Shukun no taiyō

.

Char By Naruto - Masashi Kishimoto

.

Story By Masters 'sun

.

Drama , Horor , Komedi , Romantis

.

AU , OOC , TYPO , DLL

.

.

Kakashi melepaskan Sakura dari pelukan nya, pelukan (?) Ia berusaha menyadarkan Sakura.

" Siapa kau ? " Tanya Kakashi.

" Aku cuma mau tidur " kata Sakura dengan mata terpejam dan berusaha memeluk Kakashi lagi.

" Bangun dan buka matamu ! " Teriak Kakashi sambil berusaha membangunkan Sakura yang mengigau.

" Mari kita tidur bersama…" kata Sakura masih dengan mata terpejam dan wajah memelas.

" Apa? Kau ingin tidur denganku ? " Tanya Kakashi.

Sakura mengangguk.

Kakashi memegangi kepala Sakura agar Sakura melihat ke arahnya. Dengan nada tak percaya, ia bertanya apa Sakura hendak tidur dengannya dalam keadaan seperti ini.

" Mari kita tidur…aku ingin tidur denganmu…" Sakura berusaha memeluk Kakashi lagi.

" Aku tak bisa tidur denganmu. Jangan mimpi " kata Kakashi dengan nada yang ketus lalu mendorong Sakura hingga terjatuh di atas tempat nya duduk tadi.

Sakura langsung bangun.

" Kau ! Hanya karena kau terus menyentuhku, dan memintaku tidur denganmu, kau pikir . . . Aku akan terpikat ? " Tanya Kakashi sambil menunjuk Sakura juga menunjuk dirinya sendiri

Kakashi mencium bau tangan nya dan ia mengerenyit kan alisnya.

" Kapan kau terakhir kali mencuci rambut mu ? " Tanya Kakashi. Sakura langsung memegang rambut nya dan mencium baunya.

" Jika kau mau merayu seseorang, cucilah rambutmu dulu ! " Kata Kakashi lalu mengambil sapu tangan nya dan melap tangan nya.

" Kau juga tidak akan tidur dengan ku " kata Sakura dengan cemberut.

" Kenapa kau datang kesini ? " Tanya Sakura, mencoba memulai topik pembicaraan yang lain.

" Kudengar ... Kau bicara tentang masa laluku ? Apa yang kau dengar tentang ku ? Atau kau memang ... Tahu sesuatu tentang ku ? "

" Apa kau dan Rin saling mengenal ? "

Tanya Kakashi sekaligus dengan wajah yang serius.

" Nama wanita itu Rin ? " Tanya Sakura.

" Apa ini ? Bagaimana kau tahu Rin ? " Tanya Kakashi semakin bingung.

" Aku melihatnya. Wanita itu, aku melihatnya " kata Sakura takut-takut

" Apa ? Apa kau masih tidur ? Wanita itu ... "

" Dia sudah mati, kan ? " Sakura memotong pembicaraan Kakashi. Dan itu membuat Kakshi Sangat teramat bingung.

" Benar. Rin sudah lama meninggal. Jadi, kapan dan bagaimana kau melihatnya ? " Tanya Kakashi.

" Aku melihat.. Wanita itu berdiri di sampingmu baru-baru ini " kata Sakura membuat Kakashi mengerenyit kan alis nya.

" Aku... Bisa melihat orang mati " lanjut Sakura setengah berbisik kepada Kakashi. Kakashi terkejut.

.

.

Sebagai pegawai baru, Sasuke pergi minum bersama rekan-rekan barunya sesama petugas di Hatake Mall. Rekannya, Naruto Uzumaki, memberitahu rumor yang beredar mengenai Kakashi. Kakashi tidak menikah karena dihantui kekasihnya yang sudah meninggal. Rekan yang lain berseloroh jika Kakashi hendak menikah, ia harus mengusir hantu wanita itu.

Sasuke bertanya apakah wanita yang mati itu adalah kasus di mana seorang gadis SMA tewas. Naruto membenarkan. Ketika itu ia masih muda dan melihat beritanya di TV. Kasus itu mengenai seorang pemuda kaya dan kekasihnya yang diculik.

Namun karena suatu kesalahan, penculik mereka tidak tertangkap. Dan uang tebusan yang dulu bernilai 10 miliar, sekarang telah menjadi 100 miliar . Penculik yang mendapat uang tebusan itu pasti sekarang hidup dengan sangat enak.

Sasuke bertanya kenapa semua orang di Hatake Mall memanggil Kakashi dengan sebutan 'Tuan' lalu Naruto menjelaskan kalau Kakashi Hatake adalah Raja di perusahaan Hatake Corp, itulah sebabnya Kakashi di panggil 'Tuan' dia juga di kenal sebagai ' Firaun/kejam '. Tuan yang masih hidup sementara bertindak seperti Firaun. Sasuke tersenyum mendengar hal itu, senyum yang misterius.

.

.

" Ada kecelakaan di mana aku hampir mati, tapi entah bagaimana aku kembali hidup. Sejak itu aku bisa melihat orang mati " jelas Sakura.

" Jadi, maksudmu kau melihat Rin yang meninggal 15 tahun lalu, kemarin lusa ? " Tanya Kakashi, Sakura mengangguk.

" Hari itu saat kau marah padaku lalu pergi, saat itulah aku melihatnya. Meskipun hanya sesaat, aku melihat wanita itu " kata Sakura sambil mengingat saat dia melihat Hantu Rin tepat di hadapan Kakashi.

" Kau mau bilang, kau bisa melihat hantu ? " Kata Kakashi, Sakura kembali mengangguk.

" Apa disini ada hantu sekarang ? Ada berapa ? " Tanya Kakashi sambil melihat sekeliling.

Sakura melihat sekelilingnya. Ia menunjuk kursi goyang yang terletak tak jauh dari mereka. Kursi goyang itu bergoyang tanpa ada angin yang meniupnya. Sakura berkata ada hantu duduk di sana. Memang benar, ada hantu pemuda yang sedang bermain-main di sana.

" Jadi di kursi itu ada hantu ? " Tanya Kakashi.

" Ia datang mencariku atau kadang-kadang aku melihatnya di jalan. Aku berusaha mengacuhkannya tapi ia terus mengikutiku "

Hantu itu menoleh melihat Sakura. Sakura jadi takut.

" Terkadang ia berbicara padaku "

Hantu itu turun dari kursi goyang sambil tersenyum pada Sakura.

" Tapi terkadang ia juga meminta banyak hal. Ia selalu di sana, tidak membiarkan aku tidur. Sangat menakutkan dan aku tidak menyukainya. Tapi aku tidak melakukan apapun "

Hantu itu berjalan mendekati Sakura. Sakura ketakutan dan berpegangan pada Kakashi. Wuuush…hantu itu lenyap.

" Tapi ketika aku menyentuhmu seperti ini, mereka menghilang. Baru pertama kali ini ada orang sepertimu. Karena itu kau spesial bagiku. Jika aku bersamamu, aku mungkin bisa tidur dengan baik dan aku bisa hidup dengan normal " Sakura terus memegangi Kakashi.

" Aku ingin berada di sisimu " Sakura bersandar pada Kakashi.

" Kau sangat ingin berada di sisiku ? "

Sakura mengangguk. Kakashi melepaskan dirinya dari Sakura. Hal itu baru akan terjadi jika Sakura pemilik gedung apartemen ini dan menjualnya pada Kakashi (jika Sakura orang kaya). Itu yang di katakan Kakashi.

" Aku benar-benar takut. Kau tidak tahu rasanya karena kau tidak melihat atau mendengar mereka. Tapi itu benar-benar menakutkanku " Sakura mulai menangis.

" Aku tidak takut pada hal-hal yang tidak kulihat dan kudengar. Tapi hal yang kulihat, sepertimu, membuatku takut "

Kakashi menghampiri kursi goyang yang sekarang diam karena hantunya sudah pergi. Ia menggoyangkan kursi itu dengan kakinya dan memutar kipas di atas lampu (seperti yang terlihat saat hantu itu bermain di sana). Apakah hal seperti itu yang membuat Sakura takut? Ia mengancam jika Sakura menganggunya lagi, ia akan membuat hal yang lebih menakutkan bagi Sakura.

Kakashi berjalan pergi. Tiba-tiba kursi goyang dan kipas berhenti bergerak. Sakura terkesiap kaget. Kakashi menoleh.

Sakura melihat hantu pemuda itu telah kembali. Hantu itu memegangi kipas dan menghentikan kursi goyang sambil menggelengkan kepala seakan Sakura telah melakukan sesuatu yang salah.

" Walau kau akan membuatnya lebih menakutkan, kupikir tidak akan sebanding dengan apa yang kulihat sekarang. Aku hanya ingin melarikan diri bersamamu " Sakura beringsut mendekati Kakashi kembali.

" Jadi, bukan karena aku punya banyak uang atau karena aku sangat tampan. Kau ingin bersamaku karena kau takut dengan hantu ? Itu cara pendekatan yang sangat baru " kata Kakashi sambil tersenyum, senyum meremehkan tentunya.

" Itu lebih seperti pendekatan menyedihkan. Aku sangat kesepian dan menyedihkan terus menjalani hidup seperti ini " kata Sakura sambil kembali bersandar pada Kakashi.

" Dengar Sakura. Bahkan ketika gadis terkenal Candy ( tokoh kartun ) ingin mendekati pria kaya, tak peduli betapa kesepian dan sedihnya dia, dia selalu mengikat rambut nya sebelum mendekati pria. Cucilah rambutmu yang bau itu dan sadarlah " jelas Kakashi.

" Kau melihatku sebagai gadis miskin yang mencoba merayu pria kaya, kan ? " Kata Sakura cemberut, lalu seketika dia tersenyum mendapatkan satu kesimpulan.

" Aku akan mencobanya. Bisakah aku menjadi Candy-mu ? " Kata Sakura sambu tersenyum ke Kakashi.

" Hanya karena kau mencobanya, kau pikir bisa merayuku ? Baik, kenapa tak kau mencoba memikatku dengan teman hantu mu ? Kau gadiss Candy mesum dengan rambut kotor " jelas Kakashi.

" Matahari, Bunga Sakura. Mereka biasa memanggilku Matahari atau Bunga " kata Sakura sambil tersenyum.

" Matahari ? Jika kau Matahari, maka aku tak mau melihat pagi lagi, dan jika kau Bunga Sakura aku berharap musim semi tidak akan pernah datang " kata Kakashi ketus, dan langsung pergi menuruni tangga.

" Matahari dan Bunga Sakura akan tetap ada, dan aku akan tetap di sampingmu. Lain kali aku akan mencuci rambutku ! " Teriak Sakura.

Kakashi turun dan langsung menuju mobil nya lalu Iruka menghampirinya dan bertanya.

" Tuan Kakashi, apa kau bertemu dengan Sakura ? " Tanya Iruka, Kakashi langsung mengancungkan jari terlunjuknya, mengisyaratkan agar Iruka tidak membahas Sakura lagi.

" Harus nya aku tidak pernah datang kesini " kata Kakashi sambil mengadahkan kepalnya keatas melihat Sakura, lalu dia segera menaiki mobil nya dan pergi. Sementara Sakura hanya bisa melihat kepergian Kakashi dari atas gedung tersebut.

.

.

Pagi ini matahari terbit sangat cerah, Sakura mengeringkan rambut Pink nya yang indah, menggunakan baju yang rapih, dan parfum yang wangi.

" Hari ini aku akan mencari pekerjaan di Hatake Mall, semoga saja aku bertemu dengan Presdir Kakashi " kata Sakura tersenyum dan langsung pergi menuju Hatake Mall.

.

.

Sakura kini sudah berada di Hatake Mall , dia berjalan sambil melihat-lihat Hatake Mall, juga untuk mencari lowongan pekerjaan.

" Kira-kira, di sini ada lowongan kerja atau tidak yah ? " Tanya Sakura pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba *wusshhh* Sakura berbalik untuk melihat, dia merasakan kalau sesuatu melintas di belakang nya, tapi Sakura mencoba untuk bersikap normal, seolah tidak terjadi apa-apa.

Sakura berjalan melewati beberapa toko di Hatake Mall, Sakura berhenti di dekat sebuah Kursi yang berada di sebelah sebuah tong sampah. Sakura susah payah menelan ludahnya sendiri ketika melihat seorang Hantu pria yang duduk di dekat tong sampah itu dan menatap nya dengan tatapan melotot. Sakura yang melihat itu hanya mengangguk singkat lalu lekas pergi, jika tidak bisa-bisa hantu itu mengikutinya.

Sakura masih berjalan di Hatake Mall, lalu langkahnya terhenti ketika melihat sebuah kotak yang terletak di dekat sebuah air mancur mewah. Sakura berjalan mendekat lalu mengambil kotak tersebut. Kotak itu berwarna hitam, Sakura melihat-lihat kotak tersebut, sampai akhirnya dia berniat untuk membukanya.

Saat Sakura akan membuka kotak tiba-tiba..

" Apa yang kau lakukan disini ! " Kata Kakashi yang baru saja berhenti ketika melihat Sakura ada di Mall nya. Mendengar itu Sakura segera berbalik dan menyembunyikan Kotak tersebut di belakangnya.

" Ah... Presdir ! " Kata Sakura senang melihat Kakashi.

" Apa yang kau lakukan di Mall ku ?! " Tanya Kakashi sambil berjalan mendekat ke Sakura.

" Aku hanya ingin melihat-lihat juga bertemu dengan mu " kata Sakura sambil tersenyum.

Kakashi hanya menatap Sakura dengan datar, lalu memperhatikan Sakura dari atas hingga bawah.

" Kau...jika kau membuat keributan atau masalah kau harus , Enyah dari sini ! " Kata Kakashi sambil mengibaskan tangan nya.

" Aku takkan membuat masalah Presdir " kata Sakura, lalu saat Kakashi hendak pergi dia mengingat sesuatu.

" Tunggu.. Apa yang kau sembunyikan di belakang sana ? " Kata Kakashi sambil menunjuk tangan Sakura yang berada di balik punggung nya.

" Ah... Ini... Bukan apa-apa " kata Sakura sambil tersenyum gugup. Kakashi hanya mengangguk dan pergi begitu saja. Melihat Kakashi Pergi Sakura kembali mencoba membuka kotak hitam yang tadi dia temukan.

" Naaaahh... Mari kita lihat apa isi kotak ini " kata Sakura pada dirinya sendiri, perlahan Sakura membuka tutup kotak tersebut dan...

'Seettt'

" Kau memang menyembunyikan sesuatu " kata Kakashi yang tiba-tiba muncul dari belakang Sakura dan langsung merebut kotak hitam tersebut.

" Aah Presdir ! Kenapa ? " Sakura Kaget.

" Jika kau menemukan sesuatu di Mall dan itu bukan milikmu kau harus memberikan barang itu ke tempat penitipan barang atau tempat barang hilang atau bisa berikan ke tim keamanan ! Bukan nya di sembunyikan seperti tadi ! Kau mengerti ?! " Jelas Kakashi sambil memelototi Sakura.

" Ya Presdir " kata Sakura sambil menunduk.

Kakashi langsung pergi meninggalkan Sakura begitu saja.

" Aku belum sempat melihat isi kotak itu, lagi pula sepertinya ada yang aneh dengan kotak itu " kata Sakura pada dirinya sendiri. Lalu dia pergi dari tempat itu.

.

.

Sementara di ruangan Kakashi, Kakashi sedang mendengar kan sebuah rekaman, lalu Iruka datang dan bertanya.

" Tuan, apa masih ada lowongan pekerjaan di Mall kita ? " Tanya Iruka Langsung. Kakashi mengadahkan Kepalanya dan melepaskan Headset yang terpasang di telinganya.

" Ada apa ? Apa ada yang meminta pekerjaan ? " Tanya Kakashi.

" Ya, hanya beberapa wanita " kata Iruka.

" Hm... Jika wanita, mungkin dia bisa masuk di petugas kebersihan, kita kekurangan petugas kebersihan. Kau saja yang urus, aku tidak terlalu peduli dengan hal itu " Kata Kakashi sambil kembali memasang headset nya.

" Baiklah, saya akan menyampaikan nya " kata Iruka lalu pergi meninggalkan Kakashi.

.

.

" Bagaimana ? Apa ada pekerjaan untuk ku "

" Ya Sakura, Tuan Kakashi mengatakan jika wanita mungkin dia bisa masuk menjadi petugas kebersihan, apa kau mau ? " Tanya Iruka kepada Sakura yang ternyata sedang meminta pekerjaan kepada Iruka.

" Yaa ! Apapun asal aku bisa melihat Presdir " Kata Sakura tersenyum dan bersemangat.

" Selamat " kata Iruka sambil tersenyum.

" Oh ya kapan aku bisa bekerja ? " Tanya Sakura sambil tetap memasang wajah tersenyumnya.

" Bagaimana jika besok ? " Tawar Iruka.

" Baiklah, aku akan bekerja mulai besok, terima kasih " Jawab Sakura sambil membungkukkan badan nya tanda terima kasih lalu pergi.

.

.

Hari ini Sakura sudah mulai bekerja sebagai petugas kebersihan di Hatake Mall, Sakura sudah membersihkan beberapa tempat, sekarang bagian nya membersihkan area di sekitar Air mancur. Sakura meperhatikan beberapa pengunjung yang masih sedang berfoto di dekat air mancur tersebut. Setelah orang itu pergi Sakura akan membersihkan lantai di sekitar air mancur mewah tadi.

Saat Sakura mengepel lantai tiba-tiba dia menemukan sebuah kertas, lalu Sakura membukanya dan membacanya.

[ Kotak itu, harus kau hancur kan ]

Sakura kaget dan langsung menjatuhkan pel yang sedari tadi dia pegang.

" Apa kotak yang di maksud surat ini kotak yang kemarin ? " Tanya Sakura pada dirinya sendiri. Sakura langsung memasukkan surat tadi ke saku celana nya dan bergegas membereskan pekerjaan nya lalu selanjutnya... Mencari Kakashi.

.

.

Kakashi sedang duduk di meja kantornya, dia berbicara dengan iruka yang berdiri di hadapan nya.

" Jadi, rencana pembangunan Hatake Mall di Shanghai .. "

* tok * tok * tok *

Kata-kata Kakashi terpotong karena seseorang mengetuk pintu ruangan nya.

" Masuk ! " Kata Kakashi.

Lalu pintu terbuka, muncul lah sosok Sakura, sontak saja Kakashi langsung terkejut dan menatap tajam Sakura.

" Apa yang kau lakukan disni ? " Tanya Kakashi kepada Sakura, Sementara Sakura hanya membungkuk sebentar dan berjalan mendekat ke meja Kakashi.

" Aaa.. Presdir aku .. " ,

" Tunggu " kata Kata Kakashi memotong pembicaraan Sakura, Lalu Kakashi memandang heran seragam yang di pakai Sakura.

" Kau, petugas kebersihan disini ? " Tanya Kakashi.

" Iya " jawab Sakura sambil menunduk. Kakashi langsung menunjuk Iruka.

" Sekertaris Iruka, Kenapa dia bisa menjadi petugas kebersihan disini ? " Tanya Kakashi kepada iruka.

" Karena dia ingin bekerja disini, lagi pula bukannya Tuan tidak terlalu peduli dengan masalah ini sebelum nya " jawab Iruka.

" Ah, Aku bisa gila, Kau ingat kata-kataku kemarin ? " Tanya Kakashi sambil menunjuk Sakura.

" Ya, Presdir mengatakan, 'jika kau membuat keributan atau masalah kau harus , Enyah dari sini !' " Jawab Sakura sambil memeraktekkan gerakan tangan Kakashi saat mengatakan hal itu, yaitu mengibaskan tangan nya.

" Betul, ingat itu selama kau bekerja disini ! Jadi apa yang kau mau katakan ? " Kata Kakashi sambil kembali ke topik pembicaraan awal, saat Sakura datang.

" Aku ingin menanyakan sesuatu, boleh aku meminta kotak yang kemarin Presdir ambil saat di depan air mancur ? " Tanya Sakura langsung.

" Ah kotak itu, aku sudah menyimpan nya lagi pula itu bukan kotak milik mu iya kan ?! Jadi tidak usah mencari kotak itu lagi ! " Jelas Kakashi tegas.

" Tapi, aku menemukan ini di tempat kemarin aku menemukan kotak itu, Presdir " kata Sakura sambil menunjukkan surat yang tadi ia temukan.

Kakashi mengambil surat itu dan membacanya. Kakashi menatap Sakura dengan tatapan tajamnya.

" Kau pikir ini sungguhan ? " Tanya Kakashi. Sakura hanya mengangguk.

" Hanya karena surat ini ditulis dengan tinta merah seperti darah, kau menanggap ini sungguhan ! " Kata Kakashi dengan nada yang tinggi. Sakura hanya diam. Begitu juga dengan Iruka yang memang sedari tadi diam.

Kakashi meremas kertas itu.

" Ini, lupakan surat ini dan kembali bekerja " kata Kakashi sambil menunjukkan surat yang telah dia remas, dan langsung membuang surat itu ketempat sampah dekat mejanya.

" Tapi Presdir... " Sakura menghentikan kata-katanya karena mendapat tatapan tajam dari Kakashi.

" Kau mengganggu pekerjaan ku ! Enyahlah ! " Kata Kakashi sambil mengibaskan tangan nya.

Sakura hanya diam, dan mengangguk lalu pergi keluar dari ruangan Kakashi.

" Tuan Kakashi apa tidak apa-apa mengabaikan hal seperti itu ? " Kata Iruka yang akhirnya membuka suaranya.

" Apa ?! Kau juga percaya ? " Tanya Kakashi dengan nada yang tajam.

" Ah tidak " kata Iruka.

" Kalau begitu abaikan saja, dan lanjutkan apa yang kita bahas tadi " kata Kakashi yang sudah menormalkan volume suaranya.

" Baiklah "

.

.

" Apa yang harus aku lakukan, aku rasa surat itu sungguhan, kenapa Presdir sama sekali tidak percaya dengan hal itu ? " Tanya Sakura pada dirinya sendiri, lalu saat dia lewat di depan air mancur mewah itu dia melihat sebuah kertas berada di dekat air mancur itu lagi. Sakura kembali mengambil kertas tersebut dan Sakura langsung terbelak melihat kertas tersebut.

" Bukan nya kertas ini yang tadi di buang Presdir ? Kenapa kertas ini bisa ada di sini ? Aku harus memberitahukan Presdir tentang hal ini " kata Sakura sambil berbalik kembali menuju ruangan Kakashi,Lagi. Tapi langkahnya terhenti.

" Tapi.. Jika aku kesana sekarang pasti Presdir Kakashi hanya akan menyuruhku Enyah dari hadapan nya lagi " kata Sakura, lalu Sakura berpikir sejenak.

" Aku harus menghancurkan kotak itu sendiri "

.

.

Kini Sakura sudah bersiap-siap untuk pulang pekerjaan nya telah selesai 15 menit yang lalu, jadi sekarang waktunya pulang.

Saat Sakura berjalan menuju pintu keluar, Sakura melewati Air mancur mewah tadi, dimana dia menemukan sebuah kotak dan surat misterius. Sakura teringat kalau seharusnya dia menemui Kakashi tadi, mengingat Hatake Mall Sudah tutup, pasti Kakashi sudah pulang. Karena itu Sakura memutuskan untuk langsung pulang kerumahnya.

.

.

" Ahh ... Aku sangat lelah hari ini ! " Sakura masuk kedalam rumahnya. Menyalakan lampu dan masuk kedalam kamarnya.

Tiba-Tiba seluruh lampu mati. Sakura kaget, perasaan nya mendadak tidak enak, dia kembali keluar dari kamarnya untuk menyalakan lampu, saat lampu sudah menyala Sakura langsung Kaget.

Sakura melihat sosok Hantu di dekat pintu masuk rumahnya, sosok berambut panjang, hantu gadis itu..

" Rin ? , apa yang kau lakukan di sini ? " Tanya Sakura kepada Rin. Hantu Rin mendekat perlahan, melihat itu Sakura langsung mundur. Hantu Rin tidak menjawab, melainkan semakin mendekat.

" Jika ada pesanmu yang ingin kau sampaikan pada Presdir Kakashi katakan saja, jangan membuatku takut seperti ini " kata Sakura sambil terus mundur kebelakang. Lalu ..

*Braaakk*

Hembusan angin yang kencang membuat jendela rumah Sakura terbuka secara paksa.

"Aaaahh ! " Teriak Sakura kaget.

Tanpa Sakura sadari punggung nya telah bersentuhan dengan dinding rumahnya.

" Kumohon katakan saja apa pesanmu aku akan menyampaikan nya pada Presdir " kata Sakura sambil menutup wajahnya.

.

.

Sementara itu Angin berhembus semakin kencang di luar sana, dan Hujan pun kembali turun.

*TBC*

A/N :

Special Thanks To:

Uy, Miss Hyuga Hatake, Junshikyu, sa-chan, zeedezly . clalucindtha, Maemunah Tenten.

Mari balas-balas review yang masuk di chapter 1-2.

Uy (C2)

: makasih, Drama Asli nya juga Seru kok ;)

Miss Hyuuga Hatake (C1)

: ini emang Masters 'sun senpai ^^ saya juga suka Drama itu.

Kakashi-sensei emang cocok jadi Joo Joong Woon, saya selalu bayangin kalau Kakashi-sensei bilang 'Kkeojyeo' ala Presdir joo joong woon xD

Junshikyu (C2)

: ini udah lanjut ^^

Sa-chan ( C2 )

: Hidup KakaSaku !

Maemunah Tenten ( C1 )

: Masters 'sun nya Happy ending kok xD emang baper nya menyakitkan yah (?) :v xD

Er ( C1)

: iya Sasuke jadi permen Kang nya :v, entah kenapa saya pengen Sasuke jadi permen Kang nya xD

Yuta-Uke (C1)

: iya fic kedua *balasKedip-kedip* xD

Makasih senpai ^^ saya akan lebih memperhatikan yang senpai bilang ^^

Ini udah lanjut kok :D

Btw senpai, fic Hurt me nya juga jangan di Discontiune juga yak xD saya juga nunggu fic itu :D

Sa-chan (C1)

: iya menurut saya juga begitu, lebih baik gak terlalu ikut alur cerita aslinya, seperti mistery hantu yang mereka coba pecahkan, bagian itu akan saya buat sedikit berbeda. Tapi beberapa bagian juga saya buat sama ^^ biar unsur Drama Masters 'sun nya gak ilang xD

Erin (C1)

: (y), ini udah lanjut, maaf gak bisa secepat yang kamu bayangkan.

Junshikyu (C1)

: ini udah lanjut ^^

De-chan (C1)

: ino nya jadi Tae Yi Ryung

Coba deh nonton Drama Aslinya, gak serem-serem amat kok xD

Pairnya seperti kamu bilang :)

HyuugaViona (C1)

: di lanjutnya gak sepenuhnya seperti masters 'sun sih *sepertinya* :v, Ino yang jadi Tae Yi Ryung, yang jadi Cha Hee jo udh ketuhan di chap ini dan dialah RIN :D

Haruno Salad (C1)

: udah lanjuutt ;)

zeedezly . clalucindtha (C1)

: saya juga suka :)

Ok Rivew yang masuk udah di balas sampai tuntas ^^ sampai jumpa di Chap selanjut nya

Jaa Ne ...

© Masters 'sun

© Naruto - Masashi Kishimoto