Boboiboy (c) Animonsta
Warning : rawan typo, gajeness, abal dan OOC!
A/N : Yoosha! Setelah sekian lama ngilang akhirnya Era balik lagi ssu~ udah ya, nggak usah banyak ngomong, langsung aja~~~
Happy Reading all~~
.
Pembagian Hasil UAS IPA.
Hari ini adalah hari yang menegangkan buat semua murid di SMP Pulau Rintis, karena hari ini adalah pembagian hasil Ujian Akhir Semester IPA! UAS IPA!
Emm.. Kayaknya nggak juga.
Kenapa?
Soalnya yang tegang cuma si Taufan sama si Air.
Ayo kita liat!
Di sudut biru! Ada Tau––stop! Lu kira tinju apa?!
Oke, salah naskah.
Di pojok kelas, sang adik yang berwarna jingga (?) Dengan mulut monyong yang dia kategorikan sebagai mulut terseksi di dunia itu sudah tepar ditempat dengan mulut berbusa.
Sementara itu, pemuda biru––yang notabene nya adalah adik terkecil––sedang duduk tenang sambil membaca sebuah komik shoujo bertemakan romance (pastinya) Oh ya! Jangan lupakan wajah madesu yang dipasangnya. Tapi walaupun gaya-nya kayak gitu, teman teman sekelas banyak yang iri sama dia. Sudah pinter, anak paling muda dan paling disayang sama guru lagi.
"Oi, madesu!" Si jingga memanggil adiknya terjintah. "Nama gua Air, bukan madesu. Trus, lu kalo ngomong mulutnya benerin dulu." Balas adik berwajah madesu itu tanpa mengalihkan pandangannya dari komiknya.
Dasar adik kurang ajar.
"Bibir gua dari dulu udah kayak gini tauk!" Sabar api, sabar.
Orang sabar disayang Tok Aba (?)
Adiknya masih kelihatan tenang tenang aja. "Eh, betewe, lu kok tenang banget sih? Nggak mikirin nilai lu nanti?" Tanya Api heran. Air menutup komiknya dengan brutal, sampai sampai 10 halamannya robek (?) Dan memutar matanya bosan.
Ya Tuhan, ijinkan Api buat nyongkel itu mata pakai gunting kesayangan kakak pertamanya yang temperamen––dan kadang rada rada psychopat––itu.
"Yah, mau gimana lagi. Mau dipikirin juga, nilai yang dikasih nggak akan berubah kan?" Jawab si madesu sok bijak. Tapi yang bikin Api kesel itu muka madesunya si Air. Kata kata sok bijak sama muka madesu itu perpaduan yang sangat tidak epic!
"Orang oon seperti kamu tidak perlu cemas dengan nilai yang akan keluar. Toh, nilainya tetep segitu segitu doang"
.
"DASAR ADIK SIALAN LU! WOI, KAK GEMPAAAA! JANGAN TAHAN DAKUUU! DAKU MAU HAJAR DIAAA!" Teriak Api dengan posisi yang sok–sok ditahan oleh seseorang. Pemuda yang merasa dipanggil pun mendelik ke arah Api yang lagi kumat sifat ala sinetronnya.
Sejak kapan gue nahan elu, dasar adik monyong ababil.
.
Pembagian Hasil Ujian IPA.
Cikgu Papa membagikan hasil ujiannya. Ada yang meraung-raung bahagia, terhura––eh, bukan. Maksunya terharu, ada yang jingkrak jingkrak (contohnya : Api ), ada juga yang biasa biasa aja (contohnya : Halilintar dan Air.. Maklumlah, anak anak jenius), ada yang langsung komat kamit bersyukur (contohnya : Gempa) dan ada juga yang pundung di pojokan kelas––bukan gara–gara nilainya jelek, tapi gara-gara nggak berani lihat nilainya sendiri (contohnya : Taufan)
.
Di pojokan kelas ada makhluk biru lagi merapalkan mantra sambil kejang kejang. Di tangannya ada hasil UAS Biologi–nya. Gimana kalo nilai–nya jelek? Kalau di bawah KKM gimana? Bisa bisa dimarahin Tok Aba terjintah nih. Ah, masih mending sih, daripada ditabok sama kakak tercayang.
Lihat kiri–kanan–depan–belakang–atas–bawah (?)
Oke, Kak Hali nggak ada!
SREEETT
Njeerr, nilai-nya ancur banget!
Seketika, mulutnya langsung jadi lebih montong dari mulutnya Api.
Kalau ketahuan Kak Hali bisa gawat nih.
"Berapa nilaimu Taufan? Eh? 52? Bagus sekalii~"
ASDFGHJKLPOIUYTREWQZXCVBNM!
Speak of the devil and the devil will come to you. /sok inggris
Di belakangnya, sepasang iris scarlet sedang menatapnya dengan tatapan tajam yang mengintimidasi. Jangan lupakan senyuman yang bisa bikin teman teman sekelasnya berniat bunuh diri minum spiritus.
"Eehh?~ bukan 52 ya? Are? 25? Hebat sekali~"
Mamah ijinkan Taufan bungee jumping dari atap sekolah tapi nggak pakai tali sekarang jugaah!
Kaka Hali sereem ssu~
"K... Kak Halilintar.." Oke, Taufan sudah kejang kejang di tempat.
"Taufan.. Sini.. Biar aku lihat.." Muka kakak-nya sekarang sebelas empatbelas sama muka iblis pencabut nyawa––yang sebelas iblisnya yang empatbelas muka-nya kak Hali––
"Taufa––"
"KAAAAKK! LIHAAT AKU DAPAT 79!".
Seketika, Taufan langsung mau peluk adik monyong seperjuangannya itu. 'Api kau penyelamat kuuh~~' batin Taufan nista sambil nari balet di dalam hati dengan nistanya.
Tunggu–– TUNGGU!
API DAPAT BERAPA TADI?! 79?!
Seketika, satu kelas penuh dengan air matanya Taufan. Sampai sampai ada penguin berenang renang di sebelahnya.
Api, kau benar-benar tidak sayang kakak!
"Eh? Air kenapa?" Kelimanya diam, menoleh ke arah Air yang mukanya tambah masem aja.
"Aku dapat jelek kak..."
"HAAAAAHH?! DAPAT BERAPA MEMANG?!" Keempatnya penasaran, air dapat berapa? Tapi yang paling penasaran Taufan, soalnya secara nilainya dia yang paling jelek.
"Aku dapat..." Semua tahan nafas.
"...98."
"..."
.
.
.
.
.
"KAK GEMPA LEPASIN! MAU KUHAJAR INI ANAAAAAK!"
"KAK HALIIIII LEPASIIIINNN! AIR, KAU BENAR-BENAR ADIK TIDAK SAYANG KAKAK!"
Halilintar dan Gempa yang merasa dipanggil hanya melotot kearah dua orang sarap yang jiwa sinetronnya kumat.
"Kak Halilintar..."
"Apa, Gempa?"
"Bawa gunting nggak kak?"
"Buat apa?"
"Ngerobek-robek dua orang sarap ini."
"Bentar, kucari."
Air? Dia sudah ngakak nista sambil guling-guling di dalam hati.
Selesai ssu~(`.w.`~)
Pendek ya? Era tau kok :v Garing ya? Iya, Era juga tau :v
Apa-apaan ini?! Sudah pendek, garing lagi! Aaarrgghh! /oke, abaikan.
Ide-nya masih mentok :'v
Ada yang punya ide? Boleh ditulis di laman Review ataupun PM langsung juga boleh ssu~
See You Next Time!
