Shukun no taiyō

.

.

Char By Naruto - Masashi Kishimoto

.

.

Story By - Masters 'sun

.

.

Drama , Horor , Komedi , Romantis

.

.

AU , OOC , TYPO , DLL

.

.

Sakura terbangun karna suara petir yang sangat keras.

" Semoga hujan akan berhenti, dan matahari segera terbit " kata Sakura ketakutan sambil merapatkan selimutnya.

.

.

Kakashi melihat berita di tabletnya.

" Pernikahan Pesepak bola, Akiyoshi Kumiko dan selebriti terkenal, Ino Yamanaka, telah menjadi pusat perhatian. Kami akan terus memberi kabar terbaru, kapan dan dimana pernikahan mereka akan berlangsung " Kakashi yang melihat dan mendengat berita itu dari tablet nya, langsung melempar kembali tablet nya ke kursi mobil samping nya.

.

Sekarang Kakashi berjalan bersama para staff nya di Hatake Mall.

" Kau melihat berita pagi ini ? Ada berita tentang pernikahan Ino Yamanaka dan Akiyoshi Kumiko, yang diselenggarakan di sini di Hatake Mall " kata Jiraiya sang wakil Presdir kepada Kakashi, sambil terus berjalan.

" Hanya menyebutkan Hatake Mall kita selama 15 detik " jawab Kakashi singkat.

" Itu karna laporan pernikahan Ino Yamanaka, bukan iklan untuk Hatake Mall kita " kata Jiraiya.

Tiba-tiba Kakashi berhenti tepat di depan poster Ino, dan langsung memukul poster Ino yang melekat di dinding.

" Jika itu pernikahan yang ku-sponsori dengan uangku sendiri, maka itu harus promosi perusahaanku. Aku sudah menghabiskan uangku untuk itu, pastikan kau mendapat untung yang layak " jelas Kakashi.

" Akan kupastikan mendapat untung 10 kali lipat, Karna itu ada yang harus kau urus " kata Jiraiya.

.

Kini Kakashi, Jiraiya, juga Iruka telah berada di dalam Ruangan Kakashi.

" Orang tak dikenal mengirim surat ini ke gedung pernikahan " kata Jiraiya sambil mengeluarkan amplop surat tersebut dan memberikan nya pada Kakashi.

Kakashi mengambil Amplop surat itu dan membukanya, isinya adalah sebuah foto seorang Pria dan Wanita yang bagian wajahnya di lubangi.

" Pria ini.. Akiyoshi Kumiko ? " Tanya Kakashi.

" Benar, tapi.. Pasangan di foto ini bukan seperti foto pernikahan mereka " jawab Jiraiya.

Kakashi berfikir sejenak.

" Jika foto ini tidak direkayasa, itu berarti Akiyoshi Kumiko akan butuh butuh biaya besar untuk menutupi masa lalunya " kata Kakashi sambil membolak balikkan foto tersebut.

.

" Kirimi dia undangan " kata Ino yang sedang memilih tamu untuk pernikahan nya dari buku alumni sekolahnya.

" Sakura Haruno ? Dan yang ini.. " Ino bertanya sambil menunjuk foto Sakura.

" Dia cantik, apa kalian berdua dekat ? " Tanya Asisten Ino.

" Tidak, kami tidak dekat, tapi kau bisa mengundangnya " jawab Ino.

.

Sakura menaiki tangga, dan langsung kaget melihat dua Anak kecil berdiri di depan nya.

Kini mereka berada di atap, Sakura membukakan kaleng makanan yang di bawa kedua anak laki-laki tadi.

" Kami bisa makan sendiri, kau harus membuka kalengnya untuk kami " kata Konohamaru, salah satu anak laki-laki tadi.

" Tidak, kita makan sama-sama saja, karena aku juga akan makan. Di mana ibumu ? Dia tidak pulang lagi kemarin ? " Tanya Sakura pada Konohamaru.

" Ibu kami tak bisa pulang karena sibuk mencari uang, tapi wanita di kamar 101 mengatakan kalau kakak aneh. Dia bilang, kau wanita gila " jelas Konohamaru sambi mengunyah makanan nya.

" Tidak ! Itu karena aku agak berbeda dari orang lain, sejak kecelakaan dulu. Tapi, aku berusaha untuk hidup normal dengan bekerja di kantor " jelas Sakura.

*FLASHBACK ON*

Sakura menyiapkan kopi untuk boss dan tamunya. Saat dia akan menyimpan kopi di meja untuk bossnya, dia melihat hantu duduk disamping bosnya. Sakura berteriak menumpahkan kopinya yang mengenai badan bosnya. Dan dia dimarahi.

Sakura akan berciuman dengan seorang pria. Lalu dia membuka mata dan melihat ada hantu di belakang pria itu. Sakura yang terkejut mendorong laki-laki itu.

Sakura menjadi sopir taksi. Ada seorang wanita memasuki taksinya. Saat Sakura menanyakan tujuan wanita itu, wajahnya berubah menjadi hantu menakutkan. Sakura keluar dari taksi dan berlari dijalanan, lalu dia menabrak hantu seorang pria. Sakura berhenti berlari dan melihat ke sekelilingnya.

Kemudian Sakura di kelilingi oleh hantu-hantu yang ada di jalanan. Dia pun menutup wajahnya, tidak ingin melihat.

*FLASHBACK OFF*

" Aku tidak tahu kapan mataku akan melihat hantu menakutkan mengikutiku, aku selalu ketakutan. Sangat sulit untuk tetap berjalan dengan mengangkat kepala. Aku berharap paling tidak ada satu tempat di dunia ini dimana kau bisa lari dan sembunyi." Kata Sakura.

" Kau harus mencari pria. Ibuku bilang, terlalu berat baginya dan dia sangat kesepian. Itu sebabnya dia suka bersama dengan banyak pria. Kenapa kau tidak begitu juga ? " Saran Konohamaru.

" Pria ? " Kata Sakura.

Sakura lalu teringat Kakashi yang ketika dia bersamanya hantu yang mendekati nya menghilang.

" Apa pria itu mau menemuiku ? "

.

Akiyoshi Kumiko melihat foto dari surat yang tidak di kenal tadi.

" Wanita ini.. Adalah pacarku saat aku belum terkenal, kemudia dia meninggalkanku " kata Akiyoshi.

" Tak bisa dipercaya, dia mengirim foto ini ketempat ini. Tolong ambil tindakan pencegahan agar masalah ini tidak sampai ke media " kata Manager dari Akiyoshi Kumiko.

" Kenapa kau tak menghentikannya kalau dia berbahaya ? Juga kenapa kau masih memakainya ? " Tanya Kakashi sambil melihat gelang yang di pakai Akiyoshi Kumiko, gelang yang sama yang ada di foto tadi.

" Aku memakai ini sebagai jimat. Kebencianku terhadap wantia yang meniggalkanku, menjadi pendorong bagiku untuk lari di lapangan " jelas Akiyoshi.

" Jika kau lari agar dia melihatnya, dan menikah agar dia melihatnya, maka bisa di tebak wanita itu akan datang untuk melihatnya " kata Kakashi.

" Tolong berikan perhatian lebih terhadap keamanan " minta Manager Akiyoshi Kumiko kepada Kakashi.

" Biaya tambahan yang akan dikeluarkan untuk menambah keamanan, akan menjadi tanggung jawabmu " jelas Kakashi.

Lalu Kakashi mengangguk ke arah Iruka, Iruka yang mengerti apa yang di maksud Kakashi langsung pergi menjauh.

Setelah Iruka menjauh. Sakura mendekat ke ruangan Kakashi, dan mengintip kedalam lewat celah pintu yang sedikit terbuka.

Sakura melihat Kakashi, Akiyoshi Kumiko, Manager, dan Wanita berbaju putih (?)

" Itu pemain sepak bola yang terkenal " kata Sakura pada dirinya sendiri. Dan saat dia ingn mengintip kembali melewati celah pintu tadi, tiba-tiba Hantu wanita menyeramkan muncul dihadapan nya ( wanita berbaju putih yang duduk disamping Akiyoshi Kumiko tadi ). Itu membuat Sakura kaget dan berteriak.

" Aaaaah ! " teriak Sakura dan langsung terjatuh kebelakang.

Mendengar hal itu Kakashi dan Manager dari Akiyoshi keluar untuk memeriksa, tapi ternyata sudah tidak ada siapapun disana.

.

Sakura berdiri berpegangan pada teralis, dan dua orang Tim keamanan Mall melihatnya.

" Siapa kau ? Kenapa kau melakukan ini padaku ? " Tanya Sakura sambil ketakutan, dan Sakura berbalik kebelakang, dia melihat sepasang Kaki melayang.

Sakura mengawasi Akiyoshi Kumiko dan Manager nya yang berada di depan lift, dari balik tambok. Dan Hantu wanita itu juga mengawasi mereka.

" Jadi, aku cukup memberitahu pesepak bola itu tentang barang di bawah pohon ? " Tanya Sakura dengan wajah yang ketakutan pada Hantu wanita tadi.

" Aku mungkin bisa memberitahunya jika aku bisa naik lift dengan nya " lanjut Sakura.

Pintu lift terbuka, Akiyoshi Kumiko dan Manager nya masuk, melihat hal itu Sakura berlari dan berteriak.

" Tunggu ! Tunggu dulu ! " Belum sampai Sakura di dalam lif tersebut, tiba-tiba seseorang dengan sengaja menarik rambutnya, orang itu Kakashi.

" Apa yang kau lakukan disini ? Siapa kau ? " Tanya Kakashi masih sambil menjambak rambut Sakura. Lalu Kakashi seperti mengenali Sakura.

" Ini aku " kata Sakura, lalu dua orang dari tim keamanan datang menghampiri mereka berdua, dia Naruto dan salah satu teman nya.

" Presdir, apa semuanya baik-baik saja ? " Kata Naruto setelah sampai di samping Kakashi.

" Dia orang yang mencurigakan. Keluarkan dia dari sini " perintah Kakashi.

" Presdir, Ini aku. Presdir ! " Teriak Sakura. Kakashi berjalan menjauh meninggalkan Sakura.

" Presdir, kita bertemu waktu itu , saat turun hujan. Kau bilang hal tentang menyentuhmu. Kau tidak ingat ? " Teriak Sakura , itu membuat Naruto dan teman disamping nya Kaget, dan Kakashi langsung menghentikan langkahnya.

" Kita bahkan berbagi getaran di dalam mobil. Aku bahkan meninggalkan pakaianku di mobilmu hari itu. Kau ingat kan ? " Lanjut Sakura, Kakashi langsung berbalik dan memandang Sakura dengan pandangan tajamnya. Sementara Naruto ? Hanya kaget seolah dia memikirkan hal-hal yang tidak-tidak.

.

Kini Kakashi memberi kesempatan Sakura untuk berbicara.

" Aku datang untuk bertemu denganmu, tapi kini aku harus bicara dengan Akiyoshi Kumiko " jelas Sakura.

" Kau harus bertemu dengan Presdir, dan bertemu dengan artis terkenal juga. Kau pasti sangat sibuk " kata Kakashi.

" Aku ingin bertemu dengan Akiyoshi Kumiko bukan karna keinginanku. Kaulah yang spesial bagiku. Jika kau terus denganku, aku tak perlu bertemu orang itu lagi. " Jelas Sakura lagi, dia mecoba untuk menyentuh Kakashi dengan tangan nya, namun Kakashi langsung mundur menghindari tangan Sakura.

" Apa kau ingin mencari keuntungan ? " Tanya Kakashi. Sakura hanya menggeleng.

" Jika tidak.. Atau kau wanita gila yang tak semestinya keluar ? " Tanya Kakashi lagi . Sakura kembali menggeleng.

" Jika yang pertama, aku akan menelpon polisi. Jika yang kedua, aku akan menelpon ambulans. Kau mau naik yang mana untuk mengantarmu pulang ? Huh ?! " Kakashi memberikan solusi dengan nada yang sangat di tekan kan diakhir kalimatnya.

" Aku sudah pernah naik mobil polisi, dan aku sudah pernah naik ambulans beberapa kali juga. Aku tak mau lagi naik salah satu dari mobil itu lagi " Jelas Sakura dengan wajah sedihnya.

" Kalau begitu pergilah. Jika kau terus menggangguku seperti ini, aku akan memberi solusi yang lebih buruk. Paham ? " Jelas Kakashi lagi dengan nada yang mengancam.

" Terus di ikuti sangat mengganggu benar kan ? Menakutkan dan mengikutimu hanya karena bertemu sekali, dan selalu meminta bantuan yang tak ada hubungannya denganmu. Banyak orang seperti itu di sekitarku jadi aku tahu bagaimana rasanya. Aku pergi dulu " jelas Sakura panjang , dan langsung berpamitan dengan Kakashi.

Kakashi memandang Sakura yang berjalan menjauh, dan melihat spanduk yang dilewati Sakura seperti di terpa angin *Wush..*

.

Tsunade memperlihatkan sebuah foto pada suaminya, Jiraiya sambil makan malam bersama.

" Dia di spanyol sekarang " kata Tsunade.

" Pacarnya bahkan lebih muda kali ini. Pacarnya sangat cantik " komentar Jiraiya sambil tersenyum saat melihat foto tersebut, tapi senyumnya langsung menghilang ketika dia mendapatkan tatapan tajam dari Tsunade.

" Kurasa Presdir Kakashi sangat tidak mirip dengannya. Melihat tak ada wanita di dekatnya " kata Jiraiya.

" Dia tak punya pacar apa karena arwah gadis yang menghantuinya, Mungkin dia butuh ritual pengusir hantu. Aku harus lebih proaktif dalam menemukan pasangan untuknya " Jelas Tsunade.

" Itu bukan tugas yang mudah , kau tak pernah mendengarnya ? Katanya Presdir Kakashi dikutuk oleh cinta pertamanya ? Setiap kali ada yang menyuruhnya menikah , keluarga wanita selalu terjebak dalam skandal. Semua orang mengatakan itu semua karena dia dikutuk. Jadi, kupikir takkan mudah menikahkan dia, dengan rumor yang berdar " jelas Jiraiya panjang lebar pada Tsunade.

" Apa maksudmu, kutukan ? Bagaimana bisa kau mengatakan kalau keponakanmu dikutuk ?! " Kata Tsunade dengan menatap Jiraiya dengan tajam.

" Ya , kau benar. Aku tak bermaksud mengatakan kalau dia dikutuk. Hanya saja tak ada wanita mendekatinya karena keribadian nya yang buruk, bahkan dia tak pernah memanggilku Paman " jawab Jiraiya dengan sedikit gugup.

" Itu karna, kau masih lebih muda sayang " kata Tsunade lalu tersenyum.

.

Sementara itu Kakashi di rumah nya sedang berusaha membaca melalui Notebook nya. Kakashi menggunakan sebuah kacamata yang sanga cocok dengan wajahnya yang tampan.

Pertama satu kata, lalu berlanjut ke sebuah kalimat. Tapi dia tidak tahan melihat huruf-huruf di Notebook nya yang seperti bergerak kesana-kemari. Akhirnya Kakashi menyerah dan memilih melepas kacamatanya, dan menyingkirkan Notebook nya.

Sementara di mejanya terdapat daftar riwayat hidup seorang pria bernama Sasuke Uchiha.

.

.

Di tempat lain , Bibi pemilik gedung tempat Sakura tinggal mengantarkan seorang pria menuju kamar 404. Dia Sasuke Uchiha.

" Ini kamar terbaik yang kami punya. Tapi, kau hanya tinggal selama satu bulan ? " Tanya Bibi kepada Sasuke sambil memperlihatkan kamar 404.

" Ya " jawab Sasuke singkat sambil tersenyum singkat juga.

" Ada ruangan di atap tempat kau menjemnur pakaian dan berolah raga, dan pemandangan nya sangat bagus " jelas Bibi tersebut dengan bersemangat, dan hanya dibalas anggukan oleh Sasuke.

Lalu Sasuke pergi menuju atap, dan dia melihat Sakura yang tertidur di kursi goyang nya. Sasuke mendekatinya, dan melihat wajah Sakura. Menggunakan kacamata hitam dan terkena sinar matahari. Sasuke menggeser kain di depan Sakura agar Sakura tidak terkena matahari.

Sakura terbangun, lalu terkejut melihat bayangan Sasuke dibalik kain putih yang menghalangi sinar matahari nya.

" Pergilah ! " Teriak Sakura sambil mendorong Sasuke di balik kain tersebut, langsung saja Sasuke terjatuh dengan kain menutupi wajahnya.

Sasuke terlihat kesal , lalu menyingkirkan kain itu dari wajahnya.

" Kau manusia ? " Tanya Sakura yang masih ketakutan.

Sasuke berdiri lalu menjawab dengan singkat

" Ya "

" Kau manusia " kata Sakura sambil memperhatikan Sasuke baik-baik.

" Ah , kau baru pindah ke kamar 404 ? Karena nenek itu sudah pergi, kau bisa tidur dengan nyenyak " kata Sakura kepada Sasuke sambil merapikan kembali kain yang terjatuh tadi.

" Seorang nenek dulu tinggal dikamar itu ? " Tanya Sasuke.

" Tidak, dia tidak tinggal disana. Dia hanya tinggal sebentar disana " jawab Sakura.

" Aku penjaga gedung ini, jadi kalau ada yang kau butuhkan, kau bisa memberitahuku " kata Sakura yang dibalas anggukan oleh Sasuke.

Sakura tersenyum malu-malu dan meminta maaf kepada Sasuke karena sudah menjatuhkan nya tadi.

" Kupikir kau bukan manusia " kata Sakura.

" Kau juga seperti bukan manusia, kau terlihat seperti kucing " jawab Sasuke.

" Kau seperti kucing yang suka tidur dibawah sinar matahari " lanjut Sasuke.

" Jadi , begitu " kata Sakura malu-malu.

" Lalu , kenapa kau mengganggu kucing tidur, Meoww ! " Kata Sakura sambil tersenyum.

Sasuke juga hanya tersenyum dan langsung berpamitan pada Sakura.

" Dia sangat tampan " kata Sakura saat Sasuke pergi.

Lalu Sakura merasakan Kehadiran hantu dan berbalik, senyum nya seketika hilang saat melihat hantu tersebut.

" Kumohon , temui pria itu ! " Kata Hantu tersebut.

.

Disini Sakura bersembunyi di balik mobil Kakashi, lalu dari kejahuan iruka membuka pintu mobil dan melihat Sakura.

" Astaga kau membuatku kaget " kata Iruka kepada Sakura.

" Aku ingin minta tolong. Apa presdir bertemu dengan Akiyoshi Kumiko dalam waktu dekat ini ? " Kata Sakura.

" Ya kurasa begitu " jawab Iruka.

" Bisakah kau memberikan ini pada Akiyoshi Kumiko ? Aku yakin Akiyoshi Kumiko akan menemuiku begitu membaca surat ini, tolong sampaikan surat ini padanya " Sakura meminta tolong kepada iruka.

Lalu Kakashi datang, melihat hal itu Sakura langsung bersembunyi dan lari dari tempat itu.

" Uh, aku sangat mengantuk, semoga aku bisa menyelesaikan ini agar aku bisa tidur " kata Sakura pada dirinya sendiri. Sakura berada di bawah pohon tempat di mana Akiyoshi Kumiko menggali mencari barang nya.

Sakura melihat pemandangan sekeliling dan dia dapat melihat sebuah Poster besar foto Akiyoshi Kumiko terpasang di poster itu.

" Aku yakin dia selalu disini mengawasinya " kata Sakura masih pada dirinya sendiri.

" Mengawasi apa ? " Kakashi datang dengan membawa sebuah kertas dari belakang dan mengagetkan Sakura.

" Kukira dia pria baik " kata Sakura dengan volume suara yang sangat kecil.

" Apa ini ? " Tanya Kakashi sambil memberikan sebuah kertas yang tadi ia pegang.

Di kertas itu tertulis

" Aku akan menunggumu di bawah pohon di tengah Sky Park " juga gambar seorang wanita, lebih tepatnya Hantu wanita mantan Akiyoshi Kumiko.

" Siapa di foto ini ? Apa wanita ini Hanna ? " Tanya Kakashi.

" Bagaimana bisa kau tahu Hanna ? " Sakura berbalik bertanya kepada Kakashi.

" Dia wanita yang mengancam Akiyoshi Kumiko " kata Kakashi.

" Apa maksudmu mengancam ? Bukan seperti itu " jelas Sakura.

" Di mana wanita ini ? " Tanya Kakashi sambil melihat sekelilingnya.

" Dia tak ada disini sekarang " kata Sakura.

" Kemana dia pergi ? " Tanya Kakashi.

" Dia ... Sudah meninggal " kata Sakura dengan nada yang sedih.

" Dia sudah meninggal ? Berarti kau yang telah mengancamnya ? " Tuduh Kakashi kepada Sakura.

" Tidak ! Yang ingin kulakukan cuma menyampaikan pesan padanya " bantah Sakura.

.

Sementara di satu bar Akiyoshi Kumiko sedang minum dan ternyata Hantu wanita itu Hanna, sedang mengawasinya dengan raut wajah yg sedih.

.

" Dia memberitahuku .. Bahwa ia ingin selalu menjaga dan menghibur dia. Tolong berikan ini pada Akiyoshi Kumiko, jadi aku bisa menyampaikan pesan wanita itu padanya " jelas Sakura sambil mengembalikan kembali kertas yang di berikan Kakashi. Kakashi menerima kertas itu, dan melihatnya sekilas, lalu Kakashi merobek kertas itu menjadi kertas kecil.

" Jika dia sudah meninggal maka sudah berakhir. Berhenti mengganggu orang yang masih hidup " kata Kakashi lalu membuang kertas itu. Sakura hanya bisa memandang kertas yang di sobek dan di buang Kakashi dengan sedih.

.

Sakura berjalan pulang, saat dia sedang berjalan dia melihat Hantu Hanna, wajah hantu Hanna sangat sedih , hal itu membuat Sakura sedih, lalu tiba-tiba hantu itu mucul di samping Sakura, Sakura Kaget, kemudian, Sakura berbalik ke arah yang berbeda dan Hantu Hanna ada lagi, Sakura sangat ketakutan.

" Pergilah ! Berhenti mengikutiku ! Semua orang memperlakukanku seperti orang gila karena kalian, Bisakah aku sendiri agar aku bisa hidup dengan tenang ! " Teriak Sakura pada Hantu Hanna dan langsung lari dari tempat itu , Semua orang di tempat itu memandang Sakura dengan aneh, pasalnya di mata mereka Sakura memang seperti orang gila berbicara sendiri.

.

Di sebuah Restorant Kakashi meminta kejelasan kepada Akiyoshi Kumiko dan Manager nya.

" Kau yakin.. Hanna yang mengancam mu ? Sepertinya ada kesalah pahaman sedikit " tanya Kakashi.

" Tidak. Kami yakin wanita itu, aku melihatnya sekilas , dia berjalan di sekitar kantor kami " jawab Manager Akiyoshi Kumiko.

Mendengar itu Kakashi langsung mengingat perkataan Sakura.

" Dia sudah meninggal "

" Aku akan mengurusnya, tenang saja semuanya akan baik-baik saja selama kau bersamaku " kata Manager Akiyoshi Kumiko.

" Aku mencintainya. Jadi aku bingung kenapa dia begini padaku, aku takut pada perasaan Hanna " kata Akiyoshi Kumiko

" Kenapa kau takut pada perasaan orang yang tak bisa kau lihat, kau harus nya lebih takut pada orang yang bisa kau lihat di depan mu " kata Kakashi sambil tersenyum singkat dan melirik Manager Akiyoshi Kumiko.

" Lagi pula aku yakin, semuanya akan diurus dengan baik " lanjut Kakashi.

.

Di tempat lain Sasuke sedang berbicara dengan seseorang melalui Hand phone nya.

" Aku sudah berhasil masuk ke tim keamana Presdir Kakashi Hatake di Hatake Mall "

" Ya "

" Aku akan terus mengawasinya " kata Sasuke lalu mengakhiri sambungan telepon.

.

Sakura menerima sebuah undangan pernikahan dari Ino dan Akiyoshi Kumiko.

" Kurasa berkat Ino aku akhirnya bisa bertemu Akiyoshi Kumiko " kata Sakura.

Hari pernikahan pun tiba, semua orang tampak sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Kakashi berjalan dengan para staff nya di gedung pernikahan.

" Hari ini bukan hari pernikahan Ino Yamanaka, tapi hari untuk promosi perusahaan Hatake Corp " kata Kakashi.

" Mereka sudah bekerja dengan baik , dengan memastikan logo Hatake tidak bisa di hindari dalam setiap pengambilan foto mempelai wanita dan pria " jelas Jiraiya.

" Pastikan semua logo besar, sehingga mudah terlihat. Setara dengan biaya yang telah kita keluarkan. Pastikan logonya besar ! " Kata Kakashi sambil merentangkan tangan nya selebar mungkin.

.

Sakura akhirnya datang ke acara pernikahan Ino dengan membawa sebuah kotak. Kakashi melihatnya, Kakashi menyuruh tim keamanan untuk mengurus Sakura sebelum dia menyebabkan masalah.

" Wanita itu tamu dari Ino Yamanaka " kata Iruka

" Wanita itu ? Kau sudah pastikan ? " Tanya Kakashi tidak percaya.

" Ya, dia teman sekolah Ino Yamanaka, namanya Sakura Haruno " jelas Iruka.

" Sakura Haruno "

.

Sakura masuk kedalam sebuah ruangan dan akhirnya dia bertemu dengan Akiyoshi Kumiko

" Permisi " kata Sakura.

" Siapa kau ? Itu.. Dari mana kau mendapatkan itu ? " Tanya Akiyoshi Kumiko sambil menunjuk kotak yang di bawah Sakura.

" Apa kau yang mengancam ku? Bagaimana dengan Hanna ? Dimana Hanna ? Hanna datang denganmu, kan ? Dimana dia ? " Tanya Akiyoshi Kumiko sekaligus dan mengambil kotak itu dari tangan Sakura.

" Kau pikir bisa mengancamku dengan ini demi uang ? " Tanya Akiyoshi Kumiko.

" Baik uang , aku akan memberikan mu uang tapi, dimana Hanna ? DIMANA DIA! " Teriak Akiyoshi Kumiko dan langsung membanting kotak tersebut. Kotak itu terbuka dan ternyata isinya sebuah sepatu bola.

" Hanna ... Sudah meninggal " kata Sakura.

" Apa ? " Tanya Akiyoshi Kumiko tidak percaya.

" Dia.. Sudah sakit ketika meninggalkanmu. Dia sakit parah saat meninggal. Tapi, kau sudah salah paham terhadap nya. Jadi aku datang untuk menyampaikan pesan Hanna padamu " jelas Sakura

.

.

Sementara di tempat pernikahan Ino sedang risau mencari kemana Akiyoshi Kumiko pergi, tiba-tiba Akiyoshi menghilang. Begitu juga dengan Kakashi, Kakashi sibuk mencari kemana Akiyoshi Kumiko pergi.

" Kudengar Akiyoshi Kumiko sudah pergi ? Apa menurutmu dia kabur ? " Jiraiya datang bersama Manager Akiyoshi Kumiko dan langsung bertanya kepada Kakashi.

" Ah, mungkin orang yang mengancamnya telah muncul " lanjut Jiraiya.

" Tak mungkin dia akan datang. Aku yakin dia sudah mati, a.. " Kata Manager Akiyoshi Kumiko yang keceplosan, dan langsung di tatap tajam oleh Kakashi.

" Maksudku.. Bukan itu maksudku " lanjut Manager Akiyoshi Kumiko.

" Aku sudah tahu kaulah yang telah mengancam nya, kau harusnya mengawasinya jika kau terpaksa mengancam nya agar kau dapat mempertahankan dia bersamamu " jelas Kakashi dan langsung menunjuk Manager Akiyoshi Kumiko.

" Kau akan tahu bagaimana ancaman sebenarnya jika kau merusak acaraku " ancam Kakashi kepada Manager Akiyoshi Kumiko.

" Kau lihat apa ?! " Kata Jiraiya hampir memukul Manager Akiyoshi Kumiko.

Lalu Kakashi teringat seseorang.

" Sakura Haruno "

.

.

" Kurasa bukan tindakan yang baik menyampaikan pesanmu padanya " Kata Sakura pada Hantu Hanna, mereka berada di bawah pohon di tengah Sky Park. Hantu Hanna tampak sedih.

" Kau terus tinggal disini, mengenang kenangan itu sendiri. Aku ingin tahu bagaimana perasaanmu selama ini " lanjut Sakura.

Hantu Hanna melihat poster Akiyoshi Kumiko dari kejahuan dan mengingat saat-saat dia akan meniggalkan Akiyoshi Kumiko. Lalu dari kejahuan pula Hantu Hanna melihat seseorang yang berjalan mendekat ke bawah pohon, dia adalah Akiyoshi Kumiko, dengan mengenakan sepatu bola yang di berikan oleh Hanna.

Seolah seperti Akiyoshi Kumiko dan Hanna saling melihat, mereka berdua perlahan berjalan mendekat, seolah saling bertatapan satu sama lain, mereka mengangkat tangan mereka seolah-olah juga mereka akan berpegangan, walaupun Hantu Hanna tahu ,bahwa yg dilihat Akiyoshi Kumiko bukan lah dirinya melainkan Pohon besar di belakang nya.

Akiyoshi Kumiko mendekat berjalan menuju Pohon besar dengan melewati Hantu Hanna , tepat juga, saat Akiyoshi Kumiko melewati Hantu Hanna disitu seolah Akiyoshi Kumiko mencium kening Hanna. Sakura yang melihat hal itu sangat tersentuh.

" Hanna, aku merindukan mu, aku merindukan mu " kata Akiyoshi Kumiko sambil menyentuh Pohon bersar itu. Dan tak terasa air mata nya pun menetes. Hantu Hanna berbalik dan berusaha menyentuh Akiyoshi Kumiko, dan sentuhan nya pun seolah di rasakan oleh Akiyoshi Kumiko.

Akiyoshi Kumiko berbalik dia seperti melihat Hanna, walaupun Hanna tidak benar-benar berada disitu.

Ternyata yang melihat kejadian itu bukan hanya Sakura, tapi di belakang Sakura juga terdapat seseorang yang melihat kejadian itu, dia Kakashi.

Sakura berbalik dan melihat Kakashi. Kakashi juga tersentuh namun tetap menatap tajam Sakura.

.

.

Sekarang Akiyoshi Kumiko sudah kembali kedalam gedung pernikahan, dia berjalan melewati para penggemarnya juga wartawan, saat melihat Managernya di hadapan nya tanpa pikir panjang Akiyoshi Kumiko langsung memukul Managernya. Akiyoshi Kumiko sudah tahu kalau Managernya yang telah mengancam nya. Setelah memukul Managernya Akiyoshi Kumiko langsung pergi menemui Ino.

" Aku menahan diri dan menunggumu. Jadi katakanlah " kata Ino.

" Aku.. Tahu itu tindakan ceroboh, tapi aku akan terus bermain sepak bola. Wanita yang tinggal di hatiku, terus mendukungku " jelas Akiyoshi Kumiko, tanpa terasa Ino meneteskan air matanya dan menampar Akiyoshi Kumiko. Hanya itu yang dapat Ino lakukan, dia tidak tahu lagi harus berkata apa.

.

.

" Aku akan mengganti rugi atas kekacauan ini. Managerku setuju akan bertanggung jawab penuh sebagai gantinya, aku tak akan menuntut dia " jelas Akiyoshi Kumiko kepada Kakashi. Mereka berdua sekarang berada di ruangan Kakashi.

" Orang mati itu akhirnya menghancurkan hidup orang yang masih hidup " kata Kakashi.

" Meskipun acaramu berantakan, aku masih bisa menyelamatkan pernikahanku. Inilah pernikahanku yang sebenarnya " kata Akiyoshi Kumiko sambil memperlihatkan fotonya dan Hanna dulu saat mereka menikah.

" Akan sulit bagimu untuk sukses lagi di usiamu saat ini dengan cidera yang berkelanjutan. Kau akan terus menyesali saat-saat ini " kata Kakashi.

" Mungkin aku akan menyesal " jawab Akiyoshi Kumiko.

Kakashi mendekat dan berbicara tepat di hadapan Akiyoshi Kumiko.

" Aku pastikan kau akan menyesal. Cinta mu pada orang mati ini mungkin memberimu keberanian, tapi itu tak akan memberimu keahlian yang kau butuhkan. Aku akan menikmati, melihat kau gagal dalam pertandinganmu. Aku merasa, aku akan mulai menikmati menonton sepak bola mulai sekarang " kata Kakashi dengan tajam.

" Apa kau mencoba mengutukku ? " Tanya Akiyoshi Kumiko.

" Itu benar. Pegang itu sebagai pedoman pahit dan kita lihat apa kau bisa sukses, seperti kau mencoba menunjukkan sesuatu padaku. Kau boleh pergi " kata Kakashi sambil tersenyum sinis, seolah-olah dia benar.

Akiyoshi Kumiko berbalik hendak pergi , tapi dia mengingat sesuatu dan berbalik.

" Aaa.. Aku ada pesan dari Sakura untukmu " kata Akiyoshi Kumiko. Kakashi juga berbalik.

.

.

Lalu tanpa pikir panjang Kakashi langsung menuju gedung tempat Sakura tinggal. Dan langsung naik menuju kamar Sakura yang berada di atap.

" Tolong, jangan biarkan siapa pun mengunjungiku malam ini. Aku lelah sekali ! " Kata Sakura pada dirinya sendiri sambil memegang rambutnya frustasi.

" Kuharap aku bisa lari dan bersembunyi di suatu tempat agar bisa tidur dengan tenang " lanjut Sakura dengan nada yang mengantuk.

Akhirnya Kakashi sampai di atap dan menemukan Sakura yang duduk sambil terkantuk-kantuk dan juga gelembung sabun berterbangan di sekitarnya.

" Jangan mendekat, pergilah " Sakura mengigau.

Kakashi melihat Sakura dan mengingat apa yang di katakan Akiyoshi Kumiko.

*FLASHBACK ON*

" Sakura ? Apa yang dia katakan ? " Tanya Kakashi kepada Akiyoshi Kumiko.

" Meskiun orang yang sudah mati tak mempunyai kekuatan, tapi dia ingin aku memberitahumu bahwa hati mereka masih hidup. Dia memberitahuku ada seseorang yang masih mengenang mu dalam hati mereka. Presdir Kakashi, apakah ada orang yang sudah meninggal ... Yang masih belum bisa kau luakan , dan masih ada dalam hatimu ? " Kakashi terkejut atas apa yang di katakan Akiyoshi Kumiko.

*FLASBACK OFF*

Kakashi mengingat masa lalunya lagi. Ada seorang gadis yang berada dalam mobil yang terbakar. Kakashi memanggil gadis itu dan ingin menghampirinya, tapi beberapa orang menahannya.

" Rin ! Rin Nohara ! Rin! " Teriak Kakashi,

Lalu mobil itu meledak. Itulah yang di ingat Kakashi

Kakashi menghampiri Sakura, " Sakura Haruno! Sakura Haruno ! "

Sakura tidak menjawab, lalu Kakashi menarik Sakura untuk berdiri.

"Sakura! Apa itu, yang kau katakan ada di sampingku ? Apa itu, yang kau katakan ada di sampingku ? " Tanya Kakashi.

" Aku mengantuk " kata Sakura yang sepertinya masih setengah tertidur.

Kakashi menggoyang-goyang badan Sakura.

" Katakan padaku. Apa yang ada di sampingku ? " Kata Kakashi

" Aku ingin tidur disampingmu " kata Sakura lemas, Lalu Sakura terjatuh ke pelukan Kakashi.

Kakashi terkejut, tangannya mengambang di udara, dan hanya memandangi Sakura dengan heran.

Gelembung sabun berterbangan di sekitar mereka. Menemani detik-detik manis mereka.

.

*TBC*

A/N :

Seneng ada yang minta lanjutin fic ini.

Untuk ceritanya Chap1-2 emang saya bikin mirip dengan Masters 'sun nya, itu juga untuk kepentingan cerita.

Dan di beberapa Chap depan juga saya udah bikin biar ceritanya Sedikit lebih beda, walaupun nanti ada beberapa scane sya ambil dari Dramanya, untuk kejelasan cerita nya.

Special Thanks To :

Melova21, , Haruno Salad, HyuugaViona, de-chan, Junshikyu, erin, sa-chan, YutaUke, er.

Maaf belum bisa balas review kalian,

Sampai ketemu di chap depan :)

© Masters 'sun

© Naruto - Masashi Kishimoto