The Adventure From Comics

Cast: Super Junior Member

Rate: T

Genre: Friendship, Adventure, Fantasy

Petualangan bisa datang dari mana saja bukan? Salah satunya ini...

Chapter 2: Showroom and Griffin

Enjoys Guys ^-^

Entah dorongan apa, yang membuat pemikiran liar seorang Kim Kibum dalam masa singkat berpusat pada sesuatu asing itu, sesuatu yang ia temukan tempo hari lalu.

Sebuah Komik...

Akromatik dan cokelat
Tanpa wajah karakter
Tanpa Dialog
Tanpa Plot
Dan..
Tanpa sebuah nama kepemilikan.

Menyimpan berjuta Mystery (Menurut Kibum).

Seperti rutinitas, disetiap saat, Kibum selalu mengamati komik itu. Mengamati dengan pancaran keingintahuan yang besar. Melihat disetiap ichi, siapa tau ada petunjuk. Ya, siapa tau! Sebuah pernyataan yang sedikit egois.
Kibum memutar pandangan ke arah langit biru di luar jendela kelas. Pelajaran Kim songsaenim (Seorang guru fisika) telah lama usai, menyisakan jam kosong di hari Senin yang panas.. huftt

Sorak soray Siswa masih terdengar di telinga Kibum (terlebih lagi tepat di depannya), sebuah pembicaraan mengenai cinta membuat Kibum malas mendengarnya (para siswi yang berkerumun di samping kiri Kibum).

"Hooooo... Anda kalah Sir! 500 scor menjadi milikku di level 276! Wow Terimakasih... itu sebuah penghargaan bagiku. Haha..."

Itu Kyuhyun.

Kibum melirik ke kanan, di lihatnya seorang maniak game seperti orang gila berbicara sendiri dengan angin... oh ralat, dengan benda hitam ditangannya. Dan sialnya orang itu adalah sahabatnya sendiri.

Kibum menutup komik itu dan bangkit. Berjalan keluar kelas dengan tempo sedang (setelah sebelumnya bel istirahat berbunyi.) membersihkan lensa kacamatanya dengan tangan sebelum memakainya kembali.

Lamat-lamat ia mendengar...

Seperti..

'Istirahat? Cepat sekali...'

Atau

'Kibum! Tunggu aku...'

Diiringi derap langkah yang semakin mendekat.

~ ¤ ~ ¤ ~ ¤ ~

"Seharusnya kita tak lewat sini tadi..." gerutu Kyuhyun.

"Kau yang salah!" Tuding Kibum.

"Aku?! Hey! Ingat, siapa yang tadi sok-sokan ingin ke sini?"

"DIAM!"

Sebuah teriakan menghentikan pertikaian kecil Kibum dan Kyuhyun.

"Tapi Sungmin hyung..."

"Kalian ini seperti anak kecil saja... lihat, aku pun juga ikut kena..." Kyuhyun memandang Sungmin dengan tatapan kesal. Ia lebih memilih melanjutkan tugasnya, membereskan tumpukan buku-buku itu dan mengurungkan niatnya untuk protes. Kibum mengendik acuh.

Awalnya Kibum dan Kyuhyun berencana pergi ke Taman Belakang sekolah untuk menyikap keberadaan pohon 'Showroom'. Namun nasib sial, mereka malah bertemu Ibu penjaga perpustakaan (Namanya Ms. Kyo, Wanita setengah baya yang di kenal sangat galak) ,memaksa mereka untuk membantunya membereskan tumpukan buku di dalam perpustakaan. Sungmin yang kebetulan lewat juga ikut di paksa oleh Ms Kyo.

"Terpaksa kita tunda..." Kibum berkata dengan monoton.

"Dasar menyebalkan..." Kyuhyun mendengus.

"Apanya yang di tunda?" Tanya Sungmin

"Oh itu, melihat pohon-ppfff"

"Itu rahasia..."
Kibum membekap mulut Kyuhyun. Memberi sebuah pesan lewat tatapannya. Seperti,

'Dasar ember!'

Dan Kyuhyun membalasnya,

'Sialan kau!'
Ya mungkin kurang lebih seperti itu.

"Heum?" Sungmin bertanya-tanya.

"Selesai!" Kibum bangkit, berjalan kearah Ms Kyo di bibir pintu, mengatakan sesuatu dan membungkuk hormat sebelum melenggang pergi keluar perpustakaan.

Kyuhyun mengusap bibirnya kasar. Dan berlari kearah pintu, melakukan hal yang sama seperti Kibum.

Meninggalkan Sungmin dengan sebuah retoris di pikirannya. Dia mengendik.

"Ah Ms Kyo.. saya sudah selesai..." Ms Kyo mengoreksinya.

"Bagus..." Sungmin tersenyum ramah mendengarnya.

"Baik saya permisi... Annyeong." Ia membungkuk hormat.

"Terimaksih Sungmin-ah..."

"Terimakasih kembali Ms. Kyo..."

Pergi dengan sebuah buku Ilmu Pengetahuan ditangannya, ah... Sepertinya Sungmin akan Ulangan Tes Harian usai ini.

~ ¤ ~ ¤ ~ ¤ ~

"Itu rahasia bodoh!"

"Aku kan tak sengaja! Dan lagi, aku ini jenius! Jangan panggil aku bodoh..." Kyuhyun menjawab jengkel. Setelah tadi ia mengejar Kibum yang meninggalkannya di perpustakaan.

"Hoi... Kita mau kemana?"

"Melihat kebenaran..." jawab Kibum acuh.

"Kau kira detective..." Kyuhyun mencibir. Kibum mengendik.

"Terserah..."
Hening..

TAP!

"Ada apa?" Kyuhyun menaikan satu alisnya ketika Kibum berhenti.

"Dimana?" Kibum berbalik.

"Apa?"

"Komik itu."

"Entah.. kan tadi kau yang bawa. Ingat?" Kibum mengepalkan tangannya kesal.

"Sial! Ketinggalan!" Kibum berlari meninggalkan Kyuhyun.
"Eh? Hoi Kibum! Kau mau kemana? Tunggu aku!"

~¤~

Ternyata Kibum kembali ke perpustakaan. Ia bingung, mengapa dirinya begitu bodoh? Lupa dengan sesuatu yang sekarang menjadi pusat atensinya, penemuan berharga atau miliknya? Entahlah..
Kyuhyun menyusul di belakangnya. Kibum langsung melenggang masuk.

"Hosh hosh... Komiknya tertinggal?" Tanya Kyuhyun yang melihat Kibum sibuk dengan rak-rak penuh buku.

"Ya.. sial! Kenapa aku bisa lupa?!"

18 menit berlalu, mereka berdua kini berjalan di sepanjang koridor sekolah. Kyuhyun bermain PSPnya dan Kibum diam menatap lantai. Komik itu tak ada di perpustakaan! Lalu Dimana? Berbagai Analisis memenuhi pikiran Kibum.

Seperti..

Ada yang mengambilnya? Siapa?

Ms Kyo? Tidak mungkin...
Siswa lain? Hemm 30%
Siapa lagi? Kyuhyun? Jangan-jangan kyuhyun? untuk mengerjaninya? Tidak mungkin... sahabatnya tidak seperti itu.

Lalu?

"Kibum.. mau tidak temani aku ke kelas Sungmin hyung untuk mengembalikan bukunya?"

Langkah Kibum berhenti.
Kyuhyun memutar mata.

"Apa lagi? Kau ini sering sekali berhenti tiba-tiba.. ingin kembali ke perpustakaan? Silahkan saja… aku tak ikut."

Kibum menghiraukan Kyuhyun.
Pikirannya hanya berpusat pada satu nama.

Sungmin..
99% dan 1% ia simpan untuk sebuah alasan.

"Ayo ke kelasnya..."
Kyuhyun mengernyit.

"Siapa?" Tanya Kyuhyun.

"Sungmin.. katanya kau mau mengembalikan bukunya?"

"Oh.. ya ayo kembali ke kelas dulu, bukunya ada disana..." Kyuhyun merogoh sakunya, mengambil sebuah benda hitam familiar dan memainkannya. Kibum mengekor.

~¤~

"Ada masalah?" Kibum melirik Kyuhyun disampingnya.

"Tidak…" Singkat, itulah jawaban Kibum. Kyuhyun mengangguk sekilas dan melanjutkan gamenya.

Kini mereka berjalan menuju kelas Sungmin di lantai atas.

"Permisi noona..." seorang gadis di bangku depan kelas berlabel '3-A' mendongak. Rautnya yang semula menekuk kesal menjadi ramah dan sedikit bersemu (setelah melihat Kyuhyun yang ada di hadapannya)

"Ah Kyuhyun... ada apa?" Gadis itu tersenyum manis.

"Maaf.. bisa tolong panggilkan Sungmin-hyung?"

"O-oh.. tunggu sebentar."

Gadis itu masuk ke kelasnya. Setelah itu ia kembali bersama Sungmin di depannya.

"Ada apa Kyu?" Tanya Sungmin. Kyuhyun memberi sebuah buku bersampul pink pada Sungmin.

"Buku Matematika... tenang saja hyung, aku sudah mengerjakannya." Kyuhyun melipat tangannya di dada.

"Bagus lah..." Sungmin membuka bukunya, mengoreksi sebentar dan menutupnya kembali.

"Ya sud-"

"Maaf sebentar..."

Kibum memotong.

"Sungmin..."
Dahi Sungmin sedikit berkedut mendengar panggilan Kibum.

"Ya?"

"Dimana?" Kibum mengulurkan tanganya di depan Sungmin. Sungmin menaikan satu alisnya.

"Komik itu..."

"Oh Komik yang ada di perpus tadi?" Kibum mengangguk.

"Tunggu sebentar..."

"Ini?" Sungmin menunjukan sesuatu ditanganya, sebuah komik. Setelah ia berbalik mengambilnya di kelas.

"Nah itu komikmu..." itu Kyuhyun.
Sungmin mengangguk paham.

"Maaf tadi komik itu ada di perpus. Ku kira punya Kyuhyun.. jadi ku bawa dan setelah pulang akan ku kembalikan padanya. Ternyata ini milik Kibum..." jelas Sungmin tersenyum. Kibum hanya terdiam masih dengan raut wajah datar.

Sreett

Kibum dengan kasar langsung mengambilnya dari tangan Sungmin.

"Lain kali perhatikan baik-baik..." kata Kibum.

Pelan dan Monoton.

Sungmin mengernyit. Apa maksud kata-kata lelaki bermata 4 didepannya ini?
Kyuhyun sedikit terbelalak. Apa-apaan sahabatnya ini?

"Aku permisi..." Kibum berbalik melangkah pergi.

"A-ah.. maaf hyung, sepertinya itu karena dia lama tinggal di barat jadi sedikit tidak sopan.. juga dia orangnya memang seperti itu dengan orang baru.. maafkan sahabatku itu hyung…" Kyuhyun sedikit meringis, mengapa juga dirinya yang harus minta maaf? Menyebalkan!

"Tak apa.. hyung mengerti…" Sungmin tersenyum.

"Oke aku pergi dulu..."

"Ne..."

Sungmin kembali ke kelasnya. Setelah Kyuhyun pergi.

Terdengar bisik-bisik kerumunan siswi di bangku depan kelas.

Samar..
Penuh pekikan..

'Ah tadi itu Kyuhyun tampan sekali! Kyaaa aku ingin memeluknya...'

'Dia memang selalu tampan bodoh! Tapi lelaki berkacamata tadi juga sangat tampan.. aaaa siapa dia?'

'Oh tadi? itu siswa baru namanya Kim Kibum.. tampan sekali ya...'

'Ku dengar dia pindahan dari Amerika...'

'Benarkah? Kyaaa...'

Kira-kira seperti itu.

Sesuatu yang besar dan kuat terbang.. turun mendarat dihamparan rumput hijau Taman Belakang Sekolah di sisi danau kecil. Cahaya senja seakan menyorotnya, membuat tubuhnya berkilau silau. Berjalan pelan ke arah sebuah pohon besar yang samar. Berhenti tepat di pohon itu, dan sekejap hilang bersamanya.
Menyisahkan Taman sepi yang di bubuhi cahaya senja dan langit oranye dari arah barat.

~ oOo ~ oOo ~ oOo ~

Mungkin cukup bagi Kibum, keegoisan miliknya menyerang tanpa duga. Dirinya tertarik dalam gelombang besar di dasar pikirannya, sebuah intuisi yang mendorong keras diri Kibum untuk terjatuh dalam perasaan yang belum pernah ia rasakan dan merenggut paksa dunia monotonnya.

Sebuah keingintahuan...

Tidak biasa... ini bahkan terlalu berlebihan. Ego yang besar? Mungkin...

Itu sesuatu yang sangat sederhana... Sebuah komik kosong tanpa hak paten? Memang siapa peduli? Mungkin hanya Satu orang... Kibum.

"Hahhh..." helaan nafas.

"Kau kenapa?" Kibum menyenderkan punggungnya di badan kursi. Melirik Kyuhyun yang terus menerus menghela nafas.

"Tidak... hanya ada sesuatu yang menggajal di hatiku..."

Kibum dan Kyuhyun kini terduduk disalah satu kursi dengan sebuah meja kecil di depannya. Taman milik Kibum di kediaman Keluarga Kim.

Kyuhyun mendongak, menatap hamparan langit kelam dengan tiktak bintang yang tererai satu sama lain.
Dia baru sadar, sesuatu yang terdistorsi olehnya selama ini ternyata begitu indah... langit malam penuh bintang.

"Kenapa Orion tak terlihat?" Kyuhyun meletakan PSPnya di atas meja kecil.

"Kemungkinan hanya 35%..." gumam Kibum.

"Aku tau itu... tapi mengapa tak ada kejaiban agar Orion terlihat?"

"Itu aku tak tau..." Kyuhyun mendengus mendengar jawaban Kibum. Ia menoleh.

"Bagaimana? Aku penasaran dengan pohon itu."

"Besok masih ada waktu..."

"Huftt... aku jadi ingin mengerjakan Matematika..."

"Sana... aku pinjam." Kibum dengan cepat mengambil PSP Kyuhyun dan memainkannya.
Kyuhyun menopang dagu, menatap lurus ke depan.

"Dimana komik itu?"

"Di kamar..." jawaban singkat.

"Tak kau bawa? kau kan overprotective."

"Hn..." Kibum mengendik.

Di rumah Kibum, lantai dua sisi kanan, terlihat cahaya menguar terang dari sana.
Namun dua orang itu terlalu sibuk masing-masing. Tak menyadari sesuatu dari arah kamar gelap Kibum. Yang meredup seketika.

Di kamar Kibum

Suatu objek tiba-tiba bercahaya di atas meja belajar. Sangat terang, amat sangat terang... memenuhi setiap inchi ruangan itu.

Objek itu terbuka...

Terbubuhi cepat sebuah kutipan...
Pesan... Atau sebuah...

Peringatan? Entahlah.. tak ada yang tau.

Rapih dengan tinta hitam yang samar... di lembar pertama yang kosong.

'Draco dormiens nunquam titillandus'

Cahaya seketika redup dan lembaran itu tertutup.

~ ¤ ~ ¤ ~ ¤ ~

Panas...
Bukankah ini musim semi? Mengapa bisa sepanas ini? Jangan-jangan salah melihat kalender? Tidak! Semua ini karena pemanasan global yang makin meradang!

Kyuhyun melirik alrojinya sebentar. Lalu menatap malas kedepan.

10 menit lagi istirahat

Dan ini sungguh masa yang terasa lama sekarang. Kyuhyun berusaha untuk menikamatinya. Namun, pusat syarafnya selalu saja memaksa untuk buyar dan sering melihat waktu.

Ia menoleh ke kiri.

Sahabatnya itu duduk menyender dengan pandangan kedepan. Dan tangannya sesekali membenarkan letak kacamatanya.

Ia kembali kedepan dan sedikit tertunduk. Dilihatnya PSP hitam di atas meja. Layarnya gelap dan tergeletak begitu saja.

Kyuhyun mengutuk dirinya sendiri. Mengapa ia begitu lupa mencarger PSPnya tadi malam?
Jadilah begini... terjebak dalam pelajaran sejarah yang membosankan.

Wushhh

Kyuhyun sedikit terjengkit.

Apa itu tadi? Siluet apa?

Matanya menyipit kearah langit diluar jendela kelas.

Burungkah? Tidak! Masa sebesar itu? Walaupun hanya seklebatan, namun Kyuhyun tau... itu adalah sesuatu yang besar.

Pesawat? Jangan bercanda!

Lalu apa?

Atau jangan-jangan...

Tukk!

Kyuhyun mengetuk kepalanya dengan sebuah bolpoint ketika pemikiran ambigu melintas di pikirannya.

Hantu...?

Hey! Memang ini tahun berapa?!

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Hey Kyu..."

Kyuhyun terhenti. Ia menoleh.

"Apa?"

Kibum memutar mata.

"Ini sudah istirahat. kau sedang apa barusan?" Kibum bangkit dan melipat tangannya di dada.

"Aku tadi..."
Kyuhyun menghentikanya.

"Apa?" Satu alis Kibum terangkat.

"Bukan apa-apa..." Kyuhyun memasukan PSPnya ke dalam tas.

"Kenapa dengan PSPmu?" Tanya Kibum.

"Batrainya habis..." Kyuhyun menekuk wajahnya.

"Tumben..." cibir Kibum.

"Jangan merasa tak bersalah... ini kan gara-gara kau semalam." Kyuhyun bangkit dan berjalan ke arah pintu.

"Salah siapa kau mau meminjamkannya..." jawab Kibum acuh. Ia berjalan menyusul Kyuhyun.

"Dasar Sialan!"

~ ¤ ~ ¤ ~ ¤ ~

Mawar di sepetak kecil kumpulan bunga dekat Koridor mulai mekar. Terpatri apik mahkota berwarna merah diatas kelopaknya. Sebuah senggolan belalang membuat mahkota yang rapuh di bunga mawar lain jatuh beberapa. Satu diantarnya terbawa angin utara... menari-nari diudara sebelum akhirnya jatuh, menabrak pelan pipi halus seorang namja dan turun terinjak oleh langkah kakinya.

"Mengapa notenya bisa tertinggal ya?" Lelaki itu menggaruk belakang kepalanya yang besar.

"YESUNG-HYUNG!" Sebuah teriakan memanggil. Kim Yesung, Lelaki itu berbalik.

"Eoh.. ada apa Henry-ah?" Seseorang menghampirinya.

"Ken-sensei tak masuk hari ini... Latihannya ditunda hingga besok." Ujar Lelaki dengan pipi chubby itu. Namanya Henry Lau.

Ken-sensei adalah seorang guru music dari Negri Sakura, Jepang. 3 tahun lalu ia mulai mengajar di Mentor Art High School. Perawakannya tinggi dan sedang, matanya sipit. Agak mirip dengan Mangaka terkenal Masashi Kishimoto.

"Memang kenapa...?"
Henry mengendik.

"Entah... kudengar dia di Undang ke sebuah acara Event di Jepang."
Yesung mengangguk paham.

"Untung saja.. kebetulan aku lupa bawa note lagunya." Yesung terkekeh.

"Aku heran.. kepala hyung kan besar, kenapa begitu sering lupa? Oh iya.. hyung kan sudah tua ya..." Henry tersenyun jail dan berlari. Meninggalkan Yesung dengan segala kedutan di dahinya.

"Yak! Dasar bocah mochi! Awas kau!" Sergahan yang memenuhi sepanjang koridor.

Yesung, seorang siswa kelas 3-A dengan suara emas kebanggaan yang telah mengharumkan nama sekolah. Dan Henry Lau, blasteran China-Kanada... juga seorang siswa kelas 2-B yang penuh prestasi di bidang music seperti Yesung dengan Biola putih kesayangannya.

Sesuatu dari balik pohon besar dekat perpustakaan memperhatikan mereka, Lalu berbalik terbang secepat cahaya.

~ ¤ ~ ¤ ~ ¤ ~

Suara pekikan para gadis terdengar riuh di loby Sekolah.

'Kyaaaa Siwon-sunbae...!'

'Terimalah cokelatku...'

'Saranghae...'

Sedikit lebih seperti itu.

Subjek yang menjadi pusat atensi, berjalan cool ditengah kerumunan gadis didepannya. Melempar senyuman Joker andalannya dengan hiasan sepasang lesung pipi manis diwajah tampannya.

Namun tiba-tiba...

Waktu seakan terhenti.

Choi Siwon, namja populer itu berjalan cepat kearah utara. Arah menuju Taman Belakang sekolah.

~¤~

Lelaki tinggi bersurai agak merah membungkuk sopan pada pria paruh baya didepannya, yang kita kenal Guru Kang atau Kepala Sekolah.

"Terimakasih Zhoumi-ah... berkas ini cepat selesai karenamu."

"Ya Guru Kang... saya permisi."

Lelaki dengan nama lengkap Zhou Mi itu berjalan meninggalkan Ruang kepala sekolah.
Langkahnya pelan dan santai, namun lama kelamaan semakin cepat, cepat dan cepat.
Zhoumi berlari menyusuri koridor. Membuat surai merah gelapnya tertiup hembusan angin yang menerpa wajahnya.

~¤~

"Bahasa Latin..." ujar Kibum.

"Ha?" Kyuhyun mengernyit.

Kini mereka berjalan ke Taman Belakang sekolah. Namun, saat Kyuhyun meminjam Komik itu dari Kibum dan membukanya di lembar pertama. Tertulis samar sebuah kalimat...

Draco dormiens nunquam titillandu

"Artinya...?"

Kyuhyun menatap Kibum.
Kibum menyipit.

"Draco? Naga?" Sahut Kyuhyun.

"Maybe..."

"Lalu yang lain?"

"Entah... aku tak tau."

Langkah mereka melambat.

"Ini Taman Belakang... di mana pohon itu?" Tanya Kyuhyun.

Retina Kibum menyapu sekelilingnya.

Dimana Showroom itu?

DEG

Tak Ada...

"Bum?"

"T-tak ada?"

"Apa?!" Pekik Kyuhyun.

"Tak ada? Sudah aku bilang kan... kau cuma mimpi..." Lanjut Kyuhyun memutar mata.

"Sebentar.."" Kibum mencegah Kyuhyun yang akan pergi.

"Apa lagi?" Kyuhyun menjawab malas.

"Apa kau merasakannya? Waktu ini terasa terhenti..." Kyuhyun menoleh ke kanan dan kiri setelah mendengar ucapan Kibum.

Kyuhyun seketika menahan napasnya, ia melihat itu...

Seorang siswa mencoba meraih bukunya yang akan terjatuh.
Namun buku itu masih melayang.
Dan semua itu terdiam.

"I-iya.."

"Disana..."

Kyuhyun mengikuti sesuatu yang ditunjuk Kibum.

Sebuah bidang kosong dekat Danau kecil.

Samar-samar...
Dan menjadi nyata.

"Pohon itu!" Kyuhyun menganga lebar. Itu! Pohon itu! Pohon Showroom yang diceritakan Kibum padanya.

Objek lain muncul di sisi pohon Showroom.

Besar dan Kuat.

Bersayap lebar...
Bertubuh besar...
Berkaki Empat...
Dan Berparuh.

Bagian Sayap dan Lehernya berwarna ke emasan.

Jangan lupakan matanya yang begitu tajam.

Itu adalah. . .

"GRIFFIN!"

Serempak! Bukan hanya 2 suara.. tapi suara lain.

Kibum dan Kyuhyun menoleh kearah suara lain. Mereka terbelalak.

"KAU!"

"KAU!"

"KALIAN?!"

To Be Continued

Yoo... Reviewnya... :D