CHAPTER 5 OUT!
Naruto X Highschool DxD Croosover
..:: Naruto © Masashi Kishimoto ::..
..:: Highschool DxD ©Ichie Ishibumi ::..
..:: Second Chance in Another Dimension © Lompoberang ::..
Warning : Typo and Miss Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (mungkin),
GaJe, Ancur, OOC, OC, GodlikeNaru, StrongTeamNaru, Etc.
Rate : M
Genre : Adventure - Romance – Family – Friendship - Supernatural - Mistery – ETC.
Pair : Naruto X Rias – Issei X Raynare X Asia X ?– ?
A/N : Cerita ini murni Fiction, apabila ada kesalahan mohon dimaklumi, Ide dan alur cerita terinspirasi dari beberapa Fictdan ditambah imajinasi dari otak Lompoberang yang rada-rada Error. Dan mohon maaf bila ada kalimat atau pernyataan yang mengakut keagamaan karena ini hanya dibuat untuk menghibur.
Notification
Tuhan yang dimaksud disini adalah Tuhan dalam Anime
"Abcd." = Human Talking.
"Abcd." = Human Thinking/Telepati.
"Abcd." = Monster, Bijuu, Dragon Talking and Jutsu/Magic
"Abcd." = Monster, Bijuu, Dragon Thinking/Telepati.
[Abcd] = Sacred Gear.
::
::
..:: CHAPTER 5 ::..
Di sebuah hutan yang sudah dilindungi oleh Kekkai terlihat Naruto dan Vali terlihat berdiri sambil memandang satu sama lain, dan tidak jauh dari mereka Azazel tengah duduk bersantai di atas sebuah dahan pohon.
"Nah mari kita lihat kemampuanmu Naruto." Pikir Azazel sambil memandang Naruto yang masih mengenakan seragam Kuoh miliknya.
"Albion bersiaplah! Karena sepertinya kita mendaptkan lawan yang lumayan kuat." Kata Vali melalui telepati kepada Partnernya Albion.
"Berhati-hatilah Vali, sepertinya ia bukan Iblis sembarangan." Kata Albion pada Vali.
"Mari kita mulai Naruto!" Kata Vali lalu mengambil ancang-ancang untuk masuk kedalam mode Balance Breaker miliknya. "Balance Breaker!"
[Vanishing Dragon Balance Breaker]
Di punggung Vali langsung keluar sebuah sayap mekanik berwarna putih biru dan perlahan tubuhnya Vali ditutupi sebuah Armor putih. Melihat hal tersebut Naruto langsung memunculkan sihir keluarga Uzumaki kakinya yaitu :
Sebuah lingkaran yang didalamnya terdapat pola Hexagram yang masing-masing ujungnya menyentuh lingkaran tersebut, di bagian tengah terdapat aksen pusaran air yang dikelilingi simbol sihir. Sementara di setiap pola segitiga Hexagram terdapat simbol Hiraishin dan beberapa simbol lain yang masih berkaitan dengan dunia supranatural. (Bayangin saja sendiri bagaimana polanya tersebut).
Lingkaran sihir tersebut lalu terangkat dan melewati tubuh Naruto sehingga pakaiannya kini berganti menjadi T-shirt hitam dan celana panjang hitam serta sepatu bot hitam. Di tutupi jubah putih berlengan pendek dengan aksen jilatan api hitam di ujung lengan dan bagian bawah. Dan di bagian punggung terdapat gambar pusaran air yang dikelilingi empat simbol Hiraishin yang membentuk persegi. (AN : Ini bukan lingkaran sihir keluarga Naruto begitupula di chapter sebelumnya)
"Aku tidak pernah melihat lingkaran sihir seperti itu." Pikir Azazel dan Vali bersamaan.
"Sepertinya kau orang yang menarik Uzumaki Naruto!" Gumam Vali.
Sedangkan Naruto hanya menatap datar Vali yang sudah mengenakan Armor Hakuryuuko sambil membatin. "Apa itu Balance Breaker? Aku akan menanyakan hal ini pada Azazel setelah pertarungan ini."
Karena merasa bosan untuk menunggu. Vali langsung terbang rendah ke arah Naruto sambil mempersiapkan pukulan tangan kanannya. Dengan sigap Naruto menahan pukulan tersebut dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada sehingga membuatnya sedikit terdorong ke belakang.
"Lumayan!" Gumam Vali.
Dan tanpa diduga oleh Vali, Naruto langsung melesat ke arah Vali dan menyarankan beberapa pukulan ringan. Beberapa pukulan berhasil dihindari oleh Vali.
Duagh!
Sebuah Uppercut tangan kanan langsung bersarang di Armor bagian perut Vali sehingga membuatnya memuntahkan darah segar. Namun Vali tidak tinggal diam dan langsung membalas pukulan Naruto dengan tangan kirinya.
Zwuush!
Dengan sigap Naruto memiringkan kepala ke kiri untuk menghindari pukulan Vali, Ia lalu melakukan Low Kick sehingga membuat Vali kehilangan keseimbangan dan langsung mendapat tendangan selanjutnya di bagian perut dari Naruto.
Kraak!
Armor bagian perut Vali langsung retak ketika terkena tendangan dari Naruto. Dengan cepat Vali langsung melompat mundur sambil memegang perutnya.
"Menarik! Sungguh menarik!" Gumam Vali dengan nada datarnya.
"Hanya dengan tendangan biasa mampu membuat Armor milik Vali retak. Benar-benar kekuatan yang mengerikan." Gumam Azazel.
"Vali berhati-hatilah dengan serangannya. Hanya dengan tendangan biasa bisa membuat Armor milikmu retak." Kata Albion melalui Telepati. Vali hanya menyeringai dibalik topengnya membalas perkataan Albion.
Dengan cepat Vali langsung terbang tinggi ke atas langit lalu mengarahkan tangan kanannya ke arah Naruto. Tidak tinggal diam Naruto menciptakan lingkaran sihir kecil di tangan kanannya lalu mengeluarkan dua kunai bercabang tiga.
"Sial! Dia berada di luar jangkauanku. Jadi aku harus menggunakan kunai." Pikir Naruto sambil memegang dua kunai bercabang tiga miliknya.
"Apa yang kau lakukan dengan dua benda kecil itu?" Tanya Vali. Naruto hanya membalas dengan wajah datar sambil memegang erat kedua kunai tersebut.
Sebuah cahaya kebiruan mulai tercipta di telapak tangan Vali dan langsung dilempar ke arah Naruto. Cahaya tersebut lalu berubah menjadi sebuah aliran petir yang langsung menuju ke arah Naruto yang dengan cepat langsung melempar salah satu kunainya ke arah Vali.
Duaar!
Ledakan yang cukup besar langsung tercipta di tempat Naruto sedangakan Vali hanya memandang datar kunai yang mengarah ke dirinya. Vali langsung terkejut ketika Naruto tiba-tiba muncul di depannya.
"C-cepat sekali." Batin Vali.
Tidak jauh beda dengan Vali, Azazel yang melihat hal tersebut pun ikut terkejut dengan kecepatan yang dimiliki Naruto. Ia lalu menoleh ke arah bekas ledakan dan mendapati kawah kosong. "Kecepatan macam apa itu." Pikir Azazel syok melihat kecepatan dari Naruto.
Duagh! Zwuush! Duaar!
Naruto langsung melayangkan pukulan keras yang diarahkan ke kepala Vali sehingga membuat Vali terpental dan menghantam tanah dengan kerasnya hingga menyebabkan helm dari armornya menjadi pecah.
"Ternyata menjadi Iblis menambah kekuatan fisik dan kecepatan dari Hiraishin." Pikir Naruto sedikit kagum karena ini pertama kalinya ia bertarung semenjak menjadi Iblis.
Tap!
Naruto mendarat dengan sempurna di dekat Vali yang ternyata sudah bangkit kembali. "Menarik! Benar-benar menarik!" Kata Vali agak keras lalu mengusap darah di sudut bibirnya.
"Haaaa?" Naruto menaikkan sebelah alisnya menanggapi perkataan Vali.
"Aku akan mulai serius!" Kata Vali dan perlahan armornya kembali pulih seperti semula.
Setelah pulih, Vali langsung melesat ke arah Naruto. Sesampainya di depan Naruto ia langsung melancarkan pukulan tangan kanan. Namun sebelum pukulan tersebut mengenai Naruto, Si pirang menghilang diikuti seberkah kilatan kuning.
"Apa! Cepat sekali!" Gumam Vali dan Azazel bersamaan.
Naruto muncul tepat di atas Vali dan bersiap melakukan pukulan tangan kiri. Namun Vali menyadari hal tersebut dan langsung bergeser ke samping sambil menciptakan sihir berwarna putih.
"Terima ini!" Gumam Vali lalu menembakkan sihir berukuran sedang tersebut ke arah Naruto.
Duar!
Sebuah ledakan kecil langsung tercipta setelah sihir Vali mengenai Naruto. Setelah kepulan asap menghilang terlihat Naruto masih berdiri dengan kokoh di tengah-tengah sebuah kawah kecil namun beberapa bagian bajunya robek. Terlihat Aura kuning keemasan perlahan menghilang dari tubuh Naruto.
"Hah...Haah...Untung aku masih sempat menggunakan aura Iblisku sebagai pertahanan. Kalau tidak tubuhku pasti hancur terkena serangannya." Batin Naruto lalu menutup kedua matanya.
"Baiklah kalau begitu aku juga akan serius." Gumam Naruto lalu membuka kedua matanya.
Vali dan Azazel langsung menatap horor iris merah darah dengan 3 tomoe yang berputar milik Naruto. "Kekuatannya sedikit meningkat setelah bola matanya berganti menjadi seperti itu." Gumam keduanya.
"Ini pertama kalinya aku menggunakan Sharingan. Mari kita lihat seberapa hebat mata kebanggaan Uchiha ini." Pikir Naruto lalu berlari dengan kecepatan di atas rata-rata ke arah Vali.
Vali tidak tinggal diam dan langsung terbang rendah ke arah Naruto. Aura putih dan kuning keemasan langsung menghiasi arena pertarungan dimana Naruto dan Vali sili berganti menyerang lawan masing-masing. Azazel yang melihat pertarungan hanya bisa terkagum-kagum melihat Naruto bisa mengimbangi Vali yang sudah masuk dalam mode Balance Breaker.
Sreet! Tap!
Naruto sedikit terdorong kebelakang setelah mendarat sedangkan Vali berhasil mendarat dengan baik. Setelah beberapa detik Naruto kembali berlari ke arah Vali namun kali ini dengan sesuatu berbentuk bola berwarna kebiruan yang Naruto ciptakan dari energi Iblisdi tangan kanannya.
"Apa itu?" tanya kedunya yang pertama kali melihat sesuatu yang mirip dengan sebuah bola. Tidak mau mengambil resiko, Vali langsung mengarahkan tangan kanannya ke arah Naruto.
[Divide]
Sebuah suara mekanik keluar dari sayap Vali dan perlahan sesuatu berbentuk boladi tangan Naruto langsung menghilang sehingga membuat Naruto langsung berhenti dan menatap penuh penasaran ke Vali.
"Itu adalah satu kemampuan Sacred Gear milikku, [Divine Dividing]. Dimana setiap sepuluh detik, itu akan memisahkan kekuatan siapapun yang kusentuh dan menyerap kekuatannya." Jelas Vali.
"Begitu rupanya." Balas Naruto datar.
Vali lalu mengambil ancang-ancang untuk melesat dan perlahan kedua sayapnya bercahaya dan mengeluarkan serpihan-serpihan cahaya kecil. Sedangkan Naruto hanya memasang kuda-kuda waspada.
"Majulah Vali/Naruto!" Ucap keduanya bersamaan.
Vali langsung terbeng dengan kecepatan tinggi sedangkan Naruto hanya berlari kedepan. Gerakan slow motion pun terjadi ketika Naruto berada di depan Vali, Sang Hakuryuuko bersiap memukul Naruto dengan tangan kanannya.
Beberapa senti sebelum pukulan Vali mengenai perutnya, Naruto kembali menciptakan sesuatu yang sempat dihilangkan oleh kemampuan dari Sacred Gear [Divine Divinding] di tangan kananya lalu menghilang diikuti seberkah kilatan kuning yang sontak membuat Vali dan Azazel kembali terkejut.
"Rasengan!"
Duar! Braak!
Naruto muncul tepat di atas Vali dan langsung menghantamkan Rasengan miliknya di punggung Vali. Sebuah ledakan kecil langsung tercipta berserta sebuag kawah kecil ketika Vali menghantam tanah beserta efek dari serangan andalah Naruto sewaktu masih menjadi shinobi.
Kraak!
Armor milik Vali langsung hancur lalu terkapar di tengah-tengah kawah tersebut. sedangkan Naruto berdiri di sampingnya sambil memegang kunai bermata tiga yang entah kapan ia munculkan.
"Hiraishin atau Flying Thunder God adalah salah satu kekuatan Iblis milikku dimana aku bisa berpindah sesuka hatiku hanya dalam sekejap mata." Jelas Naruto sambil menonaktifkan Sharingan miliknya lalu mengancam Vali dengan kunai di tangan kirinya entah kapan ia munculkan tadi. "Menyerah?" Tanya Naruto.
"Sial! Aku menyerah." Umpat Vali kesal mengingat posisinya saat ini tengah bertelungkup dan Naruto berada di atasnya dengan kunai yang diarahkan ke belakang kepalanya. Bisa dibilang posisinya kini sangat tidak menguntungkan. Jika ia tidak menyerah, Naruto akan melakukan sesuatu dengan kunai tersebut. Jadi pilihan satu-satunya adalah menyerah walaupun ia merasa kesal dan berat mengatakan hal tersebut.
Naruto lalu menghilangkan kunai miliknya kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu Vali. Dengan berat hati Vali menerima uluran tangan Naruto. Sementara itu Azazel yang melihat hal itu hanya tersenyum melihat Vali untuk pertama kalinya mengatakan menyerah.
"Aku tidak menyangka kau bisa membuat Vali babak belur." Kata Azazel yang berjalan menghampiri keduanya.
"Lain kali aku akan menantangmu kembali Naruto-senpai! Kau hanya beruntung hari ini." Umpat Vali dengan nada kesal. Sedangkan Naruto dan Azazel sedikit terkejut mendengar Vali memanggil Naruto dengan sebutan senpai.
"Senpai?" Tanya Naruto sambil menautkan alisnya.
"Itu adalah penghormatan untukmu karena telah membuatkau menyerah." Jawab Vali dengan nada dan raut wajah yang kesal. "Ya terserah kau saja Maho." Balas Naruto ketus mambuat Vali kembali kesal untuk kesekian kalinya sehingga hilangnya Image Cool pemilik dari salah satu Heavenly Dragon bernama Albion.
"Aku akan menunggunya Vali!" Kata Naruto lagi yang menerima tantangan dari Vali untuk bertarung sakali lagi lalu mengukir senyum tipis namun terlihat seperti sebuah seringai bagi Vali dan Azazel.
"Benar-benar orang yang menarik." Batin Azazel.
Vali kembali mengeluarkan sayap mekanik berwarna putih dan biru miliknya. "Jaa nee...Azazel, Naruto-senpai!" Kata Vali datar lalu terbang menembus Kekkai yang dibuat Azazel.
"Hey Naruto, bisa jelaskan mengenai matamu yang tadi?" Tanya Azazel.
"Itu tadi merupakan salah satu kekuatan dari Sacred Gear milikku bernama [Cursed Eyes]. Dimana ketika aku mengaktifkannya aku bisa melihat gerakan lawanku beberapa detik lebih lambat dibandingkan perlihatan normal." Jelas Naruto.
Azazel yang mendengar penjelasan dari Naruto langsung memasang wajah penuh tanda tanya karena ini pertama kalinya ia mendengat Sacred Gear milik Naruto. "Aku tidak pernah mendengarnya dan lalu apa bentuk dari Sacred Gear milikmu itu?" Tanya Azazel kembali.
"Yang kutahu Sacred Gear adalah sebuah alat yang mempunyai wujud benda padat. Namun aku tidak melihat apapun di tubuhmu yang terlihat seperti Sacred Gear."
"Itu karena Sacred Gear milikku adalah tubuhku sendiri." Jawab Naruto membuat Azazel terbelalak kaget. "Bisa kau jelaskan lebih detail lagi mengenai Sacred Gear?" Pinta Naruto.
Azazel mengangguk paham lalu mulai menjelaskan mengenai Sacred Gear, termasuk 13 Longinus yaitu 13 Sacred Gear yang mampu membunuh Tuhan (Anime) yang sontak membuat Naruto terkejut. Tidak lupa Azazel menjelaskan mengenai Dua Heavenly Dragon yaitu Albion sang Hakuryuuko yang dimiliki Vali orang yang barusan Naruto kalahkan.
Dan yang kedua Ddraig sang Sekiryuutei yang dimiliki Hyoudou Issei. Bidak Pawn dari Rias orang yang disukai Naruto. Namun ada hal yang membuat Naruto teringat dengan masa lalunya dimana kedua pemilik Heavenly Dragon sudah ditakdirkan untuk bertarung satu sama lain. Yang hampir mirip dengan apa yang terjadi dengan dirinya dan Sasuke.
"Begitu rupanya. Kalau begitu besok aku akan meminta ke Rias untuk melatih Issei agar bisa mengalahkan orang itu." Kata Naruto membuat Azazel menjadi tersenyum. "Ditambah lagi sifat Vali yang maniak bertarung." Tambah Naruto dalam hatinya.
"Jika aku pikir-pikr. Issei adalah diriku sedangkan Vali adalah Sasuke." Pikir Naruto lagi.
"Jadi kau mempunyai hubungan dengan Rias Gremory?" Tanya Azazel.
"Hanya sekedar teman." Jawab Naruto datar.
"Teman heeee!" Goda Azazel membuat Naruto sedikit kesal. "Aku bukan orang berotak mesum sepertimu Ero no Datenshi." Umpat Naruto.
"Aku bukan mesum tetapi super mesum!" Balas Azazel dan langsung membuat Naruto terjatuh dengan tidak elitnya kebelakang. "Entah kenapa Azazel mengingatku pada Ero-sennin." Pikir Naruto sweatdrop.
"Tetapi aku tetap kagum padamu Naruto. Ini pertama kalinya aku melihat muridku yang gila bertarung itu kalah...Hahahahahaha." Kata Azazel lalu diakhirinya tawa yang lumayan keras.
"Jadi dia itu muridmu?" tanya Naruto. Azazel mengangguk pelan masih dalam keadaan tertawa. "Kuharap kau tidak senasib dengan Ero-sennin yang tewas di tangan muridnya apalagi sifat kalian yang sama-sama super mesum." Pikir Naruto sambil bangkit dari posisi terjatuhnya,
Setelah berdiri Naruto mengaktifkan sihir di bawah kakinya kemudian pakaiannya kembali berganti menjadi seragam Kuoh miliknya. "Ne~ Ero no Datenshi...Jaa nee!" Kata Naruto lalu menghilang diikuti seberkah kilatan kuning.
"Haaaa...anak itu main pergi begitu saja." Kata Azazel setelah menghela nafas. "Tetapi aku berharap kau bisa menghentikan perang ini dan mendamailkan dunia yang keras ini." Tambah Azazel lalu mengeluarkan ke-6 pasang saya Datenshi miliknya lalu terbang entah kemana.
::::
::::
:: Lompoberang ::
::::
::::
Tiga hari kemudian. Naruto mulai membuka dirinya untuk Rias dengan cara mengunjungi ruang Klub Penelitian Ilmu Gaib bersama dengan kelurganya dan perlahan Naruto dan Rias mulai akrab membuat keluarganya dan anggota Rias tersenyum.
Bukan hanya Naruto, Gaara juga mulai sering mengobrol dengan Akeno dan anggota Rias yang lainnya. Dan dalam beberapa kesempatan Naruto dan Rias mendapati keduanya saling bertatapan dengan rona merah di wajah mereka berdua.
.
Saat ini Naruto dan Issei tengah berangkat bersama-sama untuk ke Kuoh Akademi. Selama perjalanan Naruto terus mengutuk anggotanya yang lupa untuk membangunkannya. Sementara Issei hanya sweatdrop mendengar umpatan-umpatan kekesalan yang dikeluarkan oleh Naruto.
"Apa benar Naruto-senpai adalah King dari keluarga Uzumaki." Pikir Issei sambli menoleh ke Naruto yang berjalan di sampingnya yang tidak habis pikir mengapa Naruto yang merupakan King tidak terlalu di hormati oleh Peerage miliknya. Mungkin karena Naruto tidak menganggap Peerage sebagai budak melainkan sebagai keluarga.
"Ahhhhh..!" Sebuah suara feminim langsung mengalihkan pandangan Naruto dan Issei.
Setelah menoleh ke sumber suara wajah mesum Issei langsung muncul ketika melihat seorang perempuan blonde yang mengenakan pakaian biarawati terjatuh dengan posisi nungging hingga membuat celana dalam putihnya terlihat. Sedangkan Naruto hanya menatap bosan ke arah yang lain.
"Kenapa aku bisa terjatuh sih!" Gumam gadis itu lalu memperbaiki posisinya.
Setelah berbalik wajah kebingungan langsung terlihat dari gadis itu ketika melihat Issei menatap mesum ke arahnya sedengan Naruto hanya menguap lebar-lebar ke arah atas.
"Si-siapa itu?" Tanya Issei.
"Ya pasti orang lah Issei masa kecebong." Jawab Naruto acuh tak acuh membuat Issei kesal. Namun kekesalan Issei langsung tergantikan dengan ekspresi mesum ketika melihat posisi duduk sang gadis yang memperlihatkan celana dalamnya.
"Seorang gadis pirang dengan celana dalam putih...ini bagus-" Pikiran mesum Issei langsung terhenti ketika Naruto menjitak kepalanya. "Dasar Ero!" Umpat Naruto.
"Daripada terus berpikiran mesum. Lebih baik kau membantunya berdiri Issei." Kata Naruto dan dibalas anggukan oleh Issei.
Issei lalu menghampiri gadis tersebut lalu mengulurkan tangannya lalu berkata. "Apa kau baik-baik saja?" Tanya Issei, dengan senang hati gadis tersebut menerima uluran tangan Issei.
"Arigatou!" Kata gadis tersebut.
"Gadis yang menarik dan sepertinya ia masih belum mengetahui kalau Issei itu Iblis." Pikir Naruto sambil memandangi keduanya. "Aku juga merasakan kalau ia mempunyai kekuatan di dalam dirinya." Pikir Naruto lagi.
"Ano perkenalakan namaku Asia Argento."
"Hyoudou Issei." Balas Issei lalu menunjuk Naruto yang berdiri tidak jauh dari mereka. "Kalau dia-"
"Uzumaki Naruto. Senang berkenalan denganmu Asia." Potong Naruto membuat Issei sedikit kesal karena mencuri momen untuk berbicara dengan Asia agar lebih akrabnya menurutnya.
"Aku juga Naruto-san!" Balas Asia sambil tersenyum membuat Issei yang berada di depannya sedikit memerah melihat senyuman yang menurutnya manis. "Kawaiiiii." Inner Issei terkagum-kagum ditambah ekpresi mesum khas gumpalan nafsu duniawi miliknya.
Issei yang masih ingin melanjutkan pembicaraannya dengan Asia terus memikirkan kata-kata yang pas. "Ano Cuaca hari ini cerah ya!" Kata Issei sambil mengacungkan telunjuk di depan dadanya. Sedetik kemudian ia langsung merutuki kebodohannya karena mengatakan hal tadi.
"Tentu saja bodoh!" Umpat Naruto menanggapi perkataan bodoh Issei. Sedangkan Asia hanya mengangguk menanggapi perkataan Pewaris [Boosted Gear] tersebut. Naruto lalu menoleh ke arah koper milik Asia yang tergeletak di atas trotoar.
"Apa kau tersesat Asia?" Tanya Naruto.
Asia mengangguk pelan. "Benar Naruto-san. Aku dipindahkan ke gereja di kota ini, namun karena ini pertama kalinya aku kesini jadi aku tersesat." Kata Asia.
Issei yang mendengar hal tersebut langsung mendapatkan ide cemerlang agar ia bisa berlama-lama dengan Asia. "Aku dan Naruto-senpai dengan senang hati membantu Asia." Kata Issei.
"Ieee...Aku tidak mau!" Kata Naruto ketus membuat Issei menjadi kecewa. "Kalau begitu biar aku saja." Kata Issei lalu membantu Asia membereskan kopernya lalu beranjak menuju ke Gereja yang berada di atas bukit meninggalkan Naruto.
"Issei bodoh. Apa dia belum tahu kalau Gereja adalah tempat suci. Tapi tidak apalah lagipula aku tidak merasakan niat jahat dari gadis itu." Pikir Naruto lalu bergegas menuju ke sekolah.
::::
::::
:: Lompoberang ::
::::
::::
Keesokan harinya saat Issei tengah berjalan-jalan di taman, ia kembali bertemu dengan Asia. Dengan senang hati Issei pun mengajak Asia untuk berjalan-jalan. Setelah berakhir Issei dan Asia tengah duduk di taman dan tiba-tiba seorang Datenshi berambut biru muda bernama Kalawarner muncul dan mengambil Asia sehingga membuat Issei menjadi emosi.
"Setelah upacara malam ini, kau akan dibebaskan dari semua rasa sakit dan penderitaan." Kata Kalawarner sambil mengelus pipi Asia yang berada di pelukannya.
"Begitupula Raynare yang setiap malam menangisi kejadian waktu itu. Penderitaan keduanya akan segera berakhir." Tambah Kalawarner membuat Issei sedikit terkejut pasalkan Raynare adalah Datenshi yang membuatnya sekarat waktu itu. Karena ia diberitahu oleh Rias.
"Apa maksudmu Haa?" Tanya Issei dengan nada keras membuat Kalawarner terkekeh pelan.
"Asal kau tahu Iblis-kun, Raynare itu menyukaimu sehingga ia hanya membuatmu sekarat bukannya membunuhmu itupun ia lakukan dengan sangat terpaksa. Namun aku sedikit terkejut karena kau ternyata dijadikan Iblis Reinkarnasi." Jawab Kalawarner.
Issei membulatkan matanya mendengar hal tersebut. Setahu Issei, Raynare adalah Datenshi yang menyamar menjadi Amamo Yuuma yang merupakan pacar pertama Issei yang membuat hatinya berbunga. Namun di akhir kencan mereka berdua ternyata Yuuma atau Raynare menusuk Issei dengan Holy Spear sambil meminta maaf dengan tulus.
"Jaa nee, Iblis-kun!" Kata Kalawarner sambil menoleh ke arah Issei yang berada di dalam kolam.
"Sayonara Issei-san!" Kata Asia lirih dengan air mata yang mengalir dari kedua dari matanya.
Dalam sekejap Kalawarner dan Asia langsung menghilang meninggalkan bulu-bulu hitam. Sedangkan Issei yang melihat hal langsung jatuh berlutut sambil mengutuk dirinya yang lemah. Dan tidak jauh dari tempat itu terlihat Naruto mengamati kejadian yang barusan.
"Sepertinya malam ini Datensi akan melakukan sesuatu." Pikir Naruto lalu menghilang diikuti seberkah cahaya kuning.
::::
::::
:: Lompoberang ::
::::
::::
Koneko yang baru saja ingin menggigit roti yang ia pegang langsung terkejut ketika mendengar suara tamparan. Begitupula Kiba yang baru saja ingin menyerubut teh yang ia pegang. keduanya lalu menoleh ke arah sumber suara yang mendapati Rias dan Issei.
"Sudah kukatakan jangan berhubungan dengan seseorang yang berasal dari gereja dan sekarang kau ingin menyelamatkan Datenshi yang pernah menyerangmu." Kata Rias pada Issei.
"Tapi Buchou, sepertinya Datenshi ingin melakukan sesuatu terhadap Asia dan Raynare. Tadi siang ada Datenshi yang memberitahu jika Raynare melakukan itu dengan sangat terpaksa." Balas Issei dengan nada sedikit membentak membuat Rias menjadi terkejut. "Ingat ini Issei! Kau sekarang bagian dari anggota klan Gremory. Jadi kau harus-"
"Kalau begitu keluarkan aku dari klan Bochou!" Potong Issei sambil menatap tajam ke arah Rias.
"Apa maksudmu Issei?" Tanya Rias.
"Aku hanya Pawn dari Bochou, itu berarti aku hanya bagian kecil dari set Evil Piece Bochou." Jawab Issei tenang. Mendengar hal tersebut Rias langsung mengacungkan jari telunjuknya lalu berkata. "Apa kau pikir Pawn adalah bagian terlemah?" Issei mengangguk pelan.
Rias mengambil posisi duduk di atas sandaran sofa. "Dalam sistem Evil Piece, masing-masing bidak mempunyai kelebihan masing-masing." Kata Rias membuat Issei sedikit bingung.
"Promosi!" Kata Rias membuat Gumpalan Nafsu duniawi tersebut bingung dengan kata tersebut. "Dimana Pawn berada di wilayah musuh. Mereka dapat melakukan promosi ke bidak yang lain kecuali King." Jelas Rias lalu berjalan ke arah Akeno yang baru saja masuk ke dalam ruangan.
"Aku dan Akeno akan pergi melakukan sesuatu yang mendadak." Kata Rias diikuti anggukan dari Akeno lalu mereka berdua berjalan keluar ruangan meninggalkan Issei, Koneko dan Kiba.
"Aku akan tetap pergi menyelamatkan Asia dan Raynare. Walaupun-"
"Kau akan mati jika bertindak gegabah dengan menyerang seorang diri." Potong Kiba membuat Issei geram. "Urusai, Pria cant-"
"Aku akan ikut denganmu!" Potong Kiba untuk kedua kalinya namun kali ini ia terlihat memegang pedang miliknya membuat Issei sedikit terkejut.
"Bochou mengatakan bahwa Pawn bisa melakukan promosi di wilayah musuh. Dan gereja merupakan wilayah musuh dan aku dan orang lain tidak mempunyai pilihan lain selain membantumu." Jelas Kiba dan Koneko yang berdiri di samping Kiba hanya mengangguk dengan wajah tanpa emosinya.
"Koneko-chan, juga?" Tanya Issei.
"Aku tidak bisa membiarkan kalian berdua menyerang." Jawab Koneko datar.
::::
::::
:: Lompoberang ::
::::
::::
Meanwhile in Naruto Apartement
Keluarga Naruto yang tengah berkumpul di ruang santai, terkejut karena King mereka tiba-tiba masuk ke ruangan dengan pakaian tempurnya yaitu baju kaos hitam dengan gambar lambang keluarga mereka. Celana pendek hitam selutut serta sepatu bot hitam.
"Ada apa Naruto?" Tanya Kakashi.
"Malam ini para Datenshi akan melakukan sesuatu dengan kenalan Issei. Jadi aku ingin kalian semua bersiap-siap untuk pergi ke Gereja tua di kota ini." Jawab Naruto sambil menyeringai.
"Begitu rupanya!" Balas Gaara ikut menyeringai lalu yang lain pun ikut-ikutan menyeringai sadis. "Apa anggota Rias-san juga mengetahui hal ini?" Tanya Lee.
Naruto mengangguk pelan lalu berkata. "Itulah alasanku untuk melakukan hal ini." Karin dan Gaara yang tadi menyeringai langsung tersenyum menggoda.
"Ohh...Sang Pangeran takut Princess terluka rupanya." Goda Karin membuat Naruto memunculkan semburat tipis di wajahnya namun segera berpaling ke arah lain untuk menyembunyikannya.
"Urusai, Nee-chan!" Balas Naruto sedikit kesal mendengar godaan kakaknya.
"Kau tadi mengatakan kami semua, itu berarti kau tidak ikut?" Tanya Shikamaru dengan nada malasnya seperti biasa.
"Aku akan segera menyusul. Ada yang ingin aku lakukan terlebih dahulu." Jawab Naruto lalu beranjak dari tempatnya berdiri menuju ke pintu keluar apartemennya.
"Mendokusai!" Shikamaru mengeluarkan Trademark andalannya melihat King keluarganya.
"YOSHH, AKU BENAR-BENAR BERSEMANGAT. INI PERTAMA KALINYA AKU AKAN BERTARUNG SEBAGAI IBLIS!" Teriak Lee dengan penuh semangat sedangkan yang lain hanya sweatdrop.
"Benar juga, lagipula kita tidak boleh membantah perintanh dari King." Kata Gaara datar dibalas anggukan oleh Kakashi dan Karin sedangkan Shikamaru kembali bergumam dengan nada malasnya. "Mendokusai!"
::::
::::
:: Lompoberang ::
::::
::::
Setelah meninggalkan apartemen milik keluarganya . Tujuan Naruto adalah pinggiran sungai kota Kuoh yaitu tempat favorit Azazel untuk melakukan salah satu hobinya yaitu memancing.
"Yoo, Azazel!" Sapa Naruto membuat Azazel yang tengah memancing langsung menoleh ke arah Naruto.
"Hm, ada apa Naruto?" Tanya Azazel.
"Aku mendapat imformasi mengenai bawahanmu yang akan melukan sesuatu yang buruk pada temanku. Jadi aku meminta ijinmu untuk-"
"Yahh...lakukan saja semaumu. Lagipula mereka hanya bawahan yang sulit diatur. Dan memangnya apa yang akan mereka lakukan?" Potong Azazel lalu melempar pertanyaan ke Naruto.
"Mereka ingin mengambil sesuatu dari teman Issei yang merupakan seorang manusia biasa dan mengeksekusi salah satu bawahanmu bernama Raynare." Jawab Naruto membuat Azazel menghela nafas ringan.
"Raynare? Memangnya kenapa dengannya?" Tanya Azazel.
"Bisa dibilang Raynare menyukai Issei hingga membuatnya menangis setiap malam karena telah menyerang gumpalan nafsu duniawi karena dipaksa oleh atasannya." Jawab Naruto.
"Raynare menyukai Gumpalan Nafsu yang kau maksud itu? Dan apa rencanamu setelahnya?" Tanya Azazel. Naruto mengangguk untuk jawaban siapa yang Azazel maksud adalah Issei.
"Mungkin aku akan menyuruh Rias untuk menjadikan manusia yang bernama Asia itu sebagai anggotanya karena kemampuan miliknya. Dan untuk bawahanmu itu aku masih belum memikirkan apa yang akan kulakukan padanya." Jawab Naruto. Azazel yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum tipis.
"Kau benar-benar perhatian dengan adik Sirzehs rupanya Naruto." Goda Azazel yang secara tidak sengaja membuat semburat tipis muncul di pipi Naruto yang langsung memalingkan wajahnya ke arah berlawanan dari Gubernur Datenshi.
"Urusai Ero no Datenshi!" Balas Naruto lalu menghilang diikuti seberkah cahaya kuning yang membuat Azazel kembali menghela nafas panjang.
"Bocah sialan. Main datang dan pergi begitu saja!" Gumam Azazel sweatdrop lalu melanjutkan acara memancingnya.
.
.
.
::~~~ TBC ~~~::
Sekian untuk Chapter 5...walaupun adegan Fight-nya pendek...Tapi setidaknya tinggalkan jejak berupa Review, karena itu adalah penyemangat untuk melanjutkan Fict ini.
AN : Untuk adegan Romance mungkin akan dimunculkan beberapa chapter kedepan. Jujur saja Lompoberang masih agak kaku mengenai Romance. Jadi maklum saja jika adegan romence yang nantinya muncul jelek dan kagak dapat Feel-nya...
