Because Of My Brother's Fault
Kyuhyun, Jongin, Kibum
Sehun, Siwon
Thanks buat yang kemarin mengingatkan kesalahan gue. Dah gue benahi sekarang!
Happy reading untuk chap ini!
Suami dan Calon Suami
"Kenapa kau masih disini?", ini pertanyaan sama dengan waktu Kibum ada didalam tadi.
"Bisa antar aku langsung ketempat ini?"
"Tidak, aku sedang sibuk", jawab Kyuhyun ketus. "Lagi pula tempatnya tak jauh dari disini"
"Jauh!", celetuk seseorang dibelakang Kyuhyun. Kyuhyun memelototi Dasom. Perasaan si genit itu sudah masuk setelah diusirnya, kenapa tiba-tiba ada dibelakangnya lagi? "Kan, memang jauh!", gumam pembantunya.
"Kali ini saja. Aku tak akan mengganggumu setelahnya!"
Kyuhyun menimbang agak lama. Dia iyakan atau tidak? Kalau tidak diantar ke tempat tujuan, nanti Kibum merepotkannya terus. Kalau diantar, itu sama merepotkannya. Agar tidak merepotkannya lagi, memang harus Dasom yang mengantar Kibum ke super market. Tapi kalau Dasom malah belok jalan lalu main genit genitan dulu dengan Kibum, bisa panjang urusannya.
"Aku antar asal jangan minta bantuan lagi setelah ini". Dasom mencebikkan bibirnya. Dia sudah tahu kalau sebenarnya majikannya itu pengen dekat juga dengan Kibum, pakai banyak alasan segala. "Dasom, ambilkan kunci mobilku!"
Dasom berjalan pergi sambil menggerutu. Kesempatan diboncengin Kibum pakai motor gede lenyap sudah. Majikannya pakai acara menyabotase Kibum darinya. Maunya Kyuhyun itu apa? Dekat dengan Siwon tak boleh, dekat dengan Kibum sekarang juga tak boleh. Majikan serakah.
Lil' Bro
Tadinya Jongin masih membuntuti Sehun, tapi sekarang sudah tidak. Jongin kepincut dengan namja imut, mungil, mata belok yang sering digodainya di sekolah. Barusan si imut lewat juga, Jongin tak kuasa menahan hasrat untuk menggodanya.
"Kyungsoo, kau baru pulang dari salon?"
Walau Kyungsoo itu imut bukan berarti dia gila salon.
"Tidak"
"Habisnya kau terlihat fresh sekali. Lebih keren dari sebelum sebelumnya". Ooo, Jongin menggombal ceritanya.
Kyungsoo mendengus, tapi maklum. Memang begitu hari-harinya disekolah. Jongin terus saja menggodanya. Kalau Jongin suka Kyungso, kenapa tak menembaknya saja? Kalau mereka pacaran, walau digoda ribuan kali Kyungsoo tak akan mendengus dengus saja. Kyungsoo pasti akan menanggapi godaan Jongin. Dengan syarat kalau Jongin diterima Kyungsoo.
"Bajumu kenapa basah?", tanya Kyungsoo yang walau sering risih digoda Jongin, tapi masih menunjukkan respon padanya.
"Hujan lokal, Kyung". Kyungsoo sudah menduga itu pasti karena Jongin membuat masalah dengan orang sebelum ini. Dan balasannya dia diguyur air. "Apa kau sibuk setelah ini?"
"Ya, aku ada janji dengan Suho hyung"
"Setelah janjimu selesai dengan Suho hyung, kau masih sibuk?"
"Ya, aku akan mengerjakan tugas matematika dengan Minseok"
"Dan setelahnya?", tanya Jongin masih berharap.
"Setelahnya pasti sudah malam, aku harus tidur"
"Kalau besok pagi?"
"Besok kita ada sekolah", jawab Kyungsoo.
"Kalau begitu kita berangkat sekolah bersama". Jongin gila, sudah jelas rumah mereka beda arah dari sekolah. Mana rumah satu sama lain jauh juga, masih mau mengajak Kyungsoo berangkat sekolah bersama. "Aku jemput di rumahmu?". Jongin lupa caranya berfikir mungkin. Dia kesekolah saja naik bus, kadang naik taxi, kadang menumpang mobil Kyuhyun. Kalau dia mau menjeput Kyungsoo, memangnya Kyungsoo mau diajak Jongin naik bus?. "Kau mau ke rumah Suho hyung kan?"
"Iya"
"Kan rumah Suho hyung jauh, naik taxi saja. Nanti kau lelah!". Jauh apanya? Rumah Suho tiga blok saja dari sini. Biasanya Kyungsoo juga jalan kaki saat ke rumah sepupunya itu. "TAXI!", panggil Jongin pada taxi yang kebetulan jalan melambat didekat mereka. Kyungsoo digiring masuk ke dalam taxi, lalu Jongin bicara pada sopir taxinya kemudian membayarnya lebih. "Kyung, jangan lupa besok pagi. Aku akan menjemputmu. Bye, Kyungsoo!"
"Bye!", sahut Kyungsoo tak tahu lagi apa yang harus dia katakannya untuk Jongin.
Taxi yang membawa Kyungsoo sudah pergi. Hanya ada Jongin masih berdiri di tempat yang sama sambil memandang jauh kearah taxinya berjalan. Jongin harus menyusun rencana untuk besok pagi, menjemput Kyungsoo lalu membawanya belok jalan. Kyungsoo diajakin bolos saja, diajakin belanja ke super marketnya atau diajakin makan di restorannya Kyuhyun. Sekalian malamnya menginap di hotel hyungnya itu. Wih asyik! Tapi membayangkan soal hotel dan menginap, Jongin jadi teringat Sehun. Tadi Jongin mengejar Sehun kan? Sekarang Sehun-nya mana?
Jongin menoleh kanan kiri, tak ada Sehun dimanapun. Padahal Jongin cuma bicara sebentar dengan Kyungsoo, Sehun sudah lenyap begitu saja dari pandangannya.
"Sehun!", panggil Jongin. Siapa tahu Sehun menungguinya disekitar situ. "Sehun!". Tak ada balasan, berarti Sehun sudah pergi.
Cari kemana lagi sekarang? Jongin tak pandai mencari jejak sedangkan didepan situ ada simpang empat yang jelas akan membingungkan Jongin untuk mencari Sehun.
Lil' Bro
Karyawan KK Mart berkumpul, dari SPG sampai manager. Mereka ingin melihat bos-nya membawa namja baru ke super market. Sebagian heran, padahal Kyuhyun sudah punya Siwon, masih juga mau dengan yang lain. Dasar orang kaya itu susah untuk setia. Giliran ada yang bening-bening dikantongin semua, terus bagian untuk mereka mana? Habis stok namja keren kalau orang-orang kaya maunya doble, triple kekasih. Kasihan orang miskin yang masih single dong!
"Tadi memang disini. Mana kutahu kalau setelah itu dia menyelinap keluar!", dalih Kangin menerangkan ketidakberadaan Jongin di KK mart cabang ini.
"Terus aku harus cari dia kemana sekarang?", tanya Kyuhyun sebal. Kalau Jongin tidak ketemu disini jelas dia harus menemani Kibum mencari Jongin sampai ketemu.
"Telpon saja dia!"
"Jongin tak pernah mau mengangkat telpon dariku". Kangin tahu itu. Dia adalah salah satu orang yang tahu kronologi kehidupan keluarga Kyuhyun, termasuk kebiasaan Kyuhyun mengomeli Jongin. Patut kalau Jongin tak mau mengangkat telpon dari hyung-nya sendiri. "Pinjam handphone-mu!"
Kangin menarik handphone-nya dari saku celana dan menyerahkannya pada Kyuhyun. Selagi Kyuhyun menelepon Jongin dengan handphone-nya, Kangin memperhatikan namja yang dibawa Kyuhyun. Dari atas kebawah, kemudian keatas lagi. Orang yang dipandangi Kangin tak melihatnya, pandangannya sibuk kearah sekitaran super market luas dengan banyak orang sana sini memerhatikan padanya. Kangin curiga kalau Kyuhyun akan menyelingkuhi Siwon. Dari hasil pengamatan Kangin, namja dihadapannya itu punya tampang lumayan keren. Pantas kalau dijadikan selingkuhan. Sebagai teman Siwon, Kangin berkewajiban memberi nasehat pada Kyuhyun.
"Sudah selesai?", tanya Kangin saat Kyuhyun mengulurkan handphone-nya kembali. "Dimana dia sekarang?"
"Di hotel". Tadi Kyuhyun mau tanya langsung keberadaan adik Kibum, tapi buru-buru Jongin menutup sambungan ketika tahu Kyuhyun menelepon dengan nomor Kangin. Berarti perjalanan Kyuhyun dengan Kibum tambah jauh lagi. Letak hotel Kyuhyun yang cabang Seol kan ada di pusat wisata, tempatnya jauh dari super market ini. "Hyung, aku langsung kesana saja", pamitnya pada Kangin. "Urusi anak buahmu, jangan biarkan mereka bergerombol seperti itu!", perintah Kyuhyun yang ternyata sempat memperhatikan karyawannya.
"Itu kan gara-gara kau", Kyuhyun mengernyit. "Kau membawanya kesini? Siapa dia?", tanya Kangin lirih, mirip bisik-bisik sambil menunjuk Kibum dengan dagunya. Kyuhyun memperhatikan Kibum, kemudian beralih pada karyawannya. Iya, itu yang tadi dikhawatirkan Kyuhyun. Jaman sekarang banyak orang matanya jelalatan kalau melihat orang keren. Tidak namja, yeoja-pun sama. Berlama-lama disini, Kyuhyun jadi berasa dikelilingi puluhan Dasom, pembantu genitnya itu. "Kau harus hati-hati, Kyu. Hindari perselingkuhan, ingat kau sudah punya Siwon!", tuturnya lebih lirih dari sebelumnya.
"Terserah aku!", katanya yang kemudian mengkode Kibum untuk mengikutinya.
"Oppa, itu tadi siapanya si Bos?", tanya Bora setelah Kyuhyun keluar super market dan anak buahnya kembali bekerja. "Lebih keren dari Tuan Choi", pujinya. Bora pintar menilai orang. Baginya namja berpakaian kasual lebih keren dari pada yang berpakaian formal. Jaket kulit itu lebih keren dari pada jas sutra.
"Mana kutahu?", jawab Kangin acuh. "Tapi ngomong-ngomong soal keren, aku lebih keren dari mereka. Kau saja yang tak pernah sadar"
Walau Kangin bisa lebih keren dari semua orang, Bora tak sudi mengakuinya. Dia lebih memilih tak pernah sadar untuk mengakui Kangin keren. Lebih baik dia kembali bekerja, dari pada harus berlama-lama dengan Kangin.
Setelah jalan lagi setengah jam. Kyuhyun mengendarai mobilnya dan Kibum menguntit dengan motor dibelakangnya, mereka sampai di hotel milik Kyuhyun. Di depan lobby, mereka disambut oleh Donghae yang kelihatannya akan keluar kantor lebih cepat.
"Kenapa kau kembali kemari?", tanya Donghae heran sekaligus menyayangkan. Padahal dia mau pulang sejam lebih cepat. Walaupun Kyuhyun itu sahabat Donghae, dia tetap bos di hotel ini. Donghae mau tak mau harus patuh pada Kyuhyun.
"Cari Jongin. Dimana dia sekarang?"
"Tidak lihat", jawab Donghae singkat. Matanya kan sedang fokus ke belakang Kyuhyun. Ada namja tampan dibawa sahabatnya itu ke hotel. "Siapa, Kyu?", tanyanya sambil memandangi si tamu. "Hi!", sapanya langsung pada Kibum.
"Hn!", balas Kibum.
"Aku Donghae, temannya Kyuhyun!". Donghae mengacuhkan Kyuhyun dan lebih memilih berkenalan dengan Kibum.
"Kibum!". Kibum menyambut uluran tangan Donghae.
"Namanya keren, seperti orangnya!". Kyuhyun mau menginterupsi, nama Kibum itu pasaran tidak ada keren-kerennya, tapi tak ada kesempatan. "Kau sedang butuh bantuan?"
"Ya, aku mencari Kai"
"Kai? Aku tak tahu. Tapi aku bisa membantumu mencarinya".
Donghae hampir menggandeng tangan Kibum setelah Kibum menyetujui bantuannya tadi. Kyuhyun saja yang membuatnya mengurungkan niat, Bos sekaligus temannya itu memelototinya. Entah yang keberapa kalinya Kyuhyun melotot untuk satu hari ini. Mau bagaimana juga, orang disekitarnya membuatnya gerah semua. Kyuhyun tak tahan melihat orang orang yang dikenalnya bertingkah binal hanya karena Kibum. Seperti mereka tak pernah lihat orang keren saja. Tapi kalau melihat Kyuhyun sendiri, sebagian pegawainya acuh saja. Kalaupun ada sebagian lagi lebih memilih menunduk takut, Apa selama ini Kyuhyun kurang keren sebagai bos?
Donghae berjalan bersebelahan dengan Kibum, sedangkan Kyuhyun dibiarkannya menguntit dibelakang mereka. Donghae mengajak kibum mengitari hampir setiap ruang di hotel dan resto milik Kyuhyun. Dia sepertinya bukan berniat mau membantu Kibum untuk mencari Jongin. Ini lebih sepeti mengambil kesempatan berlama-lama dengan Kibum. Donghae melakukan tour kecil untuk Kibum, berlagak bak pemandu wisata memperkenalkan seluruh tempat yang mereka kunjungi. Bahkan Donghae berhasil meminta Kibum bertukar nomor handpone dengannya. Dan kyuhyun dilupakan dibelakang mereka.
Jadi pengikut Donghae dan Kibum, lama-lama Kyuhyun jadi bosan. Tahu kalau dia akan dilupakan keberadaannya, mendingan dia tak usah mengikuti mereka tadi. Keikut sertaan Kyuhyun dalam tour kecil Donghae jadi tak ada gunanya. Dia menyerah, biar Donghae saja yang mengambil alih Kibum.
"Hae!", panggil Kyuhyun menghentikan Donghae dan Kibum bicara berdua. "Aku tunggu didepan saja, kau temani dia cari Jongin!", putusnya.
"Kenapa?"
"Kau saja bisa membantunya, kenapa juga aku harus ikut?"
"Terima kasih!", Donghae diserah terimai tugas malah berterima kasih. "Kau memang teman yang baik. Kau tahu saja kalau aku butuh berduaan dengan Kibum. Aku mau mendekati dia, siapa tahu jodoh", bisiknya lebih dekat dengan Kyuhyun.
Kyuhyun jadi makin gusar. Kenapa sifat Dasom menular ke banyak orang? Apa spesialnya Kibum sampai orang-orang disekitarnya mau berlama lama dengannya?
"Tidak jadi". Kyuhyun menarik kata-katanya. "Aku akan mengantarnya sendiri. Kembali bekerja sana!"
"Kenapa lagi kau ini?", protes Donghae. "Aku saja yang mengantarnya. Kau kan bos, kerjaanmu cuma duduk diam sambil memeriksa berkas di ruanganmu. Masalah seperti ini serahkan padaku!"
"Aku bos kan?", Donghae mengangguk. "Kusuruh kau kembali bekerja!", perintah Kyuhyun yang seketika itu juga mengkode Kibum untuk mengikutinya. "Menurut atau kupecat kau!", ancam Kyuhyun sambil menarik Kibum menjauhi Donghae
Donghae diancam Kyuhyun agar tak mengikutinya dan Kibum. Kalau Kibum sendiri tak ambil pusing tentang perdebatan dua sahabat itu. Tujuannya mencari Kai, siapa saja yang akan menunjukkan Kai padanya, dia akan ikut.
Kyuhyun mengajak Kibum untuk masuk ke dapur resto bersamanya. Dia baru ingat kalau tadi pagi seorang staff dapur memberitahunya tentang beberapa resep baru yang akan ditambahkan ke menu resto. Rencananya makanan itu akan dijual di restoran sekitaran tempat wisata yang banyak backpacker datang ke sana. Makanannya akan sangat sederhana, porsinya besar, rasanya enak tapi harga miring. Kyuhyun sudah dapat undangan chef resto untuk mencoba makanan tersebut, kemudian atas ijinnya akan segera dimasukkan ke daftar. Kyuhyun mengajak Kibum ke dapur dulu, mencari Jongin sekalian memenuhi undangan chef-nya.
"Kyunie!", teriak seorang namja yang memakai baju chef sambil melambai-lambai padanya. "Sini sini!", pintanya dari dalam dapur paling ujung.
Chef-nya namanya Ryeowook. Dia amat kekanakan, kebanyakan tersenyum dan menyebalkan menurut Kyuhyun. Yang menyebalkan itu adalah saat dia memanggilnya Kyunie. Kyuhyun bos disini, mana ada bos dipanggil seperti anak kucing begitu. Ryeowook sudah sering ditegurnya tapi tak mempan. Kyuhyun juga tak sanggup memecatnya, pasalnya Ryeowook jago memasak. Dan semua staff dapur terlanjur suka bekerja dibawah perintah Ryeowook.
Saat Kyuhyun tiba dihadapan Ryeowook, dia segera disodori seporsi besar makanan. Ryeowook juga menjejalkan sendok ke tangan kanan Kyuhyun. Ryeowook mau Kyuhyun mencoba masakan barunya.
"Ini Kimchi beryani. Masakan India yang bumbunya kusesuaikan dengan lidah orang korea.", terang Ryeowook semangat. "Dari beras basmati yang direndam selama kurang lebih 30 menit lalu dimasak dengan bay leaves, cardamom dan sedikit garam". Kyuhyun tak paham, dia kan cuma tahu makan. Kalau dijelaskan apa bahan-bahannya, dia iyakan saja. "Kari-nya kubuat dengan kimci, sudah kusesuaikan rasanya. Saat dicampur, akan jadi seperti ini. Ayo coba!"
Kyuhyun menyendok sedikit, memasukkan kemulutnya, kemudian mengangguk-angguk. Ini adalah makanan aneh kesekian yang dibuat Ryeowook dan harus dicicipinya, makanya dia juga menampakkan reaksi sama saat memakannya. Bagi Kyuhyun setiap makanan baru yang dibuat Ryeowook rasanya tidak enak, tapi entah kenapa selalu laris manis di restorannya. Atau memang selera orang-orang itu tidak sekelas dengan Kyuhyun.
"Bagaimana?"
"Ini pedas, tampilannya buruk dan terlalu banyak". Ryeowook murung mendengnya, "Tapi kau boleh membela diri!"
"Proposal yang kuberikan padamu sudah kau baca?", Kyuhyun mengangguk. "Korea itu dingin, Kyu. Makanan seperti ini akan lebih disukai kalau rasanya sedikit pedas. Ini difokuskan untuk para backpacker, jadi harga terjangkau dan porsi banyak". Lagi pula nasi beryani selalu berporsi besar. Kyuhyun harusnya pergi ke restoran India juga, bukan hanya restoran Francis atau Itali biar dia tahu makanan di dunia ini banyak macamnya.
"Aku tidak baca bagian itu", dalihnya. "Lagi pula aku bukan backpacker, cari saja backpacker untuk mencicipinya!", usul Kyuhyun.
"Aku boleh coba?", Ryeowook langsung sumringah. Diambilkan sendok baru dari tempatnya, diserahkan langsung pada Kibum. "Kadang aku traveling juga. Dan aku tidak pilih-pilih soal makanan".
Ryeowook menggeser piring dari hadapan Kyuhyun ke depan Kibum. Dia terlalu antusias, memandangi Kibum menyedok nasinya kemudian melahapnya sesendok besar. Ryeowook sampai harus merasa deg deg gan menunggu komentar dari Kibum. Setelah sesendok, Kibum belum merespon, dia menyendok lagi, lagi dan lagi sampai habis. Ryeowook sampai ingin bertepuk tangan karena melihat lahapnya Kibum makan. Dia selalu senang kalau makanan buatannya dihabiskan, tandanya makanannya enak.
Setelah habis dan menggembalikan piring pada Ryeowook, Kibum baru mengangguk-angguk.
"Ini lebih dari enak". Kyuhyun mencibir Kibum secara kasat mata. Enak, enak apanya? Rakus baru iya. "Rasa dan porsinya pas. Kalau harganya juga terjangkau, aku yakin akan laris", tambahnya yang ditanggapi Ryeowook dengan senyum lebar. "Kau pintar memasak!"
"Terima kasih! Eh, siapa namamu?"
"Kibum!"
"Aku Ryeowook". Ryeowook segera meletakkan piring kosong ditangannya dan memaksa menjabat tangan Kibum. "Kibumie, aku punya banyak makanan. Kau mau mencobanya kan?"
"Tidak, tidak. Dia harus segera pergi", larang Kyuhyun. "Kita ada urusan lain"
"Sebentar saja, Kyu!"
"Aku memang ada urusan!", tambah Kibum.
"Urusanmu nanti dulu. Kyunie akan membantumu menyelesaiakan urusanmu. Ayolah ayolah!", pinta Ryeowook sambil mengiba.
Kyuhyun masih terus menolak, tapi kemudian kalah karena Kibum mengangguki permintaan Ryeowook. Ryeowook keburu menarik Kibum ke bagian lain dapur. Resep-resep baru yang dipraktekkan disuguhkan pada Kibum. Kibum-pun tanpa mau mengecewakan Ryeowook memakan apapun yang diberikan padanya. Bagi Kibum, semua yang dimakannya itu enak. Bagi Ryeowook, apa yang dibilang Kibum enak adalah bukti kesuksesaan disetiap masakannya. Tapi bagi Kyuhyun, Kibum dan Ryeowook adalah duo gila makanan yang perlu dijauhinya.
"Kau tak bilang punya kenalan se-ganteng itu?". Kyuhyun sedikit terkejut dan ternyata ada Donghae disampingnya. Tidak Dasom, tidak Donghae sudah diusir masih saja tak mau pergi. Benar-bena sialr, kekuasaan Kyuhyun sebagai bos suda mulai tak dianggap.
"Siapa?"
"Kibum lah, siapa lagi?"
"Dia bukan kenalanku", jawabnya ketus.
"Aku tanya Kibum, kau jawab ketus begitu. Kau takut aku merebutnya darimu ya?", Donghae meletakkan tangannya dipundak Kyuhyun. "Kalau boleh kusarankan, lebih baik kau setia pada Siwon saja. Lepaskan Kibum dari pada nanti terjadi pertengkaran"
Baru sebentar jalan dengan Kibum, sudah ada dua orang mengira Kibum selingkuhannya. Memang tampang Kyuhyun itu seperti namja suka selingkuh apa? Kyuhyun sudah cukup punya Siwon, dia tak akan cari yang lain. Lagi pula dia tak suka Kibum. Menurutnya Kibum itu sombong, tak menghargai Kyuhyun dan nama Kibum juga pasaran.
"Apa maksudmu?"
"Jangan maruk!". Kyuhyun mengernyit. "Berbahagialah dengan Siwon dan relakan Kibum denganku"
"Kau pikir aku sudi dengannya?", bela Kyuhyun. "Dari segi manapun, Siwon jauh lebih baik darinya. Aku tidak berselingkuh dengannya ya. Kenal saja tidak". Kyuhyun dan Donghae memerhatikna interaksi Ryeowook dan Kibum, satunya makan seperti tak ada kenyang dan satunya memperhatikan seperti orang bodoh. "Yang seperti itu kau bilang ganteng?"
"Itu menandakan Kibum adalah namja yang penerima. Bayangkan kalau jadi istrinya Kibum, tak bisa masak enak-pun Kibum tetap mau menerima. Lagi pula melihat Kibum yang makan lahap begitu dia kelihatan manis sekali"
"Rakus, bukan manis!"
"Terserah kau mau berdalih seperti apapun, aku akan mengadu pada Siwon kalau kau tak segera melepas Kibum". Donghae salah paham, dia kira Kyuhyun benar-benar berselingkuh dengan Kibum.
Lil' Bro
Jongin sudah menyusuri dua arah perempatan tadi saat ditelpon Kyuhyun. Dia berdalih berada di hotel, padahal dia asal ceplos. Jongin sedang buru-buru, kalau tak cepat nanti Sehun keburu jauh, tak terkejar kemudian hilang lagi tak tahu rimbanya. Jongin sudah kembali ke titik awal perempatan dan sekarang sedang menyusuri rute terakhir tapi Sehun belum ketemu juga. Saat ini ada seorang yeoja cantik berpapasan dengannya, kontan Jongin menghentikan langkah yeoja itu, dia bukan tertarik seperti saat melihat Kyungsoo tadi, tapi Jongin ingin bertanya saja.
"Noona, saat dari sana tadi kau lihat Sehun?", si yeoja menggeleng. "Sehun, yang tinggi, ceking dan putih itu?", si yeoja menggeleng lagi. "Sehun tadi pakai sweater biru dan mantel hitam". Si yeoja lagi-lagi menggeleng. "Jadi kau tak lihat, ya sudah terima kasih"
Yeoja yang diberhentikan Jongin kembali berjalan pergi. Jongin juga melanjutkan berjalan menyusuri rute terakhir itu. Dia sudah bertekad akan minta maaf pada Sehun sampai dimaafkan. Dia juga bertekad ingin membuktikan kebenaran Sehun itu transgender atau bukan. Kalau memang iya dia akan bertekad lagi menyuruh Sehun agar tak hamil anaknya.
Ada tiga orang yang sudah ditanyai Jongin, si yeoja cantik tadi, seorang kakek yang sedang membawa cucunya jalan-jalan dan terakhir adalah pak Pos yang baru pulang tugas. Ketiganya sama-sama tak tahu tentang Sehun, atau Jongin yang tak tahu cara bertanya? Memangnya Sehun itu anak presiden, sampai semua orang harus tahu tentangnnya? Jongin juga mencoba masuk gang kecil disekitaran jalan itu. Awalnya takut, takut setengah mati malahan. Untungnya dia bisa bernafas lega setelah di gang itu tak ada preman seperti yang ditakutkannya selama ini. Tak untungnya, apa yang dicari Jongin tak ada di gang itu juga. Tapi bukan Jongin namanya kalau menyerah sampai disini, dia terus menyusuri jalan itu setidaknya sampai hari benar-benar gelap.
Setelah berjalan kira-kira satu kilometer, Jongin melihat sekelebat perawakan Sehun dikerumunan halte bus. Seperti yang digambarkannya tadi, namja tinggi, ceking, putih, memakai sweater biru dan mantel hitam, itu sudah pasti Sehun. Akhirnya Jongin menemukannya juga. Jongin sudah amat gembira, tapi kemudian khawatir kembali. Kerumunan di halte bus tadi sebagian orangnya berdiri lalu mendekat hampir di tepian trotoar. Ternyata ada bus melintas di dekat Jongin, dan nantinya berhenti di halte mengangkut penumpang yang salah satunya Sehun. Sebelum Sehun naik bus itu, Jongin harus bisa mencegahnya. Jongin berlari kearah halte secepat yang dia bisa.
"HUNNNNNN!", teriak Jongin keras. "SEHUNNNNNNNN!", teriaknya lebih keras, sekeras dia memacu larinya. "SEHUUUUN, JANGAN NAIK! SEHUUUN, JANGAN PERGI!". Jongin berlari lebih dekat dengan halte, tapi semakin dia dekat sebagian orang yang berdiri tadi sudah terangkut semua dalam bus.
Bus melaju pelan setelah menutup rapat pintunya. Jongin memacu larinya lebih cepat, dia tak peduli badannya lelah, dia tak peduli kakinya sakit, dia juga tak peduli nafasnya habis, yang terpenting adalah mengejar bus itu. Jongin akan menghentikan bus-nya, menyuruh Sehun keluar bersamanya atau dia yang ikut bus itu bersama Sehun. Tapi sial, Jongin lari cepat, bus-nya juga makin cepat. Padahal Jongin sudah teriak-teriak agar bus-nya dihentikan. Supirnya pasti tuli, sampai tak mendengar teriakan keras Jongin.
"SEHUUUN! SEHUN, BERHENTI!", pintanya keras sambil mengejar bus walau sudah melewati halte.
Orang-orang dihalte memandang takjub plus aneh melihat Jongin. Sudah banyak yang mengira Jongin sedang mengejar kekasihnya. Tapi ada juga yang berfikir Jongin memanggil nama supirnya, karena nama Sehun itu terdengar ambigu. Sehun itu nama kekasihnya atau nama supir bus-nya.
"SEHUUUN! SEHUUUN! SEHUUUN!", teriak Jongin mirip lolongan srigala memanggil kawanannya. "SEHUUUN, TURUN! JANGAN TINGGALKAN AKU, HUN! JANGAN PERGI!". Bus-nya sudah jauh, sudah tak bisa dikejar. Jongin juga sudah memutuskan berhenti berlari, tapi belum berhenti berteriak. "AKU TAHU AKU SALAH, HUN. TAPI AKU AKAN JELASKAN. SEHUUUN, AKU MINTA MAAAAAF!", teriak Jongin hampir dipenghujung energinya. "SEHUUUUUUUUUUUUUN!", teriaknya sekencang mungkin menumpahkan tenaganya yang tersisa untuk sekedar mendramatisir suasana.
Adegan barusan jadi mirip drama Korea. Si yeoja terlihat naik bus, si namja datang terlambat dan tak bisa menghentikan bus-nya. Si namja akan teriak sekencang Jongin tadi untuk membuktikan bahwa dirinya cinta. Setelah itu si namja akan berjalan lunglai tak bertenaga untuk kembali ke halte dan ternyata si yeoja masih berdiri di halte yang sama. Tapi di kisahnya Jongin sepertinya Sehun sudah terangkut bus tadi. Lagipula Sehun kan namja, eh, mungkin transgender, jadi tidak cocok kalau disamakan dengan drama Korea.
Tadinya orang-orang dihalte iba dengan tragisnya kisah Jongin, tapi mengingat ada banyak drama Korea punya setting yang sama seperti itu, mereka segera menghapus rasa iba-nya. Bosan selalu melihat adegan yang itu-itu saja, terlalu pasaran. Saat Jongin sudah berbaur di halte, tak ada satu orangpun yang respek dengannya.
"Padahal aku sudah mengaku salah", tutur Jongin lebih kepada dirinya sendiri. "Aku juga sudah minta maaf, tapi kenapa? Kenapa Sehun mengacuhkanku?", tuturnya lagi.
Ada seorang di dekat Jongin yang memperhatikannya, saat Jongin akan memandang balik, orang itu buru-buru menoleh kearah lain. Jongin tak ambil pusing, dia memilih memandangi trotoar dibawahnya.
"Sehun!", gumamnya makin lirih. "Sehun!"
Orang di sebelah Jongin memperhatikan lagi. Tapi saat Jongin menoleh untuk memastikan, orang itu kembali ke posisi semula. Dan Jongin juga mengabaikan hal itu lagi.
"Sehun, harus bagaimana sekarang?"
Jongin memberi jeda sebentar, tapi kemudian dia menoleh kilat. Orang di dekat Jongin akhirnya tertangkap basah memperhatikannya. Orang itu tersenyum lebar saat dipandangi balik oleh Jongin. Dia kemudian menepuk lengan Jongin, menyuruh Jongin untuk sabar menunggu bus selanjutnya. Dia menyarankan Jongin naik bus selanjutnya lalu berhenti ditempat Sehun biasa berhenti dan nanti pasti ketemu lagi dengan Sehun-nya.
"Aku menidurinya, ahjussi", terang Jongin. "Dia tak mau memaafkanku!"
Permasalahan Jongin ternyata mirip dengan permasalahan orang di dekat Jongin itu. Masa mudanya dulu dia juga meniduri kekasihnya. Awalnya kekasihnya marah, tapi lama-kelamaan mereka jadi sering melakukannya. Maklum, Korea kan dingin. Kalau sedang berdua dalam keadaan hawa dingin bawaannya ingin menjurus kesana terus. Itu awalnya, tapi di akhir-akhir kekasih orang itu bertingkah seperti Sehun yang baru diceritakan Jongin. Usut punya usut ternyata kekasih orang itu hamil. Jalan satu satunya adalah menikahi kekasihnya. Sekarang mereka resmi jadi suami istri, malah sudah punya dua anak.
Jongin mengangguk angguk saat mendengar cerita dan diberi saran orang disebelahnya. Masalahnya Jongin tak ingin menikah, tak ingin punya anak. Kalaupun harus menikah, itu nanti kalau dia sudah dewasa dan Kyuhyun tak mau lagi mengurusnya. Tapi dia tak mau dengan Sehun. Dia harus menikah dengan yeoja cantik, seksi, pintar dan kaya. Kalaupun nanti dia mau menikah dengan namja, Jongin mau namja yang seperti Kyungsoo atau Kyungsoo saja juga boleh.
"Istriku sangat menakutkan kalau sedang marah. Dulu aku berpendapat kalau dia itu jelek, tidak seksi dan bodoh. Seiring berjalannya waktu, pandanganku berubah. Istriku itu cantik, walau tidak rupanya yang cantik tapi hatinya cantik. Dia juga seksi, dan hanya aku yang tahu itu. Istriku adalah orang terpandai di dunia. Dia mampu mengatur segala yang ada di rumah kita, mengurusiku, anak-anak kami dan mengurus semua kebutuhan rumah. Aku cukup bekerja, kuberi dia uang dan dia akan me-manage semuanya. Bukankah itu hebat?". Jongin cuma mendengarkan tanpa mampu berkomentar. "Sekarang aku tahu alasan dia terlihat galak saat marah-marah, itu agar kami terbiasa melakukan hal yang benar dan tak lagi mengulang kesalahan. Jadi jangan buat dia kesal, kuncinya adalah cinta"
Cinta? Jongin bukan tak kenal kata itu. Jongin juga tak merasa tabu, tapi untuk ukuran Jongin, cinta belum waktunya. Kalau mengkaji ulang cerita orang di dekatnya, Jongin senang saja seumpama semua itu benar. Sehun akan jadi cantik, dia akan jadi seksi juga. Kalau soal pintar, Sehun juga sudah pintar. Kekayaan juga bukan masalah dihadapan Jongin. Jongin punya setengah harta dari yang ditinggalkan orang tuannya dan itu lebih dari cukup untuk menghidupi Sehun dan anak-anaknya kelak. Tapi... Sehun? Bisa tidak jadi seperti yang dikatakan orang di dekatnya ini? Walau bagaimanapun Jongin takut sehun.
"Percayalah pada dirimu sendiri!", tutur orang itu sambil kembali menepuk lengan Jongin. Tidak dituturkan juga Jongin sudah terlalu percaya diri. Hanya saja masalah yang dihadapi Jongin itu Sehun, orang yang ditakuti Jongin beserta kawan-kawannya. "Datanglah padanya lalu bertanggung jawablah!", kata orang itu bersamaan bus berikutnya datang.
Orang di sebelah Jongin tadi naik. Jongin juga diajak naik tapi dia menolak. Dia berdalih akan memikirkan saran barusan setelah itu akan mendatangi Sehun. Setelah kepergian bus tadi, suasana sedikit sepi. Ada beberapa orang belum naik, tapi sebentar kemudian datang lebih banyak orang untuk mengantri bus.
"Sehun jadi cantik? Sehun kan namja". Jongin berpikir lagi. "Sehun jadi seksi? Sehun itu ceking mengarah ke kerempeng. Nutrisi makanannya semua masuk ke otak, makanya otaknya hebat tapi ototnya lemah". Jongin masih berpikir. "Sehun jadi..."
SROOOOTTTT
Pemikiran Jongin terputus mendengar suara barusan. Dikeramaian halte, masih ada orang mengeluarkan suara demikian. Tidak malu apa?
"Sehun kan galak? Eh, tidak. Dia pasti cuma pura-pura galak", kata Jongin masih berbicara dengan diri sendiri. "Sehun transgender? Hiiiiiiii!", Jongin bergidik.
SROOOOTTT
Terdengar suara itu ulang. Harusnya kalau minumannya sudah habis, cepat dibuang jangan main sedot-sedot menimbulkan bunyi menjijikan seperti itu. Anak-anak memang seperti itu kalau tak ditemani orang tuanya.
"Sehun hamil?". Yang ini Jongin merasa takut. Kalau saja Jongin dapat kesempatan mengulang, dia akan memberikan jus jeruk itu pada Kyungsoo atau siapapun yang keren di sekolahnya. Kalaupun Jongin menidurinya, lalu hamil, lalu harus tanggung jawab dan menikahinya, Jongin siap-siap saja.
SROOOOTTT
Jongin menghela nafas karena merasa terganggu. Dia menoleh untuk menegur anak kecil yang dengan lugunya bertingkah memalukan di depan umum. Kasihan orang tuanya kalau dianggap tak becus mengajari anaknya tata krama di depan umum.
Saat Jongin memfokuskan pandangannya ke bangku halte, dia melihat sosok tinggi, ceking, putih, bersweater biru, berjaket hitam bernama Sehun. Sehun sedang minum bubble tea rasa rumput laut milik Jongin tadi ternyata. Mata Jongin membola, pemikirannya tadi lenyap digantikan euforia ketemu Sehun.
"SEHUN? HAHAHAHAHAHA", tawa bodoh kesenangan dari Jongin. "KAU SEHUN? KAU BENAR SEHUN?", tanyanya melebihi kebodohan sebelum-sebelumnya. Sudah pasti itu Sehun, pake tanya dengan nada tinggi pula?
Jongin menghampiri Sehun. Dia segera berlutut di depan Sehun kemudian memegangi tangannya yang masih memegang gelas bubble tea kosong. Dia mengabaikan orang-orang ramai memandanginya.
"Jadi kau tak meninggalkanku, Hun? Kau baik sekali", kata Jongin memuji Sehun. "Sehun, Sehun. Aku tak masalah kau asli namja atau transgender. Aku juga tak masalah kalau kau hamil anakku, nanti akan kuminta Kyuhyun hyung yang merawatnya. Kita masih bisa sekolah lagi, kita masih bisa se-gank lagi. Nanti ku ajak kau main ke game center dengan teman-teman", tutur Jongin semangat. "Sehun, Sehun. Ayo ikut aku dulu, ku kenalkan dengan Kyuhyun hyung!"
Kira-kira reaksi apa yang pantas diberikan Sehun untuk Jongin?
Lil' Bro
"Aku harus segera menyeret pembawa petaka itu pergi dari sini!"
Donghae mau mendebat peryataan Kyuhyun barusan. Kyuhyun sudah tertanggkap basah selingkuh terus saja berpura-pura. Tapi saat Donghae hendak bersuara, staff dapur malah berdatangan. Mereka akan briefing sore bersama kepala chef sebelum pulang.
"Selamat sore, Bos!", sapa seseorang yang jalan paling depan. Beberapa lainnya cuma mengangguk dan menunduk didepan kedua atasan mereka itu.
"Selamat sore!", jawab Kyuhyun dan Donghae hampir bersamaan.
Kyuhyun niatannya mau menyeret Kibum keluar dari dapur resto-nya. Tapi keinginannya terbengkalai saat satu persatu staff resto diperkenalkan Ryeowook pada Kibum. Semuanya menunduk nuduk hormat, tapi setelah berinteraksi sebentar dengan Kibum, staff dapur malah bercanda tawa setelahnya. Dari tempat Kyuhyun dan Donghae berdiri, sepertinya Kibum tidak mengatakan hal yang lucu, Kibum juga tak tampak tersenyum, tapi staff-nya tertawa. Ryeowook mengepalai staff itu untuk tertawa juga.
Mengabaikan kegiatan Kibum dan karyawannya, Kyuhyun segera mendatangi kerumunan mereka. Dia merebut piring yang dipegang Kibum dan mengalihkannya pada seorang staff.
"Kita pulang sekarang!", kata Kyuhyun mengomando Kibum.
"Pulang kemana?".
Tu kan, Kyuhyun salah ucap. Kenapa dia harus mengajak Kibum pulang? Donghae dan karyawannya ada disini, makin meyakinkan kalau Kyuhyun ada hubungan dengan Kibum. Memang di hotel dan resto-nya, tak ada karyawan yang tahu dia punya kekasih, karena tak pernah sekalipun mengajak Siwon ke hotel dan resto-nya. Tapi Donghae tahu, si ikan itu akan membenarkan kalau dia berselingkuh dengan Kibum. Martabat bersih Kyuhyun tercoreng, sekarang.
"Kyu, Kibum belum selesai makan", kata Ryeowook tak rela Kibum dibawa pulang Kyuhyun. Dia mau pamer semua resep yang pernah dibuatnya pada Kibum.
"Makananmu lulus uji. Minggu depan mulailah menjualnya!", kata Kyuhyun cepat-cepat. Dari pada dia malu berlama-lama disitu, dia putuskan menarik Kibum keluar dari dapur. Tapi Donghae masih menguntit mereka.
"Kyu!", panggil Donghae setelah mereka sampai diparkiran.
"Apa? Kembali bekerja, Hae!", perintah Kyuhyun masih sambil membawa Kibum menjauh.
"Jam kerja habis". Kyuhyun lupa itu. "Kau mau bawa Kibum kemana?"
"Terserah aku!"
"Kibum, jangan mau dibawa-bawa Kyuhyun!", Donghae masih berusaha mencegah mereka pergi. Tak bisa lewat Kyuhyun, dicobanya lewat Kibum. "Kibum, dengarkan aku!"
Kyuhyun langsung berhenti, berbalik arah dan langsung menghadapi Donghae. Kibum ikut serta, kali ini dia mulai mengatisipasi kalau-kalau Kyuhyun dan Donghae berkelahi. Saat Kibum tinggal di Jeju waktu itu juga terjadi hal sama seperti ini. Awalnya Kibum tak ambil pusing toh tak merugikannya juga. Tapi setelah diberi tahu bahwa dua orang yang berkelahi itu karena Kibum, tentu Kibum terkejut. Dia tak ada masalah dengan keduanya, tapi kenapa dia jadi penyebabnya? Tapi ternyata jawabannya sepele, dua orang itu berebut ingin memiliki Kibum. Apa sekarang dua orang ini juga akan berebut memilikinya?
"Kau mau bicara apa dengan Kibum?", tanya Kyuhyun garang ke arah muka Donghae. Padahal tadi Donghae berani, tapi mendapati Kyuhyun memasang tampang sedemikian, nyalinya menciut. "Katakan padaku!"
"Kalian sedang apa?", tanya Kibum memecah situasi. "Sudahlah, aku ikut kau pulang saja. Siapa tahu Kai sudah ada di rumahmu!". Kyuhyun masih bergeming didepan Donghae. Kibum mengajaknya pergi, tapi tak ada jawaban. Kemudian dia menarik tangan Kyuhyun dan baru Kyuhyun meluluh lalu mengikutinya pergi. "Hae, aku pergi dulu!", pamitnya pada Donghae.
"Nanti malam, aku boleh meneleponmu?", tanya Donghae setelah ketakutannya mereda.
"Kalau aku tak sibuk, pasti akan ku angkat!"
Tadinya Kibum yang diseret Kyuhyun, sekarang sebaliknya. Kyuhyun sebenarnya tak akan mungkin bertengkar dengan Donghae, awal-awal memang selisih pendapat tapi tak akan sampai berlarut-larut. Donghae masih karyawannya Kyuhyun walau merangkap jadi sahabat, jadi mana berani Donghae mengajak Kyuhyun bertengkar. Kibum kan belum pernah melihat interaksi Kyuhyun dan Donghae sebelumnya, jadi cuma dengan jalan memisahkan merekahlah yang bisa dia lakukan.
Kyuhyun diantar ke mobilnya diparkir, lalu Kibum sendiri menghampirii motornya. Sayangnya saat hendak menyalakan mesin, Kibum mendapati ban motornya kempes. Andai ban motornya kempes di dekat bengkel-nya, dia bisa membenahinya sendiri. Tapi ini di hotel yang lokasinya saja Kibum baru tahu sekarang. Lalu untuk kesekian kali Kibum meminta tolong untuk ditumpangi Kyuhyun pulang, setidaknya sampai ditempat dia bisa mendapatkan taxi atau angkutan umum lain.
"Dasom, Jongin sudah pulang?", tanya Kyuhyun sambil menyetir sambil dia menghubungi Dasom. "Belum?". Kyuhyun menghela nafas. "Baiklah, kembalilah bekerja!"
"Kai belum pulang?", tebak Kibum yang duduk disamping Kyuhyun. "Kuberi nomor telponku, kalau adikmu pulang suruh dia meneleponku". Kyuhyun tidak merespon, tapi dia melirik saat Kibum mengambil pulpen dari lubang dashboard lalu menuskan nomernya di kerts alamat super market yang diberikan Kyuhyun padanya tadi. "Kalau kau butuh orang untuk mencicipi masakan restoranmu, kau juga boleh meneleponku", tambahnya sambil meletakkan kertas dan pulpennya dalam lubang tadi. "Donghae, Ryeowook dan sebagian staff dapurmu juga punya nomorku. Kalau kau butuh bantuan dapur tapi tak sempat telpon, suruh saja salah satu mereka meneleponku!"
Kyuhyun benar-benar merasa punya selingkuhan sekarang ini. Selingkuhannya punya posisi lebih kuat dimata karyawan restorannya dari pada pacar sungguhannya. Besok-besok, dia akan segera meluruskan bahwa sebenarnya dia tak ada hubungan apapun dengan Kibum.
"Kau rakus sekali dengan makanan?"
"Tidak juga. Aku lapar, dapat makan enak dan gratis, kenapa harus ditolak. Lagi pula Ryeowook memang pintar memasak. Dia juga menyuruh semua bawahannya hormat padaku seperti bos mereka sendiri"
"Kenapa bisa?"
"Karena Ryeowook mengenalkanku sebagai suamimu!"
Kyuhyun menginjak rem mendadak saat ini juga.
To be continue
See you soon!
