Yeay chapter 2 telah di update, maaf ya agak lama..
Okeh di chapter ini menceritakan Halilintar X Yaya..
Untuk Taufan X Ying mungkin di chapter 3.
Sebagai bocoran FF ini berakhir sad ending lho..
Ada yang bisa tebak kenapa bisa sad ending?
Keep reading kawan, jangan lupa review ok?
.
.
.
.
Disclaimer:Animonsta studio
Warning. No power, Romance, Diusahakan tidak typo, aneh, OOC (mungkin), Ga jelas dll
.
.
.
Chapter 2. Pertemuan
Author pov
" Hah? Kenapa harus aku sih?" Halilintar merasa kedua saudaranya memilihnya untuk melakukan hal aneh.
" Itu karena kamu sekelas sama dia, my beauty girl," ungkapanTaufan dengan tawa renyahnya. Dia menghentikan tawanya saat melihat perubahan mimik dari saudara kembarnya. Tampak perasaan gelisah dari Halilintar seperti memikirkan sesuatu.
' Apakah aku harus beri tau Taufan kalau Gempa juga suka sama Ying? Tapi aku sudah janji ini rahasia aku sama Gempa. Kalau begini jadi rumit.' Batin Halilintar frustasi.
" Hei! Kenapa? Aku salah ngomong ya?" tanya Taufan seraya mengigit bibir bawahnya.
Halilintar tersadar dan mengalihkan tatapannya ke jendela kamarnya, mengamati suasana malam penuh bintang. " Ngga kok, ga ada apa-apa. Kamu udah lama suka sama Ying?"
" Sudah lama. Waktu presentasi ekskul bulu tangkis di kelasmu. Aku ngeliat dia kaya' bidadari. Imuutt! Senyumnya bikin aku deg-degan," jelas pemuda berumur 14 tahun sambil membayangkan gadis yang sedang ia ceritakan.
Halilintar memutar matanya. ' Dia sama saja seperti Gempa. Terlalu mengelu-elukan Ying. Bukankah Ying itu terlihat biasa aja? Mengapa mereka berdua sangat menginginkan dia?' Pikirnya.
" Hali bantu aku ya? Please..." Taufan memohon pada saudaranya yang masih terpaku memandang jendela kamarnya. Seperti memikirkan atau lebih tepatnya menyembunyikan sesuatu. " Hali?! Kamu kenapa sih?!" Tegur Taufan.
" Eh! I-iya iya. Ku usahakan," jawab Halilintar dengan terpaksa menerima permintaan saudara kembarnya.
Taufan tersenyum lebar sambil mengacungkan jempol kanannya. " Oke, terbaik! Tapi jangan bilang siapapun ya termasuk Gempa lho. Janji?"
" Hn. Terserah."
oooOooo
Halilintar pov
Taufan meninggalkan kamarku dan pergi entah kemana aku tidak peduli. Tapi sekarang permasalahan yang kuhadapi sangat aneh. Gempa dan Taufan sama-sama menyukai orang yang sama? Bagaimana mungkin? Apakah ini ada kaitannya dengan ikatan batin antara saudara? Tapi mengapa aku tidak berpengaruh?
Mereka menyuruhku berjanji untuk membantu mendekatkan Ying dengan mereka. Bagaimana? Aku saja tidak suka dengannya, dia cerewet.
' Ya sudah akan kulakukan apa yang kubisa buat mereka. Tapi.. Bagaimana rasanya jatuh cinta, ya? Ekh! Kok aku jadi mikir begini sih?! Aargh.. sudahlah aku tidur aja, aku lelah.' Aku pun berbaring di atas kasurku dan memejamkan mataku merilekskan diri.
oooOooo
Skip time...
Author pov
Halilintar berjalan seorang diri di koridor sekolah menuju kelasnya. Suasana masih lenggang belum banyak siswa yang datang. Kedua saudara kembarnya sudah meninggalnya beberapa menit lalu.
Halilintar melangkah dengan kepala tertunduk menghadap lantai sembari memijat pelipisnya yang terasa berdenyut-denyut. Sesekali ia menghela napas panjang dengan memejamkan matanya. Sampai...
'BRUK!
" Ouw!" Halilintar mengaduh kesakitan saat pantatnya mencium lantai.
" Aduh! Siapa sih jalan ga lihat-lihat ada orang di depan, ya?!" Suara terdengar nyaring yang ternyata yang ia tabrak adalah seorang gadis berhijab. Gadis itu jatuh terduduk sambil mengusap lututnya yang terbentur lantai.
' Sial kenapa pakai nabrak orang segala sih?!' Runtuknya sambil berdiri menegakkan badannya. Halilintar membenarkan topi dinosaururusnya laluu mengulurkan tangannya pada gadis berhijab itu.
" Sorry, ya. Aku ga sengaja," ujarnya seraya tersenyum(?) Gadis itu menatapnya, kemudian menyambut uluran tangan Halilintar.
" Thanks.'' Gadis berseragam sama seperti miliknya membalas senyumnya. Senyuman yang manis mampu mencairkan kebekuan hati sang pemuda temperamen itu.
Ditatapnya mata gadis itu. Kini ia merasakan keanehan pada jantungnya. Benda yang berdegup itu makin cepat tempo denyutnya. Darah mulai mendidih dan mengalir berkumpul di otaknya. Telapak tangannya terasa dingin dan kaku. Lidahnya pun terasa kelu. Bola matanya tidak ingin beranjak dari mata indah sang empunya.
Yang ditatap hanya bisa terdiam dengan wajah merah padam. " Eh, eemh.. ke-kenapa kamu lihat aku terus?" Tanya gadis berhijab putih bersih itu.
" Ekh?! Ng-ngga kok, itu.. itu wajah kamu Belang tuh. Kamu pakai bedaknya ga rata," ujar Halilintar sekenanya. Akibat ucapannya, gadis manis dihadapannya tersentak dan mengelap wajahnya dengan tisu yang ia ambil di kantongnya.
Tatapan Halilintar berubah dingin kembali walaupun jantungnya masih tidak karuan. " Ga apa-apa kok di wajah kamu. Aku bercanda. Kamu murid baru?"
" Eh, i-iya, Aku Yaya."
" Halilintar. Panggil Hali aja."
Gadis itu tersenyum kembali." Oh ya, aku mau tanya. Kelas 8A dimana, ya?"
' Sial! Dia satu kelas denganku. Mana sanggup aku jaga jantungku buat ga bertingkah aneh. Payah!'
oooOooo
Halilintar pov
" Kamu mau aku lakukan apa?" Tanyaku sambil menyesap jus jeruk yang kupesan.
Gempa menggaruk pipi kanannya yang tidak gatal itu. " Hehe, aku minta kamu cari informasi tentang Ying. Apakah dia sudah punya pacar atau belum? Tipe cowok yang dia suka seperti apa? Apa saja yang dia suka? Apa saja yang dia lakukan? Pokoknya semua tentang Ying."
Aku memutar bola mataku kemudian mendengus karena permintaannya yang menurutku sangat-tidak-bisa-kuturuti. " Hei! Kamu tau kan aku ga terlalu dekat dengan Ying. Permintaanmu sungguh menyebalkan!" Ucapku malas.
Gempa mengerucutkan bibirnya. " Yaudah deh aku minta tolong sama Taufan aja. Dia kan dekat sama banyak perempuan," ujarnya akan meninggalkan kursi.
Tanpa pikir panjang segera kutarik ujung lengan bajunya. Bisa gawat kalau dia tau kalau Taufan juga menyukai Ying. " Tunggu! Ya sudah akan kuturuti," ujarku segera seraya memutar mataku lagi. Hal itu membuatnya duduk kembali di tempatnya semula.
" Yes! Baiklah, mohon bantuannya."
Aku memutar mata untuk kesekian kalinya. " Huh, bukankah kamu bilang ini cuma rahasia kita berdua? Kenapa kamu mau cerita juga sama Taufan?"
" Untuk memancing kamu, apakah kamu menepati janji saudara atau ngga. Terbaik kamu, Halilintar. Hmm, dah aku ke kelas dulu. Bye!" Gempa pergi meninggalkanku di meja kantin sendirian.
Aku menggertak gigiku. ' Sial, aku dikerjai.' Aku menatap sekitar. Tatapan siswa dan siswi membuatku jemu dan akhirnya aku meninggalkan kantin dan menuju kelas.
Halilintar pov end
oooOooo
Author pov
Kelas 8A, ruang kelas dimana pemuda dengan topi menghadap depan yang tak pernah lepas dari kepalanya, itu belajar. Di tengah pelajaran berlangsung, konsentrasinya terpecah tiga. Satu mencoba fokus dengan pelajaran Fisika yang sedang dijelaskan oleh guru dengan pakaian seperti pahlawan bertopeng, satu lagi memikirkan tentang cara bicara dengan Ying. Dan yang terakhir pada seorang gadis berhijab yang bernama Yaya yang duduk sebangku dengannya.
Yaya duduk dengan Halilintar karena hanya tempatnya saja yang kosong. Tentu saja tempat itu kosong karena teman-temannya takut dengan sifatnya pemarah dan tidak tahan dengan aura dingin yang terpancar dari tubuh Halilintar. Pada akhirnya tempat itu dihuni oleh gadis manis.
Bola matanya terus saja melirik ke arah Yaya dengan ekor matanya. Hal ini membuatnya frustasi karena degupan jantung dan selalu ingin menatapnya. Dia mulai berfikir kalau itu adalah tanda-tanda jatuh cinta. Tapi pernyataan itu dibantah kuat-kuat oleh otaknya karena Halilintar berpredikat cowok cool dan dingin bisa takluk dengan mudah hanya saat melihat senyuman anak baru.
Apa itu yang namanya gengsi? Mungkin bisa disebut demikian saat mengetahui perasaan hatinya yang benar-benar sedang jatuh cinta.
Pelajaran fisika telah usai, pikirannya sedang kalut membuat Halilintar kurang mengerti apa yang dijelaskan Guru Papa di depan tadi. Ia berjalan mendekati bangku seorang gadis wajah oriental dengan kaca mata bulat bertengger di hidungnya, meminta agar gadis itu-Ying untuk menjelaskan kembali pelajaran fisika tadi.
Ying menyetujuinya dan menjelaskan kembali materi fisika nanti pada saat sepulang sekolah. ' Ini kesempatanku untuk mengorek informasi yang diminta Gempa.' Batin Halilintar.
Next?
Terima kasih yang telah mereview FF saya yang kelewat ga jelas dan terlalu muluk muluk ini..
Saya sebenarnya menyukai BBB x Yaya tapi karena ide saya pada FF ini Taufan dan Gempa x Ying dan nantinya saya akan buat Halilintar x Yaya..
Wooo, saya gregetann sendiri karena ga bisa update cepet! Sekali lagi maaf, tapi saya berterima kasih kalian mendukung ujian saya...
Jadi dimohon REVIEW please...
