Naruto And Highschool DxD © Bukan punya saya

Second Chance in Another Dimension © Lompoberang

Warning : Typo and Miss Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (mungkin), GaJe, Ancur, OOC, OC, GodlikeNaru, StrongTeamNaru, Etc.

Rate : M

Genre : Adventure – Romance – Family – Friendship – Supernatural – Mistery – ETC.

Pair : Naruto X Rias – Slight Other Pairing


A/N : Mohon maaf bila ada kalimat atau pernyataan yang mengakut keagamaan karena ini hanya dibuat untuk menghibur. Dan Tuhan yang dimaksud disini adalah Tuhan dalam Anime

.

.

.

CHAPTER 6


Lingkaran sihir keluarga Gremory muncul di dekat sebuah gereja tua dan tak berselang lama dua gadis cantik muncul dari lingkaran sihir tersebut. Yang pertama adalah perempuan cantik berambut merah Crimson bernama Rias Gremory dan yang kedua adalah perempuan yang tidak kalah cantik dengan ukuran dada yang besar, rambut Darkblue yang diikati Ponytail menggunakan pita orange bernama Himejima Akeno.

"Ara~Ara...ternyata kita disambut Bochou." Koment Akeno sambil tersenyum sadis melihat tiga Datenshi yang tengah berada di dahan pohon.

Salah satu Datenshi yang diketahui melompat turun dari dahan pohon dan mendarat di depan Rias dan Akeno. "Aku dikenal sebagai Mittlet." Katanya sambil memutar tubunya dan diakhiri dengan mengankat sedikit rok yang ia kenakan.

"Seperti biasa kau sangat cerewet bocah!" Umpat salah satu Datenshi yang mengenakan pakaian layaknya seorang detektif. "Urusai, Dohnaseek!" Balas Mittlet sambil menghentak-hentakkan kakinya.

"Kami sudah menduga hal ini, Maou no Imouto. Rias Gremory!" Kata Datenshi yang terakhir yang mengenakan seragam yang sama dengan Dohnaseek.

Rias menoleh ke arah Datenshi yang berbicara tersebut. "Yang satu itu terlihat kuat." Pikir Rias. Dan perkataan Rias akhirnya terbukti ketika Datenshi tersebut mengeluarkan dua pasang sayapnya. "Perkenalkan namaku Joseph (OC) Aniki dari Kalawarner." Kata Joseph membuat Rias dan Akeno sedikit terkejut.

"Kulihat dari ekspresi kalian, pastinya kalian terkejut dan bukan hanya ini yang aku siapkan agar kegiatan Imouto-ku terganggu." Kata Joseph lalu menjentikkan jarinya.

Kurang lebih 100 Datenshi langsung bermunculan dan bersamaan dengan itu sebuah Kekkai yang menandakan pertarungan akan dimulai langsung menyulubungi area tersebut. "Kami akan segera mendapatkan pujian dari Azazel-sama karena hal ini." Ucap Joseph dengan nada arogannya.

"Ara~ Ara...Mereka banyak sekali Bochou dan hal ini pasti akan menarik!" Gumam Akeno lalu mengganti seragam Kuoh miliknya menjadi pakaian seorang Miko. Rias mengangguk sambil tersenyum. "Walaupun kita berdua bisa mengalahkan mereka semua namun nantinya kita pasti akan kelelahan." Balas Rias.

"Sombong sekali kau Iblis!..." Joseph menjeda perkataannya lalu mengacungkan tangan kanannya. "...SERANG MEREKA BERDUA!" Sambung Joseph dengan berteriak lantang.

"Kalian berdua adalah yang paling kuat jadi kami akan menghabisi kalian duluan lalu beralih ke tiga Iblis rendahan lainnya yang berada di dalam gereja." Kata Donahseek.

"Jadi mereka sudah mengetahuinya." Pikir Rias dan Akeno.

Puluhan Datenshi langsung melesat ke arah Rias dan Akeno. Keduanya tidak tinggal diam, Rias langsung mengeluarkan Power of Destruction sementara Akeno memunculkan puluhan lingkaran sihir di area sekitarnya dan tak berselang lama serangan petir langsung bermunculan dari lingkaran sihir tersebut. Serangan pembuka dari Rias dan Akeno menewaskan 15 Datenshi.

"Akeno!" Kata Rias lalu menciptakan lingkaran sihir berukuran besar.

"Ha'i, Bochou!" Balas Akeno lalu mengarahkan telunjuknya ke lingkaran sihir milik Rias lalu dari telunjuk Akeno langsung keluar aliran halilintar berukuran kecil.

Aliran petir Akeno langsung membesar setelah melewati lingkaran sihir milik Rias dan langsung menyapu bersih 20 Datenshi hingga menyisahkan sekitar 65 Datenshi. Beberapa dari mereka langsung menciptakan Holy Spear lalu melemparnya ke arah Rias dan Akeno.

Dengan baik Rias menghindari Holy Spear yang mengarah ke dirinya. Sedangkan Akeno langsung mengeluarkan sayap Iblisnya lalu terbang ke udara.

"Ara~Ara..." Akeno bergumam pelan lalu tersenyum sadis. Di lengan kirinya mulai bermunculan percikan-percikan petir

Akeno lalu mengayunkan lengan kirinya sambil tersenyum sadis menyebabkan area di sekitarnya langsung dipenuhi petir-petir yang melenyapkan beberapa Datenshi hingga menyisahkan bulu-bulu hitam.

Pertarungan antara Rias dan Akeno melawan Mittlet, Donahseek dan Joseph beserta sisa-sisa Datenshi pun berlanjut.

.

.

Issei, Koneko and Kiba Place

Setelah memasuki gereja. Ketiganya langsung dihadang oleh pendeta sesat bernama Freed Salzan. Sang pendeta tersebut lalu mengeluarkan pistol dan pedang cahaya.

"DIMANA RAYNARE DAN ASIA, SIALAN!" Teriak Issei.

"Ohh...Datenshi jatuh cinta dan gadis pecinta Iblis itu." Kata Freed lalu membuang muka dari Issei. "Sedang menikmati detik-detik terakhir mereka." Tambah Freed.

"Aku tidak akan membiarkan kalian lewat Iblis rendahan!" Kata Freed lagi.

Issei langsung mengeluarkan Sacred Gear miliknya berupa Gautlet merah di tangan kirinya, sedangkan Kiba mengambil ancang-ancang untuk melesat ke arah Freed. Dan terakhir adalah Koneko yang berjalan ke arah bangku gereja dengan wajah datarnya.

"Aku yang maju pertama Issei-kun!" kata Kiba lalu melesat ke arah Freed sambil menghunuskan pedang miliknya.

Traank! Traank!

Adu pedang antara keduanya berlangsung sengit dalam beberapa menit. Kiba lalu melompat mundur dan bersamaan dengan itu sebuah bangku langsung menghantam tubuh Freed hingga membuatnya tersungkur di lantai gereja.

"Itu sakit dasar kucing kecil!" Umpat Freed kesal sambil mencoba berdiri.

"Kecil!" Beo Koneko dengan wajah datarnya.

Braak! Braak! Traank! Traank! Dor! Dor!

Beberapa bangku gereja langsung beterbangan ke arah Freed, namun dapat dihindari dengan cara melompat ke samping kanan. Tetapi diluar dugaan Kiba telah menunggunya di sana dan langsung menyerang Freed dengan pedang miliknya serta melakukan serangan balik dengan pistol miliknya

"Pria cantik itu ternyata hebat." Gumam Issei.

Kiba melompat mundur lalu mengaktifkan Holy Eraser miliknya lalu melompat ke depan begitupula Freed.

Traank!

Pedang keduanya langsung bertemu dan perlahan pedang milik Kiba mulai mengeluarkan aura hitam sehingga membuat pedang cahaya milik Freed melebur menjadi partikel-partikel cahaya.

"Cih!"

"Holy Eraser, pedang kegelapan yang menyelimuti cahaya." Kata Kiba lalu tersenyum seperti biasa ke arah Freed.

"Sialan kau pirang!" Umpat Freed lalu melompat mundur. "Issei-kun!" Teriak Kiba.

Issei mengangguk paham lalu mengarahkan Gautlet merah di tangan kirinya ke arah depan. "[Boost]" Permata hijau pada Gautlet Issei langsung bercahaya dan bersaman dengan itu suara demonic seekor naga langsung terdengar. Setelah itu Issei langsung berlari ke arah Freed yang sudah tidak memiliki pedang, namun masih memiliki pistol. Freed lalu mengarahkan pistol ke Issei yang berlari kepadanya.

"Promotion : Rook!" Issei yang sudah melakukan promosi langsung mempercepat latinya ke arah Freed. "Saat ini kekuatanku setara dengan Koneko-chan." Pikir Issei.

Dor! Dor! Dor!

Freed menembakkan pistol miliknya ke Issei, namun ia terkejut karena semua tembakannya tertahan oleh lingkaran sihir Gremory yang muncul di depan Issei.

"Minggir dan enyalah dari sini!" Kata Issei lalu menyarangkan bogem mentah ke pipi Freed hingga menyebabkan Freed terlempar ke arah mimbar gereja. Freed lalu bangkit dan melemparkan bolah cahaya sembari berteriak "Aicaraba (Abrakadabra)!"

Setelah kepergian Freed, ketiganya langsung bergegas menuju ruang bawah tanah Gereja melewati tangga yang berada di bawah mimbar Gereja.

.

.

.

Rias and Akeno Place

Kondisi keduanya kini dalam keadaan terdesak. Mereka berdua sudah mencapai batasnya namun Datenshi masih tersisah sekitar 30 beserta Mittlet, Donahseek dan Joseph.

"Haaa..haaa...aku sudah mencapai batasku Akeno!" Gumam Rias dengan nafas memburu.

"Begitupula denganku Bochou!" Balas Akeno.

"Hahaha...apa hanya ini kekuatan dari adik seorang Maou, sangat menyedihkan." Kata Joseph yang tengah melayang dengan dua pasang sayap Datenshi miliknya. "Aku akan segera membunuh kalian berdua dan membuat namaku menjadi terkenal karena membunuh adik dari Maou Lucifer!" Tambah Joseph.

Joseph lalu menciptkan sebuah Holy Spear berukuran sedang diikuti oleh Datenshi yang lain. Dengan perintah Joseph puluhan Holy Spear langsung melesat ke arah Rias dan Akeno yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena kelelahan.

Rias dan Akeno hanya bisa menutup mata mereka dan menunggu puluhan Holy Spear menghujani mereka. Semua Datenshi yang berada di sana langsung terbelalak kaget ketika sebuah kubah yang terbuat dari pasir melindungi Rias dan Akeno dari serangan mereka.

Jleb! Jlee! Jleb!

Beberapa menit sudah berlalu, Rias dan Akeno menjadi heran karena mereka tidak merasakan apapun mengenai tubuh mereka. Perlahan keduanya membuka mata mereka dan terkejut karena berada di dalam sebuah kubah yang terbuat dari pasir.

"Pasir! ... Siapa yang melindungi kita?" Tanya Rias dibalas anggukan oleh Queen-nya.

Perlahan kubah pasir tersebut mulai runtuh hingga menyisahkan Holy Spear berbagai warna dan bentuk yang berserakan di depan mereka.

"Kalian tidak apa-apa?" Rias dan Akeno menoleh ke arah belakang setelah mendengar suara datra yang agak familiar bagi mereka. "Gaara-kun/Gaara-san!" Kata keduanya bersamaan ketika melihat Gaara tengan berdiri di atas dahan pohon.

Tap! Tap!

Tak berselang lama, Karin dan Lee langsung mendarat di depan mereka. Bishop dari keluarga Uzumaki lalu berjalan menghampiri mereka berdua lalu menyentuh bahu keduanya. Dan perlahan cahaya keemasan menyelimuti Rias dan Akeno.

"Beristirahatlah! Biar dua orang bodoh itu yang mengurus para gagak itu." Kata Karin lalu tersenyum. Rias dan Akeno mengangguk pelan. "Apa yang Karin-san lakukan?" Tanya Akeno.

"Aku menghilangkan rasa lelah kalian menggunakan [Miracle Healing] milikku." Jawab Karin lalu menoleh ke Gaara dan Lee kemudian mengangguk pelan.

"Promosion : Knight!..... Kai!" Kata Lee dan perlahan tubuhnya diselimuti aura kemerahan. Sedangkan Gaara hanya mengarahkan telapak tangannya ke arah para Datenshi yang tersisa.

"Cih! Bantuan, namun mereka hanya Iblis rendah-."

Perkataan Joseph langsung terhenti ketika tubuhnya mulai terselimuti pasir begitupula dengan puluhan Datenshi yang berada di dekatnya. Mereka semua mencoba berontak namun pasir milik Gaara semakin erat menyelimuti tubuh mereka.

"Sialan!" Umpat Joseph.

Mittlet dan Donahseek yang tidak terselimuti pasir mencoba kabur dengan cara terbang ke arah pepohonan namun langsung terkejut ketika Lee tiba-tiba muncul di depan mereka. "MELEDAKLAH MASA MUDAKU!" Teriak Lee

Zwush! Zwush! Duag! Duag!

Mittlet dan Donahseek langsung terhempas kebelakang ketika Lee dengan cepat melayangkan tendangan ke perut mereka. Belum selesai sampai disitu, Lee lalu melesat ke arah Mittlet dan sesampainya di sana, Lee langsung melakukan tendangan salto dan menghantam perut Mittlet yang masih terbaring di tanah.

Duaaar!

"AAARRRRHHHHH!"

Suara ledakan bercampur teriakan penuh kesakitan langsung terdengar. Setelah efek ledakan menghilang terlihat Lee berdiri dengan kuda-kuda andalannya dan disekitarnya berserakan bulu-bulu hitam.

"GAARA!" Teriak Lee dibalas 'hn' datar dari Gaara.

Dengan sekali kepalan tangan. Joseph dan Seluruh Datenshi yang terselimuti pasir Gaara langsung hancur menyisahkan bulu-bulu hitam yang beterbangan di udara. Donahseek yang sedang terbaring karena karena tendangan Lee langsung menatap horor apa yang baru saja terjadi.

"Se-sekali remasan tubuh mereka hancur." Pikir Donahseek yang sudah mengeluarkan keringat dingin.

"Jika Rook dan Pawn Naruto-kun sekuat ini. Bagaimana dengan Naruto-kun sendiri yang merupakan King mereka." Pikir Rias takjub melihat kekuatan dari Lee dan Gaara

"Fufufufuf~! Cara membunuh yang sadis Gaara-kun!" Rias dan Karin langsung swetdrop mendengar gumaman dari Akeno.

"Gaara kau habisi gagak yang masih tersisa dan yang itu biar aku yang mengurusnya!" Kata Lee sambil menunjuk Donahseek yang sudah berdiri dan siap terbang melarikan diri

Belum sempat melarikan diri. Donahseek langsung terkejut karena Lee dengan kecepatan tinggi sudah berada di depannya dengan posisi berjongkok.

Duag! Duag! Duag!

Lee lalu menendang dagu Donahseek hingga membuat Datenshi tersebut terlempar ke udara. Lee ikut melompat lalu menyarang pukulan dan tendangan secara berurutan ke perut Donahseek. Setelah mencapai ketinggian sekitar 50 meter, Lee melakukan manuver salto sambil mengarahkan tumitnya ke Donahseek.

Duag! Zwush!

Duaar!

Donahseek langsung terhempas kebawah dan menghantam tanah dengan kerasnya. Belum sempai disitu, Lee lalu menukik ke arah Donahseek dan langsung menghantamkan kedua kakinya pada perut Donahseek hingga membuat tubuh hancur menjadi bulu-bulu hitam.

Sedangkan Gaar sudah menyelesaikan semua Datenshi yang tersisa dengan cara yang sama yaitu menyelimuti mereka dengan pasir miliknya lalu meremasnya hingga hancur menjadi bulu-bulu hitam.

"Jika mereka berdua sekuat ini, bagaimana dengan Naruto-kun!" Guma Rias yang tidak lagi mengatakannya dalam hati sehingga membuat Karin tersenyum.

"Yaaa~ kekuatan kami tidak ada apa-apanya dibanding Naru." Kata Karin.

"Lalu dimana Naruto-kun sekarang?" Tanya Rias pada Karin.

"Ia sedang melakukan sesuatu dan pasti tidak lama lagi ia akan datang." Bukannya Karin yang menjawab melainkan Lee yang sudah berada di samping ketiganya. "Kau rindu dengan pangeranmu?" Tanya Karin membuat Rias yang mendengarnya langsung memerah dan menyembunyikan wajahnya.

Akeno lalu menoleh ke arah Gaara yang juga sudah berada di samping Lee. "Arigatou, Gaara-kun!" Katanya sambil tersenyum tulus bukan senyum palsu yang sering ia perlihatkan membuat Gaara merona tipis melihat senyuman Akeno.

"Kita tunggu hingga kalian pulih lalu menyusul yang lain di dalam gereja dan tenag saja, Kakashi-sensei dan Shikamaru berada di sana." Kata Karin dibalas anggukan oleh Rias dan Akeno.

.

.

.

Issei, Koneko and Kiba Place.

"ASIA, RAYNARE!" Teriak Issei ketika melihat keduanya tengah terikat di dua tiang yang berbeda.

"Issei-san/Issei-kun!" Balas Asia dan Raynare secara bersamaan dengan nada sangat pelan.

"Khkuku...Kalian terlambat!" Kata Kalawarner yang berdiri tidak jauh dari kedua tiang tersebut. ia lalu memperintahkan Datenshi yang berada di dalam ruangan tersebut untuk menyerang Issei, Koneko dan Kiba.

Sementara Issei, Koneko dan Kiba sibuk menghadapi hampir 50 Datenshi. Kalawarner pun memulai ritual mengambil Sacred Gear milik Asia hingga membuat sang Biarawati pirang tersebut berteriak kesakitan dengan tubuh yang bersinar. Hingga akhirnya tubuh Asia langsung melemas dan bersamaan dengan itu dua buah cincin langsung keluar dari tubuhnya.

"Hahahaha...Akhirnya [Twilight Healing] menjadi milikku!" Teriak Kalawarner dengan kerasnya.

"ASIAAAAA!" Teriak Issei lalu berlari menuju tempat Asia dan Raynare.

"Issei-kun/Issei-senpai!" Teriak Raynare, Kiba dan Koneko bersamaan ketika Issei mendapat pukulan telat dari salah satu Datenshi hingga membuatnya terhempas dan menanbrak tembok.

"Sekarang giliranmu Raynare!" Kata Kalawarner membuat Raynare yang terikat di tiang langsung memberontak agar bebas namun Kaawarner terlebih dahulu menciptakan Holy Spear dan langsung mengarahkan ke perut Raynare.

Jraash!

Holy Spear milik Kalawarner pun menembus perut Raynare hingga membuatnya muntah darah. Issei langsung menggeram marah hingga membuat sang Sekiryuutei langsung berlari ke arah podium tempat ketiganya. Namun lagi-lagi dihalangi puluhan Datenshi.

"Jangan menghalangiku!" Teriak Issei dan bersamaan dengan itu permata hijau di Gautlet miliknya kembali mengeluarkan cahaya.

"[Boost]"

Kiba dan Koneko tidak tinggal diam dan langsung membantu Issei untuk menghadapi pulahan Datenshi tersebut. Satu persatu Datenshi mulai menghilang namun, ketiga sudah mencapai batas mereka.

"[Boost]"

Gautlet milik Issei kembali bercahaya dan mengeluarkan suara karena tekadnya untuk menyelamatkan Raynare dan Asia. Dengan sisa-sisa staminanya ia menghadapi dan sesekali menghindari serangan Holy Spear yang dilayangkan sekitar 15 Datenshi yang tersisah.

"Hahaha...sungguh pemandangan yang menarik. Seorang Iblis rendahan yang sudah mencapai batasnya mencoba untuk menolong kedua sampah ini...Hahahaha!" Kata Kalawarner diakhiri dengan tertawa dengan kerasnya. "Kalian semua segera akhiri!" Perintah Kalawarner.

Sekitar 15 Datenshi yang tersisah langsung menciptakan Holy Spear dan langsung dilemparkan ke Issei, Koneko dan Kiba. Melihat banyaknya Holy Spear ketiganya langsung melompat menjauh akan tetapi mereka terlambat karena puluhan Holy Spear tersebut sudah berjarak beberapa meter dari mereka.

"Apa ini akhirnya, Maaf Bochou!" Batin ketiganya pasrah.

"Lightning Arc : Destruction Flow!" Sebuah teriakan yang menyebutkan sebuah tehnik langsung menggema di basemen gereja tempat dilaksanakannya ritual.

Criing! Brak! Brak!

Bersamaan dengan teriakan tersebut sebuah aliran listrik pemusnah langsung menghancurkan puluhan Holy Spear tersebut beserta beberapa Datenshi. Sontak ruangan tersebut langsung diterangai cahaya kebiruan efek dari aliran listrik tersebut. Issei, Koneko dan Kiba langsung terbelalak kaget melihat hal tersebut.

Tap! Tap!

"Yoooo!" Sapa Kakashi sambil mengankat tangannya setelah mendarat di samping ketiganya diikuti Shikamaru dengan wajah malasnya seperti biasa.

"Kakashi-sensei, Shikamaru-senpai!" Kata ketiganya.

"Cih! Bala bantuan rupanya. Kalau begitu ini waktunya untuk kabur!" Kata Kalawarner lalu membentangkan sayap Datenshi miliknya lalu terbang meninggalkan ruangan tersebut melewati kelimanya.

"Tunggu Sialan!" Teriak Issei.

"Halangi mereka!" Teriak salah satu Datenshi lalu berlari ke arah kelimanya.

"Shikamaru!" Kata Kakashi dibalas anggukan malas oleh Shikamaru.

Dengan malasnya Shikamaru menggaruk tengkuknya membuat ketiga Peerage Rias sedikit penasaran. Bayangan tubuh Shikamaru mulai menyebar dan langsung mengikat seluruh Datenshi yang dengan bodohnya tidak terbang menggukan sayap mereka.

"Si-sial! Kenapa tubuhku tidak dapat digerakkan." Kata beberapa Datenshi.

"Kalian betiga, cepat akhiri. Ini adalah urusan kalian, tugas kami hanya membantu." Kata Kakashi dibalas anggukan oleh ketiganya. "Bagaimana dengan Shikamaru-senpai?" Tanya Issei.

"Aku sudah mengikat mereka dengan bayanganku. Dan kenapa aku tidak menyerang, aku tidak bisa memukul wanita." Jawab Shikamaru membuat ketiganya bertanya.

"Kenapa?"

"Karena itu merepotkan, cepatlah!" Perintah Shikamaru.

Ketiganya sempat sweatdrop mendengar jawaban Shikamaru. Setelaha pulih ketiganya langsung menyerang Datenshi yang sudah tidak dapat bergerak.

"[Boost]"

Duag! Jrash! Brak!

Suara pukulan, tebasan pedang dan sesuatu yang hancur menghiasi area basemen Gereja tersebut. Tak berselang lama akhirnya seluruh Datenshu tersebut dikalahkan oleh ketiganya. Setelah itu Issei langsung berlari menuju ke podium dimana Raynare dan Asia terbaring lemah.

"A-Asia...Ra-Raynare!" Gumam Issei lirih sambil meneteskan air mata melihat kedua orang yang di depannya hampir mencapai kematiannya.

"I-Issei-kun/Issei-san!" Kata keduanya dengan nada yang cukup lemah. Raynare lalu memeganga tangan kiri Issei sedangkan Asia tangan kanan sang Sekiryuutei.

"Aku datang untuk menyelamatkan kalian." Balas Issei sambil tersenyum pahit melihat keduanya dan tak berselang lama Kakashi, Shikamaru, Kiba dan Koneko menghampiri mereka bertiga.

"Asia...Raynare, Daijobuka? Jawab Aku?" Tanya Issei yang melihat keadaan keduanya yang semakin melemah. Terlihat kelopak mata keduanya meneteskan setetes cairan bening.

"Tidak apa Issei-san...aku senang bisa mengenalmu." Kata Asia

"I-Issei-kun...Gomenne, aku pernah membuatmu menjadi sekarat, tak apa jika kau tidak memaafkanku karena aku memang menyukaimu." Kata Raynare dan perlahan keduanya menutup mata mereka secara bersamaan membuat Issei langsung berteriak.

"TIDAAKK! ASIA, RAYNARE!"

.

.

.

Sementara itu di atas Gereja, Kalawarner yang sudah mendapatkan [Twilight Healing] berniat meninggalkan tempat itu, namun diluar dugaan seseorang pria berambut kuning jabrik dengan enam pasang sayap Iblisnya tiba-tiba saja menghantam wajahnya dengan pukulan keras.

Duag! Zwuush! Duaar!

Kalawarner yang tidak melihat sosok tersebut a.k.a Uzumaki Naruto langsung terhempas dan menghantam atap gereja dengan kerasnya. Saking kerasnya ia menghantam atap gereja sampai-sampai tubuhnya menembus atap gereja.

Duaar!

Issei, Kakashi, Shikamaru, Kiba dan Koneko serta Asia dan Raynare yang sudah tidak bernyawa lagi. Mereka semua (Minus Asia dan Raynare) yang sudah berada di ruang utama gereja, langsung terkejut ketika Kalawarner menembus atap dan menghantam lantai gereja dengan kerasnya.

"Apa itu?" Tanya Kiba dan Issei.

.

.

Rias, Akeno, Gaara, Lee dan Karin yang berada di luar gereja ikut terkejut dengan suara hantaman tersebut. Sedetik kemudian Karin langsung tersenyum lalu berkata.

"Sepertinya Naru sudah datang dan langsung mengamuk."

"Naruto-kun?" Tanya Rias.

"Ayo kita kesana, sepertinya sesuatu sedang terjadi." Kata Lee diikuti anggukan oleh yang lain. Kelimanya lalu beranjak menuju ke dalam Gereja.

.

.

Kelima orang di dalam ruang utama Gereja langsung menoleh ke arah kepulan debu dan tak berselang lama Naruto mendarat lalu tersenyum di samping kepulan debu setelah ia menghilangkan keenam pasang sayap Iblisnya.

"Yare~Yare ternyata kau Naruto, bisa tidak gunakan pintu normal untuk masuk." Kata Kakashi sweatdrop melihat ulah Naruto yang barusan.

"Yah sebenarnya tadi aku mau lewat pintu masuk, tetapi aku melihat Gagak ini terbang sambil tertawa jadi aku langsung memberinya hadiah kecil." Balas Naruto sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal membuat semuanya sweatdrop minus Issei yang masih menangisi keduanya.

Tak berselang lama setelah Naruto, Rias dan laiinya ikut bergabung dengan mereka setelah memasuki gereja lewar pintu normal.

"Sialan! Siapa kau? Berani-beraninya memukulku?" Tanya Kalawarner yang masih setia berbaring di lantai.

"Aku?" Naruto menunjuk dirinya sendiri lalu berkata. "Hanya teman Issei yang tersesat di jalan bernama kehidupan." Tambahnya membuat semuanya orang kembali sweatdrop.

"Hey itu alasanku Naruto!" Umpat Kakashi sweatdrop.

"Rias!" Panggil Naruto, Rias merespon panngilan Naruto dengan menoleh ke arahnya. "Ada apa Naruto-kun?" Tanya Rias.

"Selesaikan, karena ini masalah keluarga Iblismu." Jawab Naruto.

Rias mengangguk paham lalu menciptakan Power of Destruction berbentuk bola dan langsung dilemparkan ke arah Kalawarner.

"ARRRRGGGHHHHHh!" Teriak Kalawarner hingga akhirnya tubuhnya hancur menjadi bulu-bulu hitam serta dua buah cincin bercahaya yang melayang di udara.

Rias mengambil Sacred Gear milik Asia bernama [Twilight Healing] lalu berjalan diikuti Naruto menghampiri Issei yang berada di samping Asia dan Raynare yang tengah berbaring tidak bernyawa lagi.

"Issei!" Panggil Rias direspon Issei dengan cara menoleh ke arah King-nya. "Apa kau ingin Asia hidup kembali?" Tanya Rias.

"Benarkah Bochou?" Rias mengangguk pelan. "Aku akan mereinkarnasinya menjadi Iblis." Jawab Rias.

"Bagaimana dengan Raynare? Kalau bisa Bochou juga mereinkarnasinya." Mohon Issei dengan mata berkaca-kaca.

"Aku mohon Bochou, akan kulakukan apapun agar Raynare bisa hidup kembali." Tambah Issei. Melihat kegigihan dari Issei akhirnya Rias mengangguk paham.

Rias lalu memakaikan [Twiligh Healing] Berupa cincin di jari Asia lalu mengeluarkan Bidak Evil Piece miliknya yang tersisah. Bidak Bishop bereaksi pada tubuh Asia namun tidak untuk Raynare karena bidak Knight dan Rook milik Rias tidak ada yang bereaksi.

"Ada apa Bochou?" Tanya Issei.

"Sepertinya hanya bidak Pawn yang bisa bereaksi pada Raynare, namun semua bidak Pawn milikku sudah kau komsumsi Issei." Jawab Rias membuat Issei tertunduk. Sementara yang lain langsung menoleh ke arah Naruto.

"Ada apa?" Tanya Naruto yang tidak mengerti karena tiba-tiba saja dipandangi. Issei yang mendengar suara Naruto langsung menghampirinya lalu berkata.

"Apa Naruto-senpai masih mempunyai bidak Pawn? Kalau masih ada tolong reinkarnasi Raynare, kumohon Naruto-senpai." Pinta Issei sambil meneteskan air mata di depan Naruto.

Naruto menoleh ke keluarga dan dibalas anggukan oleh semuanya. "Baiklah! Tapi kau harus berjanji untuk menjadi kuat agar bisa melindungi Asia. Jika Raynare biar aku yang melindunginya." Jelas Naruto sambil memasang wajah seriusnya.

Issei mengangguk mantap. "Aku berjanji Naruto-senpai, aku akan melindungi Asia, Bochou dan lainnya." Kata Issei. Naruto langsung tersenyum mendengar hal tersebut begitupula yang lainnya.

"Baiklah ayo kita bangunkan kedua putri tidur kita." Canda Naruto sambil mengeluarkan bidak Pawn miliknya lalu meletakkan di atas tubuh Raynare (Raynare tidak menggunakan pakaian Datenshi miliknya).

Rias dan Naruto memulai ritual mereinkarnasi keduanya. Setelah selesai Raynare dan Asia langsung terkejut setelah berbangun karena Issei langsung memeluk mereka berdua sambil menangis.

"Syukurlah...Hiiiks...Hiiks!"

"Issei-san/Issei-kun!" Kata keduanya yang masih tidak mengerti apa yang terjadi. Tidak ingin ambil pusing keduanya langsung membalas pelukan Issei yang serasa hangat.

Semua yang melihat adegan tersebut hanya tersenyum. Kecuali dua orang yaitu, Kakashi yang sudah berkutat dengan buku keramatnya dan Shikamaru yang tengah menguap.

Setelah itu mereka Peerage Rias pulang menggunakan lingkaran sihir keluarga Gremory sedangkan Naruto dan keluarganya tentunya dengan Raynare pulang ke apartemen mereka. Raynare sempat ingin bertanya namun Naruto mengatakan besok saja menjelaskan semuanya.

.

.

.

Keesokan paginya seluruh anggota keluarga Naruto termasuk Raynare berada di ruangn makan menunggu Karin menyiapkan sarapan. Seperti biasa Kakashi kembali berkutat dengan buku keramatnya. Lee dan Gaara terlihat membicarakan sesuatu sedangkan Shikamaru tengah tertidur di kursi miliknya.

"Nah! Raynare, sekarang kau anggota keluarga kami jadi mulai sekarang tinggal disini." Kata Naruto membuka suara karena dari tadi ia melihat Raynare terus tertunduk atau mungkin masih takut.

"Aku tahu yang kau pikirkan, Raynare." Kata Kakashi tanpa mengalihkan pandangan dari buku laknat berjudul Icha-Icha Paradise.

"Ini semua permintaan dari Issei-mu dan mengenai pemimpinmu biar aku mengurusnya." Tambah Naruto membuat Raynare menoleh ke arahnya. "I-Issei-kun yang meminta Naruto-sama?" Tanya Raynare.

Naruto meresponnya dengan anggukan lalu berkata. "Ia tidak ingin kehilanganmu. Jadi satu-satu cara adalah mereinkarnasimu menjadi Iblis. Dan satu lagi, walaupun aku adalah King-mu. Panggil saja aku Naruto." Raynare mengangguk pelan.

"Jadi mulai sekarang kau adalah anggota keluarga dari Uzumaki. Perkenalkankan diri kalian!" Perintah Naruto pada yang lain.

Satu persatu mereka memperkenalkan diri mereka kecuali Shikamaru dan Karin. Tak berselang lama akhirnya Karin menghampiri mereka sambil membawa nampan berisi sarapan mereka dan lagi-lagi Naruto harus mendengus kesal karena tidak ada Ramen.

"Haaa, sudah kubilang ak-" Naruto tidak dapat melanjutkan pandangannya karena mendapat tatapan tajam dari Kakak angkatnya Karin.

"Ta-tapi apa aku pantas menjadi bagian keluarga ini? Aku tidak sekuat Naruto dan lainnya." Kata Raynare pelan karena ia tahu bahwa kekuatan Iblis dari keluarga Naruto di atas rata-rata.

"Tidak apa, lagipula dengan bertambahnya anggota keluarga. Suasana rumah ini semakin ramai dan aku tidak sendirian lagi sebagai perempuan." Jawab Karin lalu tersenyum ke Raynare yang juga dibalas senyuman.

"Dan mulai hari ini kau juga akan bersekolah di Kuoh. Rias sudah mengurusnya semalam bahkan ia mengurusmu agar sekelas dengan pangeran mesummu." Goda Naruto membuat Raynare sedikit blushing membuat Naruto sedikit terkekeh.

"Sudah-sudah, cepat sarapan nanti kita jadi terlambat." Kata Karin lalu melirik ke Shikamaru yang tertidur. "Hey Rusa pemalas! Bangun!" Teriak Karin.

Shikamaru bangun dari tidurnya sambil menguap. "Hoaammzz...Wanita memang merepotkan!" gumam Shikamaru. Dan langsung mendapat Deathglare mematikan dari Karin.

Raynare sedikit tersenyum melihat tingkah keluarga barunya. Dan akhirnya ia memutuskan untuk tidak menyesal karena dijadikan seorang Iblis dari keluarga Naruto. Suasana sarapan keluarga Naruto pun dihiasi perdebatan kecil antara Lee dan Naruto membuat semuanya sweatdrop karena yang mereka debatkan adalah hal sepele yaitu Lee menantang Naruto untuk melakukan latihan di GYM apartemen mereka.

.

.

.

TBC


Uzumaki Naruto Peerage

King : Naruto

Queen : ?

Bishop : Karin, Shikamaru

Rook : Gaara (2X)

Knight : Kakashi - ?

Pawn : Rock Lee (5X) - Raynare - ? - ?

Bisa disaranin untuk Bidak yang masih kosong.


Di chapter depan Lompoberang berencana memberika Raynare sebuah Sacred Gear. Tetapi bukan dari Kami-sama karena di Canon atapun LN DxD hanya manusia dan setengah manusia yang bisa mendapatkan Sacred Gear dari Kami-sama. Jadi dari mana Raynare mendapatkan jawabannya dari Azazel yang bisa membuat sebuah Sacred Gear.