Because Of My Brother's Fault
Kyuhyun, Jongin, Kibum
Sehun, Siwon
Update ff sambil promosi.
Ada yang butuh kue buat lebaran? Atau untuk dimakan sendiri? Dipaketin untuk orang lain? Atau cuma mau disimpan di dalam lemari?
Gue yang produksi. Buatan gue. Eh, buatan temen gue, tapi gue bantuin masukin toples. Tanpa bahan pengawet, tanpa bahan pewarna buatan and tanpa perasa buatan. Yang paling penting lagi, tanpa obat perangsang.
Menurut gue kuenya T.O.P, karena gue yang jual.
Kalau berminat, boleh hubungin gue. Kalau nggak berminat, please tumbuhin minat lo buat beli kue gue!
Berkunjung ke Fb gue www. /Julie Khoyul
Pin BB gue 7F2B63BF
Whats up +6587556761
Kalau mau sekedar kenalan juga boleh.
Cukup sekian promosinya, selamat membaca!
Kyuhyun dan Tes Pack
"Kibum!"
Kibum baru saja memarkirkan motornya kemudian bergabung dengan Yesung dan Siwon di bengkel.
"Bagaimana pesananku, sudah kau belikan?", tanya siwon antusias dengan rencana barunya.
Idam-idaman Siwon dari dulu adalah memakai motor gede. Niatannya sudah terlaksana, tapi sampai sekarang Siwon belum bisa leluasa memakainya. Motornya masih disembunyikan di bengkel Kibum dan Yesung, sementara Siwon sedikit demi sedikit membujuk orang tuanya agar memperbolehkannya naik motor. Untuk memberikan surprise pada kekasihnya, Siwon bermaksud memodifikasi motornya sebelum ditunjukkan pada Kyuhyun nanti.
"Aku sudah pesan, tunggu mereka mengirimkan barangnya saja"
"Kira-kira kapan motor itu akan siap kubawa keluar?"
"Dua minggu paling lama, dimulai ketika barangnya datang", jawab Yesung mewakili Kibum juga. "Kalau memang ingin mencobanya, kenapa tak kau pakai sekarang saja"
"Tidak bisa, Hyung. Aku ingin memberikan kejutan untuk kekasihku. Aku mau dialah yang kuboncengi pertama kali". Yesung dan Kibum sama-sama menggendikkan bahu. Mereka paham, kalau soal cinta memang sulit dipaksa.
"Ya, ya, ya. Semua demi kekasihmu", tutur Yesung mencoba menghentikan Siwon yang akan pamer kekasih.
"Selama aku kenal kalian, belum pernah aku melihat kalian membicarakan soal kekasih", ejek Siwon. "Jangan-jangan kalian tidak pernah jatuh cinta"
"Jatuh cinta?", tanya Yesung sambil adu pandang dengan Kibum. "Tentu saja kita pernah jatuh cinta. Kalau soal kekasih kita memang tak punya kekasih, kita kan sudah menikah", jawab Yesung menunjukkan kalau dirinya dan Kibum lebih unggul dari pada Siwon.
"Kalian sudah menikah?"
"Kami bukan tipe namja yang suka berlama-lama pacaran. Kalau kau kapan akan menikahi kekasihmu?". Yesung saling melempar kode dengan Kibum. Siwon telah masuk perangkap mereka. "Ku beritahu kau, dulu Kibum pernah punya kekasih yang sangat cantik, baik dan pengertian. Setahun mereka pacaran namun hubungan mereka berakhir begitu saja dengan alasan kekasih Kibum bosan menunggu dinikahinya"
"Yang benar?", tanya Siwon. Dia khawatir kalau ternyata Kyuhyun juga bosan menunggu untuk dinikahinya. "Kekasihku tidak seperti itu"
"Kau cuma belum tahu saja. Seseorang bisa menjadi sangat bosan kalau terlalu lama menunggu", tambah Yesung.
"Kekasihku memutuskanku lalu menikah dengan orang lain". Kibum memang tak pandai berakting, tapi kalau untuk menambahkan dia bisa melakukannya. "Aku menemukan kekasih baru dan agar dia tak meninggalkanku karena terlalu lama menunggu kunikahi jadi sebulan kemudian kunikahi dia"
"Kalau aku, saat jatuh cinta pada pandangan pertama langsung kulamar dia. Seminggu kemudian kita menikah"
Siwon jadi galau mendengar cerita Yesung dan Kibum. Keduanya sudah menikahi kekasihnya dalam waktu singkat, lalu bagaimana dengannya? Siwon dan Kyuhyun berpacaran sudah beberapa tahun, kalau Kyuhyun bosan dengannya lalu minta putus tamatlah riwayat Siwon. Tidak mungkin dia sanggup mencari Kyuhyun lain, lagi pula dia sudah terlanjur cinta mati dengan Kyuhyun, apa bisa digantikan orang lain?
"Jadi aku harus menikahinya?"
"Tentu", jawab Yesung.
"Secepatnya!", tambah Kibum sambil adu senyum dengan Yesung.
Saat itu handphone Kibum berbunyi menandakan sms masuk. Setelah Kibum memeriksa, pengirimnya belum bernama tapi Kibum ingat itu nomernya Kyuhyun. Kibum membuka isi pesan itu dan membacanya. Kyuhyun memaki-maki Kibum, menyumpahi Kibum karena dianggap kabur saat mereka hendak mengklarifikasi hubungan mereka. Kyuhyun juga menuntut Kibum datang ke rumahnya dan kalau Kibum tak segera datang, Kyuhyun mengancam akan memporak porandakan apartemen Kibum.
"Istrimu kirim pesan?", celetuk Yesung yang melonggok dan ikut membaca isi pesan dari Kyuhyun. "Suamiku, malam ini kita ada janji makan malam bersama untuk menyambut kedatangan calon anak kita. Jangan lupa dan jangan telat pulang! Aku mencintamu, suamiku!", Yesung seolah olah membaca isi pesan di handphone Kibum kemudian merubah ekspresi mukanya jadi antusias. "Wah, apa maksudnya calon anak? Kibum, istrimu hamil?"
"Dia bilang telat mens tiga minggu ini. Tadi pagi aku antar dia kedokter, ternyata dia hamil"
"Selamat! Selamat!", kata Yesung sambil menjabat tangan Kibum dan menggoyang-goyangkannya erat. "Kau akan segera jadi ayah, lalu giliranku kapan ya?"
Setelah saling adu akting, Kibum dan Yesung pindah fokus ke Siwon. Siwon tampak makin murung mendengar berita gembira yang diterima Kibum. Bagi Siwon, mengajak Kyuhyun menikah saja akan jadi sangat sulit, apa lagi memikirkan punya anak. Siwon sebenarnya ingin menikah lalu punya anak, tapi dia dan Kyuhyun apa sudah siap?
"Hyung!", panggil Kibum sambil menoel Siwon yang terlihat linglung. "Kau tak memberi selamat padaku?"
"Se, selamat. Selamat!", ucap Siwon salah tingkah.
"Cepat lamar kekasihmu. Nikahi dia dan kau juga akan merasakaan kebahagian yang Kibum rasakan kalau istrimu hamil nanti", tutur Yesung yang juga diangguki Kibum.
"Akan kulakukan secepatnya!", kata Siwon sambil tertawa garing. "Kurasa aku harus segera ke kantor. Kabari saja aku kalau barangnya sudah datang!", pamit Siwon terburu-buru.
"Ya hati-hati di jalan, Hyung!"
Yesung tertawa lebar setelah mobil Siwon sudah menghilang dari jarak pandang meraka. Kibum ikut tersenyum, namun kemudian menghela nafas setelah kembali memperhatikan isi pesan yang dikirim Kyuhyun. Apa lagi maunya Kyuhyun, terus terusan namja itu mengganggu kenyamanan hidup Kibum. Niatan awalnya Kibum kan cuma mau mencari adiknya untuk diajak tinggal bersama, kenapa harus terlibat masalah dengan namja suka memerintah seperti Kyuhyun?
"Sepertinya istrimu sedang ngidam. Isi pesannya penuh makian semua!", ledek Yesung sambil terkekeh lagi.
"Entahlah, namja ini benar-benar merepotkan"
Tadi pagi setelah Kyuhyun memaksa mengejar orang tua Kibum, mereka mengejarnya juga tapi tidak ketemu dijalan. Saat Kyuhyun memaksanya menelepon orang tuanya, mereka semua dalam perjalanan ke Jeju. Sebenarnya orang tua Kibum, orang tua Yoona dan Yoona sendiri akan liburan ke Jeju. Leeteuk memaksa mampir ke apartemen baru Kibum, dan mengajak Kibum sekalian kalau bisa. Tapi karena ada Kyuhyun maksud kedatangan mereka jadi tak tersampaikan dan malah terjadi salah paham begitu.
Gagal mengklarifikasi hubungan kepada orang tua Kibum, Kyuhyun tak menyerah. Seperti rencana awal mereka akan pergi ke restoran Kyuhyun dan bertemu Ryeowook serta anak buahnya. Sesampainya diparkiran hotel, Kibum teringat motornya. Dia menelepon bengkel terdekat untuk menambal ban motornya. Saat hendak ke dapur resto, Kyuhyun dihadang menager-manager perhotelannya. Dia disodori file-file yang harus diperiksa dan ditanda tangani saat itu juga. Dari pada Kibum bosan menunggu pekerjaan Kyuhyun selesai, dia minta ijin untuk ke bengkel terdekat menunggui motornya selesai ditambal. Dia diijinkan Kyuhyun dengan syarat harus segera kembali setelah motornya selesai diperbaiki. Tapi sesaat setelah selesai perbaikan, Kibum dapat telepon dari Yesung soal modifikasi motor Siwon yang mereka tangani. Kibum memutuskan pergi ke bengkelnya menemui Yesung dan Siwon setelahnya.
"Ngomong-ngomong kau sudah menemukan Sehun?"
"Belum. Dia tidak ada di kos-annya dan handphone-nya tidak aktif beberapa hari ini"
"Semoga dia baik-baik saja. Nanti kubantu kau mencarinya"
"Hm!"
Lil' Bro
"Hun, ada noda coklat di pipimu!".
Jongin memulurkan tangannya hendak membersihkan noda yang dikatakannya. Saat tangannya memulur, tangan Dasom juga memulur dari arah lain. Sehun sendiri mengelak, dia tahu tak mungkin ada noda coklat karena dia tak makan coklat sama sekali. Alhasil tangan Jongin bertemu tangan Dasom dan kemudian keduanya saling menampik tangan satu sama lain.
Jongin sedang mengambil kesempatan tadinya. Jelas tak ada coklat di pipi Sehun. Ini karena mulai dari tadi malam sampai detik ini usaha untuk menyentuh pipinya Sehun gagal terus. Jongin sudah pura-pura merenggangkan kedua tangannya saat Sehun akan keluar kamar mandi. Dia mau mengepaskan telapak tangannya di pipi Sehun, tapi yang kejadian yang keluar dari kamar mandi itu si Dasom. Jadi pipi Dasomlah yang dielus Jongin. Jongin juga sudah pura-pura kejang agar Sehun menolongnya, menepok nepokkan tangannya ke pipi Jongin lalu Jongin akan sembuh. Dia akan memeluk sehun dan menggesekkan pipi-pipi mereka sebagai ucapan terima kasih. Tapi boro-boro Sehun menolong, melihat Jongin kejang-kejang dia dengan santainya pamit bobo siang lalu melenggang masuk kamar Jongin.
"Dari tadi kalian terus mengikuti kegiatanku, kalian tidak ada kegiatan lain?", tanya Sehun yang melihat Dasom dan Jongin duduk nyaman di depannya.
"Ada, tugasku adalah menemanimu sampai Kyuhyun hyung pulang, lalu mengenalkanmu padanya!", jawab Jongin sambil tersenyum kearah Sehun.
"Kalau tugasku memastikan Kai melakukan tugasnya dengan baik", jawab Dasom ikut tersenyum di depan Sehun.
"Kyuhyun hyung pulang telat lagi hari ini?"
"Aku tidak tahu. Dia bilang sedang menemui kakak temanku, lalu mengajaknya kemari setelah urusannya selesai"
"Sehun, kau mau kubuatkan teh panas?". Sehun langsung menggeleng. "Kalau kubuatkan omlet?", tanya Dasom lagi.
"Tidak usah. Kau baru saja membuatkanku sereal". Gelasnya saja belum berpindah dari hadapan Sehun, sekarang dia sudah ditawari makanan lagi. "Sebenarnya kenapa kalian memperlakukannku seperti ini?"
"Karena aku ingin minta maaf padamu!", jawab Jongin to the point, tapi Sehun melengos mengabaikannya.
"Aku ingin kau sehat. Setiap orang yang berada disini menjadi tanggung jawabku soal makanan dan minumannya", jawab Dasom pas dengan pekerjaannya. "Ngomong-ngomong, kalau aku bertanya sesuatu padamu apa kau akan marah?"
"Tergantung apa isi pertanyaanmu"
Karena sudah gagal berkali kali untuk menyentuh pipi dan tangan Sehun, Dasom dan Jongin ambil jalur lain. Dasom akan coba tanya baik-baik, apakah Sehun pipinya halus? Sekalian kalau memungkinkan mereka akan tanya apakah Sehun transgender? Kalau Sehun marah, Dasom tinggal bilang itu rencana Jongin. Jadi dia bisa terhindar dari kemarahannya Sehun.
"Hun, apa pipimu halus?", tanya Dasom sambil memasang muka pengen menyentuh pipi Sehun.
"Oh, jadi itu alasan dari tadi kalian terus mencoba menyentuhku?" Jongin dan Dasom tersenyum bersamaan. "Kenapa kalian ingin menyentuh pipiku?"
"Langsung saja, sebenarnya kami ingin tahu kau ini transgender atau bukan. Kalau pipimu halus itu tanda-tanda transgender yang kami baca di internet", Sehun mengerutkan dahinya, tandanya dia ingin marah. "Itu idenya Kai!", tambah Dasom agar dia tak terkena marahnya Sehun.
"Kenapa aku?", protes Jongin sambil menyikut Dasom yang berada tepat disebelahnya,
"Kau yang ingin tahu soal itu dari kemarin-kemarin"
"Tapi kau juga ingin tahu!"
"Aku tak bilang begitu. Aku hanya ingin membantu", bela Dasom
"Diam kalian berdua!", perintah Sehun yang dikatakan dengan nada datar tapi mampu membungkang Jongin dan Dasom. "Percaya atau tidak, aku bukan transgender". Jongin dan Dasom manggut-manggut mencoba percaya, tapi keinginan untuk menyentuh pipi SEhun masih membara di otak mereka.
"Syukurlah!". Jongin menghela nafas sambil mengelus dadanya. Dia pura-pura lega sudah mendengar kalau Sehun itu namja tulen.
"Berarti kau tak bisa hamil?", tanya Dasom yang membuka perkara baru.
"Namja tak bisa hamil, Dasom!", celetuk Jongin. Dia juga mengkode Dasom agar tak membicarakan itu lagi. Inti dari usaha Jongin mencari tahu gender Sehun kan sebenarnya untuk memastikan kalau Sehun hamil atau tidak. Jadi kata hamil harus dihindari dari pembicaraan dengan Sehun.
"Eommaku namja", kata Sehun membuat Jongin dan Dasom lagi-lagi terdiam. "Kalau sampai aku hamil, kau harus tanggung jawab!", tuding Sehun pada Jongin.
Jongin bilang apa, Sehun pasti akan menyeramkan kalau sedang tersinggung. Sehun mengancam Jongin dengan kalimat sederhana tapi terdengar bagai makian keras di telinga Jongin. Jongin yakin kalau Sehun sedang menahan amarahnya agar tak menamparnya. Padahan dia sendiri telah merasakan tamparan kasat mata berkali-kali seperti dalam mimpinya tadi malam. Jongin khawatir kalau sampai Sehun hamil. Tampangnya Sehun itu memng biasa, tenang, tapi kalau sudah marah membuat orang mau tidak mau harus bertekuk lutut minta ampun padanya. Sehun hamil, berarti Jongin harus tanggung jawab, berarti dia harus sering bertekuk lutut minta ampun pada Sehun. Baru membayangkannya saja sudah seram begini.
Eomma-nya Sehun namja, bisa jadi Sehun anak angkat. Tapi kalau Sehun anak kandung kemungkinan Sehun juga bisa hamil juga. Untuk lebih jelasnya, Sehun harus dipastikan benar-benar hamil atau tidak. Seperti dalam mimpinya Jongin, pembuktian hamil tidaknya pakai alat yang mirip termometer itu.
"Hun, aku akan tanggung jawab kalau kau memang hamil". Terlalu beresiko mengatakan hal ini, tapi demi membuktikan kalau Jongin itu orang yang tak akan lari dari tanggung jawab dia katakana saja dulu. Kalau Sehun hamil, mereka bisa berunding dengan Kyuhyun untuk pemecahan masalahnya nanti. "Agar tahu pasti kau hamil atau tidak, apa perlu kubelikan thermometer model baru itu?"
Sehun dan Dasom melirik bersamaan pada Jongin. Mereka bukan cuma tak paham tapi juga ingin menempeleng Jongin. Mereka sedang membicarakan kehamilan, tapi dengan sok tahunya Jongin malah menawarkan termometer. Untuk apa?
"Mau diapakan kau akan membeli termometer?"
"Untuk membuktikan kehamilan. Alat itu mirip termometer tapi memiliki dua strip, iya kan?"
"Untuk mengetes kehamilan itu namanya tes pack, Kai!", terang Dasom sambil menahan geram. "Kalau ada dua strip tandanya positif, berarti hamil".
Ini kali kedua setelah dalam mimpi, Dasom menerangkan alat itu. Maklum Jongin lupa namanya. Dia tahu benda itu juga hanya dalam mimpi, belum pernah lihat wujudnya secara langsung.
"Hun, bagaimana? Mau tidak?". Sehun tida terlihat memikirkannya dulu, dia langsung mengangguk saja.
"Tapi ingat, sampai aku hamil dan kau lari dari tanggung jawab, kubunuh kau!"
Jongin tak sanggup tersenyum lagi, dia cuma mengangguk ketakutan. Sehun itu benar-benar menyeramkan, masak iya Jongin mau dibunuhnya? Soal menghilangkan nyawa orang itu bukan hal main-main, tapi dengan enteng Sehun mengatakannya. Jongin jelas takut, kan menurutnya Sehun itu lebih menakutkan dari pada preman-preman yang biasa mengejarnya.
Lil' Bro
Kyuhyun memarkir mobil serampangan di pelataran rumahnya. Dia turun dari mobil lalu membanting kasar pintu mobilnya. Kyuhyun sedang dalam mode marah saat ini, karena agenda yang disusunya dari kemarin berantakan gara-gara Kibum kabur darinya. Hari pertama ketemu Kibum, mereka dikira suami istri oleh Ryeowook dan staff-nya. Hari inipun mereka dapat kasus yang hampir sama, dia dikira kekasih Kibum oleh orang tua Kibum sendiri. Dan ketika mereka ingin mengklarifikasi kesalah pahaman, semuanya gagal. Tadinya setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia berniat menghampiri Kibum dan menyeret namja bernama pasaran itu kembali ke hotelnya, tapi niatannya gagal pula. Harabojie-nya baru saja telepon kalau hari ini akan datang ke rumah dan sekarang juga sudah ada di perjalanan. Kyuhyun diperintahkan pulang untuk menemui harabojie dan halmony-nya.
Handphone Kyuhyun berbunyi ketika tangan Kyuhyun hendak meraih gagang pintu rumah. Kyuhyun segera meraih handphone-nya, siapa tahu itu Kibum yang ingin minta maaf lalu membuat janji ulang untuk klarifikasi. Saat Kyuhyun ingin segera mengangkatnya, ternyata telepon itu dari Siwon. Siwon menelepon di waktu yang tidak tepat.
"Ada apa, Hyung?", tanya Kyuhyun dengan ketus.
"Kau tidak romantis, Kyu. Aku ini kekasihmu, setidaknya kau menyapa dulu sebelum bertanya" Kasihan Siwon, dia sedang dilema gara-gara Kibum dan Yesung memamerkan istri. Sekarang Kyuhyun bersikap sedemikian acuh. Jangan-jangan benar Kyuhyun mulai bosan menunggu dinikahinya. "Kyu, ini akhir pekan. Sore ini aku akan kerumahmu. Nanti aku akan menginap"
"Kebetulan Harabojie dan halmony datang hari ini. Kau bilang ingin bertemu dengan Harabojie-ku"
Iya Siwon lupa, kalau mau melamar dan menikahi Kyuhyun jelas harus menemui kakek-neneknya Kyuhyun dulu. Siwon masih belum siap mental bertemu harabojie-nya Kyuhyun. Kyuhyun bilang harabojie-nya galak dengan Kyuhyun, apa lagi dengan orang lain. Tapi masak iya dia akan membatalkan janji ke rumah Kyuhyun hari ini?
"Begitu ya!", celetuk Siwon sambil berpikir sebentar. "Nanti sore aku telepon kau lagi. Sekarang aku ada sedikit pekerjaan. Kuselesaikan dulu, baru aku akan datang"
"Terserah kau saja!"
"Kyu!"
"Apa?"
"Sebelum ku tutup telponnya, kau harus tahu bahwa aku benar-benar mencintaimu", tutur Siwon. Dia berharap dengan begini Kyuhyun bisa sedikit bersabar sampai dia cukup mengumpulkan keberanian menemui harabojie Kyuhyun. Lalu dia akan melamar dan menikahi Kyuhyun secepatnya. "Sabar ya, Kyu!"
"Aku sudah cukup bersabar untuk hari ini"
"Kyu, dengarkan dulu!", pinta Siwon salah arti soal kata-kata Kyuhyun. Kyuhyun sudah cukup bersabar untuk kejadian hari ini, kejadian tentang kaburnya Kibum. "Beri aku waktu, aku pasti akan membuktikan kata-kataku"
"Kau ini bicara apa, Hyung. Sudahlah, tutup saja teleponnya dan datanglah sore ini!"
"Kyu!"
"Apa lagi?", tanya Kyuhyun emosi.
"Jangan galak begitu!" Kyuhyun mendengus menanggapi Siwon. "Baiklah kututup teleponnya. Kyuhyun, aku mencintaimu!"
"Aku tahu"
Kyuhyun kembali ketujuan awal setelah telepon dari Siwon diakhirinya. Dia membuka pintu rumah sendiri kemudian masuk dan menguncinya lagi. Baru ketika Kyuhyun akan berjalan ke kamarnya, handphone-nya bordering lagi. Kali ini dari Kibum, dan Kyuhyun yakin Kibum pasti akan minta maaf padanya.
"Apa?", tanya Kyuhyun kasar.
"Kau ini tidak ada sopan-sopannya pada orang", celetuk Kibum dari seberang telepon.
"Sopan padamu? Memangnya kau sopan padaku? Kau kabur hari ini, kau kira aku perlu sopan setelah apa yang kaulakukan padaku?"
"Aku tidak kabur!"
"Kau menghilang setelah pamit menambal motormu. Kalau bukan kabur, apa namanya?", tanya Kyuhyun penuh emosi.
"Aku ada urusan"
"Mengklarifikasi hubungan kita itu juga termasuk urusan" Ini jadi terdengar seperti pasangan artis yang dilanda gossip adanya orang ketiga. Mereka butuh klarifikasi ke media massa. "Sebenarnya apa maumu? Kau mau memanfaatkanku? Kalau kau mau tahu, aku tidak akan sudi jadi istri orang sepertimu!"
"Apa katamu sajalah". Kalau Kyuhyun mau tahu, Kibum juga tidak sudi jadi suami orang seperti Kyuhyun. "Aku akan datang ke hotelmu sore ini"
"Tidak perlu!", tolak Kyuhyun. "Kau tahu Ryeowook dan staff-nya sudah pulang kalau sore"
"Aku akan datang sebelum jam pulang mereka". Kibum juga mau kalau masalahnya dengan Kyuhyun cepat selesai. Lalu dia akan tenang mencari Sehun dan mengajaknya tinggal bersama.
"Tidak perlu!", tolak Kyuhyun lagi. "Percuma kau kesana, sekarang aku sudah pulang"
"Aku akan ke rumahmu"
"Untuk apa? Tidak usah. Kau akan menyusahkanku nantinya"
"Begini saja. Kau bilang pada Chef dan anak buahnya kalau kita bukan suami istri dan aku akan bilang pada orang tuaku kalau kita bukan sepasang kekasih. Kita tidak perlu pergi berduaan kesana kemari. Adil kan?". Kibum mau ambil mudah. "Masalah adikku, aku akan mencarinya sendiri tanpa bantuanmu"
Sayangnya Kyuhyun itu adalah tipe orang yang tak mudah percaya. Sebenarnya bagi tugas begini lebih efisien, tapi yang Kyuhyun mau, mereka mengklarifikasi bersama agar orang-orang yang menganggap mereka suami-istri atau sepasang kekasih lebih percaya omongan mereka.
"Kau harus ikut caraku. Kita tetap harus mengklarifikasi bersama karena aku tidak percaya orang sepertimu". Kyuhyun mendengar Kibum berdecak di dalam telepon, tapi masa bodoh. Itu cara paling diinginkan Kyuhyun untuk membersihkan namanya dari embel-embel istri atau kekasih Kibum. "Dan jangan coba-coba kabur lagi atau aku benar-benar akan memporak porandakanan apartemenmu!", ancam Kyuhyun yang kemudian memutus sambungan telepon sepihak.
Kyuhyun berjalan kembali. Dia tahan untuk tidak menggerutui kejadian hari ini. Sebenarnya dia ingin memaki Kibum, menuding-nuding namja itu dan ingin sekali menamparnya. Tapi itu angan-angannya saja, kalaupun Kibum ada disini, dia tidak berani juga menampar orang. Kyuhyun hanya sedang geram, dia ingin melampiaskan pada sesuatu. Mungkin kalau dia mandi, mengguyur kepalanya dengan air dingin, amarahnya akan turun. Ketika harabojie dan halmony-nya datang, dia tidak dalam mode bad mood begini.
Jongin dan Dasom sedang duduk di sofa depan TV ketika Kyuhyun berjalan akan ke kamarnya. Kalau keduanya ada disitu dari tadi, seharusnya mereka tahu kedatangan Kyuhyun. Kenapa tak satupun dari mereka merespon kedatangannya?
"Sedang apa kalian disini?". Kyuhyun memutuskan berhenti dan bertanya.
"Eh, Hyung kau sudah pulang?", tanya balik Jongin.
Kyuhyun berdecak kasar. Dia menyayangkan kenapa dua mahkluk itu harus tinggal bersamanya? Bisa-bisanya dia ditanya begitu sedangkan Kyuhyun sendiri sudah berbicara keras saat bertelepon dengan Siwon dan Kibum tadi. Masak mereka tak dengar?
"Eh, Tuan. Sudah pulang?", tanya Dasom mengcopy pertanyaan Jongin. "Tuan, duduk dulu disini. Aku akan bawakan minum untuk kalian!". Kyuhyun bergeming sambil memelototi keduanya.
"Jangan pasang tampang preman begitu, Hyung. Kita tak tahu kau datang. Kau tak bersuara sama sekali, mana kita tahu kedatanganmu", bujuk Jongin. "Duduk disini, istirahat sebentar!"
"Aku akan ambilkan minum. Akan kutambahkan banyak es biar segar". Maksudnya Dasom otaknya Kyuhyun yang segar, biar tak marah marah padanya.
Dasom dan Jongin sama-sama berdiri. Dasom mengambil tas yang dibawa Kyuhyun sedangkan Jongin menggandeng Kyuhyun kecil ke sofa. Dasom meletakkan tasnya di single sofa yang tadi didudukinya setelahnya dia beranjak ke dapur. Jongin meneruskan acara diamnya, padahal barusan dia menarik Kyuhyun untuk ikut duduk bersamanya. Sekarang setelah Kyuhyun sama-sama duduk di sofa mengikuti perintah Jongin, dia diabaikan. Benar-benar adik kurang ajar Jongin itu
Lil' Bro
"Sehun lama ya?", tanya Dasom yang sudah kembali dari dapur.
Saat Dasaom kembali ke ruang santai, Kyuhyun malah tidak ada. Minuman yang Dasom bawa akhirnya diminumnya bersama Jongin.
Dasom dan Jongin diam di ruang santai sedari tadi sebenarnya sedang menunggu Sehun. Sehun sudah mau melakukan saran Jongin yang harus mengetes kehamilan dengan tes pack. Dasom tadinya yang akan pergi ke apotek, karena jelas dia tahu nama dan bentuk benda yang dibutuhkan Sehun. Tapi Sehun terus terang pada keduanya kalau dia tak suka berdua saja di rumah dengan Jongin. Alhasil Jongin-lah yang pergi ke apotek. Sempat terjadi perdebatan antara Jongin dan penjaga apotek soal tes pack itu. Si penjaga memberikan tes pack kotak tapi Jongin tak mau, dia maunya yang berbentuk seperti termometer itu. Dan berakhir Jongin tak jadi beli. Lalu dia pergi ke apotek lainnya.
Di apotek lain, Jongin menghadapi masalah sama. Dia diberi tes pack tipis yang sepertinya terbuat dari potongan kertas kecil panjang. Jongin juga menolaknnya dan langsung pergi tanpa menanyakan ada tidaknya tes pack model lain di apotek itu. Terakhir dia pergi ke swalayan, disana dia tanya langsung pada pelayan swalayan soal tes pack berbentuk seperti thermometer itu. Beruntung pegawainya yeoja baik hati yang sekali tanya saja langsung ditunjukkan tempat diletakkannya tes pack yang diinginkan Jongin. Dan sebelum pulang si yeoja baik hati itu juga menuturkan agar lain kali Jongin memakai pengaman agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Jongin sampai berterima kasih berkali-kali karena kebaikan yeoja itu. Jongin saja tak paham kalau si yeoja tahu, dia telah meniduri seseorang tanpa pengaman.
"Tadi sudah kau jelasan cara pakainya pada Sehun?"
"Sudah", jawab Dasom yakin. Dasom pikir semua orang pasti tahu cara pakai tes pack, jadi tak perlu dijelaskan ulang.
"Dasom!", panggil Jongin mengambil perhatian pembantunya. "Kalau Sehun hamil, aku harus bagaimana?"
"Kau harus bertanggung jawab"
"Aku harus menikahi Sehun? Itu menakutkan. Kau lihat Sehun sebegitu jahatnya terhadapku"
"Resikomu. Kalau kau tak mau hal-hal seperti ini terjadi, harusnya kau tak menidurinya"
"Aku juga tak ingin menidurinya. Kalau aku ingin meniduri orang, Kyungsoo saja orangnya". Jongin ingin memasang wajah frustasi, tapi muka bodohnya susah dirubah ke mode frustasi. "Kau kan sudah tahu kalau ini kecelakaan"
"Benar juga". Dasom biasanya berubah jadi pintar kalau harus mencari solusi dadakan. "Tanggung jawab cara lain saja"
"Apa ada jenis tanggung jawab cara lain?"
"Ada!"
Jongin menggeser duduknya mendekat ke Dasom. Dasom juga menggeser duduknya mendekat ke Jongin.
"Kalau Sehun hamil, berarti harus ada yang menikah". Jongin manggut-manggut. "Jadi kalau anaknya Sehun lahir, baby punya orang tua. Kau pasti akan kasihan kalau babynya Sehun nantinya tak punya orang tua"
Seperti keadaan Jongin dan Kyuhyun saat ini. Mereka pernah merasakan kasih sayang orang tua, dan ketika kehilangan rasanya rindu sekali dengan kasih sayang seperti yang diberikan appa dan eomma dulu. Apa lagi nanti baby-nya Sehun tak punya orang tua dari kecil, pasti dia akan sedih.
"Kau benar"
"Kalau kau mau bertanggung jawab tapi tak mau menikahinya, carikan orang yang mau menikahi Sehun"
"Kyuhyun hyung saja!", kata Jongin asal ceplos. Kan memang sudah lama kalau Jongin punya masalah ujung-ujungnya dilimpahkan pada Kyuhyun.
"Tapi aku tak yakin Tuan mau menikahi Sehun. Dia kan sudah punya Tuan Choi". Dasom benar lagi. tidak mungkin juga Kyuhyun mau menikahi Sehun kalau masih ada Siwon. "Kau harus cari orang lain yang mau menikahi Sehun!", desak Dasom membuat Jongin manyun berkepanjangan.
Siapa yang mau menikahi Sehun? Chanyeol? Dia kan sedang pendekatan dengan tetangga barunya. Kalau Luhan? Takutnya Sehun hamil besar dan Luhan lebih mementingkan tidur siangnya. Tao? Dia lebih sayang tongkat wushu-nya lebih dari apapun. Kalau Chen? Ck, tak ada alasan baginya menikahi Sehun. Lagi pula semua temannya termasuk Jongin sendiri takut dengan Sehun, tidak mungkin mau menikahi Sehun.
"Aku juga belum ingin menikah sekarang ini", kata Sehun membuyarkan diskusi Jongin dan Dasom.
"Eh, Sehun. Sudah selesai?", koor keduanya.
Sehun menyerahkan tes pack batangan itu pada Dasom. Dasom mengernyit mengekspresikan apa yang dilihatnya. Menjadi penasaran Jongin merebut tes pack dari Dasom lalu mengernyit juga. Mengernyitnya Dasom itu beda dengan Jongin. Dasom tahu artinya sedangkan Jongin tidak.
"Kenapa tidak ada dua strip disini? Jadi kau tak hamil atau alat ini rusak?", tanya Jongin sambil masih mengamati tes pack bertanda + di layar tengahnya.
"Ck!", Dasom berdecak diikuti Sehun menghela nafas. "Tanda plus itu artinya Sehun positif hamil. Nah, kau harus tanggung jawab!", kecam Dasom membela Sehun.
"Tapi aku tak sudi kau nikahi", tegas Sehun. Mana mau Sehun menikah dengan namja bodoh seperti Jongin.
"Kalau Kyuhyun hyung, mau?", tanya Jongin yang sedang harap-harap cemas agar tak dapat tamparan seperti dalam mimpinya.
"Aku tak mau menikah sekarang"
"Kyuhyun hyung akan menikahimu nanti"
"Aku bilang tak mau, Kai"
"Lalu kau maunya bagaimana, Hun?"
Sehun memotong jarak antara Jongin dan Dasom. Dia menempatkan diri duduk diantara keduanya. Maksudnya agar mereka lebih mudah berdiskusi. Sehun juga lelah, tadi sempat shock saat mengetahui dia hamil. Hamil anak Jongin. Dia berdiam lama sekali di kamar mandi karena terkejut itu. Beruntung dia kembali baik untuk membicarakan dan mencari solusi tengah. Sehun masih punya banyak cita-cita yang ingin dicapainya. Sedangkan untuk punya anak, dia tak kepikiran anak jadi orang tua diusia muda. Sehun cuma tak ingin menikah dan punya anak sekarang, tapi tak ingin menelantarkan anaknya pula.
"Akan kulahirkan anak ini, lalu berikan pada orang lain atau antar saja ke panti asuhan"
Duh sehun kejam. Dasom dan Jongin miris mendengar kata panti asuhan.
"Jangan, Hun!", tolak mereka bersamaan.
"Kalau begitu aku akan melahirkannya dan kalian yang mengurusinya!". Dih ternyata Sehun cuma memancing reaksi Jongin dan Dasom.
"Jangan, Hun!", tolak mereka bersamaan lagi.
Kyuhyun sudah berdiri di hadapan ketiganya saat Jongin dan Dasom kompakan menolak rencana Sehun. Kyuhyun pasang tampang garang, melotot sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Tak dengar ada tamu di luar?", tanya Kyuhyun kasar. "Ini kali kedua kalian tak mendengar ada orang di luar. Kalian mau tuli betulan?", tanya Kyuhyun yang langsung disambut gelengan beruntun dari Jongin, Sehun dan Dsom.
Kyuhyun baru menyiapkan berkas yang akan diserahkannya pada harabojie-nya. Begitu- begitu juga, harabojie masih pemegang peran penting di perusahaan keluarga mereka. Hal itulah yang tadi membawa harabojie dan halmony datang kemari. Tapi belum selesai berkasnya disiapkan, harabojie menelepon Kyuhyun. Beliau mengadu kalau sudah berada di depan rumah Kyuhyun, memencet bel bekali-kali tapi tak ada sambutan dari dalam. Lalu menelepon Kyuhyun untuk membukakan pintu.
"Bukakan pintu!", perintah Kyuhyun kasar.
Dasom langsung berdiri, berjalan cepat kearah pintu. Sedangkan Kyuhyun kembali ke kamarnya untuk mengambil berkas yang tadi disiapkannya. Jongin menjelaskan pada Sehun kalau Harabojie-nya datang. Dia minta pada Sehun untuk menunda diskusi soal pengurusan anak barusan. Agar aman, tes pack yang bisa membongkar aib mereka itu disembunyikan dulu. Disembunyikan di…. tas-nya Kyuhyun. Pasti tak ada yang berani menggeledah tas itu.
Lil' Bro
Baru membuka pintu, Dasom sudah dimarahi oleh halmony. Saat sudah masuk bertemu Jongin dan Kyuhyun, mereka juga dimarahi. Jongin dimarahi halmony dan Kyuhyun dimarahi harabojie. Sedangkan Sehun cuma duduk menyaksikan seisi rumah menunduk-nunduk dimarahi sepasang kakek-nenek itu.
"Kerjamu bagus, tapi bisa kau ajari Kai juga. Dia nanti akan jadi partner kerjamu di perusahaan. Biar KK mart tambah maju, kalian harus kompak", tutur harabojie setelah selesai meneliti beberapa berkas. "Mana pulpennya, aku tanda tangani sekarang!"
Kyuhyun meraih tasnya, lalu merogoh asal ke saku kecil di tas depannya. Kyuhyun menyerahkan pulpun itu pada harabojie. Harabojie menerima pulpen dan segera menggoreskan tanda tangan di berkas itu.
"Pulpenmu mati", kata harabojie setelah tak timbul goresan tinta di lembaran laporan itu.
Harabojie meletakkan pulpennya di meja, sedangkan Kyuhyun mencari pulpen baru di dalam tasnya. Disamping Kyuhyun dan Harabojie sibuk dengan berkas mereka, Jongin dan Dasom tahan nafas karena tahu yang dipakai tanda tangan gagal barusan itu tes pack milik Sehun. Sehun sendiri pura-pura tak tahu. Beda dengan halmony yang langsung mengerutkan dahi melihat benda itu tergeletak di meja.
"Apa ini?", tanya halmony sambil memungut tes packnya. "Oh!", kata beliau terkaget melihat tanda positif di tes pack itu. "Ini milik siapa?"
Jongin bingung mau menunjuk Sehun. Kalau hamony tahu Sehun hamil, pasti akan ditanya hamil anak siapa? Sehun akan menyebut namanya. Halmony itu galak sekali padanya, cuma Kyuhyun yang disayangi neneknya itu. Jadi sebagai ajang balas dendam Jongin menunjuk Kyuhyun saja.
Dasom juga tak ingin ikut campur. Dia cuma pembantu, tapi karena dia pembantu dirumah ini kalau diam saat ditanya bisa jadi masa aktif kerjanya dihentikan. Dasom memilih menunjuk Kyuhyun saja, majikan yang telah serakah mengambil Siwon, Kibum dan terakhir Sehun di elus-elus pipinya tadi pagi. Dasom menunjuk Kyuhyun.
Sehun juga tak mungkin bilang dirinya hamil. Dia namja, dia pintar, dia calon orang sukses dan harus hamil disaat kesuksesan sedang berusaha diraihnya. Ini tidak boleh terjadi. Tadinya dia mau diam saja seperti biasanya, tapi bisa jadi halmony-nya Jongin bisa membaca ekspresinya lalu menyatakan tes pack itu miliknya. Mendingan dia ikut Jongin dan Dasom menunjuk Kyuhyun.
"Ini milikmu, Kyu?", tanya halmony miris. Ingin menangis tanda kasihan pada cucunya itu.
"Iya". Karena memang benda itu tadi dikeluarkan dari dalam tasnya.
"Jadi kau hamil?"
"Hah?", tanya Kyuhyun kaget.
"Siapa yang menghamilimu?"
Kyuhyun dan harabojie tentu saja saling pandang tak mengerti arti pertanyaan halmony. Jelaslah, Kyuhyun itu namja, mana ada namja bisa hamil? Lagi pula, halmony kenapa tiba-tiba menyatakan kalau Kyuhyun hamil? Tahu dari mana berita aneh itu?
Halmony meletakkan kembali tes pack itu di meja, lalu menunjukkan dan menjelaskan kalau itu bukanlah pulpen. Kemudian menjelaskan pula kalau plus tandanya hamil. Harabojie tak jadi menyelesaikan menandatangani berkas, beliau memarahi Kyuhyun, membentak-bentak cucunya itu, dan mengatainya bodoh berulang-ulang. Sedangkan halmony memarahi harabojie karena telah berkata kasar pada cucu kesayangannya. Dan berakhir dengan harabojie dan halmony berdebat satu sama lain.
"Kyu, katakana saja siapa yang menghamilimu?", tanya halmony setelah sepakat diam-diaman dengan harabojie.
"Aku tidak hamil"
"Ini milikmu, kan?"
"Benda itu memang ada dalam tasku, tapi kurasa bukan milikku, Halmony", terang Kyuhyun.
"Sudah kukatakan, cucu-mu ini perlu ditanya dengan keras!", celetuk harabojie.
"Sudah kukatakan juga agar kau diam!", balas halmony. "Kyu?", pinta halmony sekali lagi.
"Halmony, aku sudah jujur padamu. Aku ini tak hamil, dan benda itu bukan milikku. Mana ada juga namja hamil"
"Halmony tahu kau sedang banyak pikiran. Kau butuh istirahat. Nanti kalau kau sudah tenang, datang ke rumah dan ceritakan pada halmony"
Halmony mendatangi Kyuhyun, memeluk cucunya itu dan mengelus kepalanya. Harabojie juga mengemasi berkas-berkas dari Kyuhyun dan bermaksud membawanya pulang. Disini suasananya sedang tidak enak, ingin memarahi Kyuhyun malah dia sendiri yang balik dimarahi istrinya, lebih baik memang pulang. Harabojie berpamitan pada Jongin, menepuk-nepuk cucu kesayangannya lalu segera pergi mengikuti istrinya keluar rumah. Padahal rencananya mereka datang untuk menginap, tapi kalau keadaannya seperti ini mereka lebih baik pulang.
Harabojie dan halmonie diantarkan ke pintu oleh Jongin, Sehun dan Dasom. Sedangkan Kyuhyun sendiri masih sedikit kaget dianggap hamil oleh seisi rumah. Dia bermaksud duduk sebentar di ruang santainya.
Saat Dasom membukakan pintu untuk sepasang orang tua itu, Kibum ada di depan pintu hentak memencet bel.
"Kyuhyun ada?", tanyanya to the point.
"Kau siapanya Kyuhyun?", tanya harabojie mengambil alih tugas Dasom
"Temannya. Aku kemari untuk menjelaskan yang tadi", katanya berusaha sopan dengan orang tua.
PLAAK!
"Jadi kau yang menghamili cucuku?", tanya harabojie naik pintam.
Jongin terkaget. Dia terlonjak bersamaan dengan Sehun dan Dasom. segera dipeganginya kedua pipinya. Itu kan kejadian Jongin ditampar Sehun dalam mimpi, sekarang orang lain yang ditampar gara-gara kesalahannya. Tapi kalau Jongin yang mengaku, jelas dialah yang kena tampar. Nanti kalau harabojie dan halmony-nya sudah pulang, dia akan minta maaf. Sehun lain soal. Dia juga terkaget, terlebih yang ditampar harabojie itu Kibum, Hyung-nya sendiri. Sedangkan Dasom menyayangkan kenapa Kibum datang diwaktu yang tidak tepat begitu. Melihat Kibum ditampar orang tua, rasanya Dasom ingin mengaku saja kalau Kyuhyun tak hamil. Jadi Kibum tak ada hubungannya dengan ini semua. Tapi Dasom masih sayang pekerjaan hingga dia mengurungkan niatnya.
"Tidak!', sangkal Kibum yang membuahkan kemarahan lagi pada harabojie.
Harabojie mencengkeram kerah baju Kibum dan menariknya kuat. Harabojie ingin membuat Kibum takut lalu mengakui kesalahannya lalu bertanggung jawab.
"Katakan tidak sekali lagi dan akan kulaporkan kau ke polisi!". Kibum tak berusaha melepaskan diri, bukan dia tak mampu. Ini lebih kepada dia menghormati orang tua yang sedang salah paham.
Kibum makin bingung, kenapa tiba-tiba dia dituduh menghamili cucunya kakek ini. Kapan dia bertemu cucunya? Apa Kyuhyun itu cucunya? Kalau Kyuhyun hamil, apa yang menjadikan Kibum sebagai tersangka yang menghamili namja itu? Selama ini Kibum bersentuhan baik sengaja atau tidak pada Kyuhyun saja tidak pernah, apa lagi menghamili.
"Sudah, sudahlah!", cegah halmony melepaskan Kibum dari cengkeraman suaminya. "Maafkan abojie ya!", kata halmony mengambil alih Kibum kehadapannya.
Kyuhyun bergabung saat itu, dia bingung ketika melihat Kibum dielus-elus pundaknya oleh halmony-nya.
"Ada apa ini?"
"Kyu!", halmony menarik Kyuhyun berdekatan dengan Kibum. "Kalian bicarakan ini bersama dulu. Kita tidak akan marah, toh semuanya sudah terlanjur. Kalau kalian sudah siap, datanglah ke rumah kami dengan orang tuamu!", tutur halmony sambil menepuk pundak Kibum sekali lagi. "Siapa namanu?"
"Kibum", jawab Kibum sambil alih pandang ke halmony dan Kyuhyun.
"Baiklah, kita pulang dulu!", pamit halmony kepada semua yang ada disini.
Halmony menggandeng suaminya dan menasehatinya agar tak terus-terusan menyudutkan Kyuhyun dan Kibum. Halmony tahu, mereka anak muda jaman sekarang, jadi yang tua yang harus maklum.
"Cepat datang dengan orang tuamu. Dan menikahlah secepatnya!", perintah harabojie sebelum masuk ke mobilnya.
Mobil kakek-nenek itu sudah menghilang dari area rumah Kyuhyun. Saatnya Kibum bertanya. Sebenarnya apa yang barusan terjadi?
"Hyung, kusarankan kalian segera menikah", tutur Jongin mengcopy gaya halmony-nya sambil menepuk sebelah pundak Kyuhyun dan sebelah pundak Kibum.
"Sebenarnya aku tak rela, tapi bukankah kalau kalian menikah harabojie dan halmony tak akan marah lagi", tambah Dasom. Dan dia berharap banyak soal Kyuhyun yang menikah dengan Kibum, berarti dia akan melepaskan Siwon. Dasom bisa godain Siwon lagi.
"Selesaikan masalah kalian dulu, baru nanti bicara denganku!", tambah Sehun.
Jongin, Dasom dan Sehun masuk ke ruang santai lagi. Kyuhyun dan Kibum ditinggalkan berduaan di depan pintu.
"Kubilang jangan kemari, kenapa kau kemari? Sekarang salah paham jadi bertambah", omel Kyuhyun.
"Memangnya aku salah apa?", tanya Kibum masih belum paham. "Kenapa aku harus menikahimu? Apa mereka tahu hubungan salah itu dari Chef restomu?"
"Kau dipaksa menikahiku karena kau dituduh telah menghamiliku?"
"Hah? Aku tak pernah tidur deganmu". Jadi Kibum benar telah dituduh menghamili Kyuhyun. Kyuhyun hamil lalu Kibum harus bertanggung jawab atas apa yang tak dilakukannya.
"Aku juga tidak hamil!", tegas Kyuhyun.
Ok sekarang Kibum harus bertanggung jawab pada apa yang sebenarnya tidak terjadi.
"Aku tak mau tahu, besok kau ikut aku ke rumah mereka lalu jelaskan kalau ini cuma salah paham!", perintah Kyuhyun yang kemudian meninggalkan Kibum juga di depan pintu.
Kibum harus menikahi si tuang perintah itu? Kibum tak sudi!
To be continue
See you!
