Because Of My Brother's Fault
Kyuhyun, Jongin, Kibum
Sehun, Siwon
Ini ff KiHyun dan KaiHun, pasti bakal ada adegan Jongin dan Sehun. Tapi harus sabar. Sehun kan anti Jongin, untuk mendekatkan mereka itu butuh proses.
For all reader, selamat membaca dan abaikan typo!
Sup Taoge di Pagi Hari
"Kyu, aku merindukanmu", tutur Siwon sambil memegangi tangan Kyuhyun, meremat-remat kemudian mengecup punggung tangan itu.
Ini sudah seabad Siwon tak bertemu dengan Kyuhyun, rasanya hati Siwon sudah lumutan karena terlalu lama menanggung rindu. Ok, Siwon lebai. Ini hari ke sepuluh semenjak mereka bertemu terakhir kali. Menurut Siwon, Kyuhyun terlalu banyak alasan menolak ajakannya bertemu akhir-akhir ini. Sebelumnya memang iya, tapi karena Siwon dalam mode galau diprofokasi Kibum dan Yesung tempo hari, dia jadi ingin terus-terusan bertemu Kyuhyun. Siwon takut kalau Kyuhyun benar-benar akan meninggalkannya dan memilih menikah dengan orang lain. Tapi beruntung kekhawatiran Siwon itu tidak terjadi. Buktinya sekarang saja Kyuhyun sedang duduk berdua bersamanya di restoran Francis favorit mereka.
Ceritanya mereka sedang dinner.
"Kau berlebihan, Hyung. Beberapa hari yang lalu kita juga makan disini"
Beberapa hari itu tepatnya sepuluh hari yang lalu. Bagi Siwon, sepuluh hari itu waktu yang sangat lama.
"Apa salah aku merindukan kekasihku?", tanya Siwon sambil kembali mengecup punggung tangan Kyuhyun. "Memangnya kau tak merindukan kekasih tampanmu ini?"
"Aku bukan orang yang berlebihan sepertimu. Mungkin kalau sudah sepuluh tahun kita tidak bertemu, baru aku akan merindukanmu", jawab Kyuhyun acuh.
"Kau jahat sekali padaku". Siwon pura-pura merajuk, tapi sayangnya Kyuhyun mengabaikannya. "Kyu!"
"Apa?"
Siwon sedang mood malam ini, dia ingin menghabiskan malam dengan Kyuhyun lagi seperti dulu-dulu. Siwon merindukan Kyuhyun, termasuk merindukan tubuh kekasihnya itu. jadi seumpama dia mengajak Kyuhyun menginap, bukankah tidak masalah. Toh hubungan terakhir mereka itu sudah sekitar dua tiga bulan yang lalu. Siwon sampai lupa kapan terakhir kali mereka menginap bersama. Dulu kan Kyuhyun sering menolaknya dengan dalih bekerja dan bekerja, kemudian Siwon menghalalkan yang namanya obat perangsang untuk menambah frekuensi hubungan mereka sampai akhirnya berhenti total gara-gara jus jeruknya dibawa Jongin kemah waktu itu.
"Nanti malam kau menginap di rumahku ya!", pinta Siwon, tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.
"Aku tahu isi otakmu, hyung"
"Kalau kau tahu, kau tak akan menolakku", katanya memelas. "Kyu, kasihani aku untuk kali ini saja!", pinta Siwon.
Bagaimana ya? Sebenarnya Kyuhyun juga kasihan pada Siwon. Dia ingin segera bilang iya, tapi statusnya selain jadi kekasih Siwon, dia juga istrinya Kibum. Mana pantas seorang istri, tidur dengan namja selain suaminya? Walau status pernikahan Kyuhyun dengan Kibum itu didapat dari niatan mereka menolong Jongin dan Sehun, tetap saja pernikahan mereka sah dari segi agama dan hukum negara. Kyuhyun mempertahankan hubungannya dengan Siwon saja sudah bisa dikategorikan perselingkuhan, apa lagi kalau mereka sampai tidur bersama. Dosa, dosa besar di hadapan Tuhan itu namanya.
"Sebenarnya aku banyak pekerjaan besok pagi, tapi baiklah aku akan menginap"
Kyuhyun ternyata kalah dengan pesona Siwon. Kyuhyun sendiri juga merindukan Siwon, lebih tepatnya rindu sentuhan Siwon. Yah, namanya juga kekasih, melakukan hubungan intim secara rutin sebelumnya, jadi kalau sudah lewah dua bulan tak melakukannya rasanya ada yang kurang. Badan rasanya gatal, pengen digaruk, pengen dielus, pokoknya diapain saja Kyuhyun mau, asal rasa tidak nyaman itu hilang dari tubuhnya.
Lalu bagaimana dengan statusnya sebagai istri Kibum? Perjanjian antaranya dan Kibum, bebas melakukan kegiatan masing-masing setelah mereka menikah. Berarti kalau Kyuhyun tidur dengan Siwon, harusnya tak jadi masalah dengan Kibum. Kibum kan juga bisa tidur dengan orang lain yang disukainya. Lagi pula hubungannya dengan Siwon itu bukan perselingkuhan. Hubungan dengan Kibum-lah yang patut disebut perselingkuhan, karena Kyuhyun berpacaran dengan Siwon jauh sebelum dia menikah dengan Kibum.
"Yess!", sorak Siwon sambil mengepalkan tangannya. "Kau baik sekali, Kyu", pujinya sambil meraih tangan Kyuhyun lagi.
"Aku baik sudah dari dulu, Hyung"
"Ya, dan aku makin mencintamu karena kebaikanmu itu"
Agaknya Siwon rindu berciuman dengan Kyuhyun. Dia mulai membangun suasana romantis untuk memulai ciuman. Siwon merenggangkan pegangan tangannya pada tangan Kyuhyun, sebelah tangannya dia pindahkan ke dagu Kyuhyun. Dia membawa wajah Kyuhyun mendekat padanya, sedangkan dia sendiri juga mendekatkan wajah. Dari pandangan mata dengan mata, kemudian menurun ke pipi lalu hidung dan terakhir bibir Kyuhyun. Bibir yang sebentar lagi akan didarati bibirnya sendiri. Siwon tak sabar ingin melumat bibir itu seperti dulu-dulu. Tapi ketika Siwon hampir melekatkan bibirnya pada bibir Kyuhyun, handphone Kyuhyun berbunyi. Ciuman mereka tertunda karena Kyuhyun memilih mengangkat teleponnya.
"Ada apa, Hyung?"
"Kyu, kau taruh dimana laporan yang tadi kuserahkan padamu?", tanya Kangin, manager KK mart cabang Seol. "Kau bilang sudah menandatanganinya?"
"Kau belum pulang kerja, Hyung?"
"Karena aku masih mencari laporan itu. Dimana kau meletakkannya?"
"Laporan itu masih ada padaku. Tadi aku tak jadi mengembalikannya padamu"
"Yah, kau ini. Bilang dari tadi, aku kan tak harus berlama-lama mencari barang yang tak ada di tempatnya sampai malam begini!", protes Kangin. "Besok aku butuh kau pagi-pagi datang ke KK mart, bawa serta laporan itu!"
"Iya, iya, akan kubawa. Sekarang kau pulang saja dan istirahatlah!"
"Aku memang akan pulang", kata Kangin. "Ngomong-ngomong disitu ramai sekali, kau ada dimana sekarang?"
"Bukan urusanmu. Kututup teleponnya kalau tak ada yang ingin kau tanyakan lagi"
"Ya sudahlah. Yang penting besok kau serahkan laporan itu pagi-pagi sekali"
"Iya!"
Kyuhyun mengakhiri pembicaraannya dengan Kangin kemudian kembali fokus pada Siwon.
"Siapa Kyu?"
"Kangin hyung"
Kalau Kyuhyun menyebut nama Kangin, sudah pasti itu masalah pekerjaan. Siwon kenal Kangin, bahkan mereka bersahabat. Dia tahu Kangin bekerja jadi manager di super market-nya Kyuhyun. Dari Kangin jugalah dulu Siwon kenal Kyuhyun pertama kali hingga akhirnya menjadi kekasihnya. Siwon bahkan menganggap Kangin itu sahabat paling berharga, karena lewat dirinyalah dia bisa menemukan belahan jiwanya sekarang ini. Siwon berhutang budi pada Kangin.
"Kita teruskan yang tadi"
Siwon bersiap kembali. Dia menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Dia akan beciuman dengan Kyuhyun di restoran ini, rasanya akan sangat menyenangkan.
"Kyu!"
Tapi handphone Kyuhyun kembali berbunyi. Kyuhyun juga kembali mengacuhkan Siwon demi handphone-nya. Sekilas Kyuhyun melihat nama Kangin lagi di layar handphone-nya. Ada apa lagi manager-nya itu meneleponnya?
"Kalau kau mau tahu sedang dimana aku sekarang, aku sedang dinner dengan Siwon hyung. Kau ini tak tahu orang sedang senang saja", protes Kyuhyun.
Siwon membetulkan tindakan Kyuhyun. Mereka memang sedang senang, sebentar lagi akan berciuman lalu nanti malam akan menghabiskan malam bersama. Ini menyenangkan, tapi gara-gara telepon dari Kangin, berciuman saja sampai harus tertunda dua kali.
"Masalah pekerjaan jangan dibahas sekarang. Besok pagi saja!"
"Kau sedang dinner dengan siapa?", tanya si penelepon.
Eh, suaranya beda dengan Kangin yang tadi. Kyuhyun melirik ulang pada nama yang tertera di handphone-nya. Benar disitu tertulis nama Kangin, tapi pemilik suara ini beda dengan Kangin manager KK mart. Kyuhyun bepikir sebentar namun kemudian terkejut mengingat Kangin yang satu ini. Ini Kangin appa-nya Kibum. Mertunya Kyuhyun sendiri. Duh, tadi Kyuhyun kelepasan bicara lagi. Pake acara pamer sedang dinner dengan Siwon segala. Lagi pula kenapa bisa mertuanya itu punya nama sama seperti manager super market-nya, kan jadi rancu begini.
"Hyung, aku bicara dengan klien sebentar", pamit Kyuhyun bicara pelan pada Siwon.
Kyuhyun segera menghindar jauh dari Siwon setelah menerima ijin. Dia kembali bicara dengan mertuanya.
"Appa, tumben kau meneleponku?", tanya Kyuhyun basa basi. Memang ini kali pertama Kyuhyun bicara dengan Kangin di telepon. "Aku baru saja menandatangani kesepakatan kerja, sedang senang sekali. Sekarang aku dan managerku sedang dinner dengan rekan kerja"
"Oh begitu. Apa aku mengganggu?"
"Tidak. Memang kenapa Appa meneleponku?"
"Aku cuma mau bilang kalau besok pagi eomma akan datang ke apartemen kalian"
"Kapan? Besok pagi?"
"Ya, pagi-pagi sekali. Dia bilang mau memberikan sesuatu padamu"
"Kenapa tidak siang atau sore hari saja?"
"Eomma-mu kalau sudah punya kemauan selalu seperti itu. Terima saja kedatangannya, paling sebentar juga akan pulang lagi"
"Iya Appa"
"Ya sudah, teruskan makan malammu dengan rekan kerjamu!"
Kacau. Malam ini Kyuhyun berjanji menginap di rumah Siwon dan besok pagi-pagi berjanji bertemu Kangin, manager super marketnya. Kalau eomma-nya datang pagi-pagi otomatis malam ini dia harus hijrah ke apartemennya Kibum. Padahal setelah mereka menikah sampai saat ini Kyuhyun dan Kibum tak melakukan kontak apapun. Sekedar telepon saja tidak, tiba-tiba dia harus menemui eomma-nya Kibum di apartemen. Kalau Kyuhyun tak ada saat Leeteuk datang kesana, nanti Kyuhyun dikatai menantu tak baik. Lalu Leeteuk akan makin tak menyukainya, kalau mereka dipaksa bercerai imbasnya ke Jongin dan sehun juga nantinya. Jadi untuk saat ini dia harus membatalkan rencananya menginap di rumah Siwon.
"Kenapa tak jadi, Kyu?", tanya Siwon kecewa setengah mati. "Kau sudah setuju tadi. Kita tak perlu main banyak-banyak jadi kau bisa bangun pagi-pagi untuk berangkat menemui Kangin hyung"
Masalahnya bukan lagi Kangin managernya, tapi Kangin yang lain lagi. Mertuanya itu baru mengabarkan istrinya akan mengunjunginya besok.
"Aku juga tak meyangka klien-ku akan meminta bertemu dini hari. Aku harus mengerjakan proposal itu sekarang agar saat bertemu dengannya nanti bisa langsung kupresentasikan di hadapannya"
"Kan bisa besok"
"Klien-ku itu orang sibuk, Hyung. Bisa bertemu dan menjalin hubungan kerja dengannya saja suatu keberuntungan. Ayolah, Hyung. Aku bisa menginap di rumahmu lain kali"
"Lain kali, lain kali lagi. Kapan?". Kyuhyun memohon pada Siwon untuk diijinkan tak menginap malam ini. "Baiklah. Kalau kau punya waktu luang, segera hubungi aku"
"Pasti!", kata Kyuhyun pura-pura bahagia. "Baiklah Hyung, aku pulang dulu", pamitnya.
Kyuhyun mencium kening Siwon lalu meninggalkan kekasihnya itu di restoran sendirian.
Lil' Bro
"Hun, kau belum tidur?"
"Kai, ini kali kelima kau meneleponku dan menanyakan hal sama padaku"
"Baiklah akan kuganti pertanyaannya"
"Masalahnya bukan kau harus mengganti pertanyaannya, tapi kau harus berhenti meneleponku"
Ini kelima kalinya setelah beruntun sepuluh menit sekali Jongin menelepon Sehun. Dengan alasan dia siaga kalau dibutuhkan Sehun malam-malam begini, jadi dia terus menelepon Sehun. Mungkin saja Sehun memang butuh bantuannya, tapi tak sempat meneleponnya. Jongin masih berperan sebagai agen Kyuhyun, tapi sekarang doble sebagai agen-nya Kibum juga. Tugasnya adalah menjagai dan membantu apapun yang Sehun tak sanggup lakukan sendiri.
"Sebenarnya begini, Hun"
"Kau menjalankan tugas dari Kyuhyun hyung?"
"Nah itu kau tahu"
"Lima kali kau meneleponku, lima kali juga kau mengatakan hal itu. Bagaimana aku tak tahu?"
"Jangan sewot seperti itu, Hun. Kau jadi terdengar seperti Kyuhyun hyung". Kyuhyun kan suka mengomel begitu kalau sudah berhadapan dengan Jongin. Atau memang semua orang akan jadi seperti itu kalau Jongin yang dihadapi? "Kyuhyun hyung kan bilang, aku harus siap kapanpun kau membutuhkanku. Aku siap kau butuhkan, Hun"
"Tapi aku tak butuh kau!", tolak Sehun secara kasar.
"Aku bisa bercerita supaya kau bisa lekas tidur", tawar Jongin sambil berharap jasanya dihargai Sehun.
"Aku akan bisa tidur kalau kau tak mengatakan apapun padaku, dan segera menutup telepon ini"
"Haaaah!", Jongin sengaja menghela nafas keras-keras, supaya Sehun tahu dia nelangsa ditolak terus olehnya. "Baiklah. Baiklah. Tapi aku mau ambil air minum dulu. Aku haus, Hun"
Bukankah Jongin bisa menutup teleponnya dulu setelah itu baru ambil air minum?
"Aku takut ke dapur malam-malam begini. Kau temani aku lewat telepon ya, Hun!", pinta Jongin sambil beranjak dari kamarnya menuju dapur. "Aku takut ada setan di dapurku!"
Setan? Ya Jongin itu setannya.
Jongin berjalan ke dapur tanpa menyalakan lampu kamarnya, lampu ruang santai dan lampu ruang-ruang lain yang dilewatinya. Disitu gelap sekali dan Jongin harus berjalan pelan-pelan agar tak menabrak.
"Sssssttttt!", desis Jongin memberi tahu Sehun agar tak bersuara. "Kau tahu, Hun. Disini gelap sekali", kata Jongin pelan. "Aku harus hati-hati berjalan. Harus waspada juga kalau-kalau ada sesuatu yang mengancam nyawaku"
Contohnya, kalau Jongin berjalan cepat lalu menabrak meja kaca. Kacanya pecah lalu Jongin jatuh di pecahan kaca, itu mengancam nyawa Jongin juga. Tapi Jongin menggambarkan dirinya seperti sedang main film action. Dia perlu berjalan tenang dan hati-hati supaya tidak diketahui musuh lalu dibunuh.
Pelan dan lambat asal selamat, Jongin akhirnya sampai di pintu dapur. Sebelum masuk dia meraba dinding dekat pintu itu lalu memencet saklar, menyalakan lampu.
"Aku sudah sampai dapur", beritanya pada Sehun. "Disini lebih nyaman dan terang". Iyalah dia baru saja menyalakan lampu.
"Aku mau minum apa ya? Enaknya aku minum apa ya, Hun? Jus jeruk, sari kelapa atau air putih saja?", tanya Jongin. Jongin menimbang nimbang tiga jenis air yang akan diminumnya, tapi kemudian dia memutuskan minum air putih. "Aku akan minum air putih biar sehat!", katanya kemudian.
Jongin melangkah ke rak penyimpanan gelas, dia mengambil satu gelas bertangkai kemudian meletakkannya di meja. Jongin beralih tempat, dia mengambil jug air putih dalam lemari es dan membawanya ke meja itu. Dia akan menuangkan air putihnya dalam gelas, namun karena sebelah tangan Jongin memegangi ponsel dia kesulitan menuang air. Air minumnya tertumpah ke meja, terakhir jug yang dipegangnya malah bersentuhan keras dengan gelas lalu gelasnya terguling kemudian menggelinding sampai ke tepi meja.
Prangggg!
Gelas itu jatuh.
"Uh, tidak apa- apa, Hun. Tidak apa-apa", kata Jongin cepat- cepat. "Aku baik-baik saja, kau tak perlu khawatir!", katanya juga. Padahal Sehun tak tanya apapun pada Jongin. "Beginilah kerja Dasom akhir-akhir ini, dia suka meletakkan barang pecah belah sembarangan. Akhirnya jatuh dan pecah"
Jongin mengambil gelas baru. Kali ini gelas bundar panjang yang tak mudah jatuh saat diletakkan di meja. Dia kembali mengisinya dengan air putih, dan yang kali ini berhasil terisi sampai penuh tanpa tumpah.
"Maklum lah, Hun. Dasom capek bekerja seharian. Dia butuh istirahat kurasa", katanya sambil mengembalikan jug air ke dalam lemari es.
Kembali Jongin berjalan ke kamarnya. Dia sudah selesai mengambil air, tapi meninggalkan dapurnya begitu saja dengan pecahan gelas di mana-mana dan lampu dapur masih menyala. Jongin tak pernah merasa haus malam-malam begini. Dia bilang akan minum tadi kan cuma untuk gaya-gayaan di depan Sehun. Kesannya Jongin minum air putih, berarti Jongin itu orang yang peduli kesehatan. Sehun biar salut padanya.
"Aku akan mengusulkan pada Kyuhyun hyung supaya Dasom diijinkan liburan", tuturnya lagi setelah berhasil keluar dengan selamat dari dapur.
Jongin kembali berjalan ke kamar, melewati ruang demi ruang di rumahnya yang gelap itu. Kali ini dia tidak berjalan pelan-pelan lagi, Jongin ingin cepat sampai kamarnya kemudian segera tidur. Dalam perjalanannya itu Jongin menabrak guci besar hiasan ruang santai.
Pranggggg!
Pecah juga seperti gelasnya di dapur tadi.
"Sehun, kau tenang ya. Kali ini aku masih baik-baik saja", katanya menenangkan Sehun. Jongin merasa Sehun pasti mengkhawatirkan keadaannya. "Itu cuma guci tua yang pecah dengan sendirinya. Kau tak perlu terlalu khawatir padaku, aku bisa menjaga diri. Kalau tidak, bagaimana aku bisa mengemban tugas untuk menjagamu", terangnya dengan percaya diri. "Aku berjanji akan sampai di kamar dengan selamat. Kau tunggu aku sebentar ya!"
Jongin menghindari pecahan guci itu dengan berjalan memutar lewat sisi lain. Secepat kilat dia berjalan ke kamarnya.
"Sehun, coba tebak aku sedang dimana?", tanyanya pada Sehun. "Taraaaaa. Aku sudah berada dikamar", katanya bersemangat. "Beri selamat padaku!"
Jongin meletakkan airnya di meja nakas. Dia naik kembali ke ranjangnya kemudian masuk dalam selimut. Jongin memindahkan ponsel ke telinga sebelahnya. Dia juga berdehem sebentar sebelum memulai pembicaraan dengan Sehun lagi.
"Hun, menurutmu kalau Dasom liburan sendiri, nanti dia tersesat tidak ya? Bagaimana kalau kita temani Dasom jalan-jalan?", tawar Jongin sambil membayangkan liburan dengan Sehun dan Dasom. "Kita bisa ke pantai atau Shopping ke Mall. Aku akan belikan baju baru untukmu. Selera fashion-ku bagus, aku bisa pilihkan baju yang bagus untukmu. Kau pasti akan terlihat tampan dengan baju pilihanku", katanya lagi. "Ngomong-ngomong kau tak begitu suka keramaian kan? Aku tahu itu, tapi kau jangan takut, aku yang akan melindungimu, melindungi kalian saat di pantai nanti. Bagaimana, kau setuju?"
Jongin mulai mengkhayal jalan-jalan ke pantai dengan Sehun dan Dasom. Disana Jongin melihat Sehun dan Dasom berlarin ke bibir pantai, main air, main pasir lalu kejar-kejaran dan terakhir basah-basahan. Sehun begitu gembira diajak ke pantai olehnya, karena seumur hidup inilah kali pertama Sehun melihat pantai. Dia berceloteh kesan kemari dengan Dasom, tertawa dan bercanda berdua, sedangkan Jongin meyaksikan mereka dari jauh. Ah, rasanya damai melihat Sehun jadi sebegitu energik. Sebagai agen penjaga Sehun, Jongin merasa berhasil melindungi dan menggembirakan Sehun. Tak salah kalau dia mengandalkan Dasom dan mengajaknya turut serta membahagiakan Sehun.
Jongin menggeleng setelah khayalannya berakhir. Dia bahkan mengakhiri cerita khayalnya itu dengan ucapan terima kasih dan kecupan kecil di pipinya dari Sehun. Jongin kemudian melirik ke jam weker di samping ranjangnya. Sudah mendekati tengah malam, dia harus mempersilakan Sehun tidur.
"Baiklah, Hun. Kurasa sudah waktumu untuk istirahat. Aku tak akan meneleponmu setelah ini, tapi besok pagi aku akan menjemputmu lagi", pamitnya. "Selamat malam, Sehun. Mimpi yang indah ya. Kalau kau tak keberatan ajak aku dalam mimpimu"
Jongin menutup teleponnya dan bersiap menyusul Sehun tidur. Tapi kenapa Jongin tak sadar kalau bicaranya sedari dari tak ditanggapi Sehun? Mungkin saja Sehun sudah tidur duluan kan?
Lil' Bro
Teett Teett
Teett Teett
Sehun merasa baru saja terpejam, demi menghindari telepon dari Jongin dia membiarkan ponselnya diatas meja sedangkan dia berangkat tidur. Sekarang setelah Sehun mulai dapat memejamkan mata, bel apartemennya ada yang memencet. Siapa tamu kurang ajar yang tega mengganggu tidur Sehun barusan?
Saat mengintip di lubang intip pintu, Sehun melihat seperti kumpulan bantal, guling di depan pintunya. Ketika Sehun membukanya, ternyata kakak iparnya yang berdiri di depan pintu sambil membawa barang-barang tersebut.
"Kau sedang apa malam-malam kemari, Hyung?"
"Eh, Sehun. Bantu aku!".
Kyuhyun mengalihkan bantal baru, guling baru, selimut baru itu ke tangan Sehun. Sedangkan dia sendiri membawa piyama barunya dan melenggang masuk ke dalam apartemen.
"Untuk apa kau bawa peralatan tidur baru pada kami? Punya kami masih bagus", tanya Sehun setelah dia selesai mengunci pintu dan mengikuti Kyuhyun masuk bersama barang bawaan Kyuhyun.
"Itu untukku", kata Kyuhyun sambil terus berjalan masuk salah satu kamar.
Tadi setelah dapat telepon dari mertuanya, dia berpamitan pada Siwon, Kyuhyun langsung menuju apartemen Kibum. Apartemen Kibum kan jauh, kalau Kyuhyun harus pulang dulu untuk tukar baju di rumah jelas akan menyita waktunya. Kyuhyun memutuskan langsung berangkat ke apartemen Kibum dan di perjalanan itu dia membeli bantal guling dan selimut barusan. Awalnya dia cuma mau membeli piyama, tapi mengingat di apartemen Kibum dia akan tidur seranjang dengan Kibum, dia memutuskan beli perlatan tidur sekalian. Siapa tahu Kibum tak mau berbagi selimut dan bantal dengannya. Buat jaga-jaga saja.
Kyuhyun mengkode Sehun untuk meletakkan barang bawaannya di ranjang, sedangkan dia sendiri masuk kamar mandi. Kyuhyun keluar lima menit setelahnya. Dia menata barang bawaannya di ranjang itu kemudian menata diri juga untuk segera tidur.
"Eomma akan datang kemari besok pagi. Jadi aku harus menginap disini"
"Tapi disini juga ada bantal, guling dan selimut, Hyung. Kau tak perlu bawa lagi"
"Aku tak mau pakai bantal milik Kibum". Kyuhyun menyelimuti dirinya sendiri, kemudian menata kepalanya di bantal. "Kau boleh kembali ke kamarmu dan tidur!", titahnya. Tapi Sehun tak beranjak dari tempatnya berdiri sekarang. "Kenapa kau masih berdiri disitu?"
"Ini kamarku, Hyung", kata Sehun yang menampakkan gestur berkuasa di ruangan ini.
"Kenapa kau tak bilang dari tadi?", protes Kyuhyun kembali bangkit dan mengemasi barangnya.
"Kau juga tak tanya", balas Sehun.
Salah Kyuhyun sendiri sekali masuk buru-buru tidur tanpa bertanya. Apa dia juga tak lihat kalau disitu tak ada Kibum? Kemarin-kemarin kan Kyuhyun sering kemari, kenapa masih saja tak tahu kamar mana yang ditempati Kibum?
"Sehun, tolong bawakan bantalku!", pinta Kyuhyun yang berjalan duluan membawa selimutnya.
Sehun membawakan bantal Kyuhyun. Dia menunjukkan letak kamar Kibum dan mengantarkan Kyuhyun ke kamar itu pula. Saat mereka masuk kamar, Kibum sedang tidur di ranjangnya. Ukuran kamarnya sama besar dengan milik Sehun, tapi ranjang milik Kibum lebih kecil. Kamar Kibum juga bersih, lenggang lebih tepatnya. Tak ada banyak barang di ruangan itu.
"Hyung, Kyuhyun hyung akan menginap. Geser sedikit!", pinta Sehun sambil meletakkan bantal Kyuhyun di samping Kibum.
"Sudahlah, kau boleh kembali kekamarmu. Aku yang akan mengurusnya!"
"Ok!"
"Terima kasih!", ucap Kyuhyun sebelum Sehun ke luar dari kamar itu.
Kyuhyun mengamati Kibum saat ini. Kibum tampan, tapi orang tampan tak menjamin tampan pula saat sedang tidur. Kibum salah satu orang itu. Sudah ranjang berantakan, selimut dan bantal berserakan, Kibum tidur juga memenuhi ranjang. Lalu Kyuhyun harus tidur seranjang dengan orang seberantakan Kibum? Tapi mereka memang harus seranjang kali ini. Demi meyakinkan eomma-nya kalau pernikahan mereka baik-baik saja.
"Kibum!". Kyuhyun berusaha mendorong tubuh Kibum ke sisi ranjang. "Geser sedikit, aku mau tidur!", tapi sepertinya tak ada tanggapan dari Kibum. "Kibum!". Kyuhyun mendorong Kibum lebih kuat yang akhirnya berhasil membuat Kibum terbangun.
Kibum kaget, tiba-tiba dia di dorong sampai hampir terjatuh dari ranjang. Ketika dia bangun dan membuka mata, ada Kyuhyun di sampingnya. Kibum merasakan musibah datang lagi, baru sekitaran dua mingguan dia terbebas dari Kyuhyun, sekarang namja tukang perintah itu ada disini.
"Sedang apa kau disini?"
"Kau tak lihat aku mau tidur?", balik tanya Kyuhyun. "Kibum, kalau kau ada waktu, tukar ranjang ini dengan yang lebih besar. Cari yang empuk biar badanku tidak sakit kalau tidur disini!", perintahnya sambil mendesak tubuh Kibum ke tepi.
Kyuhyun mulai menata bantalnya, lalu menaruh gulingnya diantaranya dan Kibum. Setelah itu dia memasang selimut kemudian merebah.
"Kau punya ranjang sendiri yang lebih lebar dan empuk. Kau juga punya rumah sendiri yang lebih luas dan nyaman, untuk apa kau kemari?"
"Heh, aku ini istrimu. Apartemenmu berarti apartemenku juga, jadi terserah aku mau tidur dan tinggal dimana"
Sekata-kata Kyuhyun ini. Dia bilang apartemen Kibum berarti apartemennya juga. Atas dasar apa Kyuhyun tiba-tiba mau tinggal di tempat kecil seperti ini? Seingat Kibum, dulu Kyuhyun bilang tak sudi tinggal di apartemen ini.
"Ya. Ya, terserah kau"
Kibum merebah, menyusul Kyuhyun yang sudah merebah sedari tadi. Dia tidur membelakangi Kyuhyun, agar tak perlu bertatap muka dengan namja tukang perintah itu.
"Kibum!"
"Aku sudah bilang terserah kau, tapi bukan berarti kau bebas mengganggu tidurku"
"Eomma mau datang kemari besok pagi", kata Kyuhyun memotong protes Kibum.
"Oh, jadi itu alasanmu mau menginap disini?"
"Ya", jawab Kyuhyun. "Dan aku mau kau tukar ranjang ini supaya lain kali kalau Eomma ingin menemui kita lagi, aku tak perlu sakit tulang setelah semalaman tidur di ranjang keras ini"
"Aku berharap eomma tak pernah datang menemui kita lagi"
"Tapi aku tetap mau kau menukar ranjang ini"
"Ini ranajngku", kata Kibum setelah berbalik menghadap Kyuhyun.
"Baru saja kubilang padamu kalau apapun yang kau miliki berarti juga jadi milikku. Aku punya hak atas apartemen-mu ini. Jadi kalau kubilang tukar, ya tukar!"
Benar apa yang dipikirkan Kibum, ada Kyuhyun berarti ada musibah datang. Baru datang saja tidur Kibum terganggu, coba pernikahan seperti ini bertahan seumur hidup, Kibum harus tidur tiap malam dengan Kyuhyun. Bagaimana nasib masa tua Kibum nanti? Atau jangan-jangan Kibum bisa mati sebelum tua gara-gara stres tinggal terlalu lama dengan Kyuhyun?
Kibum mengabaikan Kyuhyun, dia memilih kembali ke posisi tidurnya tadi. Membelakangi Kyuhyun dan mencoba menganggap si tukang perintah itu tak ada disini.
"Kibum!"
"Ck!"
"Kenapa kau berdecak seperti itu saat kupanggil? Kau tak suka aku disini ya?", tanya Kyuhyun kasar. Kyuhyun segera bangun, dia menggulingkan Kibum kearahnya demi meminta penjelasan. "Kenapa?"
"Kenapa apanya? Ini sudah malam, bisakah kau biarkan aku tidur?"
"Tidak sebelum kau berjanji akan mengganti ranjang ini dengan yang baru!", ancam Kyuhyun yang membuat Kibum harus menghela nafas.
"Aku tidak tahu apa-apa soal ranjang, jadi kalau kau mau ranjang ini ditukar, tukar saja sendiri"
"Baik, akan kutukar nanti. Tapi kalau kau sampai protes, kuacak acak sekalian apartemen jelekmu ini!", ancam Kyuhyun sekali lagi sebelum dia merebah membelakangi Kibum dan berangkat tidur.
"Dasar tukang perintah!", celetuk Kibum lirih.
"Kau bilang apa tadi?", tanya kyuhyun tanpa membalik posisi.
"Aku tak mengatakan apapun. Kau salah dengar!"
Lil' Bro
Teett Teett
Teett Teett
Bertamu sepagi ini juga tidak wajar, tapi untungnya Sehun sudah selesai memakai seragam sekolahnya. Sehun masih memakai dasinya saat bel pintu itu berbunyi. Ketika Sehun membukakan pintu, ada Jongin memasang senyum kearahnya.
"Selamat pagi, sehun!"
"Sedang apa kau disini?"
"Kau ini tidak sopan", serobot Leeteuk yang tiba-tiba muncul dari sebelah Jongin. "Menjawab salam saja tak mau, ingin jadi apa kau saat dewasa nanti?", tutur Leeteuk sambil menerobos masuk diikuti Jongin di belakangnya. "Kai datang untuk menjemputmu sekolah, berterima kasihlah padanya"
"Tidak apa-apa eomma. Mungkin Sehun lupa kalau hari ini aku datang lebih pagi untuk menjemputnya"
"Kau dengar itu, Hun?" Dan sepertinya Leeteuk suka dengan Jongin.
Jongin berpapasan dengan Leeteuk saat di bawah tadi. Jongin itu sopan sekali pada Leeteuk. Dia juga baik, sampai-sampai barang bawaan Leeteuk dibawakan oleh Jongin sampai ke atas sini. Kan Leeteuk mertua hyung-nya, eomma-nya Sehun, sudah pasti Jongin harus hormat juga padanya.
"Sehun, kalau kau mau mencari pendamping hidup nanti, kusarankan yang sepeti Yoona atau seperti Kai. Mereka baik, perhatian dan yang penting hormat dengan orang tua"
Ini sih Leeteuk bermaksud menyindir Kyuhyun. Hari ini agendanya Leeteuk datang ke sini untuk menemui menantunya itu. Meski dia tak begitu suka dengan Kyuhyun, tetap saja namja itu adalah menantunya. Apalagi sekarang ini Kyuhyun sedang hamil, hamil cucunya, mana bisa dia lepas tangan begitu saja soal kelangsungan hidup bayi yang dikandung Kyuhyun.
"Eomma bisa saja!", kata Jongin sambil tersenyum bangga. Dia ternyata punya nilai plus juga di mata orang.
"Kau memang baik, Kai"
Jongin jadi malu. Leeteuk eomma sebegitunya memujinya di depan Sehun. Tapi kira-kira Sehun respek padanya apa tidak ya?
"Mana hyung-mu?". Sehun menggendikkan bahu. Dia sudah malas menjawab karena terganggu dengan perkataan eomma-nya yang mengatakan Jongin baik tadi. "Apa mereka masih tidur?"
"Mungkin", jawab Sehun sekenanya.
"Jam berapa sekarang, kenapa mereka belum bangun?"
"Kyuhyun hyung sedang hamil muda, Eomma. Dia butuh istirahat lebih banyak", bela Sehun.
"Kau salah, justru orang yang sedang hamil muda itu tidak boleh malas-malasan. Harus membiasakan diri bangun pagi, menghirup udara segar dan berjemur di sinar matahari pagi. Itu bagus untuk kesehatan ibu dan anak"
Seperti masa-masa hamilnya Leeteuk dulu, dia rajin bangun pagi. Berjalan-jalan sekitar rumah untuk mengirup udara segar dan mendapatkan paparan sinar mata hari pagi yang menyehatkan. Jadinya anak kan juga pintar, sehat dan tampan seperti Sehun dan Kibum sekarang. Kyuhyun harusnya melakukan hal itu juga, bukan malah bermalas-malasan seperti ini.
"Kami sudah tidak punya orang tua, Eomma. Jadi kalau Kyuhyun hyung jadi pemalas saat hamil muda begini, itu karena tidak ada yang memberitahunya mana kegiatan yang baik untuk calon ibu sepertinya", terang Jongin yang juga membela hyungnya.
"Kasihan sekali kalian". Leeteuk menghampiri Jongin dan memeluknya sebentar. "Eomma akan senang kalau kau menganggap eomma seperti eomma-mu sendiri", katanya sambil mengelus lengan Jongin. "Kalau kau butuh apa-apa, bilang pada eomma ya?"
"Terima kasih, tapi untuk sekarang Kyuhyun hyung lah yang lebih membutuhkan eomma. Dia perlu diajarkan cara menjadi ibu agar suatu hari bisa menjadi ibu yang baik seperti eomma", puji Jongin yang membuat Leeteuk tersanjung.
"Ah, kau ini", celetuk Leeteuk bangga.
Sehun mangkir dari pemandangan barusan. Bisa ya, Jongin mengambil perhatian eomma-nya? Jangan-jangan suatu hari dia yang akan menggantikan Kibum. Dia yang akan dijodohkan oleh eomma-nya. Dan jodohnya, kalau tidak Yoona pasti Jongin. Mendengar dua nama itu, Sehun jadi ngeri sendiri.
Kibum keluar ketika pembicaraan sedang berlangsung. Kibum sepertinya sudah siap akan pergi ke bengkel. Dia sudah mandi dan rapi. Mengetahui keberadaan eomma-nya, Kibum segera bergabung dengan Leeteuk.
"Kau sudah siap kerja, ku pikir kau belum bangun?"
"Aku ada orderan memodifikasi motor klien"
"Mana istrimu?"
"Sedang mandi, tapi sepertinya sudah selesai. Sebentar lagi pasti keluar"
Kyuhyun segera keluar tepat seperti kata Kibum. Kyuhyun langsung tersenyum melihat Leeteuk telah berada disitu. Dia segera menghampiri mereka dan bersikap manis layaknya menantu idaman.
"Pagi, Eomma!"
"Pagi!"
Mendengar Kyuhyun mengucap salam padanya, Leeteuk berasa punya putra baru. Selama ini dia melahirkan dan membesarkan Kibum serta Sehun dengan tangannya sendiri, tapi selama itu pula dia tak pernah mendengar keduanya mengucap salam saat bertemu atau berpisah dengannya. Padahal kurang apa dia mengajarkan kepada anak-anaknya untuk menghormati orang. Iya, Kyuhyun memang bertingkah bar-bar saat pernikahannya waktu itu, tapi mengingat dia dan Jongin adalah anak yatim piatu, rasanya memang wajar kalau mereka merindukan kasih sayang orang tua. Dan karena itulah Kyuhyun bertindak kasar waktu itu. Leeteuk maklum sekarang. Namun walaupun Leeteuk maklum dengan tingkah kasar Kyuhyun, bukan berarti serta merta Kyuhyun diterimanya jadi menantu. Kyuhyun masih dinilai jauh dari kriteria menantu idaman Leeteuk.
"Eomma bawa makanan untuk kalian. Sengaja pagi-pagi eomma memasak ini untuk kalian, terutama untumu, Kyu!"
"Aku ada piket pagi ini", dalih Sehun yang ingin segera menghindar dari eomma-nya.
"Aku akan pergi dengan Sehun, eomma!"
"Aku ada pekerjaan", dalih Kibum ikut-ikutan.
"Kalian tidak ingin sarapan dulu?"
Sehun tidak menjawab, dia segera masuk kamarnya memakai sepatu dan mengambil tasnya. Demikian Jongin, dia hanya menggeleng dan mengisyaratkan bahwa dia akan terlambat piket kalau harus sarapan dulu. Keduanya berpamitan dengan Leeteuk, lebih tepatnya Jongin sendiri yang berpamitan.
"Kai, titip Sehun ya!"
"Kau bisa mengandalkanku, Eomma"
Sehun mendengus mendengar pembicaraan keduanya. Dia memilih keluar duluan dari pada harus melihat adegan serah terima dirinya pada Jongin. Seperti dia anak kecil saja, pakai acara dititipkan padanya.
"Hati-hati di jalan!", pesan Leeteuk sebelum Jongin dan Sehun menghilang di balik pintu.
Kyuhyun digiring Leeteuk ke pantry dapur. Dia ditunjukkan makanan yang sengaja dibuat mertuanya untuknya. Ada nasi beras merah, sup taoge, dan makanan yang terdiri dari sayur-sayuran berwana hijau di rebus atau di tumis. Di mata Kyuhyun, ini seperti pemandangan neraka di pagi hari. Entahlah, dia jadi ingin mengundurkan diri dari jabatan menantu Leeteuk.
"Ini bagus untuk kesehatanmu dan calon anakmu"
Itu tidak bagus. Kyuhyun ingin menggorok leher Jongin sekarang. Karena adikknya itu meniduri Sehun, Sehun hamil, Kyuhyun yang menanggung kesalahan Jongin dan sekarang dia juga harus memakan makanan mengerikan ini. Kyuhyun lebih suka nasi goreng buatan Dasom, atau makanan aneh yang dibuat Ryeowook yang katanya rasanya tak enak tapi selalu laris manis dijual di pasaran.
Leeteuk mengambilkan piring kecil untuk Kyuhyun, dia menyendokkan nasinya, menyumpitkan sayurnya. Dia juga menuang sup taogenya ke dalam mangkuk kecil lalu meletakkannya di meja.
"Duduk dan makanlah!"
"Eomma, bisa aku makan nanti?"
"Jangan membiarkan anakmu kelaparan dalam perutmu!", tutur Leeteuk menolak permintaan Kyuhyun.
Kyuhyun duduk, dia meraih sendok sup dan berpose ingin memakan sup taoge-nya. Berharap Leeteuk akan meninggalkannya barang sejenak dan Kyuhyun akan segera membuang sup itu ke tempat sampah, tapi harapan Kyuhyun tak terkabul. Leeteuk mengambil tempat di sampingnya dan menungguinya makan.
"Apa Kibum boleh makan ini juga?"
"Ini makanan untuk menyehatkan bayimu. Yang hamil kan kau, jadi kau yang harus memakannya"
Dan terpaksalah Kyuhyun memasukkan sup terkutuk itu dalam mulutnya. Rasanya lebih tidak enak dari pada makanan tidak enak yang pernah Kyuhyun makan.
"Kibum, kau mau berangkat sekarang?", tanya Leeteuk saat kebetulan Kibum lewat dekat mereka.
"Iya, sebentar lagi"
"Kau bisa antar aku ke sanggarnya Jaejoong dulu?"
"Bisa, Tapi untuk apa pergi ke sana?"
"Aku ingin mendaftarkan Kyuhyun senam"
"Uhuk uhuk!", Kyuhyun terbatuk mendengar namanya dihubungkan dengan kata senam.
"Makan pelan-pelan!", tutur Leeteuk sambil mengelus punggung Kyuhyun. "Kibum ambilkan air putih!"
Kibum bergegas mengambil putih, memberikan pada eomma-nya lalu Leeteuk mengopernya pada Kyuhyun. Kyuhyun meminumnya kemudian.
"Aku akan mendaftakanmu senam"
"Aku berkerja, Eomma"
"Ini senam ibu hamil. Cuma di akhir pekan dan dua kali dalam sebulan. Kau tidak bekerja di hari Minggu, kan?". Aduh neraka Kyuhyun ternyata baru dimulai. "Kibum, kau harus menemaninya saat senam nanti"
"Bengkelku ramai di hari Minggu"
"Cuma dua kali dalam sebulan. Lagi pula Yesung dan anak buah kalian sudah pasti bisa menghandle bengkel"
Ini sama dengan melakukan hal demi sesuatu yang tak nyata. Kyuhyun harus makan sup taoge dan sebentar lagi harus rutin ikut senam ibu hamil. Ini lucu, mana ada bos besar sepertinya ikut senam ibu hamil? Andai Donghae tahu, sudah pasti ini akan jadi bahan untuk mengejek Kyuhyun seumur hidup. Sekali lagi Kyuhyun mau mundur, dia katakan saja kalau yang hamil itu Sehun, bukan dirinya. Terserahlah kalau Leeteuk sampai marah kemudian membenci Kyuhyun seumur hidup. Yang penting dia terhindar dari adegan pura-pura hamil ini.
"Kita lihat nanti. Kalau aku tak bisa mengantar, Sehun atau Jongin bisa menemaninya"
"Di sanggar itu kau juga akan diajarkan menjadi ayah yang baik, jadi kau harus ikut!", perintah Leeteuk.
Kibum sudah siap mau berangkat, tapi Leeteuk ijin dulu ke toilet. Kyuhyun jadi punya kesempatan berhenti memakan sup taoge. Ya walau sedari tadi Kyuhyun cuma memakan tiga sendok, tapi rasa tak enaknya nempel di lidah.
"Pura-pura hamil anakmu saja benar-benar menyusahkan, bagaimana kalau aku hamil betulan?", celetuk Kyuhyun sambil menggeser masakan Leeteuk menjauh dari hadapannya. "Katakan pada eomma, aku sibuk tak ada waktu untuk senam ibu hamil!", perintahnya pada Kibum.
"Katakan saja sendiri!", tolak Kibum.
Kurang ajar Kibum. Sengaja menyengsarakan Kyuhyun ternyata.
"Ayo Kibum, aku sudah siap!", kata Leeteuk yang barusan keluar dari kamar mandi. "Kyu, tadi aku bawa makanan juga untuk Kibum dan Sehun, letakkan saja di lemari es. Kalau mereka mau makan tinggal dipanaskan. Kau jangan makan makanan itu, tak baik untuk kesehatan bayimu. Kau makan sup itu yang banyak, tapi kalau sisa jangan masukkan lemari es, buang saja. Kalau kau mau makan lagi, eomma akan buatkan yang baru"
Giliran Kibum dimasakkan yang enak-enak, tapi dia diberi dedaunan seperti tadi. Leeteuk pilih kasih ternyata.
Kyuhyun mengantar Kibum dan Leeteuk sampai ke pintu. Berperan jadi menantu yang baik, harus bersikap sopan pada mertua. Mengingat Leeteuk belum sepenuhnya rela Kibum menikahi Kyuhyun, pasti kebaikan Leeteuk cuma demi bayi yang pura-pura dikandungng Kyuhyun.
"Kyu, eomma pergi dulu. Nanti setelah pendaftarannya selesai, kuberitahu jadwalnya pada kalian". Kyuhyun mengangguk terpaksa. "Kibum, berpamitan dulu pada istrimu!"
"Aku pergi!", pamit Kibum sambil melenggang pergi.
"Heh, heh, heh!", cegah Leeteuk. "Cium dia dulu, jangan asal melenggang begitu saja. Ingat istrimu sedang hamil, perlakukan manis dari seorang ayah berpengaruh menjadikan calon anak bersikap manis nantinya!"
Harus mencium Kyuhyun? Tak sudi! Hatinya Kibum saja bilang tak sudi, tapi prakteknya dia kembali datang pada Kyuhyun lalu mencium sekilas tepat di bibir Kyuhyun.
"Aku pergi!", pamitnya ulang.
"Kyu, jaga cucuku baik-baik!", pamit Leeteuk juga yang kemudian menyusul Kibum yang telah melangkah duluan.
Tu kan, Leeteuk baik untuk bayi pura-puranya, bukan padanya.
Eh, tadi kenapa Kibum mencium bibirnya? Kan bisa cium kepala, kening atau pipi, kenapa bibir? Jangan-jangan Kibum tahunya cuma ciuman bibir. Kalau begitu, dia berharap mertuanya tak pernah datang lagi. Bisa jadi tiap mereka datang, tiap kali itu pula Kyuhyun harus berciuman dengan Kibum.
Saat Kyuhyun kembali ke dalam, handphone Kyuhyun yang diletakkan di meja berdering. Ada panggilan masuk dari Kangin. Kyuhyun segera mengangkatnya.
"Ya Appa. Eomma sudah datang, tapi sekarang sudah pergi lagi!", katanya berusaha sopan pada mertua.
"Appa?", tanya Kangin yang suaranya beda dengan mertuanya. "Kapan aku menikah dengan eomma-mu, Kyu?"
Jadi ini Kangin yang lain lagi?
To be continue
See you soon!
