Domo minna-san saya kembali lagi, sepertinya kemarin ada beberapa yang salah ketik. Sebenarnya cerita ini masih lanjut ^_^. Gomen ne kalau yang kemarin ceritanya agak kurang jelas. Tapi di chapter ini saya akan !
oke. tanpa banyak ba bi bu ini dia cerita selanjutnya...
Kuroko No Basuke
Fujimaki Tadatoshi
Akashi seijuurou x Kuroko tetsuya
"Aitakatta ne.. Tetsu "
" Hem...watashi mo..Hime-chan" balas kuroko sambil mempererat pelukannya dan menenggelamkan kepalanya di leher Himeno.
Yuuki Himeno adalah seorang gadis yang cantik dan anggun, rambutnya berwarna ungu gelap menjuntai hingga pinggang. Kulitnya bersih dan putih, tingginya hampir sama dengan kuroko. Dia gadis yang tangguh, baik hati, serta sangat menyayangi keluarganya apalagi jika menyangkut kuroko tetsuya.
Dulu Yuuki Himeno diadopsi oleh pasangan Kuroko sewaktu masih bayi di panti asuhan, dan mereka sudah menganggapnya sebagai anak kandung sendiri sampai sekarang terpaut 2 tahun kuroko tetsuya lahir. Tapi meski mereka sudah beranjak dewasa tetap saja seperti sebaya.
Sejak kecil kuroko selalu saja nempel sama himeno, tetapi mereka tidak pernah satu sekolah. Sudah tiga tahun ini himeno tidak berkunjung ke jepang, itu dikarenakan pekerjaannya yang sebagai kepala detektif ternama dan harus bertugas di london. Nama marga yang berbeda pun atas permintaan dari Himeno. Dia tak mau keluarganya diincar oleh orang yang berniat jahat padanya meski itu tak mungkin tapi berjaga-jaga tak masalah kan.
" Bagaimana kabarmu tetsu?" tanya himeno
" Aku baik-baik saja Hime-chan, bagaimana denganmu? apa kau sekarang sudah kembali ke jepang?" tanya kuroko sesudah melepas kerinduan antara mereka berdua, antara seorang kakak dan adik dan sekarang mereka duduk di sofa.
" Bisa kau lihat aku baik-baik saja. ah.. aku dengar sekarang kau mengajar di taman kanak-kanak ya? syukurlah cita-citamu dari dulu akhirnya bisa terpenuhi." katanya sambil mengelus surai baby blue kuroko dan tersenyum lembut.
" .." sahut kuroko sambil tersenyum gembira yang tak pernah ditunjukkan pada siapapun itu.
" Yokatta" balas himeno
Mereka mengobrol sampai malam, kuroko memutuskan untuk tidur di rumah besok saja dia kembali ke apartemennya. Karena sudah lama juga mereka tidak berbagi cerita selama beberapa tahun ini. Kebetulan juga besok adalah hari minggu jadi tak masalah kalau begadang seperti author, ha ha. maaf-maaf kembali ke cerita.
Sedang asyiknya mereka berdua mengobrol dikamar kuroko tiba-tiba ponsel kuroko berdering, pertanda ada panggilan masuk. Setelah melihat nama yang ada dilayar, kuroko segera mengangkat panggilan itu.
" Moshi moshi, akashi-kun?"
' Tetsuya, apa hari minggu besok kau ada acara? aku ingin mengajakmu ke suatu tempat'
" Sepertinya tidak ada, kita mau kemana akashi-kun?"
' Kau lihat saja besok, aku ingin memberimu kejutan' tanpa disadari kuroko, diseberang sana akashi tampak menyeringai. 'Akan ku jemput kau jam sepuluh besok di apartemenmu'
" Tapi..."
'Aku tidak menerima penolakan tetsuya'
" Bu- "
' Baiklah kalau begitu besok aku jemput, jaa ne tetsuya o yasumi ' Dan sambungan telepon pun terputus meninggalkan kuroko yang melongo di tempat.
' Dasar akashi-kun seenaknya saja memotong kata-kata ku' batin tetsuya sambil menghela nafas. mari dari sini kita panggil dengan nama'tetsuya'.
Himeno sedari tadi melihat gelagat tetsuya saat menerima telepon sampai menyudahi pembicaraan dengan seseorang yang ada di sana.
" Kenapa tetsu.., telepon dari siapa?"
" Akashi-kun."
"Apa dia temanmu? atau..."
" Dia mantan kapten klub basket ku di Teikou dulu"
" Oh ya? tapi.. dia terlihat akrab denganmu. Apa benar hanya sekedar mantan kapten klub basket?" goda himeno
" Sudah lah Hime-chan jangan goda aku" sahut tetsuya sambil menggembungkan pipinya.
" Hahahaha...kawaiiii ! adikku memang imut" kata hime sambil mengacak surai milik tetsuya.
Tanpa disadari oleh tetsuya himeno sudah merencanakan sesuatu untuk tetsuyanya dan orang yang bernama akashi itu. Dan tiba-tiba senyum meyeramkan terlukis di paras cantiknya.
Wah sepertinya tetsuya dan akashi bakal repot nih, kalian tahu meski dia terkesan cantik dan lembut diluar tapi diam-diam himeno itu seorang fujoshi seperti author . kyaa! ~. ahaha gomen" lanjut ke cerita.
.
.
Hari ini Himeno mengantar tetsuya pulang ke apartemennya yang memakan waktu 30 menit dari rumahnya dengan mobil. Jadi disini mereka sekarang di apartemen tetsuya.
" Wah, luas juga apartemenmu Tetsu untuk ukuran orang yang tinggal sendiri"
" Disini nyaman aku suka nee-chan, hari ini apa nee-chan ada acara?"
" emm.." himeno tampak berfikir sejenak. " Yah.. aku ada acara sih, acara yang sangat penting dan rahasia" lanjut himeno sambil menyeringai " Dan tetsuya sudah kukatakan beberapa kali untuk tidak memanggilku 'nee-chan', untung hanya kita berdua yang ada disini kalau di depan orang lain kau haru memanggilku 'Hime-chan'. titah himeno
" Rahasia dan penting? Baiklah aku mengerti 'Hime-chan. " sahut tetsuya
" Yupz.. ini menyangkut hidup sesorang"
"Begitukah? semoga kau bisa menolong hidup orang itu" balas tetsuya
"Tentu saja aku bisa menolongnya Tetsu. Sudah jam segini aku harus pergi. Aku akan menemuimu nanti. Jaaa..." pamit himeno sambil keluar apartemen dengan berlari.
Selang setengah jam tetsuya mendapat panggilan dari akashi, dia memberitahukan pada tetsuya bahwa dirinya sudah menunggu di depan apartemen didalam mobilnya. Dan tetsuya segera bergegas turun kebawah menemui akashi, dia tidak mau membuat akashi menunggu lama. Dan dia melihat sebuah mobil BMW sport warna merah, maklum karena akashi seorang pengusaha muda yang sukses jadi dia bisa gonta ganti mobil.
" Apa kau siap tetsuya?" tanya akashi
" Siap atau tidak siap sepertinya aku harus siap" balas tetsuya datar
akashi terkekeh kecil mendengar jawaban dari tetsuya."Baiklah kuanggap jawabanmu itu sebagai 'iya' nah sekarang kita berangkat." kata akashi sambil menarik pedalnya dan mobilpun berjalan menuju tempat yang sudah direncanakan akashi untuk pergi berdua dengan tetsuya.
Sebelum mereka berangkat tadi, tanpa mereka berdua tahu ada sebuah mobil sedan hitam yang terparkir disana, penghuninya sedang mengamati object yang ada didepannya. Ya, himeno sedang mengawasi mereka berdua dengan memakai kacamata hitam agar wajahnya sedikit tersamarkan. Tetapi dia tak perlu merasa khawatir selain kaca mobilnya sejenis kaca film, yang artinya orang luar tak bisa melihat yang di dalam mobil, himeno itu seorang detektif jadi dia tahu bagaiman cara mengikut orang tanpa takut ketahuan.
Setelah satu jam lamanya akhirnya mereka sampai ditempat yang mereka tuju yaitu sebuah taman hiburan "Tokyo Disneyland" tulisan itu terpampang jelas di depan gerbang. Himeno pun segera memarkirkan mobilnya dan lanjut melaksanakan tugasnya 'menguntit'. Tetsuya tercengang ketika sampai di dalam taman hiburan disneyland itu. Tak menyangka akashi akan mengajaknya kesini, karna dia tahu akashi itu orangnya tak suka keramaian tapi sekarang dia malah mengajaknya kesini ke tempat yang penuh dengan lalu lalang orang terutama anak kecil.
" Bagaimana tetsuya apa kau senang?" tanya akashi
" Ini...kenapa akashi-kun membawaku kesini?"
"Tentu saja aku ingin memberimu kejutan tetsuya . Jadi, apa kau senang?"
" Ha'i.. watashi wa totemo shiawase desu !" balas tetsuya senang sambil tersenyum lembut pada akashi
Akashi yang melihat senyum tetsuya menjadi ikut senang dan langsung menggenggam tangan tetsuya lembut dan menariknya untuk berkeliling taman hiburan disneyland. Mereka tertawa bersama, naik berbagai wahana yang ada disana dan mereka berdua sangat menikmatinya termasuk akashi dia tak akan pernah melewatkan kesempatan ini untuk menunjukkan perasaannya kepada tetsuya. Setelah mencoba berbagai wahana mereka berdua memutuskan untuk istarah di bangku yang tersedia disana. Tampak tetsuya sedang duduk sendirian menunggu akashi yang pergi membeli minuman.
" Ini untukmu " kata akashi menyerahkan segela minuman vanilla kepada tetsuya
"Arigatoo.." balas tetsuya
" Nee.. tetsuya setelah ini kita akan mencoba wahana yang lain, bagaimana kalau kita coba 'rumah hantu' apa kau setuju? kudengar rumah 'rumah hantu' disini berbeda dari rumah hantu yang ada di taman hiburan lainnya di jepang. Disini hantunya yang muncul seram-seram loh." jelas akashi
" emm.. tak masalah akashi-kun. ayo kita kesana sekarang aku ingin segera tahu"
"Baiklah, jika kau takut kau bisa memelukku atau bergandengan tangan selama ada didalam."
" Terimakasih, tapi kurasa itu tak perlu akashi-kun"
" Oke kita lihat saja nanti. Ayo kita berangkat!" titah akashi
Akashi dan tetsuya segera menuju wahan rumah hantu yang ada disana. Lalu mereka masuk kedalamnya, saat masuk tampak biasa saja tapi tiba-tiba dari balik pintu muncul seorang wanita berambut panjang yang sebagian wajahnya ditutupi oleh rambutnya yang panjang. Tampak ada darah yang mengalir di wajahnya yang tak tertutupi rambut, ketika hantu itu berada di depan akashi malah hantunya yang mematung. Tidak repot-repot akashi ngeluyur aja melewati hantu itu, hantu aja takut sama seorang akashi, ck ck ck author aja sampai geleng-geleng. Selama akashi berjalan menyusuri lorong-lorong di rumah hantu itu tidak tampak satu hantu hantu pun yang menakuti mereka kecuali yang ada pintu depan tadi.
' Apa benar ini rumah hantu yang dibicarakan itu, nggak ada seram-seramnya seperti yang aku dengar' batin akashi. oh ayolah akashi dari tadi kau itu mengeluarkan aura seperti raja iblis ya jelas saja nggak ada yang berani menakutimu, dirimu saja menakutkan. # dilempar gunting sama akashi *_*||
Namun di pertengahan jalan, akashi mendengar suara teriakan seorang wanita. Dan dia mempertanyakan lagi tentang keseraman rumah hantu ini. Ternyata agak jauh sedikit di belakang mereka masih ada himeno yang setia menguntit dan teriakan tadi berasal dari dirinya. Dia bukannya takut tadi itu, himeno teriak gara-gara kaget ada hantu jadi-jadian yang harusnya bertugas menakuti orang yang lewat malah hantu itu pingsan didepannya dengan muka pucat seakan rohnya mau keluar dari tubuhnya dengan gemetaran. Ya ampun efek yang diberikan akashi masih ada ternyata.
akhirnya akashi sampai di pintu keluar, saat hendak menoleh ke tetsuya untuk melihat keadaanya karena didalam tadi agak gelap jadi dia tidak bisa melihat tetsuya yang terakhir diliat pas masuk ada disebelahnya. Tiba-tiba mata akashi melebar, dia tidak menemukan sosok surai baby blue dimana-mana. Sampai-sampai dia berpikiran bahwa tetsuya masih tertinggal didalam dan tak bisa keluar.
" Tetsuya!" teriak akashi sambil melihat keadaan sekitar
"..Ada apa akashi-kun ? aku ada disini." balas tetsuya datar
" Sejak kapan kau ada disini?"
" Aku sudah sampai pintu keluar duluan, saat akashi masih sibuk ditakut-takuti oleh hantu didalam tapi sepertinya hantu jadian itu tidak sampai menakuti akashi." jelas tetsuya panjang lebar dengan wajah datar andalannya.
' Astaga tetsuya aku tahu hawa keberadaanmu itu tipis, tapi kenapa aku juga tak menyadarinya' batin akashi , sejenak akashi menghela nafas
Tidak terasa mereka menghabiskan waktu hampir sehari di taman hiburan itu, dan juga himeno tak ada bosan-bosannya menguntit mereka berdua. Saat himeno melihat mereka berdua akrab terbesit suatu ide yang akan membuat keduanya terkejut. (author) himeno-chan aku nggak ikut-ikut ya dengan idemu gilamu itu (himeno) tak masalah author-san aku akan bertanggungjawab. Saat ini akashi dan tetsuya berada di taman sedang istirahat dan duduk dibangku putih.
" Tetsuya ada yang ingin aku bicarakan denganmu dan ini penting"
" Apa itu akashi-kun?"
" Kau tahu sebenarnya ak-"
" Tetsu!"
Tetsuya segera menoleh kearah sumber suara yang memanggil namanya.
"Hime-chan!" teriak tetsuya kaget melihat himeno disini. " Apa yang kau lakukan disini? bukannya kau ada acara?" tanya tetsuya sambil berdiri dan menghampiri himeno
" Acaraku sudah selesai dan aku memutuskan untuk jalan-jalan sebentar, tadinya aku ingin mengajakmu sih." ( bohong lu padahal kan kau menguntit mereka) (diam kau! dasar author)
" Souka..."
" Siapa dia tetsuya?" tanya akashi sambil menatap tajam gadis yang ada disebelah tetsuya. Dia tak suka ada orang yang dekat-dekat dengan tetsuyanya.
" ah.. dia Yuuki Himeno dia..."
" orang yang berharga bagi tetsu" sahut himeno. "Dan apa kau akashi seijuurou?" tanya himeno balik
Akashi tak suka dengan jawaban gadis itu, aura hitam keluar dari balik punggungnya. Setelah memotong pembicaraannya tadi sekarang gadis itu menyebutkan bahwa dia orang yang berharga bagi tetsuyanya dan satu lagi kenapa dia bisa tahu namanya.
" oh aku tahu namamu dari tetsu dia pernah berbicara tentang dirimu. Kau mantan kaptennya di klub basket kan?" lanjut himeno
Sejenak akashi melebarkan matanya, kenapa gadis ini bisa mempunyai sikap yang sama dengan dirinya, seakan bisa membaca pikiran akashi. "Aku tak tahu kau itu apanya Tetsuya tapi... asal kau tahu aku bukan hanya sekedar mantan kapten klub basketnya, tetsuya itu milikku!" titah akashi
" Akashi-kun sebenarnya-"
" Kau tahu Akashi seijuurou, tetsu itu bukan benda. Jadi apa maksudmu dia itu'milikmu'?"
"..."
" Sudahlah kalian berdua hentikan. semua orang melihat kalian!'' teriak tetsuya sedikit. " akashi-kun hentikan aura gelapmu itu,orang-orang jadi takut lewat!"
" kau menyalahkanku tetsuya?"
"Bukan begitu akashi-kun. dan Hime chan hentikan juga sikapmu yang seperti itu." kata tetsuya tegas.
" Maaf kan aku, sebaiknya aku segera pergi dari sini. Terimakasih untuk hari ini aku pergi dulu tetsu dan juga akashi" pamit himeno, tapi sebelum himeno benar-benar pergi dia mencium pipi tetsuya dan itu membuat aura gelap akashi semakin menjadi pekat.
Sekarang akashi dan tetsuya berada di parkiran, keduanya hanya terdiam tak ada yang bersuara. Mereka masih berdiri di sebelah mobil akashi belum juga memasuki mobil. Tetsuya mencoba mencairkan suasana diantara mereka jujur saja tetsuya juga merasa bersalah dengan sikap himeno tadi.
" Akashi-kun maafkan atas sikap hime-chan tadi, tolong jangan diambil hati"
"..." akashi masih terdiam
" sebaiknya kita juga segera pu-"
saat mau membuka pintu mobil, tetsuya merasakan ada seseorang yang memeluk pinggangnya dari belakang, dan itu adalah akashi.
" Aishiteiru, tetsuya" bisik akashi di telinga tetsuya
Tetsuya melebarkan matanya, kaget tentu saja tak menyangka akashi akan menyatakan perasaannya kepada dirinya.
"..."
"Aishiteiru, Aishiteiru tetsuya"
.
.
Huft! akhirnya chapter 3 selesai juga
Tunggu cerita selanjutnya ya minna-san
please review~
