Naruto X Highschool DxD Croosover

..:: Naruto © Masashi Kishimoto ::..
..:: Highschool DxD ©Ichie Ishibumi ::..

..:: Second Chance in Another Dimension © Lompoberang ::..

Warning : Typo and Miss Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (mungkin),
GaJe, Ancur, OOC, OC, GodlikeNaru, StrongTeamNaru, Etc.

Rate : M

Genre : Adventure - Romance – Family – Friendship - Supernatural - Mistery – ETC.

Pair : Naruto X Rias - ? - ?


A/N : Cerita ini murni Fiction, apabila ada kesalahan mohon dimaklumi, Ide dan alur cerita terinspirasi dari beberapa Fictdan ditambah imajinasi dari otak Lompoberang yang rada-rada Error. Dan mohon maaf bila ada kalimat atau pernyataan yang mengakut keagamaan karena ini hanya dibuat untuk menghibur.

Notification

Tuhan yang dimaksud disini adalah Tuhan dalam Anime

"Abcd." = Human Talking.

"Abcd." = Human Thinking/Telepati.

"Abcd." = Monster, Bijuu, Dragon Talking and Jutsu/Magic

"Abcd." = Monster, Bijuu, Dragon Thinking/Telepati.

[Abcd] = Sacred Gear.

::

::

..:: CHAPTER 2 ::..


Di sebuah ruangan bergaya Eropa yang banyak berjejer rak-rak buku. Dua orang terlihat tengah mencari sesuatu. Orang pertama adalah pria berambut merah crimson dan disamping seorang wanita cantik berambut silver mengenakan pakaian Maid. Mereka adalah Sirzrchs Gremory salah satu dari Daiyondai Maou bergelar Maou Lucifer dan istri sekaligus Queennya Grayfia Lucifuge yang sekarang berganti menjadi Grayfia Gremory.

"Apa yang sebenarnya kita cari Sirzechs-sama?" Tanya Grayfia datar yang tengah memilah satu persatu buku di rak. Sirzechs yang berada di samping kananya hanya menghela nafas pendek.

"Sudah kubilang jangan memanggilku dengan embel-embel 'sama' jika kita hanya berdua." Kata Sirzechs yang juga sibuk mencari-cari buku yang ingin ia baca. "Terserah kau saja Tomat." Balas Grayfia ketus.

"Nah begitu lebih baik Hime." Kata Sirzechs membuat Grayfia sedikit blushing namun bisa ditutupi dengan cara membuang pandangan ke arah berlawanan dari Sirzech. "Aku pernah membaca sebuah buku yang berisi ramalan dari Maou Satan. Kalau tidak salah sampul buku tersebut berwarna coklat." Tambah Sirzech.

"Apa ini?" Tanya Grayfia sambil memperlihatkan sebuah buku bersampul coklat, buku tersebut terlihat sangat tua dengan warna dan beberapa bagian bukunya yang sudah lapuk. "Sejak kapan kau menemukannya?" Tanya Sirzechs.

"Dari tadi." Jawab Grayfia ketus membuat Sirzech sedikit kesal. "Kenapa tidak bilang dari!" Umpat Sirzechs sedikit kesal.

"Kau tidak memberitahuku mengenai apa yang kau cari. Dan kenapa aku tetap memegang buku ini karena buku ini terlihat menarik." Kata Grayfia.

Sirzechs lalu mengambil buku yang dipegang Istrinya lalu mulai membuka satu per satu halaman. Hingga akhirnya ia menemukan halaman yang ia cari. sebuah senyum langsung terukir di wajah tampan Sirzechs ketika selesai membaca seluruh halaman tersebut.

"Seperti dugaanku." Gumam Sirzechs membuat Grayfia yang berada di sampingnya penasaran dengan apa yang dibaca oleh sang Mauo Lucifer tersebut. "Memangnya apa yang tertulis disana?" Tanya Grayfia.

"Ini adalah ramalan yang dibuat oleh Maou Satan sebelum ia menghilang. Disini tertulis dimana akan ada seseorang yang muncul untuk menghentikan perang ini. Dan waktu kemunculan seseorang tidak akan lama lagi." Jelas Sirzechs dibalas 'Ohh' panjang dari Grayfia.

"Kapan dan dimana seseorang tersebut akan muncul?" Tanya Grayfia yang kini penasaran dengan ramalan tersebuh. "Mengenai tempatnya itu merupakan tempat terdahulu Maou Legendaris Satan tidak jauh dari wilayah Gremory." Jawab Sirzechs.

"Sementara waktu kemunculannya aku tidak tahu." Tambah Sirzechs dibalas anggukan pelan oleh Grayfia. "Baiklah! Ayo kita ke tempat itu!" Perintah Sirzechs dibalas anggukan oleh Grayfia.

Sirzechs menaruh kembali buku tersebut lalu sebuah lingkaran sihir keluarga Gremory tercipta di bawah kaki mereka berdua. Tak berselang lama keduanya langsung menghilang.

Lingkaran sihir keluarga Gremory muncul di depan sebuah tebing yang sangat tinggi dan terdapat sebuah pahatan besar berbentuk bagian depan bangunan. Di bagian tengah bangunan tersebut terdapat pintu yang sangat besar (Mirip dengan bangunan bernama Petra).

Sirzechs dan Grayfia mulai melangkahkan kakinya menuju ke pintu besar tersebut. Setelah memasuki bangunan tersebut Sirzechs dan Grayfia mulai mencari tanda ataupun tulisan mengenai kapan seseorang dalam ramalan tersebut akan muncul.

"I-ini.." Gumam Grayfia di depan sebuah batu yang di permukaannya terdapat sebuah tulisan. Sirzechs yang mendengar Istrinya bergumam langsung menghampiri istrinya. "Baca ini!" Kata Grayfia.

Sirzechs mengangguk paham lalu mulai membaca tulisan tersebut. setelah selesai Sirzechs langsung tersenyum. "Sepertinya kita tepat waktu." Gumam Sirzechs.

"Kata ramalan ini orang itu akan muncul pada saat purnama tepat seratus tahun setelah Maou Satan menghilang. Jadi kalau ia tidak muncul hari ini kita harus menunggu hingga bulan depan karena ini bertepatan dengan seratus tahun menghilangnya Maou Satan. Pasalkan malam ini merupakan purnama sempurna di dunia manusia." Jelas Sirzechs.

.

.

:: Lompoberang ::

.

.

Sementara di dunia atas tepatnya di sebuah bangunan tua dengan model Eropa di belakang Kuoh Akademi. Di dalam bangunan tersebut terlihat lima orang atau lebih tepatnya empat orang karena salah satu dari mereka tengah duduk di jendela.

"Ada apa Bochou?" Tanya seorang laki-laki berambut coklat a.k.a Hyodou Issei pada seorang perempuan berambut merah Crimson yang tergerai bernama Rias Gremory.

Rias menoleh kebelakang dan melihat anggotanya tengah menatapnya dengan wajah penasaran. "Entahlah! Aku tiba-tiba merasa aneh di sini." Jawab Rias sambil memegang dada kirinya.

Issei yang melihat Rias memegang dada kirinya. Menganggap Rias tengah memegang Oppainya ia langsung memasang wajah mesumnya. "Ada apa dengan Oppai Bochou?" Tanya Issei lagi.

"Apa mungkin Bochou ingin aku memegang Oppainya." Inner Issei sambil membayangkan dirinya memegang Oppai Rias di depannya.

"Ara~Ara...apa Bochou meminta Issei untuk memegang Oppainya." Goda seorang gadis berambut Darkblue diikat Ponytail dengan pita Orange bernama Himejima Akeno. Rias menggeleng pelan lalu mengembalikan pandangan ke arah langit atau tepatnya bulan yang tengah membulat sempurna.

"Issei-senpai mesum." Komen yang pedas langsung dilontarkan oleh seorang gadis loli bernama Koneko Toujou.

"Apa dipikiran Issei-kun tidak ada hal lain selain Oppai?" Tanya satu lagi laki-laki yang berada di dalam ruangan tersebut bernama Kiba Yuuto. "Urusai Pria cantik!" Jawab Issei kesal.

"Kalian semua! Kalau tidak ada lagi kontrak yang kalian lakukan. Kalian boleh pulang." Kata Rias pada anggotanya. Issei, Koneko dan Kiba mengangguk paham lalu berkata secara bersamaan. "Kami pamit dulu."

.

.

Setelah ketiganya meninggalkan ruangan, Akeno menghampiri Rias yang tengah duduk di jendala sambil memandang bulan. "Rias!" Panggil Akeno khawatir pasalkan ini pertama kalianya ia melihat sahabat sekaligus King-nya bertingkah seperti sekarang ini.

Rias menoleh sejenak ke Akeno lalu kembali memandangi bulan. "Ara~Ara...Tidak biasanya kau seperti ini Rias. Apa yang terjadi denganmu?" Tanya Akeno.

"Seperti yang kukatakan sebelumnya-" Rias menjeda kalimatnya sambil menyentuh dada kirinya (Bukan Oppainya). "-aku merasakan perasaan aneh disini." Sambung Rias.

"Aneh?" Tanya Akeno sambil memasang wajah penasaran.

"Perasaan gelisah, takut, senang dan..dan...Aku tidak tahu kenapa perasaan itu seperti memenuhi hatiku. Benar-benar membuatku tidak nyaman dengan hal ini." Jawab Rias lalu menundukan kepalanya sehingga mata biru hijau miliknya tertutup poni rambutnya. "Apa kau tahu mengenai apa yang kurasakan ini Akeno?" Tanya Rias.

Akeno menepuk pundak sahabatnya lalu tersenyum ketika Rias mendongak ke arahnya. "Itu artinya kau sedang rindu dengan seseorang." Kata Akeno. Ia lalu menunjuk dada kiri Rias lalu bertanya. "Apa aku boleh tahu siapa kau rindukan?"

"Tck! Apa maksudmu Akeno?" Tanya Rias.

"Kau sedang merindukan seseorang. Jika aku boleh tahu siapa laki-laki yang bisa membuatmu jatuh cinta?" Tanya Akeno dengan nada menggoda andalannya kembali. "Cih! Apa kau pernah melihatku dekat dengan laki-laki Akeno?" Tanya Rias balik sambil mendengus kesal dengan kelakuan Queennya.

"Issei-kun, Kiba atau mungkin..."

"Jangan sebut nama itu. Aku jijik mendengarnya dan bisa tinggalkan aku sendiri." Kata Rias lalu mengembalikan pandangan ke arah bulan purnama.

"Baiklah Bochou!" Kata Akeno lalu meninggalkan Rias yang masih setia memandangi bulan. "Sebenarnya apa yang terjadi padaku. Rindu? Memangnya pada siapa aku rindu." Batin Rias bertanya-tanya mengenai siapa yang sebenarnya ia rindukan.

.

.

:: Lompoberang ::

.

.

Kembali ke tempat Sirzechs dan Grayfia. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya sebuah pusaran aura hitam muncul tidak jauh dari mereka tepat di bawah suatu gambar di langit-langit bangunan tersebut.

Wuush!

Putaran aura hitam tersebut semankin membesar dan kuat. Sehingga mau tak mau Sirzechs dan Grayfia harus berlindung di balik salah satu pilar di bangunan tersebut. "Kekuatan macam apa ini?" Tanya Sirzechs yang merasakan kekuatan yang sangat dahsyat dari pusaran aura hitam tersebut. Begitu pula Grayfia yang merasakan kekuatan tersebut. "Benar-benar kekuatan yang mengerikan." Batin Grayfia.

Duar!

Ledakan aura hitam tersebut langsung meruntuhkan beberapa pilar serta membuat retakan-retakan besar di dinding bangaunan tersebut. setelah ledakan tersebut Sirzechs dan Grayfia keluar dari tempat mereka berlindung.

Setelah melangkah keluar mereka berdua kembali merasakan kekuatan yang sangat besar sehingga membuat keduanya sedikit sulit bernafas. Mereka berdua lalu mengarahkan pandangan mereka ke arah tekanan besar tersebut dan melihat enam orang dengan pakaian serba hitam namun ada satu yang mengenakan jubah putih.

Empat orang yaitu Shikamaru, Kakashi, Karin dan Gaara berdiri tegak menggunakan kedua kakinya, sedangkan Lee menggunakan kedua tangannya sehingga tubuhnya menjadi terbalik. Sedangkan orang berjubah yang merupakan Naruto mendarat dengan cara menungging karena ia dilempar oleh Shinigami.

"SHINIGAMI NO BAKA!" Teriak Naruto sambil memperbaiki posisinya sedangkan Lee masih dengan posisi yang sama juga berteriak. "YOOSHH CARA MENDARAT YANG SEMPURNA!"

Kakashi, Karin dan Gaara hanya bisa sweatdrop melihat tingkah King dan Pawn keluarga baru mereka. "Sudahlah Naruto bukannya salahmu sendiri yang mengejek Shinigami-sama." Kata Kakashi yang masih sweatdrop. Karin mengangguk pelan, Gaara hanya ber'hn' datar dan Shikamaru mengeluarkan Trademark andalannya 'mendokusai'.

Naruto mengedarkan pandangannya dan melihat dua orang berbeda gender tengah menatap mereka dengan raut wajah menahan sesuatu. "Ada apa dengan kalian?" Tanya Naruto. Kelima anggota keluarganya pun ikut menatap keduanya.

"Bi-bisa turunkan kekuatan iblis anda. Kami tidak bermaksud buruk." Kata Sirzechs diikuti anggukan oleh istrinya. "Kekuatan anda membuat kami susah bernafas." Tambah Sirzechs.

Naruto mengangguk pelan lagipula ia tidak merasakan niat jahat dari dua orang yang berada tidak jauh darinya. "Kalian turunkan tekanan Iblis dan kekuatan kalian!" Perintah Naruto. Secara serentak keenam menurunkan tekanan Iblis mereka sehingga jubah Naruto menjadi menghilang.

"Dilihat dari kekuatan anda berdua, anda berdua pastilah seorang Maou?" Tanya Karin sambil memperbaiki posisi kacamatanya yang menantap lurus ke arah keduanya.

Sirzechs mengangguk pelan sambil tersenyum. "Anda benar, aku adalah Sirzechs Gremory salah satu dari Daiyondai yaitu Maou Lucifer dan disampingku adalah..."

"Grayfia. Kepala Maid keluarga Gremory sekaligus Queen dari Sirzechs-sama." Sirzechs hanya bisa menghela nafas panjang karena Istrinya kembali ke mode Maid Profesionalnya. "Dan tambahan ia adalah Istriku." Tambah Sirzechs dan langsung mendapat Deathglare dari Isterinya.

Naruto beranjak dari tempatnya diikuti kelima anggota keluarganya. Sesampainya di depan Sirzechs dan Grayfia, Naruto membungkuk hormat karena di depannya adalah seorang Maou. "Mohon maaf atas kejadian tadi." Kata Naruto hormat.

"Ah tidak apa." Kata Sirzechs pelan. "Kalau boleh kami tahu? Kalian berenam siapa dan kulihat dari kekuatan besar yang tadi, kalian pasti Iblis." Naruto dan keluarganya mengangguk pelan. "Anda benar Sirzechs-sama." Kata Naruto.

"Ahh jangan terlalu formal. Aku tidak suka yang namanya formalitas." Kata Sirzechs sambil tersenyum simpul.

"Kalau begitu perkenalkan aku Uzumaki-Namikaze Naruto dan panggil saja Naruto karena aku jijik dengan yang namanya formalitas." Kata Naruto memperkenalkan dirinya.

"Dan mereka adalah keluarga iblisku. Perkenalkan diri kalian." Perintah Naruto membuat kelimanya menghela nafas sejenak.

"Hatake Kakashi, Knight dari keluarga Uzumaki-Namikaze, yang kusuka tidak perlu anda tahu begipula yang tidak kusuka. Hobiku entahlah dan cita-citaku masih belum terpikirkan." Kata Kakashi memperkenalkan dirinya membuat semuanya sweatdrop.

"Dia hanya memperkenalkan nama dan bidaknya saja." Pikir Sirzechs, Gaara, Karin dan Grayfia.

"Kakashi-sensei tidak berubah walaupun sudah menjadi iblis." Pikir Naruto, Shikamaru dan Lee.

"Uzumaki Karin, Bishop dari keluarga Uzumaki-Namikaze sekaligus kakak angkat perempuan Naruto." Kata Karin membuat Naruto sedikit terkejut lalu mengukir sebuah senyum. "Tidak apa kan Naruto?" Tanya Karin.

"Ya-ya aku malah senang mempunyai kakak secantik Karin-nee." Puji Naruto membuat Karin sedikit blushing dengan pujian sekaligus senyum dari Naruto.

"Sabaku Gaara, Rook dari keluarga Uzumaki-Namikaze." Kata Gaara ditambah wajah datarnya seperti biasa.

"Nara Shikamaru, Bishop dari si durian montok. Mendokusai." Kata Shikamaru dengan mode malasanya membuat Naruto kesal dipanggil durian montok.

"Rock Lee, Pawn dari keluarga Uzumaki-Namikaze. MASA MUDA!" Kata Lee lalu berteriak diakhirnya kata perkenalannya membuat semuanya kembali sweatdrop. Sirzechs dan Grayfia pun bertanya-tanya dalam hati mereka dengan sifat dari bidak-bidak Naruto.

"Nee...Mungkin ada baiknya jika kita kembali ke kediaman kami, disini tidak enak untuk mengobrol." Tawar Sirzechs sambil tersenyum. Mengingat orang-orang di depannya memiliki kekuatan yang besar terutama Naruto. "Apa tidak apa?" Tanya Naruto sedikit ragu mengingat ia baru tiba dan langsung ditawarkan berbicara di kediaman sang Maou Lucifer.

"Tentu saja tak apa, lagipula kami sudah menantikan kedatangan anda semua." Kata Sirzechs meyakinkan namun disisi Naruto dan keluarganya sedikit bingung mengapa Sirzechs dan Grayfia bisa mengetahui bahwa mereka akan datang. "Aku tahu apa yang kalian pikirkan. Akan kujelaskan di kediamanku nanti." Kata Sirzechs membuat semuanya tersenyum.

.

.

:: Lompoberang ::

.

.

Sesampainya di kediaman Gremory, Sirzechs dan Grayfia menjelaskan semuanya mulai dari perang yang sudah lama terjadi lalu ramalan yang menyangkut kedatangan seseorang yang akan menghentikan perang ketiga fraksi. Naruto dan keluarganya hanya mengangguk mengerti lalu giliran mereka yang menjelaskan. Dimulai dari dibangkitkannya mereka menjadi seorang Iblis, pertemuan mereka dengan Maou Legendaris Satan hingga akhirnya bertemu dengan mereka. Tidak lupa mengenai kekuatan mereka.

"Sepertinya benar, kalau seperti itu kami fraksi Iblis akan mendiskusikan hal ini." Kata Sirzechs setelah mendengarkan cerita dari Naruto dan keluarganya. "Namun alangkah baiknya jika mereka kita daftarkan ke dewan Iblis." Kata Grayfia menambahkan perkataan suaminya.

"Terimakasih Sirzechs-san. Apa tidak merepotkan?" Tanya Naruto.

"Tentu saja tidak Naruto-kun, justru kami malah senang akhirnya ada seseorang yang akan menghentikan perang ini. Kami benar-benar sudah banyak menderita karena perang ini." Jawab Sirzechs sambil tersenyum.

"Tapi kalau kami boleh tahu sebelum dibangkitkan menjadi Iblis, Naruto-san dan keluarganya berasal darimana?" Tanya Sirzechs.

"Percaya atau tidak kami semua berasal dari dimensi yang lain. Didimensi kami terjadi perang dan menewaskan kami semua." Kali ini bukan Naruto yang menjawab melainkan orang tertua diantara keluarga Naruto yaitu, Hatake Kakashi. Sirzechs dan Grayfia sedikit terkejut ditambah sedikit rasa bersalah mendengar penuturan Kakashi.

"Maaf kalau pertanyaanku sedikit sensitif." Kata Sirzechs takut membuat Naruto dan yang lain menjadi teringat dengan perang di dimensi miliknya.

"Aahh tidak apa Sirzechs-san, lagipula itu sudah terjadi dan sekarang kami hanya ingin menghentikan perang disini dan menikmati kesempatan kedua yang diberikan kepada kami." Jelas Naruto lalu mengukir sebuah senyum. Kelima anggota keluarga baru Naruto pun mengangguk mengiyakan.

Sirzechs dan Grayfia ikut tersenyum mendengar kalimat yang dilontarkan oleh Naruto. Menurut mereka walaupun masa muda Naruto sudah bisa berpikiran mengenai kedamaian. "Kalau begitu. Aku sebagai Maou Lucifer memberikan kepercayaan fraksi Iblis kepada kalian untuk menghentikan perang ini." Kata Sirzechs.

"Arigatou/Hn/Mendokusai!" Kata mereka berenam serentak.

"Sama-sama!" Jawab Sirzechs dan Grayfia bersamaan. "Nah karena ini sudah larut, alangkah baiknya Naruto-kun dan keluarganya beristirahat." Tambah Grayfia dengan nada Maid Profesionalnya membuat Sirzechs hanya menghela nafas pendek.

"Untuk Karin-san, karena ia satu-satunya perempuan jadi Karin-san beristirahat di kamar itu." Kata Grayfia sambil menunjuk kamar yang berada di samping kanannya. Karin mengangguk paham lalu beranjak dari tempatnya lalu berjalan ke arah kamar yang ditunjuk. "Oyasumi Minna-san, Naruto!" Kata menoleh ke keluarga barunya.

"Hn/Oyasumi Karin-san/Oyasumi Nee-chan!" Balas semuanya serentak. Kelima pria keluarga Naruto lalu beranjak dari tempat mereka lalu berjalan menuju ke kamar yang disediakan untuk mereka.

Setelah Naruto dan keluarganya memasuki kamar, Sirzechs langsung mengukir sebuah senyum yang membuat Grayfia, Istrinya bertanya-tanya. "Ada apa?"

"Jika dipikir-pikir, sepertinya akan menarik jika aku menempatkan mereka di dunia manusia bersama Rias." Jawab Sirzechs, Grayfia yang mendengar hal tersebut ikut tersenyum mengenai apa yang dipikirkan oleh suaminya. "Hmm...aku juga tidak keberatan mempunyai adik ipar laki-laki seperti Naruto-sama." Kata Grayfia.

"Kalau begitu besok, aku akan mengadakan rapat dengan para Daiyondai dan kau Hime, pergi dan beritahu Rias untuk menyambut mereka dalam waktu dekat ini." Kata Sirzechs lembut dibalas anggukan oleh Grayfia yang sedikit memunculkan semburat merah.

.

.

:: Lompoberang ::

.

.

Pagi harinya sebelum sarapan, Sirzechs dan keluarga Naruto tengah berada di ruangan di Mansion Gremory. Sirzechs dan kelima anggota Naruto tengah berbincang-bincang mengenai dunia ini sedangkan Naruto terlihat diam dan memperhatikan sebuah foto besar di ruangan tersebut.

"Dia mengingatkanku ke Kaa-san." Batin Naruto melihat foto seorang gadis muda dengan rambut merah Crimson yang tergerai tengah tersenyum manis. Sirzechs yang melihat gerak-gerik Naruto pun mengukir sebuah senyum. "Sepertinya ia tertarik dengan adikku." Batin Sirzechs.

"Nah setelah sarapan nanti, aku dan Naruto-kun akan pergi ke rapat Daiyondai agar keluarga kalian bisa terdaftar sebagai keluarga High-Class Devil." Kata Sirzechs dibalas anggukan oleh semuanya minus Naruto yang masih setia memperhatikan foto tersebut.

Karin yang melihat Naruto tidak merespon langsung memberikan jitakan kasih sayang seorang kakak untuk pertama kalinya ke Naruto. "Hey Naru!" Kata Karin.

"Iya-iya aku paham! Aku dan Shikamaru yang akan pergi." Kata Naruto sambil mengelus-ngelus kepalanya. Sedangkan Shikamaru yang mendengar perkataan Naruto hanya mengeluarkan trademark andalannya. "Mendokusai!"

Tak berselang lama salah seorang Maid dari keluarga Gremory memanggil mereka untuk sarapan. Semuanya mengangguk serentak lalu beranjak dari tempat mereka menuju ke ruang makan Mansion Gremory.

Sesampainya di ruangn makan Mansion Gremory ternyata sudah ada dua orang yang menunggu yaitu seorang pria berambut merah Crimson a.k.a Lucius Gremory atau lebih dikenal sebagai Lord Gremory, ayah dari Sirzechs dan Rias dan disamping Lucius adalah istrinya sendiri yaitu Venelana Gremory, ibu dari Sirzechs dan Rias.

Satu persatu keluarga Naruto mengambil tempat duduk dan mulai menyantap sarapan dengan tenang. Setelah selesai Naruto dan keluarga Iblisnya meminta ijin untuk berkeliling Mansion. Sirzechs mengangguk paham. "Tentu saja asalkan kalian tidak keluar dari area Mansion." Kata Sirzechs.

Naruto dan keluarganya mengangguk paham lalu beranjak keluar dari ruang makan Mansion Gremory. Setelah kepergian mereka Sirzechs langsung mengukir sebuah senyum. "Sepertinya kau sudah memiliki rencana Sirzechs?" Tanya Lucius yang melihat senyum dari anaknya tersebut.

Sirzechs mengangguk pelan masih dengan senyumannya. "Benar Otou-sama, aku akan menempatkan Naruto-kun beserta keluarganya di tempat Rias dan anggotanya." Kata Sirzechs.

Lucius dan Venelana tersenyum mendengar rencana dari Sirzechs. "Ditambah lagi aku tadi melihat Naruto-kun terus-terusan memperhatikan foto Rias." Tambah Sirzechs.

"Begitu rupanya, aku setuju denganmu Sirzechs. lagipula aku merasakan anak bernama Naruto itu memiliki sesuatu yang sangat menghangatkan dari dirinya." Kata Venelana sambil tersenyum lembut.

"Namun sebelum itu, aku bersama Naruto-kun akan pergi ke rapat Daiyondai untuk mengurus nama Naruto dan keluarganya agar bisa terdaftar sebagai High-Class Devil." Kata Sirzechs lalu menoleh ke arah Istrinya yang tengah masuk mode Maid Profesionalnya.

"Aku mengerti Sirzechs-sama!" Kata Grayfia yang mengerti apa yang ingin dikatakan oleh suaminya. Sirzechs, Lucius dan Venelana hanya bisa menghela nafas mereka ketika melihat Grayfia.

.

.

:: Lompoberang ::

.

.

Siang harinya Naruto, Shikamaru dan Sirzechs meninggalkan Mansion Gremory untuk mengadakan rapat bersama Daiyondai Maou. Dalam rapat tersebut ketiganya diberondong puluhan pertanyaan untuk membuktikan mengenai identitas dan kekuatan dari Naruto dan keluarganya. Akhirnya setelah mendengar jawaban dari ketiganya akhirnya para Daiyondai Maou akhirnya mempercayai Naruto.

"Jadi apa rencanamu selanjutnya Sirzechs?" Tanya salah satu Maou bernama Ajuka Beelzebub.

"Aku akan menempatkan mereka bersama adikku di dunia manusia." Jawab Sirzechs lalu menoleh ke arah Naruto dan Shikamaru. "Kalian setuju Naruto-san, Shikamaru-san?" Tanya Sirzechs

"Aku setuju!" Jawab Naruto sambil mengangguk. "Hooaamzz...aku terserah Naruto saja." Jawab Shikmaru dengan nada malasnya sambil menguap lebar-lebar.

"Bagaimana dengan kalian?" Tanya Sirzechs ke Maou yang lain.

"Aku setuju denganmu Sirzechs-tan." Jawab satu-satu Maou perempuan dengan suara Childissnya a.k.a Serafall Sitri atau sekarang Serafall Leviathan.

"Terserah kau saja, yang penting tidak merepotkanku." Jawab Maou yang terakhir dengan nada malasnya a.k.a Falbium Asmodeus. Semuanya yang berada di dalam ruangan tersebut langsung sweatdrop berjamaah sambil membatin bersamaan.

"Entah kenapa Shikamaru-san dan Falbium itu mirip."

"Karena semua telah sutuju, maka yang terakhir hanya mengurus nama keluarga Naruto-san agar terdaftar ke dewan Iblis." Kata Sirzechs lalu menutup rapat para Daiyondai Maou.

"Heii..kudengar kau adalah otak dari keluarga Iblis Uzumaki-Namikaze. Bagaimana jika kita bermain catur untuk mengetes kemampuanmu." Tawar Falbium pada Shikamru sontak membuat Sirzechs dan lainnya tersenyum.

"Sepertinya ide yang bagus lagipula rapat ini sudah selesai." Kata Sirzechs sambil tersenyum lalu menoleh ke Shikamaru."Bagaimana Shikamaru-san?" Tanya Sirzechs.

"Catur? Sepertinya menarik." Kata Naruto lalu ikut menoleh ke arah Shikamaru yang masih memasang wajah malasnya. "Hmm baiklah! Mendokusai!" Gumam Shikamaru.

Falbium lalu mengeluarkan sebuah papan catur yang entah ia dapat dari mana lalu duduk di samping Shikamaru. Mereka berdua pun memulai permainan catur mereka sedangkan Naruto dan ketiga Daiyondai Maou hanya berbincang-bincang untuk mengeratkan hubungan pertemanan mereka.

.

.

"Checkmate!" Gumam Shikamaru untuk ketiga kalianya membuat Falbium menjadi frustasi. Ini pertama kalinya bagi pengatur strategi fraksi Iblis kalah dalam bermain catur tiga kali secara berturut-turut.

"Wah! Aku tak menyangka Falbi-tan bisa kalah tiga kali berturut dalam bermain catur." Kata Serafall dengan nada Childiss-nya. "Naru-tan beruntung mempunyai anggota keluarga yang jenius." Tambah Serafall sambil menoleh ke Naruto yang telah resmi menjadi sahabat barunya.

"Heeeh...ia memang jenius walaupun sikap malasnya sangat menjengkelkan." Kata Naruto dan langsung mendapat Deathglare dari Shikamaru.

Karena sifat Childiss dari Serafall dan tingkah Naruto yang kadang-kadang konyol membuat keduanya bisa akrab bahkan langsung menyatakan bahwa sekarang mereka bersahabat. Sirzechs dan Ajuka yang melihat keduanya bisa akrab dengan cepat hanya bisa mengukir sebuah senyum.

"Ne-Ne...Setelah ini Naru-tan akan melakukan apa?" Tanya Serafall.

"Entahlah Sera-chan!" Jawab Naruto seadanya.

"Untuk hari Naruto-san dan keluarganya bisa bersantai dan besok akan langsung pergi ke dunia manusia. Tepatnya ke tempat adikku, Rias dan anggotanya." Kata Sirzechs.

Naruto yang mendengar nama Rias tiba-tiba merasakan sebuah perasaan yang aneh di dalam hatinya. "Rias Gremory adik dari Sirzechs, entah kenapa aku jadi penasaran dengannya? Apa dia yang mirip dengan Kaa-san di foto yang tadi, kuharap aku bisa bertemu dengannya." Pikir Naruto.

"Baiklah jika kalian sudah selesai bermain caturnya bagaima kalau kita kembali ke Mansion." Tambah Sirzechs. Naruto mengangguk paham sedangkan Shikamaru hanya menguap bosan.

"Lain kali kita bermain lagi Shikamaru-san, aku akan membalas kekalahanku." Kata Falbium yang sedikit berbeda dengan sikap malasnya karena kalah dengan Shikamaru tiga kali berturut-turut.

Sirzechs lalu berpamitan kepada ketiganya lalu mengaktifkan sihir teleportasi keluarga Gremory. Sedangkan Naruto menepuk punggung Shikamaru lalu menghilang diikuti seberkah cahaya kuning yang membuat ketiga orang yang berada di sana syok.

"M-mereka berdua menghilang begitu saja." Gumam Ajuka syok dengan apa yang baru saja ia lihat. "Bukan hanya kekuatannya yang mengerikan, mereka bahkan bisa berpindah tempat tanpa melakukan sihir teleportasi." Tambah Ajuka.

"Kuharap Naruto-san bisa mewujudkan perdamaian yang sebenarnya, agar tidak lagi membuatku kerepotan." Gumam Falbium dengan nada malasnya. Dua orang di dekatnya hanya mengangguk mengiyakan lalu mengaktifkan sihir teleportasi mereka.

.

.

:: Lompoberang ::

.

.

Malam harinya di 'Klub Penelitian Ilmu Gaib'. Rias dan Akeno tengah bersantai sambil menyantap teh, tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan lingkaran sihir keluarga Gremory lalu menampakkan Grayfia yang mengenakan pakaian Maid.

"Ada apa Grayfia-neesama?" Tanya Rias yang sudah berdiri menghadap ke Grayfia.

"Langsung saja ke intinya." Kata Grayfia sambil menghela nafas ringan. "Besok aku dan Sirzechs-sama akan mengantar tamu dari dunia bawah. Dan sekarang Sirzechs-sama sedang mengurus nama mereka untuk didaftarkan ke dewan Iblis." Tambah Grayfia.

"Iblis baru? Dan kenapa baru sekarang Onii-sama baru mengurus nama mereka ke dewan Iblis?" Tanya Rias sedikit bingung lantasan ini pertama kalianya ada keluarga Iblis yang belum terdaftar ke dewab Iblis.

"Untuk lebih detailnya Rias-sama tanyakan langsung kepada King mereka." Kata Grayfia.

"Ano Grayfia-sama memangnya siapa nama King mereka?" Tanya Akeno yang masih duduk di salah satu Sofa di ruangan tersebut.

"Uzumaki Naruto atau lebih tepatnya Uzumaki-NamikazeNaruto." Jawab Grayfia.

Mendengar nama 'Uzumaki Naruto'. Rias kembali merasakan perasaan aneh yang melandanya semalam. "Uzumaki Naruto, entah kenapa perasaan aneh itu kembali kurasakan saat mendengar nama itu." Batin Rias.

"Baiklah besok malam aku dan anggotaku akan menyambut Onii-sama dan mereka." Kata Rias sedikit pelan.

"Ara~ara...aku penasaran seperti orang yang bernama Uzumaki Naruto itu." Kata Akeno sambil mengukir senyum andalannya seperti biasa. "Dan jangan lupa mengajak Sona-sama untuk ikut menyambut mereka." Tambah Grayfia.

Rias dan Akeno mengangguk paham lalu Rias berkata sambil menoleh ke Akeno. "Beritahukan hal ini pada Sona dan budak iblisnya." Akeno mengangguk paham lalu mengaktifkan sihir teleportasi miliknya.

"Baiklah kalau begitu aku pamit dulu Rias-sama." Kata Grayfia lalu mengaktifkan sihir teleport miliknya meninggalkan Rias yang masih berkutat dengan pikirannya.

"Uzumaki Naruto, siapa dia sebenarnya? Entah kenapa aku merasa sangat senang dan sedikit gelisah ketika mendengar namanya tadi." Pikir Rias.

Tidak ingin dipusingkan dengan hal itu. Rias menggeleng pelan lalu beranjak menuju ke kamarnya untuk menengkan pikirannya.

.

.

.

~~~ TBC ~~~


Uzumaki Naruto Peerage

King : Naruto

Queen : ?

Bishop : Karin, Shikamaru

Rook : Gaara (2X)

Knight : Kakashi - ?

Pawn : Rock Lee (5X) - ? - ? - ?

Bisa disaranin untuk Bidak yang masih kosong.


Author Note sekaligus balasan beberapa Review.

- Sedikit perbaikan mengenai Hirashin Naruto yaitu, ia tidak memerlukan Tanda ataupun Kunai bercabang tiga jika jarak perpindahan hanya 150 meter kebawah. Jika melebihi jarak tersebut maka ia harus menggunakan tanda ataupun kunai bercabang tiga yang ia simpan di Sihir penyimpanan miliknya. Dan seluruh keluarga Naruto sudah tertanam tanda di tubuh mereka.

- Dan mengapa Maou Satan tidak jahat dan malahan menjadi baik dan menyuruh Naruto untuk mendamaikan dunia. Akan terjawab di beberapa chapter kedepannya.

- Mohon maaf bila ada yang meminta NaruXHarem dan juga yang menolak Pair NaruXRias. Karena Lompoberang sudah memutuskan jika Main Pair adalah NaruXRias. Sementara untuk yang lain akan muncul seiring berjalannya Fict.

- Naruto DKK "Godly". Alasannya simple, yaitu : Kekuatan seseorang yang ingin menghentikan perang pastilah sangat Kuat bahkan bisa setara dengan Tuhan (Anime).

- Musuh terkuat Naruto masih dalam pemikiran Lompoberang. (Kalo bisa kasih saran).


.

.

.

:: LOMPOBERANG OUT ::