Because Of My Brother's Fault
Kyuhyun, Jongin, Kibum
Sehun, Siwon
Abaikan typo, seamat membaca!
Eh, Kihyun and Kaihun momment, next part.
Seseorang Yang Hampir Membuat Kibum Khilaf
"Wooowww! Ini keren, Hyung!", celetuk Siwon sambil mengitari motornya. "Kalian memang paling bisa mendadani motor!", pujinya pada Yesung yang berdiri di dekatnya.
Siwon terus berdecak kagum melihat tampilan baru motornya. Tadinya motor Siwon itu motor sport biasa, sekarang jadi istimewa. Walau menurut Yesung motor itu tak banyak berubah, menurut Siwon itu sudah yang paling keren. Warnanya, motifnya, bentuknya, semua pas sesuai selera Siwon. Siwon sampai tak henti hentinya mengelus body motor itu. Dan dia juga menetapkan motor itu akan jadi kekasih keduanya setelah Kyuhyun.
"Kau tahu hyung, motor ini bahkan lebih cantik dari pada Miss Univers tahun ini", pujinya sambil menggosok-gosok kaca spion. "Gila. Ini benar-benar hebat!"
"Sekarang kau bisa memakainya untuk memboncengi kekasihmu itu", kata Yesung sambil terkekeh melihat tingkah konyol Siwon.
"Kau benar. Tapi seumur-umur, dia belum pernah naik motor. Kalau kuajak naik motor, kira-kira dia akan baik-baik saja atau tidak?"
"Makanya cepat ajak dia naik motor. Siapa tahu dia ternyata lebih suka naik motor dan kau bisa memboncenginya setiap hari"
"Benar juga!"
Siwon kembali fokus pada motornya. Dia bahkan mencoba menaikinya, kemudian turun lagi. mengelus-elus body-nya kemudian berputar-putar lagi. Siwon seperti jatuh cinta lagi tapi pada sesuatu yang lain.
"Ngomong-ngomong, Kibum mana Hyung?"
"Tadi dia bilang dalam perjalanan kemari", terang Yesung. "Istrinya Kibum kan sedang hamil muda, manja minta ampun. Sedikit sedikit Kibum, sedikit sedikit Kibum, dia harus sabar kan?". Siwon mengangguk angguk. "Kalau kau, setelah berhasil memboncengi kekasihmu naik motor, kau akan melamarnya kan?"
"Kekasihku belum siap diajak menikah, Hyung", Siwon ingat saat Kyuhyun selalu risih kalau diajak membicarakan soal pernikahan. Padahal Siwon tidak sedang mengajaknya menikah. "Lagi pula kami masih menikmati kebersamaan ini"
Kibum bersama motornya masuk area bengkel. Dia memarkir motornya ditempat biasa, lalu Kibum turun dan menghampiri Siwon serta Yesung. Setelah basa basi menyapa keduanya, Kibum menjatuhnya tubuhnya di kursi tunggu.
"Kau kenapa?"
"Badanku sakit semua!"
Yesung dan Siwon berpandangan kemudian saling mengangkat bahu satu sama lain.
Kibum sedang ngilu tulang. Ini efek senam ibu hamil kemarin. Setelah melewati pertengkaran kecil di pagi hari dengan Kyuhyun, Kyuhyun marah dan tak mau berangkat ke sanggar senam Jaejoong. Kalau Kibum tidak masalah Kyuhyun mau berangkat senam atau tidak, tapi masalahnya Jaejoong itu teman eomma-nya Kibum. Kalau Kyuhyun sampai tak hadir di senam pertamanya, Jaejoong pasti lapor eomma-nya. Hasil akhirnya, Kibum juga yang akan diomeli eomma-nya. Saat itulah Kibum minta tolong Jongin dan Sehun untuk membujuk Kyuhyun. dan Kyuhyun mau berangkat kalau Jongin dan sehun ikut serta.
Keempatnya pergi ke sanggar senam bersamaan. Sampai disana, melihat sanggarnya yang nyaman, suasana yang adem ayem, mereka jadi terbawa suasana itu. Awalnya memang demikian, tapi setelah semua peserta berkumpul, senam dimulai, ternyata para bapak juga diwajibkan ikut senam. Tidak ada yang boleh menolak, karena Jaejoong sebagai guru senam ibu hamil itu mengancam macam-macam kepada para suami. Kibum, Jongin dan Sehun ikut senam. Gerakannya mudah, tapi dari yang mudah itulah Kibum jadi sering melakukan kesalahan, sering dimarahi Jaejoong dan sering dipukul pukul badannya agar gerakannya benar seperti fersi pelatih.
Kalau disuruh memilih antar senam ringan atau angkat besi, Kibum lebih memilih angkat besi. Kibum terbiasa mengangkat barang-barang berat di bengkel, tapi badannya tak pernah sakit. Sekarang baru ikut senam sekali selama dua jam, tulangnya seperti di remat-remat. Ngilu semua. Untuk sesi senam berikutnya, Kibum akan cari alasan biar tak perlu ikut.
"Istrimu kenapa lagi?"
"Dia mengharuskanku ikut senam ibu hamil"
"Pfffffff", Siwon menahan tawanya. Tapi dia salut pada Kibum.
"Hahahaahahahaha!", tawa Yesung yang menganggap Kibum pintar berakting. Waktu itu kan mereka mengerjai Siwon, tapi mana sangka Kibum masih bisa berakting sampai sekarang.
"Jangan tertawa dulu. Nanti kalau kalian diposisiku sekarang, kalian akan merasakan penderitaan yang sama denganku!"
"Istriku untungnya belum hamil", celetuk Yesung. "Dan kalau hamil, aku akan menyuruh orang mengantarkannya senam", kata Yesung yang bermaksud meledek Kibum.
"Dan aku belum punya istri", celetuk Siwon. "Kalau aku menikah dan istriku hamil, aku akan melakukan hal sama sepertimu, Hyung!"
Siwon dan Yesung adu tos kemudian sama-sama tertawa. Iya, itu kan kata mereka sekarang, siapa yang tahu nantinya?
Lil' Bro
Leeteuk sedang mengeluarkan segala jenis makanan di meja dapur apartemen Kibum. Dia sengaja memasak banyak untuk Kibum, Sehun dan Kyuhyun agar ketiganya bisa makan malam bersama. Leeteuk tahu dari ketiganya tak ada yang bisa memasak, dan menurut keterangan Sehun, mereka sering beli makanan di luar atau makan mie instan saja. Leeteuk tak tega kalau anak-anaknya terus terusan makan makanan tak sehat, terutama Kyuhyun. Kyuhyun kan sedang hamil, kesehatan bayinya tergantung dari apa yang Kyuhyun makan. Kalau Kyuhyun sedang di rumahnya, pembantunya bisa memasakkan makanan sehat, tapi karena dia tinggal di apartemen ini, jelas makanan sehat sulit mereka dapat. Itulah kenapa Leeteuk sering datang membawa makanan.
"Hun, nanti kalau Kyuhyun datang, suruh dia makan bubur ini", terang Leeteuk sambil menunjuk sebuah kotak. "Lauknya yang ini dan ini", tunjuknya lagi pada dua kotak lainnya. "Yang lain dia tak boleh makan, kau paham!"
Sehun mengangguk. Dia kan sedang makan wafer rolls sisa yang dibawakan Jongin kemarin lusa.
"Yang lain ini untukmu dan Kibum"
Sehun mengangguk lagi karena kali ini dia sedang menyedot jus mangga dari kotaknya. Masih sisa yang waktu itu. Kan masih banyak, sayang kalau dibiarkan begitu saja.
"Kalau Kai datang kesini, ajak dia makan sekalian!"
Sehun masih menanggapi dengan anggukan.
Leeteuk kalau datang ke apatemen Kibum cuma sebentar sebentar, jadi sekarangpun dia sudah bersiap pulang lagi. Saat Leeteuk diantar Sehun ke pintu, mereka berpapasan dengan Kyuhyun. Kyuhyun mukanya pucat sekali, matanya sayu dan tubuhnya terlihat lemas. Saat disapa Leeteuk saja dia tak mampu membalas. Kyuhyun buru-buru lari ke kamarnya, lalu masuk kamar mandi dan muntah-muntah disana. Leeteuk yang khawatir jadi menunda rencana pulangnya. Dia mengikuti Kyuhyun ke kamar mandi untuk memastikan keadaan menantunya.
"Kau tak apa, Kyu?"
"Perutku sakit, Eomma. Mual sekali!", jawab Kyuhyun lemas. "Kepalaku pusing", adunya juga.
Kyuhyun terduduk di lantai kamar mandi, saking lemasnya dia bersandar pada kloset. Leeteuk mengerti keadaan Kyuhyun sekarang. Namanya juga hamil muda, sudah pasti akan mengalami muntah-muntah dan tak enak badan seperti ini. Leeteuk juga merasakannya dulu. Hanya saja, leeteuk tak semengenaskan Kyuhyun. Mungkin karena Leeteuk sudah siap untuk punya anak, sedangkan Kyuhyun yang pertama kali hamil tak tahu cara mengatasinya.
Leeteuk membantu Kyuhyun bangun. Dia membawa Kyuhyun untuk cuci mulut dan cuci muka. Kemudian dengan bantuan Leeteuk juga Kyuhyun di bawa ke ranjangnya lalu di rebahkan di ranjang itu.
"Sehun!"
"Ha?"
Sebenarnya Sehun ada disitu juga, tapi dia masa bodoh dengan keadaan Kyuhyun. Beda dengan dimalam-malam dia menggelendot manja pada Kyuhyun, kalau siang dia akan acuh seperti ini. Kalau malam, anaknya Kyuhyun mengambil alih kendali Sehun, baru kalau siang sudah kembali jadi Sehun yang sedia kala.
"Ambilkan baju ganti untuknya!"
"Hn!", jawabnya. Walaupun terkesan tak peduli dia bergerak juga untuk mengambil baju dalam lemari.
"Kau tunggu disi sebentar, akan kubuatkan teh panas agar perutmu tak mual lagi"
Seperginya Leeteuk ke dapur, Sehun membantu Kyuhyun bertukar baju. Kyuhyun mau protes tadinya, karena Sehun membawakan baju milik Kibum, tapi dia baru ingat kalau dia tak punya baju di apartemen ini. Kalau menginap disini, dia cuma membawa satu dua potong baju untuk ganti dalam sehari itu. Ya sudahlah, dari pada dia pakai baju bekas muntahan, atau telanjang kan memang lebih baik dia pakai bajunya Kibum
Selesai membantu Kyuhyun bertukar baju, Sehun menempelkan telapak tangannya di kening Kyuhyun. Kyuhyun pucat dan muntah-muntah, tapi tidak panas, lalu Kyuhyun sakit apa?
"Kau tak panas, Hyung. Kau sakit apa sampai muntah-muntah begini?", tanya Sehun sekedar ingin tahu. "Kau keracunan ya?"
"Tidak"
"Iya, kau saja tak tahu. Pasti ada makanan beracun yang kau makan"
"Tidak, Hun"
"Biar jelas, ku telepon Kibum Hyung biar dia mengantarmu ke rumah sakit saja"
"Kyuhyun memang tidak karacunan, Hun. Orang hamil muntah-muntah seperti itu wajar", terang Leeteuk yang masuk dengan membawa teh panas. "Tidak perlu ke rumah sakit segala", tolaknya.
Jadi begitu ya? Tapi anaknya Kyuhyun kan ada dalam perutnya Sehun, kenapa Kyuhyun yang muntah-muntah sedangkan Sehun sendiri dalam keadaan baik-baik saja? Apa jangan-jangan bayi itu tahu kalau dia dititipkan di perut Sehun, jadi yang dibuat muntah-muntah dan sakit tetap yang punya anak.
Leeteuk menyodorkan teh untuk dimunum Kyuhyun. Leeteuk meniupnya sebentar, kemudian mempersilakan Kyuhyun meminumnya.
"Nanti Eomma beri alamat dokter kandungan. Kau bisa periksa kesana dengan Kibum", tutur Leeteuk. "Kau akan diberikan multi vitamin dan obat anti mual". Kyuhyun mengangguk saja. "Kau istirahatlah dulu, nanti kalau pusingnya sudah hilang, lekas makan biar tenagamu cepat pulih"
Kyuhyun menghabiskan setengah gelas teh itu, dia memberikan gelasnya pada Sehun. Sehun terima saja diserahi gelas tapi terakhir dia oper gelas itu pada eomma-nya. Setelah itu Kyuhyun merebah berniat tidur seperti saran mertuanya.
"Kapan-kapan kalau kau punya waktu, kuajak kau belanja keperluan ibu hamil"
"Tidak perlu, Eomma. Aku bisa pergi sendiri dengan Sehun"
"Memangnya Sehun tahu apa? Dia tahu susu ibu hamil yang tepat untuk usia kehamilanmu sekarang apa?", kata Leeteuk. "Sehun juga tak mungkin tahu apa yang boleh dan tak boleh kau makan saat hamil begini, kan?"
"Lagi pula aku sibuk, Hyung. Sebentar lagi ada ulangan umum. Kau memang lebi baik pergi dengan eomma!", tolak Sehun.
Kyuhyun kan cuma beralasan, Sehun ini benar-benar tak bisa diajak kompromi. Sudah ditolong, balasannya tak mengenakkan begini. Lagi pula siapa juga yang sudi pergi belanja keperluan ibu hamil sedangkan Kyuhyun sendiri tak hamil?
"Sudahlah, kau istirahat saja. Masalah beli keperluan ibu hamil itu bisa besok-besok"
"Aku cuma tak ingin merepotkanmu, Eomma", dalih Kyuhyun.
"Iya-iya. Itu nanti saja. Sekarang kau tidur!", saran Leeteuk. "Aku juga harus pulang sekarang!"
Kyuhyun memilih memejamkan mata setelah mertuanya berpamitan pulang. Leeteuk diantar ulang oleh Sehun ke pintu apartemen tentunya setelah meletakkan gelas di dapur. Leeteuk pamitan juga pada Sehun.
"Hun, jagai Kyuhyun. Nanti setelah dia bangun, berikan makanan yang tadi eomma bawakan"
"Hm!"
"Kau jangan keluyuran, temani Kyuhyun saja di rumah sampai hyung-mu pulang. Kau paham?"
"Paham!"
"Baiklah aku pergi"
"Ya!"
Sehun menghela nafas lega. Akhirnya dia terbebas dari eomma-nya juga. Walau ketemu Leeteuk cuma sebentar-sebentar, Sehun rasa eomma selalu merepotkannya akhir-akhir ini. Menyuruh ini itu dan semuanya berkaitan dengan anaknya Kyuhyun. Sekarang Kyuhyun sedang sakit gara-gara anaknya juga dan Sehun diperintahkan untuk menjagainya sampai Kibum datang, itu merepotkan. Sehun sendiri butuh mengerjakan tugas yang diberikan gurunya tadi. Sedangkan Kibum pulang selalu lewat jam 10 malam, itu masih lama. Lalu kapan Sehun bisa mengerjakan tugas?
Sehun mengambil handphone-nya lalu mendial nomor Kibum. Setelah tersambung dia mengabarkan kalau Kyuhyun sakit, muntah-muntah dan kemudian pingsan. Kibum disuruhnya pulang sekarang juga. Dan setengah jam kemudian Kibum sudah ada di apartemennya.
"Mana eomma, Hun?", tanya Kibum yang baru masuk apartemen dengan tergesa-gesa. Pasalnya Sehun mengabarkan kalau eomma-nya yang menyuruh Kibum pulang, makanya Kibum sampai di rumah dengan cepat. "Mana Kyuhyun?"
"Eomma sudah pulang", jawab Sehun santai. "Kyuhyun hyung ada di kamar, sedang tidur!"
Sehun mengikuti Kibum masuk kamar Kibum, dia menjelaskan sedikit soal Kyuhyun.
"Tadi Kyuhyun hyung pulang mukanya pucat. Dia muntah-muntah dan mengeluh pusing"
"Dia keracuhan?"
"Bukan. Kata eomma itu wajar karena Kyuhyun hyung sedang hamil"
Kibum mendengus soal ini. Masih saja Sehun menyebut Kyuhyun hamil. Sehun selalu tak mau mengakui kenyataan. Bayinya kan ada di perut Sehun, walau nantinya akan jadi anaknya Kibum dan Kyuhyun. Jadi tidak mungkin Kyuhyun muntah-muntah karena dia memang tidak sedang hamil.
"Kyuhyun hyung sudah baikkan. Kau cukup menemaninya sampai dia bangun lalu beri dia makanan yang tadi eomma bawa". Kibum tahu sekarang. Tadi eomma-nya pasti menugaskan Sehun, tapi adiknya itu melempar tanggung jawab padanya. "Aku mau mengerjakan tugas dulu, Hyung", pamitnya kemudian pergi ke kamarnya sendiri.
Dasar Sehun itu adik yang tidak tahu diuntung. Masih mending Jongin, enak diajak diskusi, enak diajak kerja sama, yang paling penting Jongin tidak pernah berani menyuruh-nyuruh Kibum. Sehun lebih mirip Kyuhyun kalau Kibum perhatikan. Sehun memang pendiam seperti Kibum dan Appa-nya, tapi tingkahnya akhir-akhir ini sama persis dengan Kyuhyun. Andai waktu bisa diputar ke jaman semasa Sehun bayi, dia akan tukarkan Sehun dengan Jongin saja.
"Kyu!"
Kyuhyun yang tidur sekedar menutup mata mendengar panggilan Kibum. Dia membuka matanya tapi tak menyahut. Dia mau istirahat, kenapa tiba-tiba ada Kibum disini?
"Sehun bilang aku harus menjagaimu, tapi aku punya banyak pekerjaan. Kalau kau bisa istirahat tanpa ditunggui,kan?", tanya Kibum sekaligus duduk di tepian ranjang dekat Kyuhyun. "Aku bisa kembali ke bengkel kalau kau tak memerlukanku"
Kyuhyun masih tak menyahut, dia memilih menutup kembali matanya.
"Kyu!"
"Apa?"
"Aku mau lembur malam ini. Jadi aku harus kembali ke bengkel"
"Lalu siapa yang akan menemaniku disini?"
Sudah Sehun mangkir dari tugas, sekarang Kibum juga mau meninggalkan Kyuhyun yang sedang sakit begini. Lalu kalau Kyuhyun butuh apa-apa, siapa yang akan dimintainya tolong?
"Kau tidur saja. Kalau lapar, makan dulu lalu tidur lagi. Kalau butuh apa-apa lagi, kau bisa minta pada Sehun"
"Sehun mangkir dari tugas, kau juga mau mangkir? Teleponkan eomma saja, biar eomma yang menjagaiku!", pinta Kyuhyun ada nada nada ancaman.
Kalau semua hal ujung-ujungnya Eomma, Kibum dan Sehun kalah. Baiklah, Kibum untuk kali ini, eh maksudnya untuk sekali lagi mengalah pada Kyuhyun. Dia akan tetap di rumah.
"Berarti kau butuh aku", kata Kibum menjawab pertanyaannya sendiri. "Kupikir Yesung hyung pasti bisa menghandle masalah bengkel. Sebagai suami yang baik, aku akan menjagaimu sajalah". Suami yang baik takut dengan eomma-nya lebih tepatnya.
Kibum melepas sepatunya kemudian naik ke ranjang dan merebah dekat Kyuhyun. Dia kan tak tahu menjagai Kyuhyun harus bagaimanan? Kyuhyun mau tidur, masa dia harus duduk disamping Kyuhyun sampai namja itu bangu lagi? capek di Kibum nantinya. Kibum memilih menungguinya sambil tiduran. Kyuhyun tidur, dia juga akan tidur, lumayan badannya yang pegal-pegal gara-gara senam kemarin bisa diistirahatkan. Kalau Kyuhyun butuh apa-apa tinggal membangunkannya.
"Memang kau sakit apa?"
"Mabuk kecepatan", jawab Kyuhyun sambil memijat pelipisnya sendiri.
"Kau mengebut naik mobil?"
"Tidak. Temanku yang mengebut"
Siwon yang mengebut. Setelah Kibum dan Yesung mempersilakan Siwon mencoba motornya, dia segera menyambangi Kyuhyun di KK mart. Disana Siwon memaksa Kyuhyun ikut dia naik motor. Bukan Kyuhyun takut, tapi dia tak pernah naik motor. Makanya saat diajak Siwon naik motor sedikit kencang, Kyuhyun sudah seperti orang mabuk narkoba. Setelahnya dia berkata pada Siwon, kalau dia tak sudi lagi diajak naik motor. Kyuhyun kapok.
"Ya sudah, kau tidur saja!". Kibum menyarankan Kyuhyun tidur, tapi dia yang menata diri hendak tidur. "Kau boleh bangunkan aku kalau butuh sesuatu, tapi jangan bangunkan aku kalau kau tak benar-benar butuh!", katanya lagi sambil memulai terpejam
"Kenapa kau ikut tidur?"
"Yang penting kan aku menemanimu!"
Menemani model apa? Menjagai orang sakit tidak dengan ikut tidur dengan yang sakit. Namanya menjaga, jadi harus terjaga.
"Kau jangan tidur!", perintah Kyuhyun
"Ssstttt!". Kibum mendekatkan diri pada Kyuhyun. Dia merangkul tubuh Kyuhyun dan menggesernya lebih dekat. Kibum mendekap Kyuhyun kemudian. "Jangan banyak bicara kalau kau mau cepat sembuh!"
Kyuhyun tak butuh di peluk, dia butuh tidur. Tapi tak apa lah, berdebat terus dengan Kibum juga tak membawa kesembuhan baginya. Lebih baik dia mulai tidur seperti yang dikatakan Kibum sedari tadi.
Lil' Bro
Sehun berdiri di dekat ranjang Kyuhyun dan Kibum. Disitu dia melihat adegan hyung dan kakak iparnya akur. Biasanya kalau mereka berdua tak tidur, berdebat saja kerjaannya. Sekarang tidur berdempetan, saling pegangan tangan dan peluk pelukan. Bukannya Sehun iri, tapi kejadian seperti ini tumben saja. Atau jangan-jangan prediksi Sehun yang waktu itu, yang antara Kibum dan Kyuhyun memang ada hubungan itu benar-benar nyata.
"Hyung!", panggil Sehun.
Tadi Kibum dan Kyuhyun sudah bangun. Mereka makan malam bersama dengan makanan yang dibawa Leeteuk tadi sore. Setelah itu satu persatu dari mereka mandi lalu nonton TV dan tentu saja berdebat lagi. Masalah Kyuhyun yang mau membeli barang-barang untuk mengisi apartemen. Masalah Kibum yang tak mau membayar belanjaan Kyuhyun. Dan akhirnya Kibum mengalah karena sudah jelas kalau salah satu kartu kreditnya ada di tangan Kyuhyun. Sehun juga ada disitu, dia jadi penonton dan penengah antara keduanya. Sehun diperintah duduk diantara Kibum dan Kyuhyun, Sehun juga harus memilih setuju Kyuhyun atau setuju Kibum. Dan hasil paling akhir tetap Kyuhyun yang menang. Kyuhyun memfasilitasi Sehun apapun yang dimintanya, dengan uang Kibum tentunya, maka dari itu Sehun memilih Kyuhyun.
"Hyung!"
Kyuhyun sepertinya akan bangun. Dia bergerak menyingkirkan tangan Kibum kemudian mengubah posisi membelakangi Kibum. Kibum memeluknya lagi dan Kyuhyun-pun tidur lagi. Sehun bisa melihat Kibum mengelus-elus perut Kyuhyun. Sehun heran, anaknya Kyuhyun kan ada di perutnya, Kibum mau-maunya mengelus perut Kyuhyun. Eh, ini bukan Sehun iri juga, dia tak sudi lah dielus-elus Kibum. Pokoknya Sehun tak iri dan tak sudi, dia cuma tak habis pikir dengan mereka.
"Hyungggg!", panggil Sehun untuk ketiga kalinya.
Kibum membuka matanya sebentar, setelah mengetahui lamat-lamat suara yang memanggilnya itu adalah Sehun, Kibum memutuskan memejamkan matanya lagi. Ini kali ke tiga Sehun mengganggu tidurnya. Pasti mau minta apa-apa. Pasti Kibum akan repot lagi. Kibum bukannya melarang Sehun ngidam, tapi tak bisakah Sehun ngidam siang hari saja? Kalau tengah malam terus, tidurnya Kibum jadi terganggu.
"Kau minta apa sekarang?", suara itu datang dari Kyuhyun. "Aku akan telepon Jongin untuk mencarikannya", kata Kyuhyun yang tak berpindah dari posisi rebahnya.
"Aku mau tidur dengan kalian!"
Sebenarnya bukan itu tujuan kedatangan Sehun ke kamar mereka. Sehun ingin diskusi dengan keduanya, tapi melihat mereka tidur berdua, sepertinya nyaman sekali. Sedangkan Sehun harus tidur sendiri, guling saja tak punya jadi tak ada yang bisa di peluk.
Sehun segera naik ke atas ranjang. Dia memisahkan pelukannya Kibum dan Kyuhyun lalu mendorong Kibum lebih ke tepi. Sehun mengisi celah keduanya, kemudian dia sendiri memeluk Kyuhyun seperti yang dilakukan Kibum tadi.
"Hun, kau kan bisa tidur di belakangku!", protes Kibum. Dia sedang asyik tidur, Sehun main serobot saja.
"Hyung, kau jangan ambil enak sendiri. Aku tidur tak tak ada guling, tak ada yang bisa dipeluk. Sedangkan kau disini tidur peluk-pelukan"
"Kau iri? Telepon Kai saja, biar dia yang menemanimu tidur. Kau juga bisa memeluknya!", kata Kibum kasar. Dia kesal, sudah tidurnya terganggu, Kyuhyun diserobot juga oleh Sehun.
"Tidak. Tidak mau", tolak Sehun sambil mengeratkan tangannya memeluk pinggang Kyuhyun.
"Kembali ke kamarmu, Sehun!", bentak Kibum sambil mencoba mengenyahkan Sehun yang erat memeluk Kyuhyun. "Kau mengganggu!"
"Kau kuijinkan meminjam ragaku untuk dititipi anak, sekarang ijinkan aku memeluk Kyuhyun hyung juga". Sehun menyingkirkan tangan Kibum yang berusaha menyingkirkan tangannya di pinggang Kyuhyun. "Kau kan bisa berbagi Kyuhyun hyung denganku, Hyung"
"Tidak bisa. Dia istriku, milikku sendiri!", tolak Kibum.
Kyuhyun merasa risih dengan keadaan disini. Bukan soal pertengkaran adik kakak Sehun dan Kibum. Ini lebih kepada apa yang mereka rebutkan. Sekarang ini, dirinya yang diperebutkan. Sehun ngidam, Kyuhyun paham. Kalau Sehun minta tidur dengannya, dia juga paham. Yang tak dia paham adalah Kibum, bisa-bisanya Kibum tak mau mengalah pada Sehun yang sedang ngidam. Demi apa juga Kibum mengklaim dirinya jadi milik Kibum sendiri. Yang benar saja? Mereka menikah hanya untuk menutupi kesalahan adik-adik mereka. Jangan karena tiga malam berturut-turut tidur bersama lalu Kibum benar-benar mengakuinya istri. Kalau mengingat mereka tak pernah ada kecocokan, mungkin saja Kibum mengigau barusan mengatakan itu.
Kibum menarik tangan Sehun keras hingga tangan Sehun terlepas dari pingang Kyuhyun. Sehun mengaduh sesaat tangannya dipeganggi erat oleh Kibum. Lengan Sehun sakit, pergelangannya memerah karena cengkraman Kibum terlalu kuat.
"Kau jahat sekali padaku. Aku ini adikmu, Hyung!"
"Kau pikir kau tidak jahat? Kau mengganggu tidurku"
Kyuhyun tiba-tiba beranjak, kemudian melangkahi Sehun lalu merebah diantara Kibum dan Sehun. Sekarang dialah yang ada di tengah-tengah.
"Kalau kalian masih bermaksud melanjutkan pertengkaran, aku yang akan pergi dari sini!", ancam Kyuhyun yang seketika membuat kakak beradik itu terdiam. "Kalian ini adik-kakak, tidak seharusnya bertengkar. Apalagi ditengah malam begini". Kali ini Kyuhyun yang gantian berkata keras. Dia mau keduanya diam dan menurut apa katanya. "Jangan bertengkar lagi, paham!"
"Maaf, Hyung!", kata Sehun. "Tapi aku boleh memelukmu kan?"
Kyuhyun mendengus sebelum menjawab. Menunggu Kyuhyun menjawab Sehun, Kibum mencuri start untuk memeluk duluan. Dan berikutnya Sehun ikut memeluk Kyuhyun tanpa ijin. Kyuhyun hanya berdecak, yang awalnya mau menolak tapi sia-sia. Sekarang saja dia sudah ditempeli dua mahkluk bersaudara itu. Kyuhyun belum pernah hamil, tapi sekarang tiba-tiba dia merasa punya dua bayi. Bayi besar pula.
Mereka bertiga sudah tenang. Kibum sudah kembali tidur, tapi Sehun dan Kyuhyun belum. Sehun masih saja mengajak Kyuhyun ngobrol. Sehun cuma ingin mengutarakan keinginannya yang sejak awal ingin dikatakan pada Kyuhyun. Sehun ingin liburan ke pantai, atau kemana saja, asal keluar dari apartemen ini.
"Jadi bagaimana, Hyung?"
"Kau bilang akan ada ulangan. Kita liburan nanti saja setelah kau selesai ulangan"
"Besok saja, Hyung!"
"Akhir pekan saja"
'Besok, Hyung!"
"Aku ada pekerjaan. Kalau mau akhir pekan kita liburan, kalau tak mau tak usah pergi sekalian!"
"Demi anakmu, Hyung. Kita liburan besok ya?", pinta Sehun. Sehun mengambil tangan Kyuhyun, membawa ke perutnya kemudian digosok gosokkan disitu. "Kau dengar Hyung, anakmu yang minta"
Kyuhyun berdecak lagi. Begini ini Sehun kalau malam. Manja setengah mati. Maunya menempel terus dengan Kyuhyun, lalu minta yang macam-macam dan harus dituruti. Tapi beda lagi kalau siang, Sehun bahkan sepertinya tak mau mengakui Kyuhyun sebagai kakak ipar.
"Dia bilang 'Mommy ayo liburan!'", kata Sehun mengecilkan suaranya menyerupai anak-anak. "Turuti dia lah, Hyung. Nanti dia sedih di dalam sini", pinta sehun lagi.
"Sebenarnya yang ingin liburan anakku atau kau?"
"Aku kan ikut apa kata anakmu, Hyung. Kalau dia minta liburan, aku ya ikut liburan"
"Akhir pekan". Sehun mau protes. Dia maunya besok. "Kalau kau maunya besok, pergi saja sendiri!"
"Baiklah!"
Sehun kembali memeluk Kyuhyun, beradu tangan dengan Kibum di perut Kyuhyun. Biar dikata dia menyerobot Kyuhyun. Kibum memang suaminya Kyuhyun, tapi sehun membawa anak mereka. Jadi pantas kalau dia punya hak atas Kyuhyun.
"Hyung, besok aku tidur disini lagi ya?"
Dan terjadi rebutan lagi? Kyuhyun lebih baik pulang ke rumahnya saja, kalau Sehun sudah mengaba akan berperang dengan Kibum demi merebutkan posisi tidur dengannya.
Lil' Bro
"Hah, sekarang, Tuan?"
"Ya, cepat kau siap-siap!", perintah Kyuhyun.
Jumat sore, hari ini Kyuhyun bersama Sehun dan Kibum sedang ada di rumah Kyuhyun. Mereka menjemput Jongin dan Dasom untuk diajak liburan. Bukan liburan ke pantai atau ke daerah wisata lain. Mereka akan ke daerah pinggiran, tempat padang luas area perkemahan umum. Mereka mau berkemah saja disana. Kalau akhir pekan perkemahan itu ramai. Menurut Kyuhyun asyik saja bisa bertemu lalu main bersama dengan orang yang tidak mereka kenal. Mereka bisa belajar bersosialisasi di tempat itu. Walau awalnya Sehun dan Kibum sama-sama menolak, Sehun menolak ke perkemahan dan Kibum menolak ikut, tapi hasil akhir tetap Kyuhyun yang menang. Kyuhyun punya banyak trik agar semua orang di sekitarnya mau ikut apa maunya.
Dasom bersiap secepatnya. Apa yang dia ingat dia akan bawa, lain hal dia memutuskan beli saja di area perkemahan. Jongin juga, dia hanya membawa ransel sekolah yang diisi beberapa potong baju. Itupun asal comot dan asal masuk. Kyuhyun sih datang mendadak lalu memaksa mereka ikut. Dasom mau menolak, takut dipecat. Kalau Jongin menolak jelas tidak mungkin, karena acara itu permintaan dari Sehun. Jadi mau tak mau dia harus ikut. Kan dia agen yang ditugaskan untuk menjaga Sehun.
Setelah perjalanan dua jam, mereka sampai di area kemah. Yang menyenangkan di perkemahan ini, ada panitia perkemahan. Tenda-tenda sudah disiapkan dalam berbagai ukuran dan makanan serta semua hal yang peserta butuhkan sudah disediakan. Mereka tinggal mendaftar dan membayar. lalu datang dan memilih tenda-tenda yang mereka inginkan. Perkemahan ini ada bukan untuk tujuan menyatukan orang dengan alam, ini dibuat hanya sekedar sebagai tempat liburan akhir pekan tanpa tujuan apapun. Pesertanya saja dibebaskan berbuat semaunya asal tidak menimbulkan kerusakan dan kerusuhan di tempat kemah. Tempat yang menyenangkan bagi orang-orang sibuk untuk menghabiskan akhir pekan mereka.
Kyuhyun telah mendaftarkan mereka sebelumnya. Dia pesan dua tenda dengan lima orang peserta. Sampai ditempat, Kyuhyun melapor kedatangan lalu mereka diajak berkeliling untuk memilih tenda-tenda yang kosong. Ada satu tenda besar untuk Jongin, Sehun dan Dasom, lalu tenda sedikit kecil untuk Kibum dan Kyuhyun. Letak kedua tenda itu terpotong dua tenda lainnya. Tadinya mereka mau cari yang bersebelahan, tapi tenda besar dan kecil yang bersebelahan telah penuh. Jadi mereka ambil dua tenda itu, lumayan dekat dari pada yang lain.
Selesai menaruh barang, semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing, termasuk Kibum. Kibum sengaja menjauh dari Kyuhyun cs. Malas mendengar Kyuhyun mengomel terus, dia memilih berjalan jalan di sisi jauh perkemahan. Ada hutan yang sengaja diatur untuk pelatihan pecinta alam. Disitu Kibum melihat banyak orang sedang melakukan aktifitas penjelajahan diapandu seseorang yang termasuk panitia kemah. Disisi lain Kibum juga melihat pelatihan bertahan di alam liar. Seseorang melompati sebuah kayu besar seolah menghindari rintangan alam. Kibum ikut bertepuk tangan bersama yang lain ketika orang tadi berhasil. Giliran orang berikutnya, setelah ambil ancang-ancang dia melompat tinggi, tapi ternyata kakinya masih tersangkut ke ranting pohon tumbang itu kemudian jatuh ke tanah. Sebagian orang terkejut, Kibum juga.
"Hae, kau tak apa-apa?", tanya Kibum yang sesaat tadi baru tahu kalau Donghae-lah yang baru saja jatuh itu.
Sebenarnya Donghae tidak apa-apa, lecet saja tidak, tapi ada Kibum di depannya masak iya dia abaikan begitu saja.
"Kakiku sakit sekali, sepertinya terkilir", adu Donghae sambil meringis pura-pura sakit.
"Ayo kubantu!"
Kibum membantu Donghae berdiri, tapi Donghae mengaduh tak karuan. Alhasil teman-teman disitu menyuruh Kibum menggendong Donghae saja. Kibum menurut apa kata mereka, bisa jadi kalau kaki sakit Donghae dipaksa untuk berjalan lalu nati tambah parah.
Kibum membawa Donghae ke area perkemahan. Menggendong Donghae tidak berat kok, masih berat besi-besi yang biasa diangkatinya dengan Yesung dan anak buahnya. Lagi pula Donghae tidak betingkah saat digendong, jadi Kibum juga tidak khawatir Donghae akan jatuh.
"Hae, kau berkemah juga kan?"
"Iya"
"Mana tendamu?"
"Hampir di sudut sana!", tunjuk Donghae mengarahkan Kibum ke tendanya.
Donghae dibawa ke arah tunjuknya, dia juga dibawa masuk tenda dan diturunkan pelan-pelan oleh Kibum.
"Aku punya obat gosong, tapi tak pandai mengurut. Kau mau bantu aku urut kakiku?", pinta Donghae sambil berharap.
"Tentu". Sambil mengurut pergelangan kaki kanan Donghae, Kibum melakukan tanya jawab dengan Donghae. "Kau kemari dengan siapa?"
"Sendiri", jawab Donghae. "Eh, bersama teman, hanya saja mereka tidak setenda denganku"
Donghae sering datang kemari. Hampir setiap akhir pekan. Dulu dia pernah mengajak Kyuhyun, tapi karena Kyuhyun menolak, dia pergi sendiri dengan teman lainnya. Sebenarnya Donghae juga punya teman setenda, tapi temannya bilang akan datang sedikit terlambat. Kesannya Donghae jadi sendirian di tenda ini sekarang.
"Kau sendiri bagaimanan bisa ada disini?"
"Aku diajak teman juga"
"Oh, begitu ya. Asyik sekali bisa tidur dengan teman. Aku malah sendirian disini. Tidak ada tenda yang pas untuk menampungku bersama mereka, jadi aku harus tidur sendirian", eluh Donghae. "Sekarang aku malah terkilir begini, kalau ada apa-apa, aku minta bantuan pada siapa?". Donghae menghela nafas kasar. Dia terlihat sangat kasihan. "Apa kau tak bisa menemaniku disini?"
Menemani Donghae? Bisa. Keadaan Donghae sekarang butuh dikasihani, kalau dibiarkan tidur sendiri memang akan berbahaya. Kibum sebagai orang yang kenal Donghae akan sangat merasa bersalah kalau sampai terjadi apa-apa dengan Donghae. Walau ini perkemahan setting-an, bukan berarti tak ada bahaya sama sekali disini. Donghae kakinya sakit, dia tentu tak bisa melindungi diri sendiri kalau sampai ada apa-apa disini. Kibum bersedia menemani Donghae, hanya saja alasan apa yang akan diutarakannya pada Kyuhyun dan yang lainnya? Kalau Kyuhyun tahu dia akan menemani Donghae disini, bisa jadi Kyuhyun akan marah lalu bertengkar dengan Donghae seperti waktu itu.
"Kau istirahat dulu. Aku akan panggilkan seseorang untuk merawatmu. Nanti malam aku akan menemanimu lagi"
"Yang benar kau mau menemaniku?"
"Tentu saja. Aku tak mau terjadi apa-apa denganmu!"
"Terima kasih!"
Sore itu berjalan lancar saja. Semua kegiatan didominasi oleh Kyuhyun. Kyuhyun yang menggerakkan mereka, mengatur dan memerintah seperti kegiatannya akhir-akhir ini. Kibum, Dasom, sehun dan Jongin sampai tak bisa melakukan keinginan mereka sendiri. Mereka berempat sampai hampir melancarkan kudeta untuk menggulingkan kekuasaan Kyuhyun. Kan Kyuhyun sudah seperti raja yang perintahnya dianggap mutlak lalu akan marah dan mengancam-ancam kalau perintahnya tak dilaksanakan.
Berakhir di malam hari, di saat-saat tenaga mereka habis dan akan melakukan kegitan peristirahatan. Mereka mau tidur. Kibum masuk ke tendanya dan Kyuhyun, tapi di dalamnya sudah ada Sehun menempel pada Kyuhyun. Kibum geram pada Sehun, tapi ditahannya. Seperti yang dikatakan Kyuhyun kalau Sehun ngidam tidur dengannya, jadi Kibum harus mengalah.
"Hun!"
"Hyung, malam ini kau tidur dengan Kai dan Dasom saja"
"Seenaknya saja kau bicara!"
"Itu peraturannya sekarang. Tenda ini juga tak bisa ditempati tiga orang. Kau harus mengalah", perintah Sehun sambil sedikit menambahkan nada sindiran.
Kibum berdecak kesal, tapi dia pergi juga. Kibum bukan benar-benar pergi ke tenda Jongin dan Dasom, dia ada janji menemani Donghae. Jadi Kibum terpaksa mengalah tapi mengalahnya Kibum kali ini bukan berarti kalah kan?
Sampai di depan tenda Donghae, si empunya tenda ada di luar. Udara dingin begini Donghae masih berada di luar tenda, kasihan sekali.
"Kenapa kau ada di luar?"
"Menunggumu. Ku kira kau tak akan datang"
Donghae bukan benar-benar menunggu Kibum, dia baru saja mengusir teman setendanya. Bahkan dia menelusupkan uang di tangan temannya agar segera menyingkir jauh-jauh dari tenda mereka. Terserah temannya itu mau menyewa tenda baru, menumpang di tenda lain atau tidur di hutan sekalian, yang penting dia enyah dari sekitaran tenda ini.
"Aku kan sudah berjanji padamu". Kibum masih menganggap kaki Donghae sakit, jadi dia menggendong Donghae lagi dan membawanya masuk tenda. "Kakimu masih sakit? Aku bisa memijitnya lagi kalau kau mau", tanya Kibum setelah dia merebahkan Donghae di dalam tenda.
"Tidak perlu. Tadi utusan panitia yang datang kemari telah merawatku dengan baik. Dia sudah memijit kakiku dan memberi obat gosok yang ampuh. Dia bilang besok sakitnya akan berkurang". Utusan panitia memang datang, tapi karena ternyata Donghae tak terluka apapun, dia ditinggalkan lagi. "Aku cuma disarankannya untuk tak banyak bergerak"
"Kita tidur saja kalau begitu. Kau punya selimut?"
Donghae manrik selimutnya dan menyerahkannya pada Kibum. Kibum merebah juga di samping Donghae, kemudian membagi selimut dengan Donghae.
"Malam ini dingin!", eluh Donghae. Kibum mendekatkan diri pada Donghae, dia merengkuh namja itu dan membawa ke pelukannya. "Kibum!"
"Apa?"
"Kau tidak sedang kesini dengan Kyuhyun, kan?", tanya Donghae pura-pura khawatir. Dia masih menganggap Kyuhyun dan Kibum punya hubungan asmara di belakang Siwon. "Aku tak mau Kyuhyun marah padamu kalau kau lebih memilih menemaniku dari pada dia"
"Tidak!", jawab Kibum berbohong. Dia lebih tak mau lagi Kyuhyun memarahi Donghae gara-gara dirinya. Jadi lebih baik kalau keduanya tak tahu soal ini. "Tidak perlu tanyakan dia. Kupikir dia sudah bisa tidur dengan nyenyak"
Donghae tidak mempermasalahkan Kyuhyun juga. Dia juga tidak bermaksud menusuk Kyuhyun dari belakang. Dia cuma ingin mengenal Kibum lebih dekat. Donghae kasihan dengan Kibum, dijadikan selingkuhan Kyuhyun apa enaknya? Kyuhyun sudah punya Siwon, lalu menggandeng Kibum juga. Jadi kalau Donghae dekat dengan Kubum, anggap saja itu penghiburan bagi Kibum yang terus dijadikan yang kedua oleh Kyuhyun.
"Kibum, apa kau benar-benar menyukai Kyuhyun?"
"Kenapa memangnya?"
"Tidak, cuma tanya"
"Jangan bicarakan dia lagi", pinta Kibum sambil mengeratkan pelukan ke badan Donghae.
Kibum bukan tak mau mengingat Kyuhyun, Kyuhyun yang mungkin tak mau mengingatnya. Seminggu kemarin Kyuhyun menginap di apartemennya saja demi Sehun. Kyuhyun mau tidur denganya itu demi eomma-nya. Dan kalau Sehun datang malam-malam ke kamarnya, Kyuhyun diam saja. Dia lebih memilih Sehun dengan alasan Sehun ngidam. Itu terus, sedangkan dirinya diacuhkan Kyuhyun.
"Hae, apa kau punya kekasih?"
"Kenapa?", kali ini Donghae yang bertanya balik.
"Nanti kekasihmu tahu kau tidur denganku, lalu aku dimutilasinya", canda Kibum membuahkan senyum dari Donghae.
"Belum", jawabnya sambil terkekeh pekan. "Kau bertanya begitu seperti ingin mencuri ciuman dariku saja", celetuk Donghae. Tapi ini sebenarnya pancingan.
"Aku memang ingin menciummu. Tapi kalaupun kau sudah punya kekasih, aku akan mencuri ciumanmu!", kata Kibum sambil berubah posisi.
Kibum melepaskan Donghae, membiarkan Donghae tergeletak lalu dia sendiri berpindah di atasnya. Sejujurnya dia pernah ingin mencium Kyuhyun, sama seperti saat ini. Saat mereka tengah berpelukan, saat mereka saling memandang di malam itu, dan saat sepertinya Kyuhyun menginginkan malam dingin itu dipanaskan bukan dari pemanas ruangan. Tapi semuanya berakhir begitu saja bahkan sebelum mereka melakukan apapun, dan itu semua gara-gara Sehun yang tiba-tiba masuk dan ingin tidur dengan Kyuhyun.
Donghae bernafas tidak teratur ketika muka Kibum sudah berjarak lima inci darinya. Donghae sendiri bisa merasakan nafas teratur Kibum menerpa wajahnya. Semakin dekat Kibum padanya, semakin merasa bersalah Donghae dibuatnya. Iya tadi dia bilang ingin menjadi penghiburan untuk Kibum, tapi nyatanya ini tak seindah yang dia bayangkan. Sejahat-jahatnya Kyuhyun, mau Kyuhyun terus-terusan memerintahnya saat di kantor atau Kyuhyun dengan maruknya memiliki lebih dari satu kekasih, dia tetaplah sahabat Donghae. Dan Sahabat macam apa dia, kalau Donghae melakukan ini dengan Kibum? Selingkuhan atau bukan, Kibum tetaplah kekasih Kyuhyun.
Bibir mereka telah melekat, melekat saja, belum ada pergerakan apapun. Terbesit keinginan Donghae untuk berpaling, tapi nyatanya dia tak mampu menolak ketika Kibum mulai menggerakkan bibirnya. Seperti masa kecil ketika Donghae makan marshmallow. Walau ludahnya kemana-mana, dan dikatai jorok oleh kawan-kawannya, dia tak pernah bosan. Donghae tetap suka makanan itu. Marshmallow, manis dan kenyalnya sama seperti teksture lidah dan bibir Kibum sekarang. Dan Donghae juga tak bosan.
Donghae berharap Tuhan akan mengampuni dosanya ketika dia membiarkan Kibum merambatkan mulut ke lehernya. Kibum juga merabai tubuh Donghae, pundaknya, dada, perut dan kemudian dengan berani Kibum memasukkan tangannya ke balik kaos Donghae. Tangan Kibum mengelus perut Donghae. Telapak kasar tangan Kibum menimbulkan gemelitik geli di perut halus Donghae. Tidak cukup, tidak cukup sampai disitu. Kibum menghentikan semua gerakan mencium dan merabanya. Dia membawa Donghae duduk kemudian menarik keluar kaos Donghae. Kibum merebahkannya lagi setelahnya, lalu menjatuhi permukaan tubuh setengah telanjang Donghae dengan ciuman dan beberapa gigitan. Digigit Kibum, Donghae mampu menahan suaranya, tapi ketika Kibum menyesap kulit di tulang iganya, Donghae mendesis mengisyaratkan sesuatu kenikmatan.
Ini malam yang aneh. Donghae hanya ingin tidur ditemani Kibum, bukan ingin berhubungan intim dengannya. Donghae bukan tak pernah melakukannya sebelumnya, bukan juga karena dia tak siap, tapi ini akan jadi kesalahan terburuknya kalau dia mau tidur dengan Kibum. Untuk sekarang Kibum masihlah kekasih sahabatnya, dan Donghae bukan tipe perebut kekasih orang.
Kegitan Kibum telah terhenti beberapa detik, tapi Kibum memulainya dengan area baru. Dia mulai fokus ke bagian bawah Donghae. Kibum akan menarik turun celana Donghae ketika Donghae mencekali tangannya.
"Kibum!", katanya sambil menggeleng beberapa kali.
Kibum tersadar bahwa ternyata Donghae tak menginginkannya. Dia segera menarik diri dan menjatuhkan tubuhnya disebelah Donghae. Tapi Kibum tidak sedang khilaf, dia memang niat ingin melakukannya.
"Maaf!", kata Donghae yang masih tak bergerak.
Donghae diselimuti oleh Kibum. Dia juga dipeluk kembali. Ini pelukan kasih sayang biasa, pelukan permintaan maaf dari Kibum.
"Tidak. Aku yang harusnya minta maaf!", katanya sambil merangkul Donghae lebih erat.
Kali ini Kibum mengaku salah. Dia tadi sangat berniat, berniat pada seseorang yang sedang tak ada dihadapannya.
To be continue
Kibum Oh Kibum. Apa sih yang lo pikirkan?
