Kuroko No Basuke
Fujimaki Tadatoshi
Akashi seijuurou x Kuroko tetsuya
Pagi ini udara terasa dingin, angin berhembus menerbangkan beberapa daun yang jatuh dari pohonnya. Keadaan di luar begitu sepi, seperti tidak ada aktifitas yang dilakukan oleh orang-orang padahal musim dingin masih dua bulan lagi. Disana berdiri sebuah bangunan sederhana, halamannya luas dan terdapat beberapa permainan anak-anak yang sengaja dipasang disana seperti prosotan, ayunan, jungkitan dan mainan goyang putar. Bangunan ini tampak begitu hangat, Ya. inilah sekolah TK Seirin, tempat dimana anak-anak berusia 4-6 tahun belajar disini. Di salah satu kelas tepatnya bernama kelas 'Lily' terlihat anak-anak yang sedang konsentrasi menggambar diatas kertas gambar yang nampaknya dibagikan oleh sensei mereka. Di sana tampak sensei mereka yang sedang berdiri di depan, bukan, bukan sedang mengawasi anak-anak itu tapi pandangannya tertuju ke luar jendela dan tampak kosong.
"sei..sen..sei...SENSEIII! teriak dua anak yang ada dihadapannya sambil menarik-narik celananya. Sontak tetsuya langsung tersadar dari lamunannya dan melihat bocah-bocah cilik itu sedang menatapnya dengan mata besar mereka.
"Ada apa Kotaro-kun?" tanya tetsuya pada salah satu anak yang menarik celananya
Sekilas anak itu itu tampak berpikir sambil memiringkan kepalanya, " Ehmm... harusnya kotaro yang bertanya seperti itu sama sensei." jawabnya polos. " kenapa tetsuya sensei selalu melamun? kalau ada masalah tetsuya sensei bisa ceritakan ke kami meski kami tak bisa membantu tapi kami akan menghibur sensei, karena kata okaa-san kita harus menolong dan menghibur orang yang sedang sedih."
Tetsuya tampak terkejut dengan pemikiran anak didiknya, bagaimana anak yang masih kecil ini sudah bisa berpikir seperti itu, tetsuya sempat berpikir oarang tuanya pasti hebat. Dengan tersenyum dan mengelus puncak surai kotaro tetsuya menjawabnya "Arigatoo.. kotaro-kun. Sensei hanya sedang memikirkan sesuatu saja kok".
" Apa yang sedang sensei pikirkan?"
" AAhh... pasti sensei sedang memikirkan pacar sensei ya?" sahut anak perempuan yang disamping kotaro
" Apa yang dikatakan ayumi-chan itu benar sensei?"
" Ti-tidak bukan seperti itu anak-anak."balas tetsuya terlihat semburat merah tipis disana.
" Lalu apa? jangan-jangan sensei di tolak sama orang yang sensei suka? lanjut ayumi
"i-itu.. juga bukan ayumi-chan" jawab tetsuya
" Tapi kalau menurutku tidak ada yang akan menolak sensei soalnya tetsuya sensei kan manis dan baik hati" sahut kotaro
" Kalau begitu biar aku yang akan menerima sensei dan suatu hari nanti aku akan menikah dengan tetsuya sensei," titah ayumi sambil merangkul tangan tetsuya
" Sudah-sudah kalian semua, apa menggambarnya sudah selesai? tanya tetsuya
" Sudah sensei!" jawab mereka serempak
" Kalau begitu sensei akan mengambil gambar kalian untuk dinilai"
" HAIIII..."
Saat ini Tetsuya berada di Maji Burger dengan segelas minuman vanilla Milkshake jumbo yang menemaninya. Dia menyedot vanilla tersebut sambil melamun, hingga minuman itu habis dan kemudian memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Akhir-akhir ini pikiran Tetsuya kacau, tidak bisa focus dan sering melamun. Kejadian ini bermula sejak pernyataan cinta yang dilakukan oleh Akashi Seijuurou kepada dirinya. Ia terkejut sungguh terkejut ketika Akashi menyatakan cintanya, tapi sebagai jawaban pernyataan cinta dari Akashi, ia meminta waktu untuk memikirkannya. Sebenarnya Tetsuya senang mendapat pernyataan cinta itu, karena ia merasa cintanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan. Namun saat waktunya tiba Tetsuya malah merasa ragu-ragu untuk menjawabnya langsung. Ketika dia yakin dan merasa percaya diri maka ia akan segera memberikan jawaban itu kepada Akashi tanpa menunggu waktu lama lagi.
Tanpa terasa Tetsuya sudah berada di depan pintu apartemennya, ia bahkan heran sejak kapan ia sudah sampai disini. Tak menunggu lama-lama Tetsuya segera mengambil kunci dalam tas dan membuka pintu untuk segera masuk ke dalam. Suasana didalam begitu sunyi setidaknya ini membuatnya sedikit tenang. Diatas meja makan malam sudah siap dihidangkan.
'Sepertinya Hime-chan tadi kesini' pikirnya
Tetsuya segera ke kamar untuk menaruh tas dan membersihkan diri agar badannya segar serta mengurangi rasa lelahnya. Setelah 15 menit lamanya tetsuya keluar dari dalam kamar mandi, mengenakan kaos putih dengan celana hitam selutut. Rambutnya yang basah habis mandi ditutupi oleh handuk kecil. Ia pun keluar menuju dapur dan ternyata disana sudah ada Hime yang menyiapakan dua buah piring untuk mereka.
"Kupikir nee-chan tadi pulang ke rumah"
"Tidak, aku hanya pergi ke supermarket untuk belanja karena stok bahan baku sudah menipis " jawabnya
"Apa nee-chan mala mini akan tidur disini?" tanya Tetsuya
"Iya begitulah beberapa hari aku akan tidur disini, kau tidak keberatan kan tetsu?"
Sebagai jawabannya Tetsuya menggelengkan kepala. Mereka makan dengan tenang tanpa ada yang membuka suara, hanya suara dentingan sendok dan piring. Baik Tetsuya maupun Hime, mereka tahu bahwa ada yang ingin dibicarakan tapi mereka tahu hal itu tidak pantas dilakukan saat keadaan makan malam begini. Selesai makan malam Hime mencuci piring kotor yang mereka gunakan, sedangkan Tetsuya membersihkan meja tempat mereka makan tadi.
Setelah melakukan kegiatan masing-masing , Tetsuya menujun ke sofa dan menyalakn televise dengan volume kecil, mencari acara yang bagus dan tangannya berhenti memencet remote saat menemukan acara komedi. Sedangkan Hime masih sibuk di dapur menyiapkan dua gelas susu vanilla hangat. Kadang-kadang ia melirik Tetsuya yang sedang menonton televise. Tapi ia tahu saat ini pikiran anak itu tidak focus pada acara di televise melainkan hal lainnya. Hime menghampiri Tetsuya sambil membawa dua gelas susu vanilla yang dibuatnya tadi dan duduk disamping tetsuya tapi sepertinya tetsuya tidak menyadarinya yah karena melamun.
"…Jadi…. Apa yang ingin kau ceritakan padaku Tetsu?" Tanya Hime to the point
Tetsuya terkejut tak menyadari Hime sudah ada disampingnya dan menyerahkan segelas susu padanya. Dia tersenyum, seperti biasa Hime selalu tahu apa yang dipikirkannya dan tahu kalau dia ada maslah tanpa memberitahunya. Tetsuya meminum susu yang dibuatkan Hime sejenak dan menikmati hangatnya susu vanilla dalam tubuhnya.
"Jadi apa yang ingin kau ceritakan padaku?" Tanya Hime kembali mengulang pertanyaannya.
"Aku… tak tahu apa yang harus aku katakan pada Akashi. Saat itu aku ingin menjawab pernyataannya tetapi kata-kata ku seakan menyangkut di tenggorokan dan yang keluar dari mulutku adalah aku ingin diberi waktu" jelas tetsuya
Hime menghela nafas sejenak, Dia tahu adiknya ini sedang kebingungan dan tahu apa yang dirasakannya.
"Nee,Tetsu apa kau tahu kalau dirimu sudah berubah? Dulu kau sangat pendiam tak banyak bicara, cuek dan tak banyak bergaul. Tapi semenjak kau masuk SMA kau berubah lebih berekspresi dan sering tersenyum di depan teman-temanmu. Aku senang dengan perubahan positifmu itu dan aku juga senang kau sudah memiliki orang yang benar-benar mencintaimu dan melindungimu dengan seluruh kemampuannya. Aku tak masalah jika kau mencintai laki-laki asal kau bahagia ibu dan ayah juga pasti setuju. Jujur saja bebanku sedikit berkurang dengan adanya Akashi karena saat aku tak bisa mengawasi, memperhatikan dan melindungimu ada Akashi yang bertugas menggantikanku. Dan yang terpenting, dia sudah membuat adik termanisku memiliki dan memikirkan orang yang sangat dicintainya dalam hati. Jangan pernah mensia-siakan orang yang berjuang untukmu atau mencintaimu, ikuti kata hatimu tetsu kita kesampingkan dulu latar belakangnya, lihat Akashi dia itu tipe orang yang absolute, tak mudah percaya orang lain, tipe orang yang tak suka akan kebohongan dan permainan kotor. Tapi dengan entengnya dia menyatakan perasaannya padamu, dan aku yakin itu adalah perasaan dia yang sesungguhnya padamu. Sekarang jawab aku! Apa kau mencintai Akashi Tetsu? Tanya Hime setelah penjelasannya panjang lebar
" Aku.."
" Jawab !"
"Iya. Aku. Aku sangat mencintai Akashi" jawab tetsuya dengan mantap dan padangan mata yang tegas tanpa ada keraguan.
Hime tersenyum lembut lalu mengelus surai biru Tetsuya. "Sekarang apa yang kau bingungkan, kau dan Akashi sama-sama suka jawabanmu adalah masa depan bagi Akashi"
Tetsuya langsung memeluk Himeno dia lega dan senang bisa menceritakannya pada kakak tersayangnya dengan ini hatinya sudah mantap dan tak ragu lagi. " Arigato nee-chan"
" Ah iya aku lupa, Tetsu besok ikut aku ya.?
" Kemana nee-chan?"
" Besok ada acara pesta yang diadakan oleh para bos besar tetapi sepertinya ada orang yang mau melaksanakan pembunuhan disana. Dan aku akan menyamar bersama bawahan kepercayaanku kau ikut ya karena sepertinya Akashi dan ayahnya pasti menghadiri pesta itu."
" Baiklah"
.
.
Suasana diruangan yang megah ini begitu mewah, sepertinya didesain dengan sangat teliti dan hati-hati untuk membuat para tamu merasa nyaman. Ruangan yang begitu luas itu berhiaskan lampu gantung yang sangat besar dan mewah tergantung di tengah ruangan,beberapa meja makanan berjejer baik menu utama, makanan pencuci mulut, minuman, dessert masih banyak lagi bos besar dari perusahaan tampak hadir di pesta itu termasuk Akashi Corp, seijuurou nampak memakai setelan jas merah maroon dengan kemeja hitam dan dasi merah lalu ayahnya memakai jas navy dengan kemeja putih dengan dasi emas sangat serasi dengan mereka berdua. Seijuurou nampak berbincang dengan teman ayahnya yah hanya basa basi semata, dan selanjutnya pasti akan membahas masalah bisnis. Sedang asyik-asyiknya berbincang seijuurou mendengar kasak kusuk dibelakang karena penasaran dia mengalihkan perhatiannya menuju pemandangan yang di ramaikan oleh para tamu. Dan mata seijuuro terbuka lebar antara terkejut, senang, bahkan terpesona.
" Cantik sekali.." komentar salah satu tamu
" Apakah mereka dari keluarga bangsawan, aku tidak pernah melihat mereka" komentar yang lain
" Lihatlah! Gadis itu sungguh menawan dan disebelahnya pemuda itu manis dan tampan, siapa mereka?" salah satu gadis disana bertanya pada temannya
" Kyaaa! Mereka sangat serasi sekali.. apakah mereka pasangan? Dan lihat! Sepertinya yang dibelakang itu bodyguard mereka. Pasti dari keluarga ternama." Seorang gadis berkomentar dengan antusias
Seisi ruangan langsung hening, melihat kedatangan Himeno dan tertsuya serta teman mereka berjalan memasuki ruangan. Himeno tampak anggun malam ini dengan gaun biru muda selutut tanpa lengan bunga kecil putih di dada sebelah kiri menjadi penghias sedangkan tetsuya memakai setelan jas putih dengan keja biru muda dan dasi hitam tampak serasi dengannya membuatnya semakin manis tapi terlihat cool.
" Tetsu sepertinya target mu ada di arah jam 10" kata hime berbisik padanya
" Maksudmu Akashi nee-chan?"
" hehehe, sepertinya kau tahu maksudku, nah sekarang kita lihat dimana target sesungguhnya dan oh jika kau ingin menemuinya kau bisa pergi tetsu"
" sepertinya aku disini saja, aku tidak terbiasa dengan pesta lagipula nee-chan yang mengajakku jadi aku mengekor saja"
" Dasar kau ini"
"Selamat datang Yuuki-san aku senang kau bisa datang malam ini dan sepertinya kau membawa para bodyguardmu " sapa sang pemilik Akashi Corp. Akashi Soichiro
" Ah..terimakasih Akashi-san, apakah aku datang tepat waktu?"
" sesuai yang kita janjikan, kau datang tepat waktu"
" Ayah siapa dia?" Tanya seijuurou to the point tanpa basa basi, dan sepertinya ada nada ketidaksukaan didalamnya
" oh aku lupa, dia Yuuki Himeno teman kerja ayah dia kepala detektif ternama di jepang bahkan diluar negeri dia juga terkenal tapi dia jarang memperlihatkan identitasnya ke sembarang orang, yuuki-san dia putraku seijuurou"
" salam kenal….seijuurou-kun. Boleh?" Tanya hime memanggil nama depannya
" Tak masalah, dan Jelaskan kenapa kau membawa tetsuya!" titah seijuurou
" Ah, itu…." Saat akan menjawab mc yang di sewa untuk membuka acara telah melaksanakan tugasnya yaitu membuka acara mala mini
" Baiklah para tamu sekalian, tanpa menunggu lama-lama mari kita buka acara pada malam ini sebelum itu saya persilahkan tuan konosuke matsushita untuk memberikan beberapa pidatonya" seru mc tersebut.
" … nanti kau akan tahu sendiri seijuurou-kun." Lanjut Hime sambil tersenyum . " Kalian! Laksanakan tugas masing-masing, ingat jangan gegabah prioritaskan para tamu disini terutama tetsuya. Kalian mengerti! Titah Himeno kepada bawahannya, dan dibalas anggukan oleh mereka lalu berpencar.
" Yuuki-san sepertinya kau sudah merencanakan sesuatu" Tanya Akashi-san
" tentu saja Akashi-san itu kan yang kita sepakati"
" Ada apa ini sebenarnya ayah?" seijuurou yang malas menahan pertanyaan langsung bertanya pada ayahnya
" Sebentar lagi ada perang seijuurou, dengan kata lain ada seseorang yang mencoba membunuh tuan Konosuke" jelasnya
" APA?!"
" Itu benar Akashi-kun, dan Hime-chan sedang melaksanakan tugasnya saat ini" sahut tetsuya
" begitu. Tetsuya kau berhutang penjelasan padaku!"
" Ha'I" balas tetsuya sambil tersenyum.
Himeno tampak memasang earphone Bluetooth di telinga, lalu matanya mulai mencari objek di ruangan itu. Dia tidak bisa jauh dari tetsuya karena keselamatannya adalah prioritas utama himeno. Setelah sekian lama melihat sekitar dia mendapat panggilan dari anak buahnya.
" Kaicou, arah jam 11 seorang pria berjas abu-abu, memakai sarung tangan putih. Sebelah tangan kanan membawa pistol perak yang diselipkan diantara lengan jasnya."
" Aku mengerti , dekati dia dengan hati-hati awasi terus dan langsung cegah dia saat melayangkan aksinya yang lain cari anak buahnya, dia takkan sendiri di pesta ini"
"Baik!"
"Tetsu sepertinya target utama sudah ditemukan, yang lain berjaga dan mencari pengikutnya, sekarang laksankan tugasmu" perintah himeno
"Wakatta! Akashi-kun ikut aku sebentar" sambil menarik dan menggandeng Akashi tetsuya berjalan agak menjauh dari himeno dan ketempat yang tak begitu ramai.
" Sekarang kita akan kemana?"
" Ikuti saja aku Akashi-kun. Ini demi keselamatanmu, jika kau tak selamat masa depan kita bagaimana?"
Akashi melebarkan matanya,terkejut mendengar pernyataan tetsuya. "Apa maksudmu tetsuya?" karena terkejutnya otak cerdas Akashi sedikit telat berpikir.
Tetsuya menghela nafas " tumben akashi jadi lola?"
" kau menghinaku tetsuya?"
" aku tidak menghinamu akashi-kun"
" Lalu tadi apa?"
" sudah lupakan, sekarang sebaiknya kita segera menjauh dari sini"
Mereka pergi ke tempat yang tak banyak tamunya alias dipojokan ruangan paling belakang. Tetsuya menarik seijuurou kesana dan berdua dengannya. Setelah itu tetsuya memasang telepon kecil tanpa kabel dan memasangnya di telinga.
" Tetsu.. apa kau sudah berada di tempat aman?" tanya hime lewat telepon
" Sudah Hime-chan, kau juga harus hati-hati ya jaga keselamatanmu juga"
"he he he, hai..senangnya dikhawatirkan sama adik manisku. Tunggu disitu aku harus menyelesaikan yang disini dulu. kau juga hati-hati ya tetsu"
" wakatta ..."
Dan sambungan pun terputus, tetsuya tak menyadari dari tadi seijuurou memperhatikannya yang sedang mengobrol dengan orang yang masih membuatnya penasaran itu ya "Yuuki Himeno" ada rasa cemburu, kesal dan juga marah yang dirasakannya. Apa karena seorang Yuuki hubungannya dengan tetsuya jadi begini, apa dia lebih memilih yuuki himeno daripada dia. Itulah yang dipikirkan akashi dari tadi, karena melamun memikirkan hal-hal yang blm tentu jelas seijuurou tidak menyadari panggilan dari tetsuya.
" Akashi-kun!" teriak tetsuya
"...Ah.. ya. Ada apa tetsuya?"
" Apa akashi-kun sedang memikirkan sesuatu? kau tidak menyahuti panggilanku dari tadi."
" Tidak ada"
" Akashi-kun bohong" katanya datar tapi dengan tatapan tajam
"..."
"Tetsuya jelaskan semuanya padaku!" titahnya
" Aku harus mulai darimana?"
" Apa hubunganmu dengan si detektif Himeno itu." seperti biasa langsung memanggil nama depan orang yang dikenalnya. dasar akashi -_-
" Dia it- "
" Dan apa jawabanmu atas pernyataanku minggu lalu kau tahu aku tak suka menunggu terlalu lama " potong akashi
" Aku tahu , karena itu hari ini aku akan menjawabnya akashi-kun, makanya aku membawamu kesini. Dan aku tak suka akashi-kun memotong perkataanku." omel tetsuya
" Baiklah-baiklah."
" Aku... , Aku mau jadi pacar akashi-kun." jawab tetsuya mantap
Akashi melebarkan matanya terkejut, tak menyangka akan mendapatkan jawaban yang diimpikannya selama ini. Persaannya senang sungguh senang, akhirnya dia bisa bersama dengan pemuda manis impiannya, tetsuya. Tapi ada perasaan yang masih menjanggal di hatinya jika dia diterima oleh tetsuya, bagaimana dengan himeno.
" Lalu apa jawabanmu dari pertanyaanku yang pertama."
" Soal himeno-chan?" tanya tetsuya balik
" siapa lagi memangnya, hm?"
" himeno-chan itu kakakku, kami ini bersaudara dalam satu keluarga". Jelas tetsuya
Seijuurou terkejut,bagaimana mungkin mereka bersaudara nama marganya saja beda apa himeno itu sudah menikah, ah tidak mungkin diliiat dari penampilannya dia masih begitu muda jadi tidak munhkin kalau sudah bersuami. Pikiran seijuurou kemana-kemana masih belum percaya.
" jangan bohong tetsuya bagaimana mungkin kalian bersaudara. Nama marga kalian saja berbeda". Balas seijuurou tajam
" ceritanya panjang akashi-kun. Tapi himeno-chan memang kakakku"
'DOOR'
Bunyi suara peluru yang keluar dari pistol mengagetkan semua orang yang ada disitu termasuk tetsuya dan seijuurou. Mereka berdua menoleh ke sumber suara dan mendapati seorang pria tengah mengangkat pistolnya keatas karena dicegah oleh seseorang dari belakang saat akan menembak. Dan disana terdapat anak buah himeno yang mencoba menghalanginya. Sontak para tamu langsung berteriak histeris dan menyebabkan kekacauan.
"SEMUANYA MENUNDUK DAN TETAP TENANG!" perintah himeno kepada semua tamu dan secara reflek langsung dituruti oleh tamu.
" Lepaskan aku! Siapa kalian?!" teriak pria yang membawa pistol tadi
" Jangan bergerak! Jika bergerak seinci pun kau akan mati anak buahmu juga sudah kami amankan!" titah himeno kepada pria yang sekarang bergidik ngeri karena aura himeno.
Dan benar saja disetiap sudut anak buah himeno telah menangkap orang-orang yang ketahuan menjadi anak buah dari pria tadi. Tetapi pria tadi tetap berontak dan lepas dari genggaman salah satu anak buahnya. Dengan sigap himeno langsung berlari dan menghentikan pria itu. Namun ternyata pria tadi menyelipkan sebuah pisau diantara lengan tangan kirinya dan langsung mengarahkannya pada himeno.
"AWAS! Himeno-chan! Teriak tetsuya yang melihat kejadian itu.
.
.
.
Tolong jangan lempar saya o'' maaf saya update lama sekali.
tapi akhirnya saya bisa melanjutkannya. Fiuhh...
untuk chapter 4 ini saya merasa g jelas dengan ceritanya kenapa jadi seperti adegan krimal begini. Gomen gomen ide ini muncul dengan tiba-tiba.
Terimakasih untuk semuanya yang sudah mereview dan membaca serta mampir di sini. Terimakasih banyak
Nah Tunggu chapter berikutnya ya...
Jaa ne..^_^
