Shukun No Taiyō

.

.

Naruto - Masashi Kishimoto

.

.

Masters 'sun

.

.

AU, OOC, TYPO, DLL

.

.

Drama, Horor, Komedi, Romantis

.

.

.

"Kakashi-sama apa anda baik-baik saja?"

Kakashi membuka kelopak matanya, hal yang pertama kali ia rasakan adalah sakit dikepalanya juga punggung nya. "Ugh... Apa yang terjadi Iruka?" Leguh Kakashi.

"Saya menemukan anda pingsan di dalam sebuah rumah kosong. Apa yang terjadi?" Tanya Iruka.

Kakashi memegangi kepalanya mencoba mengingat apa yang terjadi dengan dirinya sebelumnya. Dan satu kepingan memori muncul dikepala perak nya.

"Dimana Sakura?" Kakashi langsung menanyakan hal itu, pasalnya seingatnya dia ada di sana bersama Sakura. Dan yang sekarang dia lihat hanya Iruka yang berada dihadapan nya.

"Sakura? Saya hanya menemukan anda di rumah kosong tadi." Jawab Iruka dengan wajah bingung, yah memang kenyataan nya dia memang menemukan Kakashi pingsan di dalam rumah kosong tersebut, tentu saja dengan luka di sudut dahi juga sudut bibirnya.

Kakashi bangun, melihat sekeliling nya. Sekarang dia berada di kantor pribadinya, duduk di atas sofa dengan Iruka yang berdiri dihadapan nya. Sepasang mata onxy nya menjelajahi setiap sudut ruangan, dan dia tidak menemukan sosok Sakura di manapun.

"Aku pergi ke rumah kosong itu bersama Sakura dan... "

-FLASHBACK ON-

'Bughh!'

"Kyaaaa!"

'Bughh!'

'Bughh!'

"Ugh... Lepaskan dia!"

"Kakashi Hatake, serahkan kotak hitam itu!" Ucap seorang yang muncul dibalik orang-orang aneh yang menyerang Kakashi dan Sakura.

Kakashi tidak menjawab. Punggung nya serasa mati rasa akibat berbenturan dengan dinding di belakangnya. Begitu pula dengan kepalanya yang sedikit pening.

"Kalau kau tidak memberikan kotak itu, wanita ini akan mati!" Lanjut Pria tadi.

Di hadapan Kakashi sekarang ada 10 Pria yang tentu saja tidak dikenalinya, dan salah satunya memegang Sakura yang sudah pingsan akibat pukulan yang mendarat tepat di belakang kepalanya tadi.

Kakashi memperhitungkan kalau saja dia melawan 10 orang yang mengenakan pakaian serba hitam ini, dia pasti akan kalah, mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan untuk diajak berkompromi, juga tentu saja Kakashi kalah jumlah dengan 10 Pria dihadapan nya.

Tapi Kakashi tidak mungkin untuk tidak melawan, mengingat Sakura, berada ditangan para penjahat ini.

'Sial!' Geram Kakashi dalam hati.

Kakashi berdiri mencoba melawan 10 Pria, Kakashi maju menyerang. Dua Pria langsung melawannya, Kakashi menendang salah satu Pria, dan berhasil, Pria yang satunya melayangkan sebuah pukulan ke arah wajah Kakashi, dengan sigap Kakashi menunduk lalu menendang perut Pria tadi hingga tersungkur kebelakang. Dua Pria tadi sudah tersungkur di tanah sambil memegang perut mereka yang ditendang Kakashi, kemudian tiga Pria berikutnya maju, salah satunya memegang pisau.

Pria pertama ingin menendang Kakashi, Kakashi menunduk kemudian salah satu Pria lain nya juga menendang Kakashi saat dia menunduk.

'Bugh!' Kakashi tersungkur kebelakang, dan menabrak tembok untuk kedua kalinya. Sekarang punggung nya benar-benar sangat sakit. Belum sempat Kakashi berdiri, Pria yang memegang pisau langsung berlari ke arah Kakashi bersiap untuk menusuk Kakashi dengan pisau tajam di tangan nya.

"Tahan!" Perintah Pria yang mengancam Kakashi tadi. Pisau tepat berhenti dihadapan Kakashi.

"Kalau Kau ingin selamat bawa kotak hitam itu pada kami, jangan membuka isinya, juga jangan melapor pada polisi. Kalau kau melakukan nya, kau pasti akan kehilangan wanita ini Kakashi." Ancam Pria tadi, dan kejadian selanjutnya adalah sebuah pukulan telak melayang diwajah tampan Kakashi.

- FLASHBACK OFF -

"Kita harus melaporkan tindakan mereka ke kantor polisi Kakashi-sama." Saran Iruka yang terlihat geram.

"Tidak! Tidak selama Sakura ada bersama mereka." Ujar Kakashi sambil memegang sudut bibirnya yang sedikit sobek. "Katakan semua yang kuceritakan tadi pada Sasuke. Mungkin dia bisa membantu."

"Baik."

.

.

.

"Kita harus mencobanya mungkin berhasil." Ujar Sasuke yang kini sudah berada di ruangan Kakashi.

"Aku setuju." Kata Kakashi, lalu tiba-tiba handphone Kakashi berbunyi. Kakashi mengambil nya dan melihat sebuah pesan masuk, lalu memberikan nya pada Iruka. Seketika setelah membaca pesan itu iruka langsung terbelak kaget.

"Ada apa?" Tanya Sasuke dengan wajah penasaran, begitu juga dengan Kakashi.

"Mereka mengirim alamat tempat Sakura disekap, dan alamat itu..." Iruka berhenti sejenak dan menatap Kakashi. "Berada di tempat kejadian 15 tahun yang lalu, Kakashi-sama."

Kakashi terkejut dan mengumpat dalam hatinya.

'Sial!'

"Kejadian 15 tahun yang lalu?" Iruka mengangguk menjawab pertanyaan Sasuke.

"Mereka mungkin mengetahui hal itu, kita harus menyusun rencana yang lebih matang. Malam ini kita harus menyelamatkan Sakura, saya akan mengurus sisanya." Kata Sasuke, Kakashi menutup matanya mencoba menenangkan diri, lalu kemudian mengangguk setuju.

.

.

.

Malam tiba, saat untuk menyelamatkan Sakura. Kakashi, Iruka, Sasuke sudah mempersiapkan semuanya dengan sempurna, hanya tinggal melaksanakan rencana dan menerima hasilnya.

"Kita berangkat."

...

Kakashi berdiri di depan sebuah gudang kosong di tempat yang terpencil, berdiri di tempat ini membuat seluruh memori lama Kakashi tentang tempat ini naik ke permukaan. Tapi Kakashi mencoba mengabaikan semua ingatan nya, yang terpenting sekarang adalah fokus pada rencana. Ya rencana menyelamatkan Sakura.

Kakashi berjalan memasuki gudang kosong tersebut, sambil memegang kotak hitam yang diminta para pencuri itu. Kakashi menatap lurus sambil berjalan perlahan menuju tempat utama di gudang tersebut, hanya ada beberapa lampu yang menyala membuat Kakashi semakin siaga. Sampai terlihat sebuah cahaya dari tempat utama, membuat Kakashi menghentikan langkahnya. Setiap kali ketempat ini, kenangan masa lalu yang buruk itu pasti datang, saat dia disekap di tempat ini, saat penculik itu muncul di hadapan nya, dan saat Rin meninggal, memori itu masih tersimpan rapi di otaknya. Tapi tak ada waktu untuk mengingat dan menyesali semua yang terjadi di masa lalu. Kakashi harus tetap berjalan kedepan.

Dan benar saja Kakashi dapat melihat dengan jelas siapa yang berada dibawah sinar lampu tadi. Dia Sakura, duduk di sebuah kursi, tangan juga badannya di ikat, rambut pink nya tergerai berantakan. Keadaan yang sama persis seperti masa lalu Kakashi. Rasanya ingin sekali Kakashi lari lalu menyelamatkan Sakura, dan membawanya pergi, tak ingin Sakura berakhir seperti dirinya di masa lalu, tapi Kakashi sadar dia belum bisa melakukan itu, melakukan nya sama saja menghancurkan rencana.

Kakashi menatap Sakura, entah Sakura belum menyadari keberadaan nya, atau dia memang pingsan. Pasalnya sejak Kakashi menemukan dan melihat Sakura, Sakura belum mengangkat kepalanya, lebih tepatnya sedari tadi ia menunduk. Kakashi berjalan mendekat, dan langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang berjalan mendekat dari belakang Sakura.

Dia pria berambut ungu yang menemui Kakashi kemarin. Jin Mitaka.

"Senang bertemu denganmu lagi. Hatake-san." Kata Jin yang kini sudah berdiri tepat dibelakang Sakura. Kakashi menatap tajam Jin, seolah-olah ingin membunuhnya kapan saja. "Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu, kau tidak ingin wanita ini mati iyakan? Atau kau memang menginginkan wanita ini berakhir seperti kekasih mu yang dulu, huh?" Kakashi sedikit terlonjak kaget mendengar perkataan Jin, bukan hanya perkataan tapi juga tindakan nya. Sekarang dia menjambak rambut Sakura dengan sebelah tangannya, memaksa Sakura untuk mengadahkan kepalanya, sementara tangan yang sebelahnya menodongkan pisau ke leher Sakura. Kakashi dapat melihat wajah Sakura yang penuh dengan keringat, bibirnya pucat, juga di sudut dahinya terdapat luka yang membuat sedikit darah segar mengalir begitu saja.

Kakashi mengumpat untuk yang kesekian kalinya hari ini.

"Kau membawa pesananku Hatake-san?" Tanya Jin dengan wajah meremehkan.

"Lepaskan dia!"

"Tolong bersabarlah Hatake-san, wanitamu akan baik-baik saja jika kau juga bersikap baik." Kata Jin dengan sedikit menarik rambut Sakura, membuat Sakura sedikit meringis kesakitan. "Ugh..."

"Lepaskan dia!" Ucap Kakashi sambil menahan emosi nya yang sudah bisa dibilang hampir mencapai batasnya.

"Serahkan kotak itu dulu."

"Ini yang kau ingin kan?" Kakashi menunjukkan kotak tersebut.

"Buka." Kakashi memandang heran mendengar perintah Jin.

"Bukankah kau melarangku untuk membukanya?"

Jin tersenyum sinis. "Buka. Bisa saja kau mengsabotase isinya." Kakashi membuka kotak tersebut. "Bagus. Serahkan sekarang juga."

"Heh, lepaskan dia terlebih dahulu." Ujar Kakashi dingin.

"Bagaimana kalau kita melakukannya secara bersamaan. Kau mendekat kesini, memberikan kotak itu dan aku akan melepaskan Wanita ini." Saran Jin, Kakashi berpikir sejenak. Lalu mendekat hingga dia berada tepat di depan Sakura juga Jin.

"Jauhkan pisau itu." Kata Kakashi mencoba tenang. Lalu Jin menyingkirkan pisau tadi dengan melemparnya kesudut ruangan.

"Puas? Aku pikir kau akan takut kesini mengingat masa lalumu sangat buruk saat berada di tempat ini." Ujar Jin. Kakashi hanya diam untuk menanggapi, mencoba menahan emosinya untuk tidak memukul pria menyebalkan dihadapan nya. Jin melepaskan ikatan di tubuh Sakura. Kecuali tangan nya. Setelah itu Jin memegang rambut Sakura.

"Ini." Kakashi mengulurkan tangannya, memberikan kotak hitam itu. Langsung saja Jin mengambilnya, dan dengan cepat mengambil pisau lain, dengan niatan ingin menusuk Sakura, tapi dengan cepat Kakashi memegang pergelangan tangan Jin memutarnya lalu memukul Jin hingga mundur beberapa langkah.

"Hatake yang hebat tapi apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Kakashi mengerenyitkan dahinya mendengar pertanyaan Jin. "Apa yang akan kau lakukan? Mungkin saja dia hampir mati karena kekurangan darah."

Kakashi memandang heran Jin, lalu melihat Sakura, matanya menjelajahi seluruh tubuh Sakura tak ada yang aneh.

"Di belakang Hatake!" Teriak Jin lalu pergi keluar dari gedung kosong tersebut. Kakashi yang mendengar itu langsung melihat belakang Sakura, pantas saja Sakura pucat, dibelakang bahunya terdapat luka yang tidak bisa dibilang kecil, karena sudah sangat banyak darah Sakura yang menetes dilantai. Kakashi terbelak luar biasa, bodohnya dia tidak menyadari keadaan Sakura dari awal.

"Dia lari keluar!" Teriak Kakashi.

"Sakura bangun lah!" Kata Kakashi memegang Sakura, menepuk pelan pipi Sakura, berharap Sakura bangun. Sayangnya tak ada jawaban. Kakashi segera melepaskan ikatan ditangan Sakura, lalu membawanya ke rumah sakit.

.

.

.

Kakashi duduk menunggu di depan ruangan rawat Sakura, menunggu dokter keluar dan memberitahukan keadaan Sakura.

"Presdir bagaimana keadaan Sakura?" Tanya Sasuke yang baru saja sampai di tempat Kakashi duduk menunggu. Kakashi mengadahkan kepalanya melihat Sasuke, Lalu menggeleng untuk menjawab pertanyaan Sasuke.

Tepat saat itu dokter keluar.

"Bagaimana keadaan Sakura?" Tanya Sasuke langsung mendekati sang Dokter.

"Dia baik-baik saja, hanya saja dia belum sadar. Mungkin sebentar lagi."

"Kami boleh masuk?" Tanya Kakashi kali ini. Dokter menangguk memperbolehkan.

"Silahkan." Kata Dokter itu lalu mempersilahkan Kakashi dan Sasuke masuk.

Kakashi dan Sasuke memasuki ruang perawatan Sakura, berjalan mendekat. Kakashi hanya berdiri di depan tempat tidur Sakura, sementara Sasuke mendekat ke sisi tempat tidur, tepat disebelah Sakura. Kakashi menatap Sakura dengan pandangan datar, tapi terselip sedikit kekhawatiran, Sasuke mengetahui hal itu, lantas ia mengangkat tanganya mengelus rambut pink Sakura, lalu sedikit melirik untuk melihat ekspresi Kakashi, yang kini memasang wajah yang tidak bisa dibilang tenang.

"Arigatou..." Ucap Sakura lirih, dengan mata masih terpejam, membuat Sasuke dan Kakashi merasa aneh, dan saling berpandangan.

TBC

.

.

.

.

A/N :

Gimana Chapter ini ? Setelah saya baca ulang kayak gimana gitu :3 yah tapi hanya ini yang dapat saya tulis di chap ini . Saya belum banyak mendapat ide karena 2 minggu kemarin tugas benar-benar menumpuk, dan itu buat saya gak bisa berpikir untuk chap ini /Serius/ dan ini sebenarnya mau di update dari beberapa hari yang lalu, tapi saya malah lupa password akun FFN sendiri :v/Plak/ untuk sekarang udah ingat ^^

Dan chap kemarin ada Typo yang bikin saya stress banget /:v .

Untuk ripyunya chap kemarin sya gak bisa balas dulu yah :v nanti chap depan baru di balas lagi , percaya aja saya pasti selalu baca ripyu kalian, dan itu yang membuat saya semangat ^^

Jadi ripyu selanjutnya ditunggu yah ^^

Jaa Ne ..