CHAPTER 3 OUT!

Naruto X Highschool DxD Croosover

..:: Naruto © Masashi Kishimoto ::..
..:: Highschool DxD ©Ichie Ishibumi ::..

..:: Second Chance in Another Dimension © Lompoberang ::..

Warning : Typo and Miss Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (mungkin),
GaJe, Ancur, OOC, OC, GodlikeNaru, StrongTeamNaru, Etc.

Rate : M


Genre : Adventure - Romance – Family – Friendship - Supernatural - Mistery – ETC.

Pair : Naruto X Rias - ? - ?

A/N : Cerita ini murni Fiction, apabila ada kesalahan mohon dimaklumi, Ide dan alur cerita terinspirasi dari beberapa Fictdan ditambah imajinasi dari otak Lompoberang yang rada-rada Error. Dan mohon maaf bila ada kalimat atau pernyataan yang mengakut keagamaan karena ini hanya dibuat untuk menghibur.


Notification

Tuhan yang dimaksud disini adalah Tuhan dalam Anime

"Abcd." = Human Talking.

"Abcd." = Human Thinking/Telepati.

"Abcd." = Monster, Bijuu, Dragon Talking and Jutsu/Magic

"Abcd." = Monster, Bijuu, Dragon Thinking/Telepati.

[Abcd] = Sacred Gear.

::

::

..:: CHAPTER 3 ::..


Keesokan paginya di Mansion Gremory, keluarga Gremory dan Naruto mengawali hari dengan sarapan sambil berbincang-bincang mengenai dunia manusia. Setelah sarapan Naruto dan keluarganya memilih bersantai di salah satu balkon Mansion Gremory.

"Aku benar-benar tidak sabar untuk pergi kedunia manusia. Sampai-sampai masa mudaku ingin meledak." Shikamaru, Garaa dan Karin hanya bisa menghela nafas ringan melihat tingkah laku Lee yang kelewat over dengan masa muda.

Sedangkan Kakashi hanya bisa sweatdrop melihatnya karena mengingatkan ia kepada rival abadinya yang telah bertemu dengan Shinigami. Sementara Naruto dari tadi berkutut dengan pikiran mengenai seseorang yaitu Rias Gremory yang benar-benar membuatnya tidak bisa tidur semalam.

"Haaa..kenapa aku terus kepikiran dengan orang bernama Rias itu, kalau begini hal yangsama mungkin akan terjadi kembali." Pikir Naruto sambil mengingat dimana dua orang yang ia cintai yaitu cinta pertamanya Sakura dan Hinata mulai ia cintai semenjak Neji tewas. Yang Naruto tahu keduanya tewas dalam ledakan yang dibuat oleh sahabatnya.

"Ada apa Naruto?" Tanya Gaara yang akhirnya memecah lamuan Naruto.

Naruto menoleh ke Gaaar lalu tersenyum seperti biasa dan berkata. "Aku hanya memikirkan bagaimana nantinya hidup kita di dunia manusia." Gaara ikut tersenyum tipis mendengar perkataan dari orang yang telah menyelamatkan dirinya untuk kedua kalinya.

"Hn. Kali ini aku akan membantumu, bukan sebagai teman tetapi sebagai keluarga, Naruto!" Kata Gaara membuat Naruto sedikit tersentak. "Keluarga Ya." Pikir Naruto mengingat semenjak kecil ia hanya sedikit merasakan apa yang namanya keluarga.

"Gaara benar Naruto, mulai sekarang kita adalah keluarga." Kata Kakashi menambahi perkataan Gaara.

Mendengar perkataan Kakashi dan Gaara, Naruto langsung mengukir sebuah senyum secerah warna rambutnya. "Arigatou Minna, mulai sekarang aku akan melindungi kalian dengan nyawaku sendiri. Aku tidak ingin gagal dan kehilangan orang yang berharga bagiku untuk kedua kalinya." Kata Naruto membuat semuanya anggota keluarganya ikut tersenyum.

"Bukan hanya kau Naruto, kami juga akan melakukan hal yang sama karena kami adalah keluarga Iblis Uzumaki-Namikaze." Kata Kakashi dibalas anggukan oleh yang lainnya.

"YOSSH..Aku akan berlari mengelilingi Mansion Gremory sebanyak 10 kali untuk merayakan hal ini." Kata Lee sambil mengepal tangannya ditambah latar ombak dibelakangnya membuat semuanya kembali sweatdrop ria.

"Karena kita berangkat malam hari, kalian bebas melakukan apa pun hari ini." Kata Sirzechs yang tiba-tiba saja bergabung dengan mereka sambil tersenyum mendengar pembicaraan yang barusan. "Ha'i Sirzechs-san!" Kata semuanya.

"Mungkin sebaiknya aku membantu para Maid sebagai imbalan atas kebaikan anda dan keluarga Gremory." Kata Karin lalu beranjak dari balkon. Sirzechs hendak menghentikan Karin namun Naruto mengangguk agar Karin dibiarkan saja.

"Kalau aku mau tidur saja..Hoooaammmzzz.." Kata Shikamaru diakhiri dengan menguap yang sedang duduk di salah satu kursi lalu melipat kedua tangannya di belakang kepalanya dan langsung masuk ke dalam alam mimpinya.

"Bagaimana dengan kalian bertiga?" Tanya Sirzechs ke Naruto, Kakashi dan Gaara.

"Entahlah! Bagaimana kalau kita Sparring saja Gaara?" Tawar Kakashi. Gaara ber'hn' pelan lalu menoleh ke Naruto. "Tidak apa lagipula kita akan berangkat malam." Kata Naruto menginjinkan keduanya melakukan sparring. Untung-untung agar keluarga bertambah kuat walaupun mereka semua sudah lumayan kuat.

"Baiklah! Ikut aku." Kata Sirzechs lalu beranjak pergi diikuti Kakashi dan Gaara meninggalkan Naruto beserta Shikamaru.

Beberapa menit dilanda kebosanan, kerana satu-satunya orang yang bersamanya adalah si Rusa Pemalas Shikamaru, Naruto akhirnya memilih untuk berjalan-jalan di sekitar Mansion atau lebih tepatnya Istana Gremory. Selama berjalan-jalan, Naruto hanya menatap takjub luas dan megahnya area Istana milik keluarga Gremory.

"Kurasa Alis Tebal pasti kelelahan mengelilingi Istana ini." Gumaman bodoh dikeluarkan Naruto untuk Pawn miliknya yang mempunyai semangat muda yang sudah melampaui stadium akhir.

Beberapa menit mengelilingi pekarangan Istana Gremory, Naruto memilih beristirahat di salah bangku taman yang berada ada di salah satu taman. Namun acara duduk Naruto langsung terganggu ketika seorang anak kecil berambut merah Crimson menghampirinya.

"Anoo...Onii-sama!" Naruto menoleh ke arah anak kecil dan tersebut. "Hmm ada apa adik kecil?" Tanya Naruto.

"Ahh aku lupa, perkenalkan aku Millicas Gremory." Kata Millicas sambil membungkuk hormat memperkenalkan namanya.

"Uzumaki Naruto." Balas Naruto sambil tersenyum ke arah Miilicas. "Kalau boleh tahu apa kau adik Sirzechs-san?" Tanya Naruto.

Millicas menggeleng pelan lalu tertunduk. "Bukan! aku anak Otou-sama...Apa Naruto-sama mau bermain denganku." Tawar Millicas pelan, ia sudah mengetahui bahwa Naruto dan keluarganya adalah tamu ayahnya. Samar-samar Naruto merasakan aura milik Millicas yang terasa agak kesepian.

"Tentu saja Miilicas-kun. Tetapi jangan panggil aku dengan embel-embel 'sama'." Kata Naruto dibalas anggukan oleh Millicas.

"Hontou ni?" Tanya Millicas dengan mata berbinar-binar. Naruto mengangguk paham lalu mengepal tangannya di depan Millicas. Mengerti apa yang mau dilakukan Naruto ia lalu membalas kepalan tersebut dan melakukan tos ala Bijuu.

Naruto dan Millicas pun menghabiskan waktu siang itu dengan bermain sepuasnya. Mulai dari bermain Jan Ken Pon, tebak-tebakan yang kadang membuat keduanya tertawa terbahak-bahak karena salah dan diakhirinya dengan memandang awan sambil tiduran di rumput.

"Ne~Ne...Naruto-nii ini berarti kita sekarang berteman?" Tanya Millicas masih tiduran di atas rumput.

"Tentu saja Millicas-kun, bukan yang kita lakukan tadi adalah buktinya. Memangnya kenapa?" Jawab Naruto lalu melempar pertanyaan balasan.

"Sebenarnya aku sedikit kesepian. Sejak kecil Otou-sama dan Okaa-sama selalu sibuk dengan pekerjaannya dan jarang sekali menghabiskan waktu dengannku..." Millicas menjeda kalimatnya lalu menghela nafas panjang. "...Rias-neesama juga sibuk dengan sekolahnya." Sambung Millicas.

"Walaupun ada Ojii-sama dan Obaa-sama yang selalu menemaniku tetapi aku tetap kesepian." Tambah Millicas dengan nada pelan pertanda bahwa ia sedang sedih.

Naruto lalu bangkit dari acaran tidurannya lalu mengacak-ngacak rambut Crimson milik Millacas yang mirip dengan warna rambut almarhumah Ibunya sambil tersenyum lembut. "Aku tahu! Aku juga pernah merasakan yang namanya kesepian tetapi sesibuk apapun Sirzechs-san dan Grayfia-san pasti akan menyisihkan waktu mereka untukmu. Aku yakin itu." Kata Naruto.

"Dan bukankah kita sekarang adalah teman!" Tambah Naruto.

Millicas yang tadinya sedih setelah menjelaskan semuanya, akhinya mulai tersenyum dan menatap mata Biru Sapphire yang memperlihatkan kelembutan dan ketulusan Naruto mengenai ia adalah temannya sekarang.

"Bisakah Naruto-nii menjelaskan semua mengenai keluarga Naruto-nii?" Tanya Millicas.

Naruto mengangguk paham lalu menceritakan semuanya sifat yang diliki keluarga barunya. Setelah selesai Millicas langsung tertawa terbahak-bahak mendengar semua sifat dari keluarga Naruto.

"Bwahahaha...Pawn Naruto-nii benar-benar lucu yang selalu mangatakan masa muda, masa muda...Bwahahaha." Kata Millicas diakhiri tawa keras sambil memegang perutnya karena tidak tahan dengan cerita Naruto mengenai Lee dan keluarga Iblis Naruto yang lain.

Perbincangan antara kedunya pun berlanjut hingga senja tiba. Naruto lalu mengajak Millicas untuk kembali ke istana.

.

:: Lompoberang ::

.

Malam harinya seluruh keluarga Gremory dan Naruto tengah berkumpul untuk berangkat ke dunia atas, namun ketika mereka hendak berangkat tiba-tiba Millicas langsung muncul lalu menyapa seluruh keluarga Iblis Naruto.

"Yo Naruto-nii, Ero-jiisama, masa-muda-niisama, rusa pemalas-niisama, mata-panda-niisama, Karin-oneesama!"

Seluruh keluarga Gremory hanya bisa sweardrop mendengar sapaan Miilicas sedangkan keluarga Iblis Naruto. Sedangkan keluarga Naruto menatap tajam ke arah King mereka minus Karin seolah berkata –bisa-kau-jelaskan-durian-montok-.

"Tu-Tunggu aku bisa menjelaskannya!" Kata Naruto berkeringat dingin melihat tatapan semua keluarga laki-lakinya.

"Millicas-kun bisa sopan sedikit pada tamu kita." Kata Sirzechs. Millicas hanya mendengus kesal sambil memiringkan bibirnya. "Gomenasai Minna-san!" Kata Grayfia mewakili seluruh keluarga Gremory.

"Ahh tidak apa! Maklum saja Millicas-kun masih anak-anak." Balas Kakashi sambil menampilkan eye smile miliknya.

"Sebenarnya tadi aku bersama Millicas-kun dari siang hari hingga senja karena ia mengatakan bahwa ia sangat kesepian sehingga aku memutuskan untuk menghiburnya dengan cara mengatakan seluruh sifat kalian." Jelas Naruto kepada dua pihak sekaligus yaitu keluarganya dan Gremory.

Keluarga Iblis mengangguk mengerti sedangkan keluarga Gremory sedikit terkejut. Naruto lalu menoleh ke arah Sirzechs dan Grayfia.

"Sirzechs-san, Grayfia-san, aku mohon pada kalian. Tolong luangkan sedikit waktu anda untuk bersama Miliicas-kun. Tadi siang ia mengeluarkan keluh kesahnya mengenai kesibukan kalian sehingga membuatnya kesepian." Jelas Naruto pada keduanya. Mendengar penjelasn Naruto keduanya langsung mengerti.

"Benar juga." Batin kedunya bersamaan lirih.

Berbeda dengan kedunya. Lucius dan Venerana beserta keluarga Naruto hanya bisa tersenyum dan melupakan kejadian barusan.

"Aku tahu kesibukan anda sebagai Mauo Lucifer dan kepala Maid, namun aku mohon sekali lagi tolong luangkan waktu anda untuk Millicas. Aku sudah pernah merasakan apa yang namanya kesepian dan hal itu sangat menyakitkan." Tambah Naruto sedikit bernostalgia mengenai kenangan miliknya sewaktu masih di dimensi para shinobi.

Sirzechs dan Grayfian yang mengerti perkataan Naruto hanya bisa tersenyum pahit. Sedangkan Millicas yang berada di samping Naruto hanya bisa tertunduk dengan air mata yang sedikit menetes. Dengan cepat keduanya langsung menghampiri Millicas dan memeluknya dengan erat sambil berkata.

"Maaf Tou-sama dan Kaa-sama, Millicas-kun. Mulai sekarang kami akan meluangkan waktu untukmu." Kata Sirzechs diikuti anggukan pelan oleh Istrinya. Miliicas yang mendengarnya langsung mendongak lalu membalas pelukan kedunya dengan erat. "Janji?" Tanya Millicas dibalas anggukan oleh keduanya.

Senyum Lucius dan Venelana semakin mengembang melihat adegan di depannya sambil membatin secara bersamaan.

"Baru tiga hari bersama kami, Naruto dan keluarganya sudah melakukan sesuatu yang sangat berarti bagi mereka."

"Yare..Yare...Murid bodohku semakin dewasa rupanya." Pikir Kakashi yang juga ikut tersenyum. Begitupula keluarga Naruto yang juga ikut tersenyum.

"Arigatou Naruto-san sudah memberitahukan hal ini kepada kami." Kata Sirzechs sambil tersenyum ramah ke Naruto. "Tidak apa kok! Aku hanya melakukan apa yang kubisa." Balas Naruto.

Setelah beberapa menit akhinya keluarga kecil tersebut selesai berpelukan. Millicas lalu melirik ke Naruto dan langsung memasang wajah sedih. "Naruto-nii mau kemana?"

"Aku dan keluargaku akan ke dunia atas." Jawab Naruto pelan.

"itu artinya Naruto-nii meninggalkanku. Bukannya kita sekarang berteman?" Tanya Miilicas.

Naruto lalu memberikan kode untuk mendekat pada Millicas. Dengan pelan Millicas berjalan mendekat, setelah Millicas berada di depannya Naruto berjongkok dan menyamakan tingginya dengan Millicas. Ia lalu mengeluarkan kunai bercabang tiga miliknya dari sihir penyimpanannya yang diberikan oleh Satan dan Shinigami sebelum mereka dikirim ke dimensi DxD.

"Walaupun berpisah kita masih teman. Jika ada waktu sesekali aku akan mengunjungimu dan ini adalah hadiah untukmu." Kata Naruto sambil memberikan kunai bercabang tiga miliknya.

"Apa ini?" Tanya Millicas bingung melihat kunai tersebut begitupula dengan keluarga Gremory.

"Itu adalah kunai yang kugunakan untuk berpindah tempat dengan cepat. Jika kau tidak ada teman untuk bermain tinggal alirkan aura Iblismu ke simbol pada pengangan kunai itu. Maka aku akan segera berpindah jika aku tidak sibuk." Jelas Naruto. Millicas mengangguk mantap lalu mperhatikan dengan seksama kunai bermata tiga milik Naruto.

"Jadi itu rahasia dari tehnik teleportasi milikmu Naruto-kun?" Tanya Sirzechs.

Naruto mengangguk pelan lalu berkata. "Jika jarak dibawah 150-200 meter aku tidak perlu menggunakan kunai tersebut."

"Arigatou Naruto-nii!" Balas Millicas. Naruto mengangguk paham lalu keduanya melakukan tos ala Bijuu sambil berkata bersamaan dengan lantang. "Teman!"

Untuk kesekian kalinya semua orang yang berada disana tersenyum melihat apa Naruto lakukan untuk Millicas. Setelah itu Naruto dan keluarganya berpamitan lalu berangkat bersama Sirzecsh dan Grayfia menggunkan sihir Teleport keluarga Gremory.

"Ne-Ne Obaa-sama, Ojii-sama...Bagaimana?" Lucius dan Venelana hanya mengangguk paham mengenai apa yang dikatakan oleh cucunya lalu mengukir sebuah senyum.

.

:: Lompoberang ::

.

Unknow Place

Di sebuah tempat yang hanya dihiasi warna putih sejauh mata memandang terdapa tiga sosok yaitu Shinigami, Legendary Satan dan terakhir di depan meraka adalah sosok yang bersinar sangat terang hingga membuat orang yang melihatnya akan buta.

"Apa kalian berdua sudah menjalankannya?" Tanya sosok bersinar tersebut pada Shinigami dan Legendary Satan.

"Sudah Kami-sama/Hn!" Jawab keduanya bersamaan.

"Hah...Oh iya Satan, bukannya awalnya kau berniat untuk menghilangkan seluruh Fraksi entah kenapa kau tiba-tiba berubah dan menginginkan perdamaian?" Tanya Shinigami.

"Itu karena selama Great War, aku menyadari bahwa perang hanya mengakibatkan penderitaan bagi pihak yang kalah. Dan alasanku yang paling utama adalah aku tidak tega melihat para bawahanku tewas di depan mataku sendiri." Jawab Satan membuat Kami-sama dan Shinigami tersenyum walaupun tidak dapat dilihat oleh Satan.

"Sebenarnya apa alasan Kami-sama memilih dia dan menyuruh kami berdua untuk menjadikannya Iblis? Dan kenapa anda memasulkan kematian anda dan bersembunyi disini." Tanya Satan secara frontal.

"Aku ingin bertanya padamu Satan...apa kau mengingat saat Great War, aku mengirim tangan kananku yaitu monster bernama Shinju untuk menghentikan perang tersebut?" Tanya Kami-sama.

"Yaah aku ingat Kami-sama, kalau tidak salah Shinju berhasil memusnahkan setengah pasukan dari ketiga Fraksi, bahkan kedua Heavenly Dragon pun dibuat tidak berdaya jika berhadapan dengan Shinju. Dan setelah itu Shinju tiba-tiba saja menghilang." Jawab Satan.

"Dan setelah ia menghilang bersamaan dengan anda memasulkan kematian anda lalu Shinigami-sama memerintahkanku untuk menulis ramalan mengenai orang yang akan menghentikan perang tersebut di masa akan datang." Tambah Satan.

"Itu karena Shinju berpindah dimensi dan merubah dirinya menjadi pohon suci ke dimensi anak bernama Naruto itu sehingga menyebabkan dimensi miliknya menjadi berperang. Karena ada wanita bernama Kaguya memakan buahnya sehingga ia mengambil sebagian besar kemampuan Shinju yang berpindah dimensi lalu...(Penjelasannya sama ketika Rikudou Sannin menceritakan mengenai Sejarah Juubi ke Naruto)". Jelas Kami-sama. Shinigami dan Satan mengangguk paham.

"Dan kenapa aku memilih anak itu, karena ia telah mengalami banyak penderitaan dan kehilangan di dimensi miliknya hanya karena Shinju berpindah dimensi. Aku ingin menebus kesalahan itu dengan cara memilih Naruto dan menulis ulang takdirnya beserta memberikan semua kemampuan Shinju kepadanya." Tambah Kami-sama.

"Apa maksudmu menulis ulang takdirnya?" Tanya Shinigami.

"Aku akan menulis ulang takdirnya hidupnya yaitu memberinya kesempatan untuk hidup bersama orang yang ia cintai dan sayangi karena didimensi sebelumnya ia kehilangan orang yang berharga baginya. Sehingga nantinya ia tidak terlalu terbebani dengan tugasnya sebagai pemegang tangan kananku beserta tugasnya." Jawab Kami-sama.

"Dan orang yang akan dicintai Naruto dalam takdirnya adalah seorang Iblis makanya kau menyuruhku dan Satan menjadikannya Iblis." Kata Shinigami dibalas anggukan oleh dehemam pelan oleh Kam-sama.

"Dalam waktu dekat aku akan mendatanginya dan memberikan semua kemampuan Shinju. Beserta ada satu hal yang ingin aku katakan padanya." Tambah Kami-sama.

"Bukannya semua kemampuan Shinju sudah aku berikan padanya dalam bentuk Sacred Gear bernama [Cursed Eyes] di dalam tubuh Naruto yaitu seluruh kemampuan Shinju yang Shinigami-sama ambil kembali dari orang bernama Kaguya itu." Kata Satan.

"Itu karena sebelum berpindah Shinju sempat mengembalikan setengah kekuatan kepadaku." Jawab Kami-sam dibalas anggukan oleh kedunya.

"Lalu apa setelah Kami-sama memberikan semua kemampuan Shinju. Apa yang terjadi dengan Kurama yang berada di tubuh Naruto?" Tanya Satan.

"Ia adalah pecahan dari Shinju tetapi mempunyai jiwa tersendiri. Jadi ia tetap akan bersama Naruto. Lagipula mereka berdua adalah sahabat." Jawab Kami-sama.

"Dan hal ingin kau katakan pada Durian itu adalah..."

"Orang yang menyebabkan kematiannya selamat dan juga ikut berpindah dimensi, namun saat ini orang tersebut masih terjebak di Empty Dimension. Dan orang itu tidak sendirian." Potong Kami-sama. Shinigami langsung menyeringai mendengar hal tersebut. sedangkan Satan menaikkan sebelah alisnya.

"Bagaimana bisa? Bukannya ia meledakkan dirinya sendiri?" Tanya Satan.

"Itu tidak benar! Sebenarnya orang itu sudah merencanakannya namun rencananya melenceng sehingga menyebabnya ia masuk ke dalam Empty Dimension. Dan jika perkiraanku benar maka tidak lama lagi orang tersebut akan menemukan jalan keluar dari Empty Dimension dan menuju ke dimensi ini." Jelas Kami-sama.

"Heeee..sepertinya Naruto akan mendapat lawan yang pantas..."

"Kau salah! Orang tersebut bahkan tidak dapat mencapai level kekuatan Naruto saat ini, Baka! Itu karena ia hanya diberikan sedikit kekuatan dari Shinju." Umpat Shinigami dibalas deheman pelan oleh Kami-sama. "Asal kau tahu! Jika Naruto sudah mengusai semua kekuatan Shinju, maka tidak ada yang bisa mengalahkannya bahkan Ophis yang saat ini dikatakan sebagai Ouroboros Dragon (Infinity Dragon) pun tidak bisa." Tambah Shinigami.

"Untuk saat ini mungkin Naruto hanya bisa menandingi Ophis karena ia hanya memiliki setengah kemampuan dari Shinju dan juga belum dapat berkomunikasi dengan Naruto." Kata Kami-sama. Dibalas anggukan oleh keduanya.

"Baiklah jika sudah selesai kalian boleh pergi karena aku ingin kembali ke tempatku bersembunyi." Kata Kami-sama lalu perlahan ketiganya menghilang menjadi serpihan cahaya putih.

.

.

.

::~~~ TBC ~~~::


Sekian untuk Chapter ini. Dan mohon bila alur dan ide ceritanya lumayan rumit dan sulit dimengerti...

AN : Shinju atau Juubi merupakan tangan kanan Tuhan (Dalam Anime) yang diturunkan untuk menghentikan Great War untuk sementara lalu setelah itu ia berpindah Dimensi ke Dimensi milik Naruto dengan setengah kekuatannya.


:::::

- Lompoberang membaca ada beberapa review yang mengatakan ada Fict yang hampir sama dengan Fict ini. Lompoberang memang mengambil Inspirasi dari Fict milik Yamigakure no Ryukage-senpai bernama The Devile Legend. Lompoberang udah meminta persetujuan Ryu-senpai untuk menjadikan Fict miliknya sebagai Inspirasi.

- Untuk Pairing Naruto, mungkin hanya Rias dan tetapi tidak menutup kemungkinan bertambah mengingat banyaknya Chara wanita di dimensi DxD.

- Mengenai Kurama sudah dijelaskan di atas. Namun Kurama masih belum bisa menghubungi Naruto karena kelelahan dan tengah memulihkan tenaganya. Setelah pulih Naruto masih bisa menggunakan Bijuu Mode dan Lompoberang akan memberikan penjelasannya di Chapter mendatang.

- Untuk Bidak kosong dari Peerage Naruto, Lompoberang membutuhkan saran dari Minna-san. Bisa lewat Review maupun PM.

- Disini tidak unsur Reinkarnasi seseorang dari dimensi Shinobi. Yang ada hanya Dimensional Travel dan sudah terjadi di chapter ini.

Mungkin itu saja yang perlu dibahas mengenai Review Minna-san...Domo Arigatou telah menyempatkan membaca Fict Lompoberang.


:::::::::

.

.

See You at Next Chapter and Another Fict Lompoberang

:::LOMPOBERANG :::

:::LOG OUT :::