Tahukah kau?

Kau membuatku rindu.

Bagaimana keadaanmu sekarang?

Ku harap kau akan baik-baik saja.

Apakah perasaanmu masih sama terhadapku?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

''Good Bye''

.

.

.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : T

Indonesian

Genre : Romance (gak terlalu bisa nentuin genre).

Cast : Sakura H., Shikamaru N., Ino Y., and other.

.

Semua karakter yang ada disini milik MK.

Saya cuma minjem bentar.

.

WARNING : OOC, AU, CERITA ABAL, GAJE, NGEBOSENIN, TYPOS, DKK (Semoga aja ngak).

.

.


Hai, ketemu lagi sama author yang satu ini. Saya mengucapkan terimakasih buat para readers yang mau membaca dan mereview fic gaje ini. Dan Author juga mau minta maaf sebesar-besarnya apabila author melakukan kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja sampai membuat readers tersinggung ataupun marah. Gomennasai Minna. Author juga bingung ini akan disebut chapter selanjutnya atau cuma sequel? Anggap saja hanya penjelasan dari sudut pandang yang berbeda yaitu Shikamaru. Hehehehe, ceritanya gantung diri ya #Plaaak maksud saya ngegantung, gomen author memang pengen bikin seperti itu, soalnya kayaknya seru. #Plaaaak (Iya seru karena lo yang buat, yang baca gereget tahu -_- ). Memang benar ketika saya nonton film, drama, atau apalah terus ending filmnya ngegantung rasanya gimana gitu, penasaran bingits sama ceritanya, pengen kelanjutannya tapi gak ada #Plaaak atau masih loading ya? (Author kok malah curhat -_-) Hehehe gomen-gomen. Ok dari pada author banyak bacot ntar dibacok lagi #plaaak. Langsung aja...

Sekarang waktunya menanggapi review :

KET : TANDA KURUNG DAN DIBOLD ADALAH BALASAN DARI SAYA ^_^ .

Guest chapter 3 : Ni diupdatenya kenapa yah? (Gomen-gomen, memang gak diupdate hanya memperbaiki typos yang ada) Kagak ada yg berubah... (Sekali lagi gomen)

Nurulita as Lita-san chapter 3 : Sbenernya ini gantung bgt critanya, masih penasaran sama kisah Saku,Shika dan Ino selanjutnya.. (Hehehe, iya sebenernya ceritanya mau dibikin ngegantung gitu :D) Ada sequel gk ? (Kayaknya sih, tapi gak janji)

Myosotis sylvatica chapter 3 : Hiksss... daun ninggalin pohonnnn... daun... daun... pergifeel nya berasa banget Author-san salut sama Author-san (Arigatou Myo-san #BungkukBungku) bolehkah saya meminta sequel untuk fic ini?klo enggak juga g papa kokDitunggu karya-karya yang lain;) (Kayaknya saya akan membuatnya, tapi gak janji ya :D #MukaSokManis . Iya, arigatou)

Spring Oh Shasha chapter 3 : Woah sad endingnya (Iya :D) cuman Sakura's pov? (Disini akan ada Shikamaru's Pov kok) Pengen tau dari sudut pandang Shikamaru & Ino dong (Kalo sudut pandang dari Ino saya gak bisa janjiin #Gomen) :'( Mau nyalahin Ino, nggak bisa secara Sakura juga yang salah udah tau suami orang pake di embat jadi aku nyalahin Shikamaru saja karna kurang tegas dan nggak memperjuangkan Sakura. ;'( (Hehehehe, kasihan Shikamaru-kun (Shikamaru : Kamu yang buat aku seperti itu. Ck, merepotkan) Maafkan aku Shikamaru telah membuat image kamu jelek #DitimpukSendal Arigato udah ripiu senpai)

Lavender-San chapter 3 : haaaa.. kenapa harus END? (Hehehehe, gomennasai) Kasian Saku-Channya.. Ino-Channya jga kasian.. Shika-Kunnya juga kasian.. *plaak* (Iya semuanya kasian ya #DIgebukinRameRame) Yasudahlah.. fic ini bagus bgt.. Sekian basa basi dari saya. Jaa~ (Arigatou senpai #bungkukbungkuk Jaa~)

dara093 chapter 3 : aaa author :( fic ini bikin banjir air mata *peres2anduk (Masak? *KAgetSetengahHidup #Plaaaak) huhuhu sakura jadi pergi jauh kan, huhuhu. (IYa bener-bener #DigebukinRameRame) akhirnya mereka emg pisah wait.. bukannya mata shikamaru tu coklat? (Eh, matanya coklat ya, author salah lagi deh. Soalnya author nyari diinternet katanya mata Shikamaru hitam. Huaaaaa :'( *KOkMalahNangis #Plaaak) sampai ktemu di fic lain. o ya, lnjutin fic lain ya author cup kiss kiss (Sampai ketemu Jaa~)

Sekali lagi saya ucapkan terimakasih sudah mau review fic ini. Jangan bosen review ya. Janee~~~


Hujan mengalir sangat deras. Membuat kaca mobilku di banjiri olehnya. Sekarang aku terjebak diantara puluhan mobil-mobil yang juga ingin melintas. Hanya bisa berdiam diri sambil sesekali menghela nafas. Sungguh aku tak suka dengan keadaan seperti ini, membuatku terus memikirkannya, teringat lagi kepadanya.

Musim semiku...

Kenapa kau tinggalkan aku sendiri disini...

Membuatku tak pernah lagi merasakan hangatnya musim semi...

Aku sangat kedinginan sekarang...

Bukan badanku...

Tapi hatiku...

Karena...

.

.

Dia mulai membeku...

.

.

.

Drrrrt...drrrttt...drrrttt...

Ponselku bergetar.

Ku raih dia yang berada di dalam saku celanaku.

INO.

Ternyata dia yang meneleponku. Langsung ku pencet tombol berwarna hijau dan mendekatkan ponselku ke telinga.

"Moshi moshi."Kata si penelpon. Nada bicaranya sedang ceria sekarang. Ada apa?

"Ada apa Ino?"Tanyaku cepat.

"Shika kapan kau akan pulang?. Aku telah membuatkan makan malam untukmu."

"Aku sedang terjebak macet sekarang Ino. Mungkin aku akan sampai di rumah sekitar 2 jam lagi."

"Baiklah, aku akan menunggumu. Ummaah, aku sayang Shika-kun."

Tut...tut...tut...

Dan setelah itu sambungan telepon telah putus.


Musim semiku...

Bagaimana? Apakah kau bangga kepadaku sekarang?

Aku telah menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab.

Mungkin kau akan tersenyum sangat lebar dihadapanku sekarang, walau hatimu sakit.

Maafkan aku...

Aku telah menjadi lelaki yang cemen... Sangat malah...

Aku dulu takut, sangat takut...

Ketika kedua orang tuaku mengancam akan membuatmu hancur jika aku terus bersamamu...

Benar-benar tidak gentlekan?

Pasti kau akan tertawa mengejekku jika mengetahuinya.

Hanya saja, aku takut terjadi sesuatu kepadamu.

Karena orang tuaku tak pernah main-main dengan ucapannya.

Kau tahu, orang tuaku memang benar-benar gila dan itu sangat merepotkan.

Sampai-sampai kau pergi meninggalkanku tanpa mengucapkan ''GOOD BYE''.

Hah, apakah aku masih pantas mendapatkannya.

Harusnya kau memakiku setiap hari karena telah membuatmu terluka.

Harusnya kau keluarkan semua air matamu dan perasaan terlukamu bukannya malah tersenyum kepadaku.

Harusnya... Harusnya...

Kau tahu, hari dimana kau meninggalkanku. Aku sangat terluka dan benar-benar hancur. Bahkan sepertinya aku akan gila, jika aku tak ingat telah berjanji untuk membuatmu bangga kepadaku.


Tok...tok...tok...

Terdengar suara ketokan dengan sangat brutal.

Clek...

Akhirnya pintu tersebut dibuka oleh pemiliknya dan memperlihatkan wanita paruh baya.

"Baa-san, apakah Sakura ada disini?"Tanyaku cepat.

"Ah, Sakura baru saja berangkat ke bandara. Katanya dia mendapat pekerjaan di luar negeri. Tunggu, nak Shikamaru tidak tahu, bukannya kamu atasannya?"Sekarang ada kerutan yang terlihat di dahi sang wanita paruh baya.

"Arigatou, saya harus pergi kalau begitu."Kataku cepat lalu membungkuk dan kemudian sedikit berlari menuju mobil.

Brrrrrrmmmm...

Aku melajukan mobilku dengan sangat cepat. Berharap Sakura masih ada disana.

"Kumohon jangan tinggalkan aku."Kataku pelan sambil terus berkonsentrasi menyetir.

Hingga tiba di sebuah bandara. Aku langsung berlari keluar dari mobil. Keringat dingin mulai keluar dari pelipisku.

Mencari...

Dan terus mencari...

"Sial."Umpatku kesal. "Kenapa aku tak bertanya Sakura akan pergi kemana?"Lanjutku merutuki diriku yang sangat bodoh.

Deg...

Deg...

Deg...

Jantungku mulai berpacu sangat keras. Aku terus berlari mencari keberadaannya.

"Aaaah... Kumohon, muncullah dihadapanku."Ucapku frustasi.

Keringat terus bercucuran di dahiku.

Tap.

Tap.

Tap.

.

.

.

.

.

.

.

Aku mulai menyerah dan duduk disalah satu kursi. Menunduk dalam.

"Sial... Sial... Sial."kataku merutuki diri sendiri sambil memukul-mukul pahaku sedikit kasar. Satu tetes air mata jatuh. Shit. Bahkan aku tak pernah menangis selama hidupku ketika telah menjadi seorang lelaki dewasa.


Maafkan aku yang telah menyakitimu...

Bahkan aku tahu sakitnya hatimu seperti apa...

Bagaimana setiap kali kau harus mengeluarkan air mata dengan percuma hanya untuk diriku...

Sakura...

Musim semiku...

Kembalilah, hangatkan diriku...

Plinplan.

Benar, aku adalah lelaki cemen yang menginginkan sesuatu yang tak bisa lagi ku gapai.

Bukankah jika daun telah terlepas dari pohonnya, dia tidak akan bisa lagi menempel seperti semula.

.

Hanya saja, jika pohon boleh jujur.

Pohon ingin terus disamping daun walau daun tak lagi menempel di batangnya.

Walau daun hanya berserakan disekitarnya dan membuat pemandangan sekitar pohon jelek.

.

Karena apa?

Karena tanpa daun pohon akan terlihat sangat rapuh.

.

Memang benar.

Kalian benar.

Aku harus memilih antara Sakura dengan Ino.

Tapi.

Aku tak bisa memilih.

Karena sesuatu yang membuatku harus terikat dengan Ino.

Jika aku memilih Sakura.

Ada pihak penghalang yang akan menghancurkan semuanya.


"Jauhi gadis murahan itu."Perintah tousanku tegas.

Awalnya aku ingin pergi menemui Sakura. Namun tousan malah menghadangku di ruang tamu dan menyuruhku untuk duduk.

"Bukankah tousan sudah setuju."Sergahku.

"Kau tak pantas bersamanya."

"Dia pantas bersamaku bahkan amat sangat pantas."Kataku sedikit berteriak marah.

"Kau ingin dia hancur di tanganmu sendiri."Kata tousanku sedikit menyeringai.

"Maksud tousan?"Tanyaku curiga.

"Aku akan membuatnya hancur."

"Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi pada Sakura tousan."

"Kau ingin apa? Melindungi dia? Memangnya kau punya apa? Jika kau miskin takkan ada yang dapat menolong gadis berhargamu itu. Aku yang mempunyai kuasa atas semua hidupmu. Jika kau tak ingin menyesal. Lakukanlah ini."Kata tousan melempar sebuah undangan kepadaku lalu pergi.

Tousan, beliau sangat keras ketika mendidikku. Dari kecil, aku sudah diperlakukan seperti ini. Menjadi sebuah boneka. Dan semua ancaman yang diberikannya ketika aku tak patuh pasti selalu benar. Sekali dia bilang sesuatu, dia takkan menarik ucapannya lagi. Dingin, keras, tak berperasaan.

Aku mulai mengubah atensiku kepada undangan yang dilempar tousan. Seketika aku membelalakkan mataku ketika mengetahui isinya. Sial, sejak kapan dia menjodohkanku dan ini dua hari lagi.


Sakura maafkan aku, aku terlalu sayang padamu. Karena itu aku tak ingin kau terluka barang secuil pun.

Maaf, aku harus melakukan hal ini.

Kau tahu, semua ancaman yang diberikan oleh kedua orang tuaku kepadamu?

Aku hanya tak mau, hal itu terjadi kepadamu.

Apalagi musim semiku yang ingin mereka hancurkan.

Aku terlalu sayang padanya benar-benar sayang walau dengan nyawaku sendiri.

Aku tak tahu kenapa, dia berbeda.

Hanya satu-satunya wanita.

Tak ada lagi selain dia.


Tak ingin lagi rasanya ku bercinta.

Setelah ku rasa perih.

Kegagalan ini membuat ku tak berdaya.

Tak dapat lagi rasanya ku tersenyum.

Setelah kau tinggal pergi.

Biar ku sendiri tanpa hadirmu kini lagi.


.

.

.

.

.

.

Owari

.

.

.

.

.

.


Gomennasai... Hiks... hiks... maafkan saya jika fic ini tidak... tidak... tidak... ah sudahlah. Hehehe, maaf jika tidak ada pemberitahuan itu FLASHBACK atau tidak, karena author ingin mencoba hal baru. Kan seru tuh, bisa bikin bingung. Pengen deh buat fic yang misteri terus ngebingungin banget antara masa sekarang atau masa lalu dan mimpi atau kenyataan. Bisa gak ya?. Kita sudahi curhatan dari saya. Author mengucapkan terimakasih buat readers sekalian yang telah meripiu fic ini... oh iya jika kalian tahu di fic ini ada penggalan lirik lagu TAXI-HUJAN KEMARIN itu yang diatasnya owari, titik dan garis. Pas yang dicetak tebal... Author suka lagunya /Gak nanya/. Ya sudah sekian... terima kasih Jaa~ .

.

.

.

.

Tunggu, jangan lupa review lagi ya... Jaa~

.

.

.

.

Sekarang bener-bener Jaa~ #Plaaaak

.

.

.

.

Jaa~ :D