Can I See You Again? Chapter 4 by Izumi Akita Suzuki
Summary : Bertemu dengan nerd gang secara online dan kemudian mengenal mereka serta SFIT lebih jauh membuat Hiro Hamada akhirnya tertarik untuk masuk SFIT. Namun, pada saat showcase diadakan sebuah insiden justru terjadi disana. Dimana semua orang percaya bahwa insiden itu telah menewaskan Tadashi yang merupakan adik Hiro. Meskipun begitu Hiro percaya bahwa Tadashi masih hidup dan disinilah petualangannya serta nerd gang untuk mencari Tadashipun di mulai!
Big Hero 6 Movie belongs to Disney, Big Hero 6 Comic belongs to Marvel and as always I only have the storyline of this fic.
Jika anda menemukan huruf yang di-bold dalam cerita dibawah, itu berarti mereka sedang berbicara dengan menggunakan chat.
Fanfic ini mengandung unsur age swap dan modified canon, jika anda tak menyukai ini ada baiknya anda menekan tombol back.
Hiro akhirnya mulai bersusah payah dalam pembuatan proyeknya, bagaimanapun showcase akan diadakan kurang lebih seminggu lagi. Hiro akhirnya mulai banyak menghabiskan waktunya di garasai rumah mereka dan terkadang Tadashi ikut menemaninya dan itu membuat diri Hiro menjadi lebih semangat karena bagaimanapun adiknya tersebut benar – benar mau membantunya dalam segala hal.
Dan ia mengerjakan ini semua bukan murni pekerjaannya sendiri tetapi kadang ketika pikiran Hiro sedang bena r- benar blank ia akan meminta bantuan pada nerd gang. Dan tanpa dirasa bahwa waktu berlalu sangatlah cepat, Hiro akan melakoni presentasinya di showcase malam hari ini juga.
"Nii-san! Aku yakin kau pasti akan diterima di sekolah itu bagaimanapun kau seorang berotak brilian!" kata Tadashi berusaha menyemangati kakaknya tersebut.
"Well. Thanks, Dashi untuk segalanya. Bagaimanapun kau yang paling banyak membantuku dalam menjalani saat – saat sulit begini." Kata Hiro sembari mengacak rambut adiknya tersebut.
"Uhm, Nii-san apakah teman – teman kita dari kampus tersebut akan datang?" tanya Tadashi yang memandangi Hiro dengan penuh harap karena ia berharap untuk dapat menemui para nerd gang lagi.
"Akan kupastikan bahwa mereka juga disana." Kata Hiro sembari meraih ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan di group chat mereka.
'uhm, kalian datang ke showcase kan? Dashi sepertinya ingin bertemu dengan kalian.'
Nama milik Fred langsung muncul di layar karena ia merupakan yang pertama membalas pesan tersebut.
'Dude! Bahkan tanpa kau suruh kami sudah ada disini, kau tau kami ingin melihatmu diterima disini!'
Kemudian muncul nama Honey Lemon sebagai pembalas pesan kedua.
'Hiro kami ingin menyaksikan bagaimana kau jadi bagian dari kami! Kami menunggu kehadiranmu!'
Hiro kemudian hanya dapat menguki seuah senyim setelah mendapatkan balasan dari teman – temannya. Kemudian iapun menaruh kembali ponsel miliknya ke dalam sakunya.
"Ayo, Dashi. Kita berangkat sekarang sepertinya mereka sudah menunggu kita." Kata Hiro sembari menggandeng adik kecilnya tersebut.
Tadashi hanya mengangguk menuruti perintah Hiro. Bagaimanapun Tadashi benar – benar tak sabar melihat kakaknya akan menjadi seorang mahasiswa dan akhirnya ia melihat kakaknya menggunakan otak jenius miliknya itu untuk hl yang berguna. Namun, sebelum mereka mulai berangkat…
"Tunggu! Mau kemana kalian? Aku yang mengantar kalian!" Bibi Cass muncul di hadapan mereka dengan mengendarai mobil miliknya.
Tadashi dan Hiro hanya saling pandang dan kemudian mengedikkan bahu dan akhirnya mereka langsung menaiki mobil Bibi Cass. Mungkin, Bibi Cass benar – benar merasa bangga bahwa anak tertua dari kakaknya akhirnya bisa menjadi seorang mahasiswa muda dengan otak cerdasnya.
Saat di dalam tempat showcase terdapat banyak penemuan mengagumkan dan tentu saja itu membuat Tadashi nampak senang. Well, bagaimanapun Tadashi merupakan seorang anak yang sangat menyukai teknologi dan pada akhirnya mereka berhasil menemukan nerd gang di antara lautan manusia yang ada dalam gedung showcase tersebut.
"Kau tak perlu tegang, Hiro! Tenang saja, apa yang kau lakukan nampak luar biasa." Kata Honey Lemon memberikan semangat pada Hiro.
Hiro hanya tersenyum kecil mendengar betapa teman – temannya itu sepertinya sangat mengharapkan dirinya untuk berada di SFIT dan menjadi bagian dari mereka. Tak lama setelah dirinya asyik mengobrol dengan para nerd gang tiba – tiba namanya dipanggil guna melakukan presntasi tentang barang temuannya. Semua yang ada disana menatapnya dengan penuh harap dan memberi semangat termasuk Tadashi, adik kecilnya. Hiro akhirnya maju ke panggung walau ia masih tak yakin karena ia tak pernah melakukan presentasi di depan umum.
Hiropun akhirnya mulai melakukan presentasinya karena dirinya yang masih merasa sedikit tegang. Awal presentasinyapun tak berjalan secara mulus, namun akhirnya setelah Hiro benar – benar mengurangi perasaan nervous-nya presentasinya berjalan dengan lancar. Dan semua rang yang ada disana nampak terkesan pada penemuannya yang berupa microbot itu.
Hiro akhirnya turun dari panggung dan ia tampak heran tak mendapati Tadashi tak ada bersama teman – temannya, Hiropun memandang teman – temannya tersebut dengan tatapan yang mempertanya dimanakah gerangan adik kecilnya tersebut berada.
"Dia bilang, ia ingin ke kamar mandi. Ketika kami menawarkan untuk menemanimya, ia bilang dia bisa sendiri." Kata Fred sembari mengedikkan bahu.
Insting sebagai seorang kakaknya membuat Hiro ingin menemukan Tadashi. Tapi, well pasti Tadashi tak mau ditemani karena ia ingin melihat – lihat semua benda – benda canggih yang dipamerkan disana, oleh karena itu Hiro memilih membiarkan adiknya karena ia tahu seberapa maniaknya seorang Tadashi pada segala barang canggih bahkan mungkin Tadashi akan bertanya banyak hal dan ia akan mulai mencoba berpikir soal robot kesehatan impiannya yang bernama 'Baymax' itu. Setelah Hiro mendapat surat yang menyatakan bahwa ia diterima di SFIT Hiropun akhirnya langsung keluar dari gedung guna mencari bibinya. Dan benar sekali ia menemukan bibinya tepat di depan gedung yang dilakukan untuk showcase . Akhirnya Bibi Cass memeluk keponakan tertuanya itu sambil menyatakan bahwa ia sangatlah bangga pada Hiro yang benar – benar telah diterima. Tak lama kemudian nerd gang menyusul keluar bangunan dan sekarang mereka bersama Tadashi.
"Kau hebat sekali, Nii-san! Aku tak sabar untuk mengalami hal yang sama seperti dirimu di masa depan nanti." Tadashi berkata dengan sangat antusias.
Semua orang yang ada disanapun tertawa mendengar pernyataan polos seorang Tadashi. Hiro akhirnya memilih mengacak rambut Tadashi.
"Suatu saar, Dashi. Pasti kau akan mengalaminya."
Namun, secara mengejutkan tiba – tiba terdengar suara gedung meledak yang sontak saja membuat semua semua orang yang berada di luar gedung sangat amat terkejut. Mereka saling pandang dan tiba – tiba ada seorang yang berkata bahwa Professor Callaghan masih ada di dalam dan tak ada yang bisa membantunya. Tadashi yang mendengar itu sangatlah tercengang karena bagaimanpyn ia sangatlah menghargai dan berharap dapat diajar oleh Callaghan karena Callaghan merupakan orang yang nampak mendukungnya untuk jadi mahasiswa SFIT di masa depan nanti. Jadi tanpa pikir panjang Tadashi langsung berlari memasuki gedung yang tengah terbakar itu. Sontak saja Bibi Cass, Hiro maupun nerd gang berusaha menyusul sosok Tadashi… Namun, mereka telah terlambat karena ketika mereka hendak memasuki gedung yang tengah terbakar itu mereka didorong oleh aparat agar menjauhi Tempat Kejadi Perkara. Mereka hanya dapat saling pandang dan masih tak percaya bahwa sosok sekecil Tadashi mampu melakukan tindakan heroic sedahsyat namun tetap saja mereka berharap – harap cemas akan keselematan Tadashi.
Peristiwa kebakaran gedung itu sudah berlalu sejak tiga jam yang lalu. Kini para aparat kepolisi sedang melakukan evakuasi guna mencari Callaghan maupun Tadashi. Namun, mereka hanya mendapatkan topi SFIT milik Tadashi dan tak ada apa – apa selain itu. Hal itu sontak saja menyebabkan Bibi Cass, Hiro maupun para nerd gang merasa tak percaya dan shock, mereka benar – benar tak dapat mempercayai bahwa seseorang yang masih punya banyak impian seperti Tadashi harus meninggal semuda ini. Di antara mereka semua yang menunjukkan wajah paling sedih dan tidak terima ialah Hiro. Bagaimanapun ini tak adil, Tadashi adalah orang pertama yang mengharapkannya untuk dapat masuk ke SFIT dan ketika ia dapat masuk SFIT kenapa Tadashi tak dapat merasakan rasa bangganya?
Pada saat pemakaman sosok Tadashi dan Callaghan diadakanpun keadaanya sama. Hiro masih merupakan orang yang paling sedih dan ia cenderung menghindari diri dari nerd gang tentu saja hal itu membuat semua temannya khawatir tapi Hiro selalu mengelak dan mengatakan ia taka pa. Setelah pemakamanpun keadaan masih sama Hiro memutuskan untuk mengurung dirinya di kamar dan membangun robot kesehatan cita – cita Tadashi karena baginya jika ia mengerjakan robot impian Tadashi ia pasti bisa merasakan adanya Tadashi bersama dengan dirinya.
Bibi Cass akhirnya nampak khawatir pada Hiro dan ia mulai memasuki kamar Hiro guna membantu Hiro.
"Hiro, universitas sudah menelpon lagi… apa kau benar – benar tak berminat?" tanya Bibi Cass dengan khawatir.
"Aku pikirkan nanti saja, sekarang aku masih fokus pada pekerjaanku." Kata Hiro yang masih sibuk dengan desain yang akan ia buat pada robot yang akan bernama 'Baymax' itu.
Bibi Cass hanya dapat menggeleng dan segera menyingkir dari kamar Hiro karena ia tau sosok Hiro yang sedang serius sama sekali tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun… Kecuali Tadashi, sayangnya sosok itu kini telah tiada dan tinggal dalam meori mereka
TBC
A/N : Yo akhirnya lanjut lagi… Huahahha saya bangga akhirnya ini sudah seperempat jalan… ya baru seperempat jalan tapi biarlah yang penting sudah jalan lagi (?). Seperti biasa Ichan mengharapkan review dari kalian semua yang membaca ini fic xD
