Desclaimer: Harvest Moon milik Natsume dan cerita ini milik Sierra.
Warning: Typo, OOC Maybe, Semi AU.
.
.
Enjoy Reading ^^
20th Spring, Year 1
(Claire POV)
Aku berdiri mematung di depan sebuah bangunan bertingkat. Entah sudah keberapa kalinya aku membaca tulisan yang ada di papan.
Mary's Library.
Mary...
Gadis yang menikah dengan Jack.
Aku sering bertanya-tanya, bagaimana rupa rupa gadis bernama Mary itu?
Bagaimana Jack bisa mencintainya?
Bagaimana Harvest Goddess bisa kalah oleh Mary?
Dan aku pun menemukan jawabannya sendiri.
Aku mendapat informasi dari beberapa penduduk, Mary adalah seorang yang cantik, polos, pendiam dan pintar. Tidak hanya Jack, mungkin semua pria menyukai wanita seperti itu.
Harvest Goddess juga cantik bahkan sangat cantik, juga pintar dan bahkan sangat pintar, tetapi dia tidak bisa mendapatkan Jack. Kenapa?
Tentu saja karena perjanjian itu akan berakhir dengan kematian Jack sehingga Harvest Goddess mengorbankan cintanya.
Aku menghela nafas.
Apakah aku harus mengorbankan cintaku juga?
Kupejamkan mata dan menarik nafas berulang kali, mencoba menetralisir rasa sedih yang mulai menyelimuti hatiku.
"Claire..."
Panggilan itu sontak membuatku sedikit terlonjak dan langsung membuka mata. Kulihat Basil tengah berdiri di depan rumahnya, menatap ke arahku.
"Ah..." Aku langsung membungkukkan badan ke arahnya.
Lelaki paruh baya itu berjalan menghampiriku sambil tersenyum.
"Apa yang kau lakukan di depan perpustakaan milik Mary?"
Pertanyaan itu membuatku kikuk. Aku sendiri tidak memiliki maksud dan tujuan berdiri disini. Jadi apa yang harus kujawab?
"Pasti kau penasaran bagaimana keadaan perpustakaan ini bukan?"
Aku tersenyum dan langsung mengangguk.
Basil mengeluarkan sebuah kunci dari saku celananya dan perlahan membuka pintu perpustakaan.
"Ayo masuk," ujarnya yang lebih dulu memasuki perpustakaan itu.
Aku melangkah pelan memasuki perpustakaan. Mataku langsung bergerak liar menjelajah isi perpustakaan.
Terlihat besar dan mewah, juga cukup terawat.
"Aku berniat mengurus perpustakaan ini dan membukanya kembali. Beberapa penduduk cukup kecewa saat Mary menutup perpustakaan ini," Ucap Basil sambil tersenyum memperhatikan rak-rak buku yang besar itu. Basil kemudian kembali mengalihkan perhatiaannya padaku, "Silahkan baca buku yang kau suka."
"Apa aku boleh meminjamnya?" tanyaku namun Basil menggeleng.
"Kau hanya boleh membacanya disini."
Aku tersenyum, "Baiklah."
Kulangkahkan kakiku menuju satu rak terdekat dan mulai memperhatikan judul dari setiap buku.
"Aku tinggal sebentar tak apa, Claire?"
Aku menoleh pada Basil yang kini telah berdiri di depan pintu, "Tentu! Aku akan menjaga perpustakaan ini!"
Basil terkekeh melihat tingkahku dan berjalan melewati pintu.
Blam.
Pintu tertutup sempurna membuatku menghela nafas.
Kembali kuperhatikan setiap deretan buku yang ada, membaca satu persatu judul disana. Perhatianku tertuju pada sebuah buku bersampul putih yang kini telah berada di tanganku.
Keningku berkerut saat tak melihat adanya judul di halaman depan sampul. Hal itu membuat jemariku membuka buku ke halaman selanjutnya dan terlihat sebaris kata disana.
Karya Mary.
Kembali kubalik halaman berikutnya dan kubaca kalimat demi kalimat yang tertera disana.
Hingga sepuluh menit tak terasa aku terus membaca dari satu halaman ke halaman selanjutnya, tidak sadar kalau sedari tadi aku masih berdiri di depan sebuah rak.
Aku beralih untuk duduk di lantai dan menyandarkan punggung pada salah satu rak.
Setengah jam berlalu.
Satu jam berlalu.
Halaman demi halaman kubaca hingga sebuah halaman membuatku tercengang dan jantungku berdetak lebih cepat.
Ini... Entah apa yang ada dipikiran Mary hingga membuat novel seperti ini?
Aku melanjutkan bacaanku, membuat hatiku kembali diselimuti rasa sedih dan sesak. Kugigit bibirku untuk menahan air mata yang hampir menetes. Namun sia-sia saat beberapa kalimat disana sangat menusuk hatiku.
Aku mencintainya.
Aku sangat mencintainya.
Aku bersumpah aku mencintainya.
Kalimat yang sangat sederhana namun sangat menyakitkan.
Kalimat yang mengingatkanku akan Gray.
Aku mencintainya... mencintai Gray.
Tangisku pecah dalam diam. Kuletakkan asal buku dalam genggamanku ke lantai dan membenamkan kepala pada kedua lututku.
Mary... bisakah aku bertemu dengannya?
Bagaimana bisa dia membuat buku ini?
Buku yang menceritakan tentang seorang dewi yang mencintai seorang manusia ini.
Bagaimana dia biasa membuatnya? Cerita kehidupanku...
.
.
.
(Gray POV)
Cklek. Blam.
Pintu tertutup di belakangku dan tepat saat aku hendak melanjutkan langkah. Mataku menangkap sosok yang tengah meringkuk di lantai.
Kukerutkan dahiku dan berjalan menghampirinya. Aku berjongkok mengambil sebuah buku yang menutupi wajahnya. Nafasku tercekat saat mengetahui bahwa sosok yang tengah terbaring ini adalah Claire.
Kupandangi wajahnya yang tengah tertidur. Beberapa helai rambut pirangnya jatuh menutupi sebagian wajahnya. Entah ada dorongan apa hingga membuat tanganku bergerak untuk merapikan helai rambutnya.
Terus kupandangi wajahnya seakan wajah itu mampu menghipnotisku.
Claire...
Sejak kedatangannya ke Mineral Town, aku tidak lagi memimpikannya.
Claire...
Siapa kau sebenarnya?
Kenapa kau bisa hadir dalam mimpiku bahkan sebelum aku mengetahuimu?
Claire...
Aku tidak tahu apa yang aku rasakan sekarang. Tapi seperti rasa sedih itu muncul saat melihatmu.
Aku memperhatiknannya lebih lama dan mengernyit saat kusadari adanya jejak aliran di pipi putihnya.
Apa dia menangis?
Kualihkan pandanganku pada buku tadi.
Hm... novel buatan Mary. Aku pernah mambaca novel ini. Ceritanya memang menyedihkan tapi tak kusangka Claire akan menangis sampai tertidur membacanya.
Aku tersenyum tipis.
Claire perlahan mulai membuka matanya namun aku tetap bergeming sampai Claire benar-benar terbangun dan kaget melihatku.
"Ah!"
Gadis itu langsung berdiri. Ck, dasar bodoh itu akan membuatmu merasa pusing dan benar saja sekarang dia memegang kepalanya sendiri.
"Sepertinya aku tertidur. Aku pulang dulu," ucapnya terburu-buru seraya membungkukkan badannya padaku dan berlari pergi.
Aku menghela nafas. Kuambil kembali novel milik Mary dan meletakkannya kembali di rak.
Sejak kepindahan Mary bersama suaminya ke kota lain. Aku dan Basil bertugas mengurus perpustakaan ini. Aku cukup dekat dengan Mary, karena itu Mary mempercayakan perpustakaannya padaku.
Kulihat sekeliling perpustakaan yang terlihat masih rapih dan melangkah keluar.
Tak kusangka hari sudah petang. Apa aku terlalu lama memandang gadis itu?
Entah kenapa aku terkekeh karena pemikiranku sendiri.
Setelah mengunci pintu perpustakan, aku mulai melangkah menuju pantai hingga langkahku berakhir di ujung dermaga dan membaringkan badanku disana.
Kulipat sebelah tanganku untuk menjadikannya bantal dan mulai menatap bulan di atas sana yang terlihat indah.
Sudah menjadi kebiasaanku untuk melihat bulan setiap malam. Entah itu di dermaga ini ataupun di puncak sana. Angin malam yang dingin pun tak jadi masalah untukku.
Semakin kuperhatikan bulan entah kenapa semakin lama bayang-bayang akan wajah tertidur Claire menggantikannya. Namun aku menikmatinya... melihat wajah cantiknya seperti yang ada dalam mimpiku. Atau mungkin aku sedang bermimpi sekarang?
Entahlah... Aku masih merasa adanya keanehan pada gadis itu.
Aku tidak tahu dia siapa. Tapi aku menyadari kalau aku terpesona padanya bahkan sejak saat dia hadir dalam mimpiku.
Claire...
Aku tersenyum hanya karena mengingat namanya.
Entah kenapa aku ingin sekali dekat dengan gadis itu. Tapi aku menyadari sikapnya yang selalu menghindariku setiap kali kami berpapasan.
Apa aku terlihat menyeramkan dimatanya?
Aku meperhatikan bulan dengan lebih seksama dan membuatku teringat akan novel buatan Mary yang menceritakan tentang Goddess.
Goddess yang dapat mengabulkan permintaan manusia.
Aku tidak tahu apa dewi itu benar-benar ada.
Kupejamkan mata sebentar dan menghengbuskan nafas berat.
Goddess... Dapatkah aku dekat dengan Claire?
Tanpa kusadari, aku menatap bulan dengan penuh harap.
.
.
.
TBC
Maaf Sierra update terlalu lama. Sierra lagi sibuk ngetik laporan jadi ff ini tertunda /bow/
Terimakasih untuk yang sudah Review dan yang sillent reader sekalipun
Untuk menambah semangat Sierra, mohon kiranya meninggalkan jejak di kolom review kkk ^^
