–Kisuu Present–
.
.
HUNHAN
.
.
PROMISE? PROMISE!
MAIN CAST :
Oh sehun (17th)
Xi Luhan (18th)
Huang Zitao (17th)
Zhang Yixing (17th)
Zhou Mi (18th)
SUPORT CAST :
-All Exo Member-
.
.
WARNING:Gender Switch,OOC,Typo(s).
Semua pemeran milik tuhan,saya cuman minjem nama. Alur cerita 100% murni dari hasil tangan dan otak saya. Karena saya masih pemula jadi tolong jangan di bash atau ngasih review yang tidak berkenan ya^^maybe ini cerita agak absurd so... you don't like? just don't read:) Cerita ini hanya fiktif belaka,mungkin ada sedikit cuplikan cerita yang terinspirasi dari kisah nyata.thanks before and... i hate plagiarism.
.
.
ENJOY
.
.
Chapter 1 : First Love
.
.
Gangdong–Gu,Seoul,South Korea
Hannyoung International High School
Author Pov
Yeoja cantik dengan balutan seragam putih tulang dan rok kotak-kotak di atas lutut itu menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. Sementara yeoja paruh baya di sampingnya sibuk mengoceh,dan dia tidak peduli itu.
"... itu kantinya,luaas sekali. kau suka sekolah ini?""
"..."
"Lu? Luhan? Xi Luhan!"
"–aah nde?! wae eomma?"
"Kau tidak memperhatikan eomma." yeoja paruh baya yang diketahu sebagai eomma dari yeoja manis itu memberengut melihat tingkah menyebalkan–tidak sopan– anaknya itu.
"–aa.. Ah.. yaa aku suka sekolah ini eomma,not bad hahah" Luhan tertawa canggung. Bohong kalau ia tidak menyukai sekolah indah ini. Dia sangaat menyukainya. Bahkan bisa dibilang dia adalah fans berat sekolah ini–haha.
"Haah terserah kau saja lah."
"Nyonya Shin?" sapa seorang namja tua. Ya–tua. bisa dilihat dari rambut-nya yang hampir semua memutih,dan kacamata dengan frame emas khas kakek-nenek.
"Aah–Yoon Seongsanim?" Shin Ah Rin–yang sekarang jadi Xi Ah Rin– membungkuk lalu berujar sopan.
" Shin Ah Rin? Murid kebanggaan-ku dulu? Waah sudah lama tidak bertemu. Sudah tinggi sekarang ya.. hahaha. Apa kabar? Bagaimana keadaan Xi Yaozu? Dan,Oh–? Nu..guse–"
"Suamiku sedang sibuk di prancis,dia baik-baik saja. Dan–ah.. Dia.." Ah Rin menatap luhan dengan tatapan 'perkenalkan-dirimu-atau-kau-mati' "..Dia anakku hahaha" lalu tertawa canggung.
"Annyeong Haseyo Seongsanim.. Xi Luhan Imnida,Mohon bimbinganya" Luhan tersenyum manis lalu membungkuk sopan."
"Ooh.. jadi ini murid baru kelasku? kebetulan sekali! Kepala Sekolah Lee bilang,murid baru-nya di tempatkan di kelasku. Dan ternyata– waah kebetulan sekali.."
"Ahahah... nde.. jadi,kami harus ke ruangan Kepala sekolah Lee atau–"
"–ah tidak-tidak,langsung ke kelasku saja. Mari,"
Luhan,Ah Rin dan Yoon Songsae berjalan beriringan dengan posisi Yoon songsae didepan sedangkan Luhan dan Ah Rin mengikuti. setelah berjalan sekitar 5 menit,akhirnya mereka berhenti di depan kelas dengan pintu terbuka. Diatas pintu tersebut bertengger gantungan rantai bertuliskan 'XII-Fisika'.
'XII– Fisikia. waw' Batin Luhan,terkejut.
" Ee–euh.. Luhan,Ka-kamu.. Aa–Itu.. Tunggu disini dulu nee" Yoon songsae tersenyum canggung,lalu berjalan cepat kearah kelas dengan raut wajah kesal.
"Ne,Songsaenim"
...Sementara itu...
"YAK! KALIAN ANAK NAKAL APA YANG KALIAN LAKUKAN?! JANGAN BERISIK!" yap,keadaan kelas ini luar biasa.
"Aigoo.. kalian bisa membuatku mati secara perlahan. JANGAN ADA YANG BERISIK!" Teriakan Yoon songsae menggema ke seluruh kelas,membuat para murid yang awalnya berisik,sekarang mati kutu.
–Hening–
"nah,bagus. Hari ini kalian kedatangan murid baru. Sopanlah,jangan berisik! Luhan-ah,silahkan masuk!"
Luhan Pov
"...Luhan-ah,silahkan masuk!" –Aku dipanggil!
"Eomma.. Aa–aku masuk dulu. Eomma hati-hati dijalan ne"
"Baik-baiklah di sekolah,kau pulang dengan siapa? Kau kan tidak membawa mobil"
"Aku sudah minta tolong Ahn Ahjussi, don't worry mom"
"Arrasseo. Eomma pulang nee,annyeong" Eomma melambaikan tangannya ke arahku,setelahnya berlalu pergi.
"Annyeong,Eomma.." Aku membalas lambaian tanganya lalu bergegas memasuki kelas. Sambil berjalan memasuki kelas,aku sengaja menepuk-nepuk rok-ku untuk mengurangi rasa gugup.
"Jaa... Luhan-ah perkenalkan dirimu" Yoon Songsaenim berujar lembut dan tersenyum manis kepadaku. wajah galaknya seketika pudar.
"Aa–nn– nde Songsaenim. Annyeong Haseyo,Xi Luhan Imnida. Bangapseumnida" Astaga,aku gugup. Untung saja tidak salah ucap nama,kalau salah pasti aku malu,atau bahkan yang lebih memalukan lagi pingsan di depan kelas. Seisi kelas menatapku dengan pandangan yang rupa-rupa. Ada yang pandangan mesum,kagum,terpesona,biasa saja,dan lain-lain. Sebegitu cantik kah aku? Hihi.
"Ahh.. Ne.. Luhan-ah,semoga betah nee. Kalian punya teman baru,jangan kecewakan dia ARRASSEO?!"–seketika lembut seketika keras.
"NEEE"
"Luhan,Kau duduk disana. Di belakang Yixing"
"Nn–ne Songsaenim. Kamsahamnida"
"Kalian jangan berisik lagi! Jung Songsaenim sebentar lagi datang,aku tinggal dulu!" lalu kakek tua itu pergi dari kelas. Ahahh aku mulai tidak pun berjalan melewati barisan ke-1 dan ke-2. Ya,bangku-ku di barisan ke-3,tepat di belakang–siapa tadi? Yixing? – intinya dia.
"Annyeong Haseyo! Huang Zitao imnida,waah bangku kita bersebelahan,mohon bantuanya ndee" mwo? Anak panda juga bersekolah? Dia.. di sampingku? Ta-tapi. Ah,maaf. Dia manusia. Ahahah aku mulai gila. Jadi yeoja bermata panda ini namanya Zitao.. Wajah mini hidung bangir dan bibir kucing merah alami menambah kesan imut-nya. Ya walaupun kulitnya tidak terlalu putih. Hmm.. kalau kulihat dari style-nya.. kupikir dia seorang model,bahkan terlalu buruk kalau dibilang murid SMA. Lihatlah penampilannya. Seragam hari senin dengan lengan pendek ditambah rompi coklat tua terlihat sangat pas di tubuhnya,seakan seragam itu memang dirancang special untuknya. rambut lurus coklat tua yang sengaja digerai menambah kesan glamour sebagai seorang remaja. Dan... Astaga yeoja ini model yang sedang bersembunyi ya? Lihatlah paha mulusnya yang–
"Luhan? Luhan? Luhan-ssi"–aku mulai tidak waras. Aku sudah menghancurkan hari pertamaku bersekolah disini dengan bersikap tidak sopan karena mengabaikan sapaan seseorang?! Kalau eomma disini mungkin aku sudah mati kutu diceramahi.
"aa–aah mianhae,jeongmal mianhae. Nn–ne.. Xi Luhan imnida. Bangapseumnida.." Aku mengulangi perkenalan diriku. Terlihat bodoh memang walau sebenarnya aku sudah memperkenalkan diriku tadi di depan kelas.
"Kau warga asli korea? kurasa bukan.. Logat korea-mu tidak terlalu–"
"Hey,Nona muda Huang berhenti bicara" Yeoja di depan-ku mulai ikut perbincangan singkat –bahkan aku berkata sangat singkat–kami.
"Ah, mian. Kebiasaan temanku kalau berbicara kelewat normal. Maafkan dia ne? hehe. Zhang Yixing Imnida" Yeoja di depanku ini tersenyum manis sambil mengulurkan tanganya,ia tersenyum sama manisnya dengan senyuman Zitao. Yeoja ini lebih terlihat seperti bidadari dibandingkan manusia. Wajah ke-ibuan-nya sangat terlihat. Sungguh pribadi yang lembut. Mungkin yeoja ini lebih calm daripada Zitao. Ya,sangat terlihat. Kulit putih susu yang kelihatan lembut walaupun orang belum mengelusnya,sangat indah. Wajahnya yang dihiasi mata sipit dengan senyum dimple menambah nilai 100. Yeoja ini jelmaan bidadari.
"Ah.. Gwenchana Yixing-ssi,Xi Luhan imnida." Aku membalas uluran tanganya,lalu tersenyum manis.
"Jangan terlalu formal,Lay saja. Lay." kali ini senyuman-nya lebih lebar,membuat mata sipitnya makin menyipit. Uuuh manisnya.
"Ah ne,Lay."
"Umurmu berapa?" kali ini anak panda itu yang berbicara.
"Zitao...!" Lay berdesis. Haha sepertinya ia mulai hilang kesabaran setiap menghadapi anak panda ini.
"Aish waee?! aku hanya bertanya. Aku ini bukan type yeoja pendiam sepertimu. Huh" Bibirnya mengerucut imut,Kalau aku namja,mungkin akan langsung mencium bibirnya.
Pletak
Yixing memukul sayang puncuk kepala Zitao. "Huweeeh appoo! Dasar calon istri tidak sopan!" Adegan didepanku ini membuatku tertawa,haha.
"Hahaha... ngomong-ngomong... umurku 18 tahun kalau kau ingin tahu."
"ooh,18. kau yang terlalu tua atau aku dan dia yang kemudaan? haah di kelas ini banyak orang tua. Yoon songsae tua,Tiffany tua,Junmen tua–"
"Namanya joonmyeon bukan junmen nona muda Huang. Sudah kubilang panggil dia Suho agar bisa lebih mudah!" sepertinya yixing sangat suka memotong pembicaraan zitao. Aku jadi takut yixing akan memotong lehernya juga–oops.
"Tunggu,Kalian bukan asli korea–kan? Maksudku–Kurasa bukan karena... nama kalian–Aah ak–aku juga bukan,aku lahir dan besar di Beijing selama 12 tahun." aku memberanikan diri bertanya. Well untuk apa takut,mereka temanku–kan?
"Ah aku sungguh tidak sopan,aku belum memperkenalkan diri lebih lengkap hihi. Aku lahir di Qingdao–China. Sedangkan dia Changsa. Kami lahir dan besar di China. aku mengenalnya dari semenjak sekolah dasar. Lalu kami pindah ke Korea bersama karena–yah kau tahu? sebuah pribahasa buatanku mengatakan 'anak dari seorang bangsawan hanyalah mayat yang diberi nyawa untuk mengikuti perkataan orangtuanya seperti seorang pembantu' iya kan? hihi. Intinya kami pindah ke Korea karena pekerjaan orang tua." Jelas anak panda panjang lebar. Kukira dia bukan makhluk serius. Ternyata dia bisa di ajak kompromi juga,dan yah–memang apa yang dikatakannya itu benar.
"Kalau kau mulai bosan denganya,aku bisa membantumu untuk memenggal lehernya."–oke yixing,kau sangat seram.
"ahaha,tidak.. aku menyukainya"
"cih,kau menang sekarang zitao" Hening,tidak ada jawaban dari yang ditanya.
"Zitao?" Lay memanggilnya. Aku ikut menengok kearah zitao yang sedang melirik seseorang di pojokan. Pojokan yang letaknya di belakangku
"Ada apa dengan dia? sepertinya dia mengenalmu,luhan. Daritadi nampak serius memperhatikanmu" kali ini zitao bersuara.
"Apa? Kau kenapa Taozizi?" Yixing bertanya dengan wajah bingung sekaligus menahan tawa.
"Zhoumi sepertinya ingin membicarakan sesuatu yang serius denganmu luhan-ah. Matanya tidak beralih darimu" –APA?!
Aku menengok slow motion kebelakang,perlahan. Dengan amat sangat perlahan. Melihat ke belakang–tepatnya ke pojokan.
"Zhoumi-ah.." aku berujar pelan,sangat pelan dan bahkan tidak ada yang mendengarnya.
Dia–disana... Zhoumi,cinta pertamaku..
Sekelas denganku...
..
..
Luhan Pov
"Luhan-ah? Gwenchana?" Zitao menggoyangkan tanganya didepan wajahku.
"oh? Ne.. waeyeo?"
"Apa kau sakit? Bahkan kita belum memulai pelajaran pertama." Yixing menimpali.
"Ahh Aniyeo,aku baik-baik saja. Apa aku terlihat seperti orang sakit?" –Efek Zhoumi memang sangat berpengaruh ya? Aku bahkan merasa biasa saja. Walaupun perasaanku sedikit–susah dijelaskan.
"Bahkan wajahmu lebih pucat dari Oh Sehun,hihi. Mian,aku hanya bercanda. Apa kau takut denganya?" Tao bertanya sembari menunjuk Zhoumi dengan dagunya.
"Kau tau? Semua namja bahkan yeoja di sekolah ini takut dengan Zitao. Kalau kau mau,dia bisa mematahkan tulang Zhoumi saat ini juga. Kris sunbae,kekasihnya itu pernah sakit selama 2 minggu. Karena dia" Yixing kembali menimpal. Kali ini dengan jari telunjuk yang menempel di pelipis yeoja bermata panda itu.
"Yak! Sudah kubilang dia bukan kekasihku!"
"Haha,sudahlah." Aku melerai.
Setelah perdebatan kecil itu,kami kembali terdiam. Bukan karena canggung,tapi karena kedatangan guru Bahasa inggris. Jung Songsaenim. Kulitnya pucat tapi tidak mengurangi kadar kecantikan di wajahnya,terlihat masih muda. Tapi aku yakin dia sudah menikah. Cincin perak berkilauan itu melingkar tepat di jari manis-nya yang lentik,samar-samar aku melihat ukiran huruf 'W' dan kurasa itu inisial suaminya.
"Ya,Aku akan langsung meng-absen kalian. Jangan ada yang berisik,atau rapot kalian akan kosong di pelajaran bahasa inggris. Arrasseo?!" –yah cantik. Dan juga.. tegas.
"Ne,Songsaenim" Ujar seisi kelas serempak.
Sementara Jung songsaenim mengabsen seisi kelas,aku malah larut dalam lamunanku lagi. Bagaimana bisa aku sekelas dengan-nya? Aku bahkan tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagaimana kalau aku dicampakan lagi seperti dulu? Aish mati aku.
"…..ada yang belum disebutkan?" Suara Jung songsae membuyarkan lamunanku.
Zitao mengangkat tanganya–"Murid baru ini belum Songsae" –sambil menunjuk ke arahku.
"Oh? Ada murid baru? Waah aku datang kesiangan jadi sepertinya aku salah membawa absen. Maafkan aku,jadi.. siapa namamu?"
Aku bertemu pandang dengan Zitao,ia memberikan tatapan cepat–perkenalkan–dirimu. Yah,aku bodoh,seharusnya aku memperkenalkan diri. Sepertinya seminggu pertama aku memasuki sekolah ini,kosakata-ku yang paling sering kuucapkan adalah 'Annyeong haseyo,Xi Luhan imnida' dan aku yakin itu akan membosankan.
"Aa–ah nde.." aku berdiri lalu–"Annyeong Haseyo,Xi Luhan imnida.. Mohon bimbinganya Songsaenim" memperkenalkan diri sembari membungkuk sopan. Aku boleh kembali duduk,kalau guru itu membuka mulutnya lalu mempersilahkan aku duduk. Itu yang diajarkan eomma kepadaku.
"Xi Luhan? Kau anak sulung Xi Yaozu dan Shin Ah Rin?" –Dan kenapa guru ini bisa tau nama orang tuaku?!
"Nde songsaenim."
"Mereka teman lamaku. Wah sudah lama sekali kami tidak berjumpa semenjak pernikahan Ah Rin dengan Yaozu,lalu mereka tinggal di Beijing. Dan tak kusangka anaknya sekarang disini,bersamaku. Waah kebetulan sekali. Aku Jung Xian Li. Silahkan duduk," jelas guru itu panjang lebar sambil menampilkan senyum mempesonanya. Lalu aku-pun duduk sesuai perintah jung songsaenim.
Selama pelajaran berlangsung,aku memperhatikan semua penjelasan jung songsaenim dengan khidmat. Sebetulnya pelajaran Bahasa Inggris ini sangat mudah menurutku. Karena dulu aku pernah menetap selama 2 tahun di Canada saat umurku menginjak 12 tahun,semasa Junior High School.
Bunyi bel menandakan pelajaran pertama telah selesai dan waktu istirahat dimulai pun berbunyi nyaring,tidak memekakan telinga memang,karena lantunannya yang merdu walau sekeras apapun di bunyikan bahkan tetap terdengar merdu. Baru saja aku akan beranjak,tiba-tiba sebuah tangan mencengkram lenganku kencang. Mungkin akan meninggalkan bekas kemerahan.
"Lu,kita harus bicara" –Aku menengok ke sumber suara. Zhoumi ternyata.
"Yak,pak tua. Jauhkan tangan kotormu dari lengan temanku. Atau kau mau hidung palsumu itu kujadikan pajangan dirumahku?" Well.. Zitao ternyata jauh dari kata manis,menurut sisi bahasa.
"Zitao.. jaga bahasamu" Yixing berbisik pelan,mencoba menenangkan panda kelaparan ini.
Cengkraman Zhoumi seketika mengendur,dan akhirnya dia melepaskan lenganku,dengan refleks cepat aku menjauhkan diriku dari sisinya dan berjalan pelan ke samping Zitao sambil mengusap pelan lenganku yang tadi dicengkram kuat olehnya,dan ternyata benar saja ada bekas kemerahan disana. Aku meringis pelan.
"Lu,Gwenchana? Yak! Kau benar-benar ingin kehilangan hidung palsumu itu hah?!" kali ini zitao sedikit lebih menekankan suaranya di kata 'hidung palsumu'.
"Ne,aku tidak apa-apa. Apa yang ingin kau bicarakan? Lebih baik bicara sekarang atau tidak selamanya. Dan aku ingin kalian tidak kemana-mana." Aku melihat Zhoumi,Yixing dan Zitao bergantian, menunggu jawaban mereka. Yixing dan Zitao mengangguk sedangkan Zhoumi tetap pada posisinya.
"Kembalilah kepadaku"
Apa? Kembali? Kepadanya? Setelah apa yang sudah ia lakukan 2 tahun yang lalu? Kurasa aku butuh bantuan Zitao untuk mematahkan hidung palsunya.
"Sebaiknya kita ke kantin,untuk jawabanmu,aku tidak bisa. Maksudku–tidak akan pernah" lalu aku pergi,disusul Yixing dan Zitao dibelakang-ku.
Selama perjalanan menuju ke kantin aku hanya diam sambil memikirkan kata-kata kasar yang aku katakana tadi. Kupikir itu kasar karena eomma tidak pernah mengajarkanku. Sesekali aku melirik kearah Zitao dan Yixing yang saling melemparkan pandangan bertanya-tanya. Mungkin aku akan memberitahu kejadian sebenarnya pada mereka nanti,Ya mereka teman pertamaku. Tiba-tiba wedges hitam yang kupakai oleng dan aku hampir saja terjatuh kalau saja tidak ada lengan kekar yang menahanku. Aku refleks menutup mata.
"Gwenchana? Ya,irreona!" Dia menepuk-nepuk pipiku.
Aku-pun membuka mata,lalu mengerjapkannya berkali-kali. "Ya,aku baik-baik saja"–dan berdiri dan menepuk-nepuk rok ku sambil membuang nafas pelan.
Setelah kesadaranku pulih semuanya,baru saja aku akan mengucapkan terimakasih padanya tapi aku membeku seketika. Yixing dan Zitao menggoyang-goyangkan bahu-ku sambil berseru menanyakan keadaanku tapi aku tidak menghiraukan mereka. Astaga,aku baru saja bertemu pangeran dari negeri dongeng. Wajah-nya yang tampan dengan mata tajam garis rahang yang tegas dengan tambahan surai sehitam malam,ini -nya yang pucat tapi tidak mengurangi kadar ketampanan-nya. Dan aku bisa merasakan lengan kekarnya tadi. Tubuhnya tinggi dan terlihat atletis dengan balutan seragam putih tanpa rompi yang lenganya dilipat hingga ke sikut.
"Kau tidak apa-apa?" –suara berat nan lembutnya,berhasil membuyarkan lamunanku.
"aa–ah ya. Ya aku baik-baik saja"
"Aku Oh Sehun,Sehun saja"–Yatuhan dia mengulurkan tanganya.
"Xi Luhan" –aku membalas uluran tanganya. Hangat.
"Ekhem,Maaf tapi,teman baru kami harus makan. Kau lapar kan Luhan?" Zitao menyadarkanku sekarang,aku melepaskan uluran tanganku.
"Ya–yaa aku lapar. Jadi.. sampai berjumpa lain waktu Sehun." Dan aku tersenyum manis setelahnya.
Luhan Pov End
Sehun Pov
Aku berjalan menuju loker yang ada di lorong menuju kantin. Kalau saja si wajah kotak itu tidak melempar pensil-ku kea rah jendela,aku sudah ada di kantin sekarang. Sialnya aku harus mengambil pensil-ku yang lainnya,lalu kembali ke kelas untuk meletakkannya di meja karena tidak mungkin aku ke kantin sambil membawa pensil. Itu hanya akan menurunkan derajat seorang Oh Sehun. "Dapat!" aku berseru pelan ketika menemukan satu alat tulis lainnya di lokerku. Aku lupa kalau aku sudah tidak punya pensil lagi,akhirnya aku menggunakan Bolpoin yang appa belikan. Dan kali ini tidak akan kubiarkan tanga jahil jongdae itu mendekati bolpoinku. Kalau saja boloin ini hilang,koleksi mobil sport-ku bisa ludes seketika karena dijual appa. Bolpoin ini special–bagi appa. Ini adalah peninggalan kakek-ku,Bolpoin ini hanya ada 1 di dunia. Pembuatnya membuat khusus untuk keturunan keluarga Oh. Tintanya belum habis sampai sekarang turun ke tanganku. Di bagian penutup bolpoin itu tertulis tulisan 'Oh Corp' dengan ukiran lembut dan tak kasat mata. Oke segitu saja tentang bolpoin.
Ketika aku hendak berbalik dan berjalan menuju kelas untuk meletakan bolpoin-ku ini,aku melihat seorang yeoja yang hendak terjatuh dan dengan cepat aku menyelamatkannya. Aku menahan pundak kecilnya dengan tangan kananku dan tangan kiri-ku digunakan untuk menepuk-nepuk pelan pipi lembutnya. Posisi kami sangat dekat,sehingga aku bisa mencium aroma lembut-nya. Rambut lurus dengan ujung rambut ikal menggantung itu bersurai kecoklatan dan sangat wangi,aku merinding dibuatnya. Dia malaikat. Berlebihan memang,tapi kali ini aku serius mengatakannya. Kulitnya seputih susu dan sehalus sutra,aku bisa merasakannya saat aku menepuk pelan pipi-nya yang kemerahan dan sedikit chubby itu. Mata rusa dengan bulu mata yang lebat dan lentik tanpa sentuhan mascara,hidung kecil yang membuatku ingin mengecupnya berkali-kali,dan bibirnya yang tipis berwarna kemerahan dengan sedikit sentuhan pelembab bibir membuat gadis ini bernilai sempurna dimataku. Aku ingin mendekap tubuh rampingnya itu sembari menyesap harum alami yang melekat di tubuhnya dan mengecup halus bibir tipisnya itu kalau saja kita sudah lama berkenalan,sedangkan aku? Baru kaliini aku bertemu denganya. Apa kata orang lain nanti kalau aku tiba-tida mengecup bibirnya sekarang,aku tidak mesum seperti kkamjong for your information. Dia malaikat.
"Gwenchana? Ya,Ireona!"–aku sedikit modus dengan menepuk-nepuk pipi-nya itu. Sebagai lelaki gentle aku harus bisa mengendalikan diriku sekarang.
Setelah beberapa detik,ia membuka dan mengerjap imut mata rusa-nya itu. Astaga indah sekali makhluk ini.
"Ya,aku baik-baik saja" suara lembut-nya kini semakin membuatku merinding. Lalu ia berdiri dan menepuk-nepuk rok-nya sambil membuang nafas pelan.
Setelahnya ia menatapku tidak bergerak. Apa ada yang salah dengan penampilanku hari ini? Apa aku terlihat aneh? Kedua teman-nya kita menggoyang-goyangkan bahunya tapi tidak digubris oleh gadis itu. Mulai sekarang aku akan memanggilnya bidadari. Walaupun nanti aku sudah mengetahui namanya,aku tidak peduli.
"kau tidak apa-apa?" –aku berhasil menyadarkannya.
"aa–ah ya. Ya aku baik-baik saja"
"Aku Oh Sehun,Sehun saja" aku mengulurkan tangan,dan kali ini modus ku sedikit keterlaluan. Aku hanya ingin merasakan kelembutan tanganya itu.
"Xi Luhan"–DIA MEMBALAS ULURAN TANGANKU,ASTAGA. Ini.. halus dan hangat.
"Ekhem,Maaf tapi,teman baru kami harus makan. Kau lapar kan Luhan?" Sialan,Yeoja bermata panda itu merusaknya. Jadi bidadari ini murid baru ya? Pantas saja aku belum pernah melihatnya. Dan..dia sekelas dengan Zitao? XII-Fisika ya? Baiklah. Bidadari,aku akan mengejarmu.
"Ya–yaa aku lapar. Jadi.. sampai berjumpa lain waktu Sehun" ia berlalu sambil tersenyum manis,dan aku melayang dibuatnya.
Sehun Pov End
…
…
Author Pov
Semenjak kejadian tadi,Luhan tidak berhenti tersenyum. Setiap kali ia membayangkan wajah 'pangeranya',pipinya akan merona seketika dan jantungnya berdetak tidak normal. Luhan pernah merasakan perasaan ini sebelumnya,tapi ia tetap menyangkal kalau ia jatuh cinta lagi untuk yang kedua kalinya. Sesungguhnya Luhan masih belum siap untuk jatuh cinta lagi,apalagi ia sendiri masih trauma atas kejadian 2 tahun yang lalu. Dan pertanyaan Zhoumi tadi pagi masih juga terngiang di otaknya. Ia sungguh tidak mau mengulang masalalu-nya. Saat itu,2 tahun yang lalu. Kejadian terburuknya. Zhoumi yang sudah memberikan 'hadiah special' tepat di pesta ulang tahunnya yang ke 16. Saat itu adalah acara makan-makan,dan Xi Doyoung–appa luhan– sedang memperkenalkan anak semata wayangnya itu ke seluruh direksi dan kawan lamanya. Karena merasa bosan,Luhan pamit ke toilet dan ia bertemu Zhoumi di dekat air mancur sedang menatapnya tajam,. Ia mengernyit heran,pasalnya Zhoumi bilang dia tidak bisa datang karena ada rapat keluarga mendadak.
Flashback
"Zhoumi-ah apa yang kau lakukan disini? Kupikir kau tidak bisa hadir kar–"
"kita akhiri. Kau,dan aku. Hubungan kita selesai. Tidak ada kata kita lagi sekarang. Lupakan semuanya,anggap ini tidak pernah terjadi. Anggap semua ini bohong,Luhan. Maafkan aku tapi–"
"apa salahku? Aku bisa memperbaiki semuanya,tolong–"
"tidak ada yang bisa diperbaiki! Kau tidak salah apapun tapi aku yang salah! Aku mencintaimu,itu salah luhan! Sesungguhnya pernyataan itu salah,kenyataanya adalah aku tidak pernah mencintaimu! Bahkan kau-bukan-cinta-pertamaku!"
Luhan terdiam. Dadanya naik-turun menahan emosi. Jantungnya berhenti berdetak seketika. Air matanya sudah tidak sanggup ia bendung lagi,sebisa mungkin ia menahan isakannya. Seluruh persendiannya mati bekerja,tubuhnya terasa mati sekarang,benar-benar mati. Setiap kata yang Zhoumi lontarkan bagaikan cambukan yang bahkan lebih mengerikan dari itu.
"aku membohongimu luhan. Hubungan kita tidak sehat. Hubungan kita salah,dan seharusnya ini tidak pernah terjadi. Aku tidak mau hanya kau yang mencintaiku sedangkan aku tidak. Aku tidak bisa mencintaimu. Jadi,mulai detik ini kita sudah tidak ada lagi kata 'kita' luhan. Yang ada sekarang hanya 'kau' dan 'aku' tidak ada 'kita'! Anggap semuanya yang pernah 'kita' lalui itu hanya mimpi buruk! Anggap ciuman pertama itu juga mimpi buruk!"
Dan kali ini luhan ingin sekali melempar dirinya dari lantai teratas 'istana'-nya. Ia sudah tidak sanggup lagi mendengarkan kata-kata pedas yang Zhoumi lontarkan. Ia ingin bangun dari tidurnya dan berharap ini hanyalah mimpi lalu esok harinya ia masih bisa tidur nyenyak di lengan kekasihnya itu,tapi nyata. Ia bodoh. Terlalu egois karena membiarkan lelaki di hadapannya ini tidak bisa merasakan cinta. Cinta kepada-nya. Kepada luhan.
"selesai. Semuanya sudah selesai Xi Luhan. Aku pergi,jangan pernah mencariku"
Setelah itu Zhoumi berlalu pergi meninggalkan luhan yang menangis. Membuat polesan make-up nya luntur dan dress berwarna peach selututnya kini tak berbentuk. Ia benar-benar berantakan sekarang. Ingin sekali rasanya ia berteriak,berdoa semoga Zhoumi kembali ke genggaman-nya tapi kini terlambat. Bahkan luhan sendiri tidak mengetahui apa masalahnya sehingga Zhoumi mengakhirinya secara sepihak. Esok harinya luhan mencoba mencari Zhoumi kemana-mana tapi nihil. Zhoumi bak menghilang ditelan bumi,bahkan di seluruh sudut China tidak ada jasad-nya samasekali. Luhan makin terpuruk. Hingga Zhuya dan Doyoung mengetahui keadaan luhan. Mereka bertanya-tanya lalu akhirnya Luhan menjelaskan secara detail.
Setelah kejadian itu,Zhuya–eomma Luhan–semakin mem-protect anaknya. Ia ingin semuanya hanya yang terbaik untuk anak semata wayangnya,pewaris satu-satunya keluarga Xi. Ia tidak ingin mengenalkan anaknya pada dunia luar lagi,karena ia takut anaknya hanya tambah menderita. Luhan tidak meneruskan masa SMA-nya di sekolah,dia jadi meneruskannya di rumah. Mengikuti HomeSchooling adalah jalan terbaik,menurut sudut pandang Ah Rin.
2 tahun kemudian,Anak perusahaan appa-nya di korea sedang membutuhkan bimbingan. Dan terpaksa keluarga Xi pindah ke korea.
Flashback End
…
…
"Hey Luhan,kau mau menceritakan sesuatu?" Yixing membuyarkan lamunan luhan.
Kini mereka sudah duduk nyaman di kantin. Kantin ini indoor,tentu saja membuat murid-muridnya merasa nyaman. Jajanan dan menu disini macam-macam. Ada yang dari dalam,bahkan luar negeri. Sistem pengambilan jajanan/makan siang disini menggunakan kartu pelajar (digesek) . Jadi,hanya siswa/siswi disini saja yang bisa memesan makanan.
"Lu,kau ini sering melamun. Ada apa? Apa keluargamu baik-baik saja? Kau bukan korban pelece–Aw! Lay! Sakit!" Ocehan Zitao berganti menjadi ringisan,puncuk kepalanya mendapat hadiah–lagi– dari Yixing.
"Kau ini sembarangan kalau berbicara"
"sudahlah,aku tidak apa-apa. Aku akan menceritakannya. Jadi,2 tahun yang lalu…"
Luhan pun menceritakan setiap detail ceritanya. Bahkan ia menceritakan perasaan yang ia rasakan saat itu. Yixing dan Zitao senantiasa mendengarnya dengan serius dan sesekali menyesap Green Tea yang selalu mereka minum. Luhan dengan percaya diri menceritakan semuanya,karena sekarang ia percaya dengan temannya itu. Ia hanya percaya dengan Yixing dan Zitao saat ini.
"….dan akhirnya aku pindah kesini. Semuanya terjadi begitu saja. Bahkan aku tidak tau keadaanya setelah hari itu. Dan ternyata ia disini. Kalau sampai eomma tau,aku pasti sudah pindah sekolah lagi besok. Eomma sangat membenci Zhoumi. Dan sekarang suruhan eomma pasti sedang memata-mataiku,bahkan sekarang aku sedang berhadapan dengan kalian,pasti ada seseorang yang sedang memata-mataiku. Eomma masih belum bisa melepaskan-ku ke dunia luar lagi setelah itu."
"apa kau tidak merasa tersiksa Luhan?"
"Lay,sesungguhnya aku ingin hidup bebas. Tapi,aku tau eomma menyayangiku. Ia tidak ingin kehilanganku. Ia hanya ingin yang terbaik untuk-ku"
"aku minta maaf sebelumnya,tapi–apa itu tidak berlebihan?"
"Kupikir iya tao. Kau tau? Bahkan tadi pagi kami sempat bertengkar karena eomma ingin bodyguard-nya mengikutiku kemanapun aku pergi. Hahah"
"Lalu selama kau diam dirumah,apa kau sempat keluar?" Yixing mulai banyak bicara sekarang.
"tidak selain ke acara-acara tertentu,pesta,dan juga berkunjung ke rumah kakek-ku di Rusia"
"Lalu? Ke mall?"
"Maid di rumahku selalu menyediakan apapun yang aku butuhkan. Semuanya. Lengkap dan tidak ada kata kurang. Um.. mungkin"
"Woah. Itu ajaib,oke? Kau tau,kau harus mencoba sesuatu yang belum pernah kau rasakan selama kau terkurung dirumah. Latihan Wushu denganku misalkan. Itu mengasyikan. Setidaknya kalau belum cedera" Zitao berucap asal,lalu ia menceritakan tentang kegiatan Wushu-nya itu. Sebetulnya tidak terlalu penting memang,tapi Luhan menyukainya. Luhan belum pernah merasakan dunia luar selain rumah.
"…aku mengikuti kelas tambahan Wushu,dia dance–"Zitao menunjuk Yixing sambil mengambil minuman yang ada di depannya–punya Yixing sebenarnya.
"Lalu kau akan mengikuti kelas tambahan apa? Apa kau punya pengalaman di bidang music? Kau bisa mengikuti kelas vocal bersama Baekhyun,Kyungsoo,dan Junmen."
"Joonmyeon! Joonmyeon! Tidak usah memaksakan menggailnya Joonmyeon kalau kau belum bisa! Sudah kubilang Suho saja! Dan juga–apa ini?! Kau mengambil jatah minumanku! Dasar panda bodoh!" Yixing berucap tidak santai sembali merebut minumannya yang tadi di ambil zitao.
"hahaha. Kalian ini,sudahlah.."
"Lagi pula apa salahnya aku memanggilnya dengan sebutan Junmen hah?! Kau ini siapa? Pacarnya?! –Ah aku lupa. Hehe." detik itu juga kedua pipi Yixing bersemu merah. Luhan tersenyum penuh arti,sedangkan Zitao menyeringai.
"Aku ingin mengikuti Volly" Luhan berujar penuh semangat.
…
…
Yeoja bermarga Xi itu tengah mengeringkan rambut indah-nya. Tubuhnya sekarang sangat wangi berbalut piyama berwarna biru langit. Ia sangat bersemangat sekarang,karena akan menanyakan hal penting kepada eommanya. Setelah selesai dan rapih,ia bergegas turun ke bawah. Ia memasuki ruang dance,yang biasa dipakai eommanya latihan yoga. Disanalah Xi Ah Rin,Yeoja paruh baya yang terlihat masih seperti remaja berusia 20 tahun itu sedang duduk sambil meminum sebotol air putih yang diberikan maid sebelah kanan-nya. Sedangkan maid sebelah kirinya sedang menyeka keringat yang ada di sekitar wajah Ah Rin dengan handuk,akibat kegiatan yoga-nya barusan. Yeoja paruh baya itu Nampak sexy sekarang,dengan peluh dimana-mana dan–pakaian yoga-nya itu. Keatasan senam sedada dan celana senam selutut,penuh dengan keringat,ditambah lagi kulit perutnya yang mulus nampak berkeringat juga. Sebetulnya Luhan tidak ingin menambah beban eomma-nya itu tapi,dia benar-benar harus membicarakannya sekarang.
"Eomma~" Luhan merajuk,sebetulnya itu hanya basa-basi.
"katakana apa yang kau mau,sayang" jawab Ah Rin sambil memejamkan matanya,menikmati pijatan seorang maid yang ada di sebelah kanan-nya tadi.
"ahahah eomma tau saja.. jadi,begini eomma. Kau tau kan,setiap sekolahan mengadakan yang namanya kelas tambahan? Temanku,Zitao mengikuti kelas Wushu dan temanku yang satunya lagi,Yixing mengikuti kelas Dance. Kata mereka kelas tambahan itu mengasyikan dan… yah… kau tahu eomma…"
"iya… jadi?" kali ini Ah Rin serius mendengarkan perkataan anaknya,ia kembali duduk tegak dan kedua maid yang tadi ada di sana sudah pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Aku ingin ikutan kelas tambahan eomma. Aku ingin mengikuti kelas Volly" setelah mengatakan itu,Luhan mengigit bibir bawahnya. Ia sudah siap apapun jawaban eomma-nya.
"Kau mau ikut Volly?" Ah Rin menatap sinis.
Luhan mengangguk pelan–"Ne,Eomma"
"Maafkan Eomma sayang,tapi–Kau tau kan?"
"Tapi eomma,Aku sudah besar! Umurku bahkan lebih tua dari kedua temanku tapi–mereka bahkan lebih dewasa dariku eomma!" Luhan sedikit meninggikan nada bicara-nya
"Lu,eomma lelah hari ini. Kita bicarakan besok bersama appa-mu. Tolong–"
"Baiklah. Aku mengerti eomma" Luhan menunduk. Tak dipungkiri lagi,ia kecewa.
"Yasudah. Eomma mau mandi dulu. Kau kembali ke kamar dan bergegas tidur. Besok kau masih harus sekolah kan?"
"N–nde eomma. Aku kekamar dulu. Selamat malam eomma,A–aku menyayangimu" Luhan masih menunduk dan pergi kekamar-nya dengan perasaan kecewa.
"kau tau eomma selalu menyayangimu Lu.." Ah Rin bergumam sambil melihat punggung anaknya yang mulai menjauh,dan membuang nafas berat. Lalu ia mengambil telephone ruangan yang tersedia disana dan menekan nomor panggilan 3. "Song Ahjussi,ke tempatku sekarang" tidak menunggu sampai 5 menit,orang yang barusan ditelepon-nya sudah berada di hadapannya sekarang.
"Kau tau untuk apa aku memanggilmu kemari?"
"Ya nyonya. Ini laporan mengenai teman-teman anak anda. Gadis modis bermata panda itu Huang Zitao. Ayah dan Ibunya merupakan pengusaha kaya,dengan peringkat terkaya ke-5 di china. Saat ini keadaan perusahaanya sangat baik,dan bahkan meningkat setiap tahunya. Dan yang berambut kecoklatan dengan lesung di pipi-nya itu Zhang Yixing. Ayahnya seorang pengacara terkenal di China,sedangkan ibunya merupakan pemegang saham terbesar lee company,perusahaan keluarga. Kurang lebih begitulah saya ketahui tentang mereka,Nyonya." Jelas Song Ahjussi sambil memberikan 2 amplop coklat.
"Hem.. keluarga kaya ya,setidaknya mereka sederajat. Lalu apa lagi?" Ah Rin bergumam tanpa mengalihkan perhatiannya dari lembaran-lembaran foto yang memperlihatkan potret Luhan sedang berbincang dengan teman-teman barunya–kejadian saat di kantin tadi siang.
"ini.. Orang yang pernah–" Song Ahjussi memberikan amplop terakhir dengan foto yang setengah terbuka. Hanya menamakan bagian kepala 'tokoh' yg ada disana.
"Tunggu. Ii–ini?! Bagaimana bisa?!"
"sa–saya tidak mengetahuinya nyonya. Zhoumi-ssi bersekolah disana,dan saya benar-benar tidak mengetahuinya nyonya."
"hah,kurang ajar. Ya tuhan,harus kubawa kemana lagi Luhan-ku. Astaga aku bisa stress. Kalau begitu,carikan informasi tentang keluarganya sekarang. Dan jangan pernah lepas dari gerak-gerik bocah itu! Kau boleh pergi"
"Selamat malam nyonya" Song Ahjussi membungkuk sopan lalu pergi meninggalkan wanita paruh baya ini sendirian–lagi.
"Bagaimana ini. Aku tidak mau Luhan jatuh cinta seperti dulu lagi." Ah Rin memandang kesal amplop itu lalu melemparnya.
"Eomma menyayangimu Lu,Maafkan Eomma…"
..To Be Continued..
Thankyou
–Sun,26 Jul'15,Kisuu–
Haahh ini dia chapter satu-nya guys gimana/? suka/? atau mengecewakan? disini HunHan-nya belum terlalu keliatan,maaf'^'. soalnya mau nuntasin dulu permasalahan masalalu yang lainnya. termasuk Luhan juga. btw thanks yang udh mau review yaa. amat sangat kisuu hargai. dan yang mau berteman lebih dekat sama kisuu pm aja oke? request dan review selalu ditunggu^^.
Thanks To : niasw3ty,Oh Juna93,luhannieka,Lisasa Luhan,Kiney,NoonaLu, . Makasih review dan semangatnya yaa^^
