Because Of My Brother's Fault
Kyuhyun, Jongin, Kibum
Sehun, Siwon
Awas typo!
Selamat membaca!
Dengan Cinta
Leeteuk hampir mendobrak pintu ruang rawat Kyuhyun. Karena panik dia segera menghampiri ranjang menantunya, memastikan kebenaran berita yang diterima. Anak dan menantunya mengalami kecelakaan. Saat melihat Kyuhyun terbaring lemah di ranjangnya, Leeteuk langsung merasa iba. Wajah menantunya pucat, pelipis kanannya bocor, harus ditambal dengan kapas dan dililit perban. Sudah itu Kyuhyun keguguran pula.
"Kyu!", panggil Leeteuk lembut. "Kyuhyun!", ulangnya sambil berusaha membangunkan menantunya.
Kyuhyun membuka matanya lalu tersenyum mendapati Leeteuk ada disitu.
Leeteuk mengelus kepala Kyuhyun, mencurahkan kasih sayang seorang eomma pada anaknya. "Bagaimana keadaanmu?"
"Sudah lebih baik, Eomma. Besokpun aku sudah boleh pulang"
"Selama kau belum pulih, kau tinggal di rumah Eomma saja. Eomma akan merawatmu"
"Tidak perlu, Eomma. Operasinya sudah kemarin, dan kata dokter tidak butuh waktu lama untuk pulih", terangnya. "Aku bisa tinggal dengan Kibum"
"Bilang saja kau tak mau pisah dengannya" Ya itu Leeteuk tahu. Kyuhyun mana bisa pisah dengan Kibum. Lagi pula keguguran kali ini cuma alasan, biar Kyuhyun tak perlu repot menyumpal perutnya. "Ngomong-ngomong mana Kibum? Dia tidak terluka parah kan?"
Kyuhyun mengeleng. Kibum tak luka parah, cuma ada beberapa luka lebam di wajahnya serta cedera bahu. Melihat Kibum itu seorang montir, luka seperti itu pasti bukan masalah. Sebentar juga akan sembuh.
"Tidak tahu. Tadi dia bilang ingin beli sesuatu di luar" Kibum ijin beli makanan. Kyuhyun yang menyuruhnya. Seperti yang dikatakan banyak orang makanan di rumah sakit itu tidak enak, makanya Kyuhyun minta dibelikan di luar. "Appa tidak ikut kemari?"
"Dia sedang di luar kota. Baru berangkat kemarin. Coba kau kabari kita sebelum appa-mu berangkat, dia pasti menyempatkan diri menjengukmu dulu"
"Aku tidak mau kalian khawatir"
"Kau kira memberitahu kami setelah dua hari kejadian tidak membuat Eomma dan Appa khawatir?" Kyuhyun bersalah soal ini. "Kyu, kau menantu Eomma kalau terjadi apa-apa padamu jelas Eomma khawatir. Apa lagi sekarang kau kehilangan calon anakmu"
Kyuhyun merubah mimik mukanya. Wajahnya yang pucat ditambahkan ekspresi sendu. Kyuhyun sedih, menyesal karena tidak berhasil menjaga calon anaknya. Karena ceroboh, dia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia dan Kibum terluka serta anaknya mati. Begitulah yang berusaha dia tujunkkan pada Leeteuk.
"Maaf, Eomma tidak bermaksud membahas ini"
"Tidak apa-apa, Eomma. Mungkin belum waktunya aku punya anak"
"Ya mungkin belum waktunya. Lagi pula kau masih bisa hamil lagi, kan? Cepat atau lambat kau akan dapat gantinya"
Kyuhyun mengangguk masih dengan mode sedihnya.
Saat itu Kibum masuk. Dia membawa bungkusan makanan, buah-buahan dan minuman di sebelah tangan. Tangan kirinya harus dimasukkan kain dan digendong layaknya bayi. Muka Kibum babak belur, lebam dimana-mana. Di pelipisnya, bawah mata, tulang pipi, sudut bibir dan di rahang bawahnya. Selain itu tubuh Kibum tak luka sedikitpun. Kalau dilihat secara jeli, luka Kibum tidak mirip dengan luka kecelakaan mobil seperti yang Leeteuk bayangkan. Sayangnya Leeteuk tak sadar akan hal itu.
"Eh, Eomma. Sudah datang pagi begini", sapa Kibum sambil meletakkan belanjaannya di meja.
"Kau pikir Eomma bisa tenang sebelum melihat keadaan kalian?" Leeteuk mendengus. Kyuhyun kecewa dengan Kibum, kenapa baru memberitahunya terlambat dua hari. "Kyuhyun bilang kau tak apa-apa, kau luka parah begitu"
"Aku tak apa-apa. Cuma lebam, nanti juga sembuh". Kibum mengambil kursi lipat yang ada di pojokan ruang. Dia membawanya kedekat ranjang dan membukanya untuk Leeteu. "Duduk Eomma!"
"Tanganmu patah?", tanya Leeteuk melihat Kibum kesulitan menggunakan satu tangan.
"Tidak. Bahuku cedera ringan. Satu dua hari juga akan sembuh"
"Kalian ini sama saja. Kenapa tak mau berbagi susah dengan Eomma? Kalian kira eomma tak bersedia membantu"
Kibum mengambil tempat di tepian ranjang Kyuhyun. "Kita memang baik-baik saja. Eomma jangan khawatir berlebihan" Kyuhyun mengangguk mengiyakan. "Kejadian seperti ini sudah biasa dialami orang. Walaupun kita kehilangan calon anak bukan berarti kita harus sedih berlarut-larut"
Leeteuk setuju. Kibum dan Kyuhyun boleh sedih, tapi tak boleh berlarut-larut. Kalau mereka kehilangan calon anak bukan berarti harus terpuruk. Mereka bisa punya anak lagi nantinya. Ini bisa jadi pelajaran agar kalau Kyuhyun hamil lagi mereka bisa hati-hati. Lebih waspada dan protektif terhadap calon anak mereka yang berikutnya.
"Tidak apa-apa kan, Kyu?", Kyuhyun mengangguk masih dengan tampang sedihnya. "Nanti kuberi gantinya, kita buat empat anak seperti rencana awal", bujuk Kibum sambil menundukkan badan dan mengecup kening Kyuhyun. Saat kembali tegak Kibum mengeluh, dia kesakitan di area perutnya.
"Ada apa dengan perutmu?"
"Kibum lupa tidak memakai sabuk pengaman, perutnya terbentur setir mobil", terang Kyuhyun.
"Sudah di-scane? Minta dokter me-rontgen perutmu, biar tahu kalau ada tulang yang patah"
"Sudah. Semuanya baik, cuma ada memar dalam"
"Kalian ini sangat menyepelekan kesehatan. Sehat sekarang itu jaminan sehat di hari tua"
"Iya Eomma, kita tahu. Tapi kenyataannya kita memang baik-baik saja", terang Kibum. "Mungkin Tuhan tahu kita anak Eomma, makannya diselamatkan dari kecelakan maut itu"
"Bisa saja kau ini" Leeteuk jengkel, tapi dia suka dipuji anak-anaknya.
Kecelakaan yang sebenarnya tidak melibatkan kendaraan. Kejadiannya juga bukan dua hari yang lalu, tapi baru semalam. Kyuhyun dan Kibum menemui Siwon di sebuah café. Mereka menjelaskan kejadian sebenarnya dan mengutarakan maksud Kyuhyun menolak lamaran Siwon tempo hari. Tanpa membawa-bawa Sehun dan Jongin dalam masalah pernikahan mereka, Kibum mengatakan khilaf dan menghamili Kyuhyun tanpa sengaja. Dia bilang pada Siwon kalau orang tuanya dan kakek nenek Kyuhyun tahu hingga marah besar. Mereka dipaksa menikah demi menutupi aib keluarga walau tahu mereka tak sama-sama cinta.
Siwon marah besar, dia menghajar Kibum meskipun sudah minta maaf yang sebesar besarnya. Kibum berdalih tak tahu jika Kyuhyun kekasih Siwon, tapi Siwon tak memaafkan Kibum. Siwon menghujani wajah Kibum dengan pukulan, perutnya juga, sampai Kibum hampir tersungkur ke lantai café. Siwon akan memaafkan Kibum kalau dia mau menceraikan dan mengembalikan Kyuhyun padanya. Siwon juga berkata akan menerima Kyuhyun apa adanya, dan mengakui anak Kibum jadi anaknya, tapi Kibum berdalih lagi. Dia tak bisa menceraikan Kyuhyun walau sampai kapanpun karena terikat perjanjian mengerikan dari keluarga Kyuhyun. Kibum bilang dia diancam dibunuh oleh kakek Kyuhyun kalau sampai meninggalkan cucunya. Itu hukuman yang berlaku seumur hidup. Siwon tak peduli kalau Kibum harus dibunuh kakeknya Kyuhyun, yang penting Kyuhyun kembali padanya.
Pembicaraan antara Kibum dan Siwon tak menemui titik terang, Siwon keukeuh meminta balik Kyuhyun sedangkan Kibum menolak bercerai. Siwon kembali menghajar Kibum, sampai jatuh kelantaipun masih belum puas. Bahkan dia menginjak punggung Kibum hingga cedera. Lalu Kyuhyun melerainya. Seperti yang dipinta Kibum waktu itu, kalau Siwon memukulinya, Kyuhyun harus membela. Siwon kalap. Namanya juga orang marah, sampai tubuh Kyuhyun dihempaskan Siwon. Pelipisnya menabrak meja café dan terakhir Kyuhyun pingsan, baru Siwon berhenti memukuli Kibum dan menyesal telah melukai orang yang dicintainya. Sialnya pengunjung café yang lain sibuk menonton tanpa mau membantu.
Salahnya Kibum juga, coba kalau dia tak mengatakan perihal dipukuli Siwon, mungkin kejadian seperti ini tak akan terjadi. Bukankah perkataan itu bisa jadi doa.
Lil Bro
Walau sudah mengetahui Kyuhyun dan Kibum masuk rumah sakit, Jongin anteng saja. Dia sudah tahu kalau Kibum dan Kyuhyun pura-pura kecelakaan, jadi dia tidak khawatir. Toh itu ide dari Dasom untuk pura-pura keguguran demi menyamakan keadaan sebenarnya. Bahkan sekarang Jongin membawa Sehun dan Dasom liburan akhir pekan ke pantai. Ada sedikit yang meleset, ternyata Sehun dan Dasom tidak seheboh yang dia pikirkan. Dasom dan Sehun tidak kegirangan melihat pantai seperti yang dibayangkannya dulu. Dasom memilih pergi belanja dengan kartu kredit milik Kibum yang diberikan Kyuhyun padanya sebagai ungkapan terima kasih. Sedangkan Sehun memilih tiduran di beranda cotage sambil membaca buku. Jongin sendiri yang menganggur.
"Hun!" Jongin mendatangi Sehun untuk merecoki. Statusnya pacaran tapi Sehun bersikap biasa saja. Sehun susah diajak mesra mesraan. "Sehun!"
Sehun melirik sebentar, namun kembali membaca bukunya setelah dirasa kehadiaran Jongin tak penting.
"Hun!", ulangnya.
"Apa?"
"Kau tak menjawab panggilanku"
"Aku baru menjawabnya. Ada apa?", tanyanya dengan nada malas. "Kau mengganggu saja!"
"Kita jalan-jalan ke pantai ya!", ajak Jongin. "Udaranya sedang bagus, Hun. Sayang kalau dihabiskan dengan membaca buku saja disini"
"Pergi saja sendiri, aku sedang sibuk"
"Sibuk membaca buku", protes Jongin. "Aku mengajakmu keseni kan untuk kencan, bukan untuk kau acuhkan, Hun"
"Kau tidak bilang begitu tadi"
"Tadi aku lupa, sekarang baru ingat", bela Jongin. "Hun, ayo kencan!"
Sehun menutup bukunya. Dia segera bangkit dan menggandeng tangan Jongin masuk ke cotage. Jongin sudah sangat bahagia, dia pikir Sehun mau ganti baju dulu lalu berangkat kencan dengannya. Nyatanya Sehun cuma mengajak Jongin pindah tempat ke dalam kamar. Jongin di tuntun dan didudukkan di ranjang, sedangkan Sehun menyalakan TV dan mencari acara yang bagus untuk ditonton.
"Kupikir kau setuju kuajak kencan", protes Jongin setelah Sehun ikut naik ke ranjangnya.
"Aku sedang malas keluar", terang Sehun sambil merebah lagi. "Badanku belum kuat kalau terkena angin pantai. Kita nonton TV saja"
"Tapi nanti kalau kau sudah benar-benar sembuh, kita kencan ya Hun!" Sehun mengangguk. "Kita nonton film yang romantis, jalan-jalan yang romantis lalu makan malam yang romantis juga" Sehun mengangguk lagi. "Lusa pelajaran sudah dimulai, kau mau masuk sekolah tidak?"
Jongin menempatkan diri di sebelah Sehun. Dia merebah di bantal paling tinggi, menelusupkan tangannya di bawah tengkuk Sehun lalu melingkarkannya ke leher dan dadanya. Berikutnya Jongin menarik pinggang Sehun untuk membawa tubuh mereka saling merapat.
"Iya", jawab Sehun sekalian membalas pelukan Jongin. "Aku tidak mau ketinggalan pelajaran" Pemikiran orang-orang intelek, kalau tak masuk sekolah adalah takut ketinggalan pelajaran. Kalau yang tak masuk sekolah itu golongannya Jongin, mereka cuma takut dimarahi guru. "Bagaimana keadaan sekolah selama aku tak masuk?" Sehun merindukan belajar, merindukan suasana kelasnya yang ramai walau terkadang dia terganggu dengan keramaian itu.
"Selama kau tak ada, teman-teman jadi kesepian"
Selama Sehun tak masuk, teman-temannya jadi kelabakan. Tugasnya tak pernah terselesaikan, belajar kelompoknya selalu mendapat nilai terendah dan kalau ada kuis Jongin se-gank selalu mengulang. Mereka bukan tak berusaha, sudah minta contekan kesana kemari tapi tak dapat. Terakhir minta bantuan dari teman sebangku Sehun yang pintar itu malah diadukan ke guru. Namja itu selain pelit ternyata juga pengadu, makanya teman-temannya merindukan Sehun.
"Mereka merindukanmu, Hun!"
Jongin juga merindukan Sehun walau tiap hari mereka selalu bersama. Mulai pagi mereka sarapan sama-sama, plus kehadiran Dasom. Pulang sekolah main sama-sama, plus Dasom juga. Sorenya jalan-jalan ke luar rumah dengan Dasom ikut serta. Makan malam bersama masih ada Dasom. Tidurpun mereka juga bersama dengan pembantunya juga. Kalau dipikir-pikir Jongin dan Sehun tak punya banyak waktu berdua. Memang alasan keberadaan Dasom untuk membantu selama Sehun belum sembuh benar, tapi kan Jongin jadi tak bisa bermesraan dengannya. Jongin rindu Sehun, bukan keberadaannya tapi frekuensi kebersamaan mereka tanpa orang ketiga.
Berapa kali Jongin memeluk Sehun? Sehari sekali. Kalau berciuman? Selama berpacaran mereka belum pernah melakukannya. Yang dijanjikan Sehun waktu itu belum terealisasi, alasannya tentu saja karena keberadaan Dasom. Dasom itu sudah seperti partner sekaligus musuh untuk Jongin. Ingin sekali dihilangkan, tapi masih dibutuhkan.
"Bagaimana Kyungsoo?"
"Dia baik" Jongin tak pernah menemuinya lagi. Dia sibuk dengan genk-nya dan tentu saja dengan Sehun juga. "Kupikir Kyungsoo makin tampan, tapi aku tak begitu memperhatikannya akhir-akhir ini"
"Yang benar? Kau kan menyukainya", tanya Sehun. Mengetes Jongin mungkin.
"Iya, tapi aku lebih menyukaimu, Hun"
"Oh!", celetuk Sehun datar.
Beberapa menit mereka terfokus pada acara TV. Karena TV menanyangkan acara yang tidak bagus, Jongin memilih fokus pada Sehun.
"Hun, kapan kita bisa berciuman?"
Sehun lagi-lagi melirik Jongin. "Terserah kau!"
"Kau tak pernah mengajakku berciuman, Hun", tutur Jongin sok sedih. Tapi dia benar-benar ingin berciuman. Melihat Kibum dan Kyuhyun berciuman setiap mereka bertemu, Jongin jadi iri. Ingin juga berciuman seperti itu. "Aku kan kekasihmu!"
"Kau sendiri tak pernah minta" Sehun biasa saja menanggapi semua perkataan Jongin. Dia menuruni sifat acuh yang sama seperti Kibum. "Aku pernah bilang terserah kau"
"Kalau sekarang boleh?" Sehun melirik tajam pada Jongin. "Iya iya, terserah aku"
Jongin menggeser tubuhnya kebelakang sedikit. Dia menjauhkan dirinya sendiri dari Sehun. Mengambil jarak ciuman yang pas dan menepatkan keposisi yang nyaman untuk ciuman. Masih sama-sama berbaring berhadap-hadapan, Jongin berdehem lalu membasahi bibirnya dengan lidah dan menggerak gerakkan maju mundur.
"Kau kenapa?", tanya Sehun jijik. Habisnya Jongin seperti ikan koi, terus terusan memonyong moyongkan bibir tanpa berbuat apapun.
"Streching!", jawab Jongin dengan PD-nya.
Sehun mendengus.
Mau ciuman saja repot. Sehun memilih beranjak dari ranjang meninggalkan Jongin dengan acara perenggangan bibir.
"Kita mau ciuman, Hun. Kau mau kemana?"
"Selesaikan dulu strechingmu, aku mau selesaikan bukuku!", Sehun mengambil bukunya dan siap keluar cotage lagi.
Lil Bro
Sehun menutup mukanya dengan bantal, sedangkan Jongin bersikeras mengenyahkan bantal itu.
"Sekali lagi!", pintanya.
"Kai, enyah dariku atau ketendang kau keluar!", ancam Sehun dari balik bantal
"Sekali lagi Hun, baru aku pergi!", pintanya.
Jongin sedang menumpang ke tubuhnya Sehun. Barusan dia berhasil melarang Sehun keluar kamar. Dia benar-benar ingin berciuman dengan Sehun, dan merealisasikan setelah kekasihnya itu kembali merebah ke kasur. Awalnya Jongin ragu-ragu menempelkan bibirnya, tapi setelah sekali dua kali, dia jadi maruk. Bibir Sehun bengkak, sakit, perih, tapi Jongin masih berdalih sekali lagi dari tadi. Sehun malas kalau begini. Bukannya dapat enak tapi dapat susah saat berciuman dengan Jongin.
"Sumpah ini yang terakhir, sekali lagi dan aku akan turuti perintahmu"
"Tidak bisa. Kalau kau tidak enyah sekarang, aku tak mau jadi kekasihmu lagi"
"Baiklah-baiklah!" Jongin segera melempar dirinya sendiri di sebelah Sehun. Takut diputus, dia jadi patuh dengan Sehun. "Aku kan masih ingin menciummu"
"Tapi tidak secara berlebihan"
"Kibum hyung biasanya seperti itu, tapi Kyuhyun hyung tak pernah menolak" Karena mereka itu pasangan maniak, sudah terlalu biasa dengan hal-hal yang over. Jongin baru berciuman sekali mau meminta yang seperti hyungnya, jelas Sehun tak mau. "Kyuhyun hyung itu…"
"Kalau begitu ciuman saja dengan Kyuhyun hyung!", celetuk Sehun sambil melepar bantal ke muka Jongin.
"Masa aku mencium hyungku sendiri" Dipukul Kyuhyun yang ada. Kyuhyung kan temperamen kalau berhadapan dengan Jongin. "Aku sudah punya kau, jadi yang ingin kucium ya dirimu, Hun"
Sehun mengipas-ngipas bibirnya yang perih. Dia mengabaikan Jongin yang masih berusaha minta ciuman. Jongin membeda-bedakannya dengan Kyuhyun lalu menyama-nyamakan dirinya sendiri dengan Kibum. Bahkan sekali dia bilang ingin menjadi the next Kibum dalam urusan memuaskan pasangan. Jongin memang sudah mulai mesum.
"Sehun", Jongin mendekat pada Sehun, tidur berdempetan dengan kekasihnya itu tanpa berbuat apa-apa. "Kau masih ingat kejadian di perkemahan waktu itu?", tanyanya memindahkan topik pembicaraan.
"Yang Kibum hyung marah dengan Kyuhyun hyung?" Itu waktu Kibum akhirnya berhasil menjamah Kyuhyun untuk pertama kalinya.
"Bukan yang itu. Perkemahan yang diadakan sekolah. Pas aku menidurimu" Sehun merengut lalu mendecih keji. Dia benar-benar tak mau mengingat hari itu, karena disana dia ditiduri Jongin dan berakhir hamil. "Kau ingat kejadian aku menidurimu kan?"
"Tidak" Nyatanya Sehun ingat. Dia bahkan merasa ngeri membayangkan sakit yang dirasakannya dulu. Bodohnya sekarang dia menerima namja yang pernah menidurinya sampai hamil.
"Aku beritahu kenapa kejadian itu bisa terjadi" Tapi akhirnya Sehun antusias. "Dasom memberiku jus jeruk yang waktu itu, ternyata dalamnya ada obat perangsang dari Siwon hyung. Kan Siwon hyung suka berbuat yang aneh-aneh dengan Kyuhyun hyung"
"Baguslah sekarang Kyuhyun hyung memutuskannya"
Jongin tidak begitu setuju. Siwon tidak jahat, dia cuma namja yang memang ingin selalu diperhatikan kekasihnya. Siwon ingin dilayani Kyuhyun setiap saat, hanya saja caranya yang salah. "Tapi aku tidak ingat awal mula aku tidur denganmu"
"Kau mau mengingatnya" Jongin menggeleng. "Lalu?"
"Aku cuma ingin tanya, apa kau mengingat kejadian itu?"
"Penting bagimu ya?", tanya Sehun naik pitam.
"Bukan begitu", sangkal Jongin. "Kalau suatu hari kita berhubungan, aku takut kau trauma"
Sehun mendecih lagi mengaburkan perasaannya.
Sehun memang kesakitan paska kejadian itu, dia juga merasakan kebencian yang teramat kepada Jongin, tapi bukan berarti trauma. Dia sadar suatu hari nanti akan melakukannya lagi entah dengan siapa. Dan karena keseringan bertemu Jongin, sedikit sedikit rasa bencinya terkikis digantikan cinta, jadi dia memilih Jongin saja sebagai kekasih. Toh kalau dia harus berhubungan dengan Jongin, setidaknya dia sudah pernah melakukan dengan orang yang samaa. Cuma butuh waktu untuk membiasakan diri.
"Kalau begitu jangan minta tidur denganku" Sehun hanya bercanda supaya Jongin mau berjuang demi hal itu. "Tidur saja dengan Kyungsoo"
"Hunnn", desah Jongin. "Kalau aku tak bisa tidur denganmu, aku juga tak perlu tidur dengan Kyungsoo", katanya yang seketika membuat Sehun lega. "Begini saja, nanti aku tanya Kyuhyun hyung. Dia pasti punya teman dokter yang hebat, kau bisa ikut terapi traumatis dengannya"
"Kau mau aku pergi sekarang?", tanya Sehun jengkel. Masa dia harus ikut terapi segala, nanti dikira gila.
"Jangan-jangan. Aku cuma bercanda", bantah Jongin. "Walaupun tanpa berhubungan badan, asal kita tetap bersama itu sudah cukup bagiku"
Sehun tersentuh. Dia merelakan diri untuk mengalah. Mengambil inisiatip mencium Jongin dengan kecupan lembut. Sehun memberikan contoh, begitu harusnya Jongin memperlakukannya. Dan Jongin paham, dia meniru apa yang dicontohkan Sehun padanya. Memperlakukan kekasih dengan lembut itu sudah menjadi keharusan, apa lagi pada sebuah hubungan yang dilandasi cinta. Demi kebersamaan yang langgeng, harus ada komitmen yang kuat.
Jongin menempatkan diri diatas Sehun, mengulang ciuman awal tadi dengan ritme yang beda. Jongin yang tadi maruk sekarang sudah berubah jadi Jongin yang penuh kasih sayang. Jongin cuma mau sehun, begitu intinya. Diawali dengan kecupan di kening, turun ke kemata, hidung lalu berakhir di bibir Sehun. Begitu Jongin ingin mengulang, Sehun menahan gerakan kepala Jongin. Dia melarang Jongin mengulang ciuman dari atas, tapi mengarahkannya kebawah bibirnya. Dagunya, rahangnya, leher dan dada. Katakan saja Sehun gila, dia ingin ditiduri Jongin sekarang ini, sebelum kekasihnya berubah pikiran dan kembali mengejar Kyungsoo.
"Tapi ini masih siang, Hun. Apa tidak apa-apa?", tanya Jongin setelah melempar kemejanya ke bawah ranjang. "Lagipula kau baru sakit"
Jongin mengkhawatirkan Sehun, tapi demi apa dia tetap menyurukkan kepalanya di perpotongan leher Sehun. Dia menyesap aroma Sehun lewat lekukan itu. Mencium tepat di bawah telinga hingga bahu, lalu menarik diri.
"Harus pelan-pelan kalau begitu", kata Jongin sambil mendudukkan Sehun dan membatunya mengelurkan kaos dari badan. Jongin berhenti sejenak demi memandang dan meraba dada dan perut Sehun. "Apa aku pernah melihatmu telanjang sebelumnya?"
Sehun menjatuhkan diri, malas kalau hanya untuk menjawab pertanyaan Jongin. Walaupun Jongin pura-pura menyayangkan tindakan mereka hari ini, bisa dilihat dari matanya kalau Jongin juga menginginkannya.
Setelah menelanjangi diri sendiri Jongin beralih pada Sehun. Dia mulai menarik celana Sehun, tapi ketika matanya menemukan bekas jahitan dibawah pusar Sehun, Jongin tak tega. Itu jelas bekas kelakuan bejatnya waktu itu. Sehun hamil, keguguran dan harus menjalani operasi. Yah, walau bekasnya sudah mengering dan dokter memastikan kesembuhan 90%, tetap saja Jongin merasa bersalah. Tapi untuk saat ini dia tak mau berhenti cuma karena bekas jahitan. Dia sudah terlanjur ingin meniduri Sehun.
"Hun, aku harus mulai dari mana?"
Kalau Jongin tak tahu, apa lagi Sehun. Sehun menutup mata dengan lengan kirinya, dia serahkan semuanya pada Jongin. Persetan Jongin mau berbuat apa dengan tubuhnya, yang penting dia tahu jadi.
Dengan kemampuan otaknya yang pas pasan, Jongin berinisiatif menyentuh Sehun, meraba, menggerayangi atau apalah sebutannya dan memulai persenggamaan mereka. Karena Jongin menginginkannya dan Sehun tidak menolak.
Lil Bro
"Kenapa kau baru cerita sekarang, Kyu. Aku turut prihatin"
"Tidak apa-apa", kata Kyuhyun sambil meraih gelas dan meminum isinya.
Donghae jadi tak enak. Kalau tahu Kibum ternyata sudah menikahi Kyuhyun, dia tak mungkin menaruh hati sampai pernah berencana merebut Kibum dari sahabatnya. Untung yang di kemah waktu itu dia bisa menolak Kibum. Sekarang sudah tahu yang sebenarnya, tapi terlambat, Kyuhyun sudah kehilangan bayinya.
"Lalu bagaimana dengan Siwon?"
"Kami sudah putus" Donghae mengangguk-angguk. "Tidak ada masa depan kalau dia bersamaku terus. Kau tahu sendiri kan kalau aku dan Kibum tidak mungkin bercerai"
"Ya"
Sekarang mereka sedang makan malam di restoran hotel. Kyuhyun baru saja menceritakan kisahnya pada Donghae, kisah yang sama yang diceritakannya pada Siwon. Tentang Kibum yang menghamilinya secara tak sengaja, lalu dipaksa menikah, serta ancaman kematian dari kakeknya Kyuhyun bila Kibum menceraikannya. Juga tentang keguguran waktu itu.
"Kau bilang Siwon baru saja mengirim pesan"
"Ya, dia mengirim pesan setiap hari. Terus memintaku mempertimbangkan untuk bercerai dengan Kibum dan kembali padanya" Donghae mendengarnya dengan seksama. "Sejujurnya aku tak mau melakukan ini pada Siwon hyung, tapi kau tahu sendiri kalau keadaan Kibum juga tak mungkin bila kutinggalkan"
"Bagaimana dengan cinta kalian, apa tak bisa dipertahankan?"
"Sudah tak memungkinkan"
"Anggap saja kau bisa melupakan Siwon, tapi apa kau bisa mencintai Kibum?"
Itu yang tak diceritakan Kyuhyun pada Siwon maupun Donghae. Tidak ada unsur cinta-cintaan di pernikahannya dengan Kibum. Takutnya mereka akan mengira keengganan Kyuhyun bercerai itu karena Kyuhyun sudah jatuh cinta dengan Kibum. Nanti mereka bisa curiga, lalu dianggap sengaja berselingkuh.
"Aku bahagia dengan Kibum", kata Kyuhyun berpura-pura sedih. "Pasti bahagia"
Donghae meninggalkan makanannya. Dia menepuk tangan Kyuhyun tanda prihatin. Dulu dia menduga Kibum adalah selingkuhan Kyuhyun, tapi nyatanya dia suaminya dalam keadaan terpaksa. Donghae jadi kasihan dengan sahabatnya itu.
"Satu saat kalian pasti bisa saling mencintai" Kyuhyun setuju.
Sebenarnya mereka sudah saling mencintai, Donghae saja yang tak tahu. "Terima kasih!", tutur Kyuhyun. "Kau memang sahabat yang baik"
Kyuhyun mendapat pesan dari Kibum. Suaminya itu sudah ada di depan hotel, menjemputnya untuk pulang. Sejak pura-pura keguguran, mengantar jemput Kyuhyun jadi tugas Kibum. Leeteuk yang menyarankan itu, memaksa lebih tepatnya.
"Kibum sudah datang, aku pulang duluan!" pamitnya pada Donghae.
"Perlu kuantar kedepan"
"Aku baik-baik saja, jangan perlakukan aku seperti orang sakit" Donghae menyerah. "Aku bisa pergi sendiri"
"Baiklah. Hati-hati kalau begitu" kata Donghae mengijinkan Kyuhyun pulang. "Kabari aku kalau kau sudah sampai rumah"
Kyuhyun mendegus. "Kau terdengar seperti oemma-nya Kibum"
"Lakukan saja. Ini bentuk rasa sayang seorang sahabat"
"Ya ya, terserah kau!"
Kyuhyun meninggalakan Donghae di resto. Dia segera menemui Kibum. Mungkin jalan-jalan sebentar sebelum pulang akan jadi sangat menyenangkan. Mengingat setelah pulang dari rumah sakit Leeteuk tinggal di apartemen Kibum berdalih untuk merawat Kyuhyun, jadi mereka tak punya banyak waktu bermesraan. Baru tadi pagi Leeteuk kembali ke rumahnya, dan ini kesempatan untuk bisa berduaan dengan Kibum.
Setelah mengecup bibir Kibum, Kyuhyun duduk manis sambil tersenyum keaarah suaminya itu.
"Ada apa denganmu. Sepertinya kau senang sekali?"
"Tidak apa-apa", jawab Kyuhyun asal. "Kibum, antar aku jalan-jalan"
"Kemana?"
"Aku ingin nonton film. Biasanya pertengahan minggu begini ada film bagus yang diputar di bioskop"
Kibum menyalakan mesin. "Sebelumnya kau suka nonton film dengan Siwon hyung?", tanyanya.
"Ya. Siwon hyung namja yang romantis" Kibum jadi sedikit cemburu. "Dia sering mengajakku kencan, makan malam, nonton film dan jalan-jalan. Dia juga sering memberiku barang-barang tanda cinta"
Kibum menjalankan mobilnya tanpa menyahuti Kyuhyun. Dia mau pulang saja. Tak sudilah harus mengajak Kyuhyun jalan-jalan, nonton, dinner atau apapun itu. Dia tak mau jadi seperti Siwon. Kalau Kyuhyun mencintainya, dia harus melupakan apa yang diperbuat Siwon untuknya dan menerima Kibum sebagaimana adanya.
"Aku mau jalan-jalan, kenapa kau malah membawaku pulang?"
"Aku bukan orang yang romantis seperti Siwon hyung, jadi jangan harap minta jalan-jalan bersamaku, apa lagi mengharap barang-barang tanda cinta", jawab Kibum malas. Malas kalau dia harus dibeda-bedakan dengan Siwon. "Kita pulang saja!"
Kyuhyun lebih baik menurut kalau Kibum menanggapinya seperti itu. Kibum sensitif pada Siwon, gara-gara waktu itu dipukuli. Dia sedikit tak suka kalau mendengar cerita lama antara Kyuhyun dan Siwon.
Sampai di apartemen, Kibum meninggalkan Kyuhyun. Masuk ke kamar dan tiduran di ranjang. Kyuhyun membiarkannya saja, dia mengambil pakaian dan pergi mandi. Sampai selesai, Kibum masih di posisi yang sama. Kyuhyun sampai berdecak heran melihat kelakuan suaminya.
"Kibum, pergi mandi!"
"Aku sudah mandi"
"Lepas sepatumu kalau kau mau tiduran. Kasurnya jadi kotor" Kibum bangkit sebentar melepas sepatu lalu rebahan lagi. "Kau ini kenapa? Cuma karena aku menceritakan masa lalu dengan Siwon hyung, kau bersikap kekanakan seperti ini"
"Aku cemburu!"
"Cemburu kepalamu!", marah Kyuhyun. "Sudah kubilang aku mencintaimu. Aku lebih memilihmu dari pada Siwon hyung, tidak mungkin kalau kau cemburu hanya karena itu"
Kibum bangkit lagi, lalu duduk di ranjangnya. Dia menarik Kyuhyun ke hadapannya dan melingkarkan tangan ke pinggang istrinya itu. Kibum juga menempelkan kepalanya pada perut Kyuhyun.
"Jadi katakan ada apa denganmu?"
"Tidak ada apa-apa"
"Jangan bohong"
"Baiklah aku jujur. Kau masih ingat pertemuanku dengan teman-teman waktu di restoran itu kan?"
"Yang ada orang-orang Cina itu?"
Kibum membenarkan. "Sebenarnya kita sedang membahas sebuah touring sekaligus liburan. Kita mau ke Bali. Ada sebuah desa yang bagus ingin kita kunjungi disana"
"Dimana? Bali? Kau tak pernah bicarakan soal itu"
"Ya karena kita ada masalah dengan Siwon hyung, lalu kau sakit. Dan karena sekarang kau sudah baikan, aku katakan ini padamu"
"Kapan berangkat?"
"Selasa depan" Kibum menghitung-hitung. "Masih seminggu lebih"
"Tidak masalah, aku bisa kosongkan jadwalku. Nanti kuminta rekomendasi dari temanku soal hotel dan restoran bagus yang ada disana. Oh ada pantai juga, pasti akan menyenangkan traveling sejauh itu"
"Aku tidak bisa mnegajakmu", potong Kibum.
Kyuhyun segera mendorong Kibum darinya. "Kenapa? Bukankah teman-temanmu sudah tahu kalau aku istrimu"
"Iya, tapi ini akan jadi perjalanan member saja. Aku tak bisa mengajakmu, mereka juga tak bisa mengajak siapapun", terang Kibum. "Lagi pula Bali itu jauh, Kyu. Kau bisa kelelahan. Disana kita juga akan menyewa motor untuk keliling tempat itu. Kau tak suka naik motor kan?"
"Teman-temanmu pasti mentolerir kalau aku ikut"
Kibum masih menggeleng. "Aku tetap tak bisa mengajakmu"
"Aku curiga padamu. Pasti ada apa-apa yang ingin kalian kunjungi disana"
"Tidak ada. Ini cuma liburan kelompok, tertutup bagi orang luar. Kalau kau ingin liburan, kita bisa liburan kemanapun kau suka. Tapi setelah aku pulang dari Bali"
"Aku mau ikut kau kesana. Kalau kau tak bisa mengajakku, tak usah pergi sekalian" Kibum mau protes tapi Kyuhyun mencegahnya. "Atau perlu kubilang Eomma kalau kau sudah memperlakukanku dengan buruk"
Semenjak Kyuhyun diterima oleh Leeteuk, apa-apa selalu dikaitkan dengan eomma-nya itu. Kibum bukannya takut, tapi diomeli Leeteuk bukan hal yang ingin dia dengar. Ya ini yang ditakutkan Kibum, harusnya dia tak mengatakan rencananya tadi pada Kyuhyun. Dia langsung saja menghilang ke Bali. Paling-paling dia akan dimarahi semua orang setelah pulang dari sana. Sekarang pergi kesana tak bisa, tinggal di rumah juga tak enak dengan teman-temannya.
"Kyu, aku mencintaimu!", kata Kibum sekedar untuk meluluhkan hati Kyuhyun.
"Kalau kau mencintaku, tidak seharusnya kau pergi tanpa aku kan?"
"Tapi ini peraturan kelompok" Kyuhyun menggendikkan bahu, lalu berniat keluar kamar. "Aku benar-benar mencintaimu, tidak mungkin berbuat macam-macam disana. Jadi biarkan aku pergi", Kyuhyun tidak menyahut. "Kau mau kemana?"
"Mau tidur di kamar Sehun"
"Kyu!"
Tapi Kyuhyun tak mau dengar. Bahkan dia membanting pintu setelah keluar dari kamar.
Lil Bro
Jongin berpelukan dengan teman se-ganknya. Baru tak bertemu hari Sabtu dan Minggu saja sudah seperti setahun. Mereka harus berpelukan untuk melepas rindu. Saat memeluk Chanyeol, dia dapat cerita bahwa teman jangkungnya itu malam Minggu kemarin berhasil menyelinap masuk ke kamar tetangganya. Dia mengintip Baekhyun mandi sampai tidur di sebelah namja itu tanpa diketahui si empunya kamar. Setelah memeluk Tao, panda Cina itu bilang kalau level jurus toya-nya naik tujuh kali lipat. Nah beda lagi saat setelah memeluk Luhan. Dia tidak mendapat cerita, tapi dapat pertanyaan. Dimana Sehun? Luhan bilang sangat merindukan Sehun lebih dari siapapun di dunia ini. Ah, Luhan tak tahu saja kalau Sehun sudah jadi kekasih Jongin.
"Sehun tak bisa masuk lagi hari ini"
"Kenapa dia sering sekali sakit?", tanya Luhan cemas. "Aku akan mengunjunginya nanti sepulang sekolah"
"Tidak usah, Lu. Dia aman di rumahku"
"Hah?", hampir serentak teman-temannya menginterupsi.
"Sehun di rumahmu? Bagaimana bisa? Aku tidak setuju, aku memang harus segera mengunjunginya. Kupindahkan dia ke rumahku nanti sore"
"Tidak bisa begitu. Sehun itu kekasihku sekarang ini, jadi dia cuma boleh tinggal di rumahku"
Luhan menoyor kepala Jongin. "Tutup mulutmu, tidak mungkin Sehun mau dengan orang bodoh sepertimu. Dia pasti lebih memilihku yang tampan ini" Nyatanya Luhan tidak mengaca kalau dirinya sama bodohnya dengan Jongin. Soal tampan, Ok-lah, mereka sama-sama tampan.
"Begini teman-teman", kata Jongin memulai ceritanya. "Aku bukan bermaksud curang, tapi Tuhan sudah mengatur ini untukku", ceritanya. "Aku pernah meniduri Sehun sampai dia hamil, maka dari itu aku harus bertanggung jawab. Menjadi kekasihnya dan menjaganya di rumahku"
"Mana ada Sehun hamil. Perutnya tidak besar kemarin-kemarin itu", protes Luhan masih belum terima.
"Memang belum waktunya besar. Dan sedihnya, beberapa saat lalu Sehun keguguran. Itu alasan dia sering tak masuk sekolah akhir-akhir ini" Luhan belum percaya, begitupun dengan yang lain. "Itu mulanya dari saat kita kemah. Kalian keluar tenda setelah meminum jus jeruk yang aku bawa, saat itulah aku meniduri Sehun. Jus jeruk itu ada obat perangsangnya. Kekasih hyungku yang menaruhnya"
Luhan masih mau protes, tapi urung ketika melihat tanggapan Chen soal berita ini. Chen terlihat sangat sedih. Dia sepertinya terganggu dengan cerita Jongin barusan.
"Kau kenapa Chen?"
"Aku punya masalah yang hampir sama denganmu", tuturnya menambahkan muka lesu kehadapan teman-temannya. "Kalian tahu Xiumin?"
Luhan, Chanyeol dan Tao menggeleng, tapi Jongin mengangguk. Jongin tahu Xiumin karena mereka sering bertemu di ruang jurnalis.
"Xiumin temannya Kyungsoo kan?"
"Ya, Xiumin yang itu", jawab Chen. "Seperti yang baru kau katakan karena jus jeruk yang kita minum itu ada obat perangsang, aku memperkosa Xiumin secara tak sadar"
Chen menceritakan kronologi kejadiannya. Dia ingat betul setelah minum dan makan dengan gank-nya, Chen merasa tubuhnya jadi panas lalu memutuskan keluar tenda untuk mencari udara segar. Setelah keluar beberapa saat tapi panas tubuhnya tak berkurang tiba-tiba Chen ingin masuk tenda lagi. Kali itu dia masuk sembarang tenda, itu tendanya Xiumin dan kawan-kawannya. Kebetulan Xiumin sedang tidur sendiri sedangkan partner tendanya entah pergi kemana. Melihat Xiumin tertidur, Chen seperti melihat onggokan makanan lezat yang siap santap. Saat itulah dia menelanjangi diri, juga menelanjangi Xiumin. Xiumin bangun dan berontak tapi kalah kuat dengan Chen dan terjadilah pemerkosaan itu.
Usai pemerkosaan Xiumin menghilang dari acara kemah, sama seperti Sehun. Dua minggu kemudian Xiumin bertamu ke rumah Chen lengkap dengan orang tuanya. Bertamunya secara kasar, baru Chen membuka pintu, Xiumin mendaratkan tamparan ke pipinya disusul eomma dan appanya. Lalu setelah bertemu orang tua Chen, orang tuanya Xiumin menyampaikan maksud bahwa anaknya hamil dan butuh tanggung jawab Chen. Giliran orang tua Chen yang marah dan masing-masing mendaratkan tamparan juga ke pipi Chen. Mereka kecewa, bagaimana bisa anak semata wayangnya yang harusnya membanggakan orang tua malah berbuat tak senonoh. Dia memperkosa Xiumin sampai hamil. Dan saat itulah mereka menyetujui permintaan orang tua Xiumin untuk menikahkan anak-anak mereka.
Sejak menikah, Xiumin tinggal di rumah Chen. Itulah alasan mengapa Chen jarang sekali punya waktu untuk berkumpul dengan teman-temannya. Saat Xiumin ngidam, hobynya marah-marah. Dan dia sangat sensitif, cemburuan dan menempeli Chen terus. Kalau Chen menghilang sebentar saja, Xiumin akan mengadu pada orang tuanya, ujung-ujungnya Chen yang dimarahi. Kalau mengingat nasibnya sekarang, Chen ingin mengatakan pada setiap orang agar jangan sampai kejadian padanya dialami orang lain. Punya istri di usia muda itu sangat tidak enak.
"Xiumin sudah tidak sekolah mulai minggu lalu" Perutnya sudah sebesar balon. Kalau di rumah Xiumin selalu memakai baju-baju Chen yang besar-besar, tapi tak mau dibelikan baju baru khusus ibu hamil. "Kai, jangan ulangi kesalahanmu itu meski kau sudah berpacaran dengan Sehun!", tutur Chen bijak.
Jongin mengangguk. Dia tahu rasanya capek mengurusi orang hamil, tak berminat untuk mengurusi orang hamil untuk kedua kalinya. Dia masih terlalu muda kalau punya anak sekarang ini.
"Chan, Lu dan kau Tao, semoga hal seperti ini tak terjadi pada kalian!", tutur Chen lagi.
Mereka saling memeluk, merasakan kepedihan Chen bersama-sama seperti syarat persahabatan mereka. Susah dan senang untuk bersama.
Lil Bro
"Tumben kau pulang kesini. Ada apa hyung?"
Kyuhyun mengacuhkan Jongin. Dia kesal, sudah lewat seminggu dan Kibum masih belum berniat mengajak atau membatalkan keberangkatannya ke Bali. Kyuhyun sedang merajuk, dan hari ini pulang ke rumahnya dengan niat marahan dengan Kibum.
"Hyung?"
"Mana Sehun dan Dasom, dari tadi aku tak melihat mereka?", tanya balik Kyuhyun. Dia sedang tak mau membahas soal masalahnya.
"Tadi Sehun merasa tak enak badan, Dasom mengantarnya ke dokter"
"Kenapa Sehun jadi sering sakit begitu?" Sama seperti pertanyaan Luhan. Jongin sendiri juga heran, apa setelah ada operasi itu kekebalan tubuh Sehun jadi menurun?
"Dia sering pusing dan mual. Mulai pagi ini dia muntah-muntah tak jelas"
"Mungkin dia masuk angin"
"Mungkin. Sehun suka sekali begadang"
Saat mereka tengah mengobrol, pintu depan di buka secara kasar. Sehun teriak teriak memanggil Jongin dan Dasom membuntuti sambil menyuruhnya tenang. Sesampainya di depan Jongin dan Kyuhyun, Sehun segera melempar map hasil pemeriksaan ke muka Jongin. Semuanya yang diberikan dokter padanya dilempar ke Jongin, termasuk obat-obatan yang diterimanya.
"Kau mau bilang apa sekarang?", tanya Sehun naik pitam.
"Kau kenapa, Hun?", tanya Kyuhyun ikutan kaget melihat reaksi Sehun.
"Hyung, adikmu ini benar-benar kurang ajar", jawab Sehun. "Baca isi kertas itu!"
Jongin mengumpulkan semuanya, mengambil bagian kertas dan membacanya. Tertulis bahwa Sehun posotif hamil. Bagaimana bisa?
Ini gara-gara waktu liburan akhir pekan itu. Jongin gagal meniduri Sehun karena Sehun kesakitan waktu di awal-awal. Hal itu menjadikan Jongin penasaran, seperti apa sih rasanya? Kenapa Siwon, Kibum, Kyuhyun dan banyak orang kecanduan? Maka dari itu Jongin banyak mencari tahu di internet. Dia menemukan sebuah jenis barang yang diperlukannya untuk memperlancar aksi, tapi barang itu tak dijual belikan secara bebas. Hanya orang-orang tertentu yang boleh membelinya. Sedangkan anak seumuran Jongin tak dapat ijin membeli, dia mencari jalan lain. Menyelinap ke apartemen Kibum dan mengambil seluruh botol yang ada di laci paling bawah. Setelah mendapatkan barangnya, Jongin membujuk Sehun untuk melakukannya lagi dengan jaminan tidak ada rasa sakit. Awal awal masih sedikit sakit, tapi Sehun bertahan sampai akhirnya kecanduan. Dua minggu berlalu dan inilah hasil perbuatan mereka.
Jongin memindahkan kertas pada Kyuhyun, dia sudah siap kalau harus kena tampar dari hyungnya. Begitu Kyuhyun selesai membaca, dia bukan mengomel atau memukuli adiknya, Kyuhyun malah menjentikkan bahu.
"Hun, kau istirahat dulu!"
"Tapi hyung", protes Sehun. Dia ingin marah dulu dengan Jongin. Masa dia dihamili dalam kurun waktu sebulan setengah setelah dia keguguran. Ini benar-benar hal terburuk yang pernah dia terima. Walau dalam proses buatnya Sehun juga mengakui suka, dia tetap tak bisa terima akibatnya.
"Kau masuk kamar dan istirahatlah dulu, aku yang akan mengurus ini semua" Sehun pasrah. Dia tahu Kyuhyun bisa mencari jalan terbaik. "Dasom antar Sehun ke kamarnya!"
"Baik, Tuan!"
Setelah Dasom pergi dengan Sehun, Kyuhyun beralih pada Jongin. Dia merogoh sakunya, mengambil dompet dan mengeluarkan lembaran-lembaran uang dari dalamnya. Kyuhyun menyerahkan uang itu pada Jongin.
"Untuk apa kau memberiku uang, Hyung?", Jongin kira Kyuhyun akan marah.
"Beli test pack yang banyak"
"Untuk apa?"
"Jangan tanya sekarang, atau kau mau kutampar dulu karena menghamili Sehun lagi?"
Jongin menggeleng dan segera berlari ke luar rumah untuk menuju apotek terdekat.
Lil Bro
Seperti yang dilakukan Sehun, Kyuhyun melempar lima jenis test pack berbeda ke meja resto. Kyuhyun mengikuti Kibum keluar rumah dan menemukan suaminya itu tengah berkumpul dengan teman-temannya. Kan sebentar lagi mereka akan ke Bali, tanpa Kyuhyun. Di restoran yang sama seperti sebelumnya Kyuhyun menemukan mereka.
"Apa ini?", tanya Kibum yang sudah seminggu tak diajak bicara oleh Kyuhyun.
"Aku hamil", terang Kyuhyun. "Kalau kau mau pergi tanpa aku, biar aku mati saja dengan anakmu ini. Tak sudi punya anak dari orang tak perhatian sepertimu!", kata Kyuhyun yang kemudian berlalu ke luar resto.
Teman-teman Kibum jadi tahu apa masalahnya. Mereka menyarankan Kibum menyusul Kyuhyun sebelum Kyuhyun benar-benar melakukan hal yang diancamkannya. Toh kalau Kibum tak bisa ikut tahun ini, bisa ikut traveling tahun berikutnya. Jadi untuk sementara teman-teman Kibum yang mengalah.
"Kyu, kau benar-benar hamil?", tanya Kibum masih terus menyejajarkan langkah dengan istrinya.
"Kau tak percaya? Kalau kau tak meyentuhku selama setahun baru kau boleh tak percaya. Memangnya siapa yang meniduriku selama ini kalau bukan kau?"
"Iya, tapi kau bilang tak bisa hamil"
"Itu sudah menandakan kau memang tak ingin punya anak dariku, kan? Iya, pergi saja ke Bali, cari orang-orang yang bisa memberimu keturunan disana"
"Kau ini bicara apa. Aku kan sudah bilang aku mencintaimu apa adanya"
Kibum menghentikan laju Kyuhyun menarik menghadapnya dan membawa istrinya itu kepelukannya. Kibum mencintai Kyuhyun, itu kenyataannya. Dan kalau Kyuhyun hamil anaknya, tidak mungkin Kibum tak senang.
"Aku mencintamu, Kyu!", kata Kibum sambil pelan-pelan melepaskan pelukannya. "Aku senang kalau benar-benar hamil. Aku senang sekali" Kibum sebenarnya belum begitu percaya, tapi dari pada Kyuhyun merajuk terus-terusan. Dia iyai saja dulu.
Kibum mengecup bibir Kyuhyun seperti yang biasa mereka lakukan. Lalu melumatnya sebagai tanda cinta Kibum pada Kyuhyun itu begitu dalam. Dan menyesapnya bukti bahwa Kibum cuma tertarik pada Kyuhyun seorang.
"Terima kasih!", kata Kibum setelah menyelesaikan ciuman mereka. Lalu keduanya berpelukan. "Aku tak jadi ke Bali, aku akan menemanimu di rumah"
Kyuhyun mengangguk di dalam dekapan Kibum. Dia senang Kibum membatalkan niatan travelingnya. Tinggal pemberitahuan hal sebenarnya saja.
"Kyu!"
"Hem, apa?"
"Aku rindu tidur denganmu", kata Kibum jujur. Sekitr semingguan dia tak tidur dengan Kyuhyun. "Bisa aku menidurimu malam ini?"
"Aku sedang hamil muda"
"Pelan-pelan saja!"
"Baiklah, tapi dengan satu syarat. Kalau kuberitahu sesuatu, kau tak boleh marah" Kibum jadi curiga. "Kau bisa meniduriku setiap malam, sesukamu pokoknya!" Meniduri Kyuhyun adalah tawaran paling menggiurkan, tapi kalau setiap malam bukannya itu berlebihan? Kyuhyun kan sedang hamil, apa tidak berpengaruh pada calon anak mereka?
"Tentu. Untuk apa aku harus marah padamu", tapi Kibum kalah dengan tawarannya.
"Yang hamil sebenarnya itu Sehun. Dia dihamili Jongin lagi"
"Hah?" Kibum sudah bersungut-sungut ingin memaki Jongin, tapi diredam oleh Kyuhyun.
"Sudahlah, lagi pula ada baiknya Sehun hamil. Bukankah kau ingin punya empat anak, kita tinggal buat tiga lagi nanti" kata Kyuhyun, memaksa terus menempel pada Kibum. "Kau sudah berjanji tak akan marah"
"Tapi Kai benar-benar keterlaluan, Kyu", protes Kibum berusaha melepaskan Kyuhyun dari pelukannya, tapi tak bisa. Kyuhyun menempel terlalu kuat.
"Atau kau tak mau tidur denganku?"
Kibum bimbang kalau dihadapkan dengan tubuhnya Kyuhyun. Kibum memang tak akan pergi ke Bali, dia pasti akan bosan di rumah, tapi kalau digantikan Kyuhyun tiap malam rasanya setimpal rencana pembatalannya itu. Tapi adiknya dalam masalah lagi sekarang ini. Atau mungkin Jongin dia urusnya kapan-kapan, yang penting Kyuhyun dulu untuk sekarang?
"Aku selalu ingin tidur denganmu. Hanya kau!"
"Begitu lebih enak didengar"
Walaupun ada rencana sendiri untuk Jongin, Kibum harus menyembunyikannya dulu. "Aku mencintamu, Kyu!" Karena dia sedang dihadapkan tubuh istrinya untuk dijamah malam ini.
"Aku juga mencintamu!", jawab Kyuhyun tak sadar telah memasukkan dirinya sendiri ke perangkap Kibum.
Yang penting dengan cinta, jadi sah kalau Kibum malau melakukan apa. Mereka lalu kembali berpelukan.
The End
Terima kasih telah mengikuti ff ini, telah mereview, favorite dan sebagainya.
See you di Mr. Detektif!
