Desclaimer

Masashi kishimoto

.

Paring : sasufemnaru

Rated : T

Genre : fantasy, romance, friendship

.

Summary : /putih dan hitam, positif dan negatif, kejahatan dan kebaikan, semua itu bertolak belakang tapi bukankah hal itu justru saling melengkapi akan kekurangan masing masing dan yang pasti kedua hal yang bertolak belakang itu saling membutuhkan/.../"ini adalah takdir yang tidak akan terbantahkan, jadi persiapkan hal yang paling buruk tapi kita harus tetap berjuang sampai titik darah penghabisan"/.../"karena aku adalah sang pendosa"/

.

Bellva balik lagi hai'hai

-lambaikan-tangan-dengan-senyum-gaje-

Warning : ooc mungkin, typos pasti, gaje banget, authornya masih baru, engga suka SASUFEMNARU balik aja sono engga usah baca.

.

OoOOoO

.

Sebelumnya

"Semuanya ikutlah dengan kami kerumah, Sasuke sudah mengijinkan kalian untuk bermalam dirumah kami" ucap Naru dengan riang, Shikamaru dkk merasa senang karena setidaknya mungkin mereka akan keluar dari hutan kematian dengan selamat. Sasuke dan Naru jalan didepan Shikamaru dkk, Naru mengamit lengat kiri Sasuke mereka terlihat seperti sepasang kekasih.

"Hey kenapa kita berjalan dengan santai, apa kalian tidak takut jika ada makhluk buas lainnya" ucap Ino mengamit lengan Sai kekasihnya karena takut

"Um, tenang saja mereka tidak akan mendekat" ucap Naru menengok kebelakang tepatnya kearah Ino dan Sai

"Kenapa kau bisa setenang itu, Akamaru saja sampai ketakutan seperti ini aku yakin makhluk itu berada tak jauh dari kita" ucap Kiba dengan pandangan was was melihat kesegala penjuru

"Ah, mungkin karena ada Sasuke disini jadi anjingmu takut" ucap Naru berhenti dan meatap kearah Akamaru, perkataan Naru membuat mereka bingung apa hubungannya Sasuke dan ketakutan Akamaru.

.

Chapter 2

.

Setelah beberapa menit berjalan Shikamaru dkk menyadari jika tidak ada hewan sama sekali saat ini, Shino melirik Sasuke yang seperti seorang ninja sensor kerena Sasuke memakai kain untuk menutupi matanya tapi Neji memberitahu jika Sasuke tidak memiliki chakra sama sekali, 'ini aneh sekali' batin Shino Ternyata bukan hanya Shino saja berfikir jika Sasuke bukanlah orang biasa, Neji masih tidak percaya jika Sasuke yang tidak memiliki chakra bisa membuat panah itu dilapisi api hitam,

Bahkan Neji saat ini mengaktifkan byakugannya untuk memeriksa apakah ada sesuatu yang aneh kegiatan Neji sama sekali tidak diketahui yang lainnya karena Neji berada dipaling belakang tapi ternyata tanpa disadari oleh Neji jika Sasuke menyadari hal itu namun Sasuke tetap membiarkan hal itu dan lebih memilih menanggapi ocehan Naru yang saat ini mengamit lengannya seperti "pohon ini besar sekali", "udara disini bernar benar sejuk", "aku tidak tau jika pemandangan disini benar benar indah". Walaupun Sasuke hanya menanggapinya dengan 'hn' tapi Naru cukup senang karena Sasuke mendengar apapun yang ia katakan dan tidak mengabaikannya. Shikamaru dkk yang berada dibelakang Naru dan Sasuke hanya menatap bingung kearah mereka atau lebih tepatnya pada Naru seakan akan jika Naru baru keluar dan melihat hutan ini atau mungkin Naru dan Sasuke tersesat baru beberapa hari dan mereka tidak pernah keluar dari persembunyian karena makhluk buas itu, seperti itu pikiran mereka saat ini.

Saat ini mereka berdiri didepan sebuah gua tak jauh disana ada sebuah danau yang lumayan besar serta taman bunga liar disisi danau itu, benar benar indah dan nyaman jika tempat ini bukan di dalam hutan kematian. "Masuklah" ucap Naru mempersilahkan mereka masuk kedalam gua itu, setelah masuk mereka benar benar terkejut didalam gua ini begitu bersih dan lagi terdapat dua buah tempat tidur, meja dan sofa, meja makan, serta peralatan dapur lainnya. 'Apa ini gua hotel seperti yang ada di negri asing itu' batin Shikamaru dkk mengingat salah satu acara televisi yang menawarkan suasana kamar hotel yang berbeda.

"Hey bagaimana bisa gua seperti ini memiliki tempat tidur dan barang barang lainnya" tanya Temari penasaran

"Sasuke yang membawanya kemari, memangnya kenapa" tanya Naru dengan wajah polos

"Em tidak kenapa kenapa sih, hanya saja aneh rasanya melihat gua yang bersih dan memiliki barang barang ini semua" ucap Temari sedikit canggung karena ditatap intens oleh Naru dengan wajah polos atau mungkin bodoh, entahlah Temari tidak tau itu

"Itu berarti Sasuke selalu bisa keluar dari hutan ini, lalu kenapa kalian berdua tidak keluar saja dari sini bukankah tempat ini sangat berbahaya" ucap Shikamaru menatap tajam kearah Naru dan Sasuke yang kini duduk disofa berwarna biru tersebut.

"Disini tidak berbahaya" bantah Naru melupakan kejadian saat serigala besar itu hampir saja menyerangnya jika saja Sasuke tidak menolongnya, sedangkan Shikamaru dkk hanya menatap Naru tidak mengerti seakan akan 'lalu-bagaimana-dengan-serigala-yang-hampir-menyerangmu'

"Hey apa kau gila tidak berbahaya apanya, bukankah tadi kau hampir saja diserang serigara besar itu" ucap Kiba yang menggendong Akamaru didekapannya.

"Errr itu karena aku pergi ketempat kalian" ucap Naru yang terlihat ragu sejujurnya Naru juga baru pertama kali melihat serigala besar itu karena sebelumnya Sasuke hanya memperingati dirinya agar tidak keluar dari 'rumah' mereka karena ada makhluk buas yang akan memakannya jika dirinya keluar tanpa adanya Sasuke disisinya.

"Jadi selama ini kalian tidak pernah diserang oleh serigala raksasa itu" tanya Menma

"Ya aku bahkan baru pertama kali melihat makhluk buas itu, walaupun aku sudah diberitahu Sasuke jika ada makhluk seperti itu" ucap Naru membuat mereka yakin jika Sasuke melarangnya keluar dari 'rumah' mereka

"Sudah berapa lama kalian ada disini" tanya Neji yang tertarik dengan Naru dan Sasuke

"Sudah lama sekali sejak kami masih kecil, benarkan Suke" riang Naru menoleh kesampinya tempat Sasuke berada tapi Sasuke hanya berdiam diri tanpa menjawab apapun, Shikamaru dkk menatap mereka dengan tatapan horor 'bagaimana mungkin mereka masih bisa bertahan sampai sekarang' batin mereka serempak

"Dan kalian masih bisa bertahan sampai sekarang" ucap Tenten menunjuk kearah mereka berdua dengan tidak sopannya

"Kalian ini kenapa sih, apa ucapanku ada yang salah" ucap Naru memiringkan kepalanya dan terlihat sangat manis didepan mereka semua

"Tentu saja ini salah apa kau tau hutan ini sangat berbahaya dan terlarang untuk dimasuki, bukankah kau sendiri yang bilang kami semua akan mati seperti yang lainnya saat kami hendak pergi" tanya kankuro

"Ya, karena waktu itu aku melihat ada seseorang disungai, Sasuke mengatakan jika itu perbuatan makhluk buas" ucap Naru dengan nada sedih

"Jadi kenapa sampai sekarang kau masih tetap disini Sasuke" ucap Shikamaru tajam karena dirinya mengetahui jika Sasuke pasti menyembunyikan sesuatu jika tidak untuk apa mereka masih tetap di hutan ini sampai sekarang, tapi masalahnya bagaimana mungkin saat mereka masih kecil bisa bertahan disini Shikamaru tidak bisa membayangkan perjuangan mereka untuk menyelamatkan diri mereka. perjuangan, setidaknya itulah yang Shikamaru pikirkan.

"Bukan urusan kalian" ucap Sasuke dingin,

"Suke aku lapar" ucap Naru sambil memegang perutnya menatap wajah Sasuke yang tertutupi kain dimatanya

"Tunggulah disini aku akan mencarikan sesuatu untukmu" ucap Sasuke berdiri bersiap untuk pergi namun

"Kami ikut karena kami juga lapar, kami akan membantumu mencari makanan" ucap Shikamaru menghentikan Sasuke

"Dan menjadi beban untukku" ucap Sasuke sinis

"Kami bisa menjaga diri kami sendiri" ucap Neji yang merasa tersinggung bagaimanapun juga dirinya tidak ingin dikatakan lemah oleh orang lain apalagi oleh seseorang yang tidak memiliki chakra sedikitpun harga dirinya sebagai shinobi tercoreng

"Benar kami bisa menjaga diri kami" ucap Kankuro menyetujui ucapan Neji, Sasuke tidak mengatakan apapun meninggalkan mereka dengan tatapan bingung dengan sikap Sasuke itu.

"Pergilah, Sasuke mengijinkan kalian untuk ikut" ucap Naru menatap mereka dengan senyuman manisnya

"Baiklah Ino, Tenten, Sakura, Hinata, dan Temari kalian tetap disini kami para lakilaki akan pergi mencari makanan" ucap Shikamaru memerintah sedangkan yang lainnya menurut karena mereka para lakilaki tidak ingin para wanita terluka

"Dan kau Temari tolong jaga mereka selagi kami tidak ada" ucap Neji karena Temari lebih kuat diantara para wanita dan lebih tua satu tahun dari mereka

"Yaya kalian tenang saja, dan cepatlah pergi atau kalian akan kehilangannya" ucap Temari bersedekap menatap malas, para ninja lakilaki itu pergi keluar mengejar Sasuke yang mungkin sudah agak jauh dari mereka.

"Sebaiknya kalian duduklah" ucap Naru menyuruh para kunoichi itu untuk duduk, bisa dilihat dengan jelas jika mereka terlihat canggung entah karena apa Naru tidak tau hanya bisa menatap intens kearah mereka. Sampai Temari berdehem(?) Dengan agak keras sebelum duduk disofa itu. Naru tersenyum manis melihat itu membuat mereka merona sekaligus iri.

"Astaga" pekik Naru membuat mereka terkejut "bagaimana ini tempat tidurnya hanya ada dua" ucap Naru histeris membuat mereka mengerjabkan mata mereka dengan cepat

"Um Naru-san tidak apa apa kau tidak usah takut, Tenten membawa segalanya di gulungannya" ucap Ino yang sedikit geli melihat wajah panik Naru

"Gulungan" tanya Naru tidak mengerti

"Yap aku membawa kantung tidur, tapi hanya ada 5 buah" ucap Tenten memberitahu mereka

"Tidak apa apa kantung tidur itu untuk para wanita dan untuk para lakilaki biarkan saja mereka" ucap Temari dengan tenang dan tidak perduli

"Eh tapi-"

"Temari benar kita sebagai wanita harus tidur nyaman untuk menjaga kecantikan kita, ok sudah diputuskan kantung tidur itu untuk kita" ucap Ino memotong perkataan Naru

"Ya itu benar" riang Sakura menyetujui ucapan Ino

"Apa tidak apaapa" tanya Naru

"Tidak apa apa" ucap Ino Tenten dan Sakura secara bersamaan, dan Hinata hanya tersenyum menyetujuinya lalu bagaimana dengan Temari? Temari mengangguk kecil tanpa mengucapkan sepatah katapun tapi anggukannya sudah memberitahu mereka jika Temari menyetujui itu, aneh.

"Baiklah" ucap Naru tersenyum manis

"Jadi Naru apa benar jika kau dan Sasuke sudah bersama sejak kecil" tanya Ino mengingat perkataan Naru sebelumnya, dan dijawab anggukan oleh Naru

"Apa kau dan Sasuke itu adalah sepasang kekasih" ucap Ino

"Ck kau ini, itu sudah terlihat dengan jelas bukan" ucap Sakura mencemooh pertanyaan Ino

"Hey aku hanya ingin kepastian saja" ucap Ino tidak suka dengan perkataan Sakura itu yang selalu saja mencari masalah dengannya

"Um~ kekasih itu apa" tanya Naru menatap mereka tanpa berkedip, membuat Ino, Sakura dan Hinata melongo membuka mulutnya sedikit lebar, sedangkan Tenten menjatuhkan kunai yang saat ini sedang ia bersihkan dan Temari menjatuhkan kipas kecil ditangannya setelah mendengar pertanya bodoh-polos dari mulut Naru.

"Astaga, kekasih itu adalah orang yang kau cintai" ucap Tenten yang sudah sadar dari rasa keterkejutannya.

"Cintai" tanya Naru bingung

"Sekarang tolong jelaskan, bagimu Sasuke itu apa" ucap Ino

"Hm orang yang baik karena selalu memberiku makan" ucap Naru polos sambil memiringkan kepalanya

"Bodoh" ucap semua kunoichi membuat Naru mem-pouth-kan bibirnya

"Dengar kau akan tau siapa yang kau cintai jika jantungmu berdebar dengan cepat, sekarang jawab pertanyaanku apa setiap kau bersama lakilaki buta itu jantungmu berdebar dengan cepat" ucap Ino

"Lakilaki buta siapa" tanya Naru mengerutkan keningnya

"Ck, tentu saja Sasuke"

"Sasuke tidak buta" pekik Naru membuat Ino dan lainnya terkejut

"Kalau bukan karena buta kenapa matanya ditutup seperti itu" ucap Sakura menatap kearah Naru yang menundukan kepalanya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Ditempat para lakilaki

Para Shinobi lakilaki itu awalnya sedikit kesulitan menemukan Sasuke yang sudah pergi entah kemana tanpa menunggunya, membuat mereka bingung dan waspada. Bingung karena Sasuke pergi kemana dan waspada karena hutan ini sangat berbahaya, Neji yang menggunakan byakuganpun kesulitan untuk mencari Sasuke karena Sasuke tidak memiliki chakra ditubuhnya beruntung saat ini ada Kiba dan Akamaru mereka berdua mencium aroma tubuh Sasuke.

Mereka berlari kearah Sasuke karena Kiba mengatakan pada mereka jika aroma tubuh Sasuke bercampur dengan darah, namun setelah sampai disana ternyata aroma darah itu bukan milik Sasuke namun milik hewan rusa yang ada di atas pundaknya dan beberapa buah di keranjang yang Sasuke bawa. Sasuke menyadari kehadiran mereka hanya diam dan terus melangkah. Shikamaru dan lainnya hanya bernafas lega karena jika Sasuke terluka atau mati mereka pasti tidak akan pernah keluar dari hutan kematian ini dengan selamat.

"Wah Sasuke-san sudah mendapatkan semua makanannya" ucap Sai tersenyum palsu menyembunyikan manik onyx miliknya walaupun mata Sasuke tertutup Sasuke dapat merasakan jika Sai dengan tersenyum palsu yang ganjil baginya

"Jika kalian ingin makan carilah sendiri" ucap Sasuke datar terus berjalan tanpa memperdulikan mereka yang mengikuti Sasuke di belakang.

"Kalau begitu tunggulah kami, kau tau sendiri kami sama sekali tidak tau apa apa tentang hutan ini selain berbahaya dan terdapat makhluk buas" ucap Menma jengkel karena tidak menyukai sikap Sasuke yang benar benar menyebalkan, tapi Sasuke tidak menanggapinya

"Apa jadinya jika Naru tau kau sama sekali tidak mau membatu dan menunggu kami untuk mencari makanan, mungkin Naru sendiri yang akan membantu dan menunggu kami" ucap Gaara datar membuat Shikamaru menyeringai senang

Sasuke berhenti begitu juga dengan yang lainnya, saat Sasuke menatap mereka semua dengan mata tertutupnya tapi mereka sangat yakin jika saat ini mereka sedang ditatap tajam oleh Sasuke "kalian beban" dingin Sasuke, walaupun mereka merasa terintimidasi tapi mereka merasa kesal "pergilah aku disini" ucap Sasuke membuat mereka mengerjabkan matanya tak percaya tapi setelah itu mereka tersenyum dan memencar.

Sasuke mendudukan dirinya di rumput hijau, Sasuke tau jika sedari tadi dirinya sedang diperhatikan tapi Sasuke bersikap seolah oleh tidak menyadarinya. Benar saja di belakang pohon yang berjarak sepuluh meter dari arah jam sembilan ada seseorang yang nampak sedang mengawasi Sasuke. Satu jam berlalu para shinobi itu berkumpul kembali di tempat Sasuke dengan buah, ikan dan hewan ditangan mereka. Mereka membawa 'makanan' mereka untuk dimakan bersama tapi mungkin untuk makanan yang dibawa Sasuke hanya untuk dirinya dan Naru saja, ah dasar pelit.

Perjalanan Sasuke dan para shinobi konoha bisa dibilang biasa saja tidak ada apapun yang menyerang mereka, dan ini sangat aneh karena saat pertama kali mereka memasuki hutan kematian saja tiba tiba ada lima serigala yang memiliki ukuran tubuh tidak normal tapi sekarang makhluk buas itu tidak berada didekat mereka karena Neji saat ini sedang mengaktifkan byakugannya untuk berjaga jaga jika makhluk itu datang menyerengan mereka walaupun sampai sekarang makhluk buas itu tidak terlihat sama sekali membuat dirinya mendesah lega.

Beda halnya dengan Shino, seluruh serangga miliknya terus ketakutan tapi karena apa Shino benar benar tidak tau. Shino melirik Akamaru yang bersembunyi didada Kiba juga terlihat ketakutan, Shino mengirim salah satu serangganya untuk mendekat kearah Sasuke karena Shino merasa curiga terhadap Sasuke yang penuh misteri itu. Satu kata yang dapat mewakili hatinya yaitu, kaget. Shino benar benar kaget melihat serangganya terbakar Shino bisa lihat jika api itu adalah api hitam, 'siapa kau sebenarnya Sasuke' batin Shino

Sasuke memasuki 'rumah' dirinya dan Naru dan memberikan buruannya serta buah buahan yang ia dapat tadi pada Naru, Naru dengan senang hati mengolah makanan itu agar layak dan nikmat untuk dimakan, bukan hanya Naru para kunoichi pun ikut membantu Naru untuk memasak. Dan untuk rempah rempahnya sedikit banyak tumbuh tak jauh dari 'rumah' mereka.

Setelah acara makan memakan itu selesai, Sasuke membawa Naru ke sebuah pohon Sakura besar tak jauh dari rumah mereka. Naru kini duduk bawah pohon sakura dengan Sasuke yang memeluk dirinya dibawah pohon, mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih padahal tidak seperti itu.

"Suke" ucap Naru memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan Sasuke yang ada dibelakangnya

"Hm" gumam Sasuke, Naru membuka kain yang menutupi mata Sasuke dan memperlihatkan mata Sasuke yang berwarna hitam dengan bintang berwarna merah darah (tanpa tomoe/bukan sharinggan hanya merah darah) walaupun keturunan Uchiha juga memiliki mata sharinggan yang berwarna merah tapi juga memiliki tomoe (ps: disini Bellva membuat para Uchiha memiliki mangekyo sharinggannya seperti obito semua tapi hanya klan inti saja yang punya mangekyo) dan tentunya saat saat biasa mata mereka berwarna onyx bukan merah seperti Sasuke, sangat aneh dimata orang lain tapi Naru sangat menyukai mata indah Sasuke.

"Kenapa kau menyembunyikan mata indahmu itu" tanya Naru menangkup wajah Sasuke dengan kedua tangannya dan menatap intens mata Sasuke. Sasuke merasa senang disaat orang lain menganggap matanya menakutkan tapi Naru menganggapnya indah.

"Hm" gumam Sasuke membuat Naru menghelakan nafasnya

"Itu bukan jawaban Suke" ucap Naru menenggelamkan wajahnya pada leher Sasuke dan memeluk Sasuke erat, Sasuke juga membalas pelukan Naru dengan sangat erat seakan akan jika ia melonggarkannya Naru akan hilang.

"Maaf, tidurlah" ucap Sasuke mencium kepala Naru, Naru sendiri hanya menganggukan kepalanya karena saat ini Naru memang merasa sangat mengantuk setelah beberapa menit Sasuke bisa merasakan deru nafas teratur dari Naru, Sasuke menatap wajah polos nan indah itu sebelum memasang kembali kain penutup di kedua matanya dan berdiri mengangkat Naru ala bridal style

Di tempat para shinobi konoha

Mereka membuat api unggun didepan 'rumah' Sasuke dan Naru, terlihat jika para wanita sedang bergossip tentang kesialan mereka masuk kedalam hutan kematian yang penuh dengan nyamuk dan serangga dan mereka tidak membawa lotion serangga karena awalnya mereka hanya melakukan sebuah tes jadi mereka sama sekali tidak membawa apapun kecuali sebuah kunai dan diri mereka sendiri.

"Arrgh benar benar menyebalkan" teriak Sakura

"Oi tidak perlu berteriak seperti itu, kau benar benar berisik" ucap Kiba yang merasa telinganya berdengung sakit

"Tapi ini benar benar menyebalkan, dan kemana mereka berdua itu jangan jangan kita ditinggal ditempat ini" ucap Sakura yang frustasi pada keadaan mereka saat ini

"Benar juga sedari tadi kedua orang itu tidak ada" ucap Tenten melihat lihat sekitarnya

"Oi Shika bagaimana jika mereka meninggalkan kita disini" ucap Kiba menoleh kearah Shikamaru yang duduk di paling belakang bersama Temari

"Kami tidak meninggalkan kalian" ucap Sasuke baru tiba dengan Naru yang tertidur ia gendong ala bridal style, mereka berdua menjadi pusat perhatian para shinobi

"Astaga apa yang terjadi pada Naru" pekik Ino berfikir jika Naru pingsan segera berlari kearah Sasuke dan Naru tapi Sai menahan lengannya

"Naru tertidur" ucap Sai tersenyum pada Ino untuk menenangkan dirinya, Ino menghela nafasnya sebelum duduk kembali disisi Sai tapi kecemasan masih ada di paras cantiknya itu.

Sasuke membaringkan Naru ditempat tidurnya, Sasuke mencium kening Naru dengan lembut sebelum pergi keluar menemui para shinobi konoha itu. Para shinobi menatap Sasuke yang sedang mendekati mereka dengan tatapan heran "pergilah" perintah Sasuke pada mereka

"Hey apa apaan kau ini, kau mengusir kami" ucap Kiba menggeram kesal tidak terima dengan apa yang Sasuke katakan itu

Sasuke mengangkat tangan kanannya. Blasst, tiba tiba saja muncul api hitam di tangan kanan Sasuke para shinobi itu terkejut dengan apa yang dilihat mereka "ikuti api hitam ini dan kalian akan selamat" ucap Sasuke datar

"Atas dasar apa kami harus percaya dengan kata katamu bagaimana jika ditengah perjalanan api itu padam lagi pula dengan cara api hitam itu bisa menunjukan jalan keluar" tanya Shikamaru tapi Sasuke tidak mengubah ekspresinya, api hitam ditangan Sasuke tiba tiba saja melayang kearah mereka dan mengelilingi tubuh mereka

"Baiklah kami akan pergi" ucap Shikamaru yang entah kenapa mempercayai ucapan Sasuke, tapi tidak halnya dengan yang lain

"Tapi Shika bagaimana jika ini adalah jebakan" ucap Kankuro

"Dia (menunjuk Kiba) bisa mengendus aroma diriku bukan" ucap Sasuke sinis dan mendapatkan tatapan tidak suka dari Kiba "tapi kau (menunjuk Sai) tetap disini" ucap Sasuke

Tubuh semuanya menegang kenapa Sasuke menginginkan Sai tetap disini "maafkan aku, tapi aku rasa itu tidak bisa Sai juga adalah ninja Konoha" ucap Neji datar menatap Sasuke dengan alis yang bertautan

"Bisa atau tidak laki laki itu akan tetap disini" ucap Sasuke mengeluarkan aura mencekam sampai sampai udara seakan tidak ada disekitar mereka dan tentunya membuat mereka sulit untuk bernafas

"Apa alasanmu menginginkan aku tetap disini" ucap Sai dengan senyum palsunya walaupun sebenarnya Sai merasa takut pada Sasuke yang notaben tidak memiliki chakra, ok itu tidak mungkin Sasuke pasti memilikinya pikirnya.

"Karna kau memata matai kami" ucap Sasuke yang tiba tiba saja berada di belakang tubuh Sai dengan menodongkan telapak tangannya yang seolah olah tangannya itu adalah pisau, tapi mereka tau Sasuke tidak akan bertindak bodoh menjadikan telapak tangannya sebagai senjata hanya sebagai gertakan semata pasti tangannya bisa menghancurkan leher Sai dalam sekejap.

"Apa maksudmu Sasuke-san" ucap Sai dengan senyum palsunya tanpa merasa takut jika nyawanya terancam, sedangkan para shinobi yang lainnya memasang pose siap bertarung

"Cih, berikan data data diriku dan Naru yang telah kau catat itu" ucap Sasuke sedikit menekan leher Sai dan mereka bisa melihat jika ada setetes darah yang mengalir disana

"Lepaskan Sai pria buta" teriak Ino pada Sasuke yang tidak terima jika kekasihnya diperlakukan seperti itu tapi Sasuke mengacuhkan hal itu

"Ara~ memangnya siapa dirimu sampai sampai aku harus mencatat data kalian, kau benar benar terlalu percaya diri Sasuke-san" kekeh Sai dengan senyum palsu andalannya yang tidak pernah lepas sedetikpun

"Benar Sai tidak mungkin melakukan hal itu, memangnya kalian siapa hah apa kalian buronan yang melarikan diri kesini" sinis Ino

"Dan juga kenapa kau harus repot repot bukankah kau masyarakat biasa walaupun data data kalian ada ditangan Sai, kenapa aku merasa jika sekarang kau sedang takut" ucap Shikamaru dengan tenang dan menampilkan wajah serius yang jarang ia tunjukan

.

Tbc

.

Chapter selanjutnya

"TIDAK"

"Apa maksud semua ini Sasuke.. Hiks kau jahat" ucap Naruto dengan mata berkaca kaca

"Ucapan anda benar -Sama" ucap seseorang yang menunduk memberi salam kepada tuannya

"Akhirnya kita bertemu lagi-"

"Kau menyedihkan tua bangka"

"Whoaa luar biasa" ucap Naru dengan nada yang berbinar

Ah~ Bellva akhirnya update juga wehehe.

Ara kenapa jadi begitu Sai mencatat data data tentang SasuNaru? Tapi buat apa dan kenapa, lalu apa nanti akan ada pertempuran disana?

.

Bellva minta saran, kritik ataupun flame juga boleh kok supaya Bellva bisa belajar dari kesalahan jadi jangan lupa

R

E

V

I

E

W

-Nya itupun kalau kalian berkenan Bellva engga akan memaksa :3

Yosh sampai jumpa di chapter selanjutnya.

.

.::Bellvania-pyon::.