Boy in Luv [Bts]
Jimin x Hoseok
.
.
.
Bola mata Hoseok sama sekali tak bisa melepaskan pandangannya dari murid baru yang tubuhnya diperkirakan lebih rendah 5 centi darinya. Dia tak tahu mengapa tapi rasanya ia sangat tertarik dengan pemuda baru tersebut. Kakinya melangkah mendekati bangku murid baru yang baru saja memperkenalkan dirinya di depan kelasnya.
Tangannya menggebrak meja sang murid baru dengan cukup keras menyebabkan sang pemilik meja terlonjak kaget sekaligus takut. Namun reflek Jimin –sang murid baru, mendongakkan kepalanya dan melemparkan tatapan keheranannya. Tatapan yang membuat para gadis di kelasnya memekik gemas.
"A-ano, ada apa eeh–" Mata Jimin berusaha mencari nametag pemuda yang menggebrak mejanya barusan.
"Jung Hoseok. Panggil aku Hoseok." Hoseok memotongnya dengan cepat membuat Jimin terbungkam.
"A-ah, b-baiklah, Jung Hoseok-ssi. Ada apa?" Jimin hanya bisa menundukkan kepalanya karena ketakutan setengah mati. Ayolah, dia baru saja memasuki kelas barunya selang beberapa menit yang lalu dan dia sudah mendapat perlakuan seperti ini?
"Siapa namamu manis?" Jari lentik Hoseok mengangkat dagu Jimin hanya dengan telunjuk kanannya dan mengembangkan senyum miringnya yang terlihat menawan sekaligus mengerikan di waktu bersamaan.
"A-aku Jimin. Park Jimin imnida." Jimin menunduk sopan. Sekedar tatakrama yang diajarkan ibunya.
"Kau sudah menggenggam hatiku, jangan berani kau melepasnya."
