–Kisuu Present–
.
.
HUNHAN
.
.
PROMISE? PROMISE!
MAIN CAST :
Oh sehun (17th)
Xi Luhan (18th)
Huang Zitao (17th)
Zhang Yixing (17th)
Zhou Mi (18th)
SUPORT CAST :
-All Exo Member-
.
.
WARNING:Gender Switch,OOC,Typo(s).
Semua pemeran milik tuhan,saya cuman minjem nama. Alur cerita 100% murni dari hasil tangan dan otak saya. Karena saya masih pemula jadi tolong jangan di bash atau ngasih review yang tidak berkenan ya^^maybe ini cerita agak absurd so... you don't like? just don't read:) Cerita ini hanya fiktif belaka,mungkin ada sedikit cuplikan cerita yang terinspirasi dari kisah nyata.thanks before and... i hate plagiarism.
.
.
ENJOY
.
.
Chapter 2 : Hurt
.
.
Preview Chapter 2.
"Bagaimana ini. Aku tidak mau Luhan jatuh cinta seperti dulu lagi." Ah Rin memandang kesal amplop itu lalu melemparnya.
"Eomma menyayangimu Lu,Maafkan Eomma…"
Yeoja tinggi bermaga Huang itu kini sedang membenarkan penampilnya didepan cermin besar dengan ukiran emas di sekitar sudut-nya. Memang tidak ada yang salah dengan penampilannya hari ini tapi yeoja manis itu selalu ingin tampil sempurna. Ia mulai memperhatikan lagi penampilannya dari mulai rambut panjangnya yang dikucir kuda dan menyisakan anak rambut tapi tidak membutnya kelihatan berantakan,malah menambah kecantikan seorang Zitao. Seragam putih tulang dengan lengan pendek-nya itu berbalut rompi kecoklatan–khas seragam hari selasa. Lalu ia mulai memperhatikan kebawah,Rok mini kotak-kotak yang hampir menyentuh ujung paha-nya itu meng-ekspos paha mulus dan kaki ramping tanpa cacat. Kakinya berbalut kaus kaki pendek sebatas mata kaki dan wedges coklat yang senada dengan rompi-nya. Sentuhan terakhir,ia menenteng tas Gucci koleksi akhir tahun, yang senada dengan seragam hari selasa-nya. Sebelum keluar ia memoleskan make-up–sangat–tipis,menggunakan Body Lotion yang tidak terlalu banyak,dan menyemprotkan parfume Aqua Marine di beberapa titik tubuhnya. 'Perfect! –gumamnya. Dan sekarang ia siap turun kebawah untuk sarapan bersama keluarga Huang yang lainnya.
"Good Morning semuaanyaaaa." Zitao berteriak dengan tidak elitnya.
"Tidak sopan sekali. Duduk yang manis Zitao"
"Baiklah,yang terhormat nyonya Huang Miya. Hihihi"
"Bagaimana sekolahmu?" kali ini Huang Zhen Li–appa Zitao– berbicara.
"seperti itu saja. Tidak ada yang special. Kenapa?"
"setelah lulus kau mau kemana?" Miya bertanya sambil mengambil sesuap salad buah-nya
"Aku ingin menyusul gege ke Jerman"
"Lalu mengganggu gege-mu disana? Tidak Zitao,appa akan mengirim-mu kembali ke Qingdao sekalian mengurus cabang perusahaan disana."
"Siwon-ge tidak merasa terganggu oleh ku appa! Apa-apaan kalian ini?!"
"Zitao,jangan berteriak di meja makan." Eomma-nya menegur.
"Terserah. Aku tidak lapar,aku pergi." –Zitao langsung menyambar tas dan kunci mobilnya lalu meninggalkan ruang makan dengan asap yang mengepul di atas kepalanya.
…
…
Sudah tidak terasa,genap 1 minggu sekarang Luhan bersekolah disini. Semua-nya berjalan dengan lancer dan baik-baik saja. Luhan memiliki banyak teman,dan juga prestasi-nya sangat bagus. Untuk mengalihkan kebosanan dalam belajar,Luhan mengikuti kelas Volly secara sembunyi. Karena takut ibunya tetap keukeuh tidak membolehkannya. Toh walaupun bersembunyi,cepat atau lambat Ah Rin akan mengetahui-nya.
Luhan sampai di sekolah-nya terlalu pagi,ia sendirian di dalam kelas. Untuk mengurangi rasa bosannya,ia mengambil earphone berwarna biru tosca lalu disambungkan ke ipod dengan warna senada miliknya. Lalu ia memejamkan matanya sambil memikirkan kejadian minggu lalu,ia bertengkar dengan eomma-nya. Walaupun bukan pertengkaran hebat,tapi tetap saja ia merasa bersalah. Tapi tentu saja,itu bukan semua salahnya. Eomma-nya terlalu egois karena tidak bisa melepaskan Luhan,padahal luhan sudah cukup dewasa untuk mengenal dunia luar selain rumah.
Puk
Seseorang menepuk bahu Luhan.
"Luhan-ssi?"
Luhan-pun membuka kedua matanya lalu mengerjap lucu. "Ya?" –jawabnya masih setngah sadar.
"aku duduk disini ya?"
"Oh?Nn–ne. Apa yang kau lakukan disini Sehun-ssi?" –ternyata Sehun yang datang dan menepuk bahu luhan tadi. Dan sekarang ia duduk di samping-ny,di bangku milik Zitao.
"sebelumnya,jangan terlalu formal. Aku lebih suka dipanggil Sehun. Ngomong-ngomong.. ini masih terlalu pagi untuk datang ke sekolah,Lu."
"Aa–ah ya.. aku tau. Mungkin aku terlalu bersemangat haha. Kau belum menjawab pertanyaanku."
"yang mana?"
"apa yang kau lakukan disini?"
"mengunjungimu,melihatmu"
Pipi luhan bersemu, "aku serius,"
"Aku-pun begitu. Hey luhan,kau sakit? Wajahmu merah." Sehun baru saja akan menyentuh pipi kiri luhan,
"Ti–tidak. Aku tidak apa-apa." Tapi luhan menghindari-nya. Luhan bukan type yeoja yang suka disentuh sembarangan.
"Ooh o–oke. Uum ya.." sehun menarik kembali tangan-nya yang barusan terangkat,lalu menggaruk tengkuknya. Ia merasa canggung sekarang.
"Lu– Kau akhir pekan ini.. ada–ah ani. Kau harus ikut aku akhir pekan ini,sejujurnya aku tidak menerima penolakan. Tapi kurasa itu terlalu egois namanya"
"Aku–" Seketika,luhan langsung mengingat ibunya. Ibunya selalu melarang,apalagi keluar bersama orang asing. Tapi itu hak-nya,iya-kan?
"Ya. Ya,mengapa tidak?" Luhan menyanggupi-nya.
"Baiklah. Sungai Han,jam 3 siang. Hahah"
"oke."
Dan sekarang mereka merasa canggung lagi,namun tiba-tiba–
"Aku membenci mereka! Arghh aku ini bukan boneka!" Anak panda datang.
"Kau kenapa?"
"Oh Sehun? Apa yang–"
"aku sedang menemaninya,panda"
"oh." Jawab-nya singkat.
"Kalau kau berniat mengajak-nya untuk pergi kencan,kurasa kau harus mengurungkan niat isengmu itu. Kau harus menghadapi yang mulia,Xi Ah Rin. Iya kan lu?"
"Hah? Ii–iya tapi," Luhan bingung sekarang.
"Maksudmu? Baru saja aku mengajaknya pergi,akhir pekan ini. Dan ia menyetujuinya." Dan Sehun ikut bingung. Kali ini telunjuk-nya mengarah ke luhan.
"Loh? Lu? Kau–"
"Ah! Yixing!" Berterimakasih-lah kepada Yixing yang datang tepat pada waktunya.
"pokerface? Apa yang–"
"Um–Sehun. Kurasa kelasku mulai ramai. Kau tidak keberatan kan kalau–"
"Oh astaga aku lupa,aku harus menyalin tugas jongdae. Terimakasih sudah mengingatkanku Lu,sampai bertemu lagi" Sehun beranjak dari bangku Zitao lalu berlari sambil melambaikan tangan-nya kearah Luhan.
"Ya.. sampai bertemu lagi Oh Sehun" Luhan bergumam,tapi masih bisa didengar oleh Yixing dan Zitao.
"Jadi... ada yang mau menjelaskan sesuatu?" Zitao duduk,sambil menaruh tas-nya. Lalu berbalik menghadap Luhan.
"Zi,Xing,kalian harus membantuku. Aku mohon~" Luhan mengeluarkan jurus-nya.
"Uum,kalau kau menyuruhku untuk menemanimu akhir pekan ini,aku sungguh minta maaf Xi,Sabtu dan Minggu aku selalu menetap di Busan,kakek-ku disana. Aku sungguh minta maaf."
"Setidaknya aku masih memilikimu Zitao. Kumohon kumohon kumohon~"
"Tapi lu–"
"Kupastikan Sehun membawa teman-nya. Agar kau tidak merasa kebosanan."
"lagipula,untuk apa aku ikut?"
"Sesuatu bisa terjadi,kalau Xi Ah Rin mengetahuinya dan kau tau zi? Dia tidak akan tinggal diam karena melihat anaknya bersama orang lain selain kita lalu–ya.. kurasa kau paham Tao."
"Tapi Lay,kupikir Ah Rin tidak akan sejahat itu. Ayolah lagipula dia manusia,dan bukan penyihir yang ada di dalam novel fiksi favorite –mu itu."
"Tao,kurasa Lay benar. Tidak ada yang tau siasat asli eommaku. Ayolah,kalian sahabatku." Luhan mengeluarkan jurus terakhirnya,merajuk sambil menontonkan puppy eyes yang terlihat menyeramkan.
"Hahh,Baiklah baiklaah! aku ikut" –dan akhirnya Zitao mengalah. Karena memang tidak ada cara lain.
"Zitao jjang! Thanks~" Luhan berujar senang sambil mengepalkan kedua tanganya.
"Tidak ada cara lain. Lalu,aku harus apa?"
"Akhir pekan,Sungai Han pukul 3. Jangan telat!"
"Hnn." Zitao menjawabnya dengan gumam-an malas.
…
…
Bel tanda kegiatan belajar mengajar sudah usai. Siswa/siswi yang merasa suntuk karena seharian mempekerjakan otaknya bergegas meninggalkan ruang kelas masing-masing dengan hati yang ringan. Kelas XII-Fisika yang tadinya berisi 20 murid kini tinggal menyisakan beberapa,dengan 3 Yeoja popular diantaranya.
"Lay,kapan kau pergi ke Busan?" Zitao membuka percakapan.
"Entahlah,kenapa? Mau ikut?"
"Kalau aku tidak memiliki janji dengan rusa China ini mungkin iya. Lagipula,Luhan–ah. Apa yang kau takuti sih? It's just a date. Kalian tidak kawin lari."
"Hahh… Kurasa ini bukan 'hanya' tapi ini diluar 'hanya' Zi…." Luhan menghela nafas berat dan member jeda sebelum melanjutkan kata-katanya. "….. Eomma makin menutupku. Bahkan eomma memberitahu Yoon songsae untuk tidak membiarkan aku mendekati 'orang asing' dikelas. Selain kalian. Bahkan aku tidak boleh berbicara dengan lawan jenis. Aku tau ini gila dan…. Kuno. Semenjak kejadian aku berbicara dengan-nya…" Luhan kembali menggantungkan kalimatnya sambil memandang kearah Zhoumi yang sedang merapihkan bara-barangnya–"…Eomma tidak suka aku berdekatan dengan namja."
Tangan Yixing terulur meraih bahu sempit Luhan. Ia membelai halus dan memberikan sejuta kelembutan bak seorang ibu yang memberikan ketenangan bagi anak-nya. "Sudahlah Lu,toh waktu itu kau bilang ini yang terbaik untukmu bukan? Tersenyumlah,dunia tidak akan berakhir hanya karena Ah Rin yang semakin mengkekangmu. Iya kan?"
"Terimakasih Xing. Kau yang terbaik." Lalu Luhan tersenyum lembut setelahnya.
"Lay-ah,kajja. Kyungsoo tidak ingin kakak-nya yang tampan ini terlambat tiba di rumah,dan juga tidak ingin calon kakak-nya yang manis terlantar." Namja dengan senyum angelic di wajahnya itu datang sambil memeluk pinggang Lay posesif. .
"menjijikan. Bahkan kalian belum menikah,dan–apa itu?! kalian sudah saling menyentuh?! Yang benar saja. Kau sama mesum-nya dengan adik-ku. Uuh~ aku sakit perut melihatnya lu~" Zitao berpura-pura memasang wajah menyedihkanya.
"Bilang saja kau iri,anak panda." Kali ini Suho–Joonmyeon mengeluarkan suaranya.
"Tu–tunggu. Joonmyeon lepaskan tanganmu atau aku akan sangat membencimu" Lay mendesis kesal karena tingkah memalukan tunangan-nya,padahal pipinya sekarang sedang merona parah. Ya. Kim Joonmyeon adalah tunangan dari Zhang Yixing. Mereka sudah menjalin hubungan pertunangan selama 3 tahun,tepat saat Lay baru saja memasuki tingkat pertama. Tak dipungkiri bahwa kedua insan yang sangat berbeda sifat ini saling mencintai satu sama lain. Seluruh siswa/siswi bahkan seluruh penjuru sekolah dan dunia kebisnisan tau. Zhang Yixing,putri bungsu pengacara Zhang sudah terikat oleh tali pertunangan dengan Kim Joonmyeon,pewaris satu-satunya Amateur Company.
"Astaga,lebih baik aku memakan segudang paku daripada harus dibenci olehmu." Suho menggodanya sambil mencolek pelan dagu Yixing,membuat yang dicolek makin menatapnya tajam. Padahal pipinya semakin memerah sekarang.
"Sudahlah. Kajja. Adikmu masih sakit?"
"Ya,tapi kata perawat suhu badan-nya sudah membaik. Tinggal istirahat beberapa hari lagi lalu sembuh total. Berterimakasihlah kepada calon adik iparku. Haha"
"Yak,Junmen,aku heran. Kenapa pacar adik-ku memiliki kakak yang bahkan tidak ada mirip-miripnya. Astaga,kau anak angkat?!" dan sekarang Zitao mengeluarkan wajah pura-pura kaget-nya. Membuat luhan terkekeh geli.
"Aku belum pernah melihat adikmu,Suho-ya." Luhan mulai membuka suara.
"Oh benarkah? Mungkin karena ia berada di tingkat satu dan tentu saja ia sedang sakit semenjak 4 hari yang lalu. Selasa depan ada jamuan makan malam di rumah-ku. Dengan senang hati aku mengajak kalian dan kalau kau mau kau bisa berkenalan dengan adik-ku Lu"
"Benarkah? Aku senang mendengarnya. Ada acara apa dirumahmu?"
"Peringatan 3 tahun-nya pertunangan kami. Ini berlebihan,iya kan?" kali ini Yixing yang bersuara.
"Kupikir itu tidak berlebihan. Akan kuusahakan datang. Kalau kau Zitao?"
"Sudah kupastikan adik-ku si hitam itu ikut. Kalian pasti bisa menebak-nya."
"Kalian sesama hitam,tidak usah saling meledek!"
"Berisik kau junmen. Sudah sana kalian pergi. Menyusahkan saja"
Akhirnya pasangan muda itu-pun pergi meninggalkan Luhan dan Zitao yang sekarang tengah terlibat percakapan ringan. Semenjak Luhan menginjakan kakinya di sekolah ini,Zitao selalu menemani Luhan menunggu jemputannya datang–Luhan tidak diperbolehkan mengemudi kendaraan sendiri semenjak percakapan singkatnya dengan Zhoumi–,dan Zitao samasekali tidak keberatan. Toh akhirnya dia pulang sendirian.
"Zi,sepertinya–ada yang.." Luhan memandang seseorang dengan postur tubuh–amat sangat–tinggi sedang bersender di samping pintu,kelihatan seperti sedang menunggu seseorang. Ia mengenali siapa dia. Belum juga Luhan menyelesaikan kalimatnya,Zitao ikut menoleh kebelakang. Matanya terbelalak kaget melihat siapa orang yang sedang di lihat oleh Luhan sekarang.
"Kau perlu bicara Zi,Lagipula–"
"Eits no no yang aku hormati. Kau belum dijemput Shin Ahjussi. Lagipula apa yang harus kami bicarakan? Tokoh kartun yang sering Kyungsoo tonton? Jangan bercanda Lu,bahkan aku tidak menyukainya. Hahaha"
Ringtone hanphone Luhan berbunyi nyaring. Luhan melihat siapa yang menelepon-nya,lalu tersenyum senang sebelum mengangkatnya.
"Ya?"
"Sopan-lah sedikit dengan sepupumu ini Lu! Aku sudah di bandara. Kau sudah berjanji akan menjemputku. Kau tidak lupa kan?" seru suara di seberang sana.
"Eoh? Jiejie sudah sampai? Cepat sekali.." Luhan melihat jam tangan-nya ".. Di jadwal,penerbangan China–Korea akan tiba 30 menit lagi.."
"Penerbanganku dipercepat. Sudahlah cepat kemari. Aku merindukanmu!"
"Aww jie itu terdengar menggelikan hihi. Baiklah,aku segera kesana!"
Pip–Luhan memutuskan sambungan.
"Siapa? Itu bukan telepon pura-pura kan?" Zitao bertanya sambil mengangkat sebelah alisnya,tanda ia sangat penasaran.
"Sepupuku,baru pulang setelah pertukaran pelajaran dari china. Dia akan bersekolah disini juga! Aku sangat senang. Dan sekarang aku harus menjemputnya ke bandara. Kupikir Shin Ahjussi sudah menunggu." Luhan menjawab sambil melihat jam tangan-nya–lagi.
"oh,baiklah. Aku langsung pulang."
"kau pulang lewat mana? Jendela? Ku peringatkan sekali lagi,kau harus bicara dengan-nya. Sudah ya,aku pergi. Bye!" Luhan melenggangkan kaki jenjangnya meninggalkan kelas yang sekarang benar-benar sepi. Tinggalah Zitao sendirian,dan seorang namja jangkung yang masih setia menanti-nya di depan kelas.
"Mau sampai kapan kau disana?" namja jangkung itu menghampiri yeoja bermata panda itu yang sedang duduk tertunduk sambil memainkan gantungan boneka panda kecil yang menggantung manis di ujung tali tas Gucci-nya.
Zitao menegakkan kepalanya. "Aap–apa yang kau lakukan disini?!"
"kita perlu bicara Zi,jangan menjauhiku lagi.. kumohon,ini menyiksaku.." Wu Yifan–namja jangkung itu–membuang nafas berat.
"apa yang harus dibicarakan? Ini sudah berakhir Kris,sudahlah. Aku senang saat semuanya sudah berakhir. Dan sekarang kau malah mencariku,itu menggangguku Tuan Wu." Zitao berucap sinis,tanpa melihat perubahan raut wajah Kris–Yifan–yang semakin memburuk tiap kali mendengar penuturan tajam dari bibir tipis Zitao. Kris makin tersiksa.
"Kau tau zi? Aku menyesal. Disini–" Kris menggiring tangan Zitao ke dada kiri-nya "–disini sesak. Kumohon.."
"Aku tidak akan termakan omonganmu untuk kedua kalinya wu,jangan ganggu aku. Berjanjilah ini terakhir kalinya kau menggangguku wu." Zitao menarik paksa tangan-nya yang tadi di genggam oleh Kris.
"Apa aku mengganggumu?"
"Kau ingin jawaban asli atau bohong? Kalau kau memilih opsi pertama jawabannya ya. Kau sangat mengganggu sekarang. Pergilah yifan," Zitao mendorong bahu lebar Kris lalu beranjak dan bergegas meninggalkan kelas sebelum lenganya dicengkram sedikit kuat.
"kau mau kemana?"
"Pulang. Lepaskan Kris,ini sakit."
"Tidak sebelum kau mendengarkanku."
"Bicaralah,lihat? Telingaku akan mendengarnya dengan jelas" Zitao menyelipkan anak rambut yang menghias wajah manis-nya itu ke belakang telinga.
"Mungkin kau sudah bosan mendengarnya. Tapi aku tidak bosan mengatakannya. Aku minta maaf.. sungguh. Maafkan aku. Itu sudah 2 tahun yang lalu Zi! Bahkan kau tidak mendengar semua percakapanku denga wanita itu kan? Kumohon,dengarkan dulu baik-baik. Itu semua–"
"Cukup Kris,aku pulang. Kupikir kau akan membicarakan tentang Gucci Bag terbaru rilisan appa-mu. Ternyata bukan,membuang waktu saja. Kutinggal ya?" Zitao menggerakan kaki jenjangnya dengan cuek meninggalkan Kris yang masih mematung meratapi nasibnya.
"Maafkan aku Zi.." Kris jatuh terduduk membiarkan air mata lolos dari mata elang-nya.
Sebenarnya masalah yang menimpa Kris dan Tao sangat Complicated dan pasaran. Masalah ini sepele,hanya salah paham. Tapi kalau ditilik dari korbanya–Zitao–mungkin ini memang masalah berat. Urusan hati,tidak ada satu orangpun yang ingin merasakan sesaknya sakit hati bukan?
Flashback
Hari ini genap 6 bulan Zitao berpacaran dengan kekasihnya–Kris. Ia sedang belajar membuat cupcake bersama Kyungsoo kekasih adiknya dengan bantuan para maid. Ia berencana akan membuat 6 cupcake untuk kekasihnya itu,dan juga candle light dinner yang sudah ia susun di halaman belakang. Tao memekik senang saat melihat hasil cupcake yang sudah di buatnya. Sebelum ia beranjak pergi ke kamar untuk membersihkan diri,ia mengantar Kyungsoo sampai halaman depan yang akan pamit pulang. Sebetulnya tidak pulang,tapi jongin menyeretnya kencan.
Kini ia sudah cantik dengan gaun berwarna merah jambu yang tidak terlalu mencolok selutut dan menggunakan wedges warna senada. Rambut hitam malam-nya ia biarkan terurai manis dengan ujung-nya yang menggantung seperti per. Polesan make-up tipis menghias wajah cantik-nya,dan sekarang ia terlihat sempurna. Langkah terakhir,ia tinggal menelpon Kris bahwa semuanya sudah siap. Ini bukan kejutan,karena Zitao tidak ingin semuanya berakhir sia-sia. Zitao sudah menyusun semuanya dan membuat janji dengan Kris,karena namja blasteran kesayanganya itu orang sibuk–walaupun masih kelas 10.
"gege!~ cepat kemari. Aku sudah siap." Zitao berseru,ia terlewat senang.
"Peach,maaf.. gege lupa mengabarimu..tadi pagi appa bilang kalau produk baru-nya di Canada gagal diluncurkan. Dan aku harus ikut denganya ke Canada selama 2 hari. Maafkan aku ya.."
"Begitukah? Baiklah ge.. tidak apa-apa. Aku mengerti,pulanglah dengan selamat ya. Aku mencintaimu"
Pip–Sambungan diputus secara sepihak.
Zitao menghembuskan nafasnya kecewa. Ini memang sudah biasa. Bahkan bukan hanya sekali,tapi berkali-kali Kris selalu melanggar janji denganya. Setiap kali Zitaoingin merayakan hari jadi-nya dengan Kris,namja itu selalu menjawab 'Untuk apa merayakan yang seperti itu? kekanakan sekali,percayalah bahwa aku tidak akan berhenti mencintaimu kalau kita melewatkan perayaan itu Zi'. Zitao tersentuh memang. Tapi ia yeoja. Dan jangan lupa,ia memang kekanakan. Ia berjalan gontai menaiki tangganya. Yang ia inginkan hanya tidur sambil mendekap erat fuzi–boneka pandanya.
"Bereskan semuanya. Makanan-nya jangan dibuang,simpan saja di lemari pendingin,hangatkan besok untuk sarapanku. Si Kris itu tidak datang. Huh aku lelah" Zitao mengerucut imut bibirnya.
"Baik nyonya,selamat malam." Maid yang barusan ia perintah membungkuk sopan lalu pergi kearah dapur belakang.
Keesokan harinya,ia ingin jalan-jalan ke daerah myeongdong. Dan juga ia sedang ingin sendiri,menghilangkan penat karena rasa kecewanya tadi malam. Jalan menuju myeongdongkebetulan lewat rumah Kris,kekasihnya. Karena sifat isengnya,ia sengaja mampir ke rumah Kris,siapa tau Wu Ahjumma ada di dalam. Matanya menjelajah kesegala penjuru ruangan. Namun Matanya berubah memicing ketika melihat dua pasang sepatu di depan ruang belajar kekasihnya. Yang satu sudah dipastikan milik Kris,karena Zitao tau itu adalah sepatu kesayanganya. Dan yang satu lagi tentu saja bukan milik nyonya Wu. Karena Zitao juga tahu,bahwa selera Nyonya Wu sangat sama denganya. Menggunakan Wedges,sedangkan yang ia lihat sekarang merupkan sepatu flat biasa.
Tunggu
'Kalau ini sepatu Kris,Kenapa Kris disini? Bukanya ia sedang di Canada?' batin Zitao. Perasaan gugup bercampur gelisah mulai menyeranginya. Pikiran negative mulai menjalar di pikiranya. Namun Zitao adalah Yeoja yang selalu berfikir positif. Perlahan ia memegang gagang pintu bulat dengan gantungan boneka ulat,namun samar-samar ia mendengar suara yang sangat ia kenal dari dalam. Suara Kris,kekasihnya.
"….kupikir begitu. Lagipula aku tidak pernah serius denganya. Dia hanya pelampiasanku saja untuk melupakanmu. Dan juga,kemana saja kau selama ini. Aku merindukanmu. Kau tau,aku membatalkan acara makan malam denganya beralasan bahwa aku sedang di Canada,hanya demi menemuimu. Aku kaget,ternyata kau kembali ke Korea"
"Kau jahat Yifan… dia anak yang polos dan manis,terlalu bodoh hingga kau mempermainkanya. Ya,aku sadar. Aku terpuruk setelah memutuskanmu. Maafkan aku.." Kini terdengar jelas suara yeoja itu.
"sudahlah. Kau akan kemana hari ini? Aku akan mengantarmu pergi. Sekedar melepas rasa rinduku."
"Aku ingin kau me–"
Cklek–Pintu Ruangan itu terbuka
Dan–Zitao muncul dengan mata sembabnya
Perih,itu yang Tao rasakan sekarang. Sangat perih. Ingin mati rasanya. Melihat pemandangan di depanya,Kris sedang memeluk posesif pinggang Yeoja dihadapanya,dan Yeoja itu mengalungkan kedua tanganya di leher jenjang Kris. Zitao tau maksud kata orang sekarang 'Cinta pertama tidak akan pernah berhasil',dan ini saatnya. Saat Kris yang notabene cinta pertamanya sedang bermesraan dengan cinta pertamanya. Ya. Zitao mengenalnya. Yeoja itu,Na Haeryung,Cinta pertama Kris. Dan–apa tadi Kris bilang? Tidak pernah serius? Pelampiasan? Cukup sudah.
"Aku baru tau,Canada buka cabang daerah Seoul ya Kris. Aku bodoh." Zitao tersenyum miris. Tersenyum dengan air mata yang terus mengalir di kedua belah pipi chubby-nya
Kris dan Haeryung terbelalak saat mereka menyadari siapa yang datang dan berani-beraninya membuka pintu sembarangan.
"Taozi.. In–ini,Kk–kau.. Seben–" Kris beranjak untuk meraih pipi chubby Zitao yang sudah basah dengan air mata. Sesak melihat panda kecilnya itu menangis,terlebih itu ulahnya.
"JANGAN MENDEKAAT!" Zitao berteriak histeris. "Kau,Wu Yifan. Kita selesai. Dan aku tidak pernah mengenalmu. Aku tidak akan mengucapkan terimakasih,karena selama ini kau tidak pernah memberikan apapun untukku. Kau pikir aku ini bukan manusia? Kau bodoh atau apa? Jangan mencariku walaupun sebetulnya aku tidak yakin kau akan mencariku atau tidak. Dan aku–"
"Taozi,jangan seperti ini. Kum–" kris mencoba mendekat lagi sekarang. Kalau kau ingin tau kabar Haeryung,wanita itu masih dalam posisi Shock nya sekarang.
"KUBILANG JANGAN MENDEKAT! KAU SUDAH BODOH,TULI JUGA HAH?! Aku berjanji ini terakhir kalinya aku berbicara denganmu Kris,aku berjanji. Aku akan membiarkanmu sekarang. Dan aku akan menganggap semua ini hanya hal bodoh. Kau,dan aku hanya hal bodoh. Kalau orang lain bertanya apakah kau mantan kekasihku maka dengan senang hati aku menjawab 'Aku dan Kris tidak pernah kenal. Hubungan kami dulu hanya hal bodoh. Bahkan aku tidak mencintainya.' Itu yang kau inginkan aku menjawab kan?kita selesai. Ketika kakiku melangkah keluar dari rumah ini,aku akan melupakanya. Semuanya"
Zitao berlari keluar mansion milik –mantan kekasihnya dan langsung memasuki mobil yang dikendarai oleh supir pribadinya. Kris tidak tinggal diam. Ia mengejarnya,mengejar Zitao-nya. Sesungguhnya semua ini memang salahnya,tapi ada sedikit salah paham. Kris tidak sejahat yang Zitao kira.
Keesokan hari-nya,Hannyoung gempar dengan Gossip hubungan Kris dan Zitao,pasangan yang paling serasi saat itu,kandas ditengah jalan. Zitao yang menanggapinya hanya melenggang tidak peduli. Sikap-nya pun kini berubah. Terkesan tomboy,galak,dan cuek. Yixing sampai bingung dibuatnya,ia tidak habis fikir kenapa Zitao yang notabene Yeoja popular yang super cute dan manis kini berubah 360 derajat. Berbeda Zitao,berbeda pula dengan Kris. Namja itu semakin gencar mengejar bahkan menguntit Zitao kemanapun ia pergi. Namun tetap saja,Zitao bahkan tidak pernah menganggap Namja itu ada. Kris tersiksa sekarang,ingin mati rasanya. Ia menyesal dengan semuanya. Dengan awal yang salah. Ia menyesal. Rugi di pihak Kris,namun beruntung di pihak namja-namja genit yang sudah lama mengincar Tao. Semenjak putus-nya hubungan Tao-Kris,banyak sekali namja berhamburan menyatakan cinta kepada Zitao. Bahkan tidak sedikit pula dari mereka yang merupakan siswa Junior High School. Dan Kris tidak bosan membentak seluruh namja yang berani menyentuh Zitao-nya. Seterusnya seperti itu. Zitao yang tidak peduli,dan Kris yang tidak bosan mengejarnya.
Flashback End
…
…
Luhan berjalan di koridor meninggalkan ruang kelasnya barusan. Ia berbohong pada Zitao kalau Ahn Ahjussi sudah menjemputnya,karena sebetulnya Ahn Ahjussi akan menelpon kalau sudah sampai. Luhan berfikir ia harus member waktu untuk anak panda itu berbicara empat mata dengan Kris,mantan kekasihnya. Luhan bahkan sudah tau detail cerita-nya,walaupun bukan Zitao yang menceritakannya. Ya,siapa lagi kalau bukan Yixing yang menceritakannya. Luhan berfikir,ini bukan seluruhnya kesalahan Kris. Zitao hanya perlu mendengarkan semua penjelasan Kris dan–Bam! Semuanya akan kembali seperti semula. Yixing berpendapat yang sama dengan Luhan,kalau menurutmu Yixing tinggal diam saat Zitao memutuskan Kris jawabanya adalah salah. Yixing bahkan sudah mencoba berbagai hal halus sampai hal ekstrim untuk membujuk sahabatnya,tapi tetap saja. Zitao seakan tidak mau berbicara kalau sudah menyeret nama Kris. Zitao memang pribadi yang keras kepala. 'hahh bahkan kisah cintaku lebih tragis dari kau,Zitao.' Batin luhan. Seketika ia teringat dengan sepupunya di bandara. Karena tidak mau membuat sepupunya menunggu lama,ia mengambil ponselnya lalu mengetik pesan singkat untuk sepupunya di seberang sana.
To: Xiumin
Message: Jie,jangan menungguku. Sepertinya Ahn Ahjusii akan terlambat menjemputku. Jiejie langsung ke rumahku saja. Aku segera kembali. Maafkan aku.
–Send–
Luhan menghela nafas lega. Untuk mengatasi rasa bosan,ia pergi berkeliling sekolah. Ia terus berjalan,melenggangkan kakinya tanpa arah. Ia tidak tau harus kemana,biar kakinya yang berjalan. Dan disinilah dia. Di lapangan basket indoor yang biasanya dipake latihan basket dan wushu. Ia sering kesini,kalau Zitao sedang ada latihan. Selain hari latihan zitao,ia tidak pernah kesini. Kecuali saat ini. Ia berjalan dan duduk di bangku penonton,ke-4 dari yang paling atas. Ternyata sedang ada latihan basket,jadi tidak ada salahnya menonton.
Matanya memicing ketika melihat sosok yang ia kenal. Sosok yang tadi pagi menyapa-nya. Yang tadi pagi mengajaknya kencan di akhir pekan. Pipi Luhan bersemu merah ketika mengulang kembali kata 'kencan'. Memang bukan yang pertama,hanya saja sudah terlalu lama.
"Lu? Apa yang kau lakukan disini?" Tubuhnya menegang. Bukan,ini bukan suara berat nan lembut milik Sehun. Ini suara–
"Zhoumi? kenapa–" Lidahnya membeku,ia tidak bisa mengatakan apa-apa. Mantan kekasihnya itu kini sedang duduk tepat di sampingnya. Sedang menatapnya intens tapi luhan bisa melihat,ada tatapan kekecewaan disana.
"Aku sedang latihan basket. Apa yang kau lakukan disini?"
"Ak–aku iseng kemari. Aku tidak tau harus kemana,jadi aku kesini."
"ooh" 'Zhoumi tidak berubah. Yatuhan apa yang ku pikirkan'–batin luhan.
"Kau tau,semua itu jauh dari apa yang ingin kukatakan." Zhoumi mengalihkan pandanganya ke lapangan.
"maksudmu?"
"2 tahun yang lalu. Saat perayaan hari ulang tahunmu. itu–"
"Sudahlah aku sudah melupakannya. Aku tau aku yang terlalu bodoh. Hah"
"Dengar Lu,kau bahkan tidak tau apapun. Kau tidak bodoh tapi kau belum tau yang sesungguhnya. Ini bukan salahmu dan juga bukan salahku. Aku mencintaimu lu,sangat."
"Kau ini bicara apa sih? Aku ti–"
"Lu,dengar.." Zhoumi meraih sebelah tangan Luhan lalu menggenggamnya. "..Aku sudah bilang kan kalau aku mencintaimu? Percayalah. Aku berani sumpah ini berbanding terbalik dengan apa yang kau pikirkan lu–" Mata Luhan terbelalak ketika tanganya di raih Zhoumi.
"–Ada orang dibalik semua ini. Dengarkan kata-kataku Lu. Cinta berani berbuat apapun,cinta membuat kita buta. Cinta yang bisa membuat kita melakukan apapun,tidak memandang baik atau buruknya. Dia,yang berbuat seperti itu padaku,yang terlalu mencintaimu Lu." Kali ini Zhoumi menggenggamnya lebih erat. Sangat erat,sampai Luhan kesakitan.
"Zhou– Le–lepaskan! I–ini–"
"Hey kau,jauhkan tanganmu dari-nya" Zhoumi dan Luhan menengok ke arah namja yang datang dengan tiba-tiba. Dia,si albino Oh Sehun.
"Apa pedulimu? Ini bukan urusanmu. Jangan ikut campur." Zhoumi dan Luhan bangkit dari duduknya setelah menghempaskan tangan luhan kasar. Luhan mengerti itu,Zhoumi sedang kesal.
"Ya tuhan. Jelas aku peduli. Dia kesakitan bodoh. Apa kau bahkan tidak bisa memahami wanita?" Kalimatnya terkesan biasa,tapi Sehun mengatakanya dengan kesan dingin dan tidak peduli.
"Tutup mulutmu kalau kau tidak mengerti apa-apa Oh Sehun!"
"Se– Sehun-ah.. sudah–" Luhan mencoba melerai. Ia sangat takut sekarang. Ia tidak pernah dalam posisi ini sebelumnya. Maklum,ia hanya anak rumahan. Dan sekarang ia tau bagaimana berada dalam posisi yang sering ia lihat di serial drama favoritnya.
"Sudahlah,tidak penting aku berurusan denganmu. Ayo pergi dari sini Lu." Zhoumi hendak menarik paksa lengan Luhan. Tapi terlambat. Sehun jauh lebih cepat. Sehun menarik pergelangan tangan Luhan dengan penuh perasaan dan melindunginya dibelakang punggung lebarnya.
"Kau–"
Dugh
Tepat saat Zhoumi berbalik,Sehun menendang dada bidang-nya. Zhoumi jatuh tersungkur kebelakang. Ia mengaduh kesakitan.
"Ahk– Iin–Ini" Zhoumi memegang dadanya,tidak bisa dipungkiri tendangan Oh Sehun sangat kuat.
"Apa kau tidak punya Televisi dirumah? Apa kau bahkan tidak tahu berita tentang pertunangan putra sulung dari Oh Kevin?"
"Lalu apa–" Zhoumi mendongkakan kepalanya,mengekspos wajah-nya yang merah padam akibat menahan sakit dan marah.
"Kalau kau mau bertanya apa hubunganya, dia.." Sehun merangkul Luhan mesra. "..Xi Luhan,tunanganku.." Sehun berkata tegas dan mantap.
Zhoumi terbelalak kaget,begitu juga Luhan yang masih mencerna maksud dari semua perkataan namja albino itu. Suasana menjadi hening yang terdengar hanyalah suara dentuman basket yang berpantulan dengan lantai.
..To Be Continued..
Thankyou
–Wed,29 Jul'15,Kisuu–
And.. beginilah jadinya Chapter 2 sorry for late update okay? Kisu sibuk *jiaah*. Trus kisuu juga agak kecewa bcs review-nya dikit banget.. padahal review sangat dibutuhkan looh. buat yg minta untuk fast update kisuu gak janji ya/? kisuu lumayan sibuk looh sekian bacot-bacotanya. and thanks buat temen kisuu yg duduknya di depan bangku kisuu yang bacotable bgt thanks juga buat yang udh mau review,sebetulnya silent reader sih gak masalah tapi.. ya.. masa kisuu gak dikasih masukan sih,kan sakit:( wks. sekian deh,daritadi ngebacot mulu. review yaa jangan lupaa,dan semoga cerita kisuu bermanfaat buat kalian. yang jelek-nya gausah ditiru oke? sekali lagi ini janji,Request and Review selalu dinanti hwhw. Love dari Kisuu.
