*Jika anda menemkan typo harap dimaklumi
" Baby "
Disclaimer: Kuroko no Basuke punya Fujimaki Tadatoshi.
Story: InacchiFuri412
Rating: T
Pairing: AkaFem!Furi , KuroFem!Furi
Genre: Family, Hurt/Comfort
Warning: OOC. Genderbender, Alur kecepatan (mungkin), (sedikit) GAJE
Jika tidak suka, jangan dipaksakan untuk membacanya,ya
.
.
.
.
.
Enjoy \(=w=)/
-oOo-
Kouki bertemu dengan teman SMAnya.
"K-Kuroko!" ucap Kouki Kaget
"Akashi-san!" Begitu juga Kuroko yang takdisangka bisa bertemu dengan Kouki –manajer tim basket yang dia & Akashi taksir-. "Apa yang kau lakukan disini?" tanya Kuroko.
"Aku dan Seiji sedang berjalan-jalan pagi"
"Tapi ini musing dingin, gimana kalau kau dan Seiji sakit?"
"Tidak akan kok lihat, kami berdua memakai jaket yang tebal" ucap Kouki sambil tersenyum
wuss
Angin musim dingin bertiup dengan kencang membuat ibu dan anak ini takkuasa menahan dinginnya udara -meskipun mereka sudah memakai pakaian yang hangat dan tebal-. Karena kasihan Kurokopun mengajak Kouki dan anaknya ke cafe terdekat.
"Udaranya sudah mulai sangat dingin, gimana kalau kita ke cafe sebentar?" tanya Kuroko dengan suara datar sambil tersenyum.
"Eh? baiklah"
Akhirnya merekapun ke cafe dekat tak jauh dari lapangan. Memasuki cafe tersebut, merasakan kehangatan –mereka memakai penghangat ruangan- mencari tempat duduk dan mendapatkan tempat duduk di dekat jendela cafe tersebut. Pelayanpun mendatangi mereka bertiga.
"Maaf mau pesan apa?" tanya pelayan
"Aku kopi panas, kau mau pesan apa Kouki?" ucap Kuroko sambil melirik kearah Kouki
"E-eh!? t-tapi aku tidak bawa uang-"
"-Aku yang bayar" ucap Kuroko
"Baiklah, aku... susu coklat panas saja" jawab Kouki
"Ok pesanan akan segera diantarkan" ucap pelayan dan pergi meninggalkan mereka
"A-ano Kuroko terima kasih, maaf sudah merepotkanmu" ucap Kouki duduk sambil membenarkan gendongan Seiji.
"Tidak apa-apa kok. Kau kesini dengan siapa? Dimana Akashi-kun?"
"Eh? Um.. di rumah-"
"- aku mengerti"
"Eh? Maksudmu?"
"Aku tau kau dan Akashi-kun sedang mempunyai masalah yang tidak akan dapat terselesaikan"
"Kau… sudah tau?" Tanya Kouki bingung
Kuroko mengangguk terlihat senyum tipis diwajahnya. Tiba-tiba wajah Kuroko mulai memerah dan sedikit grogi.
"Ano A-Akashi-san ada yang ingin kukatakan, padamu" ucap Kuroko tiba-tiba.
"Apa itu?"
"Er… Menikahlah denganku" ucap Kuroko, tangan Kuroko langsung memegang salah satu tangan Kouki
"Eh!?" Kouki kaget bukan main mendengar kata-kata Kuroko. "K-kau b-bercanda kan Kuroko?" ucap Kouki ragu.
"Tidak, aku benar-benar serius Aka-maksudku Kouki" Kuroko menatap Kouki dengan wajah serius.
"A-aku mengerti perasaanmu Kuroko, tapi kau tau kan aku ini sudah menikah dengan Sei dan kami sudah mempunyai an-"
"-aku tidak peduli, aku hanya ingin membahagiakanmu" memegang tangan Kouki erat-erat. "dan lagi pula Akashi-kun tidak akan pernah kembali lagi kepadamu" tambahnya .
"Apa maksudmu Kuroko?" Kouki langsung menarik tangannya. "Apa maksudmu Sei tidak akan pernah kembali lagi kepadaku?". Kuroko hanya menunduk sedih. "Jawab aku Kuroko?".
"…"
"Kumohon" Koukipun meneteskan air matanya.
Kuroko masih tertunduk, iapun menggambil handphone dalam jaketnya. membuka email dari Seijuurou dan memperlihatkan ke Kouki. Koukipun membaca email dari Seijuurou.
From: Akashi-kun
Subject: Pernikahan
Kuroko, apa kau masih mencintai Kouki?
Jika iya, aku ada permintaan denganmu.
From: Akashi-kun
Subject: Pernikahan
Kumohon menikahlah dengan Kouki, buatlah Kouki hidup bahagia.
From: Akashi-kun
Subject: Pernikahan
Aku tau permintaanku aneh, tapi kumohon.
From: Akashi-kun
Subject: Pernikahan
Ayahku menyuruhku untuk menceraikan Kouki, dan aku akan dinikahkan lagi dengan teman ayahku.
From: Akashi-kun
Subject: Pernikahan
Aku tidak bisa membantah perkataan ayahku. Dan aku juga tidak ingin melihat Kouki menderita lebih lanjut gara-gara aku.
From: Akashi-kun
Subject: Pernikahan
Pernikahanku dilaksanakan senin depan di kediamanku, jadi aku ingin kau menikahi Kouki di hari yang sama agar dia tidak mengetahui tentang pernikahanku.
From: Akashi-kun
Subject: Pernikahan
Terima kasih Kuroko, aku sangat senang bisa menjadi rivalmu. Dan aku juga minta maaf telah memaksamu untuk menikahi Kouki.
.
.
.
Kouki hanya bisa meneteskan air mata sambil melihat email dari Seijuurou-merasakan bahwa Seijuurou masih mencintainya-. Kuroko hanya menatap Kouki dengan perasaan sedih.
"…"
"…"
Hening menyelimuti mereka berdua
"Baiklah" ucap Kouki tiba-tiba sambil mengelap air matanya. Dan langsung mencium kening Seiji. Mata Seiji –yang mirip dengan Seijuurou- melihat ibunya yang dari tadi mengeluarkan air mata mulai tersenyum kembali. "Demi Sei, aku mau menikah denganmu" ucapnya lanjut.
Persaan Kuroko bercampur aduk antara senang dan sedih. Senangnya, dia akhinya bisa menikahi orang yang dicintainya sedangkan sedihnya, dia merasa bahwa Kouki terpaksa menerima lamarannya hanya demi Seijuurou. Kurokopun beranjak dari tempat duduknya dan berpindah dekat Kouki. Kouki hanya tersenyum lembut kepada Kuroko. Kurokopun membalas senyumannya yang sangat tulus.
"Ano, Kuroko. Apa orang tuamu setuju ?"
"Setelah mendapat email dari Akashi-kun, aku langsung menghubungi orang tuaku dan mereka merestuinya"
"Apa orang tuamu tidak keberatan kau menikahiku?"
"Kau sepertinya meragukanku ya Kouki?"
"Eh? Bukan begitu Kuro-"
"-Tetsuya, mulai sekarang panggil aku Tetsuya".
"Ba-baiklah!" pipinya Kouki mulai merona merah, Seiji tersenyum melihat ibunya sekarang bahagia.
.
.
.
Hari seninpun tiba. DiTokyo dipernikahannya Kuroko dan Kouki, Kouki memakai gaun pernikahan yang berwarna putih dengan surai coklat susunya yang diurai begitu saja. Kouki tersenyum –bahagia- saat menghampiri Kuroko yang sekarang adalah suaminya. Seiji yang masih tertidur berada di gendongan ibu Kouki. Teman-teman dari seirin menghadiri pernikahannya tersebut termasuk juga para kiseki no sedai kecuali Seijuurou. Kouki yang sekarang bukanlah bukanlah Akashi Kouki tetapi, Kuroko Kouki begitu juga dengan Seiji. Dan mereka hidup bahagia.
Diwaktu yang sama tetapi di tempat yang berbeda –Kyoto- Seijuurou menikah dengan anak teman ayahnya dengan memakai baju adat. Selama pernikahan, Seijuurou tidak merasakan kebahagiaan sama sekali karena dia tidak bersama orang yang dicintainya –Kouki-.
Drrttt... Drrttt
Handphone Seijuurou bergetar menandakan email masuk. Seijuuroupun mengambil handphonenya dan membukanya, ia terkejut melihat email yang dia dapatkan yang taklain adalah istrinya sendiri –Kouki-. Seijuuroupun membaca email tersebut.
From: Kouki
Subject: pernikahan
"Sei… selamat atas pernikahanmu, semoga kau bahagia"
'Tch! Bahagia apanya' guman Seijuurou sambil mengeluarkan air matanya menatap handphone yang berisi email –terakhir- dari Koukinya.
.
.
.
-oOo-
#FIN
OMAKE
(Akashi POV)
Di pengadilan. Kouki memakai dress biru polos dengan rambut yang diurai duduk dideretan sebelah kanan. Sedangkan diriku memakai kemeja rapih seperti biasa duduk dideretan sebelah kiri. Suara ketukan dari sang hakim menggema di dalam ruangan menandakan perceraian kami. Kouki dan aku beranjak dari tempat duduknya dan berdiri berhadapan, dan menunduk hormat. Sudah 6 tahun berlalu kami tidak bertemu, dan sekarang bertemu kembali Tetapi dengan hubungan yang berbeda.
"Kou- maksudku Kuroko-san, lama tidak berjumpa bagaimana keadaanmu dan Seiji sekarang?" ucapku untuk memulai pembicaraan kami, mungkin ini yang terakhir kalinya.
"Aku dan Seiji baik-baik saja, Bagaimana dengan dirimu Akashi?"
Ah Akashi...ya benar, sekarang dia tidak memanggilku Seijuurou lagi. Memang menyakitkan tapi apa boleh buat sekarang dia tidak lagi bersama diriku, sekarang dia bersama keluarganya yang baru.
"Aku baik-baik saja" sepertinya aku berbohong, tapi mungkin ini lebih baik.
"Baguslah kalau begitu" dia mengeluarkan senyuman yang kurindukan.
Kami keluar dari ruang pengadilan sambil mengobrol, dia tidak berubah sama sekali. Tapi obrolan kami terhenti ketika suaminya berdiri diluar bersama anaknya sedang menunggu dirinya. Ya suaminya, tak lain adalah temanku sendiri Kuroko Tetsuya. Kouki menunduk kepadaku seperti mengucapkan salam perpisahan kepadaku dan pergi menghampiri suami dan anaknya. Aku melihat mereka tapi kemana Seiji kok dia tidak ada, ah mungkin saja dia tidak ikut. Entah kenapa hatiku merasa tambah hancur ketika suaminya –Kuroko- mencium kening Kouki yang menandakan kasih sayang, Koukipun membalasnya senyuman. Tak bisa aku melihat lebih lanjut lebih baik aku berbalik.
"Aduh!"
Sepertinya aku menabrak seseorang. Aku melihat kebawah ternyata seorang anak laki-laki yang sangat mirip denganku, aku merasakan betapa familiarnya dia, aku sempat berpikir bahwa anak itu adalah diriku waktu masih kecil. Aku perhatikan anak itu dari ujung kepala hingga ujung rambut. Ya, mirip sekali yang membedakan hanyalah warna matanya yang coklat susu. Apa mungkin dia Seiji?, ah tidak mungkin.
"Apa kau baik-baik saja?"akupun bertanya.
"Iya, aku baik-baik saja" ucapnya dan dia tiba-tiba menunduk hormat "Maafkan saya paman, seharusnya saya yang meminta maaf" tambahnya lagi dengan tatapan datarnya.
Sifatnya yang sopan, itu juga mirip denganku. Tiba-tiba aku mendengarkan suara panggilan yang tak lain adalah suara Kouki.
"Seiji, ayo pulang!" Aku terkejut ketika Kouki memanggil anak ini.
"Hai~ Okaa-san !. Maaf paman ibu saya memanggil, saya permisi dulu" anak itupun pergi. Aku melihatnya dia berlari menuju Kouki. Koukipun menggandeng tangan anak itu.
.
.
.
Bagaimana bisa, aku melupakannya. Pantas saja aku merasa familiar dengan anak itu. Seiji, anakku sendiri, ketika diriku masih bersama dengan Kouki. Hanya gara-gara dirinya sedikit cacat fisik aku menganggapnya tidak ada. Padahal kecacatannya dapat ditutupi dan kemungkinan besar ayahku tidak akan pernah tau sampai saat ini.
Betapa bodohnya diriku ini.
Seharusnya aku mengikuti perkataanmu, Kouki
Danmungkinhal ini tidak akan pernah terjadi
Maafkan aku Kouki, Seiji
Maafkan diriku yang telah menganggap keberadaan Seiji tidak ada
TES
Ah aku benar-benar cengeng sekarang
Ternyata benar apa yang dikatakan orang lain tentang
Penyesalan memang selalu datang terlambat.
.
.
.
(Author POV)
Seijuurou mengeluarkan air mata sambil melirik kearah Kouki , Seiji dan keluarga barunya. Seijipun tak sengaja melirik kebelakang dan melihat Seijuurou menangis sambil tersenyum, Seijipun membalas senyuman Seijuurou dan menatap kembali kedepan. Seiji bingung mengapa orang tadi menangis, iapun bertanya kepada sang ibu.
"Ne~ Okaa-san…
Mengapa
Paman itu,
Menangis?"
-oOo-
Hallo/hai semua :3 makasih sudah baca dan reviewnya #cium satu-satu. Akhirnya selesai juga ffnya *PLETAK , akhiran bahagia untuk Kouki tapi tidak untuk Seijuurou hehehehe #laugh evil. Dan maaf bila ceritanya gak nyambung atau apalah *sungkem
see you *wink~
RnR?
