Because Of My Brother's Fault

Kyuhyun, Jongin, Kibum

Sehun, Siwon

Hi, gue baru lauching ff baru. Yang pada belum tahu, lihatin gih!

Chap ini sedikit galau, tapi semoga masih bisa diterima.

Semoga tidak ada typo, soalnya nggak sempat ngedit. Ngantuk berat nih!

Selamat membaca!

Mungkin Benih Cinta

"Bos!", panggil Bora.

Kyuhyun sedang tidur di mejanya sekarang ini. Tadi dia berpesan untuk dibangunkan kalau sudah jam tiga sore. Sekarang jam tiga sore, sesuai amanat dari Kyuhyun sendiri, Bora membangunkan bos-nya itu.

"Bos!", panggilnya sekali lagi. "Bos, sudah jam tiga"

Bora menyentuh lengan Kyuhyun, karena masih tak ada tanggapan dia mengguncang lengan itu.

"Bos, ini sudah jam tiga!"

Kyuhyun mulai menggerakkan badannya. Dia menggeliat sebentar kemudian membuka mata perlahan. Saat di lihatnya Bora di depan mejanya, sontak dia melihat kearah jam tangannya.

"Sudah jam tiga, kenapa cepat sekali?"

Kyuhyun masih lelah, dia butuh jam tidur ekstra. Dalam seminggu ini tepatnya setelah kejadian di perkemahan itu, Kibum benar-benar menganggap Kyuhyun sebagai istrinya betulan. Memang mereka suami istri betulan, tapi status suami istri sebelum dan sesudah kemping jadi berbeda. Kibum benar-benar memperlakukannya sebagai istri. Menciumnya saat akan pergi kerja dan setelah pulang, sering memeluknya, meletakkan kepalanya di pundak Kyuhyun ketika mereka sama-sama menonton TV, dan juga sering meneleponnya saat mereka jauh.

Apa hubungan sikap Kibum yang jadi romantis itu dengan kelelahan Kyuhyun? Setiap apa yang dilakukan Kibum itu bukan tanpa sebab. Kibum menuruti semua permintaan Kyuhyun, dia juga bersikap manis pada istrinya dengan imbalan malam-malam panas di atas ranjang. Dalam seminggu, dua malam saja mereka tak melakukannya, itulah yang membuat Kyuhyun kelelahan. Kyuhyun kehilangan konsentrasi kerja yang membuat pekerjaannya banyak terbengkalai. Kyuhyun memang berangkat ke KK Mart, namun dia tidur di ruang kerjanya. Dia juga berpindah ke Hotel dan restonya, tapi berakhir tidur pula. Nah begini jadinya kalau dia tak mampu menolak permintaan Kibum.

"Aku tak bisa menyelesaikan pekerjaanku, kau bisa panggilkan Kangin hyung kemari!"

"Tentu, Bos!". Bora membiarkan Kyuhyun beradaptasi sebentar setelah bangun tidur. "Mau kuambilkan air putih juga!", tawarnya sebelum dia meninggalkan ruangan bos-nya.

"Ya, terima kasih!", jawabnya sambil menyandarkan punggung dan kepalanya di kursi direktur yang di dudukinya.

Hari ini Kyuhyun berencana pulang cepat. Jam tiga dia akan pulang dari KK Mart lalu menuju hotel dan tidur disana barang semalam. Dia tak bisa ke apartemen Kibum saat ini, Kyuhyun butuh istirahat. Dan dengan menghilang semalam dari Kibum, Kyuhyun bisa tidur sepuasnya. Dia juga tak memilih pulang ke rumahnya karena Sehun tinggal disana dengan Jongin dan Dasom sekarang. Sehun jelas-jelas akan memberitahukan keberadaan Kyuhyun, kalau Kibum sampai menelepon kesana, lalu Kibum akan menyusulnya. Itu bukan ide bagus. Setidaknya dengan menginap di hotelnya sendiri tak akan ada orang yang akan mengadu pada Kibum.

Kyuhyun sudah bertemu Kangin, dia menyerahkan tugas hari ini dan tugas hari-hari sebelumnya untuk dikerjakan managernya itu. Kyuhyun keluar super market secepatnya, dia ingin segera pergi ke hotel dan istirahat, tapi ada Siwon berdiri di parkiran supermarketnya ketika Kyuhyun baru keluar dari lift. Siwon memang akan menemuinya hari ini.

"Kyu, Aku merindukanmu!", tutur Siwon sambil berjalan cepat ke arah Kyuhyun. "Aku benar-benar merindukanmu", katnya lagi sambil memeluk Kyuhyun dan mengecup kening kekasihnya itu.

"Kenapa tak meneleponku kalau kau akan kemari, Hyung?"

"Kejutan!", soraknya. "Aku ingin mengajakmu nonton dan dinner"

Siwon merogoh ke dalam saku dalam jas-nya. Dia mengeluarkan dua lembar tiket nonton dan setangkai mawar merah. Dia menyerahkannya pada Kyuhyun setelahnya.

"Kau tahu aku tak suka bunga, Hyung. Kenapa kau beri aku bunga?"

"Sekali-kali", dalihnya yang kemudian menjejalkan tiket dan bunga itu ke tangan Kyuhyun.

"Aku tak bisa nonton denganmu hari ini"

"Kenapa? Kita sudah lebih dari seminggu tak bertemu, Kyu"

"Aku sedang tak enak badan", tuturnya yang seketika membuat Siwon jadi panik.

"Jadi kau sakit?". Siwon memeriksa suhu di kening Kyuhyun, namun dia sendiri tak mengerti apa Kyuhyun demam. "Jadi selama ini kau sakit dan tak memberitahuku? Aku bisa merawatmu", kata Siwon sambil memegangi kedua belah pipi Kyuhyun.

"Aku tak sakit, Hyung. Aku terlalu banyak bekerja dan kurang tidur. Aku cuma butuh istirahat dan aku akan baikkan"

Siwon segera menarik Kyuhyun dan membawanya ke pelukannya. Kasihan sekali kekasihnya itu kecapekan karena terlalu banyak bekerja. Nanti setelah mereka menikah, dia tak akan mengijinkan Kyuhyun bekerja terlalu keras. Kalau perlu dilarang kerja sekalian biar tak terjadi hal seperti ini lagi.

"Jangan terlalu menforsir dirimu untuk bekerja keras. Kalau kau capek lalu sakit, semua orang akan mencemaskanmu. Aku tak mau kau sakit, Kyu". Siwon mengelus punggung Kyuhyun bermaksud memberi rasa aman di dalam pelukannya. "Kalau kau sudah merasa capek, kau harus berhenti. Kalau ada klien yang memaksamu cepat, kau lebih baik menolaknya. Apa gunanya kau jadi hebat dan kaya kalau kesehatan saja tak kau pedulikan?"

"Aku tak akan melakukannya lagi!"

"Aku percaya. Sekarang kau ikut aku pulang, kau istirahat saja di rumahnku"

"Hyung, antar saja aku pulang!"

"Tidak, Kyu. Di rumahmu ada Kai dan Dasom. Mereka bisa mengganggu istirahatmu. Kau ikut aku pulang saja. Aku akan menjagaimu!"

"Tidak perlu. Dasom bisa menjagaiku. Aku juga akan mengusir Jongin dari rumah selama aku beristirahat"

"Aku tidak percaya dengan mereka. Kau akan benar-benar sakit kalau berada di rumahmu"

"Hyung!", pinta Kyuhyun lebih melow dari sifatnya sebelum ini.

"Kyu, kumohon turuti perintahku. Sekali ini saja!"

Setelah melepas pelukannya, Siwon menggandeng Kyuhyun masuk mobilnya. Kyuhyun memang masih menolak, tapi Siwon juga tak mau kalah. Dan akhirnya Siwon berhasil memasukkan Kyuhyun ke mobilnya lalu membawanya ke rumah.

Lil' Bro

Sehun sudah tinggal di rumah Kyuhyun seminggu. Seperti yang dikatakan Dasom dan Jongin, tinggal dengan mereka membuatnya lebih diperhatikan. Sehun tak pernah merasa kesepian. Kalau dia di rumah selalu ada Dasom menemaninya, kalau keluar rumah Jongin yang menemani. Sejujurnya Sehun masih sering risih kalau Jongin dekat-dekat dengannya, tapi dia berusaha mengabaikannya. Jongin lumayan baik, apapun yang dipinta Sehun selalu diturutinya, makanya sayang sekali kalau Sehun tak mengabaikan perasaan jijiknya pada Jongin.

Sore ini Sehun menonton TV sendirian. Jongin sedang menemani Dasom belanja. Sesuai kemauan Sehun yang meminta dimasakkan makanan western. Tapi sejak kepergian keduanya dua jam yang lalu sampai sekarang mereka belum kembali. Padahal Jongin bilang supermarket tempat mereka belanja tak begitu jauh dari perumahan mereka tinggal.

Sehun meraih handphone-nya di meja. Dia ingin menelepon Jongin, memastikan sampai dimana Jongin dan Dasom belanja. Sehun mendial cepat nomor Jongin dan segera menempelkan telepon itu ke telinganya.

"Kai", kata Sehun ketika teleponnya disahuti dari seberang. "Dimana kau sekarang? Cepat pulang, aku sudah kelaparan sedari tadi menunggu kalian!"

Jongin menyahuti Sehun, dia ternyata sudah di depan rumah. Tinggal masuk saja. Maka dari itu Sehun segera memutus sambungan lalu menunggu Jongin dan Dasom masuk rumah. Dua menit kemudian dua orang yang ditunggu Sehun mulai menampakkan batang hidung mereka di depan Sehun.

"Maaf Hun. Kita belanja terlalu lama"

"Kenapa?", tanya Sehun menjukkan tampang tak sukanya. Sehun tak peduli walau keduanya terlihat lelah menenteng belanjaan belanjaan yang berat.

"Kau minta masakan western buatanku, tapi tak mungkin aku sekedar memberimu masakan ala kadarnya. Harus membeli bahan kwalitas super. Daging ayam super, kentang super, macaroni super, semuanya serba super", terang Dasom.

Jongin mengangguk terus membenarkan Dasom.

"Aku bisa makan apapun, mau super atau tidak. Yang penting rasanya enak di lidahku"

"Tidak begitu, Hun". Jongin mengangguk setuju lagi. "Apa yang kau makan berpengaruh pada bayimu"

"Bayinya Kyuhyun hyung", ralat Sehun.

"Iya iya, bayinya Tuan Kyu", ralat Dasom juga. "Kita tak mau kalau bayi itu nantinya kurang gizi atau terkena penyakit karena makanan yang masuk tubuhnya tak berkwalitas. Kau juga pasti tak mau punya keponakan penyakitan"

Akhir-akhir ini Dasom menjadi sangat pintar mengambil hati Sehun. Bahkan kalau Jongin ada masalah dengan Sehun, Dasomlah yang menengahi. Sehun bukan orang mudah percayaan sebenarnya, tapi otak jeniusnya sedikit tak berfungsi. Terganggu hormon tertentu yang diproduksi terlalu banyak saat hamil, begitu yang dibilang dokter saat Sehun cek up beberapa hari yang lalu. Hormon itu menjaga keadaan bayi stabil ketika dikandung, tapi membuat yang mengadungnya terganggu cara berfikirnya. Karena cara berfikir terganggu, gerak tubuh dan ucapannya berbeda dari hari-hari sebelum hamil. Kadang jadi kasar, kadang manis, kadang jadi malas dan bisa juga jadi manja. Istilah kedokterannya mood swing.

"Ya sudah, sana cepat memasak!"

"Ok!"

Jongin membantu Dasom membawa belanjaan ke dapur. Setelah meletakkan kantung-kantung itu, dia meningalkan Dasom dan kembali ke depan TV. Dasom lebih suka dibiarkan bekerja sendiri saat memasak. Katanya kalau ada orang di sampingnya saat memasak, rasa enak masakan itu akan menguap. Entah benar atau tidak tapi Jongin memang tak ingin melihat Dasom memasak. Lebih baik menemani Sehun dari pada menemani Dasom.

Sehun mengernyit ketika Jongin mulai duduk. Dia mencium bau sesuatu. Sesuatu yang sangat bau. Sehun sampai merasa mual karena bau itu. Dia hendak muntah saat itu, tapi dia tahan untuk sekedar memastikan dari mana datangnya bau aneh itu.

Sehun mulai mengendus udara sekitar. Ke kanannya, tapi tak menemukannya. Ke depan, ke belakang dan kesamping kirinyapun dia juga tak temukan bau yang sama. Dia lalu mengangkat lengannya, mengendus sejenak dibagian ketiaknya sendiri namun kemudian menggendikkan bahu karena tak sesuai harapan. Ketiaknya wangi, dia ingat kalau tadi pakai deodoran setelah mandi. Masih tak menyerah Sehun mengendus lebih jauh, ke arah Jongin tepatnya yang duduk setengah meter di kirinya.

"Kau bau", celetuk Sehun.

"Aku?" Jongin mencium bajunya sendiri, tapi tidak bau menurutnya. "Tidak bau, Hun. Aku sudah mandi tadi"

Sehun menggeser duduknya lebih dekat dengan Jongin. Dia mengendus lagi ke bagian baju Jongin, tapi memang baju Jongin tak bau. Namun Sehun tetap mencium bau tak enak itu, perutnyapun semakin melilit karenanya. Kepalanya langsung berdenyut dan berputar. Sehun berasa mau pingsan menghirup bau itu.

"Iya kan, aku tak bau"

Memang Jongin tak bau, tapi Sehun masih penasaran. Sambil menahan sakit kepala dan perutnya, dia kembali mengendus yang kali ini tangan Jongin. Sehun membawa tangan Jongin dekat hidungnya, dan ketemu. Itu bau kulit Jongin. Semakin Sehun memperjelas bau itu, sedikit hilang sakit perut dan pusingnya. Bagaimana bisa ya? Padahal dari jarak setengah meter Sehun pusing dan ingin muntah dengan bau itu, tapi kalau dekat begini pusing dan sakit perutnya hilang.

"Kau memang bau"

"Masa iya?" Jongin mengendus kulit tangannya sendiri, tapi dia tak menemukan bau apapun. "Bau seperti apa ya, Hun?"

"Bau yang tidak enak", jawab Sehun kasar. Sehun memang menjawab kasar, tapi kekasarannya tidak berarti Sehun tak suka. Sehun tak suka bau itu dari jarak jauh, beda kalau jaraknya dekat. "Kulitmu bau. Aku sampai mual menciumnya", protes Sehun sambil kembali menempelkan hidungnya di kulit tangan Jongin.

Kulit jongin bau kata Sehun. Baunya menyengat tajam dari jarak setengah meter. Sehun sampai mual dan sakit kepala. Tapi kalau bau itu dicium dari jarak dekat, bau itu jadi seperti penangkal mual dan sakit kepala tadi. Perasaan Sehun jadi damai saat menghirup dalam dalam bau tangan Jongin. Dia juga merasa jernih pemikirannya saat bau itu dikirimkan ke impuls syaraf otaknya. Seperti ingin terus berlama lama menghirupnya.

"Bau kulit terbakar sinar matahari"

Itu pasti karena Jongin keluar dengan Dasom barusan. Bau kulit terbakar sinar matahari itu seksi. Banyak yeoja suka bau namja yang seperti itu. Hampir seperti aroma terapi alami. Terkadang juga seperti perangsang alami. Tinggal bagaimana yeoja satu dengan lainnya menterjemahkan bau itu. Lalu bagaimana juga Sehun menterjemahkan bau itu.

"Oh, aku akan mandi dulu"

"Tidak usah!", larang Sehun sambil kembali mengendus kulit tangan Jongin.

Jongin cuma ingin membuat Sehun nyaman berada di dekatnya. Kalau Sehun merasa Jongin bau sampai sakit perut dan sakit kepala, ada benarnya Jongin mandi lagi supaya Sehun tak mencium bau tidak enak itu. Permasalahannya Sehun melarang Jongin mandi walau tahu Jongin bau. Dia juga terus mengendus tangan Jongin walau tadi bilang sakit kepala dan sakit perut. Apa jangan-jangan itu yang dinamakan naluri bayi untuk mengenali ayahnya?

"Hun, kalau aku bau biarkan aku mandi sebentar", pinta Jongin seraya mengetes teorinya.

"Tidak usah"

"Memangnya kenapa? Katanya kau mual mencium bauku?"

"Sudah tidak lagi"

"Jadi sudah tidak mual lagi? Kau boleh melepaskan tanganku kalau begitu", pancing Jongin.

Jongin berharap ada yang lebih, dari pada hanya mengendus-endus tangannya. Semoga yang diharapkannya, diharapkan Sehun juga.

"Aku akan mual kalau tak mencium bau tanganmu". Nah betul kan, itu reaksi bayi yang mengenali aroma ayahnya. "Kau duduk saja disini"

Tangan Jongin terus diendus Sehun. Terkadang sampai ditempelkan di hidung dan mulut Sehun. Coba kalau bagian lain dari tubuh Jongin yang bisa menempel di mulut dan hidung Sehun. Pasti Jongin akan senang.

"Apa kau suka bau kulit terbakar?"

"Tidak!"

Tidak tapi tak melepaskan tangan Jongin barang sejenak.

"Biasanya setelah terbakar sinar matahari, kulit akan mengeluarkan keringat. Seperti itu baunya". Seperti tangan Jongin. "Tapi kalau di tangan keringatnya cepat hilang, jadi baunya juga akan segera hilang. Beda dengan badan dan lipatan-lipatannya". Jongin menunjuk dadanya dan lehernya. Berharap saja siapa tahu Sehun berpikir untuk memeluknya dan merebah dekat lehernya.

Sehun melepas tangan Jongin lalu dia berpindah mengendus ke area leher.

"Bagaimana? Benar kan kataku?"

"Tapi aku tak suka bau busukmu", kata Sehun sambil menggeser tubuhnya lebih dekat, bersebelahan dengan Jongin. "Benar-benar busuk!", eluh Sehun setelah kembali menghirup udara di sekitaran leher Jongin.

Sekeluarga yang dekat dengan Sehun diharap maklum. Memang begitu perangainya orang hamil. Perkataan dengan perbuatan tak lagi sejalan. Jongin juga berlaku demikian, biar dia dikatai berbau busuk yang penting Sehun senang. Toh bau busukpun Sehun tetap menghirupnya.

Jongin melebarkan tangannya, menelusupkannya dibelakang pinggang Sehun. Dia menarik tubuh Sehun agar menempel padanya. Jongin juga meraih kepala Sehun dan direbahkan paksa ke lehernya.

"Sudah kubilang aku tak suka baumu". Mulut Sehun saja yang menolak, tapi kepalanya tetap pada bahu Jongin.

"Aku tahu", kata Jongin yang kali ini menarik kedua tangan Sehun untuk dilingkarkan ke perutnya. "Kutemani kau dulu sampai Dasom selesai masak, nanti aku akan mandi setelahnya"

Scene berpelukan dengan Sehun sudah diidamkan Jongin dan teman-temannya sejak lama, tapi belum ada yang kesampaian. Kali ini Jongin benar-benar mujur, berbekal bau kulitnya yang tersengat panas matahari saja Sehun sudah nempel padanya. Sedikit banyak itu pasti pengaruh dari bayi yang dikandung Sehun, jadi bisa dikatakan Jongin tak rugi pernah meniduri Sehun sampai hamil begini.

Lil' Bro

Siwon menjatuhkan ciuman ke pucuk kepala Kyuhyun. Dia mengelus kepala Kyuhyun terus, mengecup keningnya, menelusupkan kepala di sela leher Kyuhyun dan juga terus membisikkan kata-kata cinta. Ini sudah yang kesekian kalinya sampai rencana istirahat Kyuhyun terganggu.

"Hyung, aku setuju datang kemari karena kau menawarkan tempat istirahat yang nyaman untukku. Jangan mengganggu istirahatku begini!", protes Kyuhyun.

"Aku menjagaimu, Kyu. Ini salah satu caraku agar kau bisa istirahat dengan nyaman"

Nyaman menurut Siwon, tapi Kyuhyun risih. Dibelai-belai terus lalu kapan Kyuhyun bisa memejamkan mata? Tahu begini Kyuhyun akan menolak lebih tegas lagi lalu menginap di hotelnya sesuai rencana awalnya.

Kyuhyun menyingkirkan kepala Siwon dari lehernya. Dia kemudian duduk dan segera meraih tas kerja yang tadi diletakkan di meja samping ranjangnya. Kyuhyun megeluarkan handphonenya dan menyalakannya kembali setelah tadi dia matikan dengan alasan istirahat.

"Kenapa kau nyalakan lagi? Katanya kau tak mau diganggu siapapun agar bisa istirahat?", tanya Siwon sambil mengikuti Kyuhyun duduk.

"Percuma, Hyung. Aku tak bisa istirahat kalau kau terus menyentuh-nyentuhku"

"Itu sentuhan sayang, Kyu"

"Tapi itu menganggu istirahatku"

Loading handphone Kyuhyun selesai. Persiapan Sim card and memory card-pun selesai. Kemudian ada pemberitahuan yang berturut-turut masuk. Panggilan tak terjawabnya ada lima diikuti dua pesan. Kyuhyun mengawali dengan panggilan itu. Dia membukanya dan mendapati panggilan tak terjawab itu kelima-limanya dari Kibum. Kyuhyun sudah berfikir, pasti Kibum membutuhkannya lagi nanti malam dan pasti Kyuhyun akan capek kalau meladeninya. Dia mengabaikan panggilan itu dan beralih ke dua pesan dalam hanphonenya. Pesan pertama dari Kangin, nampaknya Kangin manager supermarketnya karena isinya menyangkut soal pekerjaan. Pesan kedua dtang dari Kibum, Kyuhyun menduga Kibum mengiriminya pesan karena teleponnya tidak dijawab.

'Kyu, aku lembur malam ini. Tidak bisa pulang. Kalau kau tak mau di apartemen sendirian, pulanglah ke rumahmu'

Kyuhyun mengernyitkan dahi setelah membaca pesan barusan. Apa Kibum telepon tadi untuk mengatakan hal itu? Jadi Kibum berencana tak pulang malam ini? Dugaan Kyuhyun sedikit melenceng, tapi baguslah kalau Kibum tak pulang keinginan Kyuhyun untuk istirahat terlaksana. Tapi jadi tak ada gunanya dia menginap di rumah siwon kalau di apartemen Kibum saja dia juga bisa istirahat. Disini dia diganggu Siwon, tak bisa memejamkan mata barang sejenak. Lebih baik dia pulang ke apartemen.

"Hyung, aku harus pulang"

Siwon terkejut.

"Harus kembali ke kantor. Ada klien yang datang mendadak" Ini sudah kesekian kalinya Kyuhyun berdalih soal kliennya di depan Siwon.

"Kyu, kau selalu begini. Baru bertemu sebentar dan kau mau pergi lagi. Kau tak pernah kasian padaku", rengek Siwon sambil mendekap Kyuhyun. "Sebenarnya kau ini paham kalau aku merindukanmu tidak?"

"Kau kira aku tak merindukanmu apa? Tapi kau harus tahu, Hyung. Kita ini punya pekerjaan. Harus profesional. Untuk saat ini kau juga tahu kalau aku sibuk. Nanti setelah Jongin bisa membantu pekerjaanku, aku akan punya banyak waktu untuk berdua denganmu"

Siwon paham. Kyuhyun mengerjakan dua pekerjaan yang berbeda demi mempertahankan harta keluarga. Dia punya resto dan perhotelannya sendiri, tapi dia juga mengepalai KK Mart warisan orang tuanya. Kyuhyun sibuk, itu pasti. Siwon tahu kekasihnya itu baru bisa benar-benar senggang kalau Jongin sudah mampu menghandle KK Mart. Tapi sesibuk sibuknya Kyuhyun, sekali waktu masih bisa sekali dua kali menginap bersama. Akhir-akhir ini saja Kyuhyun terasa tak menyediakan waktu untuk Siwon

"Lama, Kyu. Aku keburu karatan menunggu waktu itu tiba". Siwon meletakkan dagunya ke bahu Kyuhyun. Dia kangen dengan hari-hari dimana mereka pernah bersama.

Sebenarnya kasihan juga dengan Siwon. Dia satu-satunya orang yang dibohongi disini. Kyuhyun kekasihnya, tapi dibelakang dia menikah dengan namja lain. Selama dia menikah jarang sekali Kyuhyun meluangkan waktu untuk Siwon, dan akhir-akhir ini dia seperti terlupa kalau punya kekasih. Kyuhyun bahkan sering pergi dengan berbagai alasan kalau sedang bersama Siwon. Dia juga menolak menginap dengan Siwon. Malah Kyuhyun tidur dengan Kibum. Iya Kibum suaminya berhak menjamah Kyuhyun semaunya. Tapi Siwon itu kekasih Kyuhyun, kekasih yang lebih lama keberadaannya dari pada Kibum. Siwon mencintai Kyuhyun, tapi entah Kyuhyun mencintainya juga atau tidak.

"Malam Minggu besok kau juga sibuk?", tanya Siwon sambil berharap dia diberi kesempatan sekali saja untuk berduaan.

Malam Minggu Kibum ada di rumah. Bukan bermaksud ingin berduaan dengan Kibum, tapi sudah jadi kebiasaannya di minggu minggu sebelumnya kalau Kyuhyun dan Kibum tidur besama, jadi malam Minggu besok dia juga menginginkan hal itu. Lagi pula hari Minggu Leeteuk sering datang, siapa tahu besok datang juga.

"Malam Minggu aku sibuk, Hyung. Malam Sabtu agendaku kosong". Siwon menangkap sebuah kesempatan."Aku bisa ikut kau nonton dan dinner".

Siwon mengecup leher Kyuhyun, mengucapkan terima kasih lewat tindakan.

"Kau akan menginap juga?"

"Tidak janji, tapi kuusahakan"

Siwon membenahi duduknya. Dia membawa badan Kyuhyun menghadapnya. Kali ini saja, dia meminta ciuman yang sudah lama tak diberikan Kyuhyun padanya. Dia merindukan ciuman yang seperti dulu. Bibir-bibir mereka bersatu, tubuh-tubuh mereka melekat dan jari jemari mereka tertaut. Cuma sebuah ciuman dan Siwon akan merelakan Kyuhyun meninggalkannya lagi hari ini.

"Aku akan membeli tiket film yang bagus. Aku juga akan memesan meja yang strategis untuk kita dinner nanti" Kyuhyun mengangguk. "Kau mau direstoran mana? Tempat kita biasa makan saja bagaimana?"

"Ya, tapi aku tak suka kalau kau memesan lilin, bunga dan musik-musik. Aku mau makan malam yang biasa saja"

"Akan kulakukan"

"Ya sudah, aku akan pulang"

Kyuhyun dicekali Siwon ketika hendak turun dari ranjang. Dia membawa Kyuhyun kembali berhadapan dengannya. Walau Kyuhyun memasang tampang bertanya-tanya, Siwon tetap tak mau segera menunjukkan niatannya. Namun detik berikutnya Siwon menyengir begitu saja.

"Kau kenapa, Hyung?"

"Kau sudah lama tak menciumku", kata Siwon sambil memasang muka lesu. "Aku sampai lupa seberapa nikmat bibirmu itu", tambahnya makin lesu.

Kyuhyun spontan menempelkan bibirnya ke bibir Siwon. Sekilas kemudian dilepaskan lagi. Siwon terperanjat bahagia namun kemudian kecewa. Kenapa cuma sebentar? Tak cukup kan? Biasanya Siwon yang memulai, menarik kepala Kyuhyun, menempelkan bibir mereka, meraup satu sama lain, berbagi hangat lidah bersama sampai ada acara gigit-gigit bibir segala. Apa dia perlu cara yang seperti dulu?

Siwon menarik kepala Kyuhyun, menegadahkan kepala itu dan menjatuhi bibir Kyuhyun dengan bibirnya. Siwon mulai mengecup kemudian melumat dan mendorong Kyuhyun jatuh ke ranjangnya. Siwon menindih tubuh Kyuhyun, membiarkan Kyuhyun terdiam seperti dulu-dulu tapi patuh dengan apa yang dilakukannya. Kyuhyun akan membuka mulutnya saat Siwon mengulurkan lidahnya, Kyuhyun akan menarikan lidahnya saat lidah Siwon merongrong rongga mulutnya. Begitu hingga saliva mereka merembes lewat sudut sudut bibir Kyu.

"Hyung, aku mau bertemu klien!", kata Kyuhyun memperingatkan Siwon. Dia baru saja mendorong Siwon setelah bibir bawahnya digigit Siwon hingga berdarah. "Aku tak mau membuat mereka menunggu", tambahnya sambil bangkit dan bergegas menjauhi ranjang. "Cepat bangun dan antar aku ke supermarket!"

"Iya-iya!", sahut Siwon kesal. Belum selesai adegan berciumannya tadi, Kyuhyun sudah main dorong saja. Tapi lumayan, walau tak bisa menginap dengan Kyuhyun malam ini dia masih bisa merasakan bibir Kyuhyun. Rasanya masih sama, bukan rasa permen atau rasa es krim, tapi rasa Kyuhyun. Kalau ada ramyeon rasa Kyuhyun, air minum rasa Kyuhyun, Siwon akan merelakan seluruh harta bendanya untuk memborongnya. Dia terlanjur kecanduan rasa itu.

Lil' Bro

Tadi Sehun, Jongin dan Dasom makan malam bersama. Dasom membuat fillet ayam di panggang dengan saus lada hitam. Lalu ketang goreng, dan maccaroni dengan saus keju. Katanya Sehun enak, kata Jongin juga enak. Tapi memang dari dulu masakan Dasom selalu enak. Dasom jago memasak, Jongin dan Kyuhyun yang tahu itu. Karena alasan itulah dia dipertahankan bekerja di rumah Kyuhyun, meski dia suka ikut campur urusan orang, meski dia genit dan mata duitan.

Sehabis makan mereka nonton TV sementara Dasom berkemas di daput. Mereka sempat ngobrol bertiga, eh berdua, karena Sehun terkantuk kantuk. Dia makan terlalu banyak tadi. Kasihan melihat Sehun memaksaan diri terjaga walau sudah jelas dia sangat mengantuk, Jongin menyarankan agar dia tidur. Sehun menolak, berdalih tidur sebelum jam sepuluh malam bikin orang gemuk. Tapi berkat bujukan Dasom, Sehun akhirnya setuju untuk istirahat. Sekarang, Sehun sudah tidur pulas di kamar Jongin, dan Jongin sendiri duduk di sampingnya.

Jongin awalnya memainkan handphone-nya namun setelah sekali melirik ke arah Sehun yang sedang tidur, dia berhenti main handphone. Jongin memandangi Sehun, mengingat hal yang selama ini pernah jadi pertanyaannya dan Dasom. Benar tidak sih Sehun itu transgender?

Masalah transgender atau bukan itu tak lagi dipikirkan Jongin. Jongin sudah percaya kalau Sehun betul-betul namja. Itu gara-gara Dasom yang tempo hari mengusulkan untuk mengintip Sehun. Sehun hendak mandi waktu itu, dan kebiasaan Dasom adalah meletakkan handuk bersih di kamar mandi supaya kalau ada orang mandi, tak perlu mencari cari lagi. Waktu itu Dasom sengaja mengambil handuknya, siapa tahu berhasil untuk membuktikan Sehun itu namja tulen. Sehun juga kebiasaan menemukan handuk di dalam kamar mandi, tanpa curiga di langsung mandi. Dan saat mandi itu Dasom dan Jongin masuk kamar lalu berjaga di luar kamar mandi. Berharap Sehun keluar kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat, atau kalau perkiraan Dasom meleset Sehun akan memakai pakaiannya lagi.

Sehun keluar juga beberapa menit berikutnya. Perkiraan Dasom hampir meleset, Sehun tidak telanjang bulat, tapi juga tidak memakai seluruh pakaiannya. Sehun memakai celana dalamnya. Boxer ketat warna abu-abu. Hampir-hampir Jongin sesak nafas membayangkan Sehun keluar kamar mandi sambil telanjang, tapi dengan begitupun Jongin sudah susah menelan ludahnya sendiri. Sehun badannya putih susu. Dadanya terlihat halus dan rata, tidak ada benjolan besar seperti punya yeoja. Lalu perutnya juga tidak ada garis membentuk kotak-kotak seperti namja atau rata dan langsing seperti yeoja. Perutnya Sehun agak buncit. Kebawah lagi, arah pinggul, bokong dan pangkal paha yang ditutupi boxer abu-abu. Jongin dan Dasom bisa melihat ada benjolan di selangkangan sehun. Karena pembungkusnya warna abu-abu, jadi ukuran benjolan itu terkamuflase. Tapi mereka sudah bisa menyimpulkan kalau Sehun benar-benar namja.

Yang membuat Jongin heran waktu itu, kenapa hal seperti dilihatnya sekarang tak diingatkan saat dia menelanjangi Sehun lalu menidurinya? Dia juga melihat Sehun telanjang saat dia bangun di kemah waktu itu, tapi Jongin juga tak memperhatikan dengan seksama badan Sehun.

Sekarang rasa penasaran Jongin beda lagi. Ini tentang perutnya Sehun yang dia lihat tempo hari. Perut Sehun buncit, benar tidak sih kalau dalamnya ada bayinya Jongin? Maksudnya bayinya Kibum dan Kyuhyun? Karena rasa pensaran itu, Jongin memberanikan diri mendekati Sehun. Pelan-pelan dia menepas satu demi satu kancing piama yang dipakai sehun. Jongin melepasnya dari bawah dan menyisakan dua paling atas. Dia kemudian menyibakkan potongan piama itu ke kanan dan kiri perut dan mempertontonkan perut putih Sehun.

Jongin tidak ingin menyentuh kulit Sehun, takutnya Sehun terbangun karena sentuhannya. Dia segera menjatuhkan kepalanya disebelah perut Sehun lalu mengamati perut itu dari samping. Ternyata benar, perut Sehun buncit. Tapi apa benar juga kalau dalamnya ada bayi? Satu-satunya cara adalah dengan memegang perut Sehun. Kalau bayinya ada pasti punya tandatanda yang bisa dirasakan dari luar. Tapi Jongin gamang kalau harus menyentuh perutnya Sehun.

"Maaf, Hun. Aku penasaran", katanya lirih sekali.

Jongin menyerah karena penasaran. Dia sudah putuskan menyentuh perut Sehun. Dia akan pelan-pelan, ditempelkan saja sampai menemukan tanda-tanda kehidupan dari dalamnya dan akan ditariknya kembali tangan itu. Jongin meletakkan telapak tangannya di permukaan perut Sehun. Baru beberapa detik tiba-tiba Sehun menggeliat bikin Jongin kaget, namun detik berikutnya kembali tidur tenang. Detik lain lagi Sehun manarik tangannya sendiri dan diletakkan di atas tangan Jongin. Jongin sudah takut ketahuan, dia pasti akan berakhir bertekuk lutut dan minta ampun pada Sehun seperti dulu-dulu kalau Sehun sampai marah. Namun nyatanya Sehun malah menuntun tangan Jongin untuk dielus eluskan di permukaan perutnya. Itupun Sehun dalam keadaan terpejam. Berarti aman.

Sehun menarik tanganya kemudian tidur nyaman lagi. Bersamaan itu Jongin berhenti mengelus dan bermaksud menyudahi acara pegang-pegang perut Sehun, dari pada ketahuan dan dimarahi. Tapi saat Jongin berhenti dan ingin menarik tangannya, tangan Sehun kembali menumpuk diatasnya dan membimbing mengelus perutnya. Sampai tiga kali terjadi semacam itu dan berakhir Jongin terus mengelus perut itu. Apa iya bayinya bayi didalamnya yang minta? Tapi sepertinya tak ada apapun dirasakan Jongin dalam perut itu.

Lil' Bro

Hampir tengah malam Kyuhyun terbangun. Beberapa hari ini kalau dia terbangun, dia akan memeluk Kibum lalu kantuknya akan datang kembali. Tapi sekarang, karena merasakan sebelah ranjangnya kosong seperti ada yang kurang. Kyuhyun jadi tak bisa memejamkan mata lagi.

Setelah Siwon mengatarkannya kembali ke KK Mart, Kyuhyun tak masuk supermarketnya. Dia menunggu Siwon menjalankan mobilnya sampai jauh baru setelah itu dia menuju mobilnya sendiri. Kyuhyun menjalankan rencana awalnya, dia pergi ke hotelnya. Makan malam disana lalu menginap. Dan disinilah dia sekarang, sendirian di tengah malam.

Kibum sedang apa sekarang?

Kyuhyun mengambil handphone-nya, mencoba menelepon Kibum dan berbasi basi bicara dengan suaminya itu. Siapa tahu setelah bicara dengan Kibum, Kyuhyun bisa tidur lagi. Semoga saja Kibum tidak begitu sibuk saat ini.

"Hallo!", sapa seseorang dari seberang sana. Suaranya bukan suara Kibum, tapi jelas nomor yang dihubungi Kyuhyun adalah milik Kibum.

"Apa Kibum sibuk?"

"Ya, sedikit. Dia sedang menyemprot velg. Kau ingin bicara dengannya?", tanya suara itu.

"Kalau dia sedang sibuk, sampaikan saja istrinya menelepon. Kalau sempat suruh dia menelepon balik"

"Ok. Akan kusampaikan!", jawab orang itu.

Kyuhyun mengakhiri pembicaraan. Dia meletakkan kembali handphone-nya ke atas meja. Kyuhyun kemudian merebah berusaha tidur walau tanpa Kibum. Ya Kibum memang sibuk, kemungkinan tak akan ada telepon balasan darinya. Lebih baik Kyuhyun tidur lagi.

Lil' Bro

"Kibum!", panggil Yesung yang datang tergesa menghampiri sahabatnya.

Kibum menghentikan pekerjaannya sejenak. Dia membuka masker dan kaca mata pelindungnya. Kibum memperhatikan Yesung setelahnya.

"Apa?"

"Barusan ada yang meneleponmu"

Barusan Kyuhyun menelepon Kibum. Dan barusan Yesung yang mengangkatnya. Kebetulan Yesung masuk ruang kantor di bengkel untuk mengambil cat baru, dan tadi handphone Kibum berbunyi. Biasanya memang Yesung dan Kibum suka saling angkat telepon kalau satu diantara mereka sedang sibuk. Masalahnya yang menelepon Kibum tadi bernama Kyuhyun di layar handphone, tapi dia mengaku istrinya Kibum. Yesung jadi penasaran dan ingin segera menanyakan soal itu pada Kibum.

"Siapa?"

"Kyuhyun". Kibum mengangguk-angguk. "Dia mau kau menelepon balik kalau sudah tak sibuk"

"Ya, nanti!"

Kibum kembali memakai kaca mata pelindung. Kibum ingin segera menyelesaikan menyemprot velg racing pesanan pelanggan. Dia sudah janji besok velg itu sudah bisa dipasang pada motor pelanggannya, jadi malam ini semuanya harus selesai.

"Kibum!", panggil Yesung lagi. "Punya hubungan apa kau dengan Kyuhyuh?", tanya Yesung setelah Kibum kembali memberi atensi padanya. "Dia istrimu?"

"Apa dia bilang begitu?". Yesung mengangguk. "Dan begitulah kenyataannya"

"Maksudmu kau benar-benar menikah? Menikahi orang sungguhan?", tanya Yesung masih tak percaya.

Waktu itu mereka berpura-pura sudah menikah untuk menggoda Siwon, tapi mana disangka ternyata Kibum memang benar-benar sudah menikah. Dan kenapa Kibum tak memberi tahu Yesung kalau dia menikah? Kurang dekat apa hubungan persahabatan Kibum dan Yesung?

"Kecelakaan, Hyung. Dan dia tidak mau banyak orang tahu kalau kita sudah menikah", terang Kibum sebisanya.

Yesung tertawa lebar mendengar kata kecelakaan dari Kibum. Menurut yang Yesung tahu Kibum tak pernah gegabah dalam melakukan semua hal, termasuk soal berhubungan. Banyak yeoja yang pernah ditiduri Kibum dan satupun tak ada yang penah hamil. Sekarang seorang namja telah dihamilinya?

"Jangan menertawakanku", protes Kibum kesal. "Mana kutahu dia akan hamil? Dia namja, Hyung"

"Apa kau tak pernah dengar kalau sebagian namja juga bisa hamil?". Kibum menggeleng dan Yesung tertawa lagi. "Sekarang kau tahu kan?"

"Setelah semuanya terjadi"

Kyuhyun memang tidak hamil, tapi hamil atau tidak nantinya mereka tetap akan punya anak. Anaknya Sehun. Mereka menanggung itu sekarang. Dan itulah maksud Kibum dengan kata kecelakaannya tadi.

"Jadi kapan kau akan mengenalkannya padaku?" Kibum menggendikan bahu. "Sepertinya dia tak bisa tidur. Telepon dia sekarang dan tawarkan untuk datang kemari"

"Ini sudah malam, Hyung"

"Tapi aku yakin dia akan bersedia datang. Karena dia punya alasan untuk tak bisa tidur, dia merindukanmu"

Seperti yang Yesung ketahui, Kyuhyun sedang hamil sudah pasti telepon tadi adalah sinyal bahwa dia butuh Kibum disampingnya. Orang hamil selalu seperti itu menurut Yesung.

Kibum mengikuti apa yang disarankan Yesung. Dia menyerahkan pekerjaannya pada Yesung dan dia sendiri segera menelepon Kyuhyun. Dan benar apa kata Yesung, sekali bunyi dengungan dalam telepon, Kyuhyun sudah mengangkatnya.

"Tadi kau meneleponku, ada apa?"

"Tidak apa-apa", Kyuhyun menjawab dengan lesu.

"Kau belum tidur?"

"Aku baru saja bangun, tidak bisa tidur lagi"

"Kau pernah jalan-jalan tengah malam tidak?", tanya Kibum mamancing ke pertanyaan Yesung tadi. "Pernah melihat orang kerja di bengkel?"

"Ya. Apa kau bermasud mengundangku ke bengkelmu malam-malam begini?"

"Kalau kau bersedia saja. Di dekat sini ada restoran 24 jam, nanti kita bisa makan disitu". Kyuhyun jadi lapar lagi. "Kau ada di rumahmu sekarang? Aku akan menjemputmu"

"Berikan saja alamat bengkelmu, aku akan datang"

"Bengkelku jauh dari rumahmu. Kau baru bangun tidur, jangan menyetir. Aku akan menjemputmu"

Tentu saja Kibum khawatir. Kyuhyun baru bangun tidur dan harus menyetir tengah malam. Kalau Kyuhyun hilang fokus lalu terjadi kecelakaan, Kibum tak mungkin tega melihatnya.

"Aku menginap di hotel". Kibum heran, bukannya dia sudah menyarankan agar Kyuhyun pulang ke rumahnya. "Hari ini aku sangat lelah, aku bekerja sampai malam dan tak berani pulang karena mengantuk"

"Baiklah, aku akan menjemputmu di hotel"

"Lebih jauh dari bengkelmu pasti"

"Tidak apa-apa", jawab Kibum. "Aku akan berangkat sekarang. Jangan keluar dulu sebelum aku sampai"

Kibum hendak mengakhiri panggilannya, tapi Kyuhyun mencegahnya.

"Kibum!"

"Apa?"

Kyuhyun ingin mengatakan sesuatu, tapi apa? Dia sendiri juga bingung ingin bicara apa.

"Hati-hati. Aku menunggumu!"

"Ya", jawab Kibum sambil mengakhiri panggilan.

Kenapa Kyuhyun merasa gembira sekali kalau semua hal dihubungkan dengan Kibum. Adegan pertengkaran mereka saja terasa lebih manis dari pada adegan mesra-mesraannya dengan Siwon. Disatu sisi ingin jauh dari Kibum tapi disisi lain ingin terus dekat dengannya. Kibum itu menyebalkan, tapi makin Kyuhyun sebal dengan Kibum makin dia suka sifat itu. Kyuhyun juga merasa rindu dengan Kibum kalau dia tak melihatnya dalam seharian saja. Kyuhyun tak pernah merasa seperti ini sebelumnya, walau dengan Siwon sekalipun. Kira kira kenapa dia bisa jadi seperti ini?

To be continue

See you!