Shukun No Taiyō
.
.
Naruto - Masashi Kishimoto
.
.
Masters 'sun
.
.
AU, OOC, TYPO, DLL
.
.
Drama, Horor, Komedi, Romantis
.
.
.
"Kakashi-Sama, apa anda belum mau pulang?"
"Ah Iruka, aku akan disini beberapa menit lagi, aku akan memeriksa beberapa rekaman dokumen yang lain nya. Kalau kau mau pulang sekarang, silahkan."
"Apa anda yakin?" tanya Iruka dengan nada yang sedikit cemas, sementara Kakashi hanya mengangguk sambil terus mendengarkan sebuah rekaman.
"Baiklah ini kunci mobil nya, jika kesulitan anda tinggal menghubungi saya." kata Iruka sambil meletakkan kunci mobil Kakashi diatas meja.
"Hn."
.
.
.
Kakashi meregangkan tangan nya ke atas agar dia bisa lebih rilexs, tidak terasa Kakashi sudah mendengarkan rekaman dokumen selama 30 menit, selama itu Kakashi hanya diam sambil mendengarkan headset, Kakashi memutuskan untuk pulang lagi pula semua kerjaan nya telah selesai. Dan di luar sana hujan yang lebat masih mengguyur, membuat Kakashi ingin segera pulang dan menyegarkan pikiran nya dengan mandi air hangat, juga dengan segelas kopi pahit kesukaan nya.
.
.
"Baiklah, kali ini biarkan aku yang membawa mu." gumam Kakashi kepada ... Mobil silver kesayangan nya. Sambil menekan tombol untuk membuka mobil nya.
' Piiip '
Kakashi baru saja hendak masuk ke dalam mobilnya saat dia melihat dari kejahuan seseorang tengah berdiri, di tengah hujan yang sangat lebat.
'Apa itu?' Kakashi meniypitkan matanya Onxy nya. Kakashi berjalan mendekat, hendak melihat lebih jelas siapa yang berdiri di tengah hujan itu, sepertinya dia mengenali orang itu.
Lebih dekat... Kakashi hampir keluar dari tempat parkir tapi jika dia melangkah lagi tubuhnya akan basah terkena air hujan, tapi orang itu terasa familiar di matanya. Kakashi masih melihat orang itu hingga akhirnya cahaya yang entah dari mana, seklias mengenai rambut orang itu dan... 'Pink' ! Kakashi membulatkan matanya kaget ! Lalu tubuh orang itu yang ternyata Sakura akan jatuh ? Melihat itu tanpa berpikir panjang, tanpa menghiraukan Hujan yang semakin lebat Kakashi langsung berlari menuju Sakura dan menangkap tubuh dingin gadis itu dalam pelukan nya.
Dalam jarak yang sangat dekat Kakashi melihat wajah Sakura, bahkan dalam keadaan minim cahaya, Kakashi dapat melihat bibir Sakura yang membiru akibat rasa dingin yang ia rasakan.
'Berapa lama dia terkena hujan ?!' Gumam Kakashi dalam hatinya, Kakashi juga dapat merasakan kalau tubuh Sakura menggigil, begitu juga dengan tubuh nya sendiri yang terasa sangat dingin. Tanpa pikir panjang Kakashi mengangkat tubuh Sakura menuju mobilnya. Dan tanpa Kakashi sadari seseorang sudah melihat adegan yang mungkin bisa dibilang romantis . Mungkin.
Dia Naruto.
"A...astaga ! I-itu ... Kakashi-Sama?" Gumam Naruto pada dirinya sendiri, berusaha untuk tidak mengeluarkan suara nya sekeras mungkin. Niat nya dia ingin mengecek keamanan di tempat parkir, siapa tahu ada yang iseng bukan ? Tapi semua itu tertunda saat dia melihat Kakashi yang tiba-tiba berlari dan menangkap tubuh seorang gadis, dan bahkan Naruto tidak menyangka kalau gadis itu Sakura.
"A-aku harus memberi tahu yang lain tapi.. Aaaahh lebih baik aku pergi sebelum Kakashi-Samamelihat ku, ini akan menjadi berita yang sangat heboh. Hehehe..." gumam Naruto sambil memamerkan cengiran khas nya, entah kepada siapa.
.
.
.
.
.
Teriknya sinar matahari pagi membuat Sakura terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Sakura mengusap matanya dengan tangan kanannya. Lalu membalikkan tubuhnya ke arah yang berlawanan dan...
"Haa ?" Sakura sedikit terkejut melihat siapa yang berada disamping nya, itu... Kakashi ?! Sakura melihat sekelilingnya tampak nya tempat ini asing, tapi melihat Kakashi yang tidur di samping nya, bahkan sambil menggenggam sebelah tangannya membuat Sakura sangat senang.
"Aaah senangnya bisa seperti ini, Aku berharap ini mimpi, jika ini mimpi aku tidak ingin bangun..." ujar Sakura sambil tersenyum dan mengelus tangan Kakashi di pipinya.
Kakashi langsung terbangun.
"Kakashi-sama, kau sudah bangun ?" Sapa Sakura ketika melihat Kakashi bangun.
"Kakashi-sama ?" Kata Kakashi sambil mempelototi Sakura.
"Uhh, aku ingin tidur lebih lama lagi, aku belum mau bangun." Ujar Sakura sambil kembali mengeluskan tangan Kakashi di pipinya.
"Siapa kau sekarang?" Tanya Kakashi.
Sakura hanya mengerenyitkan alisnya, Bingung.
"Kau... Sakura Haruno? Benarkan?"
"Iya, Tapi apa ini bukan mimpi?" Sakura memperhatikan sekeliling nya.
Mendengar itu Kakashi langsung mendorong Sakura, dan langsung turun dari tempat tidur.
"Benar, kau pasti merasa ini mimpi indah saat kau bangun, tapi bagiku ini adalah mimpi buruk saat aku bangun. Kau tidak perlu perlu meributkan situasi ini, karena kita hanya tidur sambil berpegangan tangan, benar-benar hanya berpegangan tangan!" Jelas Kakashi. Sakura hanya menangguk, lalu kembali bertanya.
"Tapi ini dimana?" Tanya Sakura sambil melihat sekeliling nya.
"Ini Rumah ku."
"Apa ? Rumah Presdir ?! Wah rumahmu bagus." kata Sakura kagum melihat Rumah Kakashi.
"Apakah itu reaksi wanita yang normal?" Tanya Kakashi, membuat Sakura kembali bingung.
"Biasanya jika wanita normal terbangun di dalam kamar seorang pria dia akan bertanya, 'kenapa aku di sini?' Atau 'Apa yang sudah terjadi' dia bertanya dengan heboh ! Tapi kau ?! Hanya bertanya 'Ini dimana?' Kau tidak mempertanyakan kenapa kau bisa di sini, atau 'Siapa yang menggantikan bajuku?' Ha ?" Jelas Kakashi panjang lebar.
Yah memang jika wanita normal mungkin akan berkata seperti itu, tapi berbeda dengan Sakura, dia sudah terbiasa bangun di tempat asing, tentu saja itu karena hantu yang tiba-tiba merasuki tubuhnya dan menggunakan tubuhnya kemana-mana. Bahkan dia biasa terbangun di sebuah makam, saat bangun tentunya membuat orang yang sedang mengunjungi makam berlari ketakuan, karena mengira Sakura adalah hantu.
"Iya yah... Bajuku... Apa Presdir yang..." Kata Sakura sambil melihat bajunya dan melihat Kakashi.
"Tidak! Bukan aku yang menggantikan nya! Dan jangan berpikiran macam-macam!" tegas Kakashi.
"Begitu ya, Tapi semalam aku?"
"Semalam kau datang ke mall dengan basah kuyup lalu pingsan, saat aku menemukan mu aku ingin membawamu ke rumahmu, tapi rumah mu sangat berantakan, makanya kau ku bawa kemari." jelas Kakashi sambil memasang wajah datarnya.
"Ah begitu ya, semalam aku datang ke mall lalu Presdir membawaku kemari, lalu..."
"Lalu kau menyebabkan banyak 'Tamu' yang datang ke rumah ku semalam." Kakashi memotong perkataan Sakura.
* FLASHBACK - ON *
.
.
.
Sakura duduk di lantai, tentu saja dengan pakaian kering yang di gantikan oleh pemilik apartemen sebelah, tentu saja Kakashi yang meminta tolong kepada Bibi pemilik apartemen sebelah.
Sakura merengek di lantai seperti anak kecil dan menangis.
"Tuan ... Dimana ibu ku ?!"
"Sadarlah!" Ujar Kakashi.
"Tuan dimana ibuku ?!" Sakura mengulurkan tangan nya.
"Bangun!"
"Carikan Ibuku!"
"Kubilang Bangun!" Kakashi meraih tangan Sakura, seketika juga Hantu yang merasuki tubuh Sakura menghilang.
Sakura sempat sadarkan diri untuk sesaat, dan dia meminta minum kepada Kakashi, mungkin Sakura lelah karena terus merengek dan berteriak.
Saat Kakashi kembali dengan segelas air di tangan nya, dia tidak mendapatkan Sakura di tempat tadi, melainkan mendapat Sakura tengah menari berputar-putar.
"Aku ingin menari.. Aku ingin Menari .."
Lalu Sakura langsung terjatuh dalam pelukan Kakashi, Lagi.
"Aku bisa gila!" gumam Kakashi Kesal.
.
.
Lalu tak lama kemudian Sakura menggonggong dan meraung layak nya anjing. Kakashi yang duduk tak jauh dari Sakura, langsung melemparkan sebuah bantal kewajah Sakura.
"Gigit itu!" perintah Kakashi sambil melipatkan kedua tangan nya di depan dada nya.
Sakura langsung menggigit bantal tersebut, Kakashi langsung membulatkan matanya kaget, dan memandang Sakura dengan tatapan tidak percaya.
.
.
.
* FLASHBACK - OFF *
Sakura hanya mengelus bantal yang sudah tercabik-cabik, tentunya akibat kebuasan nya semalam. Wajahnya menunjukkan rasa penyesalan dan tentunya malu.
"Setelah minum, Kau menjadi seekor anjing."
"Aku... Seekor anjing?" tanya Sakura masih tidak percaya. Kakashi hanya mengangguk.
"Sebenarnya... Ketika aku sedang tidak sadarkan diri para Hantu bisa saja masuk dan menggunakan tubuhku sesuka mereka, makanya aku tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak, tapi sejak bertemu dengan Presdir, Aku merasa bisa tidur dengan nyenyak jika bersamamu." jelas Sakura sambi menatap Kakashi yang duduk tidak jauh dari hadapan nya.
"Jadi.. Kenapa semalam kau datang ke Hatake Mall?"
"Ah itu... Semalam aku melihat ...Rin." gumam Sakura dengan nada yang pelan, takut Kakashi akan marah.
"Kau bertemu dengan nya?" Tanya Kakashi. Sakura hanya menangguk. "Itu sebab nya kau langsung menemuiku ?"
" Iya.. Tapi bukan hanya itu."
"Ada lagi?"
"Seorang wanita mendatangiku dengan wajah yang menyeramkan, di beberapa bagian tubuhnya terdapat luka, apalagi di bagian leher nya, itu sangat menyeramkan, aku rasa dia meninggal karena luka itu." jelas Sakura sambil mengingat hantu wanita yang mendatanginya setelah Rin.
"Siapa dia?"
"Um... Dia, kurasa dia pemilik kotak Hitam itu." kata Sakura sambil menunjuk kotak hitam yang sedari tadi ia lihat, kotak itu berada di belakang Kakashi, tepatnya di rak buku Kakashi.
"Aku tidak peduli itu, dan jangan coba-coba menyentuh kotak itu." ancam Kakashi dan menatap tajam Sakura.
"Tapi . . ."
"Sekarang cepat beri tahu aku apa yang Rin katakan." potong Kakashi, mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Iya itu. . . ' Kau tidak perlu khawtir'. " gumam Sakura. Dengan 'sedikit' kebohongan
"Apa?"
"Yah Rin bilang Presdir tidak perlu khawatir." ulang Sakura.
Kakashi mendecih sebal. "Cih.. Tidak perlu khawatir katanya."
"Sebenarnya ada apa?" Tanya Sakura heran, sejujurnya dia sama sekali tidak tahu apa apa tentang masalah Kakashi.
"Itu, sebaiknya kau tanyakan pada Sekertaris Iruka."
"Baiklah, tapi apa aku bisa meminta nomor ponsel mu, Presdir?" Tanya Sakura takut, dan memasang wajah memelasnya sambil mengeluarkan handphone pink milik nya.
"Untuk apa?"
"Agar aku bisa merasa lebih tenang." ujar Sakura sambil menundukkan kepalanya, takut kalau Kakashi akan menolaknya. Dan, Kakashi bangun dari duduk nya, memasukkan sebelah tangan nya kedalam saku celana, dan sebelah lagi dia gunakan untuk mengambil handphone Sakura.
Sakura terkejut, Kakashi tiba-tiba mengambil handphone nya lalu mengetikkan beberapa digit nomor.
"Ini, jangan coba-coba menelpon jika tidak dalam keadaan darurat!" Kata Kakashi sambil memeberikan kembali handphone Sakura.
Sakura menerima nya dengan senang, sambil terus tersenyum melihat layar telepon nya.
"Kenapa kau senyum sendiri, dasar aneh." gumam Kakashi.
"Aku senang karena Presdir memberikan nomor telepon ini, aku merasa seperti aku menemukan perisai pelindungku, selama ini aku belum pernah bertemu dengan orang seperti Presdir, makanya kau sangat spesial untukku."kata Sakura masih sambil menatap layar handphone nya. Kakashi hanya menatap Sakura dengan pandangan datarnya, dan mengambil handphone Sakura, Lagi.
"Apa yang Presdir lakukan?" kata Sakura kaget melihat Kakashi mengambil kembali handphone nya dan mengetikkan sesuatu.
"Ini." ujar Kakashi sambil mengembalikan handphone Sakura.
"Ini nomor siapa?" Kata Sakura sambil melihat beberapa digit angka yang berbeda di layar handphone nya.
"Itu nomorku, yang tadi nomor sekertaris Iruka."
Mendengar itu Sakura langsung menyimpan nomor 'Asli' Kakashi "Ah, begitu ya."
"Sama seperti tadi, jangan menelpon kalau tidak dalam keadaan darurat." ujar Kakashi, sementara Sakura hanya menganggukkan kepala pink nya.
"Dan juga jangan pernah mengirimkan pesan." tambah Kakashi.
"Kenapa?"
"Karena aku tidak akan membacanya." jawab Kakashi acuh, lalu dia berjalan menuju lemari pakaian nya dan mengambil baju miliknya.
"Apa yang kau tunggu, sudah cepat pulang kau harus segera ke Mall, aku mau mandi dulu." kata Kakashi sambil menutup lemari dan berjalan keluar kamar. Meninggalkan Sakura.
Sakura berdiri untuk keluar dan melirik kotak hitam tadi.
.
.
Sakura berjalan keluar dari kamar Kakashi, mengintip kiri-kanan memastikan kalau Kakashi benar-benar pergi mandi, perlahan Sakura berjalan melewati ruang tamu apartemen Kakashi yang bisa dibilang mewah , sangat mewah. Sakura masih sempat tercengang melihat itu, tapi berhubung dia sedang membawa sesuatu yang dilarang Kakashi dia bergegas menuju pintu. Saat berada depan pintu Sakura hendak membuka pintu, kalau saja tak ada tangan nakal yang menarik nya.
'Seett'
Dia Kakashi.
Kakashi menarik tangan Sakura, mendorong Sakura hingga punggung gadis itu bersandar di pintu. Sakura hanya terbelak kaget. Kakashi memasang tatapan tajam nya, tangan Kirinya bertumpu pada pintu, sedangkan tangan kanan nya dia gunakan untuk mencengkram bahu Sakura, agar tidak lari.
Jarak mereka sangat dekat membuat Sakura bisa merasakan napas hangat Kakashi yang menyentuh permukaan wajah nya, Sakura juga memperkuat genggamannya pada Kotak Hitam yang dia ambil di kamar Kakashi. Tanpa sepengetahuan Kakashi tentunya.
Kakashi menatap tajam Sakura selama beberapa saat, tiba-tiba pandangan nya melembut, membuat Sakura mempunyai perasaan yang buruk, jantung berdetak kencang seakan-akan ingin menerobos keluar dari rongga dadanya. Tangan kanan Kakashi yang semula mencengkram erat bahu Sakura perlahan sekarang berjalan menuju leher Sakura, mengelus nya perlahan, membuat tubuh Sakura serasa akan meleleh. Dari laher tangan Kakashi sekarang mengelus pipi Sakura, yang sudah di pastikan berubah warna menjadi merah, akibat ulah Kakashi.
Kakashi mendekatkan wajahnya ke arah Sakura, membuat Sakura harus menahan napas nya, tidak tahu apa yang akan Kakashi lakukan selanjutnya. Perlahan jarak antara wajah mereka menyisakan beberapa sentimeter dan saat hidung mereka saling bersentuhan Sakura menutup matanya, pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya. Dan sampai akhirnya. . .
' Seett '
Dengan gerakan cepat sebelah tangan Kakashi yang tadi menyentuh pipi Sakura kini sudah merebut kotak hitam di tangan Sakura. Sakura membuka matanya.
"Kau tidak bisa membawa ini Sakura." kata Kakashi masih dengan wajah yang masih berdekatan, Sakura membuka matanya dan langsung mendorang tubuh Kakashi menjauh.
'Presdir hanya menggodaku' gumam Sakura dalam hatinya dengan sebal.
Kakashi memasang senyum yang meremehkan.
"Jangan mengharapkan yang berlebihan, dan jangan membayangkan hal-hal aneh, Sakura."
"Presdir menyebalkan!" Teriak Sakura dan langsung berbalik keluar dari apartemen Kakashi. Sementara Kakashi hanya melihat kotak yang baru saja ia ambil dari tangan Sakura. Dan bertanya kepada dirinya sendiri 'Apa yang baru saja aku lakukan ? Heh, itu diluar rencana'. Setelah itu Kakashi berbalik dan pergi memulai rutinitas pagi harinya, Mandi.
.
.
.
Sementara di suatu tempat seorang pria sedang berbicara melalui sambungan telepon.
"Saya sudah berada di Hatake Mall"
"Baik saya akan mencari kotak hitam itu"
.
.
.
"Sakura-san, lebih baik istirahat dulu, jangan memaksakan dirimu." ucap seorang Bibi kepada Sakura, dia melihat Sakura masih mengepel lantai di dekat air mancur, padahal sekarang sudah waktunya istriahat makan siang.
"Tidak apa-apa, ini sedikit lagi." jawab Sakura masih terus mengepel lantai.
"Halo bibi!" Sapa pria berambut kuning yang tiba-tiba datang dan memberikan minuman gratis kepada bibi yang menyapa Sakura tadi, termasuk petugas kebersihan lain nya. "Itu untuk kalian." lanjut pria itu, Naruto. Sambil memamerkan senyum lebarnya kepada bibi tadi.
"Ngomong-ngomong, wanita di sana namanya Sakura iya kan?" Tanya Naruto dengan sedikit berbisik. Bibi tadi hanya heran dan mengangguk untuk menjawab pertanyaan Naruto.
"Apa bibi tahu, kalau sekarang beredar gosip kalau wanita itu adalah kekasih Presdir." kata Naruto dengan masih berbisik.
Mendengar itu Bibi tersebut kaget. Begitu juga dengan yang lain nya.
"Apa itu benar?" .Naruto mengangguk.
"Katanya kemarin ada seorang yang melihat Presdir bersama wanita itu pulang bersama "
"Astaga, Aku tidak tahu itu." kata bibi tadi.
"Apa itu benar?" Kata bibi yang lain.
"Tapi wanita itu memang cantik."
"Ya sudah bi, aku akan memberikan ini juga untuk nya." kata Naruto mengakhiri acara Gosip nya dengan para bibi tadi, sambil membawa segelas minuman, Naruto mendekat ke arah Sakura.
"Ini." Naruto memberi minuman yang tadi dia bawa untuk Sakura. " Aku Naruto. Naruto Uzumaki "
"Aku Sakura Haruno, terima kasih Naruto-san." kata Sakura menerima minuman yang di berikan Naruto.
"Tidak perlu memanggilku seperti itu, cukup Naruto saja untukmu, Sakura-chan." kata Naruto sambil tersenyum.
"Baiklah Naruto."
"Ok. Aku dari bagian tim keamanan di sini, senang berkenalan dengan mu, Sakura-chan."
"Ya senang berkenalan dengan mu Naruto," balas Sakura sambil tersenyum.
"Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa." kata Naruto berbalik pergi juga melambaikan tangannya ke arah Sakura, yang dibalas hal serupa oleh Sakura.
.
.
Di tempat lain Kakashi baru saja menyelesaikan pekerjaan nya, hari ini sangat banyak dokumen yang harus ia tanda tangan kan, membuat tangan nya serasa lemas, kaku, dan hampir patah *berlebihan*.
"Itu dokumen terakhir kan?" Ujar Kakashi yang kini sudah menyandarkan punggung nya di kursi nya. Sementara Iruka yang sedari tadi harus bolak balik mengambil dokumen kini hanya bisa mengangguk, akibat kelelahan tentunya.
"Baiklah aku mau makan siang dulu." kata Kakashi hendak berdiri dari kursinya, sebelum seseorang masuk ke kantor nya tanpa permisi, dia hendak memarahi orang itu, kalau saja yang datang bukan Tsunade, bibinya.
"Oh Kakashi ku, apa kau sakit? Demam? Apa kepala mu terbentur? Kita harus segera ke rumah sakit!" ujar Tsunade sekaligus saat dia sudah sampai di samping Kakashi, memegang wajah Kakashi. Melihat wajah keponakan nya tersayang, mengecek apakah ada yang salah dengan Kakashi.
"Bibi, aku tidak apa-apa, lagi pula memangnya ada apa?" Jawab Kakashi mengerenyitkan alisnya, dan menyingkirkan tangan Tsunade dari wajahnya.
"Katakan dengan jujur Kakashi! Apa benar gosip yang beredar diluar sana?" Pertanyaan Tsunade sukses membuat Kakashi bingung, tidak hanya Kakashi, begitu juga dengan Iruka.
"Gosip?"
"Iya, gosip yang mengatakan kalau kau sedang dekat dengan salah satu wanita dari petugas kebersihan, siapa namanya... Sakuya?" Dan perkataan Tsunade cukup membuat Kakashi membulatkan matanya, Kaget.
"Mungkin maksud anda Nona Sakura." Iruka mengkoreksi kesalahan Tsunade yang menyebutkan nama Sakura menjadi Sakuya.
"Aku tidak peduli, katakan Kakashi apa itu betul? Jika sampai aku menemukan orang yang menyebarkan gosip itu, aku tidak akan memaafkan nya." Kata Tsunade sambil mengepalkan tinjunya, membuat Iruka yang melihat nya menjadi sedikit ketakutan, tapi tidak dengan Kakashi. Dia sudah terbiasa menghadapi bibi nya yang satu ini, bahkan Tsunade sudah berusaha mencoba menjodohkan Kakashi sebanyak tiga kali, namun sebanyak itu juga Kakashi membatalkan nya.
"Tentu saja itu tidak benar, siapa yang menyebarkan gosip aneh seperti itu!" Kakashi mencoba menahan seluruh gejolak yang ada di tubuhnya *lebay*.
"Syukurlah, bibi akan mencarikanmu wanita yang lebih baik secepat mungkin." Kata Tsunade lalu berbalik pergi meninggalkan Kakashi dan Iruka yang hanya bisa menghela napas, pasrah.
"Iruka, tolong panggilkan Sakura kesini." Perintah Kakashi.
"Ya." jawab Iruka lalu pergi keluar dari ruangan Kakashi untuk memanggil Sakura.
.
.
.
Sementara itu di tempat Tim Keamanan Sasuke, ketua Tim, sedang memperhatikan seluruh cctv yang berada di Mall, memastikan kalau tidak ada sesuatu yang berbahaya. Tapi dari tadi dia melihat seorang Pria hanya mengelilingi Mall entah apa tujuan nya, tapi di mata Sasuke orang itu seperti mencari sesuatu.
Sasuke memutuskan untuk menemui Pria itu.
"Naruto kau jaga di sini sebentar, aku akan mengecek sesuatu." kata Sasuke langsung pergi keluar dari ruangan itu, tanpa menunggu jawaban Naruto.
"Ah dia itu, padahal aku belum bilang apa-apa tapi dia sudah pergi. Dasar pantat ayam!"
.
.
Pria itu kini berada di pintu masuk Hatake mall dia sedang berbicara menggunakan telepon nya.
"Aku sudah berkeliling mall ini, tapi aku tidak menemukan kotak itu."
"Cari hingga dapat, aku yakin dia membawa kotak itu kesitu. Saat anak buahku mengejarnya mereka melihanya memegang kotak itu dan masuk ke Hatake mall, saat dia keluar kotak itu sudah tidak ada."
"Ya. Aku mengerti." Kata Pria itu lalu mengakhiri sambungan telpon nya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya seseorang membuat Pria itu kaget dan berbalik.
"Saya dari tim keaman mall ini. Sasuke Uchiha."
"Ah ya... Sebenarnya saya mencari barang istri saya yang hilang di mall ini." Kata Pria itu.
"Begitu ya, silahkan ikut saya ketempat penitipan barang, biasanya barang yang di titip atau di temukan di mall ini disimpan disana." Kata Sasuke, lalu Pria tadi mengangguk setuju, dan mereka pergi bersama.
.
.
*Tok *Tok *Tok
"Masuk!" Seru Kakashi. Sambil menopang kepalanya di atas kedua tangan nya yang terlipat diatas meja kerjanya. Tak butuh waktu seorang berkepala pink masuk. Sakura.
"Presdir memanggil ku?" Tanya Sakura yang kini sudah berada tepat di hadapan Kakashi.
"Katakan siapa yang menyebar gosip aneh itu?"
"Gosip?" Sakura berbalik bertanya kepada Kakashi, memberi tanda seolah dia tidak mengerti, ya memang Sakura tidak mengerti dengan pertanyaan Kakashi.
"Kau tidak tahu?". Sakura menggeleng kan kepalanya. Kakashi menghela napas dengan kasar, lalu kali ini dia menyandarkan punggungnya di kursi, dan melipat kedua tangan nya di depan dada.
"Hah...sudahlah jangan pikirkan, jangan dengarkan apa yang orang diluar katakan."
"Tapi itu gosip apa?" Tanya Sakura penasaran.
"Kubilang lupakan jangan pedulikan -"
*Tok *Tok *Tok
Kata Kakashi terhenti karena suara ketokan pintu.
"Masuk!" Ujar Kakashi
"Permisi Presdir." Kata Sasuke yang membuka pintu masuk lalu di ikuti dengan Pria 'tadi'. Kakashi mengangguk dan matanya melihat Sakura seolah-olah berkata 'Pindah-dari-hadapan-ku', Sakura langsung mengangguk seolah dia paham dengan tatapan mata Kakashi, Sakura berpinda ke samping meja Kakashi, membiarkan Sasuke dan Pria itu berdiri di hadapan Kakashi.
"Ada apa?"
"Saya Mitaka Jin. Begini Hatake-san, saya kehilangan barang berharga milik istri saya di sini." Kata Pria berambut ungu tersebut kepada Kakashi.
"Barang?". Jin mengangguk.
"Barang apa itu? Apa anda yakin istri anda menghilangkan nya disini?" Lanjut Kakashi.
"Ya, sebelum meninggal istri saya pergi kesini." Sorata menunjukkan wajah yang sedih. Membuat Kakashi merasakan ada sedikit yang aneh dengan Pria itu.
"Meninggal? Istri anda sudah meninggal?" Tanya Kakashi.
"Ya istri saya meninggal karena kecelakaan mobil tiga hari yang lalu, sebelum meninggal dia bilang dia ingin berbicara dengan saya dan menitipkan barang itu pada saya, tapi saya tidak menyangka kalau dia sudah meninggal." Kata Pria itu dengan suara yang sedih.
Tiba-tiba Sakura membulatkan matanya kaget. Tepat di belakang Pria itu, ada wanita yang menemuinya kemarin malam, sesaat setelah Rin datang menemuinya. Wajah wanita itu sama menyeramkan nya dengan kemarin. Terutama luka di lehernya. Itu yang membuat Sakura sangat takut. Sakura hanya bisa menundukkan kepalnya.
Kakashi melirik Sakura, melihat Sakura menundukkan kepalanya membuat Kakashi memikirkan sesuatu.
'Apa dia melihat istri dari pria ini?' Batin Kakashi. Lalu mengalihkan pandangan nya kembali ke pria berambut ungu tadi.
"Kalau begitu malam ini saya akan mengusahakan untuk mencari barang itu, tapi barang seperti apa?" Tanya Kakashi.
"Kotak berwarna hitam." Kata Pria tersebut dengan tenang. Tapi tidak dengan Kakashi dan Sakura, mereka sedikit kaget, dan saling bertukar pandang.
"Baiklah."
"Kalau begitu saya pamit Hatake-san, besok saya akan datang lagi, tolong temukan kotak peninggalan istri saya." Kata Jin sambil membungkuk, lalu pergi berjalan keluar dari ruangan Kakashi.
Begitu juga Sasuke. "Saya juga permisi Presdir."
"Kau melihat sesuatu?" Tanya Kakashi kepada Sakura saat kedua Pria tadi pergi. Sementara yang ditanya hanya diam. "Kau dengar tidak!".
"Pria itu. . . Dia bukan suami dari wanita yang memiliki kotak itu." Kata Sakura dengan suara yang pelan.
"Apa?"
"Dia tidak meninggal karena kecelakaan mobil, seperti yang aku katakan sebelum nya, dia meninggal karena di bunuh," kata Sakura masih dengan suara yang pelan, sementara Kakashi hanya menatap Sakura dengan pandangan tidak jelas. "Dan yang membunuh nya Pria tadi." Lanjut Sakura.
Kakashi membulatkan matanya, tidak percaya.
"Pria tadi membunuhnya? Tapi kenapa dia mencari kotak itu? Dan mengatakan kalau dia suami wanita itu?" Pertanyaan beruntun keluar dari mulut Kakashi.
"Wanita itu memberitahukan ku semuanya."
.
.
"Jadi di sini dia dibunuh?" Tanya Kakashi kepada Sakura. Kini mereka sudah berada di sebuah rumah yang sudah lama tidak di tempati.
"Tempat ini tidak jauh dari Hatake Mall." Tambah Sakura.
"Ya, mungkin setelah dia dari Mall, dia berlari sampai kesini." Kata Kakashi sambil melihat keadaan sebuah ruangan di rumah tua ini. "Hanya ada tiga ruangan, Pertama ruang tamu, ruangan ke dua kamar, dan ruangan ke tiga toilet. Sementara wanita itu dibunuh di dalam kamar ini, iyakan?"
Sakura mengangguk. "Wanita itu mengatakan kalau dalam kotak hitam itu ada barang bukti kalau calon suami nya sudah mencuri berlian mahal itu. Mungkin karena itulah ia dibunuh. Dia ingin pergi menuju kantor polisi, tapi para anak buah calon suaminya terus mengejarnya, makanya dia memutuskan untuk masuk ke dalam Mall dan bersembunyi di sana, tapi saat dia keluar dia masih dikejar, makanya dia lari kesini untuk bersembunyi. Tapi sayang nya dia ketahuan."
"Mereka melakukan pembunuhan dengan cara yang bersih. Tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda pembunuhan di sini." Lanjut Kakashi. Mereka terdiam untuk waktu yang lama, mengamati setiap sudut ruangan, siapa tau menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Tanpa Kakashi dan Sakura sadari, beberapa orang tengah mengamati mereka dari luar kamar, bersiap untuk melakukan hal yang tentunya tidak terduga.
*TBC*
A/N :
Saya kembali ^^ maaf update nya lama :') soalnya beberapa minggu kemarin sibuk ngurus buat masuk sekolah baru -,- dan untung nya saya udah keluar dari tekanan yang bernama MOS :v kalian tahu kan mos itu gimana :3 ^^ *kokJadiCurhat?*
Gimana chapter ini ? Bosan ? Aneh ? Gaje ? Dll mungkin :v entah kenapa selama bulan puasa ini ide-ide di kepala saya pada gak muncul :')
Pengen nanya ke raders sekalian, di Drama Masters 'sun Scane/Eps berapa sih yang kalian suka ? Biar bisa di selipin dalam fic ini :v soalnya kalau saya pribadi sih suka semua :v *plak*
Dan maaf jika masih banyak Typo nya. Ok !
Jika ada saran, masukan, kritikan*janganpedes2* :v, silahkan lampirkan di kolom Ripyu *raders:Bilangajamintaripyu*
Special Thanks To:
zeedezly . clalucindtha, Rin Ruka, Miss Hyuuga Hatake, Carmennotwantalone, BlackHead394.
Special Thanks juga buat yang udah baca "The Effect Of K-Drama" ^^
Mari balas ripyu yang masuk :
zeedezly . clalucindtha-san
: gimana ini udah panjang belom ? Words nya 4k+
Ini udah update, maaf gak bisa secepat yang kamu harapkan
Rin Ruka-san
: Cha He Jo nya Rin Nohara ^^
Miss Hyuuga Hatake-senpai
: iya senpai, saya usahakan beda dengan drama aslinya, walau pun di kepala saya selalu memikirkan drama aslinya *plak* XD.
Carmennotwantalone-san
: coba nonton Drama aslinya, drama asli nya menarik banget loh ^^
BlackHead394-san
: ini udah lanjut ^^
Di tunggu Review lain nya ^^
Jaa nee
© Masters 'sun
© Naruto - Masashi Kishimoto
