Because Of My Brother's Fault
Kyuhyun, Jongin, Kibum
Sehun, Siwon
Et dah kalian, gue pasang iklan jualan kue, lo pada nyemangatin doang!
"Selamat berjualan ya!"
Beli dong, jangan semangat aja! Heran gue sama lo semua. Sekali lagi, beli kue gue!
Kalau ada typo maafkan. Happy reading!
Single Vow
Penjelasan Kyuhyun dan Kibum ditolak oleh harabojie dan halmony-nya. Mereka sudah memprediksi sebelumnya bahwa Kyuhyun dan Kibum tak akan mengaku lalu mengarang cerita agar tak dipaksa menikah. Harabojie dan halmony saling sepakat, saat Kyuhyun dan Kibum datang mereka harus dinikahkan. Setelah penjelasan keduanya ditanggapi gelengan oleh sepasang kakek-nenek itu, Kyuhyun keukeuh bilang bahwa dia tidak hamil dan tak mau menikah dengan Kibum. Kemudian halmony memegangi dadanya, dadanya naik turun kencang seperti orang sesak nafas, lalu halmony pingsan di hadapan Kyuhyun. Saat itu semuanya kebingungan dengan keadaan halmony. Harabojie menyalahkan Kyuhyun, karena sebagai cucu yang disayangi dia telah membalas keburukan pada halmony.
Halmony dibawa ke rumah sakit, diperiksa dokter dan dinyatakan terkena serangan jantung ringan. Dokter bilang kalau suasana di keluarga tidak mendukung kesembuhan halmony, bisa jadi nenek Kyuhyun itu makin parah. Ketika halmony sadar, Kyuhyun yang pertama kali menemui beliau. Kyuhyun berjanji akan memenuhi semua permintaan halmony termasuk kalau dia harus menikah dengan Kibum. Asal halmony senang dan cepat sembuh, Kyuhyun rela melakukan apapun. Dan janjinya itu terjadi seminggu yang lalu, sekarang dia telah berdiri berhadapan dengan Kibum di depan seorang pastur. Kibum dengan jas hitamnya dan Kyuhyun juga. Mereka sedang menghadapi pernikahan sederhana di gereja dekat rumah halmony-nya.
"Aku, Kibum, menerima Kyuhyun sebagai istriku. Aku berjanji untuk menjaganya dalam keadaan baik maupun buruk, dalam sakit maupun sehat. Aku akan mencintainya dan setia kepadanya seumur hidupku!"
Barusan itu sebuah janji yang diucapkan Kibum di depan Kyuhyun, di depan pastur dan di depan segelintir orang yang saat itu hadir di pernikahan mereka. Kyuhyun jadi grogi mendengar janji itu. Kibum terdengar mantap mengatakannya, seperti dia sedang membaca naskah film, memerankan dan menghayatinya.
Sebetulnya ini memang kemauan Kyuhyun, demi hamnony-nya dia akan melakukan apapun. Dan dia menyimpulkan menikah dengan Kibum-lah yang membuat halmony senang lalu penyakitnya cepat sembuh. Kyuhyun memaksa Kibum menikah dengannya, awalnya Kibum menolak. Lalu Kyuhyun mengancamkan banyak hal termasuk untuk menghabisi nyawa Kibum sendiri, tapi Kibum masih menolak. Hingga kemudian Kyuhyun harus memohon pada Kibum, dia berjanji memberikan separo hartanya untuk Kibum kalau Kibum bersedia menikahinya. Kyuhyun tidak menginginkan pernikahan betulan, hanya kehidupan rumah tangga setting-an yang penting mereka terlihat sebagai suami istri. Kibum masih menolak karena jelas harta bukan hal menarik baginya. Kyuhyun patah semangat yang akhirnya memaki-maki Kibum seperti orang gila, lalu mengambil pisau buah untuk mengancam Kibum, mengancam bahwa dirinya akan bunuh diri di depan Kibum kalau namja bernama pasaran itu tak mengiyai permintaannya. Dan saat itulah Kibum ketakutan dan dengan terpaksa mau menikahi Kyuhyun.
"Tuan, silakan ucapkan janji anda!", kata pastor itu pada Kyuhyun.
Kyuhyun melirik sejenak pada deretan orang yang hadir menyaksikan pernikahannya. Ada halmony-nya yang sedang meneteskan air mata, namun bibirnya menyunggingkan senyum. Di sebelah halmony ada harabojie, yang kesehariannya lebih menyayangi Jongin dari padanya, tapi selalu bangga pada Kyuhyun karena kerja Kyuhyun sangat bagus. Kemudian deretan samping ada Jongin, teman Jongin yang berkulit putih pucat itu, lalu Dasom. Di sebelah lain kursi ada orang tua Kibum dan Yoona, mantan calon tunangan Kibum. Dan di sisi paling jauh ada Siwon. Kyuhyun kasihan sekali pada Siwon, kekasihnya itu tak tahu apa-apa dan tiba-tiba ditinggalkan menikah olehnya. Nanti kalau ada kesempatan Kyuhyun akan bilang kejadian sebenarnya, bahwa dia cuma menikah pura-pura dengan Kibum, bahwa dia juga masih menyayangi Siwon.
Kyuhyun mencoba kembali fokus pada pernikahannnya. Disaat seharusnya seorang mempelai merasa bahagia berdiri di altar dengan pasangannya, Kyuhyun malah hampir tak menampakkan ekspresi apapun. Kalau halmony-nya tahu, Kyuhyun menikah hanya karena menyenangkannya, beliau pasti sedih. Kyuhyun memaksa dirinya untuk gembira, merenggangkan mulutnya, menarik sudut-sudut bibirnya menampakkan senyum samar seolah olah dia bahagia dengan pernikahan ini.
"Aku, Kyuhyun,…"
Duh kenapa pastor tak menanyakan langsung, 'Kyuhyun, bersediakah kau menerima Kibum blah blah blah', biar dia tinggal jawab 'bersedia!', beres. Tapi kenapa di gereja ini harus mempelainya yang mengucapkan janji? Sudah gerejanya kecil, terpencil, mau menikah saja mempelai kesusahan mengucap janji nikah. Kan susah di Kyuhyun kalau begini.
"…., menerima Kibum sebagai suamiku". Ada kata 'bohongan' di antara kata 'suami' dan 'ku' yang diucapkan Kyuhyun dalam hati. Kyuhyun takut kalau asal diucapkan nantinya dia keterusan jadi istrinya Kibum. Kalau pakai kata bohongan, kapan halmony-nya sehat dan bisa menerima kenyataan bahwa Kyuhyun dan Kibum tak saling mencintai, mereka bisa segera melakukan perceraian. "Aku berjanji untuk menjaganya dalam keadaan baik maupun buruk, dalam sakit maupun sehat. Aku akan mencintainya dan setia kepadanya seumur hidupku!"
Janji keduanya sudah diterima, lalu pastor mengumumkan keabsahan pernikahan mereka.
"Silakan mencium pasangan anda!"
Kyuhyun lupa bagian ini. Disetiap pernikahan selalu ada ciuman, dan yang jadi mempelainya kan dia, berarti dia juga yang harus berciuman. Kalau Kyuhyun mengajukan pada pastor agar mereka tak perlu melakukan ciuman, apakah akan diperbolehkan? Kemungkinan tidak, karena mereka baru saja mengucap janji di depan Tuhan, di depan keluarga, lalu dia menolak untuk berciuman? Tuhan pasti akan melipat gandakan dosanya. Kalaupun dia berciuman dengan Kibum, sekali saja tidak apa-apa. Itung-itung sebagai formalitas penikahan. Cukup tempelkan bibir mereka dan sudah, selesai.
Kibum mendekat setengah langkah, dan Kyuhyun dengan grogi ikut mendekat setengah langkah. Keduanya saling memajukan muka, menaikkan dagu masing-masing kemudian mulai berciuman. Alih-alih menubrukkan bibir-bibir mereka, malah hidung mereka saling bertubruk. Kyuhyun memundurkan mukanya satu inchi, begitu juga Kibum. Mereka mengambil ancang ancang ulang agar tak terjadi kesalahan lagi. Kyuhyun memiringkan kepalanya ke kiri, Kibum ke kanan, hingga percobaan berikutnya berhasil.
Bibir-bibir mereka sudah melekat. Melekat saja awalnya, namun kemudian entah siapa yang memulai, bibir mereka saling menggesek. Menggesek lagi, lalu melumat-lumat. Membagi saliva, dan membagi hawa hangat dari mulut masing-masing. Kibum mencium Kyuhyun, dan Kyuhyun menyambutnya. Membiarkan lidahnya diikat Kibum dan diajak menari di dalam rongga mulut Kyuhyun. Kibum menikmati perannya, dan sepertinya Kyuhyun terbawa serta.
Prook prook prook.
Suara tepukan tangan dari pengunjung menyadarkan Kyuhyun. Kyuhyun tahu bukan seperti ini seharusnya, dia hanya menikah bohongan dengan Kibum, dia juga berciuman hanya sebagai syarat pernikahan tapi kenapa harus ada penghayatan? Ada Siwon dalam geraja kecil ini, harusnya Kyuhyun menjaga perasaan kekasihnya itu.
"Kibum!", bisik Kyuhyun sambil memundurkan mukanya. Tapi semakin Kyuhyun mundur, Kibum juga semakin maju. "Cukup!", bisiknya pula.
Kyuhyun melirik kesekitar, tepatnya melirik pada Siwon. Diantara orang-orang yang bertepuk tangan, Siwon menunduk. Namja itu sepertinya telah hancur hatinya, dia seperti terlempar dari persaingan memperebutkan Kyuhyun. Mungkin juga Siwon merasa bersalah, apa yang kurang dari dirinya sehingga kekasihnya memilih menikah dengan orang lain? Siwon tidak salah, Kyuhyun-lah yang salah, kesalah pahaman yang terjadi antaranya dan Kibum yang membuatnya memilih menikah dengan namja bernama pasaran ini.
Belum selesai Kyuhyun memikirkan nasib hubungannya dengan siwon, Kibum sudah mendaratkan kecupan lagi di bibirnya. Kyuhyun terkejut, kemudian berusaha mendorong Kibum sebisanya. Bersama itu, Kibum menarik pinggulnya, menyatukan bagian depan tubuhnya dengan tubuh Kyuhyun. Kibum menyesap tepian bibir Kyuhyun, ini terasa beda. Sesuatu yang beda, tapi Kyuhyun tak boleh larut dari euforia pernikahan bohongannya. Ada perasaan seseorang yang harus dijaganya, Siwon orang itu.
"Kubilang cukup, Kibum!", bisiknya sambil mendorong Kibum menjauhi tubuhnya.
Kyuhyun memindahkan tangannya dari dada Kibum ke tanganya. Dia bermaksud melepaskan tangan Kibum dari pinggulnya, tapi dengan itu pula dadanya menempel lekat pada Dada Kibum.
"Berhenti!", katanya bukan lagi bisikan kecil. "Kibum, kubilang berhenti!", ulangnya sambil memundur-mundurkan muka agar terhindar dari serangan bibir Kibum.
Kibum hampir seperti orang kesetanan. Sepertinya namja bernama pasaran itu telah menganggap semua orang disini lenyap, menyisakan mereka berdua untuk berciuman sepanjangnya dilanjutkan menuju ranjang pernikahan mereka. Kibum masih menghujani Kyuhyun dengan ciuman, tak kena bibirnya bisa kena pipinya, hidungnya, dagunya, yang penting kena. Persetan Kyuhyun menolak ciumannya. Salah sendiri dia dipilih untuk dijadikan suami, walau bohongan Kibum tetap akan meminta haknya dilayani.
"CUKUP!", teriak Kyuhyun menghentikan tindakan gila Kibum. "HENTIKAN!"
Kibum berhenti sejenak, namun kemudian memajukan lagi mukanya. Dia belum dapatkan apapun, kenapa harus berhenti?
"BERHENTI! BERHENTI!", teriaknya lagi. "CUKUP!"
"Belum cukup!", desis Kibum yang belum jera diteriaki Kyuhyun.
Kyuhyun naik pintam, di pernikahan sakralnya dia tak boleh dipermalukan oleh Kibum. Dia tak bisa menuruti napsu Kibum, sedangkan orang lain disini berseru-seru dan bertepuk tangan menonton adegan ciuman mereka.
PLAAAKKK!
Hadiah untuk Kibum yang tak tahu malu itu.
"AAAAAA, SAKIT!", teriak Jongin.
Mobil ditikungkan mendadak kemudian berhenti di tepi jalan.
"Hyung, kau tak tidur tapi mengigau tak karuan!", protes Jongin yang saat itu memegangi pipinya.
Barusan Kyuhyun menampar Kibum kan? Kenapa Jongin yang marah-marah padanya?
Kyuhyun baru ingat, sekarang dia dalam perjalanan ke rumah harabojie dan halmony-nya. Setelah kemarin sore kakek-neneknya menyuruh mereka menikah, Kibum dilarangnya pulang. Mau tak mau Kibum harus menurut padanya karena Kyuhyun benar-benar mengancam untuk bunuh diri. Memang bukan ancaman elite, bahkan awalnya Kibum tak merespon ancaman Kyuhyun. Kyuhyun bunuh diri itu akan memudahkan hari-harinya Kibum. Tidak perlu ada penjelasan, klarifikasi yang bertele-tele dan harus ikut perintah Kyuhyun kesana kemari. Ketika Kyuhyun mulai menodongkan pisau dapur ke lehernya sendiri, Jongin dan Dasom berteriak-teriak histeris lalu keduanya ditambah Sehun memohon pada Kibum agar menuruti permintaan Kyuhyun dulu.
Jongin membisikkan kalau Hyung-nya sedang stres karena banyak kejadian buruk menimpanya akhir-akhir ini, jadi Kibum dipintanya berbaik hati memenuhi permintaan Kyuhyun. Lalu Dasom juga menuturkan hal yang hampir sama. Dia bilang pada Kibum, majikannya itu terkadang bisa jadi pribadi yang lain kalau sedang tertekan. Dasom mengusulkan agar Kibum menuruti Kyuhyun dulu, nanti kalau keadaan sudah membaik, dia boleh meninggalkan Kyuhyun. Kemudian Sehun, karena kasihan melihat Kyuhyun depresi sampai mengancam bunuh diri, dia setuju ikut Kibum pulang dan tinggal bersama hyung-nya itu asal permintaan Kyuhyun dituruti.
"Kenapa kau menamparku?', tanya Jongin.
Semua mata tertuju pada Kyuhyun. Ada Jongin di kanannya, Sehun duduk di sebelah kirinya, Dasom duduk di depannya dan Kibum duduk di kursi kemudi. Mereka sedang menunggu jawaban dari Kyuhyun, kenapa dia menampar Jongin tadi?
Ceritanya kemarin setelah Kibum dipaksa menginap, Kyuhyun menelepon Siwon dan mencegah kekasihnya itu untuk tidak datang ke rumahnya. Kyuhyun takut terjadi salah paham lebih lanjut kalau Siwon tahu dia memaksa namja lain menginap di rumahnya. Pagi tadi, Kibum berpamitan akan pulang dulu ke apartemen-nya. Dia juga mengajak Sehun serta bersamanya, tapi Kyuhyun tak memberinya ijin. Tidak Kibum atau Sehun, keduanya tak boleh ada yang menginjakkan kaki keluar dari rumahnya kalau tidak sama-sama dengan Kyuhyun sendiri. Kyuhyun meminjami baju untuk Kibum dan Sehun, setelah itu dia mengaba semua penghuni rumah harus ikut dengannya menemui harabojie dan halmony-nya. Dia mau semua orang mendukungnya untuk mengklarifikasi bahwa kejadian hamil dengan Kibum itu tak ada.
Kibum dilarang memakai motornya dengan dalih Kibum akan melarikan diri lagi seperti kejadian kemarin. Jadi Kibum diperintah Kyuhyun semobil dengannya dan disuruhnya menyetir pula. Setelah memastikan Kibum masuk dan duduk di kursi kemudi, Kyuhyun dan Sehun berlomba masuk sebelah Kibum, tapi Dasom yang menang. Kyuhyun mau duduk di sebelah Kibum cuma untuk memastikan Kibum tak macam-macam hari ini. Kalau Sehun, jelas dia tak mau duduk di kursi belakang sedangkan Jongin telah duluan duduk disana. Terakhir Kyuhyun duduk di tengah atas permintaan Sehun yang mau dirinya menjadi penghalang duduknya Sehun dan Jongin.
"Salah sendiri kau manaruh mukamu di depanku!"
"Karena kau mengigau sedari tadi, Hyung. Matamu tak terpejam, tapi mulutmu komat-kamit tak karuan".
Masak iya? Jongin pasti mengada ada.
"Siapa? Tidak. Kau sendiri yang mengigau", dalih Kyuhyun kemudian mendorong adiknya menjauh darinya. "Apa kalian lihat-lihat? Cepat jalan!", perintah Kyuhyun.
Dasom mengkode Kibum agar kembali menjalankan mobilnya. Dia juga mengatakan Kyuhyun sudah mulai stres karena masalah timbul terus-terusan pada tuan-nya itu, tapi masih dengan bahasa kode.
Lil' Bro
"Abojie!". Jongin mendekat pada kakeknya diikuti Dasom dan Sehun. "Abojie!", ulangnya.
"Ada apa?"
"Aku cuma ingin meminta padamu, jangan terlalu kasar pada Kyuhyun Hyung dan kekasihnya"
Tadi Jongin sempat mengadakan perjanjian bersama Sehun, dengan Dasom sebagai saksi. Sehun tak mau menikah, begitu juga Jongin. Kemudian karena keadaan sudah terlanjur salah paham pada Kyuhyun dan Kibum, mereka sepakat melimpahkan anaknya nanti pada Kyuhyun dan Kibum. Pertama-tama Jongin khawatir dengan Siwon, walau bagaimanapun Siwon itu baik padanya dan pada Kyuhyun. Sepertinya mereka juga saling mencintai. Siwon tak salah, tak patut dibohongi seperti ini, namun Dasom bilang semua akan baik-baik saja, dia menjamin keadaan sudah kembali normal tanpa Siwon tahu ada pernikahan antara Kyuhyun dan Kibum sebelumnya. Intinya, jangan sampai Siwon tahu kalau Kyuhyun telah menikah. Lalu ketiganya setuju dengan usul tersebut.
"Kapan aku kasar?", tanya harabojie.
"Kemarin sore kau tampar Kibum hyung". Kalau kata harabojie itu refleks. Siapa juga yang tak marah kalau orang yang menghamili cucunya mengelak untuk tanggung jawab. "Kau tidak boleh begitu, Abojie. Kyuhyun hyung dan Kibum hyung sudah saling mencintai, kalau tak saling mencintai tidak mungkin mereka membuat anak seperti sekarang". Benar juga kata Jongin. Kalau mereka sekedar iseng buat anak, mereka bisa pasti pakai pengaman saat berhubungan. "Mungkin mereka hanya belum tahu cara menyampaikan kabar gembira ini pada kalian"
"Kalau mereka tak menikah, nanti anak mereka mau bagaimana?"
"Itu maksud kedatangan kita kemari. Kita mau mengabarkan kalau mereka telah siap menikah".
Sehun tiba-tiba maju di dekat Jongin.
"Aku Sehun!", katanya sambil hormat kepada harabojie. "Adiknya Kibum hyung", tambahnya. "Yang kutahu hubungan Kyuhyun hyung dan Kibum hyung baik-baik saja sebelumnya. Aku bahkan pernah dengar kalau mereka ingin segera menikah, tapi tak tahu cara menyampaikannya pada abojie"
"Mereka tinggal datang dan mengutarakan maksud padaku, aku pasti memberikan restu"
"Iya, tapi Kyuhyun hyung pernah bercerita pada Kibum hyung kalau abojie sedikit galak", tambah Jongin. Harabojie hampir menempeleng Jogin, tapi setelah dijelaskan itu katanya Kyuhyun, harabojie mengurungkan niatannya. "Kibum hyung takut ditolak, mungkin karena itu Kibum hyung menghamili Kyuhyun hyung dulu biar mau tak mau abojie tetap menerima mereka", terang Jongin.
"Aku bahkan pernah mendengar mereka merencanakan itu, Abojie!", celetuk Dasom yang tiba-tiba mengambil tempat di dekat Jongin dan Sehun.
"Benarkah?". Dan ketiganya mengangguk.
Sebetulnya kisah cinta Kyuhyun dan Kibum itu hampir terhalang gara-gara harabojie. Harabojie tak bermaksud galak dengan orang apalagi cucu sendiri, dia hanya menerapkan kedisiplinan fersinya sendiri. Kalau begitu harabojie akan sedikit melunak pada Kyuhyun dan Kibum agar hubungan keduanya merasa direstui keluarga. Kyuhyun tidak perlu dipaksa menikah, langsung saja persiapkan pernikahan mereka sebagai kejutan.
"Aku akan menelepon appa dan eomma, Abojie bisa berunding dengan mereka"
Sehun mengambil handphone yang sudah lebih dari seminggu dimatikannya. Dia menekan tombol pengaktifan kemudian menekan nomor appa-nya setelah handphone-nya siap.
"Appa?"
"Sehun, dimana kau sekarang?", tanya Kangin yang sempat mendapat kabar kalau Sehun tak bisa dihubungi beberapa hari ini. "Kau baik-baik saja? Kau bersama hyung-mu?"
"Ya, aku baik. Kibum hyung ada disini juga", jawabnya. "Appa, kau sedang sibuk?"
"Tidak. Aku sedang di Jeju dengan Eomma dan Yoona sekeluarga. Kenapa?"
Sehun ingat Yoona, yeoja itu yang ditunangkan paksa eomma dengan Kibum. Setahu Sehun keduanya tak saling suka, tapi eomma-nya dan orang tua Yoona sendiri keukeuh menjodohkan mereka. Berarti ini kesempatan bagus menyelamatkan keduanya dari perjodohan, meski akhirnya Kibum mendapat masalah baru dengan Kyuhyun.
"Appa, kau tahu Kibum hyung sudah punya kekasih? Kekasihnya sedang hamil sekarang ini. Mereka ingin segera menikah, tapi belum menyiapkan apapun"
"Dia menghamili kekasihnya?"
"Iya. Kyuhyun hyung hamil"
Kyuhyun? Kangin merasa pernah mendengar nama itu. Namja yang kemarin lusa dijumpainya di apartemen Kibum, kan?. Oh, jadi namja itu yang yang akan dinikahi anaknya? Leeteuk sedikit tak suka dengan Kyuhyun, istrinya itu memprioritaskan Yoona sebagai calon menantunya. Tapi mungkin inilah bentuk protes Kibum dari perjodohan yang dibuat istrinya.
"Kyuhyun? Aku pernah bertemu dengannya di apartemen hyung-mu. Jadi dia hamil ya? Eomma-mu pasti tak suka mendengar ini"
Appa-nya sudah pernah bertemu Kyuhyun? Di apartemen hyung-nya? Apa jangan-jangan Kyuhyun memang ada hubungan dengan Kibum, mengingat kemarin hyung-nya itu tiba-tiba datang ke rumah Kyuhyun dan mencari si empunya rumah? Bukankah Kyuhyun sudah punya kekasih seperti yang dikatakan Jongin tadi? Apa karena Kyuhyun dan Kibum punya hubungan terselubung sehinga Kyuhyun menolak dinikahkan dengan Kibum?
"Aku juga berfikir demikian", kata Sehun membenarkan.
Mungkin lebih baik kalau Kyuhyun dinikahkan dengan Kibum, supaya dia belajar yang namanya memilih. Tidak serakah, memiliki lebih dari satu kekasih. Kyuhyun harus belajar yang namanya setia. Sehun jelas kasihan pada hyung-nya kalau sampai diduakan. Jadi dia setuju Kyuhyun dinikahi Kibum.
"Oh ya, Appa. Harabojie-nya Kyuhyun hyung ingin bicara denganmu. Kuberikan telepon ini padanya sekarang!"
Telepon Sehun berpindah pada harabojie. Kemudian harabojie berbicara panjang lebar dengan Kangin appa. Kangin merencanakan datang untuk melamar Kyuhyun secara sah, lalu harabojie menyarankan agar Kangin datang lebih cepat karena mereka ingin membahas rencana pernikahan Kibum dan Kyuhyun lebih detail. Pembicaraan harabojie dan Kangin appa berjalan lancar, sampai terakhir harabojie menutup dan mengembalikan telepon pada Sehun.
"Abojie, bagaimana?"
"Aman!', kata harabojie singkat kemudian melenggang menemui istrinya.
Lil' Bro
Kyuhyun dan Kibum baru saja menghadap harabojie dan halmony-nya. Kyuhyun berhasil meyakinkan kakek-neneknya kalau kejadian kemarin itu tidak benar. Dirinya tidak hamil, dan antaranya dan Kibum tak ada hubungan apapun. Tugas Kibum adalah mengiyakan setiap peryataan Kyuhyun. Kalau Kibum ditanyai oleh kakek-neneknya Kyuhyun, Kibum harus menjawab tapi atas persetujuan Kyuhyun. Kibum pasrah bukan karena dia takut dengan Kyuhyun atau dia tak punya pendirian, justru karena Kibum menghormati kakek-nenek Kyuhyun, maka dari itu Kibum mengiyakan saja.
Dengan bantuan Jongin, Dasom dan Sehun sebagai adiknya Kibum, harabojie dan halmony percaya dengan penjelasan Kyuhyun. Sebenarnya banyak yang janggal dari hal itu, Kyuhyun mengaku tak hamil, tapi ada tes pack positif di tas kerjanya. Kyuhyun mengaku tak ada hubungan dengan Kibum, padahal menurut keterangan Kangin, dia melihat Kyuhyun dan Kibum tinggal bersama di apartemen Kibum. Sekarang harabojie dan halmony percaya, pura-pura percaya lebih tepatnya. Mereka meyakini bahwa cucu-cucunya itu sedang dalam mode bimbang, saling mencintai dan ingin menikah tapi tak tahu cara mengabarkannya pada keluarga. Harabojie memaafkan mereka, beliau pura-pura maklum hal itu sering terjadi karena beliau memang sudah tua. Untuk lebih menjelaskan kesalah pahaman itu, Kyuhyun dan Kibum di minta datang sekali lagi minggu depan.
"Ingat Kibum, minggu depan kau tak usah pergi kemanapun. Kita akan datang sekali lagi, setelah ini beres kau bebas melakukan apapun", tutur Kyuhyun sambil menyetir. "Tidak, tidak. Kau harus ikut aku ke hotel dulu. Kita selesaikan masalah kita disana, setelah itu kita temui orang tuamu!", tuturnya sekali lagi.
Dasom mencibir Kyuhyun. Dia tahu sebenarnya majikannya itu genit, tapi selalu dirinya yang dikatai genit. Harusnya setelah masalah disini selesai, mereka tak ada hubungan lagi bukan malah mengajak Kibum ke hotel lalu menemui orang tua Kibum. Dasom benar-benar tak rela membantu keluarga Kyuhyun untuk menikahkannya dengan Kibum, tapi apa boleh buat dia cuma seorang pembantu. Andai dia yang jadi majikan, dialah orang pertama yang akan menentang rencana menikahkan Kyuhyun dengan Kibum.
Sehun sebenarnya ingin mencibir Kyuhyun juga, tapi sifat diamnya membuatnya urung mencibir orang. Dia sudah mencium tanda tak beres dengan hubungan terselubung Kyuhyun dan hyung-nya. Bisa-bisanya setelah tadi menolak dinikahkan, berdalih macam-macam, menyangkal hamil lalu meyangkal berhubungan dengan Kibum, tapi sekarang merencanakan ke hotel bersama. Sehun tadinya respek dengan Kyuhyun, tapi kalau begini caranya respek dari mana lagi?
Jongin lain soal. Dia menganggap hyung-nya kali ini keren. Jangan-jangan Kyuhyun berusaha balas dendam, dia dituduh tidur dengan Kibum lalu merencanakan tidur dengan Kibum betulan. Itu rencana keren. Tapi ngomong-ngomong soal balas dendam, bagaimana kalau Sehun balas dendam padanya? Kalau Sehun berniat menidurinya, akan seperti apa jadinya? Ih amit-amit, Jongin tak sudi membayangkannya.
"Hyung, kelihatannya kau sudah sehat?"
"Kau kira aku sakit?", bentak Kyuhyun.
"Siapapun juga mengira demikian, Hyung. Kau hampir seperti orang stres saat mengancam akan bunuh diri"
"Itu cuma acting, agar kalian mau melakukan perintahku", bela Kyuhyun.
"Oh ya? Tapi tadi perjalanan ke rumah harabojie kau seperti sudah gila, bicara sendiri lalu tiba-tiba menamparku"
"Aku tidak bicara sendiri, aku sedang berdoa". Pertanyaannya, sejak kapan Kyuhyun percaya Tuhan? "Dan salah sendiri kau menaruh mukamu di depanku yaag sedang berdoa"
Kibum membiarkan kakak-adik itu berdebat, toh ikut campur urusan orang itu bukan hobi-nya. Sama dengan Sehun, namja putih pucat itu meng-copy tindakan kakak-nya. Beda dengan Dasom. Dia memang tak menanggapi perdebatan Kyuhyun dan Jongin, tapi dia menanggapi keterdiaman Kibum.
"Kibum, kau tak apa-apa?"
"Tidak? Memangnya kenapa?"
"Kau diam saja sedari tadi. Kau tak menyentuh makanan dan minuman sama sekali selama di sana "
"Oh, tidak apa-apa. Cuma tidak ingin makan saja", jawab Kibum santai.
Menurut Kibum, bicara dengan Dasom memang lebih nyaman dari pada bicara dengan Kyuhyun. Yeoja itu tahu suasana hati Kibum, tidak seperti Kyuhyun yang maunya dituruti terus.
"Apa kau haus, kebetulan aku membawa jus dari sana tadi". Dasom mengeluarkan botol air yang tadi sempat disinya dengan jus jeruk. "Minumlah!" Dasom mengulurkan botol itu ke depan, ke bangku Kibum tapi Kyuhyun menyerobot botol itu.
"Kau pikir aku tak haus, kenapa cuma Kibum yang kau tawari?", protes Kyuhyun.
"Kau sudah minum banyak, makanpun dua kali tambah"
"Kalau aku sudah minum banyak lalu aku tak bisa haus lagi?"
Dasom mengalah, dia sadar Kyuhyun itu majikannya. Walau sebenarnya dia ingin mencakar Kyuhyun, menamparnya dan juga menjambak-jambak tuan-nya itu, dia selalu mengurungkan niatnya. Selain dia masih butuh uang dari pekerjaannya, dia juga tidak mau tittle-nya sebagai yeoja anggun dimata Kibum tercoreng gara-gara memusuhi majikannya.
Kyuhyun mengabaikan pandangan keji yang dilayangkan Dasom padanya. Dia juga membiarkan empat penumpangnya memandangnya acuh. Dia merasa yang berkuasa saat ini. Ini mobilnya, barusan mereka menemui kakek-neneknya, dan Dasom juga pembantunya, jadi yang harus diprioritaskan disini adalah dirinya.
Kyuhyun menyetir dengan sebelah tangannya, sementara tangan sebelahnya membuka tutup botol dari Dasom. Dia bermaksud meminum jus jeruk itu, namun ketika botol itu sampai ke bibirnya, seorang pengendara motor menikung dan menyalip mobilnya. Fokus Kyuhyun terbagi sehingga saat melihat pengendara motor itu menikung ke depannya dia terkejut dan mengerem mendadak. Jus yang hendak masuk mulutnya tertumpah ke bajunya hampir seluruhnya. Kyuhyun segera menyerahkan botol itu pada Kibum, dia membuka kaca mobilnya, menjulurkan badannya keluar dan memaki pengendara motor yang sudah menyalip jauh di depannya.
"WOI, KURANG AJAR! PAKAI OTAK KALAU BERKENDARA! TIDAK PERNAH DIAJARKAN ETIKA OLEH ORANG TUAMU HA?", teriak Kyuhyun yang tak dapat balasan apapun dari teriakannya.
Jongin mengalihkan pandang pada Sehun yang sempat berdecak menanggapi Kyuhyun. Jongin malu pada Sehun, dia punya kakak yang meneriaki pengendara motor dan menyebutkannya tak punya etika, tapi Kyuhyun sendiri berteriak-teriak di jalan raya. Sekarang Kyuhyun juga tak punya etika namanya.
"Dasar pengendara motor, mentang-mentang bisa menerobos sana sini memotong jalur seenaknya. Memang jalan ini miliknya?". Kibum melirik Kyuhyun saat ini, dirinya juga pengendara motor wakil dari seluruh pengendara motor yang dihina Kyuhyun. "Apa kau lihat-lihat? Suka melihatku basah kuyup begini?". Kibum buru-buru mengalihkan pandangan dari Kyuhyun dan memilih meminum jus yang tersisa di botol.
"Dasom, kau masih punya yang lain?", tanya Jongin.
"Ada. Aku bawa dua botol. Kupikir Sehun akan haus mengingat dia juga tak menyentuh apapun di rumah harabojie tadi"
Jongin mengambil botol jus lain dari Dasom kemudian berpindah fokus pada Sehun.
"Hun, kau haus?", tanya Jongin sambil memasang senyum terbaiknya. "Dasom bawa jus juga untukmu"
Sehun sebenarnya haus, tapi dia berharap Dasom-lah yang menyerahkan botol minuman itu padanya. Karena Jongin yang menawari dan menyerahkan minumannya, Sehun menolaknya. Dia sudah terlanjur anti Jongin. Belum ada kejadian dia dihamili Jongin saja dia sudah anti dengan Jongin se-gank, sekarang apa lagi. Melihat Jongin diam saja Sehun tak sudi, dan sekarang harus melihat Jongin berbaik hati dan memasang senyum padanya. Sehun jijik melihat tampang Jongin.
"Tidak", jawab Sehun singkat.
"Tidak apa?"
"Tidak haus"
"Kenapa kau tak haus? Kau tak minum sama sekali disana, kau pasti haus?"
"Kubilang tidak ya tidak?", jawab Sehun masih dengan ekspresi yang sama. Datar sedari dia lahir.
"Haus sajalah, Hun?", paksa Jongin sambil masih menyodorkan botol pada Sehun.
Sudah tahu Kyuhyun terkena musibah saat ini bukannya respek padanya, tapi semua orang membuatnya gerah.
"Kalau dia tak haus, jangan dipaksa!", bentak Kyuhyun pada adiknya.
"Kau ini kenapa, hyung. Kau terlalu banyak bicara hari ini"
"Kalau kau tak mau aku banyak bicara, kalian juga jangan bicara!", bentaknya lagi.
Dari pada Kyuhyun mengomel terus selama perjalanan pulang, mending mereka semua diam. Toh perjalanan tak lama lagi sampai. Kalau buat masalah dengan Kyuhyun, salah-salah perjalanan yang harusnya ditempuh lima belas menit bisa jadi lima jam karena harus mendengarkan ceramah Kyuhyun.
Kyuhyun menyerahkan kemudi pada Kibum. Dan Kibum tanpa bicara menurutii perintah Kyuhyun. Sekali lagi bukan karena dia takut dengan Kyuhyun, ini lebih kepada dia tak mau berlama-lama semobil dengan namja tukang perintah ini. Kibum membawa mobilnya melaju, tapi belum juga lima menit kembali kejalanan, Kyuhyun membuka percakapan baru.
"Kibum, kupikir ada baiknya minggu depan kau mengginap di rumahkku. Aku cuma tak mau kau lupa hari itu dan pergi entah kemana"
Lil' Bro
Kyuhyun menghindari pertemuan dengan Siwon dalam seminggu ini. Dia sedang mempersiapkan diri untuk menemui ulang harabojie dan halmony-nya. Kyuhyun sudah menyiapkan alibi pendukung untuk memantapkan pernyataannya seminggu yang lalu. Dia tidak hamil, dan itu dibuktikan dengan tes pack yang dicoba Kyuhyun. Selama tujuh hari, tujuh kali juga Kyuhyun mencoba tes pack yang dibelinya di apotek. Hasilnya negatif, Kyuhyun tak hamil karena dia memang tak tidur dengan Kibum. Kyuhyun juga menyiapkan drama kecil-kecilan agar antaranya dan Kibum terjadi kesinkronan kata-kata saat menghadapi kakek-neneknya nanti. Tiga kali sehari, Kibum ditelponya. Dan setiap hari juga mereka harus ketemu, kalau Kibum mangkir, Kyuhyun yang akan menyambangi Kibum di apartemennya. Merepotkan memang, tapi demi kelancaran penjelasannya nanti, semua harus terencana.
Di sisi Kibum, Kibum jengah setiap hari harus bertatap muka dengan Kyuhyun. Ditelepon tiga kali sehari pula. Jadwal Kibum makan saja terkadang tak sampai tiga kali sehari saking sibuknya Kibum dengan bengkelnya, tapi demi apa dia harus menghadapi cobaan berbentuk seorang namja bernama Kyuhyun? Terkadang saking jengahnya, dia meninggalkan hadphone-nya di jog motor. Terkadang juga dia sengaja tak mengangkat telepon dari Kyuhyun dan membiarkan Yesung yang mengangkatnya. Yesung mengira, Kyuhyun itu kekasihnya Kibum sampai dia menyarankan sahabatnya untuk memutuskannya. Karena menurut Yesung, Kyuhyun itu terlalu pengatur, sedangkan hidup Kibum dan Yesung sendiri lebih suka bebas.
Sehun sudah pindah ke apartemen Kibum, sedangkan Jongin merasa masih hutang permintaan maaf padanya. Dari awal minta maaf sampai sekarang Jongin belum dapat tanggapan dari Sehun, makanya dia getol menyambangi apartemen Kibum tempat Sehun tinggal sekarang. Jongin dapat fasilitas mobil dari Kyuhyun. Dengan alasan menjadi agen kakaknya, Jongin datang tiap hari ke apartemen Kibum. Dia bilang memantau Kibum agar kalau Kibum akan kabur atau merencanaan hal lain dibelakang Kyuhyun, dia bisa tahu. Padahal dia datang kan untuk bertemu Sehun. Jongin menjemput Sehun pagi-pagi untuk berangkat sekolah bersama, namun kemudian dia ke rumah Kyungsoo. Menjemput Kyungsoo juga untuk diajak berangkat sekolah bersama. Sayangnya keinginan Jongin minta maaf pada Sehun dan mendekatkan diri dengan Kyungso gagal total. Sehun dan Kyungsoo malah berakraban, ngobrol bersama saat perjalanan berangkat dan pulang sekolah, sedangkan Jongin dicueki. Dia dianggap sopir oleh keduanya. Njir, nasib Jongin benar-benar apes.
"Ingat, kalian jangan ada yang berkata melenceng dari rencana kita sebelum ini" Rencana kita? Rencana Kyuhyun mungkin. "Jongin, mobil itu bisa jadi milikmu kalau hari ini berhasil. Dan kau", tunjuknya pada Dasom. "Akan kunaikkan gajimu dua kali lipat"
Jongin dan Dasom hampir melonjak bersama, tapi mereka baru sadar itu semua sudah terlambat. Coba Kyuhyun bilang kalimat barusan itu jauh sebelum ini, kan Jongin dan Dasom bisa membatalkan rencana mereka menikahkan Kyuhyun dengan Kibum. Sekarang mereka sudah hampir sampai di rumah harabojie. Ini lebih dari pada telat.
"Untuk kalian berdua, kalian bisa meminta apapun setelah ini!", katanya angkuh pada Kibum dan Sehun.
"Aku tak butuh apapun darimu", jawab Kibum masih dengan gaya santainya.
"Aku juga tak butuh", tambah Sehun.
Kyuhyun awalnya tersinggung, tapi kemudian angkat bahu. Dia lebih memilih membenahi dasinya sebelum tepat sampai di rumah harabojie. Hari ini Kyuhyun memang bertingkah berlebihan, termasuk dalam berpakaian. Yang lain berpakaian santai, dia sendiri memakai jas. Kyuhyun cuma ingin membuktikan kalau dia itu tidak selevel dengan Kibum. Masalah selera, dia lebih suka yang memakai jas dan bekerja kantoran, seperti Siwon. Bukan namja yang kemana-mana naik motor dan bekerja di bengkel, belepotan oli, seperti Kibum. Kyuhyun bermaksud mengungulkan dirinya saat ini
Mereka sudah sampai ke area perumahan harabojie, tapi Kibum tak bisa memarkir mobil ke halaman. Ada sekitar dua, tiga mobil di depan rumah harabojienya Kyuhyun. Mereka memutuskan turun sedikit jauh dari gerbang rumah, lalu jalan kaki masuk ke dalam area rumah. Saat akan masuk, ada suara bising di belakang. Harabjienya sedang mengadakan acara apa?
"Abojie, ada acara apa di belakang?", tanya Kyuhyun yang barusan bertemu harabojie.
"Cepat ke kamar atas, ajak Kibum juga. Halmony sudah menunggu kalian disana!", perintah harabojie tanpa menjelaskan. "Aku sibuk, Kyu!"
Kyuhyun tak ambil pusing. Dia segera menyeret Kibum menemui halmony-nya di kamar atas. Ketika baru mengetuk pintu, halmony-nya muncul dengan muka cerah. Beliau langsung menarik keduanya masuk kamar kemudian memperkenalkan mereka pada dua penata rias yang ada di kamar itu. Halmony bilang akan ada pesta, Kyuhyun dan Kibum harus berpenampilan menarik agar tak memalukan di hadapan tamu. Mereka menurut saja. Menurut untuk bertukar pakaian dengan jas yang mirip satu sama lain, meurut juga ketika penata rias itu mendandani muka mereka. Lalu sentuhan terakhir mereka menerima bunga kecil yang disematkan di saku jas mereka.
Setelah selesai berdandan Kyuhyun dan Kibum digiring ke bawah lagi, dibawa ke area belakang rumah dan diperkenalkan pada sebagian tamu. Saat ini Kyuhyun bisa melihat kursi-kursi yang hampir penuh oleh tamu, lalu dekor melengkung dengan dedaunan menjalar. Ada anak-anak kecil memegang bunga di samping kiri dan kanannya, dan dari kejauhan seorang pastur berjalan menuju tempat itu. Ini seperti dekor pernikahan. Siapa yang menikah di rumah harabojie-nya?
Tamu yang belum duduk segera menempati kursi-kursi ketika Kyuhyun dan Kibum digandeng halmony ke podium pernikahan. Tamu berdiri dan bertepuk tangan setelah keduanya sudah berdiri di depan pastor.
"Kalian tidak perlu berfikir apa-apa sekarang. Kita semua sudah iklas kalian menikah. Appa dan eomma-nya Kibum telah melamarkanmu untuk Kibum, dan kita menerimanya"
Kyuhyun dan Kibum bisa melihat mereka yang berdiri juga di deretan paling depan. Appa-nya Kibum terlihat bahagia, tapi eomma tidak. Beliau pasti belum terima anaknya menikah dengan Kyuhyun. Sedangkan disampingnya ada Yoona yang terus berbisik-bisik agar Leteuk merelakan pernikahan keduanya. Tapi masalahnya, mereka datang kemari kan untuk klarifikasi lanjutan bukan untuk menikah di hadapan semua orang ini.
"Siapa yang bilang aku sudi menikah dengan Kibum?", tanyan Kyuhyun kasar. Kyuhyun terkejut, begitu juga Kibum, tapi bukan berarti Kyuhyun pantas berkata kasar pada orang tua. "Kalian sok tahu. Aku tidak ada hubungan apapun dengan Kibum. Aku tidak hamil anaknya dan tak sudi menikah dengannya!", putusnya lebih keras lagi di depan halmony.
Sekarang halmony yang terkejut, beliau sampai hampir menangis.
"Kau pikir aku sudi menikah denganmu? Dengan nenekmu sendiri kau bertindak kasar, apalagi dengan orang lain". Kibum mengejek Kyuhyun kemudian dia segera menarik halmony menyingkir dari situ. Dia akan jelaskan pada halmony dan seluruh keluarganya bahwa dia memang tak ada hubungan apapun dengan Kyuhyun, dengan cara baik-baik tentunya.
"Kau pikir siapa kau berani mengejekku? Kalau aku kasar dengan halmony, apa urusanmu? Dia halmony-ku, terserah aku mau bertindak seperti apa terhadapnya!", cecarnya hampir mirip teriakan.
Para tamu menyayangkan hal itu. kenapa Kyuhyun tega meneriaki nenek-nya sendiri di depan para tamu. Leeteuk juga, makin besar rasa tak sukanya pada Kyuhyun. Rasanya seperti tak ada gunanya dia datang kemari menuruti permintaan Kangin kemarin. Sekarang begini akhirnya. Memang lebih pantas kalau anaknya menikah dengan Yoona. Yoona itu jauh lebih unggul dari pada Kyuhyun. Yang terpenting, Yoona hormat dengan orang yang lebih tua.
"TIDAK ADA PERNIKAHAN DISINI, KALIAN SEMUA BOLEH PULANG! JANGAN KEMBALI KEMARI DENGAN UNDANGAN YANG SAMA, KARENA AKU MEMANG TIDAK AKAN MENIKAH DENGAN KIBUM!"
Para tamu mulai meninggalkan tempat. Mereka sudah pasti mencibir ulah Kyuhyun, apalagi ketika mereka sedang berjalan meninggalkan kursi, Kyuhyun merobohkan dekor pernikahannya. Kyuhyun juga merebut bunga-bungaan yang dibawa anak-anak lalu melemparkan ke tanah dan menginjak-injaknya sampai rusak. Kyuhyun meraih apapun yang terjangkau oleh tangannya dan melempar semaunya. Kyuhyun malu, sakit hati dan marah. Dia bahkan tak peduli kalau tindakannya menghancurkan pesta membuatnya dibenci orang. Karena hal itulah yang terlintas di otaknya Kyuhyun untuk melampiaskan kekesalannya. Setelah dia puas, dia pergi meninggalkan orang-orang yang tersisa disitu.
Lil' Bro
Kibum sudah melepas jas-nya, dia baru saja selesai menggulung lengan kemejanya ketika Dasom, Jongin dan Sehun datang menghadapnya. Mereka bertiga mengakui kesalah pahaman ini. Mereka juga berterus terang kalau sebenarnya yang hamil itu Sehun, bukan Kyuhyun. Kibum hampir, marah pada adiknya, tapi setelah mendengar Jongin-lah yang menghamili adiknya kemarahan Kibum berpindah pada Jongin.
"Kau menghamili adikku?"
"Tidak sengaja, Hyung?", jawab Jongin sambil menunduk takut.
"Dan kau tak mau tanggung jawab?"
Kibum menghampiri ketiganya, tujuannya adalah pada Jongin. Kibum sedang marah walau wajahnya masih datar. Jongin, Sehun dan Dasom bisa merasakan kemarahan Kibum. Benar seperti apa yang mereka rasakan, Kibum segera mencengkeram kerah baju Jongin dan melepaskan dua pukulan ke muka jongin.
Duuaak! Duuaak!
Pukulan pertama mengenai tulang pipi Jongin dan pukulan kedua mengenai rahangnya. Dasom dan Sehun bahkan sampai ikut menjerit saat Jongin jatuh tersungkur ke lantai. Ketika Sehun dan Dasom hendak menolong, Kibum mendahului mereka. Kibum memberdirikan Jongin, mencengkeram rahang si badung itu seakan ingin menghentikan laju nafas Jongin dari situ.
"Kau tak ingin tanggung jawab?", tanya Kibum sekali lagi.
"Ampun, hyung. Aku mau. Aku sudah menawarkan tanggung jawab, tapi Sehun tak mau!"
"Kau bilang apa?"
Plaakk!
Jongin mengaduh menerima tamparan dari Kibum. Bibirnya telas sobek dan mengeluarkan darah. Ini perih, sakit hingga Sehun dan Dasom ikut mendesis seakan ikut merasakan sakitnya Jongin.
"Hyung, aku memang yang menolaknya untuk tanggung jawab", terang Sehun. Kali ini saja dia tidak ingin bertindak egois. Memang dia yang tak mau menikah, bukan karena Jongin ayah dari anak yang dia kandung sekarang, tapi karena dia memang belum mau menikah di usianya sekarang. "Hyung, aku mohon jangan pukuli dia lagi!"
"Kau hamil, siapa yang akan mengurusi anakmu kalau kau tidak menikah?"
"Kibum, kurasa.."
"Apa? Kau tak perlu membela mereka!", bentak Kibum pada Dasom.
Dasom segera diam, dia tahu memang Jongin dan Sehun-lah yang salah, jadi kalaupun dibela juga akan percuma.
"Tunngu! Tunggu dulu!", pinta Kyuhyun yang tiba-tiba datang merebut Jongin dari cengkeraman Kibum. "Aku tahu adikku salah, tapi tidak begini caranya kau melampiaskan kemarahanmu padanya"
"Lalu haruskah aku ikut memaki orang tua lalu menghancurkan pesta dan mempermalukan diri sendiri di depan banyak orang seperti yang kau lakukan?", ledek Kibum pada tingkah bar-bar Kyuhyun tadi.
"Tidak begitu juga"
Kyuhyun mengakui kalau tadi dia khilaf, dan baru saja dia sadar telah bertindak bar-bar. Dia baru ingin minta maaf pada kakek-neneknya ketika tiba-tiba dia mendengar pembicaraan Kibum dan yang lainnya barusan. Melihat Jongin dipukuli Kibum, dia jadi kasihan. Masih mengingat pesan terakhir appa-nya dulu, dia harus menjaga adiknya. Dan melindungi Jongin memang tugasnya sekarang ini.
"Aku akan bertanggung jawab", kata Kyuhyun spontan.
"Tapi aku tak ingin menikah sekarang, hyung", terang Sehun pada kedua namja dewasa di hadapannya.
"Aku akan menikahimu kalau kau sudah siap"
"Maksudku, aku tidak ingin menikah deganmu sekarang ataupun nanti", terang Sehun hati-hati. Pasalnya dia mau cari aman. Dengan Kibum saja, Kyuhyun kasar dan suka menyuruh-nyuruh, bagaimanan kalau dia yang menghadapi Kyuhyun? lebih baik tidak usah menikah sekalian. "Aku tak siap menikah dan punya anak, Hyung"
Kalau sehun dan Jongin belum siap menikah dan punya anak, jelas pikiran mereka tertuju pada mengugurkan anaknya Sehun atau membuangnya ke panti asuhan saat anaknya lahir nanti. Tapi memikirkan hal barusan membuat mereka miris. Mereka bukan orang jahat, tak mungkin tega menelantarkan anak yang di tubuhnya mengalir darah mereka. Dari sinilah Dasom mengusulkan ide agar Kibum dan Kyuhyun yang menikah, mereka yang harus jadi orang tua baby-nya Sehun. Tidak perlu benar-benar ada hubungan diantara mereka. Seorang anak agar mempunyai akta lahir syaratnya adalah dengan mempunyai orang tua, entah orang tua kandung atau orang tua angkat. Walau mereka punya status suami istri, mereka masih tetap bisa melakukan kegiatan masing-masing. Jogin dan Sehun bisa tetap bebas sekolah dan menggapai cita-cita, sedangkan baby mereka juga punya status yang jelas.
"Hyung?", tanya Sehun meminta jawaban Kibum.
"Baiklah!". Sehun, Jongin dan Dasom sampai menggela nafas lega. "Tapi jangan sekali-kali membuat kesalahan baru!"
"Pasti, hyung!", jawab Sehun dan Jongin bersamaan.
Setelah minta maaf dan menjelaskan kerusuhan barusan, mereka meminta ijin pada Appa dan Eomma-nya Kibum serta kakek-neneknya Kyuhyun untuk benar-benar melaksanakan pernikahan. Mereka menerangkan bahwa, tadi Kyuhyun terlalu terkejut hingga tak kuasa mengamuk sedemikian. Namun sekarang mereka mengaku siap menikah.
Pastor sudah pulang, jadi mereka harus datang ke gereja tempat pastor itu mengabdikan diri. Mereka datang ke gereja area situ, gerejanya kecil tapi cukup lenggang bagi mereka yang cuma sepuluh orang. Pastor-pun menyambut kedatangan mereka dengan baik, lalu menyetujui untuk menikahkan Kyuhyun dan Kibum meski tadi sudah gagal.
"Mr. Kibum, bersediakan Anda menerima Mr. Kyuhyun sebagai pendaping Anda, berjanji untuk menjaganya dalam keadaan baik maupun buruk, dalam sakit maupun sehat dan akan mencintainya dan setia kepadanya seumur hidup Anda!"
Ini seperti apa yang dibayangkan Kyuhyun seminggu yang lalu. Dia berdiri berhadapan dengan Kibum mengucapkan janji suci pernikahan dan disaksikan orang yang sama seperti bayangannya. Hanya bedanya, Pastor yang menanyakan janjinya dan dia tinggal menjawab. Dan juga disini tak ada Siwon. Kyuhyun lega akan hal itu, dia bisa merahasiakan pernikahan ini dari Siwon.
"Ya!", jawab Kibum singkat membuat Kyuhyun ingin menempeleng Kibum saat ini. Kibum boleh marah, tapi tidak harus memperlakukan pernikahan sakral dengan jawaban asal-asalan seperti ini.
"Mr. Kyuhyun, bersediakah Anda menerima Mr. Kibum sebagai pendamping Anda, berjanji untuk menjaganya dalam keadaan baik maupun buruk, dalam sakit maupun sehat dan akan mencintainya dan setia kepadanya seumur hidup Anda!"
Kyuhyun melirik ke saksi yang hadir saat ini. Segelintir orang yang terdiri dari keluarganya dan keluarga Kibum. Saat Kyuhyun melihat kearah halmony-nya, halmony menangis haru tapi beliau tersenyum membalas tatapan Kyuhyun. Untuk sementara memang itu yang diharapkan Kyuhyun, dia mau halmony memaafkannya dan bahagia melihatnya menikah. Di ujung lain, Kyuhyun melihat Leeteuk tak menampakkan kebahagiaan, Kyuhyun tahu kalau bukan dirinya yang diinginkan eomma-nya Kibum jadi menantu. Tapi bukankah Kibum dan Yoona sendiri tak ingin menikah satu sama lain, dan sekarang yang mengucap janji pernikahan adalan dirinya dan Kibum, jadi mau tak mau Leeteuk harus menerimanya jadi menantu.
"Aku bersedia!". Demi menanggung kesalahan Jongin, Kyuhyun bersedia jadi pasangan Kibum.
"Silakan mencium pasangan Anda!"
Duh Kyuhyun lupa lagi, selalu ada ciuman di setiap acara pernikahan. Sekarang dia harus berciuman dengan Kibum, demi apa dia harus mau? Baiklah, dia memang istri Kibum sekarang ini. Lakukan dengan cepat dan segera pergi dari sini.
Kyuhyun menunggu Kibum memajukan mukanya, tapi ternyata Kibum bergeming seakan tak suka mendengar kata 'cium' dari pendeta. Kalau begini terus, kapan mereka bisa segera keluar dari gereja ini? Kyuhyun mengambil inisiatif, biar saja kalau dia dianggap namja nafsuan, toh cuma keluarganya yang tahu. Kyuhyun yang memajukan mukanya, Kyuhyun juga yang mencium Kibum. Sebentar saja, cuma menempelkan bibir-bibir mereka kemudian menariknya kembali. Semua yang hadir bertepuk tangan, termasuk Leeteuk yang mau tak mau sudah jadi mertua Kyuhyun.
Jadi hari ini selesai, selesai dengan Kyuhyun yang jadi istrinya Kibum? Ini bukan akhir yang diingikan Kyuhyun.
Lil' Bro
"Kai, kau tak apa-apa?", tanya Dasom ketika mereka bersiap-siap pulang.
"Aku tak pernah menyangka akan jadi seperti ini. Kibum hyung itu mantan preman atau apa? Baru di pukul dua kali saja badanku rasanya remuk". Kalau Jongin disuruh memilih antara ditampar Sehun atau di pukul Kibum, jelas Sehun pilihannya. Tangan Sehun kan lentik begitu, kalau menampar palingan tidak sakit, kalau Kibum kan montir jelas otot-otot tangannya kuat.
"Kalau kau tahu Sehun itu adiknya Kibum, apa kau masih berani meniduri adiknya?"
"Ck, sudah kubilang itu tidak sengaja. Melihat muka Sehun saja aku sudah ketakutan, apa mungkin aku berani menidurinya dengan sengaja?"
"Baiklah aku percaya. Ngomong-ngomong, mereka bisa akur tidak ya?", tanya Dasom sambil memandang ke arah Kibum dan Kyuhyun sekarang.
"Semoga saja", jawabnya sambil ikut memandang kepada kakak-kakaknya. "Aku cuma tak ingin dipukuli Kibum hyung lagi"
"Eh, tadi aku menemukan plaster luka di kotak obat halmony. Kau mau pakai?"
Dan muka Jongin penuh dengan tempelan plaster luka yang dipasang Dasom. Nampaknya Dasom berlebihan memasang plasternya.
To be continue
See you!
