Sudah sebulan lebih kuroko mengajar di Taman kanak-kanak "Seirin" dan dia sudah terbiasa dengan tingkah anak-anak disana.
Ketika sedang asik membereskan mainan yang berserakan di lantai ulah anak-anak didik yang menggemaskan itu, tiba-tiba kuroko dikagetkan oleh suara yang sangat familiar.
" Kau memang sangat cocok dengan anak kecil, Tetsuya" sapa seorang pemuda bersurai crimson dibelakang kuroko sambil bersandar di dinding dekat pintu dengan kedua tangan yang di lipat depan dada.
"Akashi..kun?" Kenapa bisa...?" Jawab kuroko heran dan kaget, tak menyangka seorang akashi yang super sibuk bisa disini didepannya saat ini.
"Tentu saja aku bisa ada disini tetsuya, apa aku tidak boleh ada disini hanya sekedar ingin melihat dan bertemu denganmu?" Seakan bisa membaca pertanyaan yang ada di kepala kuroko akashi menjawabnya sambil melangkah ke arah kuroko yang masih berdiri diam melihatnya.
" itu tidak lucu akashi-kun!" Jawab kuroko sambil menggembungkan pipinya, dan itu semakin membuat wajahnya super imut dan menggemaskan.
Sepertinya akashi tidak tahan melihat pemandangan yang disajikan kuroko dihapannya, tangannya terangkat lalu mencubit pipi putih nan halus milik kuroko.
"ittai .. akashi-kun!" Protes kuroko. Akashi terkekeh melihat tingkah kuroko bagaikan anak kecil yang minta dibelikan sesuatu, sepertinya ia tertular sifat anak kecil yang kuroko didik.
.
.
Kuroko dan akashi memutuskan untuk berjalan-jalan ke taman di dekat kota sebelum mereka pulang. Selama perjalanan tidak ada yang membuka suara untuk memulai percakapan. Mereka berjalan dalam keheningan dan kuroko memutuskan untuk memulai percakapan agar suasana yang terkesan awkward ini.
" jadi... apa yang akashi-kun lakukan disini? Tak mungkin hanya dari kyoto kesini ubtuk sekedar melihatku bukan. Aku tahu akashi-kun itu orangnya sibuk dan tak mungkin meninggalkan segunung pekerjaan hanya untuk alasan 'bertemu dan melihatku'.." tanya kuroko panjang lebar karena merasa tidak puas dengan jawaban akashi yang dilontarkan tadi.
Akashi hanya tersenyum kecil "aku benar-benar hanya ingin bertemu denganmu tetsuya". Oh akashi tidak sadarkan dirimu jawabanmu itu membuat kuroko merona merah, sayang kau tak melihatnya.~( - ; -)~
Setelah sampai ditaman mereka duduk diatas bangku taman berwarna putih dan menghadap ke air mancur. Kuroko dan akashi mengobrol santai sesekali akashi tertawa kecil karena tingkah kuroko yang kelewat menggemaskan. Tiba-tiba hp kuroko bergetar tanda ada panggilan masuk dan ternyata kuroko shiori, ibunya.
" moshi moshi okaa-san, ada apa ?"
'Tet-chan apa kerjamu sudah selesai?'
"Sudah okaa-san, memangnya kenapa?"
'Apa kau hari ini bisa kerumah? Ada kejutan yang menantivdi rumah untukmu tet-chan'
"Kejutan? Apa itu okaa-saan? hari ini kan bukan ulang tahunku?" Tanya kuroko heran pada ibunya.
'Mou..tet-chan kalau okaa-san beritahu sekarang, bukan kejutan namanya. Sudah jangan banyak tanya segera pulang kerumah ya sekarang. Bye bye' . Sambungan telepon terputus dan meninggalkan beberpa pertannyaan di nenak kuroko.
"Ada apa tetsuya? Telepon dari ibu mu kah?"
Kuroko mengangguk "katanya aku disuruh pulang sebentar ke rumah"
"Kalau begitu biar aku antar kamu agar cepat sampai kerumah"
"Terimakasih akashi-kun, maaf merepotkanmu". Akashi hanya tersenyum kepada kuroko "tak masalah buatku, untuk tetsuya aku akan mengabulkan apapun itu asal tetsuya bisa bersamaku"
Oh astaga jawaban akashi memancing wajah merona kuroko lagi, karena malu kuroko langsung menundukkan kepala menyembuyikan rona merahnya yang tak ingin dilihat oleh akashi. Tapi itu sudah terlambat akashi sudah melihat wajah kuroko yang merona dan meski author tidak rela untuk menulis ini #dilempar gunting# ˚_˚ǁ kembali ke cerita, akashi langsung menggandeng dan menarik kuroko ke dalam mobilnya.
.
.
Cahaya jingga sudah sepenuhnya menyelimuti langit saat ini, menandakan bahwa hari semakin sore dan akan digantikan oleh cahaya bulan. Mereka berdua sudah sampai didepan rumah kuroko saat ini. Terlihat kuroko keluar dari mobil dan membuka pagar depan rumahnya yang diikuti oleh akashi dibelakngnya.
Tampak mobil ayah kuroko diparkir digarasi sebelah rumahnya. Sepertinya hari ini ayahnya atau sang kepala keluarga 'kuroko masaomi' pulang cepat dari pekerjaannya.
Ketika akan membuka pintu tiba-tiba kuroko shiori muncul dari dalam dan sontak membuat kuroko kaget. Sepertinya shiori tahu kalau kuroko sudah ada di depan rumah, insting seorang ibu memang hebat. ^.^
"Tet-chan..! Akhirnya kau sampai juga... oh apa yang dibelakang itu teman SMA mu?" Tanya ibu kuroko
" ha'i.. dia akashi seijuurou, okaa-san"
" selamat sore kuroko-san.." sapa akashi hormat dan membungkukkan badannya sedikit.
"Selamat sore juga sei-kun. Nee..nee sei-kun itu tampan ya?" Sahut shiori sambil senyum-senyum bak anak muda yang jatuh cinta.
"O..Okaa-san! Sudah jangan goda akashi-kun lagi"
"Mouu.. tet-chan. Ah.. apa sei-kun ingin masuk dulu kedalam sambil ngobrol dan minum teh?"
"Terima kasih kuroko-san, tapi aku harus segera pulang karena hari semakin gelap lain kali aku akan mampir lagi kesini. Nah tetsuya aku pulang dulu ya?"
" Arigatoo..akashi-kun, hati-hati dijalan ya".
Dan akashi pun langsung melesat dengan mobil limousinny menuju ke kyoto untuk pulang. Sedangkan kuroko dan ibunya masuk kedalam rumah untuk melihat kejutan apa yang disiapkan ibunya untuk kuroko. Saat sampai di ruang keluarga tiba-tiba...
"Tetsu...!" Sapa seorang wanita tidak seorang gadis yang langsung memeluk kuroko dengan erat, tampak kerinduan yang sangat mendalam terpancar di wajah gadis itu sambil menikmati wangi yang dirindukannya yaitu parfum vanilla yang melekat di tubuh kuroko.
" Hime-chan..!?" Kata kuroko kaget dengan kehadiran seorang gadis yang sedang memeluknya saat ini. Tersirat kebahagiaan di wajah kuroko, hal itu terbukti saat kuroko membalas pelukan hime dengan erat.
"Aitakatta ne tetsu...
.
*End*
Huwaa akhirnya selesai huga chapter yang kefua. Ide jni saya dapat waktu mau tidur. Berhubung takut hilang semsluan saja saya tuangkan dan tulis pake hp.
Gomen ne klo ada yang aneh dan g jelas . He he he
Jangan bosan untuk membacanya ya minna ^ω^
Sampai jumpa di chapter berikutnya!
Arigatooooo...
