Disclaimer : Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki-sensei.

The last part of fantasia! Enjoy.


Tes... tes... tes...

Suara air dari gorong-gorong bawah tanah menyeruak memenuhi indera pendengaranku. Aku hanya membenamkan wajahku di balik kedua kakiku dan mengingat kejadian sebelum dijebloskan ke penjara bawah tanah ini.

Flashback...

"Seijuuro-kun! Tolong!" teriakku ketika seorang manusia serigala menangkapku.

"Tunggu saja di sana, Ryuuka! Aku akan... argh!" Seijuuro-kun ambruk ke tanah akibat terkena miasma yang dikeluarkan oleh manusia serigala tersebut.

"Seijuuro-kun! Seijuuro-kun!" pekikku. Namun apa daya, Seijuuro-kun tak dapat mendengar jeritanku akibat efek miasma yang telah mengerogoti seluruh tubuhnya.

"Seijuuro-kun..." ratapku. Air mata mulai membasahi gaunku, tak dapat berbuat apa-apa. Aku hanya bisa pasrah ketika kawanan manusia serigala membawaku ke markas mereka.


"Jika saja Seijuuro-kun tidak terkena miasma, dia pasti bisa menyelamatkanku..." aku terus meratap di balik kedua kaki jenjangku.

"Aku benar-benar tak berguna..." lagi-lagi aku melontarkan kalimat yang tak seharusnya tak kulontarkan. Air mataku sudah menggenang memenuhi seluruh wajahku. Aku sangat ingin menangis kencang, namun percuma. Takkan ada orang yang bisa mendengarnya. Yang ada, aku yang akan menjadi santapan kawanan manusia serigala yang kelaparan di atas penjara ini.

"Ryuuka?"

Aku tersentak ketika mendengar sebuah suara yang sangat kukenal. Mataku berusaha mencari sumber suara tersebut, namun cahaya remang-remang dari lilin yang menerangi penjara ini sedikit menyulitkanku.

Ekor mataku sedikit berjengit ketika menangkap bayangan bersurai crimson dan sepasang mata ruby yang bersinar cukup terang di balik pintu selku.

"Se... Seijuuro-kun?" aku terkejut. "Kenapa kau bisa disini? Bukankah kau pingsan karena miasma manusia serigala?"

"Ceritanya panjang, Ryuuka." Jawab Seijuuro-kun. "Yang penting kita harus keluar dulu. Bisa gawat kalau ketahuan."

Aku hanya bisa mengangguk pelan. Seijuuro-kun langsung memegang kedua tanganku sambil menyanyikan sebuah lagu. Aku terpaku di tempatku sambil tersenyum. Tapi... kenapa mata ini terasa berat sekali? Dan kenapa Seijuuro-kun mulai terlihat kabur? Pertanyaanku sama sekali tak dapat dijawab akibat kegelapan yang sudah menguasaiku sepenuhnya.


"Ukh..." aku membuka mataku perlahan. Terlihatlah sebuah padang bunga mawar dengan bulan merah yang menghiasi langit malam ini. Dari kejauhan, aku dapat melihat sosok Seijuuro-kun yang menatapku dengan senyum menawannya.

"Kau sudah sadar rupanya." Kata Seijuuro-kun.

"Seijuuro-kun?" tanyaku.

"Ada apa, Ryuuka?"

"Bisakah kau menceritakan kepadaku bagaimana kau bisa selamat dari serangan miasma manusia serigala dan datang menyelamatkanku?"

"Hmm. Begini ceritanya..."

Flashback...

Akashi's POV.

"Kau sudah sadar rupanya!" terdengar teriakan seseorang.

"Sia... pa kalian?" aku kebingungan.

"Aku Kise Ryouta-ssu," seorang pemuda bersurai sunshine dengan manik golden honey memperkenalkan dirinya. "Pacarku menemukanmu tak sadarkan diri di atas bukit."

"Itu benar," kini giliran seorang gadis bersurai chocolate milk dengan manik violet yang buka suara. "Saat aku menemukanmu, kau sudah diselubungi oleh miasma. Karena itulah kami membawamu ke sini untuk mengobatimu secepatnya."

"Bagaimana jika aku tak segera diobati?" tanyaku.

"Tentu saja kau akan mati." Jawab pemuda pirang tersebut. "Miasma manusia serigala sangat berbahaya. Apalagi jika sudah mencapai level tertingginya."

Aku terdiam mendengar penjelasan pemuda itu. Namun aku harus pergi untuk menyelamatkan Ryuuka. Walaupun harus dibayar dengan nyawa, tetapi aku akan tetap melakukannya.

"Apakah aku boleh pergi sekarang?" akhirnya aku bersuara juga.

"Ke mana?" sepasang kekasih ini malah mengernyitkan dahi mereka.

"Ke markas manusia serigala." Jawabku. "Untuk menyelamatkan kekasihku yang ditawan oleh mereka."

"Kau yakin-ssu?" pemuda tersebut terlihat tak yakin.

"Ya. Aku yakin!" aku memantapkan jawabanku.

"Kalau begitu, pakailah ini." gadis yang bersama pemuda pirang tadi mengenakan sesuatu semacam medali di leherku. "Sekarang pergilah dan selamatkan kekasihmu. Ingat, jangan kau lepas medali itu jika ingin selamat dari miasma mereka yang mengerikan."

Aku hanya mengangguk pelan dan langsung meninggalkan kediaman keduanya.


Ryuuka's POV.

"Begitu rupanya." Aku menarik kesimpulan setelah Seijuuro-kun selesai bercerita. Namun Seijuuro-kun seperti tak mendengarkanku, dia malah sibuk memetik beberapa tangkai bunga mawar di sekitarku.

"Seijuuro-kun, itu untuk apa?" tanyaku. Seijuuro-kun tidak menjawab. Dia hanya berjalan mendekatiku dan mulai memegangi daguku. Napas hangat sekaligus wangi parfum mawar milik Seijuuro-kun mulai memenuhi wajahku.

'Sial, kenapa wajahnya semakin dekat saja?' umpatku ketika wajah Seijuuro-kun hanya berjarak beberapa senti lagi dari wajahku. Sesaat kemudian, sebuah benda kenyal nan lembut langsung mengunci bibir tipisku. Suhu tubuhku langsung naik saat itu juga. Namun, perlahan aku menikmatinya juga.

"Ini untukmu, Ryuuka." Kata Seijuuro-kun setelah melepaskan ciumannya. Dia memberikan beberapa tangkai mawar yang dipetiknya tadi. "Tidak hanya itu, aku akan memberikan hadiah tambahan, yaitu... aku akan memulai kisah 'fantasia' kita sekarang juga."

Wajahku semakin memerah mendengarnya dan Seijuuro-kun kembali melumat bibirku dengan lembut. Dan tanpa ampun tentunya. Kami berciuman cukup lama hingga sang fajar mulai menampakkan senyumnya.

Sekarang, aku telah menemukanmu disini. Di kisah 'fantasia' yang kau buat bersamaku...

~ End ~

Miasma : Sejenis sihir yang berbahaya bagi manusia tetapi seperti oksigen bagi makhluk gaib. (Idenya dari manga Kuroshitsuji Green Witch arc)

The 2nd part is end! Tetapi part inilah yang menandai berakhirnya fanfic fantasia. Terima kasih bagi para readers maupun silent readers yang telah membaca, memfavorite, dan memfollow fanfic Yukira yang satu ini. Maaf jika ceritanya sedikit ngawur karena Yukira mikirin plotnya cukup kilat pas ada acara sekolah.

Mind to RnR?

Jaa nee~!

Yukira Kamishiro.