The Adventure From Comics
Cast: Super Junior Member
Rate: T
Genre: Friendship, Adventure, Fantasy
Petualangan bisa datang dari mana saja bukan? Salah satunya ini...
Chapter 4: The Time has Come. Come On!
Petualangan...
Apa yang kau pikirkan jika mendengar kata itu? Berhayal sebuah petualangan seperti apa? Mungkin dalam wadah pemikiran setiap orang berbeda, Pasti!
Bagaimana dengan fantasy?
Kau suka? Atau membosankan?
Ku sarankah sebuah opini yang mungkin terdengar membosankan...
'Jangan hanya memikirkan sesuatu hal positif pembunuh masa monoton dalam hidupmu. Aku tau kau Jenius. Tapi jeli lah! Kenali hal negatif yang akan menghampirimu! Tidak bukan hanya kau... tapi orang-orang yang terlibat.'
Bagaimana? Aku baik bukan? Aku menciptakannya... Mengambil sebuah kepingan waktu dari dimensi lain. Dan itu hanya untukmu.
Dan ah! Kau menemukan kuncinya!
Oh ya. . .
Jangan lupa, itu bisa saja menjadi bom waktu untukmu.
Selamat bersenang-senang. . .
Heg!
Kibum terbangun dengan penuh peluh dan deruan napas yang terus beradu.
Detak jantungnya berpacu cepat.
Tangannya terulur mengambil segelas air mineral di atas meja kecil di dekatnya.
Meneguk rakus, menyisahkan seperempat gelas.
Ia melirik sebuah jam digital hitam.
06:57
Pikirannya melayang.
'Apa maksudnya?'
'Suara siapa itu?'
'Ada apa denganku?'
Kibum menyudahi beradu argumen dengan dirinya sendiri, dan memilih untuk beranjak pergi ke kamar mandi sebelum dia telat pergi kesekolah.
.
.
Semilar angin berhembus, menerbangkan sedikit debu di berbagai tempat.
"Kapan waktu itu datang?" Gumam Kyuhyun di sela gamenya. "Entah... mungkin kita juga di beri waktu untuk membuat sebuah kenang-kenangan untuk orang-orang tersayang..." Kibum menyaut. Kyuhyun menyipit kemudian menyeringai. Mereka berjalan di sepanjang koridor menuju kelas mereka.
"Hooo... Kim Kibum punya kekasih!" Goda Kyuhyun dengan nada mengejek. Setelahnya ia harus menerima sedikit pukulan keras di bahunya oleh Kibum.
"Tidak lucu! Yang terpikir olehku hanya Ayah dan Ibu..."
"He? Kau sayang mereka?" Kibum menoleh.
"Kenapa tidak? Karena mereka, aku ada. Pakai otakmu Kyu!"
"Ya... Ya... kukira kau membenci mereka. Mereka kan jarang ada untukmu."
"Alasan konyol..." Wajah Kibum menghangat.
"Ah... aku baru sadar. Ini adalah moment langka, Kibum melepas topeng stoiknya saat membicaraakan perihal keluarga." Mendengar itu, Wajah Kibum mengeras. Menahan kesal.
Hening beberapa saat.
"Bagaimana dengan Matt? Kucing itu? Apakah dia termasuk dalam kategori tersayang?"
"Bicara satu patah kata lagi. Ku remukan PSPmu, Kyu!"
.
Kibum Kyuhyun Class
2-A [11:09]
Kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, sebagian siswa menatap malas pelajaran di depan kelas sambil bertopang dagu dan sesekali menguap. Sudah menjadi kebiasaan, pelajaran sejarah adalah yang paling membosankan bagi mereka.
"Hahh... entah kutukan apa sampai pelajaran sejarah terasa begitu membosankan di kelas ini." Kyuhyun menopang dagunya malas. PSP miliknya mati, sepertinya ia lupa lagi untuk mencargernya. "Memang di kelas lain tidak?" Lamat-lamat Kyuhyun mendengar suara Kibum dari gumaman lirihnya.
"Sama saja sih..."
Kibum menatap jam dinding kelas.
Mengamatinya, entah kenapa ia melakukan hal konyol tersebut.
Jarum jam bergerak, memutar searah dengan yang telah di tentukan. Menimbulkan bunyi. . .
Tik Tok
Yang begitu khas. Padahal Jam itu cukup jauh dari jangkauan tempatnya, namun mengapa suaranya seakan begitu dekat?
1 detik
2 detik
3 detik
4 det-
Kibum mengerjap.
Pasalnya, jarum jam itu terhenti.
Rusak?
Tidak!
Matanya menatap liar. Orang-orang di sekitarnya juga terhenti. Semuanya terhenti... semuanya!
Tidak, kecuali satu!
Kibum menoleh cepat kearah Kyuhyun di sampingnya.
Kyuhyun menoleh juga, terbelalak menatap Kibum.
"Ki-kibum... Waktu kembali terhenti."
Di tempat lain
-Ruang musik-
"Hyu-hyung... waktunya-" Suara Henry tercekat.
"Terhenti..." lanjut Yesung. Sebelumnya, seperti biasa mereka tengah berlatih untuk kontes music 2 bulan yang akan datang. Namun, tiba-tiba waktu terhenti. . .
"Apakah ini waktunya?"
-Ruang OSIS-
Zhoumi (wakil ketua Osis) melirik alrojinya.
Matanya menerawang. Sambil bergumam. . .
"Waktunya telah datang..."
-Perpustakaan-
Suara derap langkah, mendekat ke arah rak kumpulan buku ilmu pengetahuan.
Sungmin, nametag yang tersemat di kemeja seragam lelaki yang berada di perpustakaan. Di tengah-tengah rak buku yang menjulang tinggi. Dia mendongak.
"Sudah datang... waktu dengan penuh misteri."
-Ruang Kepala Sekolah-
Seorang lelaki jangkung tengah berdiri di depan Guru Kang yang terhenti gerakannya.
Choi Siwon, namja itu menatap tinta yang mengambang ( sebenarnya akan jatuh kelantai).
"Waktunya datang. Semoga Tuhan selalu melindungi kami semua."
~ ยค ~
Taman belakang, biasa... di sebuah bidang tempat yang cukup familiar, sesuatu yang samar perlahan nyata, Pohon Showroom. Di susul makhluk di sampingnya, Griffin... atau panggil saja L.
TAP!
7 lelaki itu sampai pada tempat yang sama dengan serempak.
Kini bukan L yang menghampiri mereka, tapi mereka yang menghampiri L dan pohon Showroom.
"Ini Waktunya..."
Suara bass itu kembali menyapu cuping telinga mereka.
"Kami tau..." Jawab Kibum mewakili.
"Tak ada banyak waktu... kita harus pergi sekarang!" L menatap tajam mereka, bukan tatapnya... namun memang Mata seekor Elang seperti itu. Tajam bagai sebilah pedang.
"Itu memang yang aku ingin kan," ucap Kyuhyun menyeringai.
"Pejamkan mata kalian..."
Semua memejamkan matanya seperti apa yang di katakan L.
"Jangan buka sebelum aku perintah..."
Mereka mengangguk.
Lamat-lamat. . .
Mereka bersama pohon Showroom perlahan menghilang.
Samar. . . Kemudian lenyap.
.
.
Klip
Satu kali...
Klip
Dua kali...
Klip
Tiga kali...
Sepertinya cukup, jangan terlalu berlebihan, pikir Kibum. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali, menghapus pandangan buram dari balik celah retinanya.
"Hoi Kibum!" Kibum menoleh.
"Bagaimana penampilanku?" Disamping kanannya, Kyuhyun berdiri dengan lagak seorang pemanah handal.
Sebuah ikat kepala coklat dengan gambar sketsa hitam kuda gagah menghias kepala Kyuhyun.
Pakaiannya, berwarna coklat tua setengah lengan dengan sentuhan style agak klasik dan tradisional, ikat pinggang tali coklat krem, celana senada pendek di bawah lutut, kakinya memakai Tabi berwarna putih, dan dibalut oleh sandal Waraji namun berwarna hitam. Juga sebuah sarung tangan putih melekat seperti perban pada tangan kiri Kyuhyun.
Tangan kiri Kyuhyun menggenggam busur panah dengan ukiran indah dan berwarna coklat keemasan. Dan tangan kanannya menarik anak panah. Mendongak dan mengarahkannya ke atas. Menyipit dan memejamkan satu matanya, seperti akan membidik. Kibum mengerjap lagi. Matanya bergerak melihat objek lain.
Teman-temannya yang lain tak jauh berbeda. Pakaiannya sama seperti Kyuhyun hanya saja, gambar pada ikat kepala mereka berbeda, juga hanya tangan Kyuhyun yang memakai sarung tangan seperti perban itu.
"Gambarmu Elang Zhoumi!" Yesung menunjuk ikat kepala Zhoumi.
"Benarkah?" Zhoumi meraba ikat kepalanya. Matanya melirik gambar ikat kepala Yesung.
"Ah kau burung hyung! Em... dan membara seperti api."
Yesung mundur selangkah, ia melirik ke atas dan menyentuh ikat kepalanya.
"Wah keren..."
Ia tersenyum lebar, lalu menatap kedua tangannya.
"Itu gambar kuda bersayap, kan?"
"Eh?"
Siwon tersentak mendengar ucapan Henry, dia langsung menyentuh ikat kepalanya.
"Kuda bersayap? Maksudmu pegasus?"
Henry mengangguk dan menjentikan jarinya.
"Yup!"
"Dan kau. Er... gambar apa itu?" Siwon memperhatikan gambar pada ikat kepala Henry.
"Itu seperti... Ular."
Henry terbelalak.
"Ha? Ular?" Siwon mengangguk ragu. Setelahnya hanya ada suara berisik dengan nada protes.
"Eh kalian berdua!"
Yesung menatap Kibum dan Sungmin bergantian. Semua ikut menatap mereka dengan mata menyipit.
"Gambar kalian sama!"
Kibum mengernyit tak mengerti. Ia menoleh kearah Sungmin dan melihat ikat kepalanya. Sungmin pun tak jauh berbeda.
"Naga..." ucap mereka berdua serempak dan bersitatap naman hanya sekilas. "Iya Naga... Kau berwarna putih dan Sungmin hyung berwarna Hitam." Kyuhyun melipat tangannya. Kibum bangkit, menatap dirinya yang kini juga perpakaian sama seperti Kyuhyun dan yang lain.
Kemudian beralih ke teman-temannya.
Tiba-tiba Kibum tersadar akan sesuatu...
"Dimana L?" Ia berbalik dan Kepalanya menoleh cepat ke kanan dan kiri. "Aku disini.." suara bass terdengar dari arah belakang pohon besar di sebrang Kibum. Sesosok hewan yang kita kenal hanya dalam cerita Mitologi semata, kini tampak terlihat nyata.
"Ini kah dunia komik?" Tanya Kibum.
"Ya... ini baru awal. Sebentar lagi kalian akan memulainya pada lembar pertama." Jawab L tanpa menoleh. Ia menatap pepohonan hijau yang tampak liar di depannya. Sekilas terlihat seekor rusa awalnya berlari lurus searah dengannya, namun kemudian berbelok 90 derajat kearah sekumpulan semak belukar. Sepertinya rusa itu tampak terancam saat melihat L. Maklum saja, tubuh setengah Singa dan setengah Elang. Bukan kah tampak cukup mengerikan? L memperhatikan gestur Sungmin tanpa sepengetahuan siapa pun.
"Biar sedikit ku perjelas, kalian akan berpetualang untuk mencari sebuah pedang." Jelas L.
"Pedang apa?" Tanya Kyuhyun.
"Dragon Soul Sword..."
"Pedang Jiwa Naga?" Bisik Kibum.
"Ya... Pedang Terkuat yang pernah ada." L terdiam sesaat, menunggu sebuah suara meresponnya.
"Pedang seperti apa itu?" L menoleh kearah Siwon.
"Kalian tak butuh penjelasan lebih dariku, karena nanti kalian akan mengetahuinya sendiri."
Semua mendesah kecewa mendengar jawaban L yang selalu ambigu seperti itu.
"Tapi sebelum itu, kalian harus mencari 6 pedang dan 1 anak panah."
"Ha? Untuk apa?" Tanya Yesung.
"6 Pedang Untuk Kami dan 1 anak panah untuk Kyuhyun." Kibum melipat tangannya. Tatapannya beralih pada L.
"Bukankah begitu?"
L membalas tatapan Kibum.
"Ya, kau benar."
Semua temannya menganga mendengarnya.
"Aku hanya mengantar kalian sampai sini... seterusnya, plot ada ditangan kalian."
L perlahan berjalan menjauh, Semua Chara tampak terkejut.
"E-eh masa begitu? Aku sedang protes!" Henry bersunggut kesal. L berbalik menatap Henry.
"Ular bukan hanya terbentuk dengan segala sifat negatif bukan? Percayalah... suatu saat nanti kau akan berbangga hati mendapat ikat kepala bergambar ular."
Henry termenung mendengar penuturan L. Hatinya seakan menyuruhnya untuk percaya itu. Henry membuang napas, ia tersenyum menatap L yang telah kembali membelakanginya dan mulai mengepakan sayapnya. Perlahan tubuh L terangkat dan terbang cepat ke langit hingga tak terlihat.
Semua mendongak. Menatap langit biru penuh awan di atas sana.
'Lalu, jika kami membutuhkanmu. Bagaimana cara memanggilnya?' Pikir Kibum, kedua alisnya sedikit bertaut.
'Tidak perlu memanggil, dia akan datang.'
Deg!
Kibum terbelalak. Suara itu tiba-tiba muncul dipikirannya, seakan menjawab pertanyaan yang hanya ia katakan di dalam pikiran. Bukan! Bukan suara bass seperti milik L. Ini sungguh sangat berbeda. Tapi Kibum menyadari, bahwa suara itu adalah suara yang selalu muncul dipikirannya. Selama ini, ia tak peduli. Kibum kira suara itu hanya seperti pemikiran yang ia pikirkan tanpa sadar. Namun ternyata seseorang entah siapa.
Kibum meringis, ia menyentuh kepalanya yang sedikit berdenyut sakit.
'Siapa kau?' Pikir Kibum.
To Be Continued.
Reviewnya. :D
