Naruto And Highschool DxD © Bukan punya saya

Second Chance in Another Dimension © Ryusuke Akairyuu (Ganti Pen Nami)

Rate : M (Jaga-jaga)

Genre : Adventure – Supernatural – Family – Friendship – Romance – Mistery – ETC.

Pair : Naruto X Rias – Slight Other Pairing

Warning : Typo and Miss Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (mungkin), GaJe, Ancur, OOC, OC, GodlikeNaru, Etc.

Summary :Naruto diberi kesempatan kedua serta sebuah tugas menghentikan perang. Naruto menyetujui hal tersebut dengan syarat beberapa temannya ikut dibangkitkan. Bagimanakah kisah perjalan mereka yang dipenuhi misteri, petualangan, persahabatan dan cinta ...

A/N : Mohon maaf bila ada kalimat atau pernyataan yang mengakut keagamaan karena ini hanya dibuat untuk menghibur. Dan Tuhan yang dimaksud disini adalah Tuhan dalam Anime

.


CHAPTER 7

Setelah selesai menyantap sarapan. Keluarga Iblis Naruto bergegas ke sekolah mengenakan seragam Kuoh Akedemi minus Kakashi yang mengenakan jas untuk para sensei. Di tengah perjalan mereka berpapasan dengan Issei dan Asia.

"Ohayou minna-san!" Sapa Issei dan Asia.

"Ohayou Issei-kun, Asia/Issei/Hn/Hoaammmzz!" Balas keluarga keluarga Naruto dengan ekspresi yang berbeda-beda. Naruto dengan cengiran rubah miliknya, Gaara dengan wajah datarnya, Shikamaru hanya menguap bosan sementara Karin memasang ekspresi biasa-biasa saja dan terakhir si rambut mengkok membalas dengan penuh semangat.

"Asia... kau sekarang tinggal dengan Issei?" Issei mengangguk mengiyakan pertanyaan Naruto dengan semangat ditambah wajah goblok miliknya. Memang Asia sekarang tinggal bersama Issei atas perintah dari Rias. "Heee..." Semua langsung menoleh ke arah Karin dengan penasaran. "... sepertinya kau akan didahului Raynare!" Mereka yang tadinya diam penasaran langsung sweatdrop berjamaah. Entah kenapa setelah menjadi Iblis Karin menjadi OOC karena sangat suka untuk menggoda seseorang.

"Nee-chan benar-benar suka menggoda orang lain apa itu pengaruh dari reinkarnasi menjadi Iblis." Naruto hanya bisa geleng-geleng sambil membatin.

Issei dan Asia menghampiri Raynare yang berjalan di samping Karin. "Ne, Raynare-chan bagaimana hari pertamu menjadi Iblis di keluarga Naruto-senpai?" Tanya Issei.

"Menyenangkan, Issei-kun." Balas Raynare sambil menatap Naruto beserta keluarga barunya yang berjalan di depan mereka. Setelah itu ekspresi Raynare berubah menjadi sedih lalu berkata pelan. "Gomenne Issei-kun... aku pernah membuatmu terluka."

Issei membalas perkataan Raynare sambil tersenyum. "Sudahlah... lagipula aku sudah melupakan semuanya." Katanya.

.


Sesampainya di depan gerbang Kuoh Akademi. Naruto, Gaara dan Shikamaru langsung teriaki oleh siswi-siswi. Ketiganya juga telah mendapat julukan baru yaitu "Three Prince of Kuoh". Issei yang mendengar ketiganya diteriaki langsung mengutuk ketiga orang itu sedalam-dalamnya.

"Terkutuklah kalian bertiga, Naruto-senpai, Shikamaru-senpai, Gaara-senpai!" Yang lain hanya bisa sweatdrop mendengar teriakan dari memilukan dari pemilik Boosted Gear itu.

"Ohayou Naruto-kun... minna-san!" Sapa Rias yang menghampiri Naruto dan lainnya. Ia lalu menghampiri Naruto yang berjalan di samping kiri Shikamaru. "Aku duluan ke kelas Naruto!" Kata Shikamaru yang mengerti keadaan begitujuga keluarga Naruto yang lain.

"Selamat bersenang-senang Naru." Goda Karin membuat Rias dan Naruto sedikit blushing. Sontak keduanya langsung menyembunyikan muka keduanya. "Nee-chan benar-benar seorang penggoda sejati." Untuk kesekian kalinya Naruto memabatin mengenai Karin.

.

.

.

Setelah jam pelajaran berakhir Peerage Rias dan Naruto tengah berkumpul di Klub Penelitian Ilmu Gaib. Mereka berkumpul di sana untuk merayakan pesta penyambutan untuk anggota baru Rias yaitu Asia Argento yang mengkonsumsi bidak Bishop.

Salah satu pintu ruangan tersebut terbuka dan menampakkan Akeno yang tengah mendorong sebuah Troli yang diatasnya terdapat sebuah kue tart. "Ara~Ara... Senang melihat kalian semua berkumpul. Ini adalah pesta penyambutan untuk anggota baru kita." Kata Akeno.

"Haah... jadi untuk acara ini kalian mengundang aku dan keluarga ku, Rias?" Tanya Naruto sambil mendesah.

Rias tersenyum manis ke Naruto. "Bukannnya Naruto-kun dan keluarganya juga mempunyai anggota baru jadi kita rayakan sekaligus." Kata Rias.

"Haaa... baiklah!" Umpat Naruto pasrah. "Sebenarnya aku mau mengajak Raynare untuk bertemu dengan Azazel agar dibuatkan Sacred Gear." Pikir Naruto. Ia sudah mengetahu bahwa Gubernur Datenshi yang mesum itu mempunyai hobi lain yaitu meneliti dan menciptakan Sacred Gear.

"Aku juga akan merayakan hal ini dengan berkeliling sekolah sebanyak 10 kali!" Kata Lee dengan semangat berapi-api membuat semuanya sweatdrop ria.

"Mendokusai!" Umpat si Nanas tukang tidur yang tengah bersandar di ujung ruangan bersama dengan Kakashi yang tengah membaca buku laknatnya.

Acara penyambutan tersebut berjalan meriah hingga mereka tidak sadar bahwa hari telah malam. Satu persatu dari Peerage Rias berpamitan untuk pamit begitupula Naruto dan keluarganya.

.

Sesampainya di apartemen mereka. Naruto langsung berpamitan untuk mengajak Raynare untuk bertemu dengan Azazel. Sontak semuanya langsung menggoda Naruto dan Raynare yang seakan ingin berkencan saja terutama Karin.

"Hora~Hora... Aku hanya ingin mempertemukan Raynare dengan kenalanku." Bela Naruto dengan sengit ditambah tampang seriusnya.

"Ya...Ya... Paling tidak jangan membuat Raynare pulang dengan perut membuncit." Goda Kakashi membuat Raynare blushing sedangkan Naruto langsung mendeathglare sensei mesumnya itu.

"Sudahlah jangan bahas ini lagi, lagipula aku sudah-"

"Tapi kau belum bisa mengungkapkan perasaanmu." Sebelum Naruto menyelesaikan kalimatnya, Gaara langsung memotongnya dengan wajah datarnya membuat Naruto mendesah. "Ahhh...Mata panda sialan!" umpat Naruto dalam hatinya.

"Benar Naruto... sampai kapan kau mau memendamnya... Baka!" Tambah Shikamaru yang tengah asik tiduran di sofa. Lee dan Kakashi hanya mengagguk mengangguk pernyataan dari Nanas Pemalas itu.

"Jangan bilang kau masih belum bisa move on dari kenanganmu sewaktu kita masih dimensi sebelumnya." Kata Kakashi sambil menampilkan eye smilenya. "Ingat kita diberikan kesempatan kedua dan kau tidak boleh menyia-nyiakannya." Tambahnya.

"Ya...Ya...Kakashi-sensei sudah mengatakannya sewaktu di atap." Naruto berujar sambil mengangguk-ngangguk mengiyakan. Raynare yang baru bergabung dengan keluarga Naruto hanya bisa penasaran dengan apa yang mereka bicarakan namun satu hal ia ketahui adalah hal yang mereka bahas adalah masalah percintaan.

"Ayo Raynare, bisa-bisa orang mesum itu sudah selesai dengan urusannya!" Kata Naruto dibalas anggukan oleh Raynare. Keduanya lalu berjalan keluar apartemen diiringi teriakan yang bermaksud menggoda dari semuanya.

.

.

Di pinggiran sebuah sungai terlihat seorang pria paruh baya yang mengenakan kimono tengah menacing dan tak berselang lama dua orang menghampiri pria tersebut.

"Yo~ Azazel lama tidak bertemu!" Kata Naruto membuat orang yang dipanggil sweatdrop. "Kita kan baru bertemu beberapa hari yang lalu Naruto." Umpat Azazel lalu menghela nafasnya.

"A-Azazel-sama!" Kata Raynare sedikit terkejut karena orang yang ingin Naruto pertemukan dengannya adalah mantan pemimpinnya.

"Oh... Raynare. Jadi kau sekarang anggota dari Naruto?" Tanya Azazel.

Raynare menundukan kepalanya sambil berkata. "Ha'i, Azazel-sama!" Katanya pelan.

"Tidak apa!... Lagipula Naruto itu teman dekatku." Kata Azazel dengan wajah cerianya seperti biasa sedangkan Naruto mengukir senyum karena Azazel tidak memarahi mantan bawahan yang telah Naruto Reinkarnasi menjadi seorang Iblis.

"Jadi apa yang inginkan dariku Naruto?" Tanya Azazel sambil mengankat pancingannya yang terlihat bergoyang. Setelah mengankat, Naruto langsung tertawa terbahak-bahak melihat apa yang didapatkan oleh Gubernur Datensi tersebut.

"Bwaahahahahaha... bukannya ikan malah sepatu yang kau dapat... Itu mungkin karena kau mesum!" Umpat Naruto sambil memegangi perutnya.

"Hey... aku tidak mesum tapi super mesum!" Bela Azazel bangga sambil melempar sepatu yang dapat ke sungai. Sementara Raynare yang mendengar hal tersebut hanya bisa sweatdrop. "Bukannya itu sama saja. Apa benar Azazel-sama ini pemimpin kami." Batin Raynare sweatdrop.

"Begini... Aku tahu kau bisa membuat sebuah Sacred Gear... jadi ingin kau membuatkan Raynare sebuah Sacred Gear untuk meningkat kemampuan bertarunganya." Kata Naruto yang sudah berhenti tertawa.

"Oh, begitu rupanya." Kata Azazel lalu menoleh ke arah Raynare. "Apa kau setuju dengan ini Raynare?" Tanya Azazel.

Raynare mengangguk pelan. "Aku tidak ingin menjadi beban bagi keluarga baruku." Katanya mantab membuat Naruto dan Azazel tersenyum.

"Kau benar-benar orang yang menarik Naruto, bisa merubah Raynare." Batin Azazel mengingat selama menjadi bawahannya, Raynare tidak pernah memperdulikan orang lain selain dirinya sendiri. "Baiklah! Malam ini kita akan Grigori untuk melihat apa yang kupunya." Kata Azazel dibalas anggukan oleh Raynare.

"Apa tidak apa Naruto?" Tanya Azazel begitupula Raynare yang menanyakan hal yang sama lantasan Naruto sekarang adalah King-nya. "Tentu saja... asalkan Ero Datenshi ini tidak melakukan apa-apa terhadapmu." Umpat Si Blonde karena ia tahu Azazel adalah orang yang mesum tingkat akut.

"Jika ia melakukan sesuatu padamu. Katakan saja, akan kuhancurkan muka mesumnya itu." Tambah Naruto dibalas anggukan oleh Raynare.

"Ma~Ma... Kau benar-benar peduli dengan keluargamu Naruto." Kata Azazel dengan cara bicara khas miliknya. "Kau sudah sifatku Ero Datenshi!" Balas Naruto.

"Oh iya aku lupa. Tadi sebelum kita pergi, Karin-san berpesan agar ia dibelikan bahan makanan." Kata Raynare membuat Naruto mendengus kesal.

"Kenapa kau tidak bilang dari... dasar Nee-chan tukang perintah." Umpat Naruto kesal lalu beranjak meninggalkan tempat itu sambil berkata. "Jaa~nee!"

"Sebenarnya yang King itu siapa sih." Gumam Azazel sweatdrop melihat Naruto yang seenaknya diperintah oleh Peerage-nya sendiri.

"Itulah yang membuatku sedikit bahagia Azazel-sama. Di dalam keluarga baruku, tidak ada yang namanya atasan dan bawahan berbeda dengan keluarga Iblis lain yang menjunjung tinggi formalitas antara atasan dan bawahan." Balas Raynare sambil tersenyum.

"Ma~Ma... Kau bukan lagi bawahanku jadi tak usah seformal itu, Raynare-chan!" Goda Azazel membuat dirinya langsung dihadiahi Deathglare dari mantan bawahannya.

.


Sementara di Empty Dimension terdapat dua sosok berbeda gender. Yang pertama adalah Remaja berambut model pantat ayam dengan duduk bersila dan disampingnya adalah gadis berambut Pink yang mengenakan pakaian Jounin Konohagakure.

"Sial! Aku tak menyangka jadinya seperti ini." Kata Remaja berambut pantat ayam tersebut.

"Kau benar Sasuke-kun. Sepertinya kita terperangkap di dimensi kosong setelah menggunakan Kuchiyose sebagai media Jikkukan Ninjutsu." Kata gadis di samping yang ternyata adalah Rekan satu Tim Naruto.

"Mungkin ini efek dari ledakan yang kubuat dengan Kinjutsu milik klanku itu." Kata Sasuke lalu bangkit dari acara bersilahnya.

"Ngomong-ngomong bagaimana cara kerja Kinjutsu itu?" Tanya Sakura.

"Cara kerjanya adalah menggunakan media Chi Bunshin yang kubuat setelah Kyuubi menyerangku dengan Bijuudama... Aku menciptakan Chi Bunshin dengan chakraku hingga menyisahkan 10 persen untuk aku gunakan untuk memanggil Aoda." Jawab Sasuke dibalas anggukan oleh Sakura.

"Jadi? Apa yang akan kita lakukan Sasuke-kun? Apa mencari jalan keluar dari tempat ini?" Tanya Sakura.

"Hn. Ayo!" Balas Sasuke datar lalu mulai berjalan menyusuri Empty Dimension bersama Sakura.

"Hey Sakura!" Kata Sasuke sambil menoleh ke samping Sakura. "Aku benar-benar tidak habis pikir kenapa kau mau menghianati Dobe demi aku." Kata Sasuke.

Sakura tersenyum ke arah Sasuke lalu berkata. "Itu karena aku mencintaimu Sasuke-kun. Apapun akan kulakukan demi kau walaupun harus menghianati Naruto yang merupakan sahabatku sendiri." Balas Sakura seolah tanpa beban mengenai perkataannya tentang menghianati Naruto.

.


Tiga hari setelah penyelamatan Asia. Azazel telah menciptakan Sacred Gear yang pas untuk Raynare yaitu [Spear Birth] dimana kemampuannya hampir sama dengan [Sword Birth] milik Kiba, namun bedanya Raynare hanya mempunyai tiga bentuk Tombak yang bisa diciptakan. Sacred Gear tersebut berupa sebuah gelang merah di kedua lengannya.

(AN : Sacred Gear Raynare adalah buatan dari Azazel bukan pemberian dari Kami-sama. Jadi walaupun Raynare sudah menjadi Iblis, ia tetap bisa diberi Sacred Gear. Penjelasan lengkap ada dibawah)

Malam ini Naruto memilih untuk berjalan-jalan ke pusat kota Kuoh karena bosan berada di apartemennya. Satu persatu tempat yang menarik Naruto kunjungi, setelah puas akhirnya pemuda itu memutuskan untuk kembali ke apartemennya.

"Haa..." Naruto menghela nafas ringan ketika melewati sebuah taman dan tiba-tiba taman tersebut muncul sebuah Kekkai yang menandakan akan ada sebuah pertarungan.

"Khukukukuku... apa yang kudapat disini?... Seorang Iblis yang tersesat rupanya." Naruto menoleh ke arah atas dan mendapati Datenshi bergender pria dengan dua pasang sayap terbang dengan angkuhnya.

Tak berselang sebuah lingkaran sihir yang Naruto sangat kenali muncul di sampingnya dan menampakkan gadis berambut merah crimson. "Akhirnnya dia keluar juga?" Naruto pun menghela nafas melihat kemunculan gadis berambut merah crimson tersebut. Ia kemudian mendelik ke arah gadis itu.

"Kuoh adalah kawasan dari keluarga Gremory jadi ini juga adalah masalahku Naruto-kun." Rias tersenyum manis ke Naruto untuk membalas pemuda yang mendelik kearahnya. "Apa kau yakin?... Lihat!... Gagak itu mempunyai dua pasang sayap lohh...!" Naruto menunjuk Datenshi yang terbang di atas mereka sedangkan Rias mengangguk meyakinkan Naruto mengenai hal ini.

"Khukukuku... sekarang apalagi?... Gremory kah?" Tanpa pikir panjang Datenshi tersebut langsung menciptakan dua Holy Spear dan langsung diarahkan menuju ke arah Rias.

Pewaris Gremory itu langsung melompat ke samping menghidari serangan dari Datenshi di atasnya. Sementara di sisi Datenshi itu, setelah melempar Holy Spear, ia langsung merasakan hantaman keras di bagian punggungnya.

"S-sejak kapan Naruto-kun berada di belakangnya." Pikir Rias sedikit syok melihat apa yang baru saja terjadi. Setahunya Naruto tadi berdiri di sampingnya dan sekarang pemuda itu sudah berada di belakang Datenshi itu.

"Yooo!" Naruto langsung mendorong kaki kakannya yang menempel di punggung Datenshi tersebut.

Duaar!

Kepulan debu langsun mengepul ketika Datenshi tersebut menghantam permukaan taman karena dorongan kaki kanan dari Naruto. Sementara di atas udara, Naruto yang masih melayang langsung berteriak ke arah Rias. "Akhiri dengan Power of Destruction milikmu!" Rias mengangguk paham dan mulai memunculkan Power of Destruction di kedua tangannya.

Duaar!

Rias langsung melempar Power of Destruction miliknya ke arah kepulan debu tersebut namun beberapa meter sebelum sampai pada kepulan debu, Datenshi itu berhasil terbang menjauh sehingga membuat serangan Rias hanya mengenai area kosong.

"Sial!" Umpat Rias lalu mengikuti pergerakan Datenshi itu dengan menggerakkan kepalanya.

"MATILAH IBLIS SIALAN!"

Rias langsung terbelalak kaget ketika Datenshi itu berubah arah menuju dirinya dengan dua Holy Spear di tangan Datenshi itu. Karena tidak menduga hal tersebut, Rias terlambat mengambil ancang-ancang ditambah kecepatan dari lawannya membuatnya harus melakukan sesuatu secepat mungkin.

"Rasengan!"

Duaar!

Rias dan Datenshi itu langsung terkejut ketika Naruto tiba-tiba muncul diikuti kilatang kuning dengan sesuatu berbentuk bola yang berputar kencang yang pemuda itu ciptakan dari kekuatan Iblis di tangan kanan kemudian langsung dihantamkan ke punggung Datenshi yang berada di bawahnya. Kepulan asap pun kembali mengepul di depan Rias.

"Inikah kekuatan dari Naruto-kun... ia lebih cepat dari Yuuto dan lebih kuat dari Koneko... Serangan yang barusan juga sangat mengerikan." Batin Rias yang melihat kemampuan dari pemuda yang telah memcuri hatimua itu.

Setelah kepulan debu menghilang di depan pewaris Gremory itu, terlihatlah Naruto yang berdiri dengan tegap dan disekitarnya bulu-bulu hitam terlihat beterbangan disapu angin malam. Kekkai penghalang pun ikut menghilang bersamaan dengan hancurnya Datenshi itu.

"Kau tidak apa-apa Rias?" Pertanyaan dari Naruto langsung membuyarkan lamuan Rias yang melihat kekuatan pemuda di depannya. Gadis berambut merah crimson itu mengangguk pelan. "Naruto-kun sendiri?" Tanyanya balik ke Naruto.

"Sama!" Naruto tersenyum ke arah Rias kemudian berjalan menghampirinya. "Kenapa kau ada dis-"

"Itu karena aku merasakan Auramu dan Datenshi secara bersamaan Naruto-kun!" Potong Rias cepat walaupun sebenarnya dari tadi ia memang menguntit Naruto semenjak meninggalkan apartemennya.

"Benarkah?" Naruto memajukan wajahnya kedepan untuk memastikan bahwa gadis didepannya tidak berbohong.

"T-Tentu saja!" Jawab Rias cepat agar kebohongannya tidak diketahui oleh Naruto.

"Benarkah?... Semenjak aku meninggalkan apartemenku... aku merasa ada yang menguntitku dari belakang." Rias tidak dapat mengelak lagi, ternyata Naruto sudah menyadari dirinya semenjak meninggalkan apartemen pemuda itu.

"Baiklah Naruto-kun, aku menyerah! Sebenarnya aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu... saat aku kembali dari rumah Issei untuk mengambil sesuatu... aku melihatmu keluar dari apartemenmu sendirian." Rias pun mengakui dirinya menguntit Naruto dengan nada pelan. "Lalu?" Tanya Naruto lagi.

"S-sebenarnya... an-ano...-" Rias langsung tersentak dan tidak dapat melanjutkan perkataannya ketika jari telunjuk Naruto menempel di bibir miliknya. Naruto melakukan ini karena ia tahu Rias ingin mengatakan sesuatu yang sangat sulit.

"Sudah jangan dilanjutkan!... Aku tahu apa yang kau katakan Rias-chan." Sebuah semburat langsung muncul di pipi gadis tersebut ketika Naruto menambahkan suffix –chan pada namanya. "Kau mengkhawatirkanku...'kan!" Rias mengangguk pelan.

"Sebenarnya aku ingin mengatakan ini sejak kita pertama bertemu tetapi aku takut kejadian yang sama terulang kembali." Lanjut Naruto.

"Namun akhirnya aku menyadari bahwa sekarang aku tidak ingin mengalami kejadian yang sama untuk kedua kalinya dan bertekad untuk tidak gagal untuk kali ini." Naruto menghela nafas panjang kemudian memamerkan senyum terbaiknya.

"Aishiteru Rias Gremory!"

Rias tidak bisa lagi berkata apa-apa ternyata selama ini bukan hanya dia yang mencintai Naruto dan tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapnya. Ternyata Naruto juga merasakan hal yang sama dengannya namun Naruto sedikit berbeda karena bukannya tidak berani mengungkapnya tetapi Naruto takut akan sesuatu yang pernah dialami oleh pemuda itu.

Tanpa pikir panjang ia langsung memeluk pemuda bernama Uzumaki Naruto itu dengan erat. "Aishiteru mo Uzumaki Naruto." Balas Rias semakin mengeratkan pelukannya.

Naruto yang awalnya tersenyum akhirnya membalas pelukan dari Rias kemudian membatin. "Hangat seperti pelukan dari Kaa-san." Keduanya kemudian melepaskan pelukan mereka dengan wajah sama-sama memerah layaknya kepiting rebus.

"Kau tahu Rias? Bukan hanya mirip, pelukanmu bahkan sehangat pelukan Kaa-san yang hanya satu kali dalam seumur hidup aku rasakan. Jadi-" Rias yang mengerti apa maksud Naruto, kembali memeluk pemuda itu dengan eratnya.

"Jadi bisa dibilang aku ini mirip dengan Okaa-sama Naruto-kun?" Rias mendongak ke arah wajah Naruto yang sedikit lebih tinggi darinya. Pemuda itu mengangguk pelan sambil tersenyum. "Tapi Kaa-san tetap Kaa-san, Rias-chan tetaplah Rias-chan. Gadis berambut merah Crimson yang aku cintai."

"Tetapi bukan yang pertama!" Batin Naruto.

Masih dalam keadaan berpelukan. Naruto menaikkan kedua tangannya ke leher Rias kemudian sedikit menundukan kepalanya. Rias yang tahu apa yang ingin dilakukan oleh kekasihnya langsung memejamkan kedua matanya. Naruto mengeleminasi jarak wajahnya dengan wajah Rias hingga akhirnya.

Cup!

Kedua bibir mereka pun bertemu. Bukan ciuman yang dilandasi nafsu ataupun paksaan melainkan ciuman yang menyampaikan rasa cinta keduanya. Tiga menit kemudian akhirnya kedua melepaskan ciuman mereka karena kebutuhan oksigen.

"Ayo kita kembali... ini sudah larut!"

Naruto hendak melakukan Hiraishin miliknya untuk mengantar Rias kembali ke Club Penelitian Ilmu Gaib tetapi dengan cepat Gadis berambut merah Crimson itu berkata. "Kita jalan kaki Naruto-kun... aku ingin menikmati saat-saat pertama menjadi kekasihmu!"

Naruto menghela nafas ringan, sebenarnya ia sudah lelah. Tetapi melihat ekspresi dari kekasihnya itu ia pun mengangguk. "Baiklah Hime!" Naruto menggandeng tangan kiri Rias dengan tangan kanannya lalu berjalan berdampingan meninggalkan bulu-bulu hitam bekas dari pertarungan yang ternyata membawa kebahagian untuk keduanya.

"Aku tak menyangka Naruto-kun yang kukenal banyak bicara dan sedikit bodoh bisa berkata seromantis tadi." Kata Rias.

Pemuda pirang itu langsung menunjuk dirinya dengan kesal dikatahi bodoh oleh Rias, memang sih dia sedikit bodoh tapi tak usah diucapkan juga. "Jadi menurutmu aku ini bodoh?"

Rias mengangguk pelan namun di pipinya terlihat semburat tipis. "Tapi meskipun bodoh aku tetap mencintaimu Naruto-kun!" Ujarnya semakin mempererat pegangannya pada tangan kanan Naruto.

"Naruto-kun!" Pemuda pirang itu kembali menoleh ke arah Rias yang memanggilnya dengan nada pelan. "Hmm... ada apa?" Tanyanya.

"Aku mau bertanya... apabila nantinya ada seseorang yang ingin merebutku apa yang akan kau lakukan Naruto-kun?... Ini hanya seandainya Naruto-kun!" Naruto menaikkan sebelah alisnya kemudian tersenyum ke arah Rias.

"Tentu saja aku akan menghajar orang itu!" Rias langsung tersenyum mendengar jawaban dari Naruto mengingat sebentar lagi masalah yang sebenarnya akan dihadapi oleh keduanya.

"Setidaknya aku akan berusaha agar bisa membatalkan pertunangan bodoh itu." Batin Rias.

.


Two Days Later

Baik Peeragae Rias maupun Naruto sudah mengetahui hubungan King mereka. Semuanya pun menyetujui hal ini terutama keluarga Naruto yang menginginkan agar King mereka melupakan masa lalunya. Tetapi beda dengan Issei yang kecewa berat karena ia bermaksud memasukkan Rias dalam kerajaan Haremnya, namun setelah ia mendengar kalau Raynare dengan senang hati menjadi salah satu dari Harem Issei, pemuda berambut coklat itu pun mengangguk dengan wajah mesumnya.

Dan saat ini Rias diikuti Naruto berjalan menaiki tangga ke Club Penelitian Ilmu Gaib. Sebelum membuka pintu Gadis berambut Crimson itu menoleh ke arah kekasihnya yang berada di belakangnya. "Hmm... ada apa?" Naruto menatap heran raut wajah Rias yang tampak khawatir.

"Apa sekarang saatnya aku memberitahukan mengenai pertungannya ke Naruto-kun." Rias menggeleng pelan dan mencoba menenangkan dirinya. Naruto yang melihat tingkah kekasihnya menaikkan sebelah alisnya. "Ada apa sebenarnya Rias-chan?... Kalau kau ada masalah bilang saja!"

"Tidak ada kok!" Naruto semakin penasaran dengan tingkah aneh kekasihnya hari ini. Apalagi sekarang yang melihat Rias tersenyum yang terkesan dipaksakan. "Begitukah... kalau begitu ayo kita masuk. Aku mau secepatnya makan ramen buatan Nee-chan!... setelah pulang dari sini."

Rias hanya terkekeh pelan dengan kekasihnya yang maniak ramen. Hari ini seluruh keluarga Naruto langsung pulang ke apartemen mereka kecuali Naruto yang sedekar ingin mampir ke Club Penenelitian Ilmu Gaib, tetapi sekedar mampir itu akan menjadi sesuatu yang memusingkan bagi Naruto.

Clek!

"Akhirnya kalian berdua datang juga!" Rias dan Naruto yang baru saja memasuki ruang Klub Penelitian Ilmu Gaib langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.

"Grayfia-neesama/Grayfia-san!" Ucapa Rias dan Naruto secara bersamaan melihat seorang wanita berambut silver yang memakai pakaian Maid lengkap berdiri di samping meja Rias.

"Sepertinya hari sialku datang juga." Pikir Rias sambil menghela nafas dengan mata tertutup. Sedangkan Naruto menatap satu persatu anggota Rias yang memasang wajah serius bahkan Kiba yang biasa tersenyum ketika Naruto datang pun ikut serius.

"Hey kenapa kalian serius sekali?" Tanya Naruto.

"Sebelum menjelaskannya, ada baiknya Rias-sama dan Naruto-sama duduk dulu!" Naruto mengangguk lalu berjalan menuju sofa yang kosong. Sambil berjalan Naruto melirik kebelakang dan mendapati Rias berjalan sambil menunduk sehingga kedua matanya tertutupi pony rambutnya.

"Ada yang aneh disini." Naruto mengambil posisi duduk membelakangi Grayfia dan disampingnya Rias ikut duduk masih dengan kepala yang ditundukan. "Baiklah! Ada yang bisa jelaskan apa yang terjadi disini dan kenapa anda bisa ada disini Grayfia-san?" Tanya Naruto

"Baiklah..." Naruto menyipitkan matanya menunggu kelanjutan dari apa yang akan dikatakan oleh Queen dari Maou Lucifer yang sudah berdiri di depan meja kerja Rias.

"Aku kesini untuk membahas acara pertunangan Rias-sama dengan Raiser-sama!" Naruto langsung tersentak ketika mendengar penjelasan dari Grayfia. "Apa maksudnya acara pertunangan Rias-chan?" Grayfia menghela nafas ringan mendengar pertanyaan dari Naruto yang terdengar seperti sebuah teriakan.

"Setelah Great War populasi dari Iblis berdarah murni semakin menipis... jadi Lord Gremory-sama dan Lord Phenex-sama memutuskan untuk menjodohkan salah satu anak mereka agar populasi dari Iblis berdarah murni meningkat." Jelas Grayfia. Rias yang mendengarkan hal tersebut langsung berdiri.

"Sudah kubilang aku menolak pertunangan ini... Aku sudah mengatakannnya berulang kali." Rias mengepal kedua tangannya lalu berbalik. "Otou-sama dan Onii-sama hanya panik dan langsung mengambil keputusan tanpa memberitahuku dulu." Tambah Rias.

"Jadi malam itu bukan seadainya tetapi sebenarnya." Naruto menghela nafasnya karena ia akhirnya mengerti kenapa Rias tiba-tiba saja menanyakan hal tersebut. Pemuda itu bangkit dari sofa yang membuat semuanya terkejut terutama Rias.

"Grayfia-san!" Queen dari Sirzechs langsung mengalihkan pandangannya ke arah Naruto. "Bisa aku bertemu dengan Sirzechs... ada yang ingin aku katakan kepadanya!" Peerage Rias pun terkejut mendengar penuturan dan panggilan Naruto kepada sang Maou Lucifer itu.

"N-Naruto-kun... Jangan-jangan kau-"

"Ya tentu saja!... sudah tugasku untuk melakukan hal tersebut, Rias-chan!"

Sebuah lingkaran sihir keluarga Gremory secara tiba-tiba muncul di samping area kosong dari ruangan tersebut dan menampakkan Sang Maou Lucifer, Sirzechs Gremory. "Ma~Ma... Jadi apa yang ingin kau katakan kepadaku Naruto-kun?" Kata Sirzechs lalu menyungging sebuah senyuman.

Peerega Rias yang berada di ruangan tersebut langsung membungkuk hormat kepada sang Maou Lucifer. "Jadi inikah Sang Maou Lucifer, pemimpin dari Fraksi Iblis." Pikir Issei dan Asia yang baru pertama kali bertemu dengan Sang Maou itu.

"Apa benar Rias-chan akan ditunangkan dengan seseorang dari Klan Iblis lain di Underworld?" Tanya Naruto untuk memastikan bahwa Rias benar-benar akan ditunangkan. Sirzechs mengangguk pelan kemudian berkata kepada Naruto. "Memangnya kenapa Naruto-kun?"

"Aku hanya ingin memastikannya." Pemuda itu lalu menoleh ke arah Rias. "Rias-chan..." Gadis berambut merah Crimson itu mengangguk lemah takut akan apa yang dikatakan Naruto selanjutnya.

"Apa ada cara untuk menghentikan pertunangan ini?" Semua orang yang berada di ruangan tersebut langsung gembira ketika Naruto mempertanyakan mengenai menghentikan pertunangan dari Rias.

"Tetapi sebelum kau menjawabnya aku ingin kau menjawab yang satu ini... apa kau benar-benar yakin dengan perkataanmu malam itu?" Rias sedikit tersentak mendengar pertanyaan Naruto yang mengarah pada pernyataan malam dimana mereka menjadi seorang kekasih. "Atau kau hanya membohongi dirimu sendiri mengenai malam itu agar kau bisa menghentikan hal ini?"

Beberapa cairan bening langsung mengalir di pipi mulus Rias. "A-aku tidak membohongi diriku sendiri Naruto-kun... aku memang mempunyai perasaan kepadamu."

"Itu saja yang perlu aku ketahui." Kata Naruto kemudian berjalan ke arah Rias kemudian membawa gadis itu kedalam pelukannya. Sambil memeluk kekasihnya, Naruto melirik ke arah Maou Lucifer dan Grayfia yang terlihat tersenyum melihat keduanya. "Sepertinya aku akan terlibat masalah yang serius kali ini." Gumam Naruto kemudian melepaskan pelukannya lalu berjalan ke arah Sirzechs dan Grayfia. Rias dan Peeragenya pun penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Naruto.

"Jadi... apa ada hal yang bisa dilakukan untuk menghentikan acara bodoh ini?" Tanya Naruto.

"Menghentikan sebuah pertunangan di kalangan Fraksi Iblis tidak semudah membalikkan telapak tangan." Beberapa kendutan langsung muncul di kening Naruto mendengar hal tersebut. "Namun jika Ria-tan masih tetap bersikeras untuk menolak pertunangan ini... maka Rating Game adalah solusinya."

"Rating Game?" Naruto menaikkan sebelah alisnya karena ini pertama kalinya ia mendengar hal tersebut.

"Sepertinya aku pernah mendengar hal itu." Gumam Issei yang dari tadi cuman diam melihat apa yang terjadi di depannya begitupula Peerage Rias yang lain.

"Rating Game hampir sama dengan catur, dimana dua King bersama Peeragenya saling bertarung hingga salah satu dari dari kelompok tersebut menyerah." Jelas Kiba.

"Karena kita telah diberi kekuatan yang berhubungan dengan Bidak Catur." Akeno menambahi penjelasan dari Kiba yang membuat Issei akhirnya mengerti dengan Rating Game.

"Maaf saja tapi aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi." Semuanya langsung menoleh ke arah Naruto secara bersamaan. "Apa maksudmu Naruto-kun?" Tanya Sirzechs.

"Setelah mendengar penjelasan mengenai Rit...Routin atau apalah itu... sepertinya itu mengarah ke sebuah pertarungan antara dua kelompok Peerage." Semuanya mengangguk minus Rias tentang perkataan Naruto mengenai pertarungan. Sedetik kemudian Naruto langsung memperlihatkan sebuah seringai.

"Jadi..." Sirzechs menaikkan alis sementara yang lain menahan nafas mereka untunk mendengar kelanjutan dari pertakaan dari Naruto.

"... aku Uzumaki Naruto beserta keluargaku akan menggantikan posisi Rias dan yang lain untuk melakukan kegiatan bodoh itu untuk membatalkan pertunangan Rias-chan"

Semua orang berkedip beberapa kali, setelah itu semua langsung mengatakan hal yang sama ditambah ekspresi terkejut.

"EHHHHHH!"

.

.

Sirzechs yang pulih dari keterkejutannya pertama kali langsung tersenyum ke arah Naruto. "Apa alasanmu ingin menggantikan posisi Ria-tan dalam Rating Game?"

"Aku tidak ingin melihat Rias-chan menderita dua luka sekaligus saat melakukan kegiatan bodoh itu." Rias dan Sirzechs menaikkan alis mereka secara bersamaan. "Dua?"

"Pertama luka fisik dari pertarungan dari kegiatan bodoh itu... kedua adalah luka selanjutnya dimana jika ia kalah, maka pertunangan itu akan terjadi." Jelas Naruto dengan raut wajah serius. "Jadi bisa anda urus masalah ini dengan keluarga dari calon tunangan Rias-chan?"

"Baiklah jika itu maumu Naruto-kun!... aku akan mencobanya!" Sirzechs mengalihkan pandangan ke arah Rias yang dibalas anggukan mengenai dirinya setuju untuk digantikan oleh Naruto dan Peeragenya. "Ayo Grayfia!" Keduanya pun mengaktifkan sihir teleportasi lalu menghilang dari ruang Klub Penelitian Ilmu Gaib.

Setelah keduanya pergi. Semuanya langsung menoleh ke arah Naruto secara bersamaan. "Ada apa?" Naruto menampilkan wajah polosnya.

"Apa Naruto-senpai tahu siapa lawanmu?" Tanya Kiba balik dibalas gelengan pelan oleh Naruto. "Raiser Phenex yaitu pewaris dari klan Phenex!" Ujar Rias.

Naruto mengambil posisi duduk di sofa lalu menikkan alisnya. "Memangnya apa keistimewaan dari mereka?"

"Klan Phenex adalah salah satu klan yang tersisa dari 72 pilar, seperti Buchou yang merupakan pewaris dari Klan Gremory. Mereka memiliki kekuatan dari salah satu mahluk legendaris, Phoenix burung api." Akeno menjelaskan sementara Naruto, Issei dan Asia mendengarkan dengan antusias.

"Karena itu, kemampuan mereka mencerminkan burung legendaris itu , di mana mereka dapat beregenerasi dari hampir semua luka yang mereka alami." Tambah Akeno membuat Issei dan Asia sedikit terkejut mendengar Klan Phenex dapat meregenerasi tubuh mereka yang terluka.

Sementara Naruto memandang lurus kedepan karena kekuatan dari Phenex mengingatkan ia pada seseorang dari dimensi shinobi. "Regenerasi ya... mengingatkanku pada Baa-chan." Pikirnya.

"Tenang saja, aku bahkan pernah menendang bokong seorang dewa... jadi untuk apa aku takut melawannya." Jelas Naruto membuat semuanya tercengang mendengar pemuda itu pernah menendang bokong seorang dewa walaupun sedikit tidak percaya dengan hal itu.

"Dan kalian harus ingat satu hal... yaitu sehebat apapun seseorang pasti mempunyai sebuah... kelemahan."

"Baiklah!... Kalau begitu aku pamit dulu untuk memberitahukan kepada yang lain mengenai masalah ini." Naruto bangkit dari sofa yang ia duduki kemudian memasang wajah berkerut. "Dan kuyakin aku akan mendapat omelan dari Nee-chan lagi." Sambungnya lalu menghilang diikuti kilatan kuning membuat semua sweatdrop.

.

TBC


Oke... Aku yakin adegan Romance-nya agak buruk. Maklum saja karena aku sedikit kaku dalam adegan Romance.

.

.

Dan sekarang waktunya membahas Sacred Gear [Spear Birth] milik Raynare. Azazel mengambil dasar dari kemampuan Datenshi yaitu menciptakan sebuah [Holy Spea]r untuk menciptakan Sacred Gear ini. Dan itulah kenapa Raynare dibawa ke Grigori agar Azazel dapat melakukan penelitian mengenai hal ini karena ia adalah Mantan Datenshi.

Walaupun berdasar pada [Holy Spear] tetapi tombak yang Raynare ciptakan tidak mengandung Aura dari Datenshi. Dan hanya tiga macam tombak yang bisa Raynare ciptakan menggunakan Kekuatan Iblis miliknya namun dalam jumlah dan ukuran, Raynare bisa memperbesar dan menambah tergantung dari sisa kekuatan miliknya.

.

.

Oke... Aku berterima kasih kepada kalian yang sudah mereview, Fav dan Follow Fict supe berantakan dan Gaje ini.
Dan terakhir setidaknya tinggalkan jejak beruapa Review mengenai chapter ini!