FORBIDDEN LOVE

PART 2

Cast : Cha Hakyeon (N) , Lee Jae Hwan (KEN) , Jung Taek woon (LEO)

Genre : Yaoi, Complicated,School, Sad, Romance

Length : Chapter

Author: AhnJJ

Annyeong kembali lagi bersama AhnJJ yoww '0')/… ini Forbidden Love part 2 ~ di part ini cerita nya author buat lebih complicated lagi biar lebih pedes (?). kkkkk ~ nah di part ini KEO banyak, moment Hakyeon-Yura juga ada loh author mau menunjukan sisi romantic nya N .

Enjoy it ~

Gomawo

-Hannyoung High School –

[Hakyeon POV]

Han Yura, gadis itu yang sekarang ada di hati ku menggantikan Jung Taek Woon. Walaupun belum sepenuh nya aku bisa melupakan Leo ~ aku masih menyayangi dia sampai kapanpun.

Cha Hakyeon dan Han Yura berpacaran

Tentu saja berita ini membuat geger satu sekolah, terutama kelas XII-A. teman- teman sekelas seakan tidak percaya jika aku dan Yurasudah menjadi sepasang kekasih.

Kenapa aku lebih memilih menyatakan perasaan kepada Yura daripada Leo ? sampai detik ini pun aku tidak mengetahui alasan nya. Aku hanya ingin menemukan seseorang yang bisa mengisi kekosongan di hati ini, dan orang itu adalah Han Yura ~ tak selamanya di hati ini hanya ada Leo

Aku berpacaran dengan Yura agar aku bisa melupakan Leo sepenuh nya, karna aku tau di hati Leo hanya ada Nicole. Leo belum bisa melupakan Nicole, masih ada Nama Nicole di hati nya ~ aku tau itu….

Bahkan sampai detik ini, Leo masih mencintai Nicole. Dia belum bisa menemukan sosok pengganti Nicole karena dia masih menjaga hati nya untuk Nicole

Tidak ada guna nya aku terus menyimpan hati ini untuk Leo ~ bukan kah lebih baik aku memberikan hati ini kepada Han Yura? Gadis yang jelas – jelas sudah mencintai ku sejak lama… dia mulai mencintai ku ketika kami pertama berkenalan di club tennis. Sejak tau kami satu kelas, dia selalu mendekati ku hanya saja aku yang tidak pernah 'peka' dengan kehadiran nya.

Pelampiasan ~ ya bisa di bilang itu salah satu faktor aku menerima Han Yura. Tapi Cha Hakyeon bukanlah tipe seorang Nappeun Namja Aku akan berusaha mencintai Han Yura seperti aku mencitai Leo

Aku akan berusaha mencintai Han Yura ~

Untuk apa aku mencintai seseorang yang tidak mencintai ku

Untuk apa aku berada di samping seseorang yang bahkan orang itu pun tidak pernah menyadari keberadaan ku

dan…

Untuk apa aku terus menunggu seseorang , sekalipun orang itu tidak pernah melirik diri ku

Jung Taek Woon

This's Hurt…..

"Chanin… helo Chanin" ujar Yura sambil melambai- lambai tangan nya

"oh… waeyo "

"kau sedang melamun ya… kau kenapa " Tanya Yura. Dia terlihat khawatir dengan keadaan ku

Aku mengusap lembut pipi nya ,kemudia tersenyum

"aniya… naneun gwenchana "

"jangan membohongin ku Cha Hakyeon" ujar nya sambil menggembungkan pipi

"tidak sayang ~ aku tidak berbohong " ujar ku sedikit terkekeh

"ayo kita pergi ke kantin, sudah jam makan siang~ aku lapar Hakyeon-a"

"kkkk~ ara mari kita ke kantin aku pun sangat lapar tuan putri" ujar ku sambil memesang muka melas dan memegang perut ku

Yura tersenyum, ia mengusap wajah ku yang mungkin terlihat lucu di mata nya kkkk~ Aku merangkul bahu nya dan mengajak Yura ke kantin sekola.

Saat menuruni tangga kelas aku berpapasan dengan Leo, mata ku tak bisa berpaling dari wajah nya walaupun Leo sendiri sama sekali tidak melirik ku ,Dia melewati ku begitu saja tanpa menyapa.

"Taek woon –a , tunggu" ujar ku . Dia pun menoleh

Dia tidak menjawab sapaan ku, dapat ku tebak dari lirik mata nya dia sama sekali tidak akan menjawab ku

"aku dan Yura akan ke kantin untuk membeli makan siang, apa kau ingin ke kantin bersama kami ?" Tanya ku

"heummm.. gabung lah bersama kami" timpal Yura

"aku yang akan mentraktir makan siang nya ne… "

"tidak, terima kasih aku tidak berminat" ujar Leo yang kemudian pergi dari hadapan kami

"Leo kenapa? apa dia tidak suka dengan kita " Tanya Yura

"aniya sayang.. sifat Leo memang seperti itu kan ~ dingin seperti es " jawab ku

"sejak kita pacaran kenapa dia seperti menjauhi mu? Dia juga lebih suka menyendiri jarang mengobrol dengan teman – teman kelas juga "

"mungkin dia sedang ingin sendiri…"

"aku merasa aku lah penyebab dia menjauhi mu Hakyeon" ujar Yura menundukan wajah nya

"hey.. kenapa kau bisa berpikir seperti itu, aku dan Leo baik – baik saja . di luar jam sekolah kami masih sering pergi bersama. Kau tidak usah khawatir " jawab ku berbohong

Yura menyadari jika akhir – akhir ini hubungan ku dengan Leo memang tidak baik, saling menjauh satu sama lain dan aku akui itu. Dia seperti menjauhi ku , aku pun begitu perlahan menjauh dari dia agar aku bisa mencintai Yura seutuh nya.

Tapi bukan ini yang ini aku inginkan, jarak aku dan Leo semakin jauh….

Aku memeluk Yura , menyalurkan rasa cinta ku. Aku tidak ingin dia berpikiran macam – macam mengenai ini. Dan agar Yura berhenti menyalahkan diri nya

Yura membalas pelukan ku, aku mengusap punggung nya pelan..

"EHEHMMMMMMMMMMMMM"

Aku dan Yura sontak melepaskan pelukan kami, aku menoleh ke arah sumber suara

Jun young dan Leo sedang menatap kami

"di larang berpelukan di sekolah " ujar Jun Young sambil terkekeh

"YAK..! Moon Jun Young kemari kau" ujar Yura sedikit marah namun tertawa. Ia menarik kerah baju Jun Young dan menjitak Jun Young

Hahahahhaha… , kami semua tertawa kecuali Leo. Tatapan nya begitu tajam seakan tidak suka dengan apa yang kami lakukan barusan. Jangan kan ikut tertawa menatap kami pun tidak, dia malah melihat keadaan di sekitar koridor

Leo berjalan melewati kami dengan tangan yang ia selipkan di saku celana nya. Aku menatap punggung nya

Aku mohon berhentilah bersikap seperti itu Leo

"Jung Taek woon tunggu aku.. " teriak Jun Young yang menyusul Leo

Aku dan Yura pun ikut menyusul mereka, Yura menggandeng tangan ku begitu pun dengan ku.

Sesampai nya di kantin , aku membantu Yura membeli makan siang untuk kami, Jun Young dan juga Leo. Sesuai dengan janji ku tadi aku yang akan membayar semua ini. Awal nya Leo sempat menolak tapi berkat paksaan Jun Young , dia pun setuju.

Kami berempat menikmati makan siang di tempat duduk dekat lapangan sekolah, kebetulan hari ini sedang ada pertandingan basket antar kelas dan kelas Jae Hwan bertanding hari ini.

" lihat itu .. Lee Jae hwan " ujar Yura menunjuk Jae hwan yang sedang berlari menggiring bola

"Jiayou Jae hwan-nie " teriak Jun Young member semangat

"kalah kan mereka Jae hwan .. " teriak ku tak kalah semangat

Kami menikmati pertandingan basket siang hari ini , termasuk Leo . Ia pun terlihat fokus menonton pertandingan ini , aku perhatikan mata nya tak bisa lepas dari Jae hwan.

Brukkk…..

Tiba – tiba saja lapangan basket menjadi ramai, semua murid – murid sekolah berlari ke lapangan.

"mwoya.. ada apa " Tanya ku

"seperti nya ada pemain yang jatuh, sebentar aku lihat " ujar Jun young yang kemudian berdiri dan ikut berlari bersama murid lain nya menuju tengah – tengah lapangan.

Aku, Leo dan Yura masih diam di tempat kami menunggu Jun Young kembali

"hosh… hosh… pemain yang terjatuh itu Lee Jae hwan" ujar Jun Young dengan nafas tersengal – sengal

Mendengar ucapan Jun Young, Leo sontak berdiri kemudian berlari menuju lapangan tanpa mempedulikan kami. Aku dan Junyoung pun ikut berlari

"tunggu sebentar di sini Yura " ujar ku pada Yura

[ Author PO V ]

Leo berlari menuju kerumunan para murid, di ikuti dengan Junyoung dan Hakyeon di belakang nya.

Ketika mendengar nama Jae Hwan , seketika ia menjadi khawatir sangat khawtir.

Leo menerobos kerumunan para murid, ia melihat Jae hwan dengan dagu yang berdarah. Darah segar mengalir cukup banyak dari dagu nya

Kemudian Leo berjongkok dan melihat luka Jae hwan. Leo mengeluarkan scarf dari dalam saku blazer nya dan memasang itu di dagu Jae hwan untuk menghentikan darah yang keluar

" ah.. hyung , aku tidak apa – apa ini hanya luka sedikit " ujar Jae hwan saat Leo memegang dagu nya. Jae hwan tau jika saat ini Leo sedang mengkhawatirkan diri nya

" permisi.. permisi.. " ujar Jun young dan Hakyeon

"Ada apa dengan Jae hwan ? " Tanya Hakyeon yang ikut berjongkok

"aku terjatuh saat mencoba melompat sunbae.." jawab Jae hwan

"dagu nya mengeluarkan darah cukup banyak, aku rasa dagu nya harus dijahit luka nya cukup besar" jawab Leo

"separah itu kah? " ujar Hakyeon

"kita akan ke rumah sakit sekarang, jika terjadi pendarahan ini cukup berbahaya. Jun young-a bantu aku membawa Jae hwan " ujar Leo

Jun young membantu Jae hwan berdiri dan menuntun nya

"ah.. kaki ku " ujar Jae hwan meringis kesakitan

"Leo-a seperti nya Kaki nya juga cedera" ujar Hakyeon

"kalau begitu naikan dia di punggung ku, aku akan membawa nya ke rumah sakit"

Hakyeon dan Junyoung membantu Jae hwan .

" Leo-a lebih baik ke rumah sakit nya menggunakan mobil ku saja " ujar Hakyeon

"baiklah Hakyeon-a dan Jun Young tolong laporkan ini guru piket, aku dan Hakyeon akan membawa dia ke rumah sakit " ujar ku yang disetujui anggukan Jun Young

Mereka bertiga pun pergi ke rumah sakit dekat sekolah, Hakyeon yang mengendarai mobil sementara Leo membantu Jae hwan agar darah dari dagu nya berhenti mengalir.

-Seoul Hospital-

"bagaimana keadaan dia dokter " ujar Hakyeon

"dagu nya mendapat luka robek yang cukup dalam sehingga harus di jahit dan juga ada sedikit masalah dengan kaki nya, engsel kaki nya membengkak itu akan menyebabkan dia sulit berjalan "

"tapi dia akan sembuh kan kan dokter " Tanya Leo khawatir

"ya akan sembuh, membutuhkan waktu seminggu untuk bisa membuat nya kembali berjalan normal . sekarang pasien berada di ruang perawatan sedang beristirahat "

Hakyeon dan Leo bernafas lega

"saya izin pamit.. masih banyak pasien yang harus saya tangani" ujar dokter

"ne.., kamshahamnida dokter" ujar Leo dan Hakyeon bersamaan

"aku akan mengurus administrasi rumah sakit, lebih baik kau menemani Jae hwan di dalam" ujar Hakyeon

"hmm.. araseo, ah terima kasih telah membantu " ujar Leo

"tak perlu sungkan, Jae hwan hoobae ku juga" ujar Hakyeon tersenyum

[ Leo POV ]

Aku menghampiri Jae hwan yang ada di ruang perawatan , aku membuka pintu. Dia sedang terbaring dengan dagu yang di perban

Baru saja kemarin anak ini masuk rumah sakit dan sekarang harus masuk rumah sakit lagi, aigo ~ berhenti membuat hyung mu khawatir Jae hwan.

Aku melepas blazer coklat ku, lalu menyimpan nya di bangku. Blazer coklat ku sudah di penuhi darah

Aku menghampiri Jae hwan , aku rasa dia sedang tertidur karna pengaruh obat. Tangan ku mengusap pelan rambut nya membersihkan kotoran yang menempel akibat ia terjatuh tadi dan menarik selimut hingga sebatas leher. Aku menarik bangku yang ada di samping tempat tidur, cukup lama aku memandangi wajah polos nya yang sedang tertidur

"hyung…"

Ia berusaha bangun..

"ne.. ada apa ? " ujar ku sambil membantu nya duduk

"mian hyung.. telah merepotkan mu~ ah mianhae juga telah membuat blazer mu kotor"

Kenapa anak ini selalu minta maaf, walaupun ia tidak melakukan kesalahan. Aku tersenyum

"tidak usah memikirkan itu, lebih baik pikirkan luka mu saja. Aku cukup.. khawatir "

Jae hwan sedikit terkejut dengan ucapan ku. Apa ada yang salah ?

"aniya hyung.. tidak usah khawatir, jeongmal nan gwenchana. See.. aku tidak apa – apa " ujar nya sembari memeperlihatkan tangan dan kaki nya

"Babo.. ckck, jelas –jelas itu di perban"

"hehehehehe" Jae hwan tersenyum

"lain kali kau harus lebih berhati –hati , jangan membuat ku khawatir lagi"

"Yes sir.. ~ kkkk

Aku mengacak – ngacak rambut nya dan menarik hidung panjang milik nya itu

Jae hwan memegang tangan kanan ku~ ia menatap ku. Mata kami pun saling bertemu

Dari mata nya kau bisa melihat rasa cinta nya yang begitu besar

"hyung.. saranghae" ujar nya setengah berbisik

Aku menundukan wajah ku, malu. Lalu menatap nya kembali

"nado.."

Jae hwan menghambur ke dalam pelukan ku, ia mengusap punggung ku dan menenggelamkan wajahnya di dada ku . Aku terdiam melihat perlakuan nya ini ~

Pelukan ini.. kenapa membuat ku nyaman dan tenang

Pelukan ini mengingatkan ku pada Nicole, dia selalu memeluk ku jika ia merasa takut~

Kenapa pelukan ini mirip dengan pelukan Nicole ? tidak ~ pelukan yang di berikan Jae hwan lebih nyaman, aku menyukai nya

"hyung tetaplah berada di samping ku dan tetap menjadi hyung kesayangan ku ~ jangan pernah pergi dari samping ku " ujar nya sembari menatap ku

Lagi – lagi aku hanya terdiam , aku kehilangan kata –kata .

Aku memeluk dia, erat ~ menyalurkan semua jawaban ku dengan pelukan ini

Tidak.. aku akan berusaha agar aku tetap di sisi mu

Cukup lama kami berpelukan, saling menyalurkan rasa kasih sayang .

Hingga kami tidak menyadari jika sudah Hakyeon masuk dan melihat adegan ini.

[ Hakyeon POV ]

Apa benar ini yang kulihat sekarang ? ini bukan mimpi kan? Mereka…..

Leo dan Jae hwan sedang berpelukan , mereka terlihat begitu dekat.

Nafasku tercekat dan hati ku bagai di tusuk ribuan duri

"owh Hakyeon hyung" ujar Jaehwan

Aku tersenyum kepada nya, dengan sedikit canggung aku menghampiri mereka berdua.

"bagaimana kedaan mu?" Tanya ku

"aku baik – baik saja hanya masih sedikit sakit di kaki"

"Jae hwan-a , hyung akan keluar untuk mencari beberapa cemilan untuk kita " ujar Leo yang langsung pergi meninggalkan kami berdua

"istirahat lah.."

"Hyung…. Apa kau sudah tau tentang aku dan Leo hyung" ujar nya sambil tersenyum

"apa ? jangan mencoba – coba untuk menyembunyikan sesuatu dari Cha Hakyeon "

"sebenar nya aku dan Leo hyung, kami…. sudah resmi bersama"

Mwo…..

Jadi Leo dan Jae hwan sudah menjalin hubungan ~

Kenapa hati ku menjadi panas begini…

Apa aku sedang cemburu ?

Hey ~ ayolah Cha Hakyeon harus nya kau ini senang bukan nya cemburu, ingat ingat Han Yura sudah ada Han yura di sini

Aku memegang dada ku, sial kenapa dada ku sesak begini

" neomu neomu haengbokheyo~ omona…"

"chukae.. akhir nya usahan mu untuk mengejar dia tidak sia – sia " aku mengacungkan kedua ibu jari ku

"dan chukae juga untuk hyung dan Yura nuna , kalian sungguh pasangan serasi"

Ckckc~ mungkin aku akan lebih serasi lagi jika bersama pasangan mu sekarang

Jae hwan mulai menceritkan bagaimana ia dan Leo bisa menjalin hubungan, mulai dari kejadian di ruang vocal dan anak anjing itu. Sesekali aku pun ikut tersenyum walau ini hanya sebuah fake smile , ia sangat bahagia bisa bersama Leo.

Mungkin jika aku seberani Jae hwan , sekarang aku yang bersama Leo bukan dia. Dan aku juga akan bahagia seperti Jae hwan sekarang

Aku telah salah memandang Leo, ternyata Leo sudah menutup hati nya untuk Nicole.

Inilah rahasia Tuhan..~ hanya Tuhan yang mengetahui isi hati para hamba nya. Dan manusia tibak bisa menebak nya.

Cha Hakyeon dan Han Yura

Jung Taek Woon dan Lee Jae Hwan.

Kreeek….

Leo datang membawa satu plastik yang berisi makanan dan minuman. Cukup banyak..

"ini aku membelikan makanan untuk mu Jae hwan"

"gomawo hyung"

"aku juga membelikan roti untuk mu Hakyeon-a, ini makanlah"

"tidak terima kasih Leo-a , ah aku harus pamit ne .aku harus kembali ke sekolah., Seperti nya Yura sudah menunggu ku. Dan juga masih ada beberapa tugas yang belum ku selesaikan"

"baiklah.. hati – hati di jalan hyung dan terima kasih sudah menolong ku"

"ne Jae hwan "

Aku menepuk bahu Leo

"lebih baik kau di sini menemani kekasih mu~kkkkk. "

Leo mengangguk

"ne.. gomawo, hati – hati di jalan Hakyeon-a" ujar Leo

Aku pun berpamitan kepada mereka.

Damn…

Aku memukul stir mobil ku

Ada apa dengan ku sebenar nya? kau tidak boleh membenci Lee Jae Hwan, dia tidak salah apa –apa

Kau yang terlalu bodoh Cha Hakyeon~ dasar Babo

Andaikan andaikan kau sedikit lebih berani pasti Leo sudah menjadi milik mu sekarang

Leo –a kenapa kau tidak memberitahu ku jika Nicole sudah pergi dari hati mu?

Drtttttdrtttt….

Ponsel ku bergetar , tertera nama Han Yura disana

Aku sedang tidak ingin berbicara dengan siapa pun termasuk Yura

Mianhae.. Han Yura

Aku pun melajukan mobilku~

Kembali ke sekolah…

-Hannyoung High School –

Aku kembali ke kelas dengan wajah sedikit muram. Han Yura duduk disampingku

"waeyo? Apa ada yang salah?" Tanya Yura sambil memegang tangan ku

Aku tersenyum dan menggelengkan kepala ku

Yura tersenyum~

"bagaimana keadaan mereka berdua?"Tanya Yura

"Jaehwan baik-baik saja, dia hanya perlu banyak istirahat. Leo dia cukup khawatir dengan Jaehwan aku tau dari wajah nya"

"semoga Jaehwan cepat sembuh"

"Ya… Cha Hakyeon. Bagaimana keadaan mereka berdua ?" ujar Junyoung yang datang tiba-tiba

"mereka berdua baik.., tapi.."belum sempat aku melanjutkan ucapan ku Seosaengnim sudah masuk kelas. Jun Young duduk disebelah ku dan Yura kembali ke tempat duduk nya~

"tapi apa…?" Tanya Junyoung berbisik

"aniya…" jawab ku

"kau kenapa, wajah mu seperti terlihat kesal"

"diluar cuaca sedang panas, dan aku khawatir jika aku terkena sinar matahari kulit ku akan semakin hitam "

"bodoh.. aku sedang tidak ingin bercanda"

"aku juga tidak sedang "

02.00PM

Beberapa kali aku melirik jam tangan ku, kenapa waktu sangat lama? Aku sudah bosan dengan pelajaran ini dan juga aku sudah mulai mengantuk

Pelajaran sejarah~

Ini salah satu pelajaran favorit ku tapi untuk hari ini seperti nya tidak

Aku ingin segera pulang, memikirkan kembali apa yang terjadi hari ini ~

"sebelum bel pulang, saya akan memberikan tugas akhir sebelum kalian menghadapi ujian di akhir bulan ini" ujar seosaengnim

"ne.." ujar ku dan teman-teman

"tugas ini dikerjakan berdua. Jadi saya ingin kalian maju satu per satu untuk mengambil nama yang ada di dalam kotak ini. Nama yang diambil ialah nama partner tugas kalian, tugas di kumpulkan bulan depan dan yang tidak mengumpulan tugas ini akan mendapatkan nilai E dimata pelajaran saya. Ketua kelas nanti catat nama-nama kelompok nya dan berikan kepada saya di kantor. Saya harus pergi dulu"

Seosaengnim keluar kelas dan kelas berubah menjari rusuh..

"kau ingin dengan siapa, ah sudah bisa ku tebak ?" Tanya Jun young

"siapa" ujar ku

"Han Yura… haha "

"kau sendiri ingin dengan siapa?" Tanya ku

"berharap dengan ravi, atau"

"ckckck baiklah"

Satu persatu kami maju kedepan untuk mengambil nama , dan sekarang tiba giliran ku.

Tenang Cha Hakyeon tenang… ini hanya sebuah nama~ tapi kenapa aku berdebar-debar seperti ini

Aku mengambil secarik kertas dalam kotak, lalu membaca nya….

Nafasku tercekat dan tangan ku seketika gemetar

Apa benar dia yang akan jadi partner ku? Ada rasa senang yang terselip di hati ku

Jung Taek Woon

"jadi siapa partner mu Hakyeon" Tanya ketua kelas

Aku gugup, aku tidak bisa menjawab nya.

"Yak.. apa kau mendengar ku?"

Jun Young menghampiri ku dan melihat isi kertas ku, ia pun sama seperti ku sedikit terkejut

"Leo, Jung Taekwoon dia partner ku" ujar ku

"baiklah akan ku catat"

Jun young menepuk pundak ku dan menunjukan senyuman nya

"sabar ne…"

"aku selalu siap menghadapi manusia es itu"

"tentu saja kau selalu siap, kau pawang manusia es itu"

"wah chukae kau satu kelompok dengan sahabat karib mu" ujar Yura

Hehehe. Aku tersenyum

Bagaiman ini… Apa aku memberitahu nya jika kami satu kelompok?

Jika aku memberitahunya apa dia akan peduli? Sekarang ini dia sangat acuh terhadap ku

Tapi jika aku bekerja sendiri aku tidak akan bisa -_-

Aku merogoh ponsel yang ada di ransel ku ,kemudian mencari kontak Leo

Ku putuskan untuk mengirimi dia pesan

To: Jung Taek Woon

Pelajaran sejarah ada tugas , dan kita satu partner kkkk

Kapan kau ada waktu luang?ayo kita kerjakan bersama

-send-

Semoga dia membaca pesan ku, aku tidak berharap ia akan membalas pesan ku. Aku hanya ingin ia membaca pesan ku

[ Leo POV ]

Hari mulai sore~

Aku dan Jae Hwan berjalan menelusuri Seoul di sore hari, keadaan kota sore ini cukup renggang mungkin karna hari sudah mulai gelap. Aku akan mengantar Jae Hwan pulang walaupun awal nya aku sedikit enggan mengantar nya, aku hanya ingin memastikan dia selamat sampai rumah. Yaa aku juga mengkwatirkan dia …

Aish.. kenapa anak ini jalan nya lama sekali, apa dia tidak tau jika hari akan semakin gelap

" bisa kah jalan mu di percepat sedikit, hari sudah mulai malam nanti kita bisa ketinggalan bus ?" ujar ku sembari melihat Jae Hwan yang berada di belakang ku

"aigo, hyung.. jalan mu saja yang terlalu cepat. Aku lelah mengikuti mu"

Aku tidak mempedulikan ocehan nya, aku pun melanjutkan jalan meninggalkan dia yang ada di belakang. Perjalanan menuju rumah Jae Hwan masih setengah jam lagi.

Aku sedikit tersenyum~ kkkk, lucu melihat raut wajah nya yang seperti nya kesal.

"hyung tunggu aku eoh…, aigo kaki ku" ujar Jae hwan sambil memegangi pergelangan kaki nya

Aku menghampiri nya, aku lupa jika dia cedera akibat terjatuh tadi. Pantas saja jalan nya begitu lamban

"di mana yang sakit? Apa perlu kita kembali ke rumah sakit? Jarak rumah sakit dari sini belum terlalu jauh, sini hyung akan menggendong mu" ujar ku khawatir.

"hahahahaha… omo hyungie " Jae Hwan tertawa.

" mian mian aku berbohong, hahahahah"

"Ya! Dasar bodoh. Jangan membuat ku khawatir" ujar ku menatap tajam dia. Dia hanya tersenyum dan menunjukan tanda peace~

"hahahaha tidak ku sangka hyung akan sepanik itu ne~"

"bagaimana aku tidak panik jika kekasih ku sendiri sedang kesakitan, BABO"

Jae hwan terdiam, timbul semburat merah di pipi nya.

"hyung….."

Apa aku salah berbicara? Aku rasa tidak. Tapi kenapa anak ini senyum-senyum sendiri dan juga wajah nya berubah merah

"Aku akan menggoda nya.." evil smile

Aku mendekati wajah nya, jarak wajah kami hanya 5 cm. aku bisa merasakan deruan nafas kami yang saling bertemu

aku berusaha menahan tawa karna melihat wajah nya yang seperti tomat dan eskpresi nya

"wae…?" aku mendekat kan wajah ku lagi dan bibir itu , aku mendekati bibir nya yang selembut kapas

Jae hwan menutup mata nya~ ckckck bodoh, apa yang anak ini pikirkan?

"babo.. apa yang sekarang kau pikirkan?" aku memukul kening nya menggunakan telunjuk ku hingga dia terhuyung ke belakang ~ kkkkk

"hyuung….." ujar Jae Hwan sembari mengusap-ngusap kening nya.

"ayo cepat, nanti kita ketinggalan bus" aku menarik tangan nya dan membawa tas ransel nya

"gomawo" ujar nya tersenyum

Hari ini aku merasa sangat lelah, hingga tak ku sadari di bus aku tertidur.

Aku tidak mempedulikan Jaehwan yang ada di samping ku, sekarang aku hanya ingin memenjamkan mata sebentar saja.

Aku menjadikan bahu Jaehwan sebagai tempat bersandar, aku bisa merasakan tangan Jae hwan yang mengusap rambut ku dan merapikan beberapa anak rambut yang menutupi wajah ku.

Aku tersenyum…..

Setelah 20 menit , kami sampai di rumah Jae Hwan. Aku ingin segera pulang tapi umma Jaehwan menahan ku dan meminta ku agar makan malam bersama di rumah nya. Ini sebagai ucapan terima kasih ~ tentu aku tidak menolak ajakan ini, kebetulan juga aku sudah sangat lapar.

Kini aku sedang berada di kamar Lee Jae Hwan. Dia anak yang cukup rapi juga, semua buku pelajaran beberapa komik tertata rapi di lemari buku. Selagi Jae hwan di kamar mandi aku melihat beberapa sisi kamar nya. Aku melihat beberapa foto saat ia masih kecil, kkkk anak ini ternyata lucu juga.

"hyung apa ingin mandi dulu sebelum makan?" Jae hwan muncul dengan rambut setengah basah

"ah aniya tidak usah.., sudah selesai mandi nya?"

"heummm"

Aku mengambil buku yang tergelatak di atas meja belajar dan membuka nya, ternyata ini buku sketsa. Aku baru tau jika Jae hwan cukup mahir dalam menggambar, gambar yang dia buat cukup bagus.

"apa semua gambar ini buatan mu" Tanya ku

"ne hyung, jika ada waktu kosong aku selalu menggambar. Bagaimana gambar ku hyung?"

"cukup bagus…"

"apa hyung ingin aku menggambar untuk hyung"?

"boleh…"

"baiklah nanti akan ku buat gambar special untuk hyung ne~"

"araseo"

"sudah besar, tapi masih belum bisa mengeringkan rambut. Kkkk lihat rambut mu masih hyung bantu.. " Aku mengambil handuk yang berada di atas kasur, lalu mengeringkan rambut Jae hwan yang masih basah. Mengacak pelan rambut hitam nya

Lambat laun aku sudah bisa merasa nyaman di sisi mu, Lee Jaehwan~

Makan malam bersama keluarga Jae hwan, tak ku sangka aku bisa berada di tengah- tengah keluarga mereka. Makan malam bersama appa, umma, dan adik Lee Jaehwan.

Sedikit canggung ya.. tentu saja~ apa orang tau Jae hwan tau mengenai hubungan aku dengan anak nya?kkk entahlah~

Keluarga Lee sangat baik dan ramah , sama seperti Jae hwan yang juga ramah serta murah senyum. Aku merasa nyaman berada di tengah – tengah mereka, cukup lama aku berada di rumah Jae hwan dan berbincang bersama keluarga nya. Aku juga merasa sangat cocok dengan adik laki- laki Jaehwan, ia menyukai sepak bola sama seperti diri ku. Kenapa aku merasa ada kecocokan dengan keluarga Jae hwan? Aku sangat senang bisa berada di sini

Tepat pukul 8 malam aku berpamitan kepada keluarga Lee, aku harus pulang karna besok harus kembali ke sekola. Appa Jae hwan menawariku untuk bermalam di sini tapi aku menolak nya dengan alasan takut umma sudah menunggu ku dirumah.

"terima kasih atas jamuan makan malam nya dan oborolan nya untuk mala mini, maaf jika saya merepotkan" ujar ku sembari membungkuk

"gwenchana Taek woon, kami sangat senang ada teman Jae hwan yang bertamu kemari" ujar umma Jae hwan

"sering- sering lah main ke rumah kami Taek woon" ujar Appa Jae hwan menimpali

"ah.. tentu saja appa, umma" ujar ku

"kalau begitu saya pamit dulu"

"mari hyung aku antar ke depan" ujar Jae hwan

"sudah malam lebih baik aku tidur"

"aku bisa tidur jika hyung sudah mengabari ku nanti, memastikan jika hyung sudah sampai dirumah"

"ckckck araseo"

"hati – hati dijalan hyung" Jaehwan memeluk tubuh sekilas.

Aku melambaikan tangan dan masuk ke dalam taksi.

"see you" ujar ku sedikit berteriak dari dalam taksi

Jae hwan tersenyum.

Di dalam taksi aku menyalakan ponsel, sejak di rumah sakit tadi aku mematikan ponsel ku agar tidak mengganggu. Aku mengecek beberapa pesan masuk dan panggilan

Missed Call

Cha Hakyeon 5x

Moon Jun Young 2x

Jung Umma 2x

Mata ku menyipit mendapatkan pesan dan panggilan tak terjawab dari Hakyeon.

Aku membaca pesan dari Hakyeon

Messages

From : Cha Hakyeon

Pelajaran sejarah ada tugas , dan kita satu partner kkkk

Kapan kau ada waktu luang?ayo kita kerjakan bersama

From Cha Hakyeon

Besok akan ada test logaritma, jangan lupa belajar dan persiapkan diri mu. Good Luck !

From Moon Jun Young

Apa kau tau, kau satu partner dengan cinta sejati mu kkkkk. Chukae

Ah ne besok jangan pelit berbagi jawaban dengan ku ne…

Ckckc~ cinta sejati

Cinta Hakyeon sekarang untuk Yura

Kenapa bisa kita satu partner, aku tidak ingin separtner dengan mu Cha Hakyeon..

Aku sudah bertekad akan menjauhi mu apapun cara nya~

Lebih baik aku kerja sendiri….

To : Lee Jae Hwan

Aku sudah sampai rumah~ sekarang tidurlah jaljayo…

-send-

To : Moon Jun Young

Aku tidak ingin satu partner denga Hakyeon, aku ingin bersama mu saja atau ravi

-send-

-Hannyoung High School –

Hoaaaaaam sudah beberapa kali aku menguap, aku masih mengantuk sangat mengantuk. Aku ingin membolos tapi hari ada test logaritma. Kenapa mata ini sulit sekali terbuka -_-

Izinkan aku tidur lagi beberapa jam saja…

Baru akan menutup mata tapi suara rusuh kelas membangunkan ku. Ckck ini hari yang bagus untuk ku Test logaritma di undur menjadi lusa dan sekarang seosaengnim tidak bisa masuk kelas.

Bagus lah aku bisa tidur…

Aku menutupi wajah ku dengan buku, aku memenjamkan mata ku dan gagal lagi . suara itu yang mengganggu ku

" apa kau ada, waktu luang? Mari kita bicarakan tugas sejarah"

Aku tidak menghiraukan nya. Aku kembali memenjamkan mata nya

"Leo-a kau mendengar ku kan" Hakyeon menarik buku ku dan membuat ku terpaksa membuka mata.

"ne.."

"ayo kita bicarakan tugas nya"

"aku sedang tidak ingin membahas tugas" tegas ku

"baiklah, kalau besok bagiamana?"

"tidak juga.., sampai kapan pun tidak akan bisa. Aku tidak ingin satu partner dengan mu"

Aku berdiri hendak meninggalkan Hakyeon

Hakyeon membanting buku ke atas meja, sontak saja kami menjadi perhatian kelas seketika kelas pun menjadi hening

"aku sudah cukup bersabar menghadapi tingkah mu" ujar nya

"sekarang aku akan menemui seosaengnim dan meminta nya agar kita tidak satu partner" ujar ku tanpa melihat nya

"keputusan ini tidak bisa di rubah, jika tidak mengerjakan kita akan mendapat nilai E dan juga tidak diperbolekan mengikuti ujian akhir. Aku tidak ingin reputasi ku sebagai bintang kelas hancur karna mu Jung Taek Woon "

Aku menyunggingkan senyuman ku, dia sudah berani membantak ku ckck. Kemana Cha Hakyeon yang dulu

"kalau begitu aku kan meminta seosaenginm agar nilai mu tidak E, biarlah nilai ku saja yang E. tenang saja reputasi mu tidak akan akan hancur bintang kelas~ ckck " aku memandang nya

"kau ingin kerja sendiri?" Tanya nya

"ya, aku lebih tenang bekerja sendiri. Kau juga kan? Bintang kelas akan merasa lebih tenang jika bekerja sendiri"

Tiba – tiba saja Hakyeon mendorong ku ke arah papan tulis kelas, ia mencengkram kuat kerah baju ku.

Selama kami berteman baru kali ini aku melihat semarah ini, apalagi kepada ku.

"ada apa? Apa tersinggung dengan ucapan ku? Yang ku ucapkan itu adalah fakta" ujar ku sambil melepaskan tangan nya

Hakyeon menarik blazer yang ku kenakan, ia memukul wajah ku dan tepat mengenai pelipis kiri ku. Hakyeon kembali menarik blazer ku dan mendarat ku pukulan kedua diwajah ku.

Aku merasakan nyeri di area bibir ku, darah mengalir dari sudut bibir ku.

"apa kau sudah puas" Tanya ku sambil memandang mata nya dan mengusap kasar darah yang mengalir dari sudut bibir ku

Kembali, dia memukul wajah ku. Pukulan ketiga, hingga aku jatuh tersungkur ke depan dan menabrak beberapa kursi dan meja kelas

Melihat kejadian ini kelas menjadi panik. Aku melihat Jun Young, Yura, dan Ravi berlari ke arah kami. Beberapa siswa wanita berteriak karna melihat ini

Aku tidak terima dipermalukan seperti ini apalagi didepan kelas ckckk. Aku berdiri, mengepalkan tangan kanan ku

Pukulan harus dibalas pukulan.

Aku menarik kemeja nya dan menyeret Hakyeon. Ketika aku melayangkan pukulan kearah Hakyeon, Yura berlari ke arah kami dan ia mengalangi Hakyeon

"andwae….." teriak nya

Bughh….

Pukulan ku mengenai Han Yura, Han Yura jatuh.

Kenapa bisa mengenai Han Yura. Shit..!

Hakyeon menghampiri Yura dan menepuk-nepuk pipi nya

"Yura-a, Yura-a" ujar nya tapi Han Yura masih tidak bergeming.

Han Yura pingsan

Apa pukulan ku terlalu keras hingga membuat Han Yura pingsan?

Hakyeon menatap ku
"kau sungguh keterlaluan Jung Taek Woon" ujar nya penuh amarah

Hakyeon menggendong Yura, ia dan beberapa teman kelas membawa Yura ke UKS.

Dia melewati ku dan berkata

"aku sangan membenci mu Leo-a, mulai sekarang anggap kita tidak pernah mengenal satu sama lain"

"kau telah melukai gadis ku"

Sekarang, semua teman – teman kelas menatap ku seakan tidak suka dengan perlakuan ku tadi. Dan beberapa murid wanita berbisik

"Jung Taek woon kau sangat kasar bahkan kepada wanita sekalipun"

"Jung Taek woon kau orang yang temparment"

Aku tidak menyangka akan mengenai Yura bukan Hakyeon dan sekarang aku merasa bersalah pada Yura.

Mianhae.. gumam ku dalam hati

"Leo-a kau tidak apa-apa? Mari kita ke UKS mengobati luka mu" ujar Jun Young

"Lihat lah luka lebab di pelipismu , Oh God. Leo-a Look hidung mu mengeluarkan darah, bibir mu juga" ujar Ravi

Aku kira di kelas ini tidak akan ada yang peduli lagi dengan ku, kkk mereka semua menyumpahi ku dan memaki ku. Tapi aku bersyukur masih ada Jun Young dan Ravi yang masih peduli dengan ku. Mereka membantu berdiri dan memapah ku untuk duduk di kursi

Sejak kapan hidung ku mengeluarkan darah, seingat ku hanya bibir ku saja yang berdarah. Aku mengelap darah yang keluar dari hidung ku dengan pergelangan tangan ku.

Jun young dan Ravi memaksa ku untuk ke UKS tapi aku meyakinkan mereka jika aku baik – baik saja.

Lebih baik aku pergi dari kelas ini, aku mengambil tas ku dan berjalan keluar kelas

"kau ingin kemana Leo-a" Tanya Ravi

"biarkan kami ikut bersama mu" ujar Junyoung

"aku ingin menangkan diri, hey tenang aku baik- baik saja"

Aku melengos pergi keluar kelas.

Kembali lagi aku harus membolos, aku tidak peduli. Beberapa kali aku membolos aku tidak akan kena DO dan akan tetap lulus dari sekola ini kkkk~ tentu saja appa adalah donatur utama di sekola ini, semua murid dan guru pasti tau Jung Taek Woon itu siapa…

Guru bahkan kepala sekolah pun tidak akan berani macam – macam dengan ku

Gomawo Appa~

Aku berjalan melewat UKS dari jendela luar aku bisa melihat Hakyeon dan Yura. Yura masih belum bangun , aku melihat raut wajah Hakyeon yang sangat khawatir. Aku bisa merasakan apa yang dia rasakan sekarang, sama saat aku melihat Jaehwan kemarin.

Aku meramas ujung kemeja ku, dan menundukan kepala ku

Apa aku sudah keterlaluan?

Maafkan aku Cha Hakyeon

Maafkan aku Han Yura

Aku memanjat pagar sekolah, supaya bisa keluar dari sekolah ini. HUft~ berhasil…. Untung saja tidak ketauan satpam sekolah.

Nah sekarang kemana …,setelah bisa keluar dari sekolah kenapa aku jadi bingung. Baiklah ku putuskan untuk menuju taman kota

Aish.. kepala ku sedikit pusing dan juga aku merasakan sakit yang luar biasa di pipi ku serta sudut bibir ku terasa perih. Aku memegang bibir ku sekilas..

Aku juga lapar ~ makanan terkahir yang ku makan ialah saat makan malam bersama keluarga Jae hwan

Siang ini cuaca di Seoul sangat panas, matahari memancarkan sinar nya hingga menusuk kulit. Aku menggendong tas ku melawan terik nya cahaya matahari.

Taman kota.. yaa aku akan kesana, mungkin jika aku berbaring rasa sakit nya akan hilang.

Aku memijat pelan kepala ku ~ Kenapa kepala ku terasa begitu sakit?apa karna terbentur meja kelas tadi. Semoga saja aku tidak pingsan di taman ini

Aku memilih berbaring di bawah pohon taman kota, dengan tas yang ku jadikan sebagai bantal dan aku memakai headset.

Aku memandang langit ~ bayangan Hakyeon berkelibatan di pikiran ku. Aku mengacak rambut cokelat ku, di saat seperti ini kenapa dia masih muncul dalam pikiran ku. Apa ini berarti aku masih belum bisa melupakan Hakyeon sepenuh nya?

Aku mulai terlelap…..

[Jae Hwan POV]

Hari ini aku tidak pergi ke sekolah, umma tidak mengizinkan ku untuk sekolah. Padahal aku ingin sekali bertemu Leo hyung dan memberi nya kejutan

Aku sudah berjanji untuk memberi nya sebuah gambar, kkkk.

Semoga Leo hyung menyukai gambar ku, semalaman aku membuat membuat gambar ini hehe

Aku lupa memberitau Leo hyung jika aku tidak pergi ke sekolah hari ini, apa aku harus menelpon dia sekarang? Aku melirik jam di atas nakas. Tidak ini masih pagi , Leo hyung pasti masih belajar

Baiklah aku akan kembali menghubungi nya siang nanti, sekarang aku akan kembali tidur. Aku tidak cukup tidur hari ini..

Ponsel ku berdering..

Tunggu~ ini nomer asing, siapa ini?

Aku mengambil ponsel ku dan mengangkat panggilan itu

Ini adalah nomer Ravi sunbae

Cukup lama aku berbicara dengan Ravi sunbae

Panggilan sudah ditutup beberapa menit yang lalu, aku menjatuhkan ponsel ku ke atas kasur

Perasaan ku kacau

Khawatir sangat khawatir dengan orang itu

Belum pernah aku merasakan rasa khawatir yang begitu besar kepada orang lain

Leo hyung…

Bukan kah Leo dan Hakyeon hyung bersahabat? Ada apa dengan mereka?kenapa mereka bisa bertengkar seperti itu~ sungguh aku tidak percaya apa yang barusaja Ravi Sunbae ceritakan mengenai kejadian di kelas XII-A tadi. Ravi sunbae menghubungi ku untuk memberitau keadaan Leo sekarang..

"hari ini Leo dengan Hakyeon bertengakar hebat di kelas, Hakyeon memukul wajah Leo berkali- kali hingga Leo terluka. Dan saat Leo ingin membalas pukulan nya ia malah memukul Yura hingga pingsan. Hakyeon sangat marah dengan Leo, bahkan ia memutuskan jalinan persahabatan nya dengan Leo.sekarang Leo tidak ada disekolah, aku dan Jun Young sudah mencari dia ke seluruh sisi sekolah tapi kami belum menemukan dia. kami sangat khawatir dengan dia Jaehwanie~ dia pergi dari sekolah dengan luka diseluruh wajah nya. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan dia? bantulah kami untuk menemukan dia Jaehwanie.. kami tidak bisa keluar dari sekolah, hanya kau yang bisa menemukan nya. Jika sudah menemukan Leo tolong hubungin nomer ku, gomawo"

Aku meraih tas , kotak obat dan buku gambar ku, aku memaksakan diri untuk mencari Leo hyung walaupun aku masih sulit berjalan karna terjatuh kemarin.

Aku harus mencari nya sampai ketemu

Taman Kota, Leo sering menghabiskan waktu untuk membuat lyric lagu disana. Cobalah kau mencari kesana mungkin saja dia berada di sana~

Aku melangkah kan kaki ku menuju taman kota, mata ku memandangi seluruh taman tapi sama sekali tidak menemukan sosok dia. Apa harus aku menyusuri seluruh taman kota? Baiklah aku mulai berjalan menyusuri taman kota.

Aku sudah menyusuri seisi taman, tapi kenapa aku belum menemukan dia. Aku hampir putus asa~ketika mata ku menangkap sosok seseorang yang sedang berbaring di bawah pohon, pohon yang paling besar dari semua pohon di taman ini yang letak nya di paling ujung taman.

Pantas saja tidak ketemu, dia berada di paling ujung sisi taman ini -_- kau sangat ahli bersembunyi hyung. Aku merogoh ponsel yang berada di kantong ku dan mengirim pesan teks pada Ravi sunbae, aku telah menemukan Leo hyung.

Aku berjongkok di hadapan nya menatap mata nya yang masih terpejam. Menatap wajah putih nya yang seputih susu.

Aku melihat pipi kiri nya yang sudah lebab dan aku melihat darah yang sudah kering di hidung serta bibir nya.

Aku ingin menangis melihat dia dalam keadaan seperti ini. Separah ini kah luka nya? Apa kalian bertengkar hebat? Hingga kalian seperti ini?

Aku meletakan kedua telunjuk ku di pipi nya…

"hyungie… ireona"

Aku menekan-nekan pipi nya yang berisi dengan kedua telunjuk ku agar dia bisa bangun dari tidur nya.

Dia mulai mengerjapkan mata nya, dan Leo membuka mata nya menatap mata ku yang berada di atas nya. Aku menunjukan senyuman terindah ku~

"ireona.. ireona…." Ujar ku sambil menekan-nekan pipi nya sedikit keras

"awwwww" dia meringis kesakitan. Rupa nya telunjuk ku mengenai luka lebab di pipi nya

Leo bangun dari tidur , ia memegangi pipi nya yang lebab.

"sejak kapan kau di sini"

"sejak hyung tidur" Aku mengeluarkan kotak obat dari dalam tas, mengambil kapas dan menuang nya dengan alkohol.

"mari aku obati luka nya"

"shireo.."

Aku menarik lengan kekar nya hingga ia tertidur di atas pangkuan ku. Dia tidak bisa berkutik~aku mulai mengobati luka nya dengan kapas sesekali ia meringis menahan sakit. Setelah membersihkan luka nya aku pun mengambil plester, menempelkan nya di hidung serta sudut bibir nya.

"selesai.."

Dia membuka mata nya, menatapku lalu tersenyum

"gomawo Jaehwanssi" ia kembali menutup mata nya, andwae andwae jangan tertidur di pangkuan ku hyung. Kau ini sangat berat.

Aku mengguncang- guncangkan bahu nya

"izinkan aku sebentar saja tidur di pangkuan mu, hanya sekedar memenjamkan mata ini" ujar nya

"aku sudah mengetahui semua nya dari Ravi" aku membelai rambut cokelat milik nya

"ckckck baguslah"

"hyung.. kau tidak boleh seperti ini, minta maaflah kepada Hakyeon hyung. Apa ingin persahabatan kalian putus begitu saja hanya karena ini? Persahabat yang sudah kalian jalani selama bertahun – tahun. Aku mohon hyung, berbaikan lah dengan Hakyeon sunbae. Aku yakin ia tidak sengaja memukul mu hingga seperti ini"

"kau ingin aku memaafkan seseorang yang sudah membuat kekasih mu babak belur seperti ini?dan juga karna dia semua teman – teman kelas membenci ku"

"aku tau apa yang hyung rasakan sekarang, tidak baik jika kita membenci sahabat kita. Apa hyung tidak ingat kebaikan Hakyeon hyung selama ini?"

"Jae Hwan bisa kah kau diam? Aku sedang ingin tidak mendengar nasihat dari siapa pun termasuk kau"

Leo bangun dari tidur nya ia duduk menghadap ku

"kumohon hyung.. jangan seperti ini , Hakyeon hyung melakukan ini mungkin akibat sikap hyung juga" ujar ku sedikit berhati - hati

"hari ini semua orang menyalahkan ku, bahkan kekasih ku sendiri juga~ padahal Hakyeon duluan yang memukul ku hingga aku seperti ini"

Ckckck.. aku tak mengira jika Jae hwan juga akan membela Hakyeon. Jelas – jelas dia yang memulai semua nya dan memancing kemarahan ku.

Tapi ucapan Jae hwan juga ada benar nya, kejadian ini tidak akan terjadi jika aku bisa menjaga ucapan ku

Jae hwan memeluk ku, mengusap punggung ku. Ia menyadari jika hari ini adalah hari yang berat untuk ku. Aku menenggelamkan wajah ku di bahu nya.

" jangan lepaskan pelukan ini~ jebal. I need your hug " aku berbisik ditelinga kiri nya

Ia mengangguk dan semakin mengeratkan pelukan nya.

"saranghanda"

Aku merasakan sakit yang luar biasa di kepalaku.

Tiba-tiba saja semua nya menjadi gelap

Aku terjatuh di pelukan Jae hwan

[Author POV]

Han Yura mengerjapkan mata nya, ia melihat Hakyeon yang memegangi tangan nya. Ia tersenyum.

"kau sudah bangun eoh.." ujar Hakyeon sambil mengusap kening nya

"ne,dimana aku?" Tanya Yura

"dimana lagi jika bukan di UKS"

"aku ingin duduk". Hakyeon membantu nya duduk

"bagaiman keadaan mu sekarang? Apa lebih baik?" Tanya Hayeon

Yura membelai lembut tangan Hakyeon

"ne aku jauh lebih baik. Lalu bagaimana dengan Leo?"

"cih.. tidak usah menyebut nama itu lagi. Aku muak mendengar nya"

"kau membenci sahabat mu sendiri eoh..?" Tanya Yura. Hakyeon melepaskan gengagaman tangan Yura, Hakyeon kesal kenapa di saat seperti ini Yura membicarakan Leo.

Yura mengangkup pipi Hakyeon menggunakan kedua tangan nya, ia memaksa Hakyeon untuk menatap nya.

"apa kau sama sekali tidak peduli dengan Leo? Sekarang dia pasti sedang kesakitan. Kau tidak melihat berapa banyak luka yang kau timbulkan di wajah nya eumm…?"

Yura melihat ada rasa penyesalan di diri Hakyeon, hanya saja Hakyeon tidak ingin mengakui nya. Yura berharap Hakyeon meminta maaf pada Leo, Yura ingin melihat mereka bersama lagi kembali seperti dulu. Brothership~

Yura akan membujuk Hakyeon untuk menarik kata-kata yang ia lontarkan tadi dan juga meminta maaf pada Leo mengenai kejadian ini.

"aku tau dari mata mu, kau tidak akan pernah bisa membenci Leo. Bagi mu Leo adalah orang yang sangat penting bagi kehidupan mu. Benar kan? Dan juga tersirat rasa khawatir yang begitu besar untuk Leo. Hanya saja kau tidak bisa mengakui nya"

"Kenapa gadis ini bisa membaca semua pikiran ku,apa yang dikatakan Yura benar. Aku tidak akan pernah bisa membenci nya, maafkan aku Jung Taek woon. Bagaimana keadaan mu sekarang?" gumam Hakyeon dalam hati nya

"pergilah menemui Leo, perbaiki hubungan kalian. Tidak apa-apa aku sendiri disini aku akan baik-baik saja, lebih baik kau mengkhawatirkan Leo. Dia yang lebih banyak terluka. Pergilah.."

Terima tuhan telah mempertemukan ku dengan Han Yura, selain cantik dia juga memilik hati seperti malaikat. Bahkan dalam keadaan seperti ini pun dia masih memikirkan orang lain bukan diri nya sendiri sendiri. Han Yura terima kasih.. aku akan berusaha mencintai mu, aku akan berusaha membuka hati ku untuk diri mu

Hakyeon memeluk Yura

"Ka… pergilah temui dia" ujar Yura

Yura mencium kening Hakyeon. Yura ingin memastikan jika dirinya baik – baik saja.

Hakyeon tersenyum ~ " baiklah aku akan pergi ke kelas"

Hakyeon berlalu meninggalkan Yura sendirian di UKS

"sampai kapan kau akan membohongi perasaan mu Cha Hakyeon, sudah jelas kau hanya mencintai Leo bukan diriku. Kau sudah menyiksa dirimu sendiri. Apa cinta yang kau berikan ini tulus? Apa kasih sayang yang ku rasakan ini hanya rekayasa? Aku tau hanya ada Leo di hati mu, tapi maaf aku tidak akan melepas mu dengan mudah Cha Hakyeon terutama untuk Leo" ujar Yura sambil melihat kepergian Hakyeon

Well.. Yura sudah mengetahui perasaan Hakyeon kepada Leo. Selain Jun Young, Yura pun tau mengenai hal ini. Yura sudah lama mencurigai Hakyeon, mata Hakyeon tidak pernah bisa lepas dari Leo sekalipun Hakyeon sedang bersama Yura, Hakyeon selalu melihat Leo bukan diri nya.

To be continued….. :p

Kita kembali bertemu di chapter selanjut nya XD ~ see you

Clue part 3 : Hakyeon dan Han Yura putus