Can I See You Again? Chapter 2 by Izumi Akita Suzuki

Summary : Bertemu dengan nerd gang secara online dan kemudian mengenal mereka serta SFIT lebih jauh membuat Hiro Hamada akhirnya tertarik untuk masuk SFIT. Namun, pada saat showcase diadakan sebuah insiden justru terjadi disana. Dimana semua orang percaya bahwa insiden itu telah menewaskan Tadashi yang merupakan adik Hiro. Meskipun begitu Hiro percaya bahwa Tadashi masih hidup dan disinilah petualangannya serta nerd gang untuk mencari Tadashipun di mulai!

Big Hero 6 Movie belongs to Disney, Big Hero 6 Comic belongs to Marvel and as always I only have the storyline of this fic.

Jika anda menemukan huruf yang di-bold dalam cerita dibawah, itu berarti mereka sedang berbicara dengan menggunakan chat.

Fanfic ini mengandung unsur age swap dan modified canon, jika anda tak menyukai ini ada baiknya anda menekan tombol back.


Sang Mentari telah kembali mengokohkan dirinya di singsananya. Ya, itu berarti hari sudah pagi. Hiro segera terbangun dari tempat tidurnya dan mengguncang adiknya yang belum juga bangun. Well, mungkin ini memang sedang dalam masa week end tapi oh ayolah! Mereka akan melakukan perjalanan ke SFIT pada hari ini. Hiro percaya kalau para nerd itu masih ada di sana walaupun dalam masa week end. Bagaimanapun seorang nerd akan terus menjadi seorang nerd.

"Hoaam." Tadashi menguap dan langsung mengalihkan dirinya ke posisi duduk –sebenarnya ia agak bingung kenapa kakaknya membangunkannya sepagi ini. Seingatnya kakaknya tak pernah bangun sepagi ini di kala week end-.

"Hoi nerd aku punya kabar gembira untukmu!" kata Hiro setengah tersenyum pada adiknya.

"Apa? Apakah nii-san akan berhenti melakukan hobi berbahaya nii-san?" tanya Tadashi terlalu to the point.

"Heck! Tidak, aku tak akan pernah berhenti melakukan bot-fighting! Itu menyenangkan sekaligus menguntungkan! Ah ya kabar gembiranya para nerd dari SFIT mengijinkanku untuk berkunjung ke sana dan aku yakin kau pasti mau aku ke sana bersamamu kan? Hmm ya kan Dashi?"

"Nii-san kau serius? Ah terimakasih banyak! Kau memang nii-san terbaik walaupun punya hobi yang tak baik."

Tadashi langsung memeluk Hiro saat itu juga. Hiro senang mendengarnya pernyataan Tadashi walau ia dibuat mendengus ketika mendengar akhir kalimat yang diucapkan Tadashi. Well, memang hobinya tidak baik tapi setidaknya ia telah berhasil menjadi kakak yang baik bukan? Bagaimanapun baginya yang terpenting adalah adiknya jadi dia selalu berusaha memperlakukan Tadashi secara istimewa.

"Jadi sebaiknya kau persiapkan dirimu sana."

Tadashi hanya mengangguk menuruti perintah dari kakaknya. Setelah Tadashi mulai bersiap Hiro bergegas membuka komputernya lagi dengan tujuan untuk menghubungi para nerd itu lagi. Namun, alangkah terkejutnya ia ketika ia mendapati satu lagi nama yang dimasukkan ke dalam group chat tersebut.

"Fredderick Lee? Heck! Namanya sama sekali tak terdengar seperti seorang nerd."

Namun, setelah ia meng-scroll obrolan di chat tersebut. Ia sadar bahwa orang itu sama – sama nerd seperti yang lain. Bagaimanapun orang bernama Fredderick Lee itu terus saja membahas tentang pahlawan super dan musuh yang dihadapinya –termasuk Kaiju-. Hiro segera mengetik sebuah pesan disana.

'uh hai. Aku benar – benar akan kesana hari ini, apakah kalian ada di sana? Oh ya aku juga membawa adikku. Dia juga tertarik akan hal hal ilmiah sepertiku. Jadi kapan aku bisa kesana?'

Segera muncul balasan dari orang yang bernama Fredderick Lee. Hmm, ini interaksinya yang pertama pada nerd yang ini. Kira – kira akan seperti apa kelakuan nerd yang satu ini.

'man! Kau dapat kesini kapanpun kau mau, kami selalu ada disini. Ah ya man omong – omong namanku Fred. Andai kau disini mungkin aku sudah mengajakmu berhigh-five!'

Oke satu hal yang dalam disimpulkan Hiro tentang Fred. Fred adalah nerd yang freak. Tapi well, kelihatannya dia ramah juga. Setelah itu kembali muncul pemberitahuan jika chat itu juga dibalas oleh orang yang bernama Wasabi.

'kau jadi mengunjungi kami, dude? Baiklah kau bisa kesini kapan saja kau mau, kami selalu stay disini.'

Hiro mengangguk memandang chat tersebut. Baiklah kalau begitu setelah ini ia akan segera ke sana dan mengajak adiknya. Guna melihat bagaimana sesungguhnya penampakan para nerd itu. Dan ia berharap juga bisa menemukan beberapa hal yang menarik disana.

'uh okay aku akan segera kesana setelah ini. Kalian tunggulah aku.'

Setelah itu Hiro mendapati Tadashi sudah usai dengan segala urusan termasuk sudah menggunakan pakaian secara rapi. Hiro memandang adiknya itu sebentar.

"Uh, yeah kau tunggu disini ya, Dashi. Aku akan segera bersiap."

Hiro segera berlari ke kamar mandi. Sejujurnya yang ingin ia lihat di SFIT adalah bagaimana reaksi adiknya ketika melihat semua hal yang –mungkin- ajaib di dalam kampus tersebut. Bagaimanapun nerd akan selalu melakukan beberapa hal yang ajaib. Bahkan mungkin orang yang bernama Fred tadi berusaha menciptakan mutant. Tapi well, ia belum bisa membuktikannya jika ia belum melihat sendiri semua itu.

Seusai dari mandi singkatnya Hiro segera mengenakan kaos merah dan hoodie birunya. Kini ia menatap Tadashi.

"Ayo kita berangkat sekarang, Dashi."

Sang adik hanya mengangguk menuruti ucapan sang kakak. Kemudian Hamada bersaudara tersebut langsung turun ke bawah untuk berpamitan dengan Bibi mereka. Sementara itu di lantai bawah seperti biasa Bibi Cass sedang sibuk dengan café-nya. Ia mendapati kedua keponakannya sedang berjalan ke arahnya, iapun mengambil inisiatif untuk mendekati mereka saja.

"Jadi, apa yang akan kalian lakukan? Jangan bilang kau mau membawa Tadashi ke arena bot-fight itu lagi! Kalian ingin dipenjara seperti yang terakhir kemarin? Oh Astaga!"

Bibi Cass langsung menampakan wajah yang kepanikan karena well kepanikannya itu beralasan, terakhir kali ia melihat Hiro membawa Tadashi keluar dari rumah bersamaan. Ia langsung mendapat telepon dari polisi lokal karena kedua anak itu melakukan bot-fight. Ya, untunglah kedua keponakannya itu masih belum dianggap dewasa sehingga mereka diberi keringanan hukuman. Namun, tetap saja sejak saat itu ia selalu khawatir jika Hiro mengajak Tadashi pergi. Hiro bisa membaca dengan jelas kepanikan yang tertera di wajah bibinya, ia hanya nyengir seadanya ketika mengingat insiden itu.

"Uh tidak Aunt Cass. Kali ini aku akan membawa Tadashi ke SFIT."

"S- SFIT? HIRO KAU MAU KE KAMPUS ITU? KAU MAU MENDAFTAR DISANA, OH ASTAGA AKHIRNYA AKU BERHASIL JADI ORANG TUA YANG BAIK!"

Hiro hanya dapat tertawa sekenanya ketika mendengar celotehan bibinya itu. Memangnya siapa yang mau menjadi nerd? Tentu saja bukan dia! Bot-fighting masihlah jauh lebih menyenangkan daripada tugas kuliah! Namun, karena bibinya tersebut terdengar sangat senang sekali Hiro memutuskan untuk mengangguk pada bibinya.

"Baiklah kalau begitu jaga Tadashi kecil untukku ya, Hiro."

Hiro hanya mengangguk lagi sebagai tanggapan. Ia dan Tadashipun segera berjalan keluar dari Lucky Cat Café.


Gedung SFIT merupakan gedung yang cukup luas. Kini yang menjadi masalah bagi Hiro adalah dimana ia bisa menemukan para nerd yang ia kenal itu. Ia masih memandangi gedung itu mencoba berpikir dimana kira – kira tempat para nerd itu berada. Namun pada saat ia berpikir…

"Hiro Hamada sang jenius telah datang teman – teman!"

Muncullah empat orang di depan mereka, Seorang gadis dengan perawakan tinggi dan rambut blonde, seorang gadis dengan tampang cuek dan berambut hitam, seorang pria dengan tubuh kekar dan berkulit gelap serta seorang pria dengan rambut blonde. Hiro mencoba mengamati sosok itu satu – satu, ah ya yang tadi bicara itu pasti Honey Lemon! Lalu di sebelahnya si gadis cuek pasti Gogo Tomago, di sebelah Gogo pasti adalah Wasabi dan yang satunya lagi adalah Fred.

"Uh hai." Ucap Hiro setengah canggung.

"Kalian kuliah disini?"

Tadashi langsung melontarkan pertanyaan yang to the point sembari menatap keempat manusia yang berdiri di depannya. Keempat manusia itu mengangguk menanggapi pertanyaan Tadashi.

"Ini adikmu? Man! Dia terlihat lucu."

Fred langsung mendekati Tadashi dan tersenyum pada anak SMP itu. Tadashi hanya tersenyum canggung karena ia bingung harus bicara apa. Kini ia ada di kampus impian dan bersama orang dalam kampus ini? Ini kesempatan besar baginya untuk mengetahui segala seluk – beluk tentang kampus ini!

"Aku mau melihat apa yang kalian kerjakan disana. Katanya mahasiswa disini sering menemukan hal hebat."

Tadashi kembali bicar. Well, bagaimanapun sebenarnya ia yang ingin kesini bukan Hiro. Kalau Hiro sih melakukan semua ini hanya untuk menyenangkan adiknya, jadi dia akan menuruti apa saja yang adiknya mau disini.

"Ayo ikut kami, little dude!"

Wasabi berseru dengan semangat. Entah kenapa tapi baginya anak kecil ini menarik, dia punya pemikiran yang matang kelihatannya selain itu anak kecil ini tergolong cerdas dan sangat ingin tau akan segela sesuatu. Nerd gang-pun segera membawa Tadashi dan Hiro ke dalam lab dimana mereka berkerja untuk menemukan sesuatu.

TBC

A/N : Muahaha oke baiklah ini apdet yang lumanyan kilat. Ichan gak tau mau ngomong macem apa lagi kali ini, oke pokoknya silahkan di review karena dengan review yang anda berikan Ichan akan merasa lebih dicintai.