Because Of My Brother's False

Kyuhyun, Jongin, Kibum

Sehun, Siwon

Hi hi, jumpa lagi!

Gue nggak tahu Kai sama Sehun itu yang uke siapa, jadi sesuka gue aja ya. Udah terlanjur, soalnya! Sperti biasa, abaikan typo dan Happy reading!

Si Misterius dan Si Albino

Sepulang kerja kyuhyun dikejutkan dengan motor sport di pelataran rumahnya. Seingatnya tak ada teman atau saudara yang hobinya menggunakan motor sport. Atau jangan-jangan itu motornya Siwon? Dulu kekasihnya itu pernah mengutarakan niatan untuk membeli motor sport, tapi karena orang tuanya tak sengaja mendengar ujaran itu, keinginan Siwon langsung ditolak. Menurut orang tua Siwon, motor sport sama tak amannya dengan dunia entertaint, makanya dua keinginan terbesar Siwon itu tak pernah kesampaian hingga saat ini. Sebagai anak tunggal yang dapat pengawasan ekstra dari orang tuanya, Siwon hanya bisa menurut. Itu masih mending dari pada dia juga dilarang tinggal sendirian seperti sekarang ini. Coba kalau Siwon masih tinggal dengan orang tuanya, dia jelas akan kesulitan mengajak Kyuhyun menginap di rumahnya.

Motor sport di halaman rumah Kyuhyun ini gede. Ukuran 500 cc mungkin, atau malah lebih. Motornya warnanya biru tua, seperti warna kesukaan Siwon. Tapi Kyuhyun tak yakin kalau Siwon melanggar larangan orang tuanya lalu diam-diam beli motor. Menurut Kyuhyun, motornya bagus, tapi dia tak suka karena si pemilik meletakkan motor itu di depan garasi mobilnya. Kyuhyun menghentikan mobilnya di depan pagar, dia turun mencari tahu pemilik motor itu dan memarahinya kalau perlu. Dengan adanya motor yang salah letak, Kyuhyun jadi kesulitan memarkirkan mobilnya.

"Tuan, ada tamu". Pembantu Kyuhyun menyambutnya saat ia hendak masuk rumah. "Dia mencarimu". Kalau pembantunya tak menyebut nama, berarti tamunya itu belum pernah datang sebelum ini.

"Siapa?", tanya Kyuhyun sambil memindahkan tas kerjanya ke tangan pembantu.

"Dia tidak menyebutkan nama. Dia juga tak mau menjawab saat ku tanya", terang pembantunya. "Katanya ada perlu sebentar dengan yang punya rumah".

"Sombong sekali sampai tak mau menyebutkan nama padamu!", celetuk Kyuhyun yang berjalan masuk diekori pembantunya.

Awalnya pembantu Kyuhyun juga berpikir demikian, tapi tamunya ganteng. Dipandang saja sudah membuat mata jadi bening, hati jadi sejuk, pembantu Kyuhyun tak jadi mempermasalahkan kesombongan tamunya.

"Sedikit sombong, tapi orangnya keren!", tutur pembantunya sambil mesem mesem.

Dasom, itu nama pembantunya Kyuhyun. Dia berusia 30-an, masih single dan cantik. Kerjanya bagus, bersih dan pandai memasak, tapi sayang dia genit. Pernah dia hampir dipecat oleh Kyuhyun karena sering menggoda Siwon. Kena hasutan dari Jongin itu yang membuat Dasom berani menggoda kekasih majikannya sendiri. Siwon digoda Dasom malah ditanggapi. Walau Siwon sudah berikrar cuma Kyuhyun yang dicintainya, tapi kalau soal diajak ngobrol dan adu akting, Dasom lebih pandai dari Kyuhyun. Beruntung waktu Dasom akan dipecat, Siwon dan Jongin sedang ada di rumah, jadi dia diselamatkan keduanya.

Kyuhyun memelototi Dasom, mengisyaratkan si genit itu untuk diam. Dia tahu apa saja yang akan dikatakan pembantunya kalau sudah menghadapi namja-namja keren. Kyuhyun tak mau mendengar kalimat-kalimat pujian seperti itu keluar dari mulut Dasom lagi. Dia memilih segera menemui tamunya dan membiarkan Dasom menguntit sambil menenteng tas kerjanya.

"Ada yang bisa kubantu?", tanya Kyuhyun ketika dia sampai disebelah tamunya.

Awalnya si tamu terkejut karena tiba-tiba dia ditanyai. Setelah menemukan pemilik suara, si tamu baru merespon.

"Aku mencari Kai. Kau siapanya Kai?"

Oh, ternyata tamunya memang namja ganteng. Keren, cocok dengan motor sportnya. Tapi Kyuhyun tak tergoda, dia sudah punya kekasih yang jauh lebih keren dari pada tamunya ini. Siwon baginya lebih dari apapun di dunia. Setidaknya begitu yang ditanamkan Kyuhyun ke otaknya sendiri. Fungsinya agar Kyuhyun bisa setia dan kalau dia setia, Siwon juga akan setia padanya.

"Dia adikku". Kyuhyun berjalan lebih dekat. Dia berdiri langsung didepan tamu tak dikenalnya. "Ada masalah dengannya?". Kyuhyun sudah hampir menduga kalau kedatangan tamu misteriusnya itu akibat dari masalah yang dibuat Jongin.

Jongin dicari cari orang karena masalah itu bukan rahasia lagi. Tapi kalau yang mencarinya berwujud namja ganteng, ini baru pertama kalinya. Kyuhyun tak bisa menebak masalah apa yang dibuat Jongin hingga melibatkan namja ganteng didepannya ini. Semoga saja si bandel itu tidak merebut kekasih namja tampan ini. Tapi kalaupun iya, kekasih namja ini perlu dipertanyakan kesehatan matanya. Jelas-jelas dia jauh lebih ganteng dari adiknya. Kalau kekasih namja ini sampai berpaling, pasti ada alasan hebat yang mendorongnya.

"Kalau ada masalah dengannya, kau bisa katakan padaku"

"Tidak bisa, ini urusan pribadi", jawab si namja masih terdengar sombong. "Katakan saja dimana dia, aku akan bicara sendiri dengannya"

"Urusan Jongin jadi urusanku juga. Kalau kau butuh sesuatu darinya, cukup katakana padaku dan aku yang akan sampaikan pada Jongin". Kyuhyun pikir tamunya kali ini pasti akan menuntut Jongin atas masalah yang dibuatnya. Kalau bukan minta ganti rugi berbentuk uang, pasti balas dendam dengan menghajar Jongin ditempat.

"Tidak, tidak. Aku tak ada urusan denganmu ataupun dengan Jongin-mu itu. Aku kemari untuk bertemu dengan Kai". Eh iya, semua orang lebih tahu nama Kai dari pada Jongin. "Suruh dia keluar, aku butuh bicara dengannya!", pinta tamunya itu.

"Eh, Tuan. Kai dan Jongin itu sama", terang Dasom yang masih berdiri di samping Kyuhyun sedari tadi. "Satu orang!", tambahnya sambil berharap keterangannya dapat reward dari tamunya.

"Kau bisa panggilkan dia kemari?", pintanya beralih pada Dasom.

"Tentu, tapi untuk saat ini Kai tak ada di rumah". Kyuhyun memelototi Dasom lagi, tapi Dasom pura pura tak lihat. "Kan masih jam sekolah, dia pasti ada di sekolahnya", tambahnya sambil tersenyum malu malu, buah akting yang sering diasahnya bersama Siwon.

"Kau sudah dengar, Jongin masih disekolahnya", tambah Kyuhyun memperkuat perkataan pembantunya. "Kau boleh pergi sekarang!". Kyuhyun hanya ingin keakraban pura-pura yang dibangun Dasom dengan tamunya segera berakhir. Kalau Dasom akrab dengan namja yang punya masalah dengan adiknya, bisa jadi Jongin tertangkap basah oleh tamunya ini. Bisa juga Jongin babak belur seperti sebelum-sebelumnya, atau paling parah diseret kekantor polisi atas tuduhan merebut kekasih orang. "Jangan sok akrab dengannya!", perintah Kyuhyun sambil menyikut Dasom.

"Kalau ingin bertemu Kai, datang saja ke sekolahnya", kata Dasom yang sudah mundur selangkah setelah dapat peringatan dari majikannya. "Atau kalau kau mau menunggu disini sampai dia pulang, kami tidak keberatan".

Dasom dipelototi Kyuhyun, lalu diusir juga dari situ. Dia cuma tak sadar kalau Kyuhyun yang punya kuasa di rumah ini. Bagi Dasom, kalau ada namja keren dihadapannya bawaannya ingin bersikap manis terus. Ini kesempatan langka melihat namja muka ganteng seperti tamunya, jadi dia bergeming saat Kyuhyun mengusirnya. Karena dia tak mau pergi, Kyuhyun mengisyaratkannya untuk tidak ikut campur pembicaraan ini. Paling tidak Dasom harus diam.

"Kai tak ada disekolah", kata tamunya. "Dia dan lima murid lainnya tak masuk kelas hari ini"

Kyuhyun mengernyit, bukan dia tak percaya omongan tamunya tapi sebaliknya. Masalahnya Jongin bolos lagi setelah beberapa minggu yang lalu sudah berikrar tak akan bolos sampai kapanpun. Jongin berikrar langsung didepan Kyuhyun, Siwon dan Dasom, tapi kenapa Jongin masih ingkar? Jawabannya karena dia adalah Jongin, anak yang mendapat predikat terbadung di sekolahnya. Lalu Jongin se-gank itu pergi kemana sekarang ini?

Eh, si tamu tahu dari mana kalau Jongin dan teman-temannya tak ada dikelas? Apa dia guru yang diutus untuk mengecek keberadaa Jongin di rumah? Tampaknya bukan, mana ada guru sekeren ini? Mana ada guru pakai motor sport ke rumah muridnya? Mana ada guru sombong dan tak sopan bertamu ke rumah wali muridnya?

Kyuhyun menghela nafas sebentar, kemudian memutuskan duduk agar bisa lebih tahu apa yang diinginkan tamunya itu. Kyuhyun menjatuhkan pantatnya di single sofa bersebrangan dengan tamunya. Dia berdehem sebentar, menunjukkan wibawa seorang tuan rumah yang agung.

"Ok, Kau tahu Jongin tak disekolahnya. Aku juga tahu Jongin tak ada di rumah. Jadi dia bisa dimana saja diluar sana", kata Kyuhyun membuka percakapan lebih jauh. "Aku tak akan mengijinkan kau menunggunya disini. Kalau kau mau, kau bisa pulang sekarang dan datang lagi lain waktu. Tapi kalau kau tak mau, kau katakan masalahmu padaku dan aku akan sampaikan pada Jongin saat dia pulang nanti", tawar Kyuhyun menunjukkan sedikit kesopanannya.

"Aku hanya ingin bicara dengan Kai, itu bukan tanpa alasan. Kau tak mungkin tahu apa yang ingin kubahas dengannya"

"Aku tahu apapun tentang dia!", desak Kyuhyun. Dia ingin melindungi Jongin, itu saja tujuannya. "Jongin terlibat masalah denganmu?"

"Tidak", jawab si tamu mantap. "Aku hanya ingin menanyakan satu hal padanya". Kyuhyun siap kalau pertanyaannya nanti seputar benar tidaknya Jongin merebut kekasih namja ini. Dia siap mengelak. "Apa adikmu tahu keberadaan adikku?"

Dasom sudah tersenyum lebar, ingin tertawa malahan. Padahal tadinya suasana tanya jawab diprediksinya akan sengit dan menimbulkan pertengkaran kalau membahas masalah yang dibuat Jongin, tapi ternyata Kyuhyun salah tanggap dan si tamu salah pasang ekspresi. Coba dari awal si tamu mau berterus terang siapa nama dan apa tujuannya kesini, Dasom saja langsung bisa mengatasinya. Tadi si tamu tanya soal adiknya? Dasom yang sering berjumpa teman-temannya Jongin saja mungkin tak tahu, apa lagi Kyuhyun yang hampir tak pernah bertemu teman teman adiknya.

"Adikku tak pulang ke kosannya sudah tiga hari ini. Ahjumma pemilik kos dan teman-teman sekosan juga tak tahu dia pergi kemana". Lalu Kyuhyun harus peduli kalau adiknya si tamu ganteng ini tak kembali? Ih, membuang waktunya saja. "Aku pergi kesekolahnnya pagi ini, teman sekelasnya bilang dia berteman akrab dengan Kai dan sering datang ke rumahnya Kai. Setelah mendapat alamatnya, aku langsung ke sini". Oh, jadi adiknya si tamu tak dikenal ini teman se-gank-nya Jongin, jadi sudah pasti sama-sama badung.

"Aku tak tahu dimana Jongin, juga tak tahu dimana adikmu. Aku sudah menjawabmu, kau boleh pergi sekarang!", usir Kyuhyun dengan kejamnya. Kyuhyun sedang gondok, kalau saja dia tak ingat pepatah, tamu adalah raja sudah dileparkannya si tamu yang katanya Dasom keren ini keluar dari rumahnya.

"Kau bisa telpon adikmu dan tanyakan soal adikku padanya?"

"Tidak!"

"Kalau begitu berikan nomor Kai padaku, aku yang akan meneleponnya"

"Tidak", tolak Kyuhyun lagi.

"Aku juga tak akan pergi kalau kau tak mau membantuku", tolak balik si tamu.

Kyuhyun kembali dongkol, tapi demi segera mengenyahkan tamu tak dikenalnya dia segera meraih handphonenya. Kyuhyun mendial nomor Jongin tapi tak dapat respon. Kebiasaan buruk Jongin kalau Kyuhyun yang menelepon, jarang sekali dia mau mengangkatnya. Kemudian Kyuhyun menelepon nomor lain, dia menunggu sebentar kemudian mulai bicara setelah panggilannya diangkat. Kyuhyun tahu sekarang kalau adik badungnya itu ada di super market.

"Jongin ada di super market". Si tamu bengong mendengar jawaban Kyuhyun. Biasanya kalau anak-anak sekolah bolos, perginya ke mall, bukan super market. "Itu super market kami sendiri", terang Kyuhyun ketika tahu alasan bengong tamunya. "Kalau mau bertanya padanya, datang saja kesana"

"Kenapa kau tak tanyakan langsung padanya, bukankah barusan kau bicara dengannya?"

"Dia tak menjawab telponku, tadi manager-ku yang memberi tahu", jawab Kyuhyun makin ketus. "Jangan tanya-tanya lagi, langsung saja pergi kesana!". Kyuhyun beranjak duluan dari ruang tamu. Dia ingin istirahat, biar saja tamu tak dikenalnya itu diurusi Dasom.

Lil' Bro

Jongin bolos sekolah dengan Chanyeol, Luhan, Tao dan Chen. Mereka main ke game center, lalu jalan-jalan ditempat ramai dan iseng main ke taman. Mereka suka sekali menjaili anak- anak kecil yang sedang bermain di taman. Nanti kalau anak kecilnya menangis, mereka akan pura-pura tak tahu dan kemudian kabur kalau anak kecilnya memanggil eomma atau appa-nya untuk mengadukan mereka. Jongin cs hobinya bikin masalah, namun selalu menghindari gang-gang sempit kalau sedang berjalan-jalan. Maklum mereka punya banyak musuh, dan mereka takut kalau-kalau di gang sempit itu musuh mereka sedang menunggu untuk balas dendam. Jongin se-gank disebut preman sekolah, tapi tak bisa berkelahi.

Mereka tadi berjalan jalan sampai bosan, kemudian memutuskan kembali kerumah masing-masing. Chanyeol mau menyapa anak tetangga barunya. Dengar-dengar nama anak itu Baekhyun. Chanyeol ingin mengenalnya lebih dekat, sampai jadi pacar kalau bisa. Kalau Luhan mau bobo siang katanya, tak ada alasan khusus kenapa Luhan tiba-tiba ingin tidur siang. Dia hanya ingin tidur saja. Tao ingin menemui pelatih wushu-nya, dia mau mengintip pelatihnya praktik wushu lalu Tao akan mencuri jurus itu dari pelatihnya. Tao ini satu satunya yang diandalkan gank-nya, sudah badannya mirip preman, mukanya sangar, jago wushu juga. Tapi sayang Tao takut melihat preman betulan. Sedangkan Chen, dia cuma ingin pulang. Lalu Jongin memutuskan pergi ke super market. Dari pada pulang lalu bertemu hyung-nya di rumah, habis dia diceramahi Kyuhyun. Kalau Kyuhyun tak sedang di luar kota, hyung-nya itu bisa pergi dan datang ke rumahnya sewaktu waktu.

Jongin baru saja keluar dari super market, dia berjalan jalan sebentar sembari menunggu taxi lewat untuk ditumpanginya pulang. Sambil berjalan itu, Jongin memikirkan Sehun. Sehun kenapa ya, sudah seminggu ini menjauhi Jongin se-gank? Padahal Sehun kan se-gank juga dengan mereka. Bedanya Jongin, Chanyeol, Luhan, Tao dan Chen suka bolos, suka membuat masalah, bodoh dan malas belajar, kalau sehun kebalikan dari semua itu. Sehun tak pernah membolos walau dianggap se-gank dengan Jongin, dia itu siswa paling acuh disekolahnya. Sehun juga pintar, selalu juara umum. Dan itulah alasan Jongin cs memasukkan Sehun secara sepihak kedalam gank-nya.

Tiga hari ini Sehun tak masuk sekolah, bahasa kasarnya bolos. Sehun bolos sekolah, kelihatannya tidak mungkin. Kalau Sehun sakit lalu terbaring lemah di ranjang kosannya hingga dia tak bisa ikut pelajaran, kelihatannya juga tidak mungkin. Jongin cs baru datang kesana tiga hari yang lalu, itu tepat dihari pertama Sehun tak masuk sekolah tanpa ijin. Saat jongin cs datang, tak ada Sehun di kosannya. Sampai hari inipun Sehun belum diketahui keadaannya. Jongin sebagai ketua gank merasa bertanggung jawab untuk menemukan Sehun, apa lagi tugas matematika harus dikumpulkan akhir minggu ini. Tanpa Sehun, bagaimana nasib tugas matematika Jongin se-gank?

Seorang albino lewat didekat Jongin. Mereka berpapasan, Jongin berhenti tapi si albino jalan terus. Jongin sepertinya kenal dengan yang barusan lewat itu. Bau- baunya itu Sehun. Parfumnya saja Jongin ingat betul, karena saat main ke kosan Sehun dulu, Jongin dan kawan kawan pernah memakai parfum Sehun untuk disemprot kan kemana mana. Sehun marah saat itu, sampai teman-temannya berlutut minta ampun dan mereka sepakat mengganti parfum Sehun masing masing sebotol. Yang barusan lewat itu kan albino, sedangkan Sehun bukan albino. Karena penasaran Jongin lalu membuntutinya.

"Hun!", panggil Jongin yang sudah berjalan sejajar dengan si albino. "Sehun!", panggilnya lagi tapi tak mendapat respon. "Kau dari mana, mau kemana?", tanya Jongin yang masih menjajari langkah si albino.

Mukanya, tinggi bandannya, cara jalannya dan bau parfumnya, ini Sehun sekali. Sehun kan sudah putih, kalau dia terlihat lebih putih dari sebelumnya, mungkin saja dia pakai pemutih kulit berlebihan.

"Sehun, kau tak ingin main ke rumahku?", tanya Jongin sambil merangkulkan tangannya ke leher Sehun. Sehun menepisnya, melemparkan tangan Jongin menjauh dari lehernya. "Tidak apa-apa kalau kau tak mau, aku yang akan main ke kosanmu", katanya lagi yang kali ini sambil merangkul lengan Sehun.

Sehun mengibaskan lengannya, membuat tangan Jongin terlepas. Sehun berjalan sedikit cepat tapi Jongin mengimbangi jalan cepatnya Sehun.

"Hun!", panggil Jongin lagi. "Sehun!", ulangnya. "Kau pucat sekali, pasti belum makan. Mau makan malam denganku?", tawar Jongin berusaha meluluhkan Sehun. Tak ada respon, Sehun terus saja berjalan. "Oh, kau tak lapar. Tapi aku lapar, Hun. Temani aku makan ya!", pintanya dan tanpa respon juga.

Jongin berfikir sejenak, dia harus mulai dari mana agar Sehun mau meresponnya. Jongin ingin Sehun kembali ke gank-nya apapun caranya. Sebagai penanggung jawab gank, dia siap melakukan apapun asal Sehun tak menunjukkan muka marahannya pada Jongin. Jongin kan takut Sehun.

"Hun!". Jongin masih berusaha. "Sehun!". Kali ini dia menghadang jalannya Sehun, tapi sayangnya Sehun berbelok lewat sebelah Jongin. Terpaksa Jongin mengikutinya lagi. "Aku merindukanmu, Hun!", rengek Jongin hampir disebelah telinga sehun. "Chanyeol juga merindukanmu. Luhan juga merindukanmu. Tao juga merindukanmu. Chen juga merindukanmu. Bahkan teman sekelas merindukanmu, Hun!". Berlebihan ya? Biar saja, sudah terlanjur diucapkan Jongin juga. "Kau kenapa? Kemana saja tiga hari ini?"

Sehun akhirnya berhenti saat ini, tepat ditepi jalan. Dia mendengus sekali pertanda tertanggu dengan keberadaan Jongin disekitarnya. Jongin sudah merasa senang karena Sehun meresponya, tapi Sehun mulai muram. Jongin sampai tersenyum lebar, tapi Sehun mulai pasang tampang bengis. Perasaan Jongin langsung tidak enak ketika melihat perubahan mimik Sehun. Kalau sudah begini akan ada yang berlutut lagi sambil minta ampun.

Seketika Jongin menjatuhkan tubuhnya, dia berdiri dengan lututnya kemudian mohon ampun ke Sehun.

"Hun, ampun. Jangan marah padaku, aku tidak bermaksud mengganggumu!", pinta Jongin mengiba dengan mengatupkan kedua tangannya kearah Sehun. "Ampun. Ampun, Sehun!", pinta Jongin lagi. "Ampuni aku!"

Jadi kisah sebenarnya itu, Sehun adalah manusia paling acuh di sekolah. Sehun itu pendiam, tak mau mencampuri urusan orang, dan urusannya sendiri juga tak mau dicampuri orang. Sehun jenius, kejeniusannya itu turun temurun. Sehun tidak aneh, juga tidak menakutkan dalam keadaan apapun. Jongin dan teman temannya saja yang menganggap Sehun menakutkan saat marah. Selama Jongin se-gank buat masalah, Sehun cuma diam. Paling pol dia akan memelototi Jongin cs. Selebihnya, Jongin dan teman temannya yang menanggapinya berlebihan, mereka bilang aura kemarahan Sehun membuat suasana terasa mencekam. Bawaannya mereka ingin berlutut dan minta ampun pada Sehun. Dulu Chen pernah mengira Sehun punya ilmu hitam, tapi setelah itu dia berlutut minta ampun karena menganggap dirinya sendiri lancang telah berprasangka buruk terhadap Sehun.

"Jangan ikuti aku!", perintah Sehun dengan nada dingin.

"Siap, Hun!"

Sehun melengos memindahkan mukanya dari Jongin. Dia menyetop taxi yang kebetulan lewat kemudian naik dan pergi begitu saja. Jongin baru sadar, tugasnya adalah membawa Sehun kembali ke gank-nya bukan malah membiarkan Sehun pergi lagi. Lalu Jongin menyetop taxi juga dan menyuruh supirnya mengikuti taxi yang ditumpangi sehun.

Lil' Bro

"Kenapa kau masih disini?", tanya Kyuhyun. Dia kembali ke ruang tamu karena Dasom belum membawa masuk tas kerjanya.

Ketika Kyuhyun ke ruang tamu, cuma ada tamunya duduk sendiri di sofa. Tas kerja Kyuhyun diletakkan di single sofa yang tadi didudukinya. Lalu Dasom pergi kemana?

"Kau belum memberikan alamat super marketmu padaku!"

Itu harusya jadi tugas Dasom. Kyuhyun meninggalkan tamunya bersama Dasom, itu artinya pembantunuya diserahi untuk mengurus tamunya. Sekarang Dasom kemana? Tamu yang harusnya sudah keluar dari rumahnya malah ditinggal sendirian. Untuk sekarang tamunya memang bukan orang jahat, kalau saja tamunya jahat lalu membuat rusuh di rumah, memangnya Dasom mau tanggung jawab?

Kyuhyun duduk kembali ketempatnya tadi. Dia meraih tas kerjanya, menggeledah dalamnya dan mengeluarkan buku catatan serta alat bolpoin dari dalamnya. Dia menulis sesuatu ke kesitu kemudian merobek selembar lalu memberikannya pada si tamu.

"Nih!", Kyuhyun mengulurkannya dengan kasar. "Setelah urusanmu selesai, segera pergi dari sana. Melihat kau kelamaan disana, nanti pelangganku bisa kabur!". Kyuhyun asal saja mengatakan itu, dia cuma tak mau tamu misteriusnya itu berada terlalu lama didaerah kekuasaannya. Seperti yang Dasom bilang, tamunya ini ganteng, kalau pegawainya yang kebanyakan perempuan tergila-gila padannya jelas kegitan jual beli terhambat, dan Kyuhyun yang akan rugi.

Sebelum si tamu beranjak, Dasom datang dengan segelas jus ditangannya. Wajahnya cerah sekali, berlenggokan sok cantik saat menghampiri majikan dan tamunya, kemudian senyum malu-malu saat menyodorkan minuman itu pada tamunya.

"Kibum-ah, aku tahu kau baru melalui perjalanan jauh. Ku bawakan jus untukmu, walau tak bisa mengatasi lelah setidaknya bisa meredakan dahagamu!", katanya sambil pasang tampang menggodanya, persis seperti yang dilakukannya dulu terhadap Siwon.

Kyuhyun mendecih, mencemooh pembantu genitnya. Modus, Si Dasom pura-pura baik untuk menarik perhatian tamu gantengnya. Lagi pula siapa yang menyuruhnya mengambil minuman? Disini yang majikan itu Kyuhyun, yang pembantu itu Dasom, kenapa si Dasom berani berlagak bak tuan rumah? Sok akrab dengan tamu sombongnya, pake acara kenalan segala. Siapa tadi nama tamunya? Kibum? Menurut Kyuhyun, nama itu terlalu pasaran.

"Terima kasih, ini sangat membantu", kata Kibum yang jadi lebih akrab dengan Dasom semenjak ditinggal Kyuhyun tadi.

Kembali Kyuhyun mendecih lalu mencibir interaksi antara si tamu dan pembantunya. Padahal Kyuhyun itu orangnya lempeng, satu satunya yang bisa membuatnya bertransformasi itu cuma Jongin dan kelakuan bandelnya. Sekarang tiba-tiba saja dia jadi sensitif, hanya karena melihat kedekatan pembantu dan tamunya. Apa mungkin Kyuhyun iri dengan Dasom?

"Minumlah sebelum pergi ke super market!"

"Tidak perlu, dia buru-buru!", cegah Kyuhyun. Kyuhyun juga baru saja melewati perjalan walau tak jauh. Dia capek dan juga haus, tapi Dasom cuma bawa satu gelas minuman. Kyuhyun yang harusnya dapat perlakuan istimewa, bukan si tamu yang punya nama pasaran ini.

"Aku tidak buru-buru. Dasom susah-susah membuatkanku minuman, kenapa aku harus menolaknya?". Kibum meraih gelas jus-nya, menyeruput sedikit kemudian meneguk hampir setengah isinya. Lumayan, dahanya berkurang. "Ini enak!", pujinya setelah kembali meletakkan gelas kemeja.

"Aku pintar memasak, kalau kau mau sering datang kemari akan kumasakkan menu special untukmu", tawar Dasom setelah puas tersenyum karena minumannya dipuji Kibum.

Langcang si Dasom ini, pembantu saja berlagak berkuasa. Didepan Kyuhyun berani beraninya dia menggoda tamu. Pakai acara menjanjikan makanan special segala. Sebenarnya Dasom sadar atau tidak kalau dia itu cuma pembantu?

"Heh heh heh!", tegur Kyuhyun yang langsung menciutkan nyali Dasom. "Dia mau pergi, jangan tawari apa-apa padanya. Atau kau mau ikut pergi dengannya? Tapi jangan kembali sekalian!". Dasom menggeleng geleng lalu mundur dan berdiri dibelakang tempat duduk Kyuhyun. "Kalau kau mau menemui Jongin, cepat pergi dari sini. Segera datang ke super marketku dan jangan kembali lagi kemari!", usir Kyuhyun tanpa kompromi.

Kibum tidak marah diusir oleh siempunya rumah, toh tujuannya datang bukan untuk berlama lama di rumah ini. Dia butuh bertemu Jongin, menanyakan kalau-kalau Jongin tahu keberadaan adiknya. Kibum segera bangun dari posisinya, berjalan keluar dengan dikuntit Kyuhyun dan Dasom. Mungkin Kyuhyun takut kalau Kibum akan terus berada di rumahnya dan menganggu ketenangannya.

Setelah Kibum keluar rumah, sedikit jauh dari pintu, Kyuhyun segera menutup pintu rumahnya. Dia juga menguncinya doble, sampai Dasom mengira Kyuhyun iri karena tamunya yang barusan jauh lebih keren daripadanya hingga membuat Kyuhyun bersikap demikian. Kyuhyun berjalan kembali ke kamarnya, berencana untuk istirahat. Hari ini badannya terasa pegal, otaknya juga hampir mendidih dengan adanya tamu yang barusan. Dia ingin mengistirahatkan otot-ototnya serta mendinginkan otaknya. Kyuhyun mau mandi, makan lalu rebahan sejenak agar badannya kembali fresh.

"Tuan!", ternyata Dasom masih menguntit majikannya. Saat Kyuhyun menanggapi panggilan Dasom, si genit itu cengar cengir dibelakangnya. "Kibum keren ya?". Kyuhyun mengernyit mendengar Dasom. "Ganteng, lucu, baik lagi!", pujinya sambil memeluki tas kerja Kyuhyun yang sudah kembali ke tangannya.

"Siapa yang kau bilang ganteng dan lucu?". Ya Kibum lah. Tapi kelihatanya Kyuhyun tak suka kalau Kibum dipuji Dasom. "Namja sombong dan tak sopan sepertinya kau bilang ganteng dan lucu? Setelah ini kuberi kau uang dan segeralah pergi ke dokter". Dasom manyun karena secara tak langsung dikatai sakit. "Kalau kau mau tahu siapa orang ganteng, lucu dan baik yang sebenarnya, Siwon itu baru ganteng. Kau juga lebih lucu darinya dan aku adalah namja terbaik disini"

Ya, Dasom percaya.

"Tapi gantengnya Tuan Choi dan Kibum itu beda. Lucuku dan lucunya Kibum juga beda!", belanya dengan suara pelan. Dasom tak membandingkan kebaikan Kyuhyun dengan Kibum, karena sudah jelas bagi Dasom, Kyuhyun tak ada baik-baiknya. Cuma gara-gara menggoda Siwon, dia hampir dipecat. Kalau Kyuhyun sedang bad mood karena Jongin, Dasom yang kadang kena omel. Lalu Dasom harus mengakui Kyuhyun baik? No way!

"Kenapa kau terus membelanya? Kau suka padanya? Kalau suka, sana kejar!". Lampu hijau dari Kyuhyun ini juga berarti salah satu bentuk pengusiran. Andai Dasom bukan pembantu, dia pasti segera mengejar Kibum. Tapi dia bukan orang kaya, masih butuh pekerjaan dan uang dari Kyuhyun juga. "Namja punya nama pasaran saja kau puja-puja, apa untungmu!", celetuk kyuhyun yang kemudian berbalik dan kembali berjalan kearah kamarnya.

"Kusumpahi jatuh cinta dengan Kibum, biar tahu rasa!", kata Dasom setelah Kyuhyun menjauh.

Doanya orang teraniaya itu sering terkabul. Dasom merasa dianiaya oleh Kyuhyun, makanya dia berani bersumpah demikian. Karena doa dan sumpah tidak beda jauh, bisa jadi sumpahnya Dasom dikabulkan Tuhan.

Lil' Bro

Taxi yang ditumpangi Sehun berhenti dikeramaian pertokoan. Taxi yang ditumpangi Jongin berhenti juga, tepat dibelakang taxi Sehun. Sehun turun, Jogin turun. Sehun menyebrang jalan kearah pertokoan, Jongin mengikutinya. Sehun masuk kedai bubble tea dan memesan segelas yang rasa rumput laut, Jongin juga memesan dan menyamakan pesanannya dengan Sehun.

"Hun!", panggil Jongin untuk yang pertama kali di kedai ini. Sehun bukan tak tahu keberadaan Jongin, dia cuma pura–pura tak tahu. "Sehun!", dan Suhun masih mengacuhkannya.

Pesanan Sehun sudah jadi, pesanan Jongin juga. Saat diserahkan pada keduanya, Jongin segera mengeluarkan dompetnya, membayar keduanya dan mewakili Sehun menerima pesanan mereka. Jongin ingin berbaik hati kepada Sehun, dia ingin minta maaf soal kejadian di perkemahan minggu lalu. Dimulai dari berbaik hati agar dia segera dimaafkan. Ngomong-ngomong dia juga perlu tahu, Sehun itu transgender atau bukan. Yah, mereka memang sudah tidur bersama tapi Jongin benar-benar tak ingat bentuk dalaman Sehun. Mungkin saja Jongin memang belum melihatnya, dan saat itu mereka mengandalkan naluri dan tuntunan dari obat peransang.

"Untukmu!", Jongin menyodorkan segelas untuk Sehun, tapi Sehun tak merespo. "Hun, ini untukmu!"

"Aku sudah beli sendiri!", kata Sehun datar. Itu kan pesanan Sehun tadi, Jongin berbaik membayarkan tapi kenapa ditolak?

"Aku bayarkan untukmu, Hun!"

"Aku bisa bayar sendiri". Jongin manyun. "Hyung, bubble tea satu. Rasa coklat!", pesannya lagi pada pelayan kedai. Jongin tambah manyun.

Sehun sudah menerim dan membayar pesanan keduanya. Dia pergi begitu saja, masih tak ingin menanggapi Jongin tapi tak melarangnya mengikutinya. Setelah keluar dari kedai, Sehun melihat lihat sekitar kemudian dia memutuskan menghampiri bangku kosong disebrang jalan lalu duduk disitu.

Jongin masih mengekor Sehun, bahkan sekarang ikut duduk di bangku yang sama sambil membawa dua gelas bubble tea-nya.

"Yang di perkemahan kemarin, Kyuhyun hyung memerintahkanku minta maaf padamu!".

Kalau bicara soal perkemahan, Sehun jadi ingat soal pemerkosaan terhadap dirinya. Memang dia tak tahu detail perkaranya, tapi bukti sudah kuat. Jongin yang ada satu tenda dengannya, Jongin pula yang dalam keadaan bugil bersamanya. Dia korban disini, korban kebejadan Jongin. Sebenarnya dia patut menuntut, melaporkan Jongin ke polisi kalau perlu, tapi masa iya Sehun lapor polisi atas tuduhan pemerkosaan terhadap dirinya? Sorang Sehun diperkosa? Diperkosa preman sekolah yang jauh lebih bodoh darinya? Kedengarannya tidak keren, Sehun juga pasti akan malu.

"Kau sudah memaafkanku kan, Hun?", tanya Jongin sambil cengengesan. "Sudah Hun, Kita lupakan saja kejadian itu. Toh aku tidak ingat kejadiannya, kau pasti juga tidak".

Sumpah, Sehun ingin sekali menjambak rambut Jongin sampai rontok. Ingin juga mencakar mukanya sampai berdarah-darah. Tapi urung, karena walau bagaimanapun Sehun atau keluarganya jelas tak mungkin melakukan tindakan seanarkis itu. Sehun cuma menyesalkan, caranya Jongin memperlakukan korban perkosaannya. Mentang-mentang tak ingat lalu dengan mudah mau dilupakan. Jongin tak merasakan, betapa sakitnya Sehun saat pertama kali bangun setelah kejadian itu. Sakit sekali. Bukan cuma bokongnya, seluruh badannya juga. Dia sudah mencoba menahannya beberapa hari, tapi tak sangup. Maka itulah Sehun memilih bolos tiga hari ini. Ini tadi kalau dia tidak ingin beli bubble tea, dia juga tidak akan keluar dari kamar kos temannya. Tadi Sehun juga berjalan kesulitan, waktu berpapasan dengan Jongin saja dia pura pura baik, dan setelah tak tahan rasa sakitnya dia putuskan naik taxi. Saat duduk dibangkupun, Sehun harus pelan-pelan, untung saja Jongin tak memperhatikan itu.

"Jangan diam saja, aku jadi merasa bersalah!", celetuk Jongin sambil menyedot bubble tea-nya berkali kali. "By the way, kau bukan transgender kan, Hun?". Pertanyaan barusan kontan menyita perhatian Sehun. Sehun sampai harus melotot mengerikan kehadapan Jongin. "Kau jangan melotot begitu, aku kan cuma tanya". Jongin sebenarnya takut, tapi dia belum ada dorongan untuk berlutut minta ampun.

"KAU BENAR-BENAR KETERLAKUAN, KAI!", kata Sehun sedikit keras. Jongin harus menoleh kanan kiri dulu, kalau setelah ini dia dimarah-marahi Sehun setidaknya jangan sampai ada yang tahu. "KAU MELECEHKANKU SAMPAI AKU MERASA MALU DENGAN DIRINKU SENDIRI. SEKARANG KAU DATANG MINTA MAAF DAN MENYURUHKU MELUPAKAN KEBEJADAANMU. KAU KIRA AKU BERSEDIA?"

Jongin merosot turun dari dudukannya, dia kemudian berlutut dan membisikkan kalimat minta ampun sambil menyuruh Sehun mengecilkan volume suaranya. Jongin juga malu, karena orang-orang disekitar situ menoleh kearah mereka.

"KAU TAK TAHU SAKITNYA AKU, TAK TAHU BAGAIMANA RASANYA TAK BISA TIDUR NYENYAK BERHARI-HARI KARENA MEMIKIRKAN PERBUATANMU PADAKU. LALU KAU DATANG KEHADAPANKU DENGAN PERNYATAAN BODOHMU!", bentak Sehun lebih kencang dari sebelumnya. "KAU BILANG AKU TRANSGENDER? KALAU KAU YANG DIKATAI BEGITU, BAGAIMANA PERASAANMU?" Marah, tentu saja Jongin marah. Dia namja betulan, masa ada orang yang tega mengatainya trangender? Walau begitu belum ada orang yang mengatainya demikian. "AKU JUGA BISA MARAH, KAI. SEKARANG AKU MARAH PADAMU!"

Sehun marah ternyata, sampai marahnya harus dikatakan langsung pada Jongin. Sehun sakit hati dikatai transgender, dia tak terima. Sehun mengambil bubble tea-nya yang tersisa lalu menumpahkannya di kepala Jongin sampai jongin gelagapan saat mengambil nafas. Masih belum cukup, Sehun mengambil milik Jongin dan menumpahkannya juga.

"Ampun Hun!", pinta Jongin sambil menunduk takut. Jongin cuma sanggup meminta ampun, pasalnya dia tak berani melawan Sehun saat sedang marah. Diam-diam Jongin juga setuju ucapan Chen kala itu. Sehun pasti punya ilmu hitam, sampai-sampai tak ada orang yang berani dengannya. "Aku menyerah. Ampun, Sehun! Ampun!", eluhnya.

Sehun masih mengambil gelas kedua milik Jongin, tapi mendapati bubble tea di dalamnya masih penuh, sayang kalau harus ditumpahkan juga ke kepala Jongin. Lagi pula bubble tea rasa rumput laut itu kan tadinya pesanan Sehun juga. Berarti Sehun berhak meminumnya.

"Sehun, kenapa kau jadi semarah ini? Aku kan cuma tanya, bukan mengataimu. Seperti yang Kyuhyun hyung bilang, transgender yeoja berubah ke namja kemungkinan bisa hamil juga.", terang Jongin. "Kalau kau transgender, aku mohon padamu, jangan hamil ya, Hun!". Jongin tak siap punya anak dan istri. Dia masih ingin bebas dan menggantungkan hidupnya pada Kyuhyun. "Hun!", Sehun tak menyahut. Saat jongin mencoba melihat kearah Sehun, Sehunnya sudah tak ada. Jongin mendapati Sehun sudah berjalan jauh di depan. "SEHUN, TUNGGU!". Karena permintaan maaf Jongin berlum selesai, dia harus mengejar Sehun lagi. Pantang menyerah ini namanya.

Lil' Bro

Ting tong

Ting tong

Bel pintu rumah Kyuhyun berbunyi tepat saat Kyuhyun memegang gagang pintu kamarnya. Baru juga dia terbebas dari tamu ganteng, sombong dan punya nama pasaran, sekarang datang tamu lagi. Semoga saja tamunya kali ini tidak seperti tamu sebelumnya. Saat Kyuhyun berbalik, Dasom sudah lebih dulu berlari ke pintu depan.

"Kibum-ah, cepat sekali kau kembali kemari?", tanya Dasom sumringah kembali.

Kibum belum pergi, baru sampai depan motornya lalu dia kembali kemari. Kibum mau tanyakan alamat super market Kyuhyun, arah arahannya saja cukup. Kibum kan pendatang di kota ini, dia dulunya tinggal di Amerika, pindah ke Jeju dan sekarang pindah lagi ke Seol. Baru juga tiga bulan dia tinggal di Seol, jalan dari tempatnya ke rumah Kyuhyun saja harus nyasar empat kali. Niatannya datang ke Seol itu untuk menemui adiknya dan diajak tinggal bersama. Adiknya sudah hilang, kalau Kibum nyasar lalu hilang juga, kasihan orang tua mereka lah. Kan lebih baik Kibum tanya dari pada kesasar.

"Aku mau tanya alamat ini. Kau tahu aku tinggal disini baru tiga bulan. Kalau aku kesasar, kapan aku bisa menemukan adikku?". Dasom manggut-manggut mengerti. "Bisa kau antar aku kesana!", pinta Kibum.

Mengantar Kibum? Naik motor gede boncengan dengan Kibum? Nanti Dasom bisa pegangan ke pinggang Kibum pas motornya melaju kencang. Bisa, bisa. Dasom bisa antar.

"Kuantar!", setujunya. "Kau tunggu disini, aku ganti baju!"

"Heh heh heh, kau mau kemana?", eh ternyata si majikan yang suka menganiaya Dasom sudah stand by dibelakangnya. "Mengantarnya?". Dasom mengangguk. "Mau kupecat?".Dasom berubah murung sambil menggeleng. "Masuk!". Tuh kan, Dasom teraniaya majikannya lagi.

To be continue

"Setelah 3x, berarti jodoh" ku post minggu depan.

Thank you n see you!