XO's FAMILY.
FREAKFANGIRLSX PROUDLY PRESENT.
THIS IS YAOI STORY. IF U DON'T LIKE IT. JUST GET OFF UR ASS FROM HERE.
EXO OFFICIAL PAIR IS HERE!
ROMANCE/FAMILY/HUMOR/
HUNHAN;KAISOO;CHANBAEK;SULAY;TAORIS;CHENMIN AS MAINCAST.
RATED : T—M
AKU – AS UR SELF!
THIS STORY MAY NOT HAVE A CONFLICT BCS I HATE CONFLICT. HAHA. TYPO(S) AND BAD EYD.
SILENT READERS ALLOWED. BUT REVIEWERS MORE PLEASED.
Chapter. 3 : A teenager Hormons.
SUHO'S POINT OF VIEW.
Kami baru saja sampai di China, karena ayah Lay sedang sakit, dan kita semua harus berangkat kesini.
Aku yang menyetir sedangkan Lay sedang sibuk bertelefon dengan seseorang yang entah siapa—Yang paling bungsu sedang tidur disamping Kyungsoo yang ditelinganya terpasang sebuah earphone berwarna putih.
Chen masih terjaga beserta Baekyun yang sibuk video call dengan Chanyeol dikursi paling belakang.
"Appa? Kapan kita akan pulang?" Tanya Sehun.
Demi tuhan, ini sudah pertanyaan yang sekitar 21 kali Sehun ajukan.
"Sehun, bukankah Aku sudah bilang bahwa ini akan berlangsung 3 hari?" Lay menutup ponselnya dan menjawab pertanyaan Sehun.
"Ugh, dapatkah Luhan hyung menyusul kesini?" Tanyanya penuh harap.
"Tentu saja tidak, baby boy" Jawab Lay sambil melihat kearah Sehun dengan senyum.
"Menyebalkan sekali" desah Sehun sebelum membenamkan wajahnya pada boneka bernama Pinku Pinku digenggamannya.
Suho's pov. off
Sudah 2 hari kami berada di China. Ini terasa membosankan karena aku harus melihat keempat oppaku terlihat murung dan sangat tak bersemangat—seakan jiwa mereka tertinggal di Seoul dan akan kembali pulih ketika mereka kembali kesana. Aku menscroll twitter ketika sebuah chat masuk ke grup line keluargaku.
Flowerboy-oppa, Luhan : Sehunnie~ aku merindukanmu.
Cold-guy oppa, Sehun : Aku tidak merindukanmu, Lugee :p
Me : Cih, lihat siapa yang sedang berbohong.
Eyeliner-gurl oppa Baekkie : Aishh, sehunnie sudah pandai berbohong, ne?
Me : Kekekeke~
Dinosaurus-oppa, Chennie : Dia bohong, hyung.
Flowerboy-oppa, Luhan : Berbohong? Kenapa?
Eomma : Luhan—sehun itu tak berhenti bertanya kapan pulang~ Aku ingin Luhan hyung~ huhuhu
Cold-guy, Sehun : EOMMA HENTIKAN
Eomma : (Typing..)
Me : Ia bahkan bertanya hal seperti itu saat baru sampai di bandara, apa apaan anak ini.
Taozitao : Ck, Luhan bahkan berkata makananku tak enak, karena ia tak makan bersama sehun.
Flowerboy-oppa, Luhan : OMO EOMMA CAN YOU STOP.
Taozitao : well, no :p
Me : Kekeke~ kasihan mereka terpisah.
Cold-guy oppa, Sehun : Kids, shut up. /angry emoticon/
Taozitao : Lay, cepatlah kembali. Anak anakku tak tumbuh dengan baik. Mereka murung sepanjang hari dan tak bisa berkonsentrasi. Cepat kembali dan bawa vitamin anakku kembali, arraseo?
Eomma : Arra tao-ge, mereka disini juga sama saja. Sangat lesu dan tak bersemangat, see you soon!
"Hei, antarkan aku- yuk?" Sehun masuk kekamarku lalu duduk dengan asal. Aku melepas earphone lalu menatapnya dengan kesal.
"Aku sedang malas, ajak Baekkie oppa saja" Acuhku. Sehun tak berhenti membujukku.
"Baekhyun hyung sudah keluar duluan dengan Chen hyung. Jadi kau harus menemaniku" titahnya. Aku menggeleng dan ia menatapku dengan tatapan horror.
"Bagaimana dengan—" ucapku terpotong karena Sehun tiba tiba menolak
"Tidak, tidak dengan kyungsoo hyung si galak itu—tidak" Teriak sehun frustasi.
"Kita ini mau kemana sih?" aku merajuk kesal—Sehun oppa terus menarikku menuju pusat perbelanjaan.
"Bantu aku pilih hadiah untuk Luhan" Jawabnya cuek,
"Memangnya ada apa? Bukannya ulangtahunnya ulangtahunmu dan anniversary kalian sudah lewat?"
"Ia sedang dalam mood yang tidak baik, dan aku ingin memberikan hadiah manis padanya, hmm" Sehun oppa tersenyum—lebih terlihat seperti idiot darippada pria cuek dan tampan.
"Cih, idiot sekali" ucapku pelan.
"Aku mendengar perkataanmu, babygirl" Ia menarik kepalaku dan menyeretku dengan paksa.
Well, menolak keinginan seorang Oh Sehun adalah mustahil, bukan?
Sudah seminggu sejak pasangan dirumah dipisahkan—dan well, hari ini kami kembali ke kegiatan semula, ini hari minggu. Dan quality time untuk kita semua.
Kami sedang berada ditaman belakang—beberapa tanaman adalah milik dan hasil tangan Lay eomma—ia suka berkebun.
Ada Kai dan Xiumin yang sedang bermain bola—luhan dan Chen juga ikut dalam permainan absrud tersebut.
"Go Kai-yaaa~" Teriak Kyungsoo histeris, aku memasang earphone dan mengabaikan mereka—membaca novel baru yang dibelikan oleh mereka bersepuluh.
SUHO'S POV.
Melihat mereka tampak bahagia membuat perasaanku menghangat, bagaimana Lay dengan sabar mengawasi dan menjaga mereka hingga tumbuh begitu bahagia.
Melihat Sehun tampak sangat dekat dengan Lay, ia bahkan terus bersender pada tubuh Lay yang sedang tidur dengan earphone ditelinganya.
Well, memiliki orang yang kita sayangi adalah kebahagiaan bukan?
FIN
