Chapter 4 Out!

Naruto X Highschool DxD Croosover

..:: Naruto © Masashi Kishimoto ::..
..:: Highschool DxD ©Ichie Ishibumi ::..

..:: Second Chance in Another Dimension © Lompoberang ::..

Warning : Typo and Miss Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (mungkin),
GaJe, Ancur, OOC, OC, GodlikeNaru, StrongTeamNaru, Etc.

Rate : M


Genre : Adventure - Romance – Family – Friendship - Supranatural - Mistery – ETC.

Pair : Naruto X Rias - ? - ?

A/N : Cerita ini murni Fiction, apabila ada kesalahan mohon dimaklumi, Ide dan alur cerita terinspirasi dari beberapa Fictdan ditambah imajinasi dari otak Lompoberang yang rada-rada Error. Dan mohon maaf bila ada kalimat atau pernyataan yang mengakut keagamaan karena ini hanya dibuat untuk menghibur.


Notification

Tuhan yang dimaksud disini adalah Tuhan dalam Anime

"Abcd." = Human Talking.

"Abcd." = Human Thinking/Telepati.

"Abcd." = Monster, Bijuu, Dragon Talking and Jutsu/Magic

"Abcd." = Monster, Bijuu, Dragon Thinking/Telepati.

[Abcd] = Sacred Gear.

::

::

Sedikit pemberitahuan. Untuk Kagebunshin, Henge dan Kawarimi. Naruto tidak bisa menggunakannya. Alasannya apa yang mau digunakan untuk membuat bunshin, Kawarimi maupun Henge. Lompoberang akan mereplace chapter-chapter sebelumnya.

..:: CHAPTER 4 ::..


Di sebuah gedung tua di belakang Kuoh Akademi atau lebih tepatnya markas Klub Penelitian Ilmu Gaib telah berkumpul keluarga Iblis dari Rias Gremory yaitu Akeno, Kiba, Koneko dan Issei ditambah Sona Shitri beserta keluarga Iblisnya. (AN : Issei sudah bisa mengeluarkan Sacred Gear miliknya)

"Kapan mereka tiba, Rias?" Tanya Sona adik dari Serafall Leviathan salah satu dari Daiyondai Maou. "Entahlah Sona, mungkin sebentar lagi." Balas Rias lalu menoleh sambil tersenyum ke budak Iblisnya agar mereka tidak merasa bosan.

Tak berselang lama lingkaran sihir keluarga Gremory muncul di depan mereka lalu menampakkan delapan orang. Sang Maou Lucifer berada di paling kanan lalu Grayfia, Naruto, Karin, Kakashi, Gaara, Shikamaru dan terakhir Lee.

"Jadi ini keluarga Uzumaki-Namikaze, Aura mereka terasa sangat kuat." Batin semuanya.

"Maaf untuk keterlambatannya. Ada sedikit masalah sebelum kami berangkat." Kata Grayfia dengan sopan. Rias dan Sona beserta anggota Iblis mereka mengangguk mengerti.

"Heemm...Aura di dunia atas ternyata berbeda dengan Underworld." Batin Naruto. Lalu memandang satu persatu orang di depannya.

Pandangan Naruto langsung terhenti pada Rias dan secara tidak sengaja keduanya langsung saling memandangi. Sirzechs, Grayfia dan Kakashi yang melihat keduanya hanya mengukir senyum kecil (Kakashi tidak terlihat karena memakai masker). Semua keluarga Naruto mengenakan baju berlengan pendek hitam dengan gambar pusaran air dengan empat tanda Hiraishin yang membentuk persegi mengelilingi pusaran air tersebut di bagian punggung.

"Lama tidak bertemu Rias, Sona!" Sapa Sirzechs sambil tersenyum. Rias dan Sona beserta anggotanya menjawab sapaan sang Maou dengan hormat.

"Nah karena tamu kita sudah tiba aku dan Sona akan memperkenalkan terlebih dahulu anggota kami." Kata Pewaris dari Klan Gremory diikuti anggukan oleh Sona beserta anggota keduanya.

Satu per satu dari mereka mulai memperkenalkan diri. Setelah selesai Naruto langsung memperhatika tiga orang yaitu Rias, Sona dan Issei.

"Jadi dia yang bernama Rias Gremory. Dan perempuan berkacamata itu adik dari Sera-chan." Pikir Naruto lalu menatap penasaran ke Issei. "Sepertinya orang bernama Issei itu terlihat mesum." Binggo tebakanmu benar Naruto dan kau akan segera mengetahuinya.

Tatapan Naruto kembali mengarah ke Rias. Grayfia yang melihat hal tersebut langsung berdehem pelan. "Naruto-san. Kau sudah mengetahui nama mereka. Sekarang giliranmu yang memperkenalkan diri beserta budak Iblismu." Kata Grayfia.

Naruto menarik nafas pelan. "Perkenalkan namaku Uzumaki-Namikaze Naruto namun aku lebih suka menggunakan Uzumaki Naruto. Jika ingin memanggilku cukup Naruto saja karena paling tidak suka yang namanya formalitas." Kata Naruto dengan nada normal namun lembut.

Rias yang mendengar perkenalan Naruto langsung memunculkan semburat merah di pipi mulusnya. "Jadi dia yang bernama Uzumaki-Namikaze Naruto. Auranya sangat menenangkan dan jika diperhatikan lebih jelas orangnya juga tampan." Pikir Rias dan semburat merah di pipinya semakin membesar.

Sirzechs dan Grayfia yang menangkap jelas semburat Rias kembali mengukir senyum dan membatin secara bersamaan. "Ternyata bukan hanya Naruto-kun, Rias juga terlihat tertarik dengannya."

"Bidakku adalah Raja dan mereka adalah anggota keluargaku. Dan aku luruskan, jangan pernah memanggil mereka budak iblisku karena mereka adalah anggota keluargaku." Kata Naruto lalu memberi kode untuk keluarganya.

"Aku Uzumaki Karin, Bishop dari Uzumaki Naruto dan salah sangka mengenai margaku karena aku adalah kakak perempuan dari Naruto." Rias sedikit terkejut mendengar marga dari Karin namun setelah mendengar penjelasan selanjutnya ia langsung menghela nafas lega.

"Hatake Kakashi, Knight dari Naruto. Hal yang kusuka kalian tidak perlu tahu begipula dengan yang tidak kusuka. Hobiku kalian belum cukup umur untuk mengetahuinya dan tujuanku masih belum terpikirkan." Semuanya langsung sweatdrop berjamaah mendengar perkenalan Kakashi minus keluarga Naruto serta Sirzechs dan Grayfia. "Ia hanya memperkenalkan nama dan bidaknya saja." Pikir semuanya.

"Sabaku Gaara, Rook dari Naruto. Tujuanku hanya satu, yaitu membantu keluarga baruku jika mendapat masalah." Kata Gaara memperkenalkan dirinya dengan wajah datar. Membuat semuanya kembali sweardrop minus Akeno yang terlihat merona melihat ketampan dari Gaara.

"Fufufufu...Dia terlihat tampan walaupun dengan wajah datarnya." Pikir Akeno masih dengan rona merah di pipinya.

"Nara Shikamaru, Bishop si durian montok. Hobiku tidur dan memandang awan. Merepotkan!" Kata Shikamaru memperkenalkan dirinya dengan malas ditambah wajah yang tidak berniat untuk hidup.

"Jangan memanggilku seperti itu Nanas brengsek!" Umpat Naruto kesal dibalas trademark andalan Shikamaru. "Mendokusai!"

"Rock Lee, Pawn dari Naruto, hobiku berlatih dan tujuan sama dengan Gaara." Kata Lee sambil mengacungkan jempol ditambah senyum andalannya sehingga memunculkan cahaya kuning dari giginya.

"Nah kalian sudah saling mengenal. Maka aku pamit dulu, aku dan Grayfia ingin melakukan sesuatu." Kata Sirzechs. Naruto dan Grayfia mengangguk paham mengenai apa yang dimaksud dari Sirzechs.

"Aku serahkan semuanya pada anda Rias-sama!" Kata Grayfia lalu ia dan Sirzechs mengaktifkan sihir keluarga Gremory lalu menghilang.

Setelah kepergian Sirzechs dan Grayfia. Rias memanggil salah satu anggotanya yaitu Issei. "Ada apa Buchou?" Tanya Issei.

"Kau antar keluarga Naruto-san ke apartemen yang disediakan Onii-sama di dekat kediamanmu." Jawab Rias dibalas anggukan oleh Issei. "Dan untuk keluarga Naruto-san kecuali Kakashi-san akan bersekolah di Kuoh Akademi." Tambah Rias dibalas anggukan oleh Naruto dan lainnya.

"Are~ kenapa cuman aku saja?" Tanya Kakashi mengankat tangannya.

"Itu karena Kakashi-san akan menjadi sensei di Kuoh Akademi dan besok adalah hari pertama kalian." Jawab Rias menjelaskan apa yang akan Kakashi kerjakan. Rias sudah mengetahui data lengkap mengenai semua keluarga Naruto. Sedangkan Kakashi hanya bisa menghela nafas panjang. "Haa...tidak di dunia Shinobi, tidak disini. Kenapa Aku harus menjadi sensei." Batin mantan Jounin Konohagakure tersebut.

"Karena semuanya sudah selesai, aku dan anggotaku pamit dulu Rias." Kata Sona lalu beranjak keluar ruangan diikuti anggotanya. "Kami pamit dulu!" Pamit seluruh anggota Sona.

"Baiklah! Kalian semua boleh pulang!" Kata Rias dibalas anggukan oleh semuanya.

Naruto dan keluarganya beranjak keluar dari ruang 'Klub Penelitian Ilmu Gaib' diikuti Kiba, Koneko dan Issei. Setelah berada di luar gedung Naruto berhenti membuat semuanya penasaran.

"Ada apa Naruto-san?" Tanya Issei.

Bukannya menjawab pertanyaan Issei, Naruto merentangkan kedua tangannya lalu perlahan sebuah Kekkai transparan muncul dan langsung menyelubungi gedung Klub Penelitian Ilmu Gaib.

"Aku hanya memasang Kekkai pendeteksi karena aku diberi tugas oleh Sirzechs-sama untuk menjaga adiknya." Kata Naruto. Semuanya yang mendengar hal itu hanya ber'oh'ria. Setelah itu mereka semua beranjak dari tempat tersebut.

.

Sementara di dalam ruang Klub Penelitian Ilmu Gaib yang tinggal menyisahkan Rias dan Akeno. Menghela nafas sejenak Rias lalu berkata. "Sepertinya kau tertarik dengan pria berambut merah itu Akeno?" Tanya Rias penuh seledik ditambah senyum licik menggoda miliknya.

Mendengar pertanyaan Rias, semburat merah langsung muncul di pipi Akeno dan dengan cepat ia langsung memalingkan wajahnya. "Fufufufu...ternyata kau menyadarinya Bochou?" Tanya Akeno, Rias hanya mengangguk mengiyakan.

"Kuakui ia memang tampan walaupun memiliki ekspresi datar. Tetapi bukan hanya aku, Bochou juga tertarik dengan King mereka." Balas Queennya dan sontak membuat Rias sedikit terkejut.

"A-Apa maksudmu Akeno?" Tanya Rias terbata-taba karena Akeno ternyata menyadari hal tersebut.

"Ara-ara...kau tak usah menyembunyikannya Rias." Jawab Akeno tidak lagi memanggil Rias dengan sebutan Buchou mengingat hal yang dibahas sudah menyangkut pria.

Semburat merah tipis langsung muncul di pipi Rias. "Aku memang tidak menyembunyikan sesuatu darimu Akeno." Kata Rias dibalas anggukan ditambah senyum oleh Akeno. "Entah kenapa perasaan malam itu kembali muncul namun sedikit berbeda saat aku melihat Naruto." Tambah Rias.

"Dia membuatku merasa nyaman dan terlindungi dengan Aura-nya."

"Ara~ara... "

"Tidak usah membahasnya. Aku mau tidur!" Potong Rias lalu berjalan ke arah kamarnya. Akeno hanya tersenyum melihat Rias lalu ikut berjalan ke arah kamar miliknya di Klub Penelitian Ilmu Gaib.

::

::

:: Lompoberang ::

::

::

Keesokan paginya, Naruto, Kakashi, Gaara, Shikamaru dan Lee terlihat sangat lesuh ditambah beberapa benjolan di kepala mereka. Sedangkan Karin berjalan dengan senyum yang mengembang. Itu karena tadi pagi Karin baru saja mendeklarasikan bahwa ia yang akan mengatur semua keperluan anggota keluarganya dan siapapun yang membantah akan mendapat jitakan 'kasih sayang'.

Saat ini mereka semua telah berada di depan gerbang Kuoh Akademi. Semuanya terlihat mengenakan seragam Kuoh kecuali Kakashi yang mengenakan jas untuk para sensei termasuk masker yang masih setia melekat di wajahnya. Gaara, Lee dan Karin mengenakan seragam mereka dengan rapi sedangkan Naruto dan Shikamaru membiarkan seragamnya terbuka sehingga menampilkan baju dalam mereka.

"Sudah kukatan perempuan memang merepotkan!" Umpat Sang Bishop dengan nada malasnya.."Kau benar!" Balas semuanya bersamaan.

"Kalian mengatakan sesuatu?" Tanya Karin dengan tatapan tajam yang siap memangsa siapapun yang melihatnya.

"Ti-tidak kok Nee-chan!" Umpat Naruto secepatnya agar mereka berempat tidak mendapat jitakan lagi.

Saat mereka memasuki area yang padat siswa dan siswi. Mereka langsung diteriaki bak seorang selebritis. Namun ada tiga orang yang mengutuk mereka kecuali Karin.

"KYAAA SIAPA MEREKA SEMUA!"

"KYAA YANG PIRANG ITU TAMPAN SEKALI...LEBIH TAMPAN DARI KIBA-KUN!"

"YANG BERAMBUT MERAH ITU JUGA TIDAK KALAH TAMPAN!"

"KYAAA MAUKA SALAH SATU DARI KALIAN MENJADI PACARKU!"

"TERKUTUKLAH KALIAN PARA PRIA TAMPAN SEDUNIA!"

"Haaahh...akhirnya aku mengerti apa yang dirasakan brengsek itu!" Pikir Naruto sembari mengingat-ingat orang yang sudah membuat keluarga barunya tewas di dimensi Shinobi. Menjadi terkenal memang hal yang merepotkan bagi Naruto. Ia benar-benar menyesal ingin terkenal seperti Sasuke sewaktu masih di Akademi shinobi.

"Ohayou Minna-san!" Sapa Rias yang menghampiri mereka.

"Ohayou Rias-san!" sapa balik mereka.

Tanpa disadari oleh Rias ternyata ia sudah berjalan di samping Naruto yang sontak membuat jantungnya berdetak dengan kencang. "Ada denganku kenapa jantungku berdetak lebih kencang!" Pikir Rias.

Tidak beda jauh dengan Rias, Naruto yang juga menyadarinya pun merasakan hal yang sama. "Perasaan apa ini? Kuharap bukan seperti yang pernah terjadi sebelumnya." Tanya Naruto dalam hatinya. Sang King berusaha agar menghilangkan perasaan tersebut karena ia pernah merasakan perasaan yang sama ketika berdekatan dengan dua orang perempuan.

Keduanya lalu saling menoleh dan ketika pandangan mereka bertemu. Keduanya langsung memerah karena jarak wajah mereka hanya berjarak 1 meter. Anggota keluarga Naruto yang melihat hal tersebut hanya tersenyum sambil membatin berjamaah.

"Sepertinya mereka saling tertarik satu sama lain."

"Dan kalau dipikir-pikir,perempuan bernama Rias hampir mirip dengan Kushina-neesan!" Pikir Kakashi sembari menerawang jauh untuk mengingat wajah Ibu dari King-nya.

Sepanjang perjalanan ke ruang kepala sekolah dihiasi teriakan histeris dari para siswi. Setelah sampai di kantor kepala sekolah, Rias berpamitan untuk pergi ke kelasnya. Setelah mengurus administrasi mereka. Naruto dan Shikamaru ditempatkan di kelas XII B yaitu kelas Rias dan Akeno. Sementara Lee, Gaara dan Karin ditempat di kelas XII A.

.

.

Setelah jam pelajaran berakhir. Rias memanggil seluruh anggota iblisnya begitu juga dengan Naruto dan keluarga. Di ruang penelitian Klub Penelitian Ilmu Gaib semuanya sudah berkumpul kecuali Naruto dan Kakashi.

Rias tengah duduk di kursi miliknya. Kiba, Koneko dan Issei duduk di sofa dan di depan mereka Lee, Gaara dan Karin duduk. Sedangkan Shikamaru bersandar pada dinding di samping jendela dengan wajah tidak niatan untuk hidup.

"Kemana sih King dan Knight merepotkan itu?" Gerutu Shikamaru dengan nada malasnya. Semuanya hanya menggeleng pelan menjawab pertanyaan Shikamaru.

"Ano...Buchou memangnya kita mau melakukan apa?" Tanya Issei.

"Tunggu sampai Naruto-kun dan Kakashi-sensei tiba baru akan kejelaskan." Jawab Rias. Sontak semua orang yang berada di ruangan itu langsung tersentak.

"Kun! Kun! Sepertinya Buchou menyukai Naruto-san/senpai." Pikir anggota Rias.

"Baru dua hari berada di dunia manusia. Sudah ada gadis cantik yang menyukai Naruto. Kau benar-benar penuh dengan kejutan Naruto." Pikir Gaara dan Shikamaru yang sependapat.

Salah satu pintu di ruangan tersebut terbuka lalu Akeno masuk sambil membawa troli yang di atasnya terdapat cemilan dan teh buatannya. "Ara~ara ternyata mereka belum tiba." Kata Akeno.

Akeno mulai menyajikan teh kepada semuanya. Saat ia menyajikan teh untuk Gaara, Akeno terlihat malu-malu dan terlihat sedikit rona merah di pipinya. "Si-silahkan tehnya Gaara-san!" Kata Akeno sedikit malu-malu.

"Hn, Arigatou!" Balas Gaara. Rias yang melihat tingkah Akeno tersenyum.

Rias yang melihat tingkah Akeno tersenyum."Akhirnya ada juga pria yang bisa membuat Akeno menjadi malu-malu." Pikir Rias namun entah kenapa setelah memikirkan hal tersebut seorang pria bersurai pirang jabrik langsung terlintas di pikirannya. Sontak hal tersebut langsung membuat pipinya merona tipis.

Tak berselang lama, pintu masuk Klub Penelitian Ilmu Gaib terbuka dan masuklah Naruto dan Kakashi. "Kalian dari mana saja, Naru...Kakashi-sensei?" Tanya Karin dengan nada membentak.

"Gomen..Gomen...Tadi aku dan Kakashi-sensei bertemu dengan kucing hitam, karena takut kena sial kami mengambil jalan memutar dan tersesat di jalan bernama Kehidupan...benarkan Kakashi-sensei." Kata Naruto WaTaDos, Kakashi mengangguk pelan menginyakan. Sedangkan yang lain hanya sweatdrop mendengar alasan keduanya.

"Alasan macam itu." Pikir Rias dan anggotanya sambil sweatdrop.

"Nah berhubung Naruto-kun dan Kakashi-sensei sudah tiba aku akan menjelaskan mengenai sistem kerja Iblis." Kata Rias.

"Yah mohon bantuannya Rias. Karena kami hanya dijelaskan mengenai Great War oleh Sirzechs-sama." Balas Naruto lalu mengambil posisi di samping Shikamaru. Sedangkan Kakashi sudah melakukan aktivitas kramatnya yaitu membaca buku Icha-Icha Paradise.

Rias mulai menjelaskan mengenai sistem kerja Iblis. Seluruh anggota keluarga Naruto hanya mengangguk paham minus Kakashi yang masih bekutat dengan buka keramatnya. Setelah selesai Naruto dan keluarga pamit untuk undur diri diikuti Kiba, Koneko dan Issei.

Sesampainya di apartemen mereka. Shikamaru dan Gaara langsung duduk di sofa ruang santai apartemen mereka sedangkan Lee memilih latihan di GYM. Apartemen yang diberikan Sirzechs memang sangat besar. Terdapat 10 ruang tidur yang semuanya terletak di lantai 2 dan 3. ruang makan dan bersantai yang sangat luas, dapur yang lumayan luas dengan perabotan masak yang lengkap. Di bagian belakang terdapat GYM dan kolam renang.

"Kemana yang lain Shika?" Tanya Gaara sambil memandang sekeliling ruangan dan tidak mendapati anggota keluarganya yang lain kecuali si Nanas.

"Karin sedang mempersiapkan makan malam dan Lee lagi berolahraga." Jawab Shikamaru yang sedang tiduran pada Sofa di depan Gaara. "Kalau Kakashi-sensei mungkin sedang melakukan aktivtas andalannya." Tambahnya.

"Naruto?" Tanya Gaara.

"Aku tidak tahu, mungkin ia berada di taman yang berada diatas apartemen kita." Jawab Shikamaru dengan nada malasnya. Sedetik kemudian raut wajahnya langsung berubah serius lalu berkata.

"Naruto mungkin berusaha untuk menahan perasaannya terhadap gadis berambut merah itu. Saat di Klub Penelitian Ilmu Gaib Naruto terus membuang muka ketika gadis berambut merah itu menatapnya."

"Dia mungkin tidak ingin mengalami kejadian yang sama untuk kedua kalinya." Kata Karin yang tiba-tiba datang dengan 3 kaleng Softdrink di tangannya.

Karin lalu mengambil posisi duduk di sofa tunggal lalu berkata. "Naru tidak ingin lagi kehilanga orang yang ia cintai. Aku bisa menebak kalau cinta Naru mulai tumbuh pada Rias-san begitupula sebaliknya.."

"Hn. Dan Naruto pasti tidak ingin Rias-san berada di dekatnya agar aman." Kata Gaara. Dibalas anggukan oleh Karin dan Shikamaru. "Tetapi memendam perasaan itu lebih menyakitkan daripada merasakan kehilangan." Kata Shikamaru sambil bangkit lalu mengambil Softdrink yang dibawa Karin.

"Kalau begitu biar aku yang berbicara pada Naruto." Ketiganya langsung menoleh ke arah Kakashi yang sedang bersandar di dinding sambil membaca buku.

"Kakashi-sensei/Kakashi!" Kata ketiganya bersamaan. "Kalian harus tahu. Jika King keluarga kita seperti itu terus maka akan berdampak buruk pada keluarganya." Kata Kakashi dibalas anggukan oleh ketiganya.

.

.

Saat in Naruto tengah duduk di salah satu bangku taman yang terletak di atas apartemen. Sambil memandangi langit yang dipenuhi bintang ia terus kepikiran dengan Rias. Di satu sisi ia memang mulai menyukai Rias namun di sisi lainnya ia tidak ingin mengalami kejadian yang sama untuk kedua kalinya dimana ia harus kehilangan orang yang sukai.

"Kaa-san, Tou-san, Ero-sennin. apa yang harus kulakukan?" Gumam Naruto.

"Lakukan saja apa yang dikatakan oleh hatimu Naruto!" Naruto menoleh ke belakang dan mendapati Kakashi tengah berdiri sambil membaca buku kramatnya. "Kakashi-sensei!" Kata Naruto.

"Yooo!" Balas Kakashi sambil menampilkan eye smile miliknya.

"Apa yang kau pikirkan Naruto? Beritahu aku. Mungkin aku bisa membantumu." Kata Kakashi. Walaupun ia sudah mengetahui apa yang Naruto pikirkan. Kakashi tetap menanyakannya.

"Tidak ada! Aku hanya-"

"Jangan berbohong. Aku sudah lama bersamamu Naruto. Apa mengenai gadis bernama Rias itu." Potong Sang Knight dengan cepat membuat Naruto sedikit terkejut.

Naruto mengangguk pelan lalu mengembalikan pandangannya ke arah langit. "Tetapi aku takut. Kejadian yang sama akan kembali terulang. Dimana aku kehilangn orang yang berharga bagiku." Kata Naruto.

"Maka dari itu. Kau harus melindungi orang yang berharga bagimu. Memang dulu kau tidak kuat. Tetapi sekarang berbeda dimana kau bisa dibilang sangat kuat." Balas Kakashi lalu menghampiri Naruto yang masih setia duduk sambil memandangi langit.

Kakashi lalu menepuk pundak Naruto membuat sang empunya mendongak ke arah Kakashi. "Berhentilah melihat kebelakang melainkan kau harus melihat ke arah depan." Kata Kakashi.

Mendengar perkataan Kakashi, Naruto memiringkan bibirnya lalu berkata. "Bukannya aku sudah mengatakan hal itu-"

"Dalam artian hidup bukan dalam hal cinta, Baka!" Potong Kakashi membuat Naruto bingung sambil memiringkan kepalanya. "Kau memang sudah melupakan semua hal yang terjadi di dimensi kita kecuali satu yaitu dimana kau masih takut jika ada seseorang yang sangat dekat denganmu terluka." Ceramah Kakashi.

Satu persatu perkataan Kakashi mulai Naruto cerna dalam otaknya. Perlahan satu demi satu ingatan mengenai dua wanita yang dulu Naruto cintai mulai tergantikan dengan seorang wanita berambut merah Crimson yang tergerai hingga pahanya. Wajah cantik yang dibingkai sebuah pony yang mengingatkan Naruto pada sosok Uzumaki Kushina, Kaa-sannya.

"Arigatou Kakashi-sensei!" Kata Naruto lalu mengukir sebuah senyum selebar-lebarnya. "Tak usah dipikirkan. Sudah tugasku serta yang lain untuk mendukung King keluarga kami." Kata Kakashi dibalas anggukan oleh Naruto.

Sementara itu di alam bawah sadar Naruto. Kurama yang masih belum bisa bergerak ataupun berbicara pada Naruto karena masih dalam masa pemulihan efek dari pertarungan terakhirnya bersama Naruto melawan Sasuke, Walaupun tidak bisa bergerak ataupun berbicara ia masih bisa merasakan apa yang Naruto rasakan. Akhirnya ikut tersenyum.

"Akhirnya bocah bodoh ini sadar juga." Batin Kurama lalu kembali berkonsentrasi untuk memulihkan tubuhnya.

"Kalau begitu aku masuk dulu. Karin mungkin sudah menyiapkan makan malam." Kata Kakashi.

"Bilang ke yang lain. Aku akan segera menyusul." Balas Naruto dibalas anggukan oleh Kakashi.

Kakashi lalu beranjak dari samping Naruto dan berjalan menuju ke pintu untuk masuk ke dalam apartemen. Setelah Kakashi masuk Naruto mengeluarkan ke-6 pasang sayap iblisnya lalu terbang meninggalkan apartemen.

::

::

:: Lompoberang ::

::

::

Naruto mendarat di dekat sebuah jembatan dan menghilangkan ke-6 pasang sayap Iblisnya lalu berjalan ke arah jembatan. Setelah berada di atas jembatan Naruto menoleh ke bawah karena merasakan aura Datenshi dan mendapati seorang pria tengah memancing.

Naruto melompat turun dan menghampiri pria tersebut. "Ne, ada apa?" Tanya pria tersebut yang menyadari kedatangan Naruto. "Apa tidak salah seorang Datenshi lebih memilih memancing." Jawab Naruto dengan nada serius membuat pria tersebut terkekeh pelan.

"Ini adalah hobiku Iblis-kun. Dan dilihat dari level kekuatanmu sepertinya kau bukan Iblis sembarangan." Kata Pria tersebut.

"Begitu juga denganmu Ossan." Jawab Naruto datar lalu menaikkan tekanan kekuatan Iblisnya. Sontak membuat pria tersebut langsung merasakan kekuatan yang sangat besar.

"Ke-kekuatan macam apa ini. Apa orang ini yang dimaksud Sirzechs." Pikirnya. Dengan cepat ia langsung bertanya ke Naruto.

"A-apa kau Iblis yang bernama Uzumaki Naruto?"

"Ba-bagaiman kau mengetahui namaku? Dan siapa kau sebenarnya?" Tanya Naruto balik mengingat ia baru beberapa hari tetapi seorang Datenshi sudah mengetahui identitas dirinya.

"Aku mengetahui dari Sirzechs dan perkenalkan. Aku Azazel, Gubernur Datenshi." Jawab Azazel membuat Naruto terkejut dan langsung menurunkan kekuatan Iblisnya.

"Maaf kalau begitu Azazel-san." Kata Naruto pelan karena secara tidak sengaja mengancam salah satu pemimpin salah satu Fraksi. "Sudah kuduga ia bukan orang sembarangan." Pikir Naruto.

"Tidak apa Naruto-san!" Balas Azazel lalu tersenyum ke Naruto. "Lagipula aku sudah mengetahui semuanya dari Sirzechs kalau Naruto-san adalah orang yang berniat menghentikan perang ini." Tambah Azazel.

"Ya itu benar. Tetapi kenapa anda bisa kenal dengan Sirzechs-san yang notabene adalah Maou Lucifer pemimpin dari fraksi Iblis?" Tanya Naruto.

"Aku dan Sirzechs adalah teman."

"Dan tenang saja, aku bukan musuh walaupun aku adalah Gubernur Datenshi. Itu karena aku sudah menyerah untuk berperang-" Azazel menjeda kalimatnya sambil memasang wajah cerianya seperti biasa. "-dan memilih untuk hidup tenang dan damai." Sambung Azazel.

Naruto menyipitkan kedua matanya. "Apa aku harus-"

"Sudah kubilang aku sudah menyerah untuk berperang." Potong Azazel serius dan akhinya Naruto mulai mempercayai perkataan Azazel. Ia lalu mengambil posisi duduk di samping Azazel.

"Kalau boleh aku tahu. Apa kau sudah mempunyai rencana mengenai cara untuk menghentikan perang ini Naruto-san?" Tanya Azazel.

"Untuk saat ini aku belum mempunyai rencana. Namun aku sudah mendapat kepercayaan dari Maou Lucifer serta Daiyondai Maou yang lain." Jawab Naruto. "Dan satu lagi, cukup kau panggil namaku saja. Tidak usah menambahkan embel-embel karena aku jijik yang namanya formalitas." Tambahnya.

Azazel mengangguk pelan sambil terkekeh. "Hahaha... kalau begitu panggil aku dengan namaku juga." Naruto mengangguk paham. "Dan sebagai Gubernur dari Datenshi. Aku Azazel akan memberimu kepercayaan dari pihak Datenshi." Tambah Azazel membuat Naruto sedikit tersenyum pasalkan ia sudah mendapatkan kepercayaan dari dua fraksi.

"Namun jika aku mendapati bawahanmu menyerang keluarga ataupun temanku. Aku tidak segan-segan untuk mempertemukannya dengan Shinigami no baka." Kata Naruto kembali menaikkan kekuatan Iblisnya membuat Azazel kembali sesat nafas ditambah keringat dingin yang mengucur di keningnya.

"Ya lakukan saja sesukamu. Lagipula mereka adalah bawahan yang sulit diatur." Kata Azazel mencoba setenang mungkin. Mendengar hal tersebut Naruto menurunkan tekanan Iblisnya. "Apalagi jika kau memintanya aku akan berpikir ratusan kali. Dan apa-apaan itu memanggil Shinigami dengan sebutan Baka, benar-benar orang yang menarik." Pikir Azazel.

Setelah mendapatkan kepercayaan dari Azazel. Naruto meminta ke pemimpin Datenshi tersebut untuk menceritakan mengenai Datenshi lebi detail. Dengan senang hati Azazel menceritakan semua mengenai Datenshi bagaimana mereka bisa terjatuh dari surga. Naruto juga meminta Azazel untuk menjelaskan mengenai Sacred Gear. Bukan hanya itu, Naruto juga mendapatkan sesuatu mengenai Azazel yaitu ia mempunya sifat mesum.

Setelah bercerita beberapa lama seorang pemuda berambut perak dengan mata biru gelap bernama Vali Lucifer pemegang Sacred Gear dari 13 Longinus [Divine Divinding] yang didalamnya bersemayam salah satu Heavenly Dragon Albion atau sering disebut Hakuryuuko.

"Oh Vali! Ada apa?" Sapa Azazel dengan wajah cerianya seperti Naruto hanya melirik Vali melalui ekor matanya.

"Hanya mampir saja dan kulihat kau mempunyai teman baru." Jawab Vali masih dengan pose coolnya membuat Naruto teringat pada seseorang.

"Oh dia!" Azazel menunjuk Naruto lalu berkata. "Dia hanya Iblis biasa namanya Uzumaki Naruto." Azazel langsung menghela nafas ketika melihat Vali menyeringai.

"Jangan lagi Vali." Batin Azazel.

"Iblis biasa? Tetapi aku merasakan ia mempunyai kekuatan yang besar." Kata Vali lalu menunjuk Naruto sambil menyeringai. "Namamu Naruto kan. Aku sedikit tertarik denganmu." Kata Vali membuat Azazel menghela nafas untuk kedua kalinya. Sedangkan Naruto yang mendengar hal itu langsung mengambil posisi bertahan lalu berkata.

"Hoi-Hoi...Aku masih normal." Vali yang mendengar perkataan Naruto langsung kesal lantasan Naruto mengira dirinya adalah Guy.

"Bwaahahahaha...Tidak kusangka kau ternyata mempunyai kelainan Vali...Hahahahah!" Kata Azazel sambil tertawa terbahak-bahak sambil memukul-mukul pahanya. Ia juga tahu apa yang Naruto maksud.

Sontak Vali langsung memasang wajah sebal ke arah keduanya lalu berkata. "Tck! Bukan itu maksudku Sialan!" Umpat Vali.

"Lalu?" Tanya Naruto polos.

"Aku tertarik bertarung denganmu Naruto!" Jawab Vali yang kini raut wajahnya terlihat serius.

Azazel yang tadinya tertawa akhirnya sweatdrop setelahnya. "Haaaah sudah kuduga! Dasar maniak bertarung." Umpat Azazel kesal di dalam hatinya.

Naruto bengkit dari acara duduknya lalu berbalik ke Vali sambil menyeringai. "Karena aku sudah lama tidak berlatih maka aku menerima tantanganmu, Vali." Kata Naruto diakhiri penekanan berat bagaikan besi.

"Hora~Hora...kalau ingin bertarung jangan disini." Umpat Azazel kesal lalu ikut berdiri. "Sebaiknya kita ke hutan lagipula aku ingin melihat kemampuanmu Uzumaki Naruto." Tambah Azazel sambil menyeringai dibalas senyum tipis namun terlihat seperti sebuah seringai bagi Azazel dan Vali.

Ketiganya lalu beranjak dari tempat itu dan menuju ke arah bukit tidak jauh dari tempat itu.

.

.

.

::~~~ TBC ~~~::


Balasan untu Review Minna-san...

- Di Fict ini cuman dua Dimensi yaitu Shinobi dan DxD. Walaupun dunia Shinobi tidak mendapat bagian lagi.

- Mengenai sistem Peerage yang apabila Naruto dan Rias akan menikah (mungkin) keduanya tetap tidak menggabungkan Peerage mereka.

- Untuk Pair Peerage Naruto, udah ada satu yang terlihat yaitu Gaara dan Akeno.

- Sebagian besar Review menginginkan Kuroka yang menjadi Queen Naruto, Lompoberang akan memikirkan hal tersebut.

- Untuk adegan Action udah terjawab di akhir Chapter ini jadi akan terjadi di Chapter depan. Jadi yang sabar yaaaa...

- Sebenarnya Lompoberang sedikit bingung mengenai Bidak kosong Peerage Naruto, banyak yang mengusulkan untuk mengambil dari Anime lain. Jujur saja Lompoberang cuman tahu beberapa Anime/Manga jadi lumayan sulit untuk mengambil Character dari Anime lain.

Mungkin itu saja yang perlu dibahas mengenai Review Minna-san. Untuk Chapter ini mohon tinggalkan jejak berupa Review... Arigatou.


:::::::::

.

.

See You at Next Chapter and Another Fict Lompoberang

:::LOMPOBERANG :::

:::LOG OUT :::