Because Of My Brother's Fault
Kyuhyun, Jongin, Kibum
Sehun, Siwon
Ff ini dilanjut. Karena ngebut, keburu nonton bola jadi seadanya saja.
Nggak ada waktu ngedit, jadi abaikan typo.
Selamat membaca!
Dua pasang Kekasih
Ini hari ketiga Sehun menjalani rawat jalan. Dia ditempatkan di rumah Kyuhyun sampai keadaannya membaik. Selain untuk menyembunyikan Sehun dari Leeteuk yang sering datang ke apartemen Kibum, disini Sehun lebih terurus. Ada Dasom dan Jongin yang siap membantu, juga ada Kyuhyun yang sekarang sudah kembali ke rumahnya. Sehun pasti cepat sembuh, dia bisa kembali ke apartemen Kibum dan melakukan aktifitas seperti sebelumnya.
Dasom baru keluar membawa nampan berisi piring kotor. Jongin sendiri masih berada di kamarnya menemani Sehun. Jongin, Dasom dan Kyuhyun sedikit canggung kalau menghadapi Sehun. Mereka sangat menyayangkan kejadian ini, sedih dan frustasi, tapi Sehun tidak. Sehun biasa saja mendengar bahwa dirinya kehilangan bayinya. Walau bukan atas kemauannya, Sehun seperti sudah tahu kalau dia memang akan kehilangan bayi itu. Toh ketidakadaannya bayi membuat keadaan akan kembali seperti semula. Hanya satu hal yang disayangkan Sehun, pengorbanan Kibum dan Kyuhyun jadi sia-sia.
"Kai", Jongin menoleh langsung pada Sehun. "Malam ini kau tak perlu menemaniku lagi"
"Kenapa?"
"Kau butuh istirahat juga"
"Jangan pikirkan aku, Hun. Sudah jadi tugasku menemanimu"
Sehun tahu kalimat itu akan dikatakan Jongin, tapi setelah dia tak mengandung anak Jongin lagi, harusnya tugas itu juga berakhir. Lagi pula Sehun bukan namja yang gila perhatian. Dijagai seperti itu jadi merasa dikasihani, dan dia tak suka.
"Sekarang tugasmu menjagaiku sudah habis. Mulai malam ini dan seterusnya kau tak perlu menemaniku lagi", putusnya tanpa menyesal sedikitpun. "Besok aku akan minta Kibum hyung menjemputku. Aku bisa istirahat di apartemennya"
"Hun, tidak ada orang yang akan merawatmu disana. Kibum hyung harus bekerja dari pagi dan pulangnyapun malam. Kalau kau butuh apa-apa siapa yang akan membantumu?"
"Aku bisa sendiri. Apa kau kira aku ini namja lemah sampai-sampai semua hal harus dibantu orang lain?"
"Bukan begitu maksudku", ralat Jongin. "Kau masih sakit, harus ada orang yang selalu di sampingmu sampai kau bisa melakukan semuanya sendiri"
"Aku bisa panggil Eomma untuk tinggal disana, kalau perlu aku tinggal di rumah Eomma sekalian"
Setelah kehilangan bayi itu, Jongin sudah tidak sanggup lagi melucu. Dia merasa waktunya bersama Sehun akan segera berakhir. Tidak ada lagi alasan dirinya menjadi penjaga Sehun. Tidak ada lagi hal-hal ekstrim yang harus dia lakukan demi Sehun. Tidak ada juga Sehun yang mondar mandir, memerintah dan memohon-mohon beralasan demi bayinya Kyuhyun. Semuanya akan kembali seperti dulu. Gank-nya serta Sehun yang acuh dan irit bicara. Jongin akan merindukan hari-hari ketika Sehun bersamanya.
Jongin mendatangi Sehun. Dia naik ke ranjang dan duduk bersila di tepian. Jongin mengulurkan tangannya, meraih tangan Sehun yang berada di luar selimut dan menggantungnya di udara. Seperti saat dulu dia merayu Kyungsoo, mengajak Kyungsoo jalan-jalan di belakang sekolah dan makan siang bersama setelah jam pelajaran habis. Sekarang dia melakukannya pada Sehun, bukan dengan tujuan sama seperti yang dilakukannya pada Kyungsoo tapi Jongin ingin meminta Sehun untuk tinggal lebih lama.
"Hun, maaf kalau selama ini aku membuatmu susah" Demi Kyuhyun yang pengorbanannya sia-sia, Jongin meminta maaf. "Biarkan aku merawatmu sampai kau benar-benar sembuh. Kalau perlu, kau boleh perintahkan apapun padaku demi menebus kesalahanku dulu"
Sehun menggeleng. "Sudah berakhir", katanya datar, kembali seperti gaya bicaranya dulu. "Aku bukan pendendam, Kai. Kau tak perlu minta maaf sampai menawarkan penebusan segala. Aku sudah relakan semuanya, dan kau cukup melupakannya setelah ini"
Tidak bisa. Jongin tidak bisa melupakan gelendotan Sehun kalau sedang meminta sesuatu. Dia tidak bisa melupakan pelototan Sehun ketika marah. Dia juga tak bisa melupakan omelan Sehun ketika memaksakan kehendaknya. Jongin tak bisa melupakan keberadaan Sehun di rumahnya dan di hatinya.
Jongin ingat terakhir kali dia memikirkan hal ini. Malam-malam setelah dia mengantar Sehun tidur, Jongin duduk sendiri di sofa depan TV. Niatannya menontotn TV, tapi TV itu dibiarkan menyala sedangkan Jongin mengelanakan pemikirannya. Soal Sehun. Soal senyum Sehun yang tak pernah dia lihat sebelumnya. Soal gengaman tangan Sehun yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Juga soal pelukan Sehun yang hangat dan selalu dirindukannya. Saat itu sekelebat pemikirannya bilang, bagaimana kalau Jongin mengutarakan keinginan untuk bertanggung jawab pada Sehun. Menjadi Suami dan ayah untuk bayi mereka? Lalu Jongin menggeleng sambil tersenyum. Tidak mungkin Sehun mau menikah dengannya. Dia kan bodoh, sedangkan Sehun cuma menyukai orang-orang pintar seperti Kyuhyun. Seumpama suatu saat dia menginginkan menikah dengan Sehun, kesempatannya setelah Sehun melahirkan anak untuk Kyuhyun dan Kibum. Sekarang, jangankan berangan-angan menjadi suami dan ayah, berdekatan dengan Sehun saja akan kembali susah seperti dulu.
"Apa kita akan berteman lagi?"
"Memang kapan aku memutus pertemanan antara kita?", tanya balik Sehun.
Jongin ragu tapi dia ingin mengatakan sesuatu. "Seumpama aku bilang suka padamu, apa pendapatmu?"
Jongin menyukai Sehun. Dari dulu malahan. Sejak dia dan teman-temannya pertama kali melihat Sehun. Karena persaingan dengan teman-temannya juga adanya Kyungsoo, Jongin tak menyadari rasa sukanya. Sekarang setelah tinggal cukup lama dengan Sehun, rasa suka itu sudah tumbuh jadi sesuatu yang lain. Rasa suka yang meluap-luap dan posesif yang berlebihan.
Sehun menggendikkan bahu.
"Seumpama aku minta kau jadi kekasihku, apa kau mau menerimaku?"
Sehun menggeleng mantap.
"Iya, aku harus pintar dulu seperti Kyuhyun hyung kan?", kata Jongin sambil tersenyum kecut.
Sehun menarik tangannya dari Jongin. Dia memasukkan sebelah tangan itu dalam selimut. "Aku juga suka orang yang tampan!" Sehun merebah kemudian. "Kalau kau tidak keberatan, bisa keluar sekarang. Aku mau istirahat"
Sehun itu namja yang susah ditebak. Kalau sedang dalam mode lempeng seperti Kibum, tak ada orang yang tahu apa yang sedang dirasakannya. Mungkin semua orang melihat Sehun tak terpengaruh saat kehilangan bayi, tapi siapa yang tahu kalau Sehun juga sedih. Mungkin Jongin tahu kalau Sehun menyukai namja yang tampan dan pintar, tapi dia tak tahu kalau Sehun bisa jatuh cinta pada siapapun tanpa peduli tampang dan isi otak. Seandainya Jongin tak mengikutsertakan kata 'seumpama' saat bertanya tadi, mungkin Sehun bisa menerimanya. Karena Sehun tetap manusia biasa yang tak bisa memilih kepada siapa dia harus jatuh cinta.
Lil Bro
"Mana Kyuhyun?", tanya Leeteuk. Pagi ini dia baru datang membawa makanan seperti biasanya. Leeteuk menurunkan makanan itu dari tas-nya menyusunnya di meja agar sebentar lagi bisa untuk sarapan anak dan menantunya. "Jaejong bilang kalian tak datang ke sanggar senamnya minggu kemarin. Kalian kemana?"
Kibum tak berniat menjawab pertanyaan Eommanya. Minggu ini harinya buruk, Sehun keguguran dan dia ada agenda untuk menulis surat cerai untuk Kyuhyun. Kyuhyun jelas sudah tidak tinggal di apartemen ini lagi. Masalah Sehun, sementara dia belum pulih dia masih ditampung di rumah Kyuhyun. Untuk menghindari masalah seperti ini tentunya.
"Kibum!"
"Hm?"
"Mana Kyuhyun?"
"Ada di rumahnya", jawab Kibum malas.
Dia tidak bermaksud begitu. Membicarakan Kyuhyun bukanlah hal yang dia inginkan. Untuk menutupi bahwa rumah tangganya sedang tidak baik, Kibum harus berusaha tenang di depan Eomma-nya. Sehun baru saja menjalani operasi pengangkatan bayi mati dalam perutnya, dia masih di rawat jalan di rumah Kyuhyun. Kalau Kibum langsung cerita pada Leeteuk soal rencana perceraiannya, Leeteuk pasti akan bertanya banyak. Dan bila Leeteuk tahu keadaan sebenarnya, dia pasti akan sedih atau mungkin marah.
"Kemarin Eomma sudah meneleponmu. Eomma akan datang membawa makanan untuk kalian pagi ini, kenapa kau tak bilang padanya?"
"Dia sibuk, Eomma", jawab Kibum datar. "Kyuhyun itu punya pekerjaan doble, akhir-akhir ini pekerjaannya menumpuk jadi dia harus sering lembur. Dan lebih dekat kalau dia pulang ke rumahnya dari pada ke sini"
"Itu masalahnya, Kibum. Kyuhyun itu hamil. Orang hamil harus banyak istirahat, bukan malah kerja lembur terus", tegur Leeteuk. "Kalau Kyuhyun kecapekan lalu terjadi apa-apa dengan bayinya bagaimana?"
Kibum melirik Leeteuk. Mungkin hal barusan bisa jadi solusi. Seumpama dia mengarang kalau Kyuhyun kecapekan lalu kehilangan bayinya, mungkin jalan perceraiannya dengan Kyuhyun akan lancar. Sehun dan Jongin tak perlu terlibat dalam hal ini lagi. Kyuhyun hanya perlu pura-pura keguguran, lalu setelah dia pulih mereka bisa bercerai dengan alasan tidak cocok lagi.
Rencananya bagus, tapi Kibum tak yakin akan melakukannya dalam waktu dekat. Dia bahkan berharap kesembuhan Sehun berjalan lambat, biar Sehun lebih lama di rumah Kyuhyun dan selama itu Kibum menahan gugatan cerainya. Intinya dia ingin punya sedikit waktu lebih untuk menjadi suami Kyuhyun. Cuma sedikit, bukan bermaksud menghalangi Kyuhyun kembali pada Siwon.
"Kau kan bisa melarangnya bekerja dulu, setidaknya sampai anak kalian lahir" Leeteuk mengambil piring makan untuk Kibum lalu meletakkannya di meja makan. "Lagi pula kau suami, wajib menafkahinya"
"Dia lebih kaya dariku"
"Lalu kau lepas tanggung jawab?" Kibum menggeleng. "Walaupun Eomma tak suka cara kalian menikah, tapi Kyuhyun tetap menantu Eomma, dia membawa calon cucu Eomma. Kau harus mengurusnya dengan baik"
"Ya"
"Ya apa?", tanya Leeteuk jengkel. Entah kenapa bawaannya ingin marah terus kalau Kibum menunjukkan mode lempengnya. Leeteuk sudah terbiasa mendapati sifat Kibum yang demikian tapi masih saja dia belum bisa menolerir sifat anaknya yang acuh itu. "Kau menikahinya itu karena cinta atau bukan? Jangan-jangan kau memanfaatkan Kyuhyun karena dia kaya"
"Tentu saja tidak. Walau dia lebih kaya, aku tidak miskin juga"
"Lalu?"
"Aku mencintainya"
"Cinta macam apa? Membiarkan istri bekerja keras cuma untuk mempertahankan kekayaan sementara bisa saja dia kehilangan bayinya karena kecapekan, itu yang kau sebut mencintai?"
"Eomma", protes Kibum. "Pagi-pagi kau sudah mengajakku berdebat soal cinta"
"Habis kau susah sekali diajak bicara baik-baik" Leeteuk menghela nafas melepas marahnya. "Telepon dia sekarang!"
"Menelepon Kyuhyuh? Untuk apa? Nanti aku bicara padanya, pagi-pagi begini dia pasti sibuk", dalih Kibum.
"Telepon dia!", tegas Leeteuk.
Kibum angkat tangan. Dengan malas dia mengambil handphone-nya lalu mendial nomor Kyuhyun.
"Apa yang harus kukatakan padanya?"
"Kau tak usah bicara, Eomma saja yang bicara padanya"
Setelah telepon tersambung, Kibum menyerahkan handphone-nya pada Leeteuk. Awalnya Kyuhyun salah sangka dengan penelepon, untungnya dia tidak bicara macam-macam.
"Kyu, dimana kau sekarang?"
"Perjalanan ke kantor, Eomma", jawab Kyuhyun masih akting sebagai menantu. "Kibum tak bilang kalau Eomma mau datang ke apartemen, tadi aku bisa ke situ dulu"
"Tidak apa-apa", jawab Leeteuk maklum. "Kau sudah makan?"
"Sudah. Nasi goreng"
"Kau sedang hamil, jangan terlalu sering makan makanan berminyak. Kau juga jangan terlalu banyak bekerja, nanti capek" tutur Leeteuk. "Eomma tahu kau punya perusahaan yang perlu diurus, tapi untuk sementara kau bisa kan menyerahkan pekerjaan itu pada anak buahmu? Kau perlu banyak istirahat, Kyu. Setidaknya sampai anakmu lahir"
"Iya, Eomma"
"Kalau kau merasa tak nyaman tinggal di apartemen dan di rumahmu, kau bisa tinggal dengan Eomma"
"Iya, Eomma"
"Pikirkan dulu baik-baik, hubungi Eomma kalau kau tertarik tinggal dengan Eomma" Kyuhyun mengiyakan lagi "Kau mau bicara dengan Kibum?"
"Tidak Eomma, nanti saja kalau aku sudah sampai kantor"
"Kau menyetir sendirian?", tanya Leeteuk khawatir.
"Iya"
"Ya sudah, hati-hati! Segera telepon Kibum kalau sudah sampai di kantor!"
Leeteuk mengakhiri pembicaraannya dengan Kyuhyun. Dia mengembalikan handphone pada Kibum kemudian kembali berkutat dengan makanan yang dia bawa. Dia mau menyiapkan sarapan untuk Kibum, makanan untuk Kyuhyun tak bisa disimpan, nanti dia akan buang saja. Kalau Kyuhyun ada baru dimasakkan yang fresh.
"Aku akan segera pulang. Jangan lupa bujuk Kyuhyun untuk meninggalkan pekerjaannya untuk sementara!"
Kibum mengangguk antara iya atau tidak.
Lil Bro
"Kyu", panggil Kangin yang tiba-tiba berada di pintu ruang kerja Kyuhyun. "Siwon ada di luar"
"Huh, Siwon hyung?
"Iya, dia ingin bicara denganmu"
"Kenapa tidak masuk kesini?"
"Kubilang kau sedikit sibuk. Tapi karena sebentar lagi jam kerja habis, dia mau menunggumu" Kangin masuk kemudian mengambil tempat di depan meja Kyuhyun. "Akhir-akhir ini kau bekerja terlalu giat. Memangnya ada apa denganmu?"
Kyuhyun mengalihkan pandangan dari map-map kerjanya.
"Ya aku tahu memang banyak pekerjaan yang belum kau selesaikan, tapi kau tidak seperti ini sebelumnya", terang Kangin. "Kau tidak sedang ada masalah dengan Siwon kan?"
"Memang aku terlihat punya masalah dengannya?"
Kangin tak menanggapi.
Menurut yang diceritakan Siwon padanya, Kyuhyun bersikap beda dari sebelumnya. Dulu walau bersikap acuh pada Siwon, Kyuhyun tetap punya waktu untuk jalan berdua. Sekarang sudah acuh, jarang punya waktu untuk Siwon. Jangankan makan bersama, sekedar bertemu saja Kyuhyun sering menolak. Banyak alasan yang diutarakan Kyuhyun ketika Siwon hedak menemuinya. Dari situlah Kangin menyimpulkan Kyuhyun ada masalah dengan Siwon.
"Tidak, hyung. Aku tak ada masalah dengannya. Memang ada banyak pekerjaan sampai waktuku tersita"
"Siwon cemas sekali padamu"
"Aku tahu. Nanti kujelaskan padanya"
"Baiklah kalau begitu, aku akan kembali bekerja" Kangin mulai beranjak, tapi menunda jalannya sesaat kemudian. "Kyu, ada baiknya kau mengurangi jam kerjamu. Kau bisa jalan-jalan dan makan malam dengan Siwon", usulnya. "Kau terlihat seperti orang stres akhir-akhir ini"
"Benarkah?" Kangin mengangguk. "Ya, akan kupertimbangkan"
Kyuhyun memang punya banyak pekerjaan yang belum selesai. Selama ini juga begitu, tapi keadaannya baik-baik saja walau setiap hari dia disibukkan dengan pekerjaan. Kalau ada yang bilang dia seperti orang stres, dia memang sedang stres. Sehun keguguran itu yang menjadi akar masalahnya. Dengan hilangnya calon anak, Kyuhyun juga kehilangan semangat hidupnya. Pasalnya karena kejadian itu Kibum mengajaknya bercerai. Kyuhyun tahu dia sendiri egois, masih bersetatus kekasih orang tapi berani mencintai Kibum. Tapi mau bagaimanapun cinta datang tak bisa ditolak. Kalau Kyuhyun punya kesempatan memperbaiki keadaan, dia akan memilih bertemu Kibum dan berpacaran dengannya lebih dulu dari pada dengan Siwon.
Seperginya Kangin, Kyuhyun segera mengemasi mejanya. Dia berencana bertemu dengan Siwon lebih awal. Berniat membangun chemistry yang sempat hilang diantara mereka. Siapa tahu dengan begini Kyuhyun bisa menyukai Siwon lagi. Kibum bisa disingkirkan dari otaknya dan stresnyapun hilang. Jalan-jalan dan makan malam seperti saran Kangin mungkin akan membantu.
"Hyung, sudah lama?", sapa Kyuhyun.
Siwon bukan terkejut. Dia malah senang Kyuhyun menemuinya lebih cepat dari dugaan. Segera Siwon menghampiri Kyuhyun. Memeluk dan mencium kening kekasihnya itu sebagai kebiasaan.
"Kau sudah lama?", tanyanya ulang.
"Selama apapun asal itu untuk menunggumu, aku tak masalah" , jawab Siwon setelah melepaskan Kyuhyun dari pelukannya. "Mau makan malam denganku, Kyu?" Kyuhyun pura-pura berfikir padahal sebenarnya dia sudah memutuskan untuk makan dengan Siwon. "Untuk kali ini kumohon jangan menolak!"
"Aku tidak menolak", jawab Kyuhyun mencoba tersenyum.
"Terima kasih!", Siwon segera mengamit lengan Kyuhyun. "Kita makan di restoran biasa, mau?"
"Terserah kau saja"
Siwon mengajak Kyuhyun berjalan ke arah mobilnya. Membukakan pintu dan mempersilakan masuk. Siwon melajukan mobilnya, membawa Kyuhyun ke restoran langganan mereka.
Ketika keluar dari mobil, Kyuhyun melihat Kibum ada di seberang jalan. Ada Yesung serta banyak orang lagi di pelataran restoran sebelah. Itu klub motor yang diikuti Kibum. Mereka berbondong-bondong masuk restoran. Menurut penglihatan Kyuhyun, Kibum tak punya beban sama sekali. Dilihat dari interaksi antara Kibum dan teman-temannya, Kibum sepertinya tak merasa kehilangan apapun walau sebentar lagi akan bercerai dengannya. Jadi bisa disimpulkan kalau Kyuhyun sendiri yang depresi menghadapi perceraian.
"Apa tidak keberatan kalau kita makan malam lebih cepat?", tanya Siwon yang berdiri terlalu lama untuk menunggui Kyuhyun di parkiran resto.
"Tidak. Ayo masuk!"
Kyuhyun dan Siwon masuk resto, bergandengan seperti layaknya pasangan biasa lalu memesan meja dan duduk di tempat yang paling strategis. Memilih tempat yang view-nya paling bagus dan memesan makanan favorit mereka. Siwon membeli Champagne juga untuk membuat momet makan malam lebih spesial.
"Bagaimana?"
Kyuhyun menyelesaikan tegukannya, lalu meletakkan gelas di atas meja. "Bagaimana apanya?"
"Makan malamnya?"
"Enak" Tapi Siwon menggeleng. "Bagus" Dan Siwon masih menggeleng.
"Romantis?", tanya Siwon lebih jelas.
Romantis? Kalau dulu mungkin makan malam seperti ini akan disebut romantis oleh Kyuhyun, tapi sekarang yang namanya romantis itu adalah sarapan bersama Kibum dengan menu ibu hamil yang dimasakkan Leeteuk. Meskipun makanannya tidak enak, asal ditemani Kibum itu sudah sangat romantis.
"Lumayan. Tapi kita sudah sering kesini, Hyung"
Siwon mendesah kecewa. Detik kemudian bersemangat lagi. "Kyu, aku punya berita bagus. Coba tebak!"
"Kau menang tender lagi?" Siwon menggeleng. "Kau diperbolehkan punya motor oleh orang tuamu?"
"Aku siap bertemu harabojie-mu", potong Siwon bangga.
"Untuk apa?" Kyuhyun sedikit kaget dan tentunya was-was. Perasaannya tidak enak mendengar pengakuan Siwon.
"Mengambil hati harabojie-mu", jawabnya singkat. Bersamaan Siwon sibuk menggeledah saku jasnya, dia menyatakan niatnya. "Aku butuh melamarmu. Mau kau menikah denganku?", tanyanya sambil menyodorkan kotak beludru biru dengan cincin di dalamnya. "Mungkin ini tidak romantis, tapi aku tak bisa lebih dari ini" Siwon tertawa malu.
Melihat Kyuhyun tak beraksi apapun, Siwon menghentikan tawanya. Dia menghembuskan nafas kekecewaan kembali. Kyuhyun sudah pasti akan berdalih lagi cuma untuk menolak lamarannya, tapi Siwon tak akan biarkan itu. Dia sudah berjanji ini adalah lamaran resmi pertama dan terakhir yang dilakukannya pada Kyuhyun. jadi bisa atau tidak, Khyuhyun harus menerimanya.
Kyuhyun sendiri bukan bermaksud menggantung Siwon, tapi keadaan sekarang juga tidak memungkinkan untuk menerima lamarannya. Kyuhyun masih punya status istri dari seorang Kibum, dan kalaupun akan bercerai dia tak yakin bisa menikah dengan Siwon dalam waktu dekat.
Namanya cinta susah sekali mengabaikannya.
"Kau tak ingin menolakku kan?", tanya Siwon harap-harap cemas.
"Kalau kau memaksa meminta jawabannya sekarang, aku menolakmu" Tapi sudah terlalu lama Siwon menunggu. "Beri aku waktu, Hyung?"
"Kyu…", rengek Siwon.
"Beri aku waktu" Kyuhyun menutup kotak cincin di depannya. Dia mengambilnya lalu mengantonginya. "Aku akan menyimpannya. Kalau aku menolakmu, akan kukembalikan cincin ini. Tapi kalau aku memakainya, berarti aku menerimamu"
"Jangan begitu, Kyu"
"Kau mau kutolak sekarang, Hyung?", potong Kyuhyun. "Bersabarlah kalau begitu!", tambahnya setelah melihat Siwon menggeleng cepat.
Kyuhyun memang egois, sedari tadi dia terus memikirkan Kibum. Kibum ada di restoran sebelah dengan teman-temannya, jelas itu mengaganggu Kyuhyun. Melihatnya saja membuat rindu Kyuhyun membuncah. Iya memang mereka belum berpisah lama, tapi mengingat sebentar lagi akan bercerai, waktu yang tak lama itu berubah seperti bertahun tahun. Karena rindu, Kyuhyun ingin pergi ke sebelah, ingin bertemu Kibum. Dia akan mengatakan perasaannya. Kalau Kibum mau menerimanya, dia akan menolak diceraikan. Tapi kalau Kibum tak punya perasaan sama, dia bisa menerima pinangan Siwon.
Kyuhyun mengangkat gelasnya lagi. Dia meneguk sisa wine-nya kemudian meletakkan gelasnya kembali di meja.
"Hyung, aku harus pulang sekarang!", pamitnya secara tiba-tiba. "Ada yang harus kukerjakan di hotel"
Siwon lagi-lagi harus kecewa. "Kita belum selesai dinner, Kyu"
"Aku sudah selesai" Kyuhyun segera berdiri. "Aku ada janji dengan Ryeowook, koki di restoran hotelku"
"Tunggu, kuantar kau!"
"Tidak usah, aku naik taxi saja. Nanti kutelepon setelah aku sampai"
Kyuhyun buru-buru beranjak. Dia tak memberikan kesempatan Siwon menawarkan bantuan. Kyuhyun akan ke restoran sebelah dan dia tak mau Siwon tahu kemana dia akan pergi. Sudah menjadi tekadnya untuk menemui Kibum dan menyatakan perasaannya, jadi untuk sementara dia akan mengabaikan Siwon. Egois demi cinta.
Lil Bro
Kyuhyun menerobos masuk ke bilik tempat Kibum dan teman-temannya makan malam. Dia menoleh ke seluruh ruangan terbuka itu demi mencari Kibum, tapi cuma ada wajah-wajah yang tak dia kenal. Baru setelah itu dia melihat Yesung tengah mengunyah makanan di pojokan bilik.
"Kyuhyun. Sedang apa kau disini?", tanya Yesung setelah selesai menelan makanannya. "Kau mencari Kibum?" Sebagian besar teman Yesung menoleh pada Kyuhyun, mempertanyaakan siapa namja yang sedang berdiri di hadapan mereka sekarang. "Dia istrinya Kibum"
"Kukira Kibum belum menikah", tutur seorang teman sedangnya teman lainnya mempersilakan Kyuhyun bergabung.
"Kupikir juga begitu", sahut lainnya.
"Mereka sudah menikah cukup lama. Cuma tak ingin mempublikasikan pernikahannya saja", terang Yesung. "Bagaimana kau tahu kita datang kemari, Kyu?"
"Aku sedang menemui klien di restoran sebelah. Kebetulan melihat kalian masuk kemari" Kyuhyun mengambil tempat duduk. "Kibum dimana, Hyung?"
Yesung menunjuk belakang Kyuhyun. Kibum berdiri disana, baru datang dari toilet. Dia segera menghampiri Kyuhyun dan duduk di sebelahnya. Begitu saja, tanpa ada sapa menyapa apa lagi saling peluk dan ciuman pertemuan.
Melihat hal barusan seorang teman bertanya. "Kalian sedang tidak akur?"
"Tidak" Tapi gestur mereka menunjukkan sebaliknya. "Kau mau makan sesuatu?", tanya Kibum berusaha mengalihkan perbincangan mereka.
"Aku sudah makan", jawab Kyuhyun ketus. "Dan jangan tawari aku minuman. Aku tidak haus"
Sebagian teman Kibum acuh, tapi sebagian lagi terpengaruh. "Aku Hangeng, kalau ada masalah dengan Kibum, kau bisa cerita padaku", sapa seorang yang duduk paling dekat dengan Kyuhyun. Wajahnya tampan, dan sepertinya keturunan China.
"Aku tak ada masalah dengannya, Hyung", tegas Kibum sambil menarik tangan Kyuhyun yang hendak menjabat uluran tangan Hangeng.
Hangeng namja tampan dan penyabar yang digilai banyak orang. Meski dia bukan tipe perebut kekasih orang, kekasih oranglah yang suka melarikan diri demi Hangeng. Memang hubungan Kyuhyun dan Kibum akan segera berakhir, tapi sebelum itu Kibum masih punya hak kepemilikan atas Kyuhyun.
"Aku ada masalah denganmu", kata Kyuhyun menimbulkan cekikikan dari teman-temannya. "Aku tak tinggal dengannya hampir seminggu ini. Kibum juga tak mengatakan apapun yang dilakukannya selama aku tak bersamanya", terang Kyuhyun pada teman-teman Kibum.
"Kau takut Kibum selingkuh?", tanya seorang namja yang sama tampannya seperti Hangeng. "Dia memang tak punya tampang tukang selingkuh, tapi terkadang tampang sering menjebak. Siapa tahu dia memang tipe peselingkuh", terang namja itu disambut tawa yang lainnya. Niatnya hanya bercanda.
"Aku tidak seperti yang dia bilang, Kyu. Aku tak pernah selingkuh, sumpah!", terang Kibum lebih kepada teman-temannya.
"Benarkah?", tanya Kyuhyun sambil memicingkan sebelah matanya. Kyuhyun bahkan ingat Kibum pernah akan meniduri Donghae. "Kau pernah akan meniduri sahabatku"
Dan semua teman-teman Kyuhyun tertawa.
"Jadi kau masih seperti itu walau sudah menikah?"
"Aku tidak meniduri temannya"
"Tapi hampir"
Kibum mendengus kalah.
Kibum meraih kedua tangan Kyuhyun. Mengajaknya berpandang-pandangan untuk menunjukkan kesungguhannya.
"Kyu, aku sudah jelaskan hal itu padamu. Donghae sedang butuh pertolongan dan aku membantunya, cuma itu", kata Kibum sambil berharap Kyuhyun percaya lagi padanya. Modal akting untuk menghapus image buruk di hadapan teman-temannya. "Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Jadi aku tidak mungkin selingkuh kalau sudah punya kau", katanya pula membuat teman-teman mengeluarkan cibiran padanya.
Kibum mengecup kedua punggung tangan Kyuhyun. Melepaskan tangan itu lalu beralih meraih kedua pipinya. Kibum menarik kepala Kyuhyun dan mencium keningnya di hadapan semua orang.
"Romantis sekali", celetuk seseorang. "Aku tak pernah melihatmu jadi melow seperti ini. Jangan-jangan kau cuma akting untuk menutupi kebusukanmu", sindirnya.
"Ayolah, kalian temanku atau bukan?" Kibum meminta pengertian teman-temannya. "Istriku sedang hamil, apa kalian tega membuatnya kecewa!", kata Kibum sambil mengelus perut Kyuhyun.
Kyuhyun mengernyit tak setuju dengan pernyataan Kibum. Sebenarnya permainan macam apa yang dilakukan Kibum sekarang? Dengan mengakui istri dan mengatakan Kyuhyun hamil pada teman-temannya, otomatis akan makin sulit menerima perceraian nantinya.
"Kau sedang hamil?", tanya Hangeng setelah Kyuhyun melepaskan diri dari Kibum.
"Tidak". Kyuhyun bersikap demikian karena dia sebal waktu itu Kibum membicarakan perceraian. Dia tiba-tiba jadi sedih, takut setengah mati kalau sampai berpisah dengan Kibum. Sekarang Kibum malah bersikap seperti tak terjadi apa-apa diantara mereka.
"Kau hamil", jawab Kibum. "Kau sedang sensitif, sedang cemburu padaku" Kata Kibum ngotot.
"Ya, dia sedang hamil. Kata kekasihku, orang hamil itu moodnya sering buruk", kata Yesung membantu Kibum. "Jangan buat Kyuhyun sedih!"
"Baiklah-baklah", tutur Hangeng. "Hentikan olokan kalian. Beri selamat pada teman kita dan istrinya yang segera jadi orang tua ini!"
Bukan menurut apa kata Hangeng, sebagian teman malah makin mengolok Kibum. Untungnya Kyuhyun bukan tipe pemarah. Dia senang-senang saja diperlakukan sebagai istri Kibum. Kyuhyun diterima dengan baik dan dihargai keberadaannya di antara teman-teman Kibum. Dia jadi betah jadi istri Kibum. Tekadnyapun makin mantap untuk mengutarakan perasaan pada Kibum.
Kyuhyun meminta ijin untuk membawa Kibum pulang terlebih dulu. Dalihnya ingin berduaan dengan Kibum, dan harap maklum orang hamil permintaannya harus ditiru. Begitulah Kyuhyun akhirnya bisa jalan berdua dengan Kibum.
"Kau mau kuantar pulang?"
"Aku lari dari Siwon hyung untuk bertemu denganmu, lalu sekarang kau mau mengantarku pulang?" Kibum menaikkan sebelah alisnya. Sedikit terkejut. "Tadi dia melamarku, aku menggantung jawabannya"
Kyuhyun berhenti berjalan dan Kibumpun melakukan hal sama. Kyuhyun mengambil kotak beludru yang tadi diambilnya dari Siwon, dibukanya lalu ditunjukkan pada Kibum. Sebuah cincin, walaupun tidak bertahtakan berlian, tapi terlihat mahal. Selera Siwon bagus, atau penjual cincinnya yang bagus hingga bisa memilihkan cincin sekeren itu.
"Ini cincin darinya"
"Kau mau pamer? Cuma cincin, aku juga bisa membelikannya untukmu"
"Aku juga bisa beli sendiri", potong Kyuhyun.
Mereka sama-sama terdiam sejenak. Canggung untuk memulai mengungkapkan dan canggung bertanya.
"Jadi?", tanya Kibum. "Kau lari dari Siwon hyung sekedar untuk menemuiku atau mau kembali hidup denganku?"
"Semacam itulah"
"Aku bisa ambil resiko apapun kalau tujuanmu untuk terus jadi istriku", tutur Kibum. Meski tak terdengar meyakinkan, dia serius. Kibum bisa terima dimusui Siwon asal Kyuhyun benar-benar mau dengannya. "Sudah kubilang aku mencintaimu kan tadi? Jadi katakan tujuanmu menemuiku"
Kyuhyun tersenyum sebentar. "Jadi tadi pernyataan cinta betulan? Aku dengarnya seperti ajang bela diri di depan teman"
"Biar kuulang" Kibum mengambil cincin dari Siwon dan memasukkannya ke saku milik Kyuhyun. Dia meraih kedua tangan Kyuhyun seperti saat di dalam restoran tadi, lalu memanang ke arah mata Kyuhyun. "Kyu, aku mencintaimu!"
"Itu saja?"
Kibum mencium kedua punggung tangan Kyuhyun, melepaskannya dan beralih mencium kening persis seperti yang dilakukannya di depan teman-temannya tadi.
"Maukah kau terus jadi istriku, menjadi ibu dari empat anakku?"
"Kalau aku tidak mau?"
Kibum berpikir sejenak. "Kau sedang hamil anakku, mana bisa kau menikah dengan orang lain. Apa kau tega memisahkan anak dengan ayahnya"
Kibum dan Kyuhyun kembali berkhayal. Kalau Kibum mengatakan cinta dengan serius, kenapa Kyuhyun harus menolaknya. Kyuhyun kan juga cinta. Walau harus menolak Siwon, canggung dengan kekasihnya itu, dia siap melakukannya. Walau Sehun sudah keguguran, bukan berarti Kyuhyun tak bisa terus berbohong soal kehamilan. Dia bisa menyumpalkan apapun ke perutnya, lalu mengadopsi anak. Yang penting sekarang cintanya telah terbalas.
"Sepertinya aku juga mencintaimu. Aku akan menerimamu tapi dengan satu syarat", pinta Kyuhyun. "Bantu aku menolak Siwon hyung. Aku tidak enak membohonginya terus"
"Iya, tapi kau juga harus melindungiku kalau Siwon hyung hendak memukuliku" Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum lega. "Mau pulang ke apartemenku lagi?" Kyuhyun kembali mengangguk.
Lil Bro
Kibum mencumbui Kyuhyun di sofa ruang tamunya. Efek tak bertemu seminggu membuat rindunya membuncah. Perlu di lepaskan saat sudah bertemu dengan yang dirindukan. Begitu Kibum menjatuhi leher Kyuhyun dengan ciuman, pintu apartemen terbuka. Sehun dan Jongin masuk dan memekik melihat kedua hyungnya sedang tumpang tindih. Untungnya mereka tidak sedang telanjang.
"Sedang apa kalian disini?", tanya Kibum sambil mengangkat tubuhnya dari Kyuhyun. "Kalian menggangu saja!", lalu membantu Kyuhyun duduk bersamanya.
"Sehun sedang sakit, kenapa kau ajak keluyuran?", marah Kyuhyun kompakan dengan Kibum.
"Sehun mau pulang, Hyung" Jongin menguntit Sehun untuk duduk juga di sofa. "Dia tak mau lagi tinggal di rumah kita"
"Kenapa tak bilang padaku dulu, aku bisa menjemput kalian"
"Akhir-akhir ini kau sibuk. Kita tak berani mengganggumu. Tadi kita juga sudah menelepon Kibum hyung, tapi teleponnya mati"
"Hanphone-ku low batt" Padahal sengaja dimatikan sejak berkumpul dengan teman-temannya tadi. Karena sekarang tengah asyik dengan Kyuhyun, Kibum lupa mengaktifkannya kembali.
"Naik apa kalian kemari?"
"Taxi", tutur Jongin. "Sehun aman selama bersamaku, Hyung", tambahnya sambil menepuk dada kirinya, sombong.
Adiknya selalu begitu, Kyuhyun tak ambil pusing lagi dengan Jongin. Dia beralih pada Sehun. Apa alasan Sehun tak ingin tinggal di rumahnya lagi. Apa kurang, perhatian yang diberikan semua orang padanya?
"Aku sudah tak hamil. Sebentar lagi juga akan sembuh, lebih baik kalau aku kembali kesini", terang Sehun. "Aku tak mau merepotkan kalian". Dengan kedatangan Sehun kemari itu malah merepotkan. Kesempatan mesra-mesraan Kibum dan Kyuhyun jadi terganggu. "Kupikir kalian ingin bercerai", tebak Sehun padahal dia barus saja melihat keduanya bercumbu.
"Tidak. Kau pikir menikah dan bercerai bisa seenaknya"
"Ya tapi kalian tidak saling mencintai", tambah Jongin. "Bagaimana dengan Siwon hyung? Kau mau menjadikannya selingkuhan?"
"Sudah tahu barusan kita bermesraan, kalian masih tanya soal cinta. Cinta atau tidak kita sudah menikah, untuk apa bercerai lalu menikah dengan yang lain kalau kita sudah nyaman bersama", terang Kyuhyun. "Soal Siwon hyung, memangnya dia mau menerimaku kalau tahu aku sudah membohonginya?" Benar juga, Jongin sependapat dengan hyungnya. Kasihan Siwon kalau sampai tahu dia dibohongi lalu harus menerima Kyuhyun sebagai bekas istri Kibum. "Aku akan jujur padanya. Memutuskannya baik-baik dan menerangkan alasan menikah dengan Kibum"
"Kau akan bilang kalau ini gara-gara aku dan Sehun?", tanya Jongin. "Nanti Siwon hyung akan menyalahkanku"
"Aku bisa cari alasan lain"
"Yakin? Kau sudah sangat lama berpacaran denganya, hyung?"
"Tapi aku sudah menikah"
"Benar juga"
"Kalian sudah tahu kita tak akan bercerai kan, sekarang kembalilah ke rumah. Tidak usah merasa meropotkan, segala", usir Kyuhyun. Niatannya melanjutkan bermesraan dengan Kibum sedang diusahakannya.
"Aku dan Kyuhyun punya agenda tidur bersama malam ini. Kuharap kalian tahu kebutuhan suami istri" Jongin bergidik bersamaan dengan Sehun. Hyung-nya yang satu ini terlalu vulgar berkata-kata. "Ini belum terlalu malam, lebih baik kalian cepat kembali sebelum jalanan benar-benar sepi" Niatannya agar terdengar mengkhawatirkan Jongin dan Sehun, tapi keduanya pasti tahu kalau Kibum mengkhawatirkan waktunya mesra-mesraan tersita karena kedatangan mereka.
Kibum mengulurkan kunci motornya pada Jongin, tapi Jongin enggan menerimanya.
"Aku tak bisa naik motor, Hyung!" Lalu Kyuhyun mengulurkan kunci mobilnya. "Nah kalau menyetir mobil, aku bisa. Ayo Hun, kita kembali!"
Jongin menarik Sehun berdiri, menuntunnya ke pintu apatemen dan membawanya keluar. Semudah itu menyuruh Jongin dan Sehun keluar, atau sengaja mereka cepat pergi dari pada Kibum dan Kyuhyun marah. Paling-paling kedua hyung itu akan bermesraan lagi.
"Kau lihat tadi, Hun. Kyuhyun hyung dan Kibum hyung sudah seperti suami istri saja", cibir Jongin. Jongin menyetir hati-hati, secara dia sedang membawa Sehun bersamanya.
"Mereka memang suami istri"
"Tapi mereka tidak saling mencintai" Jongin patut protes, karena dia ditolak Sehun. Harusnya Kyuhyun juga harus berpisah dengan Kibum, biar sama.
"Mereka saling mencintai. Tidak dikatakanpun aku sudah tahu itu"
"Tadi kau bertanya soal perceraian pada mereka, bagaimana bisa kau tahu mereka saling mencintai?"
Karena kau pernah cerita kalau Kyuhyun hyung punya kekasih. Siapa tahu karena kasihan dengan kekasihnya, Kyuhyun hyung memutuskan bercerai" Jongin mengangguk-angguk. "Seminggu ini kulihat Kyuhyun hyung tidak bersemangat seperti biasanya, dia pasti bimbang mimilih kekasihnya atau hyungku"
"Dan sekarang mimilih Kibum hyung", tebak Jongin.
"Ya"
Jongin mengela nafas kecewa.
"Kenapa, kau tak setuju Kyuhyun hyung dengan Kibum hyung?"
"Bukan begitu", sangkal Jongin. "Aku iri pada mereka" Bukan ikut prihatin, Sehun malah melengos mengabaikan curhatan Jongin. "Hun, apa kau tak bisa pikirkan lagi untuk menerimaku jadi kekasihmu?"
"Kau tahu kriteriaku kan?"
"Aku ini tampan, Hun. Nanti sampai rumah coba kau perhatikan wajahku betul-betul" Tidak perlu sampai rumah, setelah mendengar peryataan barusan Sehun langsung melirik ke arah muka Jongin. Bukan tampan yang ada, tapi muka terlalu percaya diri yang tampak oleh mata Sehun. "Kalau harus pintar, aku kan sedang berusaha jadi pintar"
"Kapan kau akan jadi pintar?"
"Secepatnya, tapi jangan suruh aku menunggu sampai pintar baru kau menerimaku. Sekarang saja kau jadi kekasihku"
"Aku tidak sudi berkencan dengan orang bodoh yang pura-pura tampan"
"Aku tidak bodoh, Hun. Cuma belum saatnya pintar. Kalau kau jadi kekasihku, kau bisa mengajariku. Nanti aku pintar dengan sendirinya kan?", paksa Jongin. "Ayolah, Hun. Kau tak kasihan padaku apa?"
"Kenapa tidak meminta Kyungsoo saja jadi kekasihmu?"
"Kyungsso ya?", Jongin berfikir sebentar. "Tapi aku kan pernah tidur denganmu, kalau kita menikah nanti tidak perlu adaptasi lagi. Kan sudah pernah. Lagi pula kau lebih pintar dari pada Kyungsoo"
"Maksudmu mau meniduri dan menghamiliku lagi?", tanya Sehun naik pitam.
"Tidak, kau salah paham. Itu kalau kita sudah menikah. Kalau kita belum menikah ya aku tak mungkin melakukannya"
"Aku tak mau menikah denganmu", tolak Sehun.
"Sumpah, Hun. Aku ini tampan, masa kau tak mau memikirkannya dulu"
"Aku tak mau!", ulang Sehun.
"Haaahhh, ya sudahlah. Belum rejekiku", kata Jongin pasrah. "Pasti kau bukan jodohku. Aku akan tanya Kyungsoo nanti"
Sehun mulai berfikir ulang. Jongin memang tak tampan seperti kriterianya, dia juga tak pintar sama sekali, tapi kalau Jongin jadi kekasih Kyungsoo tak akan ada lagi yang perhatian padanya. Sejujurnya Sehun suka dimanja Jongin. Bukan merasa dikasihani, tapi merasa diperhatikan. Namja introvert sepertinya butuh orang yang bisa mengerti. Jongin salah satunya.
"Memangnya kenapa kau ngotot sekali ingin jadi kekasihku?"
"Karena aku menyukaimu"
"Untuk menjadi tampan dan pintar, kau butuh waktu berapa lama?"
"Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu? Kau mau mempertimbangkan permintaanku?"
"Kau bisa jadi kekasihku, tapi berikan garansi dalam setahun harus bisa jadi tampan dan pintar"
"Yang benar? Aku jadi kekasihmu?", Jogin sumringah.
"Mau atau tidak?"
"Mau lah, Hun"
Jongin memelankan laju mobilnya, dia mulai menepi lalu menghentikan mobil itu hampir di bahu jalan. Jongin berdehem sebentar sebelum membalikkan tubuhnya kepada Sehun. Setelah tersenyum bahagia, Jongin segera merangkul Sehun. Niatannya juga ingin mencium Sehun, tapi dia ditolak.
"Kenapa kau memelukku?", protes Sehun sambil mengenyahkan Jongin.
"Aku senang, Hun. Sekarang kita jadi kekasih kan? Aku ingin menciummu", kata Jongin sambil sekali lagi memeluk Sehun secara paksa.
"Kai, aku sedang sakit. Kalau kau mau memelukku, nanti setelah aku sembuh", tolak Sehun sekali lagi dengan mengenyahkan Jongin darinya.
"Menciumu juga menunggu setelah sembuh?"
"Kalau itu, nanti di rumah"
Jongin sumringah lagi. "Kita pulang sekarang!"
Jongin buru-buru untuk sampai rumah, biar bisa mencium Sehun. Sehun juga senang, tak sabar sampai, tapi tidak harus kegirangan seperti Jongin.
Kan sekarang mereka sepasang kekasih!
To be continue
Kemarin jawaban kalian salah semua, gantungan gue simpen lagi deh. Kalau gue traveling n beli gantungan lagi, baru gue kasih.
See you!
