The Adventure From Comics

Cast: Super Junior Member

Rate: T

Genre: Friendship, Adventure, Fantasy

Petualangan bisa datang dari mana saja bukan? Salah satunya ini...

.

.

Ch 5: Huldra.

.

.

Gemercik air mulai terdengar dari balik pohon-pohon besar. Suara ranting-ranting kering terpijak oleh pasangan kaki dengan sandal Waraji hitam dan dibalut oleh Tabi berwarna putih. Membuat sekumpulan nada-nada berisik yang meramaikan lebatnya hutan. Apa kau percaya? Bagaimana bisa hanya sebuah guratan dari jemari seseorang menjadi tampak begitu nyata? Oh God. . . siapa penciptanya? Siapa dalang dari cerita konyol ini? Aungan beberapa hewan buas-mungkin membuat sebagian dari mereka bergidik pesimis. Imajiner mereka mulai terbentuk dari serangkaian suara-suara itu. Tidak! Ini hanya bagian dari dunia aneh, ini sebuah arena, sebuah game. Dan mereka adalah player yang harus memainkannya. Untuk apa menyerah sebelum bertarung? Untuk apa takut?

Henry menyembul dari celah dua ranting kayu besar di depannya.

"Apa yang kau lihat?" Yesung bertanya tak sabaran di belakang Henry. Tanpa menoleh ia menjawab,

"Wah.. kalian harus lihat ini." Henry menerawang.

"Huh apa sih?" Kyuhyun menerobos ranting-ranting kecil lalu berhenti. Sesaat ia terpaku.

"Indah. . ." gumam Zhoumi di samping Kyuhyun.

Sebuah sungai, aliran airnya tenang berwarna hijau jernih. Kau bahkan bisa berkaca di atasnya. Sekumpulan ikan-ikan kecil berenang di dalamnya terlihat jelas dari daratan. Yesung sedikit ternganga, semua terpana melihat keindahan alam yang mungkin baru mereka temui kali ini.

"Ingat jangan lengah. . . bisa saja di sini berbahaya." Kibum yang paling sigap, semua mengakui itu, dia paling pintar dan peka dari pada yang lain. Tapi, lihat lah. . . mungkin kali ini dia salah.

"Hey sobat. . . kau jangan serius begitu. Mananya yang berbahaya? Lihat! Ini indah!" celoteh Kyuhyun di sampingnya. Kedua tangan Kyuhyun terentang lebar. Menghirup dalam-dalam sejuknya udara di sekelilingnya.

"Jika tau begini, aku bawa kamera tadi." Timpal Siwon melangkah kedepan di ikuti sahutan setuju oleh Henry.

"Shutttt... diam." Semua mematung di tempat ketika mendengar perkataan Kibum. Kyuhyun melirik ke kanan dan kiri lalu menoleh kebelakang. Setelah di rasa tak ada apapun ia kembali menatap Kibum.

"Kau mengerjai kami ya? Tak ada apapun-"

"Kubilang diam! Coba dengarkan. . ." Semua diam menuruti instruksi Kibum. Memasang pendengaran baik-baik.

Lamat-lamat sebuah nyanyian terdengar.

Suara wanita. . .

' Os iusti meditabitur sapientam

Et lingua eius loquetur indicium

Beatus vir qui suffert tentationem

Quoniam cum probates fuerit accipient

coronam vitae '

"Ada gadis di sini?" Bisik Sungmin tak percaya. Ada character yang lain? Nyanyian itu masih berlanjut dengan lirik yang berulang.

"Itu lihat!" Henry menunjuk ke arah bibir hutan, berjarak beberapa meter dari tempat mereka berpijak. Semua menoleh tak terkecuali Kibum. Mata mereka terbelelak.

"Si-siapa dia?" Suara Sungmin yang pertama merespon. Di sana, tepat di bibir hutan dengan ribuan alang-alang. Siluet samar gadis bersurai pirang emas terduduk anggun di sebuah batu besar.

"Cantiknya. . ." Puji Yesung. Ia sekilas melihat rupawannya sang gadis yang menunduk dalam. Siwon berjalan perlahan, namun cepat di cegat oleh Kibum.

"Mau apa kau?" Kibum menatap tajam Siwon. Siwon menepisnya.

"Menghampirinya tentu saja. Bertanya sesuatu tentang dunia ini jika dia tau." Jawab Siwon santai, benar-benar bertanya atau modus belaka? Hey Mr. Populer, jangan berpikir untuk meminta no. Pin gadis itu. Sadar lah di mana kau sekarang!

"Sudah kubilang-"

"YESUNG HYUNG!" perkataan Kibum terpotong oleh teriakan Henry. Semua menoleh. Tenggorokan mereka tercekat seketika. Yesung terlilit oleh kayu yang menyerupai seutas tali di dekat sang gadis. Melilit tubuh Yesung hingga sampai ke dada.

"To-tolong..." Lirih Yesung mencoba melepaskan kayu hidup yang begitu erat melilitnya. Gadis itu berbalik dengan merangkak seperti singa. Wajahnya teramat cantik dengan sepasang cuping telinga yang runcing. Tubuhnya hanya beberapa bagian vital saya yang di ditutupi oleh semacam kulit kayu yang menempel seperti bagian dari tubuhnya. Surainya blonde cukup panjang. Manik Zamrudnya menatap begitu tajam pada Kibum dan yang lain.

"Di-dia..." Sungmin terbata dan menyipit memperhatikan makhluk itu.

"Tidak salah lagi, dia adalah Huldra!" Semua menatap Sungmin serempak.

"Huldra? Makhluk apa itu!?" Pekik Henry tak sabar. Memasang kuda-kuda dan masih terfokus pada makhluk jejadian yang lumayan jauh darinya.

"Dia adalah Makhluk Legendaris dari hutan. Diceritakan dalam dongeng-dongeng dan cerita rakyat Skandinavia. Biasanya berjenis kelamin wanita. Di lihat dari depan, tubuhnya agak vulgar dengan wajah luar biasa cantik dengan manik zamrud tajam. Namun jika dilihat dari belakang, punggungnya berlubang seperti lubang pohon pada batang yang sudah tua." Sungmin menjelaskannya dengan cepat.

"Punggungnya berlubang!" Zhoumi dengan refleks menunjuk ke arah makluk itu yang memperlihatkan punggungnya. Semua menahan napas.

Siwon memandang Sungmin nanar, lelaki dengan senyum joker itu merespon.

"Lalu, apa yang akan di lakukannya?"

Sungmin meneguk ludahnya dengan susah payah. Ketakutan mulai menyerang mereka. Sungmin menatap Siwon dan yang lain dengan pandangan horor.

"Membunuh mangsanya."

Semua terbelalak.

"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Kyuhyun akat bicara.

"Bagaimanapun caranya kita harus lebih dulu melenyapkan makhluk itu!

.

.

.

Semua gila! Ini terdengar gila! Demi dewa para makhluk jejadian, siapa yang akan bertanggung jawab atas kekonyolan ini?!

'Sial! Sial! Apa yang harus aku lakukan?' Kibum mengigit bibir bawahnya kesal. Tangannya mengepal sampai kuku-kukunya memutih.

'Pejamkan matamu dan rasakan keberadaanya.' Seperti terkena sengatan listrik, Kibum tersentak mendengar sebuah suara yang muncul di kepalanya. Lagi. Entah sugesti apa yang merasukinya, Kibum menuruti perintah itu. Memejamkan matanya di tengah kekacauan.

'Apa yang harus kurasakan?'

'Aku tau kau tak sebodoh itu, temukan jawabannya sendiri.'

Kibum mengernyit. Apa-apaan?!

Oh tunggu! Apa ini? Perasaan apa ini? Apa sebenarnya yaang harus ia temukan. Sibuk berkutik dengan pikirannya, mencoba mencapai pemikiran level semi-high.

"Kibum!' samar sebuah suara memanggilnya. Ini adalah suara Siwon.

'Kibum! Buka matamu bodoh!' Kyuhyun kali ini.

Sangat samar dan terasa jauh sekali. Tidak, itu dekat. Berjarak puluhan meter dari sini. Melewati pepohonan, jalur kayu licin oleh lumut basah, ranting-ranting kayu dan. . .

BINGO!

Kibum menemukannya!

"Kibum! Buka matamu atau kau akan mati!" Teriakan Kyuhyun membangunkannya. Kibum sedikit membulatkan matanya, terkejut sebuah kayu hidup yang sama dengan kayu yang melilit Yesung mendekat dan mengincar dirinya. Kibum meliukan tubuhnya kemudian salto menghindari kayu yang ganas akan menjerat dan melilitnya. Maniknya menangkap sebuah objek di balik ikat pinggangnya. Agak tak terlihat karena warna yang sama dengan baju coklat gelap. Tanpa ragu Kibum menariknya.

Crash!

Potongan kayu hidup itu terjatuh ke tanah, mengering dan membusuk seketika. Kibum menyeringai melihatnya lalu beralih pada sesuatu yang di genggamnya yang berhasil membantunya.

"Maaf saja, tak akan kubiarkan kayu tua ini melilitku." Kibum menyeringai.

"Hey kalian! Ambil Tants di balik ikat pinggang kalian. Gunakan sebagai senjata!" Semua serempak mengikuti perintah Kibum.

"Apa? Tants? Ini kan Tanto?" Henry mengernyit menatap sebuah pedang bergagang hitam. Mata pedangnya sungguh tajam. Memiliki ukuran sepanjang 25 cm.

"Bukannya Tanto itu senjata para putri kerajaan? Sial! Bisa apa dengan sebilah Tanto ini?" Gerutu Zhoumi kesal dengan keadaan.

"Tidak. Ini berbeda. Mata pedangnya adalah Katana. Melengkung tajam seperti Nagamaki. Masuk dalam kategori Pisau-mengingat ukurannya yang pendek. Namun bisa untuk senjata pertahanan diri. Potong saja kayu-kayu hidup itu dan biarkan membusuk. Ini bukan Tanto. Jika Tanto untuk para putri. Maka Tants adalah senjata kecil para pendekar lelaki. Cepat bergerak dan selamatkan Yesung!" Semua mengangguk mendengar penjelasan Kibum. Masing-masing memasang kuda-kuda dan maju untuk menyelamatkan Yesung.

"Ugh..." Lenguhan Yesung, dia sulit bernapas. Dadanya di tekan oleh lilitan kayu itu. Mencoba memberontak namun percuma. Siluet Kyuhyun terlihat, namun berhenti ketika di hadang oleh sekumpulan kayu hidup. Tanpa ragu Kyuhyun mengarahkan Tantsnya memotong-motong kayu itu. Kemudian dengan cepat mendekat ke arah Yesung.

Crash!

Kayu hidup yang melilit Yesung hancur. Yesung terjatuh keras ke tanah.

"Wow... Tajam juga." Komentar Kyuhyun setelah sekali tebas kayu yang melilit Yesung akhirnya hancur.

"Kau tak apa Hyung?"

Hyung? Yesung tersenyum mendengarnya. Menerima uluran tangan Kyuhyun.

"Eum yeah.. sedikit sakit tapi terimakasih." Ucapnya tulus. Kyuhyun mengangguk.

"Kyu!" Kyuhyun menoleh kearah Kibum berdiri di bibir hutan bersama Sungmin.

"Ikut aku!" Dengan gesit Kyuhyun berlari menghampiri Kibum dan menghindar dari kayu hidup. Yesung menarik Tantsnya.

Kyuhyun berhasil menghampiri Kibum dan Sungmin.

"Ada Apa?" tanya Kyuhyun.

"Mencari nyawa Huldra."

.

.

.

Flashback.

Huldra berparas cantik itu semakin menatap tajam Kibum dan yang lainnya. Manik Hijaunya berkilat marah. Kibum dengan berani membalas tatapan itu dengan pandangan mengejek di sertai seulas senyuman miring. Beralih kearah teman-temannya.

"Hey semua!" Kibum mendarat di sebuah bebatuan. Melihat teman-temannya sibuk diatas ranting besar pohon tanpa takut.

"Tetaplah disini untuk pengalih perhatian. Sedangkan aku, Kyuhyun dan Sungmin akan pergi ketempat nyawa makhluk ini." Siwon berhenti di balik pohon besar sambil terengah.

"Kau sudah menemukannya?"

"Ya, tak jauh dari sini." Kibum menyeringai.

"Baiklah..." Siwon kembali menampakan diri dan memotong kayu-kayu hidup itu. Meliuk menghindar dan menendangnya keras.

"Sungmin!" Sungmin menoleh dengan raut di tekuk. Apa-apaan panggilan tak sopan itu? Runtuk Sungmin dalam hati.

"Ikut aku!"

"Kemana?" Sungmin menghampiri Kibum.

"Melenyapkan si Huldra hijau."

Flashback End

.

.

"Kemana mereka pergi?" Tanya Zhoumi melihat Kibum, Kyuhyun dan Sungmin berlari memasuki Hutan.

"Mencari nyawa Huldra. Kibum telah menemukannya." Jawab Siwon dengan pandangan tak lepas dari musuh yang menyerangnya.

.

.

Kibum berlari diikuti Kyuhyun dan Sungmin di belakangnya. Melewati beberapa pohon besar. Akar-akar tunggang yang menyembul dari tanah, terbalut oleh lumut. Menyiratkan bahwa ini adalah daerah lembab. Licin dan menjijikan. Untung saja mereka di beri alas kaki, kalau tidak... ugh~

"Hati-hati... disini agak licin." Kibum menarik beberapa akar gantung besar dari pohon entah apa untuk berpegangan, meminimaliskan agar tak jatuh konyol, begitu juga Kyuhyun dan Sungmin.

Tap!

Mereka berhenti di depan pohon besar yang terlihat sudah tua. Lebih besar dari pohon-pohon lain di sekitarnya. Lubang di sisi pohon adalah ulah hewan-hewan yang ingin bertahan hidup. Kibum tersenyum puas.

"Ini?" Kyuhyun mengernyit seraya menunjuk pohon di depannya.

"Apa kau yakin Kibum?" Sungmin menatap Kibum. Mungkin saja dia salah kan?

"Yakin sekali. Ayo bantu aku merusak akar ini..." Kibum menunjuk dengan Tantsnya kearah akar tunggang besar yang begitu menonjol dari pohon besar itu.

Zingg!

Crash!

Satu kali tebasan, namun hanya sedikit hancur.

Melihat itu, Kyuhyun dan Sungmin ikut menebas akar dengan Tantsnya masing-masing.

"Waktu mengejar kita. Ayo cepat!"

.

.

Di tempat lain...

Siwon dan yang lain terlihat kelelahan dengan napas terengah. Terduduk di balik pohon besar, Zhoumin berusaha membalut luka di kakinya. Tak sengaja tergores batu tajam saat terjatuh tadi.

"Sial! Mengapa terasa begitu nyata?!" Gumam Zhoumi lalu mengikat tali terakhir sebelum kembali melawan tameng makhluk itu.

"Tolong..!" Teriakan Henry menyentaknya, Zhoumi berbalik dan ternganga. Henry, Siwon dan Yesung terlilit kayu hidup itu. Maniknya beralih pada gadis Huldra yang merangkak seperti memainkan mainan dengan jemarinya. Zhoumi menatap makhluk itu dengan marah. Ia tak peduli lagi rasa takut atau apapun. Zhoumi berlari melewati bebatuan di pinggir sungai dan menebas kayu-kayu hidup yang menghalanginya.

Setelah melewati tanaman alang-alang. Akhirnya ia berhadapan langsung dengan Huldra.

Jleb!

Dan tanpa ragu, sekali tarikan napas, Zhoumi menusuk Huldra dengan Tantsnya. Tepat di Jantung. Manik mereka beradu. Si Hijau membulat sesaat kemudian kembali kalem seperti tak terjadi apapun. Melempar seringaian ke arah Zhoumi di depannya. Menatap dirinya dengan mata membulat.

"A-apa?" Zhoumi terbata, dirinya refleks mundur ketika seakan mendengar alarm tanda bahaya. Menendang dengan kayu hidup yang mengincarnya.

'Sial!' Runtuk Zhoumi. Tantsnya lenyap dirambati oleh kulit-kulit kayu dan hancur begitu saya di tubuh Huldra. Sekarang apa? Ia akan mati! Mati konyol di dunia Komik.

"Ugh!" Zhoumi tersentak kala lehernya berhasil dililit oleh kayu hidup dari belakang. Tubuhnya terangkat melayang.

"Zhoumi-ge!"

"Zhoumi!"

"Zhoumi!"

Semua terbelalak melihatnya. Siwon berusaha memberontak dalam lilitan kayu hidup ini tapi percuma.

"Ugh~ Le-lepas!" Ucap Zhoumi susah payah. Volume oksigen di dalam paru-parunya semakin menipis. Warna muka Zhoumi berubah merah, seakan semua darah berkumpul di wajahnya. Ia kesulitan bernapas. Maniknya semakin terbelalak saat melihat satu kayu hidup yang meruncing menghampirinya.

Zhoumi memejamkan matanya, siap merasakan sakit luar biasa yang akan ia rasakan. Dia akan Game Over.

Namun, lebih dari 2 menit ia tak merasakan apapun. Kecuali dadanya sesak kekurangan oksigen. Zhoumi membuka mata.

Yang ia lihat adalah, Huldra dan kayu hidup itu menguar cahaya hijau yang amat terang. Air muka Zhoumi sama seperti yang lainnya. Terkejut dan tanpa duga.

Setelah itu, perlahan kayu hidup yang melilit mereka masing-masih melemah dan kering. Membawa keempat lelaki itu turun menampak tanah.

Byarr!

Hancur dan meledak seketika bersama sang Huldra hijau. Melayangkan serpihan-serpihan kayu dan menjadi dedaunan hijau.

Siwon, Zhoumi,Yesung dan Henry terpaku melihatnya. Masih tak percaya.

"Hey kalian!" Suara berat Kibum membuyarkan keterpakuan mereka. Dengan serempak menoleh ke arah Kibum, Kyuhyun dan Sungmin yang berjalan menghampiri mereka.

"Kibum, apa yang terjadi?" Zhoumi bertanya tak mengerti. Ia bangkit kemudian menghirup udara dalam-dalam. Kibum berdehem.

"Kami menghancurkan intinya yang ternyata adalah sebuah pohon tua yang besar. Kami menghancurkan akar utama yang menyembul." Jelas Kibum.

"Ya, untung tidak terlambat." Sungmin menghampiri Henry dan membantunya berdiri.

"Tapi semua baik-baik saja kan?" Tanya Kyuhyun.

"Ya, tapi Zhoumi nyaris terbunuh tadi." Yesung menunjuk Zhoumi yang terbatuk mendengarnya.

"Ah. Tapi aku tak apa." Zhoumi melempar senyuman. Siwon menghampiri mereka.

"Omong-omong, apa kalian tau sesuatu bercahaya apa yang ada di sana itu." Siwon menunjuk ke arah cahaya hijau tempat Huldra tadi. Berkilat sesaat seperti pedang.

"Ayo kita kesana!" Kyuhyun yang pertama berlari ke sana di ikuti yang lain.

Adalah sebuah pedang. Di selimuti oleh cahaya hijau dengan sarung pedang dan gagang berwana coklat gelap keemasan. Kyuhyun ternganga melihatnya.

"Ini pedang!" Henry mengambil tempat di samping Kyuhyun. Tujuh lelaki itu berputar mengelilingi pedang bercahaya itu. Cahayanya perlahan menguar dan hilang. Mereka bisa jelas melihat keseluruhan pedang itu.

'L...' Kibum membatin memanggil Makhluk Mitologi lain berjenis Griffin. Elang bersayap dengan tubuh Singa.

Suara kepakan sayap terdengar setelahnya. Cukup jelas dan membuat mereka serempak menengadah.

"L!" Pekik Henry tersenyum lebar. L mendarat kemudian berjalan menghampiri mereka.

"Satu pedang. Kalian berhasil." Suara bass dari Griffin di hadapan mereka mengalun terbawa angin.

"Pedang dengan simbol burung Elang yang gagah. Berwarna coklat gelap dengan corak emas. Siapa yang pantas menjadi pemilik pedang ini?" Ucap L dengan agak tegas dan tersentak ketika teman-temannya serempak menatapnya. Sebagian tersenyum. Zhoumi menelan salivanya gugup lalu menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuk.

"Aku?" L membuat gestur seperti mengangguk. Zhoumi maju perlahan mengambil pedang itu dengan tangan kananya. Zhoumi memandang pedang di tangannya dengan takjub.

"U-uwah... kukira berat, ternyata ringan." Zhoumi memperhatikan setiap inchi pedangnya.

"Itu milikmu. Jika orang lain yang memegang, itu akan terasa sangat berat."

"Benarkah? Boleh aku coba?" Sungmin maju menghampiri Zhoumi dan mengambil alih pedang itu untuk mencobanya. Setelah pedang itu berpindah ke tangan Sungmin, Sungmin terlihat kesulitan.

"Uh ya, ini berat sekali. Ah ini Zhoumi, aku tak kuat." Sungmin hanya melempar cengiran, menggaruk belakang kepalanya tak gatal.

"Nama pedang ini?" Kibum akhirnya angkat bicara. Menatap L di depannya.

"Pedang yang terbentuk dengan keberanian, kemarahan dan kesetiaan." Manik L beralih menatap Zhoumi.

"Bravfire Sword. Pedang pertama yang berhasil kalian dapatkan. Selamat!"

.

.

.

TO BE CONTINUED!

Thanks for cho loekyu07, Emon204, ericomizaki13, entik hale, proxytas, dan 1213.

Terimakasih atas review kalian di chapter-chapter sebelumnya ^^

Reviewnya jangan lupa xD *plak

Salam manis,

VLB