" . sehun menjilati bibir bawahnya, gugup.
"kalau aku tidak memakai topeng ini, aku tidak akan seperti youkai kan?" jawab kai. Sehun kembali memperhatikan kai. Sehun berfikir, kai benar kalau saja kai tidak memakai topeng yang memiliki dua telinga kecil di atasnya itu mungkin orang-orang yang datang ke tempat ini tidak akan menganggapnya youkai, mungkin sudah ada yang sudah menyentuhnya kalau kai tidak memakai topeng itu, mungkin tidak akan ada yang datang untuk menyelamatkan sehun waktu itu kalau kai tidak memakai topeng itu.
Entahlah...hanya saja kai lebih seperti manusia ketimbang youkai.
"kamu itu aneh" kata sehun. dan kai hanya tertawa kecil menanggapi perkataan sehun barusan.
.
.
Setelah mereka puas dengan bermain hari ini sehun pun akhirnya pulang, di antar oleh kai tentu saja. Yah...karena sehun itu anak yang ceroboh dan masih kecil, bisa saja kan di pertengahan jalan nanti ada youkai yang mengerjai sehun. kai tidak mau mengambil resiko terjadi sesuatu pada sehun nanti, lagipula entah mengapa kai merasa tidak tenang kalau belum mengantar sehun sampai ke gerbang hutan ini. mungkin karena sehun adalah teman pertamanya. Ya... mungkin.
mungkin juga tidak.
Yap, dan di sinilah mereka sedang menuruni tangga. Jalan menuju gerbang hutan yamagami-sama. Kai berjalan tiga langkah di depan sehun, sementara sehun mengikutinya dari belakang. Sehun sudah seperti anak bebek yang mengikuti kemanapun induknya pergi. Hanya saja kai itu bukan induknya dan kai bukanlah perempuan.
Sehun bisa saja berjalan di depan kai tapi... melihat bagaimana punggung itu memimpin jalan sehun, menuntunnya pergi kemanapun juga. ada sensasi aneh saat menatap punggung itu. Sesuatu yang ingin diungkapkan pada dunia bahwa sekarang sehun sangat senang, selalu dan selalu ingin bersama kai. Tapi sayangnya itu tidak mungkin kan?
"E-kai?" tanya sehun pelan, kai tidak menjawab dan terus melangkahkan kakinya. Diam pertanda mendengarkan batin sehun.
"aku sudah pernah bilangkan tidak selamanya aku di sini. Aku di sini hanya saat musim panas tiba, j-jadi mulai besok aku tidak akan kesini lagi" dengan suara yang di keluarkan agak sedikit cempreng khas anak kecil, ditambah dengan beberapa huruf yang lebih terdengar seperti 'th', dan di akhiri dengan jilatan kecil pada bibir bawahnya menjadikan sehun mempunyai daya tarik tersendiri. Setidaknya itu yang di pikirkan kai.
Sehun tidak tahu menahu seperti apa reaksi kai, apa yang kai rasakan, dan apa yang akan kai jawab. Sehun menunduk, kai masih tidak mau menjawabnya padahal sudah satu menit berlalu saat sehun mengucapkan kata-kata itu. Setidaknya responlah perkataanku walau hanya sedikit, sehun memohon dalam hati.
Tepat setelah sehun memohon, tiba-tiba kai berhenti dengan sangat mendadak. Untung saja jarak mereka terlampau tiga langkah jadi sehun tidak menubruk bagian belakang kai.
Kai berbalik menghadap sehun. sontak sehun menatap balik wajah kai, yeah...walau terhalang oleh kitsune-mask itu sih.
"tahun depan... kamu kesini lagi kan?" tanya kai, nada suaranya tidak meninggi tapi tidak datar juga. Stabil seperti biasanya.
"u-um" jawab sehun dengan sangat antusias.
Dan dengan itu mereka melanjutan perjalanan.
Langkah demi langkah
Detik demi detik.
Kai dan sehun terus menuruni anak tangga bersama. Kalau bisa untuk selamanya mereka seperti ini, selalu bersama tanpa ada apapun yang menghalangi mereka, bahkan waktu sekalipun. sehun kembali berharap.
.
.
"nah...kalau gitu sampai jumpa tahun depan" kai mengangkat tangan kanannya yang sedari tadi dia sembunyikan di dalam kantong celananya. Sehun ada dihadapannya masih belum beranjak dari tempat itu. Kini mereka tengah berada di gerbang hutan yamagami-sama. Tempat terakhir dan sejauh-jauhnya kai dapat mengantarkan sehun hanya sampai di tempat ini. di luar gerbang ini bukan lagi kuasa yamagami-sama. Dan kehidupan kai bisa berakhir kalau berada di luar jangkauan yamagami-sama.
"kai... ada yang ingin ku tanyakan" ungkap sehun. kai memiringkan kepalanya ke kanan, bingung tidak biasanya batin kai "Tanyakan saja".
"se-sebenarnya...berapa usiamu?" ini hanya alibi yang di buat sehun agar sedikit lebih lama bersama dengan kai kekeke.
"hah?! Oh... itu... ng... entahlah youkai tidak mengenal umur, tapi mungkin dalam dunia manusia usiaku delapan belas tahun." Jelas kai. Sehun mengangguk, sok paham. Padahal sebenarnya sehun belum begitu paham. Tanpa mengucapkan perpisahan sehun melesat pergi dari situ sambil berlari kencang.
"SEHUN BERJANJILAH UNTUK DATANG LAGI TAHUN DEPAN!" teriak kai sebelum sehun benar-benar hilang dari pandangannya. Entah sehun mendengarnya atau tidak kai tidak perduli. Hanya itu yang dapat kai katakan.
"eum... ARRASEO...ARRASEO" balas sehun sambil berteriak juga. Itu cukup sudah sangat cukup untuk menambah kenangan bersama dengan kai. Lagipula sehun masih ingin menyimpan waktunya untuk bersama dengan kai.
.
.
.
.
Dan begitulah musim panas sehun, anak tunggal pemilik marga OH ini mengakhiri musim panas pertamanya di sini. Meskipun tadi adalah hari terakhir sehun menikmati liburannya bersama kai, meski semalaman sehun tidak bisa tidur, meski ada perasaan tidak rela berpisah dengan kai. Tapi sehun bersyukur telah bertemu dengan kai. Sehun bersyukur ada sesuatu yang harus sehun tunggu di musim panas. dan itu adalah kai. Youkai penyelamatnya.
Hati sehun mengatakan ini adalah awal dari kisah sehun. sehun semakin tidak sabar menunggu msuim panas tahun depan.
Tanpa sadar sehun mengangkatkan kepalanya ke atas, menatap kapas-kapas putih yang melayang di udara tanpa memikirkan gravitasi. Sehun kecil menikmati hari terakhir musim panas di rumah sehun, di pusat kota. sehun mengambil nafas panjang, meresapi bau khas musim panas lalu menghembuskannya lagi secara perlahan.
Sayangnya tanpa sehun ketahui kai juga melakukan hal yang sama. Bedanya kai tengah berbaring di dalam hutan yamagami-sama, tempat dimana sehun membuka topengnya dan menjadi satu-satunya orang yang melakukan hal itu. Menikmati semilir angin musim panas yang sedang berhembus.
Dalam jarak yang menjadi penghalang bagi mereka dan di selimuti masa depan yang belum jelas bagaimana akhirnya. Dalam hati mereka sama-sama menyerukan harapan yang sama.
"Sampai jumpa tahun depan kai!"
"sampai jumpa tahun depan sehun"
.
.
.
.
oOo Musim panas selanjutnya oOo
.
.
Setahun setelah pertemuan sehun dan kai. Pada waktu itu usia sehun baru menginjak enam tahun itu tandanya sekarang berusia tujuh tahun. Keduanya sama-sama menepati janjinya saling bertemu di tempat yang sama di musim panas.
"ayo sehun" ajak kai.
Sehun mengangguk dan mengikuti langkah kai dari belakang, Seperti biasa. Tidak ada yang spesial dari sehun kecuali tinggi sehun yang sedikit bertambah. Tidak mudah meninggikan tinggi badan, sehun harus berjuang mati-matian agar tingginya bertambah dan agar suatu saat nanti tingginya dapat menyamai tinggi badan kai.
Kali ini kai tidak hanya mengajakknya ke ladang bunga, kai mengajak sehun ke danaunya langsung. Kesan pertama yang dapat sehun tangkap dari danau ini adalah danaunya sangat jernih, di dalamnya banyak di jumpai ikan dengan berbagai macam ukuran, di atas permukaan danau itu ada banyak sekali tanaman teratai. Beberapa dari dari tanaman teratai di tempat itu ada yang sudah mekar. Menunjukkan bunganya yang berwarna peach di puncaknya dan di tengahnya berwarna kuning.
Ah benar-benar pemandangan yang menakjubkan. Sungguh.
Di pinggir dermaga danau tersebut kai dan sehun duduk berdampingan. Tidak lupa dengan jarak yang membatasi mereka. Tapi itu bukanlah masalah yang besar bagi keduanya. Selama mereka bisa menikmati waktu secara bersama itu sudahlah cukup.
Tidak mudah untuk mencapai musim panas di tahun berikutnya. Untuk mencapai musim panas itu sehun membutuhkan tiga musim, yaitu musim gugur, musim dingin, dan musim semi. Itu tandanya untuk bertemu dengan kai lagi sehun harus melalui delapan bulan lamanya.
Kalau boleh jujur delapan bulan itu bukanlah waktu yang singkat.
"wah...hahaha airnya dingin" sehun berteriak kegirangan ketika dia mencelupkan kakinya di danau. Rasanya memang sungguh sangat dingin. Eh... atau memang beginikah rasanya air pegunungan?. Kai menatap heran sehun. ternyata bocah tetaplah bocah, sehun tidak berubah sama sekali.
"kamu ini... tentu saja airnya dingin" sehun tidak menghiraukan pernyataan kai yang di tujukan untuknya. Biarlah sehun menikmati masa-masa polosnya menjadi anak kecil. Lagipula tidak setiap saat sehun dapat ketempat ini. Butuh perjuangan yang lebih dari sabar untuk dapat kembali ke tempat ini.
.
Ke esokan harinya
Sehun kembali berjalan di belakang sosok kai. Pemandangan sejauh mata memandang hanya hijau yang mendominasi, selebihnya hanya pelengkap dari warna hijau itu sendiri. Tak jarang angin kencang ikut menemani langkah kaki sehun dan kai. Cuaca hari ini sangat cerah, hal ini tentu saja menambah semangat sehun untuk terus bermain di sini.
Andai para penduduk desa tahu akan apa yang sebenarnya, pastilah mereka tidak akan memberikan 'cap' yang mengerikan pada hutan ini. Tapi untunglah tidak ada manusia lain selain sehun yang mampir ataupun singgah ke tempat ini. yaa... entah bagaimana rasanya kalau tempat ini ramai akan aktivitas manusia lalu lalang yang ingin berdo'a di kuil.
Berdo'a?
Ya berdo'a. Dulu di atas gunung seongjisan terdapat kuil yang di gunakan penduduk desa sekitar untuk berdo'a. Dengan kata lain tempat ibadah mereka dulu. Untuk mencapai kuil itu penduduk desa di haruskan melewati hutan yamagami-sama terlebih dahulu. Perjalanan yang cukup jauh dan jalan yang terjal untuk sampai ke kuil.
Maka dari itu penduduk desa berinisiatif untuk membuat tangga menuju kuil. Meski tidak mempengaruhi jarak tempuhnya tapi setidaknya pijakkan yang di injak tidak terjal dan berbahaya.
Tapi sayangnya setelah beratus-ratus tahun beridiri (entah di sengaja atau tidak) terjadi kebakaran yang menghabisi seluruh kuil yang masih berpondasikan kayu waktu itu. Semuanya hangus tidak ada yang tersisa. Alhasil, penduduk desa membangun ulang kuil itu, dan selama masa perampungan kuil baru mereka penduduk desa yang lain membuat kuil darurat di sekitar area kaki gunung seongjisan.
Butuh waktu kurang dari satu tahun untuk menyelesaikan kuil yang baru. Sayangnya peluh dan pengorbanan penduduk yang sudah bekerja keras untuk membuat kuil baru itu tidak di hargai ketika ada salah satu penduduk desa yang mengatakan "kuil kita berpindah di kaki gunung seongjisan". Banyak yang setuju dengannya karena mereka tidak mau bersusah-susah payah lagi mendaki gunung hanya untuk beribadah.
Terjadi perdebatan saat itu. Banyak yang saling mengutarakan argumentasinya perihal kuil ini. para pekerja keras tentu saja tidak terima, tapi pada akhirnya mereka hanya bisa menuruti kemauan pendapat mayoritas penduduk desa. Sejak saat itu kuil yang baru di bangun itu di biarkan begitu saja, terbengkalai dan hanya menjadi piagam penghargaan tersendiri bagi pembuat kuil itu.
Dan demi menghindari orang-orang yang akan pergi ke kuil itu banyak desas-desus yang mengatakan bahwa apabila menginjakkan kaki ke hutan yamagami-sama akan menghilang dan 'katanya' akan dimakan oleh para youkai yang mendiami hutan itu.
Kini kuil itu masih berdiri memang, bahkan cat yang bewarna senada dengan darah itu masih menempel pada pilar-pilar kuil. Hanya saja banyak tumbhan merambat yang menghiasi dinding kuil itu. Warna cat temboknya yang senada dengan awan nyaris terkelupas semua. Rumput-rumput liar menjadi penghias setiap sisi kuil itu. Lalu ada pohon besar yang tumbuh di dalam kuil dan menjulang tinggi bahkan sampai menembus atap kuil itu.
Benar-benar bangunan tua yang sudah tidak di perdulikan lagi.
Yah... kembali kepada kai dan sehun yang masih menjelajahi hutan yamagami-sama. Sehun menatap kesekelilingnya. Indah dan hijau. Sangat sejuk di sini tidak seperti di daerah rumahnya yang di penuhi polusi kendaraan. Suara-suara khas hutan menjadi backsound mereka di sepanjang jalan.
Sayangnya pemandangan indah itu tidak bertahan lama, setelah sehun tidak sengaja terdapat hal janggal pada pohon besar yang berada tepat di depan mereka berdua. Youkai lagi kah? Batin sehun. banyangan di pohon itu bergegrak memanjang terus memanjang. Ternyata itu hanya sebuah bayangan. Wujud aslinya adalah satu tangan besar yang warnanya senada dengan batang pohon itu.
Mungkin kalau dapat di ibaratkan bentuknya seperti pohon yang dapat berbicara di film The Lord of The Ring.
Tangan itu terus bergerak dan maju. Hingga akhirnya tangan itu mengenggam tubuh kai. Sehun terkejut bukan kepalang. "kai" ucap youkai berwujudkan pohon itu, nadanya terdengar khawatir. Tak lama sehun juga menyebutkan nama kai, sehun juga khawatir. Sayangnya alasan khawatir sehun dan youkai pohon itu berbeda.
"berbahaya... bukan kah dia anak manusia?" tanyanya suaranya kurang lebih seperti kakek-kakek yang usianya sudah beratus-ratus tahun. Sehun hanya mampu diam, sehun sendiri heran mengapa kakinya masih bisa menopang tubuhnya, padahal sehun sedang di landa ketakutan yanng teramat sangat. Kakinya bergetar hebat.
"tidak apa-apa" balas kai dengan singkat. Meski singkat tapi kata-kata itu ampuh untuk membuat cengkraman di tubuh kai mengendur. Bahkan kembali ke dalam pohon lagi. Diam-diam sehun bernafas lega. Tapi matanya masih terpaku pada youkai pohon itu.
Sebelum benar-benar masuk kedalam rindangnya daun dan besarnya pohon itu, dia sempat berpesan "Jangan menyentuhya,lho... anak kecil" sehun terdiam lalu beberapa detik barulah dia dapat menjawabnya "nde" balas sehun.
Tanpa pikir panjang mereka kembali melanjutkan perjalanan. Dan lagi, dari arah pepohonan yang sangat rimbun mulai bermunculan youkai yang menampakkan dirinya di siang hari. Mereka terus menerus memanggil nama kai tapi Kai terus melangkah tanpa memperdulikannya. Sehun menengok ke arah suara yang memanggil nama kai itu.
Dari keadaan yang terlihat sehun dapat mengambil keputusan. Bahwa mereka –youkai- ternyata sangat menyayangi kai. Terlihat bagaimana mereka memperlakukan kai sedemikian rupa.
.
.
oOo Musim panas yang selanjutnya oOo
.
.
Ini adalah musim panas ke tiga sehun menikmati liburannya di rumah kakeknya, seperti sebelum-sebelumnya banyak hal yang terjadi sebelum mencapai musim panas. Tapi kesan terindah sehun di umurnya yang ke delapan ini adalah sehun masuk dalam juara tiga lomba lari antar SD di daerahnya, sehun mendapatkan piala pertamanya itu di musim dingin lalu.
Hobi sehun yang suka berlarian tentu menjadi kewajaran jika ia memenangkan sebuah perlombaan lari di daerahnya. Yaa...walau baru sebatas juara tiga setidaknya itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi sehun kecil. Menjadi atlet lari merupakan impiannya, membawa nama baik keluarga dan mendapat beasiswa dari hasil larinya itu, merupakan rencananya untuk kedepan. Jangan tanya mengapa sehun sudah memikirkannya sejak dini.
Tentu karena sehun anak yang cerdas, lebih cerdas dari anak seusiannya.
Kita kembali ke hutan yamgami-sama.
"sehun..." itu suara kai yang sedang berkeliling hutan yamagami-sama, tidak lain dan tidak bukan sedang mencari keberadaan bocah yang menjadi teman manusia pertamanya tiga tahun terakhir ini. kai menengok ke kanan dan ke kiri, menapaki hutan yamagami-sama selangkah demi selangkah. Sambil sesekali menyerukan nama sehun.
"sehun... dimana kamu" tanya kai sekali lagi pada hamparan lautan hijau di depannya. "whooo...!" tiba-tiba sehun muncul dari sebuah batang pohon dengan posisi terbalik. "!" kai kaget tetapi sayangnya ekspresinya terhalanng oleh topeng yang di pakai kai, kitsune mask. "kamu ngapain di atas sana?" tanya kai setelah sehun berhasil duduk di atas batang pohon yang cukup tinggi itu. Mungkin jarak dari tanah sampai ke tepat sehun duduk adalah dua atau tiga meter.
"ehehe... tadinya aku mau ngagetin tapi —ngg.. kai selama bersamaku setidaknya bisakah lepas topeng itu?" sehun menatap kai, meski sekali lagi terhalang oleh topeng itu. Kai terdiam sesaat lalu mulai menganggkat tangannya ke udara bermaksud ingin membuka topeng itu. Sesuai dengan permintaan sehun.
"ada alasan khusus mengapa aku harus membuka topeng ini?" tanya kai saat topengnnya sudah terbuka seperempat dari wajah kai.
Kreekk
"sebenarnya sih ti—" Kreekk...Kreekk... batang pohon yang sehun duduki yang sudah lapuk ternyata tidak mampu lagi menahan beban lagi. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit batang-batang itu menimbulkan suara seperti ingin patah. Sehun tidak menyadarinya karena terlalu fokus dengan kai.
Hingga akhirnya batang itu terbelah dengan sempurna. Otomatis sehun terjatuh dari batang itu. Kai yang melihat itu dengan refleks berlari ke arah sehun sambil merentangkan tangannya ke depan bermaksud menahan sehun agar dia tidak terjatuh ke tanah.
Slow emotion. Sehun melihat kai yang berlari ke arahnya tentu langsung melebarkan matanya. Tidak... tunggu kai apa yang kau lakukan, batin sehun saat melihat kai yang hendak menolongnya.
3 Cm.
2 Cm.
1 Cm.
Tepat sebelum mencapai tubuh sehun yang terjun bebas ke tanah itu kai menarik kembali tangannya. Kai teringat dengan pantangannya untuk tidak meyentuh manusia. Sehun terjatuh, untung saja di atas semak-semak. Itu lebih baik daripada jatuh ke atas tanah. Yang tidak bisa sehun bayangkan sakitnya seperti apa.
Setelah mendarat di atas semak-semak, sehun menunjukkan wajah shocknya. Wajahnya memucat, nafasnya tersengal-sengal. "m-mianhae sehun... aku tidak—/ tidak apa-apa kai" balas sehun cepat. Bahkan kai saja belum menyelesaikan kata-katanya.
Sehun berusaha membebaskan dirinya dari jerat semak-semak. Setelah beberapa saat barulah sehun dapat duduk sambil meremas ke dua pahanya. "tapi syukurlah" ujar sehun dengan suara yang pelan. Kai memperhatikannya lalu mulai melangkah mendekati sehun, dan berjongkok di depan sehun. kai tidak bersuara seedikit pun.
"ne kai~ berjanjiiah padaku meski apapun yang terjadi, jangan pernah menyentuhku... ya" titah sehun dengan sedikit air mata di ujung matanya. Setelahnya sehun tidak bisa menahan air matanya. Sehun menangis di hadapan kai, dengan hutan yamagami-sama dan alam yang menjadi saksinya. Membiarkan semua perasaan yang sedang ia rasakan ini terjatuh bersamaan dengan mengalirnya air mata yang tulus ia keluarkan.
.
.
Kai... jangan pernah menyentuh ku ya?
.
.
.
TBC
.
.
.
Bales Revieewwww XD
SparKyuCuttieKyu : kamu mau percaya atau enggak itu terserah kamu tapi~ review kamu bener-bener bikin aku ketawa ngakak, seriusan XD . bahkan temen-temen aku di kelas langsung pada bilang "gila-nya kumat" itu gara-gara review kamu XD. Udah baca kan kelanjutanya? Gimana? kai gak punya kumis kayak naruto kan? Wahahaha~ *ngakak lagi* XD
Sukha1312 : ini udah mulai tumbuh kok~ XD /ambigu, apanya yang tumbuh neh?/ sehun udah naik kok umurnya. Kekeke... yaaa mungkin konflik cintanya dua chapter lagi baru mulai #Eak /tapi gak jamin deng/ /taboked. Di tunggu aja yaa konfliknya XD
choi fai fai : satu minggu sekali? aigooo...pengennya sih gitu #plak. Sayangnya gak bisa kalo satu minggu sekali, soalnya aku ada waktu libur itu Cuma di weekend aja, jadi ngetik ff ini ya Cuma di sabtu n minggu doang fufufu~ #Dor.
Whirlwind27 : waaahhh...anyeong~ selamat datang di Rein Kingdommmmm! /abaikan XD/. Sip ini udah di lanjut kan? Walau ngaretnya udah parah banget maap yaa~ /tendang aja/.
daddykaimommysehun : dan begitulah reaksi sehun, susah mendeskripsiinnya kkkk... rasa penasaran kamu udah ilang kan? XD. Sipp... ini udah lanjut~.
Nagisa Kitagawa : iya emang... kalo buatan mikoto shinkai mah jangan di tanya lagi! Dia rajanya bikin orang-orang nangis kejer abis nonton karya-nya! #slap. Iya! Hati ini gak ikhlas endingnya si akari (cewek) nikah sama cowok lain, padahal si takaki kan udah setia nantiin dia si akari T,T . sip ini udah di next! XD
Hanbi Jung : heee... gak papa, wajar sifat alami manusia, lupa. Tapi emang salah ku juga sih apdetnya kelamaan XD. Jongin? di sini tidak ada jongin yang ada Cuma kai! #Eaak. Nama jongin abaikan dulu aja yak :3 /taboked. Sehun gak bakal di apa-apain kok... kan kai gak boleh nyentuh manusia X3.
Jeseey : jangan bilang gitu nanti sehun blushing! XD /di tabok sehun. yaa... kita tunggu aja gimana cara mereka pacarannya XD. Yaa aku usahain kelarin nih ff, gak bakal lebih dari sepuluh chap kok. Soalnya banyak Ide tentang KaiHun yang menuhin otak, Jadi harus di tuangkan dalam bentuk karya fiksi XD.
dia. luhane : ini review ke dua yang bikin aku ngakak gak jelas XD. Muka kai gak aneh kok, aku gak setega itu ngebiarin muka kai aneh :'D. Nah! Pertanyaan kamu sudah ke jawab yaa, kai gak ngilang. kalo ngilang ff ini langsung tamat di sini X3 #BaDumTss.
Ath sehunnie : endingnya masih aku pikirin jadi belum ada kepastian mau happy end atau sad end atau mungkin gantung nanti endingnya. Semua tergantung mood XD /maksa/. Iya! Emang nyesek... mana sebelum pergi si gin senyum lagi! Kan makin nyesek! T.T
Izz : huwaahhh... demi apa! Maap...maap... gak sengaja seriusannn, doh kan ketauan teledornya. Maap yak namamu hilang di chap kemaren, gak sengaja hehe -.-v /tendang aja. Hah?! Kalo di cium nanti kai ngilang dong~ gak, kai gak ngilang di chap ini wahaha /tawa iblis/.
Pjoye : kalo gak nahan sama sehun... culik aja diaaa trus karungin trus di jadiin pajangan dikamar deh XD /di tendang kai. Muka kai gak ada apa-apa kok santai aja... kai tamvan seperti biasanya XD /hoek/ .
Dazzling Kaise : huaahh... iya makasih #kibasponi. Sip ini udah lanjut XD
Zelobysehuna : wahahaha... soalnya aku gak kepikiran, arti dari youkai itu ya 'kamu kai' XD /jambak-jambakkan/. Gak kok~ sehun masih polos dan masih butuh belaian dari orang dewasa /apalah ini/ . kai yang suka duluan ya?ngg... Iya udah deh... tapi gak janji :P. Nah... pertanyaan kamu udah di bayar kan di chap ini, yang mengenai umur itu XD.
A/N : Yo~ apa kabar chingudeul! Kkkk. Maaf..maaf... apdetnya super duper ngaret /bow/. Oke ngg sebenernya separo dari ff ini udah jadi bulan lalu. Tapi karena ada suatu hal jadi gak di lanjutin dulu, wiFi sekolah aku tiba-tiba mogok kerja jadi buat apdate ff ini jadi susah. Pengen ke warnet tapi aku baru inget flashdisk ku ilang. Jadi kendalanya itu ada di jaringan internetnya T.T #sobs.
oiaaa... makasih yang sebanyak-banyaknya kepada kalian yang masih mau menyupport ff ecek-abal ini. yang follow, favo atau yang lewat/? Juga makasiihh, kalo gak ada kalian gak tau deh gimana nasib ff ini XD. Percaya atau enggak walau sekecil apapun kalian menyupport ff ini, itu sangat berarti lhoo XD /lap ingus. Dan ada yang baru bergabung juga ya... selamat datang aja buat kalian~ semoga kalian betah dan semoga ff ini varokah /ngelantur.
So, gimana nih? Sama cerita ff ini? makin ngebosenin yak? Maap deh maap... imajinasiku lagi ancur gara-gara UTS kemaren bener-bener buat aku belajar selama lebih dari delapan jam /ya terus/ /kicked/. Yaa... intinya maap deh yaaakkk~ maap banget /bow/.
Okesip, kalo gitu see you next chap minna-san! /ini bahasa mana woi/
RnR Jusseeeyyyyoooo~ :D
.
Rein
.
*bocoran dikit : chap depan sehun udah duduk di bangku SMP lho kkk~*
