Because Of My Brother's Fault
Kyuhyun, Jongin, Kibum
Sehun, Siwon
Seadanya, tapi semoga berkenan.
Anaknya Kyuhyun Nakal
Ini malam Minggu pertamanya Kyuhyun menginap di apartemen Kibum. Besok dia ada jadwal senam ibu hamil, makanya dia terpaksa menginap kembali. Jumat kemarin Kyuhyun sudah membeli ranjang baru, dan tadi sore ranjangnya sudah diantar dan dipasang di kamarnya Kibum. Kyuhyun sudah mencobanya tadi, ranjang pilihannya memang jauh lebih nyaman dari pada milik Kibum yang lama. Sekarang Kyuhyun belum ingin tidur, dia masih menonton TV. Karena Kibum juga belum pulang, dia sekalian menunggunya. Ada yang ingin dia diskusikan dengan Kibum nanti.
Sehun lewat di depan Kyuhyun saat Kyuhyun fokus melihat ke layar TV. Ketika fokus Kyuhyun telah kembali, Sehun lewat lagi sambil membawa air putih. Awalnya diabaikan saja oleh Kyuhyun, toh Sehun juga penghuni apartemen ini, jadi dia bebas jalan sana sini. Lima menit setelah kejadian dua kali Sehun lewat, Kyuhyun mengganti channel TV. Sekarang Kyuhyun nonton berita, ada banyak info yang disampaikan pembawa berita itu. Ada beberapa produk makanan baru yang ditemukan mengandung bahan pengawet berbahaya. Kyuhyun harus fokus lagi karena bisa jadi salah satu barang itu di jual juga di super marketnya. Saat pembawa berita membacakan list produk berbahaya itu, Sehun lewat di depannya lagi. Kyuhyun masih mengabaikannya walau sedikit terganggu, namun ketika dia kembali memelototi TV ke berita selanjutnya, Sehun lewat lagi sambil membawa camilan.
"Hun!"
"Hn?". Sehun berhenti sejenak untuk menanggapi Kyuhyun.
"Kau bisa lewat belakang sofaku kalau mau ke dapur"
"Ok!", jawab Sehun singkat kemudian pergi begitu saja.
Itu adik dengan kakak kenapa sama menyebalkannya. Coba Sehun tak hamil karena Jongin, Kyuhyun sudah pasti nyaman menjalani hidup bertiga dengan Jongin dan Dasom di rumahnya. Sekarang baru beberapa kali menginap di apartemen ini, Kyuhyun sudah merasa tak nyaman. Ada saja gangguan dari kakak beradik Kibum dan Sehun.
Kyuhyun melupakan hal barusan. Dia juga sudah bosan menonton TV. Dia memilih istirahat saja di kamar. Dia juga bisa mengerjakan beberapa tugas kantor-nya sambil menunggu Kibum. Disaat Kyuhyun bersiap pindah dari depan TV ke dalam kamar, dua kali lagi Kyuhyun mendapati Sehun lewat mau ke dapur. Pertama Sehun mengembalikan gelas, lalu masuk kamarnya lagi. Kedua Sehun mengembalikan piring wadah camilan tadi, lalu masuk kamarnya lagi. Kenapa tidak sekalian saja diambil lalu dikembalikan? Repot sekali jadi Sehun. Tapi sebodoh lah, itukan Sehun bukan dirinya.
Baru duduk di ranjang barunya, Kyuhyun mendapati pintu kamarnya diketuk. Sehun muncul dari balik pintu itu.
"Hyung, kau sibuk?"
"Tidak. Kenapa?"
"Anakmu ingin minum jus mangga dan makan wafer rolls"
Kyuhyun mengernyit. Anak yang mana? Sehun mulai aneh. Tadi mondar mandir dan sekarang mengigau soal anak. Sudah tahu dia dan Kibum menikah belum ada sebulan, tidur bersama palingan masih sekitar tiga kali. Itupun tanpa kontak fisik. Terus Sehun bilang anak, anak dari mana?
"Kau bisa belikan di mini market dekat sini?", tanya Sehun sambil berharap.
"Sehun, dari pada kau membicarakan soal anak dan makanan, lebih baik kau istirahat!", saran Kyuhyun.
"Lalu membiarkan anakmu tak mendapat apa yang dia mau? Kau lebih suka anakmu ileran?"
Sehun makin ngaco. Siapapun juga tak mau anaknya ileran, tapi Kyuhyun memang tak punya anak.
"Hun, aku tak punya anak dan tak berencana punya anak. Jadi kuperintahkan kau tidur sekarang juga!", perintah Kyuhyun sambil menuding Sehun keluar.
"Kau lupa telah menitipkan anakmu padaku?", kata Sehun sambil menunjuk perutnya sendiri.
Damn, Sehun ini bocah tak tahu diri. Sudah tahu yang berbuat dan yang hamil dia, kenapa Kyuhyun yang harus mengakui anaknya? Jelas-jelas anak itu ada di perutnya Sehun sejak awal, mana bisa tiba-tiba dia mengatakan itu titipan dari Kyuhyun. Memangnya Sehun sendiri tempat penitipan? Bilang saja kalau Sehun ngidam, kan Kyuhyun tak perlu berdebat dulu dengannya.
"Aku memang tak sibuk, Hun, tapi kepalaku sakit. Makanya aku pindah kemari untuk istirahat". Ini namanya balas dendam. Padahal Kyuhyun masuk kamar karena memang sudah bosan duduk di depan. Dia sedang malas meladeni Sehun. "Kutelepon Kibum saja, biar dia yang belikan untukmu. Bagaimanapun juga aku tak mau anakmu ileran kalau permintaannya tak dituruti"
"Hyung!", Sehun memotong pembicaraan Kyuhyun.
"Apa?"
"Anakmu Hyung, bukan anakku!", ralat Sehun.
Senewen kan kalau lama-lama tinggal disini. Bayinya di perut Sehun, tapi kenapa harus disebut anaknya Kyuhyun?
"Ya, ya. Itu anakku", ralat Kyuhyun juga. "Aku tak mau anakku ileran, akan kusuruh Appa-nya membelikan yang dimintanya", terang Kyuhyun sambil menekankan kata Appa untuk menggantikan status Kibum.
"Begitu lebih baik", puji Sehun sambil mengelus perut ratanya turun naik.
"Kau mau apa tadi?"
"Jus mangga dan wafer rolls", ulang Sehun. "Suruh Kibum hyung cepat ya, Hyung!"
"Ya. Tapi sekarang masuk kamarmu dan jangan keluar sebelum Kibum pulang!", perintah Kyuhyun yang langsung diangguki Sehun.
Setelah Sehun kembali ke kamarnya, Kyuhyun meraih ponselnya lalu mengirim pesan pada Kibum. Dia mau Kibum segera pulang dan membelikannya jus manga serta wafer rolls. Setelah mengirim pesan, baru Kyuhyun melaksanakan niatannya mengerjakan tugas kantor.
Kyuhyun meraih laptopnya, membuka-buka file, membaca dan meneliti lalu mengetik juga. Sampai setengah jam Kyuhyun masih berkutat dengan pekerjaan yang sama. Kibum masuk saat Kyuhyun masih sibuk dengan pekerjaannya. Dan karena Kyuhyun belum tidur untuk menunggu Kibum, dia segera meninggalkan pekerjaannya setelah tahu Kibum pulang.
"Bagaimana?", tanya Kyuhyun sambil menunjukkan pose duduk nyaman di ranjang baru.
"Ranjang baru? Sepertinya sama saja dengan yang lama"
Kibum memang benar tak tahu apa-apa soal ranjang. Mana mengerti dia soal ranjang empuk, hangat, lebar dan nyaman. Dia tahunya, sebuah kamar ada ranjang dan dia bisa tidur, itu saja cukup.
"Ranjangmu Queen size, ini King size. Lebih lebar beberapa inchi" Kibum mengangguk-angguk sambil mengamati ranjang itu. Di mata Kibum ranjang yang dulu dan sekarang sepertinya sama saja. Kalau lebih lebar yang ini, lebar kearah mana? Kibum tak bisa lihat bedanya. "Ini lebih empuk. Pegasnya letur dan busanya tak mudah mengkerut. Tersertifikasi sebagai matras orthopedic. Jadi kau tak akan sakit tulang walau 24 jam tidur terus di ranjang ini". Kyuhyun menggenjot tubuhnya naik turun seraya membuktikan matrasnya seempuk perkataannya.
"Ok!"
"Ok apanya? Kau harus coba agar kau percaya apa yang kukatakan selalu tepat"
"Aku percaya!", jawab Kibum malas.
Kibum baru datang, Kyuhyun langsung menyuruhnya mencoba ranjang. Kibum bukan orang kurang kerjaan yang sudi mencoba ranjang baru. Mereka juga tak sedang mempersiapkan prosesi malam pertama, untuk apa coba-coba ranjang baru segala? Kalaupun ranjangnya lebar, empuk dan nyaman, nanti kalau Kibum sudah mengantuk, dia akan tidur disitu juga.
Ngomonging soal malam pertama, Kibum lebih suka melakukannya di alam bebas. Dulu waktu di Jeju, malam-malam-nya Kibum dihabiskan di udara terbuka. Memang bukan malam pertama, karena pasangan Kibum bisa berganti atau berulang. Namanya juga di daerah wisata, siapa yang sedang bersama Kibum saat itu, ya orang itulah yang akan tidur dengannya. Biasanya Kibum membuat tenda di tepi pantai, kadang juga di kursi gantung belakang cotage-nya. Lebih sering lagi dia bercinta di kapal mewah yang sengaja di sewa untuk pesta. Kibum sih ikut apa kata pasangannya saja, mau tidur dimanapun Kibum akan layani. Asal tidak di depan umum saja. Dan walaupun Kibum ikut kata pasangan, tapi dia tak pernah menjumpai orang yang menuntut tidur di ranjang yang lebar, empuk dan nyaman seperti Kyuhyun. Dia sedikit tidak beruntung saja saat pindah ke Seol.
"Kibum, aku ingin bicara denganmu. Tapi aku mau kau mandi dulu!", perintahnya sok memasang muka jijik pada Kibum
"Aku sudah mandi?"
"Kapan? Tadi sore?", Kyuhyun menyelidik, pasalnya Kibum masih terlihat dekil di matanya. "Aku mau kau mandi lagi!"
"Aku sudah mandi sebelum pulang tadi"
Di Jeju tidak ada yang memperasalahkan Kibum mandi atau tidak. Yang ada, mereka akan bercinta dan setelah selesai mereka akan mandi bersama. Mereka juga akan menambah beberapa ronde di kamar mandi, kalau itu masih memungkinkan.
"Ya sudah, cepat tukar baju!", perintah Kyuhyun
Kibum melempar tas-nya asal ke single sofa di sebelah pintu. Dia beralih ke lemarinya untuk mengambil baju rumahannya.
"Eh, kau bawa pesananku tadi?"
"Pesanan apa?", balik tanya Kibum.
"Tadi aku kirim pesan agar kau membeli jus mangan dan wafer rolls saat kau pulang"
"Aku tidak menerima pesanmu", jawab Kibum masih sibuk dengan pencarian bajunya.
"Ku kirim 30 menit yang lalu", terang Kyuhyun mulai naik pitam. Terang saja, itu pesanan Sehun. Dia sudah menjanjikan kalau Kibum yang akan membawakannya, kalau Kibum pulang tanpa barang itu, nanti anaknya ileran bagaimana? "Jangan bilang kau lupa, Kibum!"
Kibum sudah menemukan baju yang akan dia gunakan. Dia berpindah ke tas-nya lagi, membongkar isi tas dan menemukan ponselnya ada di dalam situ. Kibum mengecek sejenak dan terdapat sepuluh pesan yang belum terbaca salah satunya dari Kyuhyun. Ada empat pesan dari klien-nya, satu dari Ryeowook, dua dari anak buah Ryeowook dan dua lagi dari Donghae. Ryeowook dan anak buahnya sering mengirim pesan pada Kibum, isinya selalu undangan agar Kibum datang ke dapur resto untuk mencicipi makanan-makanan disana. Kalau yang dari Donghae, dua hari yang lalu Kibum bertemu tak sengaja di pusat perbelanjaan. Donghae mengajak Kibum makan siang bersama, dia juga ditawari makan malam, tapi Kibum masih belum ada waktu senggang mengiyai ajakan Donghae. Semenjak itu Kibum selalu dapat pesan yang isinya basa basi berujung ajakan dinner oleh Donghae.
"Yesung hyung merubah ponselku ke mode silent. Aku tak baca semua pesan". Kyuhyun berdecak keras mendapati jawaban Kibum. "Kalau kau mau makan, bukankah di dapur ada banyak makanan!"
"Anakmu yang minta!". Kibum menampakkan ekspresi sama seperti ketika Kyuhyu mendengar kata anak keluar dari mulut Sehun tadi. "Kau lebih suka anakmu ileran?", kata Kyuhyun meng-copy kalimat Sehun.
"Aku tak punya anak!"
Iya, Kyuhyun kenapa jadi ikut-ikutan Sehun? Dia tinggal bilang Sehun ngidam. Sebagai kakak, Kibum pasti akan menurutinya.
"Sehun ngidam jus mangga dan wafer rolls, Kibum!", terangnya. "Anaknya Sehun akan jadi anakmu, jadi setelah ini kuminta kau pergi ke mini market terdekat untuk beli barang itu!". ini lebih terdengar seperti perintah.
"Kau yang nantinya berperan jadi ibu, jadi anaknya Sehun itu akan jadi anakmu, bukan anakku", tolak Kibum.
Tu kan, adik dan kakak sama-sama menyebalkan. Semua kesalahan dilimpahkan pada Kyuhyun. Mau ambil enaknya saja si Kibum dan Sehun itu. Masih meyangkut soal calon anak, yang hamil itu Sehun, yang bersaudara dengan Sehun itu Kibum. Jadi Kibum tidak patut melempar seluruh tanggung jawab pada Kyuhyun.
"Ya sudah, aku mengalah lagi. Dia itu anakku, tapi kau harus ingat aku ini istrimu, jadi kau yang akan jadi ayahnya". Kyuhyun benar. Bagaimanapun Kibum mengelak, statusnya dan Kyuhyun adalah suami istri. Kalau Kyuhyun punya anak, jelas Kibum yang akan jadi ayah anak itu. "Sebagai calon eomma, aku tak sudi punya anak ileran. Kalau kau juga tak sudi punya anak ileran, segera pergi ke super market dan beli barang yang diminta anakmu itu!", perintah Kyuhyun yang kali ini ditekan-tekan supaya Kibum sadar akan tugasnya.
Kibum segera menekuni handphone-nya. Dia mendial layar ponselnya lalu berakhir menempelkan ponsel itu ketelinganya. Kibum menungu sejenak, namun kemudian mulai bicara.
"Kai, ada tugas untukmu. Sehun ngidam…", Kibum lupa. "Apa tadi?", tanyanya pada Kyuhyun.
Menjengkelkan. Calon ayah apanya, tanggung jawab saja dilempar ke orang lain. Ya, memang Jongin yang menghamili Sehun, tapi tidak begitu juga memperalat Jogin untuk menuruti semua kemauan Sehun. Jongin kan butuh istirahat juga.
"Jus mangga dan wafer rolls", jawab Kyuhyun pasrah melihat adiknya dimanfaatkan Kibum
"Jus mangga dan wafer rolls", kata Kibum berpindah ke Jongin. "Belikan sekarang dan bawa kesini. Kuganti uangnya disini!". Kibum mendengar jawaban siap dari Jongin yang membuatnya segera menyudahi pembicaraan.
"Aku suruh Sehun menunggu sampai kau datang, dia pasti akan kecewa"
"Kalau dia menanyakanku, bilang saja aku belum datang", katanya sambil melenggang ke dalam kamar mandi.
Kibum itu tipe kakak yang tidak baik, suami yang suka melempar tanggung jawab dan ayah yang buruk. Kyuhyun benar-benar menyesal telah menyetujui menikah dengan Kibum.
Lil' Bro
"Harga total 2750 dolar". Kibum mengernyit membaca kertas pertama itu.
Kibum sudah bertukar pakaian. Dia juga sudah mencoba merebah di ranjang barunya seperti perintah Kyuhyun tadi. Sekarang dia dan Kyuhyun sedang duduk berdua di atas ranjang sambil berdiskusi masalah yang ingin dibicarakan Kyuhyun. Dua lembar kertas yang di pegang Kibum sekarang adalah perwakilan masalah yang akan Kyuhyun ajukan. Lembar pertama adalah kwitansi bukti pembayaran ranjang yang mereka duduki sekarang. Harga ranjang, matras, bantal guling baru, bed cover baru dan ongkos kirim sekaligus jasa angkut untuk membuang ranjang lama mereka.
"Kau menghabiskan hampir tiga ribu dolar hanya untuk ranjang ini?" Kalau Kibum yang beli, uang segitu bisa jadi lima set ranjang. Hanya demi ranjang yang empuk dan lebih lebar, Kyuhyun menghamburkan uang sebegitu banyak?
"Sudah kubayar lunas, kau tinggal mengganti uangku". Kyuhyun menunjuk nomer rekening yang sengaja dituliskannya di bagian bawah kertas itu. "Ini nomer rekeningku", katanya terdengar sadis di telinga Kibum. "Aku tak minta bunga", tambahnya.
"Aku tak bilang akan mengeluarkan uang untuk membeli barang mahal seperti ini"
"Tapi kau bilang terserah aku saat kuminta kau mengganti ranjang ini", bela Kyuhyun.
Kyuhyun menyandarkan pungungnya di bedhead saat Kibum mendengus sebal. Dia biarkan saja Kibum memelototi kwitansi itu, karena alasan apapun yang akan dilontarkan Kibum nanti tak akan menghentikan Kyuhyun untuk meminta ganti uangnya.
"Suami yang baik tidak akan membiarkan istri mengeluarkan uang pribadinya untuk membeli barang". Kyuhyun sudah mulai menggunakan statusnya untuk memeras Kibum. Sebentar lagi dia pasti akan mengingatkan Kibum kalau apapun milik Kibum, jadi miliknya juga. "Kalau kau tak mau bayar, kau boleh tidur di luar"
"Ini kamarku, kalau kau lupa!", bela Kibum.
"Kalau kau juga lupa, akan kuingatkan soal apapun yang kau miliki jadi milikku juga"
Kibum menghela nafas keras untuk kesekian kalinya selama duduk di ranjang ini. Menurut Kibum ini termasuk sebuah penjajahan lokal. Dimanapun tempatnya tidak ada istri yang kuasanya di atas suami, tapi mungkin karena Kyuhyun menganut paham istri modern, jadi Kyuhyun harus menguasai Kibum. Dan kalau Kibum sampai tahkluk di tangan Kyuhyun berarti Kibum telah kalah oleh paham istri modern itu.
Kibum kemudian beralih ke lembar kedua. Disitu ada list barang yang Kibum sendiri tak tahu kenapa diberikan padanya.
"Itu benda yang perlu kubeli dan kuisikan di apartemen ini", kata Kyuhyun seakan tahu kalau Kibum butuh penjelasan. "Apartemen ini memang kecil, tapi aku tak suka desaign interiornya". Kyuhyun menunjuk barang pertama. "Lemari untuk menggantikan lemarimu yang kecil dan ketinggalan jaman ini. Aku tak mau bajuku dicampur dengan bajumu"
"Kau kan tak sering menginap disini!". Maksudnya Kibum tak mau repot dengan perpindahan barang nantinya.
"Iya, tapi kita tetap butuh untuk berjaga-jaga", jawabnya enteng. "Aku juga mau meja kerja dengan dua kursi. Lalu single sofamu itu harus ditukar dengan yang panjang. Jadi kalau kau tak mau tidur seranjang denganku, kau bisa tidur di sofa". Kibum langsung melirik tajam pada Kyuhyun. Kyuhyun sudah keterlaluan soal hal ini. "Aku kan bilang kalau kau tak mau tidur denganku, kalau kau masih mau ya tidak apa-apa", ralatnya cepat.
"Kau punya rumah sendiri, kenapa harus merubah isi apartemenku?", protes Kibum.
"Karena aku istrimu". Ini untuk mengingatkan Kibum kalau miliknya adalah milik Kyuhyun juga, tapi milik Kyuhyun bukan miliknya. "Aku juga sudah menawar sebuah lukisan yang akan kupasang di dinding belakang ini", katanya sambil menunjuk dinding belakangnya. "Barang yang lain akan kutaruh di luar"
Kyuhyun tiba-tiba bangkit dari ranjang. Dia berjalan ke meja kerja Kibum kemudian membuka-buka laci meja itu. Dia tak temukan apa yang dia cari dideretan laci itu.
"Kau mendaftar internet banking?"
"Ya"
Perasaan Kibum tidak enak mendengar internet banking. Rasa-rasanya saldo rekeningnya akan berkurang banyak setelah ini. Tanda kebangkrutan Kibum sudah dekat.
"Dimana laptopmu?". Kibum menunjuk tasnya tadi dengan dagunya. "Token?"
"Disitu juga"
Kyuhyun beralih pada tas Kibum di atas sofa. Dia mengambil laptop Kibum kemudian menggeledah tas itu juga untuk mencari token. Token Kibum diletakkan di saku tas sebelah kanan, digantung dengan berbagai kunci milik Kibum. Dalam saku itu Kyuhyun juga mengambil dompet Kibum. Kyuhyun kemudian membawa tiga benda itu pada Kibum. Dia meletakkan laptop ke pangkuan Kibum lalu menyerahkan token ke tangannya. Tapi dia menahan dompet Kibum.
"Transfer uangnya sekarang!", perintah Kyuhyun sambil naik ranjang dan duduk kembali di sebelah Kibum. "Cepat!", perintahnya sambil menoel lengan Kibum.
Kibum sedang memikirkan soal status suami yang ditahklukkan istri. Kibum sudah berjanji untuk tidak menuruti Kyuhyun, karena dia bukan tipe suami yang takut istri.
"Kalau kau tak mau mengganti uangku, aku tak akan sudi menginap disini lagi. Termasuk saat eomma akan datang kemari", ancamnya. "Atau perlu kubilang saja kalau aku memang tak sedang hamil anakmu"
Baiklah, Kyuhyun menang kali ini. Ancaman Kyuhyun bisa berdampak buruk pada masa depan Sehun. Sebagai kakak, bukan hal baik membiarkan adiknya jadi namja gagal meraih masa depan cerah. Kibum menarik kata-katanya tadi, sekarng ini dia akan menuruti Kyuhyun dulu. Sekali saja, tapi bukan bermaksud dia adalah suami yang takut istri. Ini semata-mata demi Sehun.
Kibum membuka laptopnya, membuka akun bank miliknya kemudian melakukan transfer uang ke rekening Kyuhyun.
"Begitu saja susah", celetuk Kyuhyun setelah mengetahui proser transfer berhasil. "Aku butuh kartu kreditmu untuk membayar belanjaan yang itu", tunjuknya pada kertas kedua.
Kyuhyun membuka dompet Kibum, kemudian menarik satu kartu kredit di dalamnya. Kyuhyun menutup kembali dompet itu dan mengembalikannya pada Kibum. Dia manaruh kartu kredit di meja dan menindih dengan ponselnya. Kyuhyun merebah di ranjang setelahnya.
"Kau berperan jadi suami yang baik malam ini. Selamat malam!", katanya sambil meninggalkan Kibum terduduk merenungi nasib rekening bank-nya.
Lil' Bro
"Hyung, pesananku mana?", tanya Sehun yang barusan mendobrak masuk ke kamar Kibum.
Kyuhyun sudah tidur, sedangkan Kibum baru selesai browsing onderdil motor. Mereka lupa kalau Sehun sedang ngidam. Tadi dia minta jus dan camilan kan, lalu Jongin yang bilang siap membelikan barang itu, mana dia sekarang?
"Mana jus manggaku? Mana wafer rolls-ku?", tanya Sehun bersungut-sungut marah.
"Jongin akan membelikannya untukmu"
"Aku minta pada Kyuhyun hyung, Kyuhyun hyung bilang kau akan belikan. Kenapa sekarang Jongin yang membelikannya?", tanya Sehun naik pintam. "Aku sudah menunggu lebih dari se-jam hyung, dan kalian enak-enakan tidur disini!"
"Tenang dulu, Hun. Mungkin Jongin sedang dalam perjalanan kemari"
"Tidak bisa. Aku tidak mau makan yang dibawa Jongin. Aku mau kalian yang belikan jus mangga dan wafer rolls untukku!", tolak Sehun sambil menaikkan nada suaranya.
Kyuhyun terbangun oleh suara keras Sehun. Dia terkejut ada Sehun memelototinya sesaat dia membuka mata. Kyuhyun baru ingat kalau Sehun pesan makanan padanya. Kalau Sehun berada di kamarnya dengan ekspresi kesal begitu, pasti karena Jongin belum datang membawa pesanan Sehun.
"Jongin belum datang?", tanyanya.
"Masalahnya dia tak mau makan barang yang dibawa oleh Jongin", terang Kibum.
"Aku susah-susah membawa anak kalian, dan begitu balasan kalian padaku?", bentak Sehun mulai lebih marah.
Ok, ok, ini kasusnya lebih parah. Sehun hamil, tapi tak mau menyebut itu anaknya. Dia mulai ngidam, mood swing dan sensitif. Kibum dan Kyuhyun sudah mengetahui hal itu dari keterangan eomma-nya, tapi mereka belum tahu apa yang harus dilakukan untuk menghentikan Sehun.
"Kalian mau anak kalian ileran?"
"Iya, Hun. Jongin sebenar lagi datang", bujuk Kyuhyun.
"Aku malas kalau sudah begini. Seharusnya sejak awal aku bunuh saja anak kalian ini, biar tidak menyusahkanku begini"
"SEHUN!", bentak Kibum.
Sehun marah dibentak Kibum. Dia kemudian berjalan pergi sambil menggebrak pintu kamar Hyung-nya.
Sehun sudah keterlaluan. Kibum tahu adiknya sedang sensitif, tapi tidak harus mengatakan pembunuhan calon bayinya. Walau Kibum sendiri juga tak menginginkan seorang bayi, tapi membunuhnya juga bukan solusi tepat. Kibum dan Kyuhyun berkorban, menikah meninggalkan tittle lajang mereka demi menanggung kesalahan adik-adik mereka. Harusnya Sehun menghargai hal itu dengan baik-baik menjaga bayinya.
Kyuhyun turun dari ranjangnya kemudian mengikuti dan menghampiri Sehun. Dia mencoba menenangkannya, memberi penjelasan agar Sehun lebih mengerti posisi Kyuhyun dan Kibum akan makin sulit kalau Sehun berbuat demikian.
"Hun, aku berterima kasih kau mau kutitipi anakku!", kata Kyuhyun berusaha menurunkan emosi Sehun. "Tapi bukan begitu perlakuan seorang uncle pada calon keponakannya", tutur Kyuhyun.
Sehun digandeng Kyuhyun dan dibawanya menjauhi kamar. Mereka kemudian duduk di sofa depan TV. Awalnya Sehun menolak duduk, tapi kemudian duduk dengan sendirinya setelah Kyuhyun mengawali duduk disitu. Kyuhyun mencoba mengatakan kalau apa yang dibawa Jongin itu atas perintah Kibum, berarti ayah dari anak itu yang mencarikan dengan Jongin sebagai perantaranya. Dan karena dibujuk begitu oleh Kyuhyun, Sehun tiba-tiba luluh, jadi mereka tinggal menunggu Jongin datang membawa barang pesanan Sehun.
"Kalau kau mau mengeluhkan sesuatu, katakan saja padaku", tawar Kyuhyun ketika mereka sudah sama-sama duduk di sofa sambil menunggu Jongin.
"Aku tak suka dibentak, Hyung!", adu Sehun. "Dia sebentar lagi akan jadi ayah, tapi kenapa dia kasar sekali. Padaku saja dia kasar, nanti kalau dia kasar juga pada anak kalian bagaimana?"
Sebenarnya mendengar orang bicara itu bukan kebiasaan Kyuhyun. Dia terbiasanya memerintah, dia harus didengarkan oleh banyak orang. Dia mau semua yang dikatakannya harus jadi kenyataan, tapi sekarang bukan waktunya untuk memikirkan hal itu. Sehun sedang sensitif karena hamil, Kyuhyun sebagai yang lebih tua harus paham naik turunnya mood Sehun.
"Akan kumarahi dia!"
"Hyung, maaf aku merepotkanmu. Malam waktunya istirahat, kau harus menemaniku disini"
"Kau tidak merepotkanku. Justru karena anakku yang kutitipkan padamulah kau jadi repot begini"
Teett Teett!
Teett Teett!
"Itu pasti Jongin. Tunggu disini, aku akan bukakan pintu!"
Kyuhyun meninggalkan Sehun sejenak, sebentar kemudian dia datang dengan Jongin. Jongin membawa banyak sekali jus mangga dan wafer rolls. Pantas Jongin datangnya telat, dia memborong banyak makanan itu lalu membawanya kesini. Jongin sudah pasti kesulitan membawanya tadi.
"Hi, Sehun!", sapa Jongin. "Apa ini cukup, Hun?", tanyanya.
Jongin menurunkan dua plastik besar makanan dan minuman permintaan Sehun. Ini bukan hanya cukup, tapi berlebihan.
"Ini terlalu banyak, Hyung! Tapi tidak apa-apa, aku akan menyimpannya untuk besok!", jawab Sehun mengalihkan jawaban pada Kyuhyun. Nampaknya dia masih anti Jongin.
"Baiklah, sekarang ambil sebanyak kau suka. Aku akan menemanimu makan", tawar Kyuhyun sambil kembali duduk di sofa. "Jongin, kau boleh pulang sekarang. Besok Kibum akan mengganti uangmu"
Jongin menunjuk hidungnya sendiri. Dia tak habis pikir dengan Kyuhyun. Dia baru datang sudah disuruh pulang. Perjalanan rumah sampai apartemen ini saja jauh, belum usaha Jongin memborong dan membawa kotak-kotak jus jeruk yang berat itu, ditambah bertoples-toples wafer rolls. Jongin capek. Disuruh istirahat sebentar atau apa, eh malah diusir.
"Kau mengusirku, Hyung?"
"Sehun tak suka melihatmu disini"
Sehun melirik pada Kyuhyun. Dia memang anti Jongin, tapi tak tega kalau melihat Jongin disuruh pulang setelah dia berjasa membawakan barang yang diinginkannya.
"Kai boleh menginap disini, Hyung. Siapa tahu nanti anakmu akan minta yang lain lagi"
"Oh, begitu ya?"
"Kau juga boleh kembali tidur"
"Kau yakin?". Sehun mengangguk. "Jongin kau menginap disini saja. Kau temani Sehun dan turuti apapun yang dimintanya"
Jongin sedikit bingung soal penyebutan anak Kyuhyun tadi. Apa karena anak Sehun nantinya akan diakui oleh Kyuhyun, makanya Kyuhyun dan Sehun belajar menyebut bayi itu sebagai anaknya Kyuhyun? Ya walaupun Jongin tak paham, dia bukan orang yang banyak tanya. Tugasnya adalah membantu Sehun, itu saja.
"Siap, Hyung. Laksanakan perintah!", jawab Jongin membuat Sehun dan Kyuhyun berdecak bersamaan. Jongin berlebihan.
"Baiklah. Aku akan istirahat", pamit Kyuhyun yang berdiri dari sofa dan bersiap meninggalkan adik-adiknya.
"Kyuhyun hyung, terima kasih makanannya!"
Sejujurnya Kyuhyun dan Jongin tahu ucapan itu untuk siapa, tapi karena Sehun sedang anti Jongin, ditujukan kalimat itu pada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk saja kemudian kembali ke kamar untuk meneruskan tidurnya.
"Kau mau jus mangganya? Aku bukakan untukmu", kata Jongin setelah beberapa menit ditinggalkan Kyuhyun.
Jongin mengambil satu kotak jus mangga, dia mengambil sedotannya dan menancapkan di kotak jus. Jongin hendak memberikannya pada Sehun, tapi sayang Sehun mengambil kotak lain lalu meminum yang itu. Jongin mengambil satu toples wafer dan membukakanya, tapi reaksi yang didapatinya sama. Sehun mengambil toples lain, membukannya dan memakan yang itu. Intinya, Sehun masih tak mau dengan apapun yang berbau Jongin.
"Hun, kau masih belum memaafkanku ya? Kau tak kasihan padaku, aku terus dihantui rasa bersalah sampai tak bisa tidur karena kau"
Srooottttt!
Itu balasan Sehun. Dia sudah menghabiskan sekotak jus mangga.
"Aku serius, Hun. Aku cuma butuh satu kesempatan, supaya hubungan kita bisa seperti dulu lagi"
Kriuk kriuk kriuk
Jongin maklum, Sehun sedang makan wafer sekarang ini. Wafer itu mungkin nilainya jauh lebih penting dari pada keberadaan Jongin sekarang.
"Sehun!"
Sroootttt!
Sehun habis dua kotak jus.
"Sehun!"
Kriuk kriuk kriuk
Jongin diam dulu. Dia tak akan dapat perhatian kalau Sehun sedang makan begitu. Dia akan menunggu sampai Sehun berhenti makan, baru dia akan bicara lagi. Jongin memperhatikan Sehun makan, Sehun kali ini berbeda dengan Sehun biasanya. Sehun tidak makan tengah malam, Sehun tidak akan makan melebihi porsi makannya. Sehun juga tidak mungkin mengabaikan tata cara makan yang elite, tidak seperti sekarang yang makan seperti orang kelaparan.
"Kai, bukakan satu toples lagi!", perintahnya. Agaknya Sehun terlupa kalu dia sedang anti Jongin. "Sekalian jus-nya!"
"Kau tidak apa-apa makan sebanyak ini? nanti kau gemuk bagaimana?", tanya Jongin ambil membuka toples dan memberikannya pada Sehun.
"Ini gara-gara anak Kyuhyun hyung yang dititipkannya padaku. Kalau aku gemuk, dia yang harus tanggung jawab"
Jongin sedikit paham. Ini pasti yang namanya ngidam. Orang hamil selalu melewati fase ngidam, itu keterangan yang didapatnya dari Dasom. Pasti seperti inilah bentuk ngidamnya Sehun. Karena ini juga termasuk kesalahan Jongin, dia siap bertanggung jawab meladeni apapun maunya Sehun.
Srooottttt!
Sehun menghabiskan kotak ketiga, kotak jus yang barusan diberikan Jongin pada Sehun itu diminum habis isinya dalam sekali minum.
"Anaknya Kyuhyun hyung bilang sudah kenyang. Waktunya istirahat!", katanya sambil meninggalkan bekas makanan dan minuman begitu saja di meja. Jongin bahkan ditinggalkan sendirian tanpa berkata apapun.
Sehun sudah masuk kamar, kelihatannya bermaksud untuk tidur. Tugas akhir Jongin itu adalah mengemasi bekas makanan Sehun. Jongin membuang sampahnya ke tempat sampah, dia juga membungkus dan menyimpan makanan yang masih sisa. Jongin memasukkan kotak-kotak jus mangga yang tersisa ke dalam lemari es. Kalau Sehun masih mau, dia bisa meminumnya untuk besok. Selesai bersih-bersih, Jongin merebahkan dirinya di sofa sambil berjaga kalau Sehun tiba-tiba keluar kamar dan hendak makan lagi.
Sambil merebah, Jongin mengevaluasi kesuksesannya barusan. Ini kali pertama Sehun mau bicara lebih panjang dari biasanya. Ini juga pertama kalinya Sehun mau memakan makanan yang ditawarkannya, serta mau duduk dekat dengannya walau cuma sebentar. Apa itu tandanya permintaan maaf Jongin akan segera diterima ya? Berarti Jongin harus berusaha sedikit lagi untuk mendapat maaf Sehun.
"Kai!"
Jongin terperanjat dan langsung duduk. Dia kaget tiba-tiba sekali ada orang yang memanggilnya. Untung lampu ruangan itu belum dimatikan. Jongin tak melihat ada mahkluk halus, jadi aman. Eh ada, tapi bukan mahkluk halus. Itu Sehun sedang berdiri di samping sofanya. Padahal belum lima belas menit Sehun masuk kamarnya tadi. Sehun butuh apa ya?
"Anaknya Kyuhyun hyung mau jus dan wafer lagi. Ternyata dia belum kenyang!"
"Siap, Hun!"
Jongin paham, dia segera menyuruh Sehun duduk di sofa sedangkan Jongin sendiri pergi ke dapur mengambil wafer dan jus mangga yang tersisa. Jongin mengambil tiga kotak jus mangga dan dua toples wafer rolls. Sehun menghabiskan se-toples wafer, tiga kotak jus juga. Tapi sisa satu toples dia mau bawa ke kamarnya. Dia bermaksud tak mau merepotkan Jongin lagi.
"Sekarang anak Kyuhyun hyung benar-benar kenyang", kata Sehun sambil menepuk-nepuk perutnya. "Duh, aku bisa benar-benar gemuk kalau begini", eluhnya sambil begitu saja meninggalkan Jongin ke kamar sambil membawa serta tople wafer terakhir.
Jongin maklum lagi. Ditinggalkan Sehun tanpa ucapan apapun itu sudah biasa. Yang penting jasanya sudah terpakai oleh Sehun. Jongin kembali mengemasi ruangan itu setelah Sehun masuk kamanya. Ruangnnya sudah bersih baru dia merebah ke sofa lagi. Jongin masih berjaga karena firasatnya, Sehun akan keluar lagi untuk menemuinya. Lima belas menit ternyata sehun tidak keluar, mungkin Sehun masih menghabiskan sisa wafer tadi. Tiga puluh menit, Sehun juga belum keluar, berarti firasat Jongin salah. Jongin kemudian memutuskan tidur saja, karena mungkin Sehun juga sudah tidur.
"Kai!"
Jongin terkejut lagi, padahal dia baru akan tertidur. Dia sudah terserang kantuk yang amat sangat, tapi karena dia mengenal nada panggilan tadi, dia paksa matanya terbuka.
Sehun sedang berdiri di samping sofa, seperti tadi. Kalau saat masuk, Sehun memeluk toples wafer, sekarang Sehun sedang memeluk bantal dan selimut.
"Anak Kyuhyun hyung mau kau pakain selimut ini". Sehun melempar bantal dan selimut itu ke arah Jongin. Selesainya dia kembali secepatnya ke dalam kamarnya.
Anak Kyuhyun ya? Berarti Jongin perlu berterima kasih pada anak itu nanti. Selama anak Kyuhyun di perut Sehun baik pada Jongin, dia harus memanfaatkannya sebelum peran anak itu hilang dan digantikan Sehun yang asli. Jongin segera menggunakan bantal dan memasang selimut di tubuhnya. Dia pasti bisa tidur nyenyak setelah ini.
Lil' Bro
Kyuhyun membalas pelukan tangan besar di badannya. Malam ini memang tak terlalu dingin, pemanas ruanganya saja di setting dengan suhu rata-rata, tapi berpelukan bukan masalah dingin atau sekedar balas memeluk. Terbiasa tidur dengan Siwon, menempel tubuh besar itu, saling memeluk dan terkadang merebah di dada kekasihnya membuat Kyuhyun refleks membalas pelukan saat tidur. Rasanya nyaman setelah lama absen dari kegiatan tidur bersama. Sekarang memang Kyuhyun tidak sedang melakukan hubungan badan, tapi berpelukan bisa lebih penting dari hubungan badan. Bisa dilakukan kapanpun, hampir sama hangat dengan saat dia berhubungan intim dan yang penting tidak menghabiskan tenaga.
Biasanya ketika berpelukan saat tidur, Kyuhyun suka meraba bagian dada Siwon. Sekarangpun dia juga melakukan hal yang sama. Dia meraba dada itu, berakhir dia menyembunyikan wajahnya disana. Mendengar detak jantung dan merasakan gerakan turun naik dada seseorang itu lucu, menyenangkan dan membuat Kyuhyun bisa tidur nyenyak.
Drrrrtttt Drrrrtttt
Kyuhyun dengar getaran itu, tapi dia tak kuasa membuka matanya. Kyuhyun sedang mengantuk berat.
Drrrrrtttt Drrrrtttt
Kyuhyun masi enggan membuka mata. Dia bahkan berniat mengabaikan getaran itu.
Drrrrrtttt Drrrrtttt
Drrrrrtttt Drrrrtttt
Drrrrrtttt Drrrrtttt
Kyuhyun dengar lagi, itu sudah pasti getaran dari handphone yang tadi malam dia letakkan di atas meja. Siapa yang meneleponnya saat-saat seperti ini? Alarm di handphone itu saja belum berbunyi, berarti sakarang masih gelap.
Ngomong-ngomong soal handphone diatas meja, bukankan meja yang dimaksud adalah meja di kamar Kibum? Berarti sekarang dia sedang menginap di apartemen Kibum. Berarti juga dia sedang tidur seranjang dengan Kibum, jadi kemungkinan yang berpelukan dengannya sekarang juga pasti pemilik apartemen.
Kyuhyun terpaksa membuka mata. Yang pertama dilihatnya adalah hidungnya yang nempel dengan dada Kibum. Pantas saat dia meraba-raba tadi, rasanya dada itu lebih sempit dari milik Siwon, tapi lebih tebal dan keras. Jadi begitu ya tekstur dada milik seorang montir? Karena terlalu nyaman, Kyuhyun sampai tak sadar kalau dia berpelukan dengan Kibum. Dan kenapa setelah sekarang sadar dia tak segera enyah dari pelukan Kibum? Bukankah dia tak ingin melakukan kontak fisik sekecil apapun dengan namja bernama pasaran itu?
Kyuhyun menarik wajahnya pelan-pelan, dia juga mengangkat tangannya dari tubuh Kibum. Dia merenggang sedikit untuk meraih handphone di meja. Setelah itu kembali ke posisi semula. Sambil kembali menempel pada Kibum, Kyuhyun memeriksa handphone yang masih bergetar itu. Itu dari Sehun. Entah apa maksud anak itu, kamar cuma bersebelahan saja pakai acara telepon segala? Dan sekarang baru jam tiga pagi pula.
"Ada apa, Hun?", tanya Kyuhyun lirih. Dia tak mau Kibum bangun.
"Hyung, anakmu nakal sekali. Tadi malam dia sudah makan banyak, sekarang dia mau makan lagi"
"Memangnya makanan yang semalam sudah habis?"
"Masih banyak, Hyung. Tapi kan sudah kubilang anakmu nakal. Dia mau makan yang lain lagi", kata Sehun sedikit terdengar canggung.
Ok, Kyuhyun tahu ngidam itu mereporkan. Tapi dia tidak mau direpotkan orang ngidam. Kyuhyun masih ingin tidur karena besok ada hal yang harus dilakukannya.
"Dia minta apa kali ini?"
"Ramyeon dan teh manis saja, Hyung. Di dapur kita ada, tinggal seduh air panas"
"Akan kuminta Jongin membuatkannya" Mendengar nama Jongin, Sehun tak segera menjawab. "Tidak apa-apa. Anakku harus akrab dengan uncle-uncle-nya"
"Baiklah. Suruh Jongin mengantar ke kamarku ya!"
"Hm", sahut Kyuhyun. "Bilang pada anakku, jangan nakal lagi atau aku akan marah padanya!"
"Iya", jawab Sehun. "Tapi, Hyung, nanti kalau anakmu lahir aku tidak mau dipanggil uncle. Dipanggil Hyung saja ya", pinta Sehun.
"Ok"
Barusan dia jelas-jelas mengakui anak Sehun adalah anaknya. Dia juga berbicara dengan Sehun layaknya orang tua. Kenapa dia bisa jadi keibuan dan kenapa Sehun bisa jadi manja? Sepertinya kepribadian itu tidak ada di diri mereka sebelum ini. Kyuhyun ingin tertawa, tapi tidak sekarang. Dia mau melanjutkan tidur, kapan-kapan dia ingat kejadian barusan, dia akan tertawa saat itu.
Kyuhyun menelepon Jongin dulu. Walau Jongin sepertinya malas menyahuti telepon dari Kyuhyun, tapi dia segera mengiyakan ketika mendengar nama sehun disebutkan hyung-nya. Selesainya Kyuhyun kembali tidur.
"Kibum, numpang tidur ya!"
Kyuhyun kembali ke pelukan Kibum. Bersembunyi seperti tadi untuk meneruskan tidurnya. Kibum juga tidak akan tahu kalau Kyuhyun sengaja mendusal kepadanya. Besok pagi kalau ketahuan, Kyuhyun tinggal berakting galak lagi pada Kibum. Beres!
To be continue
See you nanti!
