FORBIDDEN LOVE
PART 3
Cast : Cha Hakyeon (N) , Lee Jae Hwan (KEN) , Jung Taek woon (LEO)
Genre : Yaoi, Complicated,School, Sad, Romance
Length : Chapter
Author: AhnJJ
Maafkan kalau part 3 ini lama terbit nya XD,sudah mulai lab jadi susah cari waktu kosong untuk tulis ff hehee…. Jadi di part 3 ini author akan buat cerita nya semakin complicated xD dan juga di part 3 akan banyak orang yang tersakiti(efek author sering tersakiti juga) XD….baik itu Leo, Hakyeon maupun Han Yura
-Jung Taek Woon's home-
Setelah tak sadarkan diri di taman, Jaehwan yang dibantu Junyoung dan Ravi membawa Leo kerumah nya. Dokter sudah memberi obat sekaligus vitamin melalu cairan infus. Awal nya dokter menyaran kan untuk membawa Leo ke rumah sakit tapi umma Leo menolak karena Leo sangat membenci rumah sakit, ia takut kejadian sebelum –sebelum nya akan terjadi lagi. Leo selalu kabur dari rumah sakit. xD Umma Jung lebih memilih untuk merawat Leo di rumah nya.
Hingga saat ini Leo belum membuka mata nya, suhu badan nya pun masih tinggi. Wajah nya yang putih kini terlihat pucat pasi persis seperti zombie dengan beberapa luka lebab yang menghiasi nya.
"tidak usah cemas, Leo belum bangun mungkin efek dari obat nya" ujar Ravi pada Jae hwan
Jaehwan mengangguk. Ia terus menggenggam tangan Leo , enggan untuk melepasnya
"kau tidak ingin pulang ? ini sudah sore Jaehwan " Tanya Junyoung
"mungkin sebentar lagi sunbae "
"araseo.." ujar Junyoung
Drttttt Drtttt….
Ponsel Jun Young berdering, ia pun keluar kamar. Tertera nama Cha Hakyeon di layar ponsel nya
Jun young sudah menduga pasti Hakyeon akan menelpon nya.
"ya ada apa..?"
"dimana kalian"
"rumah Leo, bagaimana Han Yura ?"
"rumah Leo? Dia sudah siuman. Aku ingin tau keadaan Leo sekarang"
"ne, rumah Leo . keadaaan dia buruk, Leo jatuh pingsan di taman mungkin ini akibat ulah syukurlah jika dia sudah siuman. Hakyeon-a cepatlah kemari "
"ara.. nanti malam aku akan melihat nya. Junyoung-a apa bisa kita bertemu sekarang? "
"bertemu? Untuk apa?"
"ada sesuatu yang ingin aku ceritakan…"
"baiklah.. kita bertemu di café biasa"
Jun Young menutup ponsel nya.
"ia masih belum membuka matanya, ini sudah 3 jam sejak ia jatuh pingsan di taman sampai sekarang ia belum membuka mata nya" ujar Jaehwan saat Junyoung kembali masuk ke dalam kamar.
Jung Taek Woon masih enggan membuka mata ~ padahal ada seseorang yang sejak tadi menunggu nya untuk membuka mata
Sekarang Jung Taek Woon masih berada di dalam mimpi nya~
Saat ini Leo sedang berada di suatu tempat , tempat yang tidak begitu asing untuk nya.
"Taekwoonie…. Jung Taek Woon "
Leo melihat seorang anak yang menghampiri nya. Tunggu~ anak ini , Leo mengenal anak ini. Leo menatap kedua bola mata hitam anak ini
"kau tidak mengenal ku?" Tanya anak itu
"aku seperti mengenal mu.."
"tentu saja kau mengenalku, aku adalah dirimu" anak itu tersenyum
Anak itu berlari meninggalkan Leo, Leo pun mengejar nya ia ikut berlari bersama anak itu dan masuk ke suatu tempat.
Sebuah ruang kelas …., ini adalah kelas nya dulu. Leo menyusuri setiap bangku dan meja di ruangan ini, sesekali Leo tersenyum mengingat semua kejadian 5 tahun lalu. Langkah nya terhenti di bangku yang terletak di pojok kelas. Bayangan masa lalu muncul secara bergantian…
Di ruang kelas ini ia bertemu Hakyeon untuk pertama kali. Leo masih mengingat bagaimana penampilan Hakyeon saat masuk kelas ini, penampilan dia benar- benar sangat aneh. Hakyeon adalah murid pindahan yang berasal dari luar kota, walaupun Hakyeon murid baru di kelas tapi dia termasuk murid yang berani berteman dengan Jung Taek Woon.
Semua murid di Hagmpal Junior High School takut berteman dengan Leo, menurut mereka Leo itu menakutkan. Dia adalah murid yang jarang berbicara dan berinteraksi dengan murid – murid yang lain. Leo hanya berbicara kepada orang yang sudah dia kenal seperti teman – teman sekelas dan teman – teman di club sepak bola sekolah. Bahkan Di kelas tidak ada yang mau satu bangku dengan Leo hanya Hakyeon yang mau satu bangku dengan Leo, tapi berkat ini mereka menjadi sangat dekat.
Hakyeon selalu mengikuti Leo kemanapun Leo pergi, Leo sempat merasa risih dengan murid baru ini. Dimana ada Leo pasti ada Hakyeon~ kkkk . Sebagai murid baru Hakyeon masih sulit berinteraksi dengan teman – teman di lingkungan baru nya, memerlukan waktu lama untuk akrab dengan mereka semua. Orang pertama yang dia ajak berbicara ialah Leo, yaa terkadang Leo tidak menanggapi diri nya.
"hyung hyung" ujar panggil seorang anak
"kau…" ujar Leo sedikit kaget. Anak ini ialah sosok Hakyeon 5 tahun lalu
"ternyata kau masih mengingat ku, aku senang" anak itu tersenyum kemudian ia berlari keluar kelas.
"tunggu…." Leo mengejar nya ~ Dia menghilang dari pandangan Leo , cepat sekali lari nya. Leo terus berjalan mencari Hakyeon kecil dan Leo melihat dia sedang menangis di lorong sekolah dekat toilet. Dia terlihat ketakutan
Ada apa dengan dia?
"YAA CHA HAKYEON ternyata kau bersembunyi disini"
"jangan coba-coba untuk kabur dari kami "
"kemanapun kau pergi, kami bertiga akan menemukan mu"
"jangan ganggu aku, aku mohon" Hakyeon ketakutan
Ketiga anak itu menarik kerah baju Hakyeon lalu melempar tubuh kecil Hakyeon hingga membentur dinding lorong, salah satu dari mereka bersiap-siap untuk meninju Hakyeon dengan genggaman tangan nya yang cukup kuat dan kedua anak lain nya memegangi tubuh Hakyeon agar dia tidak bisa lari
"Lepaskan tangan kalian dari dia sekarang!" teriak seorang anak
Leo tersenyum ~kkkk itu aku…
Leo memutar memori nya 5 tahun yang lalu berusaha mengingat semua kejadian di sekolah ini. Kejadian yang dia lihat sekarang itu adalah salah satu memori nya bersama Hakyeon.
Leo mengingat nya, mengingat ketika Ia mendengar teriakan Hakyeon dari lorong sekolah dan ada beberapa anak yang akan memukuli nya hanya karena Hakyeon menolak untuk memberikan mereka uang. Jika saja Leo tidak datang mungkin Hakyeon tidak akan selamat~ hingga sekrarang Leo masih mengingat rasa sakit akibat berkelahi dengan ketiga anak itu untuk menolong Hakyeon, rasa nya sama dengan rasa sakit yang ia rasakan sekarang saat Hakyeon memukul nya tapi ini lebih sakit/? ~ Leo masih mengingat bagaimana cara Hakyeon berterima kasih karena telah menolong nya , Hakyeon memeluk Leo . Ini adalah Pelukan pertama yang diberikan Hakyeon untuk Leo dan juga pelukan pertama yang Leo rasakan dari orang lain selain dari umma dan nuna-nuna nya.
Tunggu~ kenapa mimpi ini membawa ku untuk mengingat semua kejadian bersama Hakyeon? Apa ini bertanda jika diriku merindukan nya, apa aku merindukan Cha Hakyeon?
Bayangan 5 tahun lalu silih berganti hinggap di benak nya, semua nya~ Leo masih mengingat dengan jelas semua memori yang terjadi di Hagmpal Junior High School. Leo masih mengingat ketika Hakyeon memberinya bekal makan siang yang ia buat sendiri
mengingat ketika Hakyeon menangis karna terjatuh saat bermain bola serta merta menjadi bahan tertawaan satu kelas dan Leo dengan susah payah mengajari nya bermain bola -_-
mengingat ketika Hakyeon membantu nya belajar matematika agar Leo bisa lulus pelajaran ini , matematika pelajaran yang Leo tidak suka
Leo masih melihat peristiwa masa lalu yang sekarang ada di hadapan nya.
"Taek woonie.. gomawo gomawo telah menolong ku" ujar Hakyeon. Dia membantu Leo berdiri
Sampai detik ini aku masih mencintaimu Cha Hakyeon walaupun aku sudah bersama Jaehwan, tapi sekarang rasa cinta ku sudah pudar karna kau sendiri. Aku memang bodoh mencintai seseorang yang sudah mempunya kekasih. Aku tidak bisa melihat kau bersama Yura
"aku merindukan mu, jeongmal bogoshippo"
"nado…Leo-a"
Leo membalikan tubuh nya, ia melihat Hakyeon dihadapan nya. Beberapa kali Ia mengerjapkan seakan tidak percaya, tapi.. ia sadar jika sekarang ia berada di alam mimpi
"kau terkejut karna aku"
"tidak! Kenapa kau disini"
"dirimu sendiri yang menyeret ku untuk datang kesini"
Leo menghampiri Hakyeon ,membawa Hakyeon dalam pelukan manis nya. Mendekap bahu tegap milik Hakyeon, mereka bisa mendengar degupan kencang jantung masing – masing. Memeluk satu sama lain untuk menyalurkan rasa rindu mereka, kapan mereka terakhir berpelukan? Baik Hakyeon maupun Leo tidak mengingat nya.
"aku merindukan mu, jeongmal bogoshippo" ujar Leo setengah berbisik
"nado, aku merindukan mu lebih dari yang kau rasakan" Hakyeon mendekap Leo lebih erat membawa Leo jatuh lebih dalam lagi dalam pelukan nya.
Walaupun ini mimpi, Leo merasakan jika ini nyata.
"ada yang ingin aku katakana Leo-a " ujar Hakyeon sembari menatap kedua bola mata Leo
"katakana saja" Leo meraih kedua tangan Hakyeon, menggengam dan meremas nya pelan. Hakyeon tersenyum
"apa kau tau, jika aku mencintai mu sudah lama?"
Deg…
Apa yang Hakyeon katakan membuat jantung Leo 5x lipat bekerja lebih cepat, jika saja Hakyeon bisa mendengar suara jantung nya saat ini yang sudah mirip seperti drum.
"geojinmal" ujar Leo
"tidak.. aku tidak pernah berbohong"
" lalu…"
"lalu? Aku akan tetap mencintai mu"
"kau ingin tau apa yang ada dihati ku?"
"iya" ujar Hakyeon bersemangat
"sama… kita mempunyai rasa yang sama"
Hakyeon menarik tangan Leo lalu menggemgam nya , mereka berlari keluar dari lorong itu meninggalkan sosok kecil mereka yang masih berpelukan . Hakyeon masih berlari, terus berlari membawa Leo untuk mengitari sekola ini~ sekolah yang mempertemukan mereka dan cinta mereka. Hingga langkah mereka terhenti di depan pintu kelas mereka, ya kelas mereka dulu. Nafas mereka tersengal –sengal , saling berlomba untuk menghirup udara sebanyak – banyak nya. Kedua nya tertawa… melihat apa yang mereka lakukan barusan.
Mereka melepaskan pegangan tangan masing – masing, dan menatap satu sama lain. Kedua bola mata hitam mereka saling bertemu
"lalu apa yang akan kau lakukan" Tanya Hakyeon masih dengan nafas tersengal-sengal
"maksud mu?"
"kau akan membawa cinta ku kemana"
"Babo.. tentu saja membawa nya ke hati ku"
Hakyeon meletakan tangan kiri Leo tepat di dada nya, Leo bisa merasakan jantung Hakyeon yang berdegup
"kau dapat merasakan nya? Ini bukti jika dijantung ku ada nama mu"
Leo tersenyum, ia menggunakan tangan kanan nya untuk mengelus rambut Hakyeon.
"hyung…" panggil seseorang dari belakang. Suara nya begitu lembut, Leo sudah tidak asing lagi dengan suara ini. Suara yang selalu membuat nya nyaman
Hakyeon dan Leo menoleh kebelakang, mereka mendapati Lee Jae Hwan. Jaehwan tersenyum ke arah mereka lebih tepat nya kearah Leo. Hakyeon melepaskan tangan Leo begitupun Leo.
"neo…"
"waeyo hyung? I'm worried about you "
Jaehwan tersenyum menampakan sederatan gigi putih nya, Leo ikut tersenyum. Ia selalu terhipnotis dengan senyuman Jaehwan. Leo melirik Hakyeon yang berada disamping nya, Hakyeon terdiam ada raut kesedihan di wajah nya.
Tiba – tiba saja Jaehwan menggapai salah satu tangan Leo menggemgam nya kuat, Hakyeon pun melakukan hal yang sama menggemgam kuat tangan nya. Leo bingung apa yang sedang mereka lakukan? Kedua tangan nya mulai merasakan sakit akibat ulah mereka.
"apa yang kalian lakukan, tangan ku sakit " ujar Leo sembari menatap Jaehwan dan Hakyeon bergantian
"aku hanya ingin hyung tau jika aku mencintai hyung dengan tulus…."
"Leo-a lewat tangan ini, aku ingin kau merasakan rasa cinta ku"
Bingung yaa Leo bingung, dua orang yang berada di hadapan nya kini sama- sama mempunyai rasa cinta yang besar.
"Leo-a kau harus memilih di antara kami berdua "
"hyung.. ikutilah kata hati mu"
"tidak aku tidak bisa… kalian …."
"hyung~ saranghae.."
"Leo-a sarangha…"
Kedua kata itu membuat Leo pusing, Leo melepaskan kedua tangan mereka.
"pilih lah aku Leo-a"
"hyung.. pilih aku"
"Leo-a aku akan selalu mencintai mu"
"hyung.. aku akan selalu berada di samping mu"
"andwaeeeee!" Leo berteriak
"TIDAKKKKKKKKKKKKKKK"
Pranggggg….. gelas yang berada diatas nakas pecah
Leo terbangun dari tidur nya, kembali ke dunia sebenarnya. Teriakan dan suara pecahan gelas membuat Jung umma terkejut, Jung Umma segera naik keatas menghampiri kamar Leo.
Dilihat nya Leo yang sudah terbangun dan pecahan gelas yang sudah berantakan dikamar..
"Taekwoon-a kau kenapa" Tanya Jung Umma sembari memeluk putra bungsu nya itu
"Umma aku mimpi buruk, awal nya aku mengira ini mimpi indah tetapi ini mimpi buruk" sebagai seorang Ibu, Jung Umma bisa merasakan ketakutan yang dirasakan putra nya itu. Ia memeluk Leo, mengelus- ngelus punggung nya mencoba untuk menenangkan dia.
"minumlah teh hangat ini agar dirimu lebih tenang" Jung Umma memberikan secangkir teh hijau
"terima kasih umma" Leo meminum nya. Jung Umma mengusap- ngusap rambut Leo
"apa yang kau mimpikan nak?"
"aniya aku pun bingung umma, aku bermimpi aku berada di sekolah ku dulu kemudian aku bertemu dengan orang ku cintai, aku senang karna dia pun mencinta ku tapi disatu sisi orang yang mencintai ku pun datang. Mereka berdua menyuruhku untuk memilih mereka"
Jung Umma tersenyum " haha dasar anak muda, lalu kau memilih yang mana sayang?"
"aku tidak memilih umma, aku tidak bisa. Aku mencintai kedua nya"
"Taek Woon-a umma tau ini pilihan sulit tapi cobalah tegas kau harus memilih salah satu diantara mereka jangan sakiti hati mereka"
"baik umma akan kupikir , terima kasih untuk nasihat nya umma"
"sama-sama sayang" Jung Umma tersenyum
"Umma kenapa aku bisa ada di sini, seingat ku aku berada di taman tadi dengan Jae hwan dan juga kenapa ada selang infus ditangan ku"
"siang tadi kau jatuh pingsan ditaman sayang. Jaehwan, Ravi dan Jun Young membawa mu kerumah. Saat kau dibawa kemari keadaan mu sangat buruk, seluruh wajah mu penuh dengan luka dan juga suhu badan mu yang sangat tinggi. Kau membuat umma sangat khawatir"
"maafkan aku umma… telah membuat umma khawatir" Leo tertunduk
"gwenchana taek woon-a umma senang melihat mu sudah lebih baik"
"sekarang di mana Jaehwan dan teman –teman ku"
"teman –teman mu sudah pulang sejak sore tadi, sedangkan Jaehwan baru saja pulang satu jam yang lalu. Awalnya dia tidak ingin pulang namun umma memaksa nya, dia terlihat sangat lelah. Dia berkata tidak akan pulang sebelum kau membuka mata mu. Dia sangat mengkhawatirkan mu sayang.."
"aish… anak itu, apa umma tau jika dia sendiri juga sedang dalam keadaan yang tidak sehat tetapi ia masih memaksa diri nya"
Mendengar ucapan Leo, Jung Umma tersenyum…
"itu tanda nya dia sangat menyayangi mu …, rasa sayang yang ia berikan itu tulus sangat tulus umma bisa melihat nya. Taek woon Ini sudah malam lebih baik kau kembali istirahat agar cepat sembuh"
"ne umma.. dan juga terima kasih"
"tidak usah berterima kasih anak ku, ini adalah tugas seorang ibu "
Jung umma membenarkan posisi bantal yang akan digunakan Leo, kemudian mematikan lampu kamar Leo.
Leo mencoba untuk tenggelam dalam tidur nya tetapi tidak bisa, Jaehwan ~ tiba tiba saja nama itu muncul dibenak nya. Leo mengambil ponsel nya lalu menekan nomor telepon Jaehwan.
"tidak di angkat, apa dia sudah tidur?" gumam Leo. Tidak ada jawaban dari Jaehwan mungkin ia kelelahan dan sekarang sedang tertidur. Leo kembali melempar ponsel nya keatas kasur, Leo berjalan menuju jendela kamar yang terbuka, menatap langit malam. Langit malam ini sangat indah, banyak bintang bercahaya.
"Canopus…. " ujar Leo sembari menatap langit dan tersenyum.
"I see you…"
Leo memutuskan untuk kembali ke tempat tidur nya, ia masih merasa sakit dibagian tengkuk nya.
Perlahan tapi pasti, Leo menutup mata nya.
[Hakyeon POV]
Sudah 1 jam aku duduk di café ini, menanti kedatangan JunYoung yang tak kunjung menampakkan batang hidung nya.
"kemana anak ini, sudah 1 jam aku menunggu nya" aku menatap keluar café melihat pemandangan kota Seoul dimalam hari.
"hakyeon-a mianhae aku terlambat hehe" Junyoung memperlihatkan senyuman khasnya
"apa kau tau aku sudah berada di sini selama 1 jam dan lihat coffee dan waffle yang aku pesan sudah dingin"
"ah mianhae…"
Jun young menarik bangku yang terletak dihadapanku, lalu menyeruput coffee yang ada di depan nya
"jadi apa yang ingin kau cerita kan?"
"Leo…"
"ada apa dengan Leo" Tanya nya sembari menyuap waffle yang sudah ku pesan tadi.
"berjanji lah kau tidak akan memberitahukan ini kepada siapa pun termasuk Ravi bahkan Leo juga"
"emmmm" Junyoung mengangguk tanda ia setuju dengan ucapan ku.
"aku menyukai Leo"
Uhukkkk Uhukkkk Uhukkk…..
Junyoung terbatuk-batuk karna tersedak waffle ia menepuk-nepuk dada nya sendiri. Aku memberikan ia coffee agar batuk nya mereda
"pelan pelan saja makan nya" Junyoung menenggak habis coffee nya
Ahhh.. JunYoung bernafas lega.
"ucapan mu hampir membuat ku mati Cha Hakyeon"
"aku kan hanya jujur…"
"kau tidak main-main bukan dengan ucapan mu?" aku menggeleng menandakan jika aku serius dengan ucapkan ku. Jun young menuntut ku untuk menceritakan semua nya secara detail, cerita sejak kapan aku menyukai Leo. Aku pun mulai bercerita kepada Junyoung, hanya Junyoung yang bisa aku ajak bicara saat ini aku berharap Junyoung tidak akan membocorkan rahasia kepada siapa pun.
"jika kau menyukai Leo bagaimana dengan Han Yura jangan jadikan dia sebagai pelampiasan mu?"
"ckckck, aku buka nappeun namja seperti mu. Aku berusaha untuk mencintai Yura sepenuh hati ku"
"lalu bagaimana dengan Leo?"
"mollayo, aku sendiri pun bingung"
"kalian berdua bodoh, kalian saling mencintai tapi tidak berani mengungkapkan perasaan satu sama lain. Jika aku memberitau perasaan Leo tentang Hakyeon pasti ini selesai?ah tidak manusia singa itu akan membunuhku jika aku membocorkan rahasia nya" ujar Junyoung dalam hati
"Leo sudah mempunyai Jaehwan dan kau juga sudah mempunyai Yura?"
"itulah sebab nya saat ini aku bimbang, aku cemburu melihat Leo dengan Jaehwan bahkan saat Leo masih bersama Nicole"
Aku dan JunYoung sama-sama berkecamuk dengan pikiran kami masing-masing mencoba untuk menemukan jalan keluar nya. Tapi nihil tidak ada jawaban dari masalah ini
"Hakyeon-a satu-satu cara adalah kau harus memberitau Hakyeon mengenai perasaan mu, ya walaupun sekarang kalian sudah mempunyai pasangan tapi jujur kepada orang lain itu tidak salah kan?kkkk. ah sudah aku akan pergi, malam ini aku ada janji dengan minhee" Junyoung berpamitan kepada ku dan pergi meninggalkan ku
Malam ini aku sedikit lega , setidak nya sudah ada orang lain yang mengetahui perasaan ku ini. Mengenai ucapan JunYoung tadi, aku akan memikirkan nya. Memberitau Leo jika aku menyukai nya ckckck~ aku rasa itu mustahil. Tapi perkataan JunYoung ada benar nya juga -_- apa yang harus aku lakukan? Aku hanya ingin Leo tau , itu saja tidak lebih. Bukan kah confess itu tidak salah?
Aku berjalan keluar caffe dengan perasaan yang tidak pasti … menyusuri jalanan kota yang sudah mulai sepi dan hanya terlihat cahaya lampu dari rumah penduduk. Aku menatap langit, malam ini banyak bintang yang muncul.
Bimbang.. itu yang aku rasakan malam ini~ ucapan-ucapan Jun Young masih berkelibatan di otak ku.
Apakah malam ini ada Canopus? Tanya ku sembari menatap langit.
Canopus adalah salah satu nama bintang paling terang kedua yang terlihat dari bumi. Leo sangat menyukai bintang ini, bahkan ia memberi nama salah satu anjing nya dengan nama sungguh lucu bukan?
"Canopus eodiya? Apa kau mendengar ku? Aku hanya ingin tau bagaimana keadaan dia sekarang, Canopus sampaikan salam ku untuk dia beritahu dia jika Cha Hakyeon merindukan nya~ sangat merindukan nya.. aku ingin melihat kembali senyuman nya serta semua perlakuan manis nya pada ku. Semoga malam ini dia mimpi indah… aku menyayangi nya"
Matahari mulai memancarkan sinar nya dengan malu-malu diiringi dengan kicauan burung-burung yang menambah suasana indah di hari minggu ini.
Hari libur~ hari yang sangat aku di hari aku bisa bangun sesuka hati kkkk tapi tidak dengan minggu ini, hari ini aku berencana untuk mengunjungi Leo. Aku akan mengikuti perkataan Han Yura untuk meminta maaf dan mengalahkan ego ku sendiri. Padahal ini semua salah nya sendiri, jika bukan karna ucapan nya aku akan tidak akan melakukan hal itu
Di hari ini juga aku putuskan untuk memberitau dia mengenai perasaan ku~ Yaa aku kembali melawan ego ku demi orang yang ku cintai. aku sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi mengenai perasaan ku ini. Sudah cukup menyembunyikan perasaan ini selama 5 tahun, hari ini semua nya akan ku katakan. Tidak peduli bagaimana respon Leo mengenai ini.
Aku mengingat kata-kata Jun Young "tidak salah bukan jika jujur terhadap nya mengenai perasaan mu sendiri…"
Kini di tangan ku sudah penuh dengan makanan, sebelum sampai dirumah Leo aku membeli beberapa makanan sebagai buah tangan dan juga aku membeli coffee. Leo sangat menyukai Coffee..~ kkkk
Tok…Tok…
Aku mengetuk pintu rumah Leo. Setelah 5 menit menunggu, pintu besar berwarna putih gading itu pun terbuka. Jung Umma menyambut kedatangan ku penuh dengan senyuman
"Cha Hakyeon… omo" Jung umma menghambur kedalam pelukan ku. Aku pun tersenyum membalas pelukan nya
"Hakyeon-a , umma sudah lama tak melihat mu ke sini. Apa kau sudah lupa dengan umma heumm?"
"mianhamnida umma, tugas sekolah ku sekarang ini sangat banyak. Aku merindukan umma~"
"umma juga merindukan kan mu, umma"Aku memeluk Jung Umma yang sudah ku anggap seperti ibu ku sendiri menyalurkan semua rasa rindu ku.
Jung umma menuntun ku untuk masuk kedalam , sudah berapa lama aku tidak berkunjung ke rumah ini. Rumah ini masih sama saat pertama kali aku datang kemari,tidak ada yang berubah sama sekali. aku tersenyum mengingat banyak kenangan manis di rumah ini.
Kini aku sudah berdiri di depan pintu berwarna metallic grey yang bertuliskan "Leo's Room" nafas ku tercekat dan jantung ku bekerja 5x lebih cepat. Hanya melihat pintu kamar nya saja sudah membuat ku seperti ini. kaki ku mendadak lemas tak bisa bergerak ,jika saja Jung Umma tidak menyeretku masuk kedalam kamar Leo mungkin aku akan tetap mematung di luar dan tidak akan memasuki ruangan ini. Aku melirik jam tangan yang melingkar ditangan ku, pukul 09.00 pagi. Ckck makhluk es ini belum bangun~ dari kejauhan aku hanya bisa melihat rambut coklat nya yang terkena terpaan sinar matahari yang masuk melalui celah celah ventilasi. Aku melihat nya masih terbungkus selimut .
"ternyata uri TaekWoon belum bangun dari mimpi indah nya" ujar Jung Umma setengah berbisik
"eumm..kkkk" aku terkekeh pelan
"hakyeon-a cobalah kau bangunkan dia, umma akan membuat sarapan untuk kali berdua"
"araseo umma" aku mengacungkan kedua ibu jari ku. Aku pun menaruh plastik yang kubawa di atas nakas
Aku mendekati tempat ia tertidur lalu mengambil posisi duduk disamping ranjang nya, merapikan beberapa anak rambut yang menutupi mata indah nya . Apa ia tidak menyadari jika aku berada disini dan sedang menatap wajah polos nya? Kkkkk aku menyentuh luka lebam di pipi kiri Leo dan melihat selang infus yang berada di tangan kiri nya. Hati ku mencelos menatap nya kini wajah putih itu berubah menjadi pucat pasi dengan beberapa luka yang menghiasi nya, aku yang menyebabkan semua luka ini. Aku merutuki diriku sendiri melihat orang yang sangat aku cintai sedang terbaring tak berdaya dihadapan ku ,jika saja aku bisa bertahan sedikit tidak mengikuti emosi ku mungkin ini tidak akan terjadi
Maafkan aku Leo-a, andai saja aku bisa menggantikan posisi mu sekarang biarkan aku yang terbaring disana….., please forgive me.
Tanpa kusadari aku mengusap rambut coklat Leo, mengusap nya dengan penuh kasih sayang.
Greppp…
Gerakan ku terhenti, ada tangan yang saja aku terbangun dari lamunanku dan sekarang aku melihat Leo yang sudah bersandar pada kepala ranjang sedang menatap ku. Leo sudah membuka kedua mata nya, mungkin ia terbangun karna gerakan tangan ku tadi. Dia sangat sensitive terhadap sentuhan terutama ketika tidur ia sangat mudah sekali terbangun. Ada perasaan senang melihat ia sudah bisa membuka mata nya namun ada sedikit perasaan takut ketika Leo menatap manik mata ku. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut kami, hanya terdengar dentingan jam.
"Leo-a bagaimana kabar mu?" ujar ku yang mengawali pembicaran dipagi ini
"kau bisa melihat nya kan.. buruk sangat buruk" Leo menunjukan selang infuse ditangan kiri nya
Ya Tuhan.. Kenapa sifat ketus anak ini tidak pernah hilang sama sekali
" ada apa tuan cha datang kemari? Tidak puas sudah membuat ku seperti ini dan juga kau telah mengganggu tidur ku, kau tau kan aku sangat sensitive. Lebih baik kau pergi.. aku tidak ingin melihat mu" Leo mengusirku~
Hati ku mencelos mendengar jawaban nya, apa Leo akan memaafkan diriku. Leo sudah membenci diri ku~ tanpa diperintah air mata ku jatuh dengan sendiri karena mendengar jawaban nya aniya~ ini bukan jawaban tetapi makian. Uljima Cha Hakyeon , jangan biarkan Leo melihat mu menangis. Aku menundukan wajahku…
"hari ini aku putuskan untuk menemui mu dan melawan ego ku karna aku ingin minta maaf, aku hanya ingin mengucapkan kata maaf apa itu salah ? Tidak peduli kau akan memaafkan ku atau tidak ,sungguh aku sangat merasa bersalah telah membuat mu seperti ini. Hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan, a…k…u tidak bi,,,sa berkata apa-apa.. lagi. " sial mata ku semakin tidak bisa membendung air mata, air mata ini jatuh membasahi telapak tangan ku. Dengan cepat aku menyeka air mata ku agar Leo tak melihat nya
"aku sangat mengkhwatirkan diri mu. saat mendengar keadaan mu aku bersumpah pada diriku sendiri aku tidak akan memaafkan diriku jika terjadi sesuatu dengan mu. Melihat kau terbaring lemah disini aku merasakan separuh diriku hilang"
Lagi dan lagi bulir-bulir bening ini tidak ingin berhenti. Jangan sampai Leo melihat ku, aku mohon jangan~ jika Leo melihat ku seperti ini mungkin ia akan….
Hangat .. aku merasakan hangat, air mataku jatuh membasahi pajama biru nya. Leo membawa ku masuk kedalam pelukan manis nya~ pelukan yang sangat aku rindukan . Aku sedikit terisak. Leo menepuk- nepuk punggung ku mencoba untuk menenangkan diri ku. Leo meletakan dagu nya diatas puncak kepala ku. Air mata ini semakin tak terbendung, aku menumpahkan semua air mata di dada bidang nya. Mencoba meluapkan rasa yang sudah 5 tahun terpendam, berharap Leo juga bisa merasakan menangis aku merasa lebih lega sekarang ini
"hakyeon~ cha hakyeon masih sama seperti dulu menangis adalah salah satu hobi mu"
Aku menggeleng- gelengkan wajah ku yang masih tenggelam di dada nya, aku mencium feromon Leo melalui pajama tidur nya. Feromon ini membuat ku semakin tenang
" apa aku harus membelikan mu es krim dulu agar tangisan mu berhenti"
Aku menatap mata nya, lalu menyeka air mata ku.
"dasar cengeng " Leo mencubit hidung ku
"uljima…" Leo mengusap pipi ku yang sudah basah dengan tangan telapak tangan nya.
"kau tau ketika kau berkata kau membenci ku, hati ku sangat hancur. Aku tak mengira jika sahabat terbaik ku akan meninggalkan ku dan lebih memilih kekasih nya. Ckckck"Leo terkekeh
"itu.. di luar kendali, aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu Leo-a. aku tidak akan pernah membenci mu dan tidak akan bisa membenci mu jadi aku mohon maafkan aku"
"tanpa kau berkata maaf, aku sudah memaafkan mu. Ya jujur aku sangat membenci karna kau telah membuat ku seperti ini. Tapi aku juga sadar sama seperti mu aku tidak akan bisa membenci mu"
"jadi Jung Taek Woon sudah memaafkan Cha Hakyeon?" ujar ku tersenyum
Aku menatap kedua bola mata hitam nya, Leo kembali membawa ku ke dalam pelukan hangat nya. Aku kembali menghirup feromon Leo. Pelukan yang sangat aku rindukan...
ia menggangguk pelan
"tapi dengan satu syarat"
"apa?" aku kembali menatap wajah pucat pasi itu
"temani aku tidur " Leo menarik kedua bahu ku, kami terjatuh diatas ranjang yang empuk dan tertawa…
"ini hukuman karna kau telah membangunkan ku" ujar Leo sembari menarik selimut dan menjadikan kanan tangan nya sebagai bantal untuk leherku . kini tubuh kami berdua sudah terbungkus dengan selimut bercorak superhero marvels . walaupun Ini sudah menjelang siang tetapi suhu udara di ruangan ini masih terasa dingin. Aku pun merekat kan selimut yang aku pakai begitupun dengan ia
Hey sudah berapa lama aku tidak merasakan moment sedekat ini dengan Leo dan juga mendengar suara tawa nya. Leo-a bogoshippo
Hening…..
Aku menolehkan wajah ku ke samping , ia sudah tertidur lagi. Cepat sekali dia kembali ke alam bawah sadar nya. "Dasar tukang tidur" umpat ku dalam hati
Aku membalikan tubuh ku agar aku bisa menatap nya dengan jelas, dan menggeser nya supaya aku bisa melihat lebih jelas setiap lekukan wajah Leo. Apa ini waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya aku tidak bisa menahan lebih lama lagi perasaan ini~ aku tidak ingin diriku merasakan kepahitan yang lebih lama lagi. Siap tidak siap kami harus mengetahui perasaan ini
" Leo-a "
"hemmmmm ada apa? " Leo membuka mata nya kemudian membalikan badan nya menghadap ku. Kedua bola mata kami bertemu satu sama lain menyiratkan tanda tanya yang besar disana
"ada yang ingin aku katakana…"
"katakana saja hakyeon-a"
Kruuuung….
JEBAL -_- suara itu sungguh mengganggu ku dan memecah konsentrasi yang sudah aku kumpulkan sejak bangun tidur.
"hehhee, mian apa kau mendengar nya" Leo bertanya dengan wajah polos
"uri Leo rupanya lapar. Kapan kau terakhir makan?"
"aku pun tidak ingat hehe"
"Ca… mari makan, aku membawa beberapa makanan ke sini" aku menarik tangan nya dan membantu Leo duduk di tepi ranjang. Satu persatu aku membuka bungkusan yang aku bawa dan mengeluarkan makanan yang baru saja aku beli. Ada nasi bentok, kimchi, sandwich, bulgogi, sup ikan, coffee dan cake
"Coffeee….." Leo merebut cup coffee yang baru saja aku keluarka. Ia meminum nya
"Vanilla latte… " ujar nya
"hey hey jangan terlalu banyak minum coffee . kau lupa jika sedang sakit?" aku merebut coffee itu dan kembali menaruh nya diatas nakas.
"Mari Jung Taek woon buka mulut mu…."
"aku bukan anak kecil bodoh"
"buka atau kau tidak akan mendapat kan kembali coffee mu.." Leo mengerucutkan bibir kecil nya. Aku gemas melihat tingkah anak ini. Kkkk Ia pun membuka mulut nya, melahap potongan daging yang aku suapi dan mengunyah nya.
"heumm massita… ~ suapi aku lagi Hakyeon"
"dasar singa" aku tertawa pelan. Ia membalas ku dengan mendaratkan jitakan nya diatas kepala, anak ini tidak tau cara berterima kasih~~~ aku kembali menyuapi nya.
"sangat enak.. kau coba lah"
"aniya…"
"eyy ini enak cobalah" Leo merebut kotak bento yang ada ditanganku, lalu menyuapkan sepotong udang ke arahku. Aku menguyah udang itu, ternyata enak juga…
"lagi…?" tanya nya
Aku mengangguk… Leo pun kembali memasukkan makanan ke dalam mulutku hingga penuh
"Ya.. Jung Taek woon pelan –pelan omo,…. Mulutku ashhhhhmm" aku kesulitan bicara karna dia terlalu banyak memasukkan makanan.
"Hahhahahaha" Leo tertawa. Aku masih berceloteh dengan mulut yang penuh makanan.
"bicaralah setelah makanan mu habis tuan cha" aku mengambil coffee yang berada di atas nakas lalu menenggak nya hingga habis. Hahhh…~ lega, aku bisa bernapas sekarang. Aku memukul kening Leo
"Yakk….! " seru nya
"rasakan rasakan…."
"Pabo.. apa kau tidak tau cara makan yang baik. Lihat ini disudut bibir mu ada nasi " Leo menyentuh sudut bibirku lalu mengusap nya. Jari nya bergerak mengitari permukaan bibir ku. Aku merasa gugup menerima perlakuan nya ditambah lagi jarak wajah kami yang sangat … dekat… jika saja aku maju sedikit mungkin… ~ ah sudahlah. Tidak usah berpikiran yang macam-macam Cha Hakyeonssi
Leo kembali melahap habis nasi bento, kemudian kimchi dan sup ikan. Setelah sup ikan habis sasaran selanjutnya ialah bulgogi . aigo… sudah berapa tahun dia tidak makan. Semua makananan yang aku bawa hampir habis dimakan nya
" oiya tadi kau ingin berkata apa " tanya Leo yang masih sibuk menyuap makanan
"ini mengenai perasaan ku" Leo menaruh kotak makanan yang berisi bulgogi , ia kembali menatap ku.
"katakanlah…"
"Leo-a ini adalah perasaan ku yang telah bertahun tahun aku simpan. Hari ini kau harus mengetahui semua nya" aku menunjuka senyum ku yang getir..
Leo menggangguk "katakana lah.. aku akan mendengar nya"
"sebenar nya.. sudah lama aku menyu….."
BRakkk….. pintu kamar Leo terbuka dengan kasar. aku menghentikan ucapan ku, kami terlonjak kaget mata kami berdua terarah kepada sesosok mahluk tinggi putih yang ada di depan pintu. LEE JAEHWAN~ kenapa anak ini selalu muncul ketika aku berada dengan Leo dan keberadaan nya tidak bisa diprediksi kapan dia datang dan pergi look like as gumiho
"HYONGIEEEEEEE…" ujar Jaehwan sembari berlari
Jaehwan memeluk Leo tepat di depan mata ku. Ada perasaan sakit yang menghampiri hati, ingin rasa nya menjauhkan dia dari Leo tapi aku sadar jika aku bukan siapa siapa. Aku berusaha untuk tersenyum walau itu menyakitkan
"ketika jung umma menelpon ku dan memberitau jika hyong sudah sadar, aku langsung berlari ke sini " Jaehwan mengusap- usap tengkuk Leo dengan pipi nya.
Jaehwan memegang pipi lebam Leo, mendaratkan satu kecupan di sana
Sialan~ apa kau ingin membuat ku cemburu Jaehwan.. aku mengedarkan mata ku ke sudut lain. Tidak ingin melihat apa yang terjadi sekarang ini
Gagal sudah aku untuk mengatakan nya~
"hey sudah.. hyung sudah baik kan. Ah semalam hyung menghubungi mu tapi ponsel mu tidak aktif"
"aku lupa mengaktifkan ponsel ku hyung " Jaehwan semakin mengeratkan pelukan nya pada Leo. Jaehwan terlihat sangat mengkhawatirkan Leo. Mereka saling mengaitkan pelukan satu sama menggigit bibir bawah ku~ menahan rasa yang bergejolak
Jebal~ hentikan ini…
"ah mian akut tidak sadar jika ada Hakyeon hyung disini hehehe" Jaehwan menampakkan senyuman khas nya dengan sederatan gigi putih yang ia miliki.
"apa kalian terlalu asik berpelukan hingga melupakan ku disini~kkkk"
"mianhae hyung aku terlalu senang hari ini, aku senang bisa melihat Leo hyung lagi hehe. Ah apa kalian sudah berbaikan?"
Aku merangkul pundak Leo, Leo pun membalas rangukulan ku
"apa ini terlihat kami masih bermusuhan?" tanya ku
"omo omo… waaa kalian sudah berbaikan kembali hehehe" . aku dan Leo sama-sama tertawa melihat tingkah Jaehwan.
"oya apa hyung sudah sarapan ?" tanya Jaehwan sembari merapikan rambut coklat Leo.
"see.. aku membawakan makanan kesukaan hyung" Jaehwan menunjukan tas berwarna cokelat yang ia bawa dari rumah
"aku membuat ini sendiri.., ini hasil jerih payah ku sendiri dan Leo hyung harus mencoba nya. Aku yang membuat makanan ini ". Satu persatu Jaehwan mengeluarkan isi dari tas cokelat nya itu.
"tapi Jaehwan.. hyung sudah sarapan, baru saja selesai apa kau tidak melihat itu" Leo menunjuk beberapa sisa makanan dan bungkus makanan di atas nakas.
"makanan itu siapa yang membuat nya" tanya Jaehwan
"itu aku yang membeli nya, sebelum ke rumah Leo aku mampir ke beberapa kedai makanan hehe"
"araseo hyungnim.."
"jadi Jaehwanssi , hyung masih kenyang" . jaehwan memperlihat wajah sedih bercampur kecewa, ia juga menggembung pipi nya.
"baiklah, hyung akan memakan bekal yang kau bawa. Give it to me.."
Leo~ Dasar tukang makan, baru saja ia memakan habis semua bekal yang kubawa. Dan sekarang ia juga akan memakan bekal yang Jaehwan bawa. Leo meraih sumpit dan mengambil bulgogi, ia mulai menyuapakan potongan daging itu ke mulut nya. Jaehwan melihat Leo dengan wajah semeringah, tergurat kebahagiaan dimata nya. Leo juga terlihat sama , ia menikmati makanan yang Jaehwan buat sesekali tersenyum pada Jaehwan. Sementara aku yang melihat kedaan ini hanya bisa diam, seluruh tubuhku membeku, hati dan badan ku panas melihat pasangan ini. Cemburu ? mungkin sedikit~ andaikan posisi aku dan Jaehwan bisa ditukar.
Leo melirik mata ku dan ia menunjukan wajah yang sedikit tersiksa.., aku menatap nya heran ada apa dengan dia? Apa ada yang salah? Leo bergidik setelah ia menelan daging. Ia memberiku isyarat melalu mata nya
Aku mengambil sumpit lalu ikut mencoba makanan yang dibuat ken~ztttttt… mulut dan badanku bergetar ,ini respon ketika menerima makanan yang dibuat Jaehwan
Rasanya sungguh hancur…tak bisa di ungakapkan dengan kata-kata ~ pantas saja Leo bergidik ketika menelan makanan itu. Aku rasa makanan ini lambat laun bisa membunuh Leo
Kenapa Leo msh memakan nya… jika makanan ini bisa membunuh dia?~
Kkkkk~ inilah salah satu sifat Leo yang tidak diketahui orang lain . Leo akan melakukan apa saja demi orang yang ia kasihi walaupun itu melukai diri nya sendiri. Leo melakukan hal ini agar bisa menyenangkan hati Jaehwan. Dibalik sifat dingin dan angkuh nya,Leo mempunya sisi lembut.
"bagaiman dengan masakan ku hyung?"
Aku dan Leo saling bertatapan, kalimat apa yang harus kami ucapkan pada anak ini.
"Heungg.. Jaehwan-a ini rasa nya" aku menggaruk bagian belakang kepala ku ~sedikit bingung apa yang harus ku ucapkan
"ini enak sangat enak" sahut Leo. Ia menyuap sepotong daging lalu memakan nya
"jinja…..hyung?"
"heum ini enak Jaehwan-a sangat enak" timbal ku
"oke.. lain kali aku akan memasak lagi untuk kalian berdua hehe" .Mendengar ucapan ini, wajah kami berdua berubah menjadi flat~
DRtttt Drttt.. ponsel disaku celana ku bordering
"ah aku harus keluar sebentar ada panggilan". Aku berjalan menuju balkon kamar, tertera nama Han Yura di sana~ pasti dia akan menanyakan mengenai permintaan maaf.
"Eo Yura, aku sudah melakukan semua perintah mu"
"benarkah? Aku senang mendengar"
"eum.. gomawo ne"
"tidak usah berterima kasih,ah jangan lupa kegiatan kita sore ini. Aku akan menunggumu di taman"
"araseo yeobo.. saranghae"
"see ya Cha babe" . aku tersenyum mendengar ucapan terakhir nya 'Cha Babe'
Langkah kaki ku kembali menuju kamar Leo. kejadian yang aku lihat sekarang ,yang ku saksikan langsung dengan sepasang mata ku sendiri sama ketika di rumah sakit tempo hari hati ini terasa terisis melihat kedekatan mereka.
Leo menyandarkan kepala nya dibahu Jaehwan, ia terlihat menikmati bahu tegap milik Lee Jaehwan
"hyung hyung apa ini sakit?" tanya Jaehwan sembari mengusap selang infus di tangan Leo
"tidak sakit tapi hanya sedikit keadaan mu? Apa kaki dan dagu mu sudah baikan?"
"sudah hyung sayang hanya saja kaki ku masih sulit untuk berlari dan berjalan"
"kalau begitu jangan pergi kemana-mana jika tidak ada hyung tetaplah di rumah mu "
"andwae.. Lusa nanti disekolah akan ada acara study tour, dan siswa kelas XI wajib mengikutinya harus pergi ne…."
"tidak.. kau tidak boleh pergi"
"come on hyung.. izinkan aku eo~ aku yakin aku akan baik-baik saja" Jaehwan membelai rambut coklat Leo, menarik-narik tangan Leo dan menunjukan wajah termanis yang Ia miliki.
"tidak"
Haruskah aku menyerah untuk mendapatkan cinta mu Jung Taek woon. Aku tidak ingin melihat kesedihan Jaehwan jika aku merebut dirimu dari nya. Ia sangat mencintai mu Leo, bahkan cinta nya melebihi Nicole
"berilah dia izin Leo, acara itu hanya 2 hari tidak akan lama.."
"benar kata Hakyeon Hyung~ Hyungie izinkan aku.. Jebal "
"araseo.. kau boleh pergi" Jaehwan langsung menghambur kedalam pelukan Leo~
"ah Hakyeon hyung selama aku tidak ada, tolong jaga Leo untuk ku ne…"
"aaak.. appo" Leo menjitak kepala Jaehwan
"aku bukan anak kecil Lee Jaehwan"
"kkk tentu saja , aku akan menjaga nya untuk mu" aku berusaha menyinggungkan senyuman ku untuk Jaehwan walau bibir ku terasa kelu untuk tersenyum
"Tanpa diminta oleh mu pun aku akan tetap menjaga Leo"gumam ku
"hari sudah semakin siang aku harus pulang"
"wae?kau ada kegiatan di sekola?"
"aniya.. hanya saja aku takut menggangu pasangan ini kkkk" aku masih ingin lebih lama berada disini Leo-a ….ingin lebih lama menatap dan berbincang dengan moment yang sangat aku rindukan setelah sekian lama kita tidak pernah sedekat ini lagi, tapi aku sadar hati ku bukan batu yang akan tetap keras walau ditimpa beban berat sekalipun~Ini adalah Hati Cha Hakyeon bukan Hati yang terbuat dari batu . Melihat mu dan Jaehwan saat ini apalagi di depan kedua mata sendiri hati ku menangis~ tapi di sisi lain aku bahagia melihat orang yang aku cintai selama bertahun-tahun tersenyum kembali karna ia telah berhasil menemukan orang yang akan selalu berada di samping nya
"aigo hyung.." timbul semburat merah di kedua pipi Jaehwan
"mianhae.. aku harus pergi Jaehwan"
"hyung tidak usah pulang, temani Leo hyung disini ne~ aku harus pulang cepat untuk mempersiapkan kegiatan lusa nanti "
"kau ingin pulang? Apa ingin ku antar" tanya Leo
"bagaimana hyung mengantar ku, tangan hyung saja seperti itu. Aku pulang bersama supir abeoji jadi jangan khawatir " ~Chup….. Leo mencium kening Jaehwan dan tersenyum
"hati-hati di jalan, setelah sampai rumah langsung kabari aku"
"eum.. aku pergi dulu hyung" Jaehwan membungkukan badan nya dan pergi~
"Hakyeon-a apa kau juga ingin pergi". Aku menggangguk, ini sudah menjelang siang hari dan juga sore ini aku harus menemui Han Yura. Leo membuang wajah nya ia tidak menatap ku tersirat rasa kecewa disana, rupa nya Jung Taek Woon tidak ingin aku pergi eoh~ aku terkekeh..
Aku menaruh kedua telunjuk ku di pipi Leo.. " kau tidak ingin aku pergi?"
"aniya.. pergi saja" ia masih tidak melihat ku
"araseo…." Aku membalikan badan ku tapi tangan Leo menahan ku untuk pergi~jika tidak ingin aku pergi katakana saja tuan Jung..
"setelah membuat ku seperti ini, apa ini balasan mu"
"lalu aku harus bagaimana Leo" Leo menarik sebelah tangan ku..memaksa diri ku untuk duduk bersebelahan dengan nya
"temani aku disini aku sangat bosan berada disini dan juga selang infus ini membuat ku muak"
"aku ingin bermain sepak bola" Leo menarik-narik selang infus dilengan kiri nya mencoba untuk melepaskan benda berwarna transparan itu . Babo.. apa yang dilakukan manusia es ini? Apa karna terbentur meja kelas otak nya sedikit kacau? Aigo.. Cha Hakyeon apa sudah kau lakukan pada Leo…
Mata ku membulat ketika Leo berhasil melepaskan benda transparan itu dari tangan nya lalu membuang nya ke sembarang arah "aishh.." Ia sediikit meringis karena darah segar yang keluar dari tangan nya. Leo mengambil kain kasa diatas nakas kemudian membungkus lengan nya agar darah segar berhenti mengalir. YAK! Aku memukul kepala nya , anak ini benar-benar bodoh. Apa yang salah dengan kepala anak ini
"Dasar bodoh apa yang kau lakukan" aku menarik tangan nya dan mengambil selang infuse yang tergeletak di lantai. Leo kembali menarik tangan nya
"sudah ku bilang aku ingin bermain sepak bola" umpat nya
"iya ..tapi tidak hari ini. Kau masih belum pulih Leo-a"
" I don't care.. jebal bantu aku Hakyeon-a. I wan to go" Leo menuntut kedua mata kami untuk bertemu, aku menatap kedua mata sendu nya… tatapan yang seakan memohon. Aku mendengus.. jika sudah seperti ini aku tidak bisa menolak keinginan nya walau mulut ku terasa pahit untuk berkata 'iya'
"araseo.. mari kita pergi, tapi sebentar saja. Yakseok?" aku mengaitkan jari kelingking ku dengan jari kelingking milik Leo.
"setuju…." Leo mulai mengatakan rencana nya. Ini gila… I think he's crazy man . Rencana yang Leo katakana benar-benar di luar akal sehat, Leo meminta ku untuk berbohong pada Jung Umma agar Ia bisa pergi keluar dari rumah . jika dia mengatakan yang sejujurnya pada Jung Umma pasti tidak akan diikuti ckck.. tentu saja baru kemarin siang Ia pingsan di taman dan kesehatan nya sangat menurun dan hari ini ia sudah ingin bermain sepak bola di luar rumah. Leo benar- benar gila.
It's bad idea Jung Taek Woon berulang kali aku mengatakan kalimat itu~tapi dia seakan tuli. Leo tetap memaksa ku untuk melakukan rencana gila nya, bahkan ia mengancam ku dengan kata-kata pahit jika tidak membantu nya. Karena rasa bersalah dan juga rasa cinta… aku menyetujui untuk membantunya.
"kau yakin akan melakukan ini? Jika kau celaka bagaimana?"
"percaya pada ku…"
Maafkan aku Jung Umma… . aku melangkahkan kaki ku keluar kamar, untuk menemui Jung Umma. Sedangkan Leo masih menata tempat tidur nya agar terlihat seperti ada manusia yang berbaring di sana,setelah itu Leo keluar dari kamar nya melalu jendela. Ia menggunakan tangan-tangan kekar milik nya untuk turun ke bawah melalu jendela.
"Umma…." Panggil ku lembut. Jung umma masih sibuk berkutat dengan urusan dapur, seperti nya jung umma baru selesai memasak dapat ku tebak dari beberapa piring yang sudah terisi makanan
"ada apa hakyeon-a" jung umma tersenyum lembut. Oh tuhan.. aku tidak tega membohongi jung umma
"umma mianhae.. aku harus pulang"
"kenapa terburu-buru? Aigo.. umma baru saja selesai membuat makanan untuk mu dan Leo"
"eumm.. aku tidak bisa berlama-lama di sini umma, aku harus pergi karena ada urusan sekolah"
"baiklah kalau begitu.. hati-hati dijalan dan juga sering-seringlah main ke rumah ini"
"pasti umma…., kalau begitu aku pamit pulang umma"
"ne.. segera kabari jika sudah sampa tujuan . umma akan naik ke atas Leo belum meminum obat nya"
"Andwae umma…. " sahut ku
"Loh.. kenapa? " Jung umma sedikit menyipitkan mata nya
"tadi Leo menitipkan pesan jika Leo ingin tidur dan tidak ingin di ganggu , Leo juga sudah meminum obat nya. Jadi harap.. umma tidak menggangu nya hehe"
"aigo.. anak itu" . aku membungkukan badan ku dan memeluk tubuh renta Jung umma ~
Buru – buru aku melangkahkan kaki menuju depan rumah, aku melihat ke atas.. Leo masih di sana sedang berusaha turun menggunakan kedua tangan kekar nya. Aigo.. aku sangat khawatir bagaimana jika ia terjatuh nanti -_-
"ya.. Leo-a kau baik-baik saja" bisik ku. Leo melihat ku , ia mengacungkan ibu jari kiri nya. Sedikit lagi Leo mencapai bawah, ketika ingin turun tangan kiri nya terlepas dari pegangan tiang… sontak aku berlari menghampiri tempat nya. Alhasil.. dia menimpa tubuh kecil ku ~ remuk.. itu yang kurasakan sekarang aku merasakan jika tulang-tulang ku hancur.
"aishhh….appo" Aku meringis kesakitan. Aku membuka mata ku, hanya wajah Leo yang bisa kulihat saat ini wajah kami sangat dekat . aku bisa merasakan terpaan nafas Leo yang bertabrakan dengan wajah ku dan entah sejak kapan~ hidung kami sudah bertemu dan saling menempel..
Deg.. Deg.. jantung ku mengalirkan darah 5x lebih cepat. Wajah ku sudah berubah seperti udang rebus~ apa yang harus ku lakukan sekarang? Pikiran ku kosong… aku tidak bisa memikirkan apa-apa saat ini . aku menelan saliva ku sendiri melihat Bibir pucat Leo~ jarak diantara kami semakin menipis…
Dan…..
Aku menutup kedua mata ku…
merasakan benda lunak itu menempel di permukaan bibirku..
bibir kami saling bertemu untuk pertama kali nya~
[Author POV]
Leo membawa Hakyeon masuk kedalam dunia nya, entah apa yang Leo pikirkan ia pun tidak tau~ mungkin karena efek rindu. Ya.. sejak Leo bersama Jaehwan dan Hakyeon bersama Yura mereka jarang bertatap muka hanya sekedar berbicara pun sudah jarang sekali. Sesungguh nya Leo tidak ingin seperti ini, Leo terpaksa melakukan nya agar Hakyeon pun ikut menjauhi diri nya dan juga agar Leo berhenti mencintai Hakyeon. Leo tidak ingin melukai perasaan Jaehwan, ia sadar jika ia sudah memilik Jaehwan. Namun itu semua hanya omong kosong ~ semakin Leo menjauhi Hakyeon, semakin Leo merasa kehilangan sosok Hakyeon yang ada di sisi nya dan juga semakin merindukan Hakyeon.
Leo sadar apa yang ia lakukan, ia bangkit dari posisi nya mengumpulkan semua akal sehat yang ia punya. Apa yang telah ia lakukan tadi.. aigo ia merasa jika akal sehat nya sudah hilang. Kini Atmosfer di antara Leo dan Hakyeon menjadi kikuk…. Setelah kejadian tadi. Leo melirik Hakyeon yang menundukan wajah nya,jari –jari kecil Hakyeon memainkan ujung sweater yang Hakyeon kenakan.
"ayo,, kita pergi sebelum ketauan umma" Leo bangkit dari posisi duduknya, ia mulai berjalan keluar gerbang rumah dengan Hakyeon yang membuntuti nya dari belakang.
"kau ingin pergi kemana.." tanya Leo tanpa melihat Hakyeon yang ada di belakang nya
"up to you… tugas ku hanya mengawasi mu tuan jung". Hakyeon terus mengikuti langkah kaki Leo kemanapun ia melangkah. Tidak ada pembicaraan selama mereka berjalan ,sungguh baik Hakyeon maupun Leo terlihat canggung satu sama lain.
Hakyeon seperti mengenali kemana langkah Leo membawa nya..
"kenapa kita ke sekolah?" tanya Hakyeon
"iya.. dimana lagi aku bisa menemukan tempat bermain sepak bola selain disini. Lagipula ini hari libur tidak ada siswa yang bisa melihat kita ~ disini hanya ada kita berdua" kata-kata Leo sukses membuat Hakyeon merona, pipi nya kembali seperti udang rebus. Mereka berdua menuju lapangan sekolah, Hakyeon tidak ikut bermain sepak bola ia hanya duduk di pinggir lapangan sembari melihat Leo yang sibuk bermain dengan benda bulat itu.
"Skill nya dalam bermain bola masih tidak berubah kkk~ ia masih sama seperti dulu saat aku mengenal nya" Hakyeon tersenyum melihat Leo yang berada di tengah-tengah lapangan walau cuaca sudah sore Leo masih tetap sibuk bermain sembari berlari bersama benda bulat yang ada di kaki nya
Hakyeon melirik jam tangan yang melingkar ditangan nya, pukul 16.40 KST ~ ada sesuatu yang mengganggu pikiran Hakyeon , ia memikirkan sesuatu di otak nya ia merasa seperti ada yang janggal di sore hari. Ah sudahlah mungkin ini hanya ilusi… hakyeon kembali memperhatikan Leo .
Karena Leo.. Hakyeon melupakan janji nya dengan Han Yura, ia tidak mengingat Han Yura . Ia hanya memikirkan Leo untuk saat ini~ padahal sejak 1 jam yang lalu sudah ada seorang gadis cantik menunggu diri nya di kursi taman. Seorang Gadis dengan perawakan yang hampir mencapai kata sempurna, rambut hitam panjang yang dibiarkan terurai,bibir tipis milik nya dengan lipgloss berwarna peach ditambah lagi kemeja tosca yang ia kenakan dan sneakers coklat yang dipakai nya seakan menambah kecantikan natural gadis ini. Dialah Han Yura
Yura sudah menghabiskan waktu nya untuk duduk di kursi taman tetapi orang yang dia tunggu-tunggu tak kunjung datang. Beberapa kali Yura melihat layar ponsel, berharap Hakyeon menghubungi nya tetapi nihil.. tidak ada pesan singkat ataupun panggilan dari Hakyeon. Sudah 5x kali Yura menghubungi ponsel Hakyeon namun tidak ada jawaban dari ujung sana. Yura menghembuskan nafas nya dengan kasar~ yura tidak ingin kencan nya dengan Hakyeon gagal, ia sudah merencanakan kencan ini dari seminggu lalu. Sejak dia dan Hakyeon resmi menjadi sepasang kekasih, Hakyeon tidak pernah mengajak nya untuk berkencan atau sekedar jalan-jalan bersama. Hakyeon terlalu sibuk dengan dunia nya, mungkin salah Yura .. kenapa ia memilih Hakyeon . Hakyeon selalu disibukkan dengan kegiatan akademik dan non akademik. Yura selalu menjadi nomor dua bagi Hakyeon dan Leo selalu menjadi menjadi yang pertama bagi Hakyeon~ Yura sadar akan hal itu… sering kali ia menangis mencoba untuk menerima hal ini akan tetapi Yura sadar Hakyeon sudah menjadi milik nya bukan milik Leo.. setidaknya Yura sudah berhasil merebut Hati Cha Hakyeon. Yura akan membuat diri nya berada di posisi nomor satu di hati Hakyeon…
Hari sudah mulai gelap.. namun Cha Hakyeon tak kunjung datang. Yura merapatkan kedua tangan nya, sial.. ia lupa membawa mantel. Yura menggesekan kedua tangan nya dan menempelkan di pipi putih agar merasa hangat.., ia masih bertekad untuk menunggu Hakyeon di taman ini walau bulir-bulir salju sudah mulai turun menghinggapi Kota Seoul.
"Cha Hakyeon., eodiya. Ini sudah malam " Yura masih menggesekan kedua tangan, ia merasa kedinginan. Kini kepala nya sudah dipenuhi butiran-butiran putih itu. Yura menggunakan tangan nya untuk menyeka butiran itu agar rasa dingin tak menghinggapi kepala nya
"apa yang harus aku lakukan, jika terus disini aku bisa mati membeku" akhirnya Yura memutuskan bangkit dari bangku taman dan memilih pergi dari taman itu dengan penuh rasa kecewa. Yura menyeka bulir-bulir bening yang keluar dari kelopak mata nya "Cha Hakyeon neomu.. nappeun namja"
"salju sudah mulai turun.. ayo kita kembali ke rumah" ujar Hakyeon pada Leo. Sudah 30 menit yang lalu mereka keluar dari sekola, Leo sudah berhasil mewujudkan keinginan nya. Kini mereka berdua sedang berada di caffe yang letak nya tidak jauh dari sekolah, menikmati secangkir vanilla latte dan pancakae strawberry hangat di tengah-tengah cuaca yang dingin.
"ne.. tapi kita habiskan dulu makananan ini" . Leo menyuap pancake yang di depan nya melahap satu piring pancake dengan 3 kali suapan. Leo tidak sadar jika sedari tadi Hakyeon memperhatikan diri nya, bahkan Hakyeon sama sekali belum menyentuh pancake nya ia hanya tersenyum memperhatikan Leo. Melihat Leo makan dengan lahap itu cukup untuk mengusir rasa lapar yang menghinggapi Hakyeon
"kenapa belum di habiskan?apa pancake nya tidak enak?"
"ah.. aniya Leo-a, aku tidak bisa memakan makanan yang masih panas. kkkk" Hakyeon ikut menyuapkan satu sendok pancake ke dalam mulut nya.
"eummm.. Cha Hakyeon… mengenai kejadian di rumah tadi. Aku minta maaf, sungguh itu tidak di sengaja"
"gwencahan tidak usah dipikirkan Leo-a. aku pun mengerti karena keadaan kita tadi sangat dekat….sehingga itu tidak bisa dihindari …" Jawab Hakyeon sedikit gugup
"jeongmalyo? Kau tidak marah pada ku?"
Eumm "tidak" Hakyeon menggelengkan kepala nya.
Aigo.. my first kiss.
Hakyeon merogoh ponsel miliknya , ia melihat panggilan tak terjawab dari Han Yura… Astaga ia lupa jika ponsel nya di silent , ia telah melupakan janji nya dengan Yura. Wajah Hakyeon mulai terlihat panik, ia menekan tombol-tombol yang ada pada layar ponsel untuk mengirim Yura pesan singkat. Hakyeon melirik keluar jendela caffe.. salju semakin lebat, Apa Yura masih berada di taman? Hakyeon benar-benar mengkhawatirkan keadaan Han Yura sekarang, ia mencemaskan gadisnya.
"Leo-a aku harus pulang.. aku lupa jika ada janji. Mianhae…"
"kenapa kau tidak bilang sejak awal jika ada janji?"
"mian.. aku benar-benar lupa. Apa tidak apa-apa jika kau pulang sendiri?"
"tentu.. lebih baik kau segera pergi. Apa perlu aku antar?"
"aniya tidak usah.. kau juga harus segera istirahat keadaan mu belum sepenuh nya pulih. Dan juga bagaimana dengan Jung Umma?"
"geurae… aku akan segera pulang setelah ini. Ah masalah Umma biar aku saja yang tangani.. Ka~ lebih baik kau segera pergi". Hakyeon berlari meninggalkan Leo sendirian, ia berlari menuju taman. Ketika sampai Hakyeon tidak melihat seorang pun di sana, ia kembali merogoh ponsel nya dan menghubungi Han Yura. Masih belum ada jawaban dari Han Yura
"dimana kau Han Yura.., maafkan aku " ujar Hakyeon dengan ponsel yang masih menempel di telinga, Ia sangat mengkhawatirkan Han Yura. Namun usaha yang dilakukan Hakyeon tetap gagal tidak ada jawaban dari seberang sana..
Hakyeon memutar kembali langkah kaki nya meninggalkan taman , Han Yura pasti sudah kembali ke rumah pikir nya. Hakyeon berlari menerjang butiran – butiran putih yang turun dari langit Seoul dengan ponsel yang masih menempel di telinga kanan nya berharap ada jawaban dari seberang sana
Maafkan aku Yura… aku sudah menggagalkan rencana mu..
Sementara itu Han Yura masih terisak di kamar nya, Yura sudah kembali ke rumah dengan tubuh yang mengigil kedinginan 1 jam yang lalu . Hari ini hati nya sangat kacau, ia merutuki diri nya sendiri.
"neo.. Pabo Han Yura" . Andai saja Yura tidak memaksa Hakyeon untuk mengucapkan kata maaf pada Leo .. pasti hari ini Yura dan Hakyeon sudah menghabiskan waktu bersama. Bulir – bulir bening itu masih jatuh dari kedua kelopak mata indah Yura .. membasahi pajama yang Yura pakai.
Kenapa harus aku sendiri yang berjuang untuk hubungan ini…apa kau tidak pernah sekali pun mengkhawatirkan diri ku…..?
apa aku tidak pernah terlintas di benak mu? Berhentiah membuat hati ku sakit…
Kenapa hanya ada Leo di pikiran mu…~ aku akan terus mempertahankan hubungan ini Cha Hakyeon sampai kapanpun karna aku mencintai mu , cinta yang aku berikan lebih besar dari cinta Leo.
"Hakyeon-a seberapa penting kah Leo untuk mu…" Yura menggigit bibir bawah nya ia tidak ingin isakan ini terdengar orang di rumah. Yura membutuhkan Cha Hakyeon sekarang, membutuhkan pelukan seorang Cha Hakyeon hanya Hakyeon yang bisa membuat nya berhenti menangis.
"kenapa diriku selalu menjadi kedua di dalam hati mu eoh.. aku lah kekasih mu bukan Leo. Tapi… tapi.. kenapa dia yang selalu kau perhatikan bukan aku." Yura menatap boneka beruang putih yang diberikan Cha Hakyeon, bulu-bulu putih boneka itu mulai basah karna air mata Han Yura.
"apa kau tidak ingat jika hari ini adalah hari jadi hubungan kita yang ke-1 bulan? " Yura melempar boneka putih itu ke lantai.
[Seoul 07.00 KST]
Leo menatap pantulan dirinya sendiri di cermin yang sudah menggunakan setelan seragam , ia mengukirkan sebuah senyuman.
"kkk… sudah tampan" gumam nya sembari merapikan rambut coklat milik nya. Leo meraih tas nya, melangkahkan kaki nya keluar kamar
"umma aku berangkat"
"apa kau yakin ingin sekolah hari ini?"
"eum.. iya, aku sudah sehat umma. Jangan khawatir"
"kalau begitu bawa ini" Jung umma menyodorkan sebuah bungkusan pada Leo
"gomawo umma….." . Leo mengeluarkan sepeda nya dari garasi dan melambaikan tangan pada Jung umma.
Pagi yang cerah di Hannyoung High School, walau udara sedikit dingin akibat turun salju. Satu per satu Murid Hannyoung High School memasuki gerbang sekolah begitupun Leo .setelah menyimpan sepeda di tempat parkir, Leo berjalan menyusuri koridor sekola dengan mantel yang ia sematkan di tangan kiri dan juga earphone yang masih terpasang di kedua telinga nya seakan menambah kesan maskulin untuk Leo sehingga tak heran banyak sepasang mata yang melirik nya saat ia berjalan melewati satu per satu ruang kelas bahkan ada beberapa murid Hannyoung High School menatapnya dan sesekali berbisik
"aigo.. lihat itu Leo sunbae.."
"walau ia kelihatan pucat, tapi ia masih terlihat tampan"
"bukan kah itu Leo sunbae? Apa keadaan dia sudah baikan setelah kejadian kemarin?"
"hey..hey lihat itu Leo sunbae"ujar segelintir murid laki-laki
"dia sungguh orang yang temperamental, aku baru tau itu.."
"rupa nya dia kembali ke sekolah…"
"aku kira.. dia tidak akan pernah kembali ke sekola setelah memukul Han yura sunbae"
Leo bisa mendengar beberapa celotehan dan cemoohan yang keluar dari para hoobae nya itu karena kejadian tempo hari , ingin rasa nya Leo membuat wajah mereka berdarah karena ucapan mereka namun Leo tak ingin membuat onar di hari pertama nya sekolah. Leo membesarkan volume music yang ia dengar dan mempercepat langkah nya menuju kelas.
Di ujung koridor Leo melihat Lee Jae hwan yang sedang bersenda gurau bersama teman – teman nya, hari ini Jaehwan beserta seluruh murid kelas XI akan pergi untuk melaksanakan kegiatan di luar sekola.
"apa aku harus berbicara pada nya" pikir nya. Leo mengurungkan niat nya menuju kelas , ia menghampiri Jaehwan
"bisa kah kita berbicara sebentar Lee Jaehwan"
"oh Leo sunbae.. "
"selamat pagi sunbae" ujar beberapa teman Lee Jaehwan ketika Leo menghampiri mereka. Mereka membungkukan badan kepada Leo
"hyung…..~ " Jaehwan sedikit terkejut
"tentu bisa hyung… teman-teman Aku akan menyusul kalian nanti " ujar Jaehwan sembari menggemgam lembut tangan Leo , membawa Leo menuju taman sekola
"hyung.. wajah mu masih terlihat pucat, kenapa sudah ke sekolah eo~ " jaehwan menatap kedua mata sendu Leo, Ya.. Leo masih wajah Leo masih terlihat pucat pasi
"aku sudah sehat… aku bosan jika harus berlama-lama di rumah" ucap Leo dengan santai nya~
"ah.. kemarin Jung umma memberitau ku jika kemarin sore kau melarikan diri dari kamar melalui jendela apa itu benar heumm" Jaehwan memicingkan kedua manik mata nya. Leo hanya menggangguk , ia menduduk nya dirinya di bangku taman lalu menatap Jaehwan yang seperti nya akan menyerang dia dengan beberapa omelan khas nya~ kkkkk
"Hyung… kau ini benar-benar! Leo hyung ! Ya tuhan….. kau kan baru saja membuka mata mu kenapa sudah nekat melakukan hal seperti itu huh! "
"sttttt…" Leo menempelkan jari telunjuk nya di bibir Jaehwan
"bisakah kau diam? Sudah cukup aku mendengar omelan umma semalam yang membuat hyung sedikit pening dan hari ini hyung tidak mau mendengar celotehan mu Jaehwan ssi"
"hyung…..ta.."
"ssttttt…" Leo kembali menekan jari telunjuk nya di bibir tebal Jaehwan
"jika telunjuk ku tidak bisa membuat kau berhenti bicara,mungkin bibir ini yang akan membuat mu diam"
Kata –kata yang dikeluarkan Leo membuat pipi Jaehwan merona, jaehwan menundukan wajah nya malu~ jaehwan mengambil tempat disebelah Leo, ia menyandarkan kepala nya dibahu Leo sembari menghirup udara segar dipagi hari ini….begitu juga dengan Leo .Leo ikut menyandarkan kepala nya di kepala Jaehwan sembari mengusap lembut tengkuk Jaehwan~ Jaehwan sangat merindukan bahu Leo ini adalah tempat favorit nya , bahu ini yang selalu ia gunakan untuk menuangkan segala duka maupun suka. Jaehwan menenggelamkan hidung panjang nya di balik bahu Leo, menghirup feromon Leo dalam-dalam.
"bermanja-manja sebentar sebelum aku pergi….karena Selama 2 hari kedepan aku tidak akan bisa bertemu Leo hyung"pikir nya. Jaehwan memeluk tubuh Leo dari samping, Leo sadar dengan gerak gerik Jaehwan kkkk, Leo tersenyum.. ia mengetahui jika Jaehwan pasti merindukan diri nya
"waeyo..? hanya pergi selama 2 hari bukan?belum pergi tapi kau sudah seperti ini Lee Jaehwan-ssi". Jaehwan tidak mempedulikan ucapan Leo, Jaehwan hanya menginginkan Leo sebentar saja. Jaehwan semakin menenggelamkan wajah nya di tengkuk kiri Leo dan mengeratkan pelukan nya hingga membuat Leo sedikit sulit untuk bernafas
"ya.. kau tidak berusaha membunuh ku kan"
Jaehwan melepaskan pelukan nya dengan wajah yang sedikit kesal
"hahaha…." Leo tertawa lantas menarik kedua pipi Jaehwan hingga meninggalkan warna merah di sana.
"Hyung… Appo" Jaehwan mengusap-ngusap pipi nya yang terasa sakit.
"sudah sarapan…" tanya Leo. Jaehwan menggelengkan wajah nya masi dengan kedua tangan nya yang masih mengusap-ngusap pipi . Leo mengelurakan bungkusan kecil dari dalam tas nya dan memberikan nya pada Jaehwan
"ini apa… hyung"
"makanlah.. sebelum pergi" jaehwan membuka bungkusan kecil itu, ia melihat sekotak sandwich dan juga susu
"aniya.. hyung saja yang makan. Ini kan sarapan untuk hyung"
"aku akan makan nanti bersama Junyoung dan Ravi. Makanlah…."
"ah..baiklah kalau begitu. Gomawo hyung "
"5 menit lagi bel berbunyi.. hyung harus masuk kelas"
Leo dan Jaehwan bangkit dari duduk nya. Leo harus kembali ke kelas dan Jaehwan harus menuju bus
"aku harus kembali ke kelas… hati-hati di perjalanan. Setelah sampai kabari aku~ annyeong"
Leo membalikan tubuhya hendak meninggalkan Jaehwan namun tangan jaehwan menahan nya, leo kembali menatap Jaehwan
"gomawo untuk sarapan nya hyung….." Jaehwan tersenyun dan Chup… Jaehwan memberikan Leo sebuah kecupan singkat di pipi kanan Leo. Jaehwan kemudian berlari meninggal Leo yang masih terpaku atas perbuatan nya, dari kejauhan Jaehwan melambaikan tangan nya dan membentuk sebuah Love sign sembari berteriak
"aku mencintai mu Leo.. hyung"
Leo tersenyum melihat tingkah nya…, anak itu benar-benar kkk~ Leo pergi meninggalkan taman. Hangat…. Leo masih merasakan kecupan Jaehwan di pipi nya , Leo mengusap pelan pipi nya dan tersenyum.
Leo menghentikan langkah nya, ia mendengar percakapan seseorang dari balik tangga menuju kelas nya. Pelan-pelan Leo menghampiri sumber suara dan bersembunyi dibalik kumpulan peralatan kebersihan, Ia menyipitkan kedua mata nya.
"Han Yura… Cha Hakyeon, apa yang kalian lakukan di sini?"
"ini bukan urusan mu Jung Taek woon" ujar Leo pada diri nya. Saat Leo melangkah kan kaki nya, ia mendengar isakan Han Yura. Leo pun melihat kembali apa yang terjadi di sana
Yura menatap namja yang ada dihadapan nya dengan mata yang berkaca-kaca …, Yura berusaha agar air mata nya tidak keluar.
" jebal…. Maafkan aku Han Yura."
"apa semua ini karna Leo? Karna Leo kau rela membuat kekasih mu mati membeku …." Air mata Yura mulai meluncur membasih kedua pipi nya. Hati Hakyeon mencelos mendengar ucapan Yura, hakyeon sadar jika diri nya lah yang salah dalam hal ini. Tangan Hakyeon terangkat mengusap lembut kedua pipi Yura…
"uljima.. Han Yura, kau tau kan jika aku tidak suka melihat gadis menangis"
Yura menghambur kedalam pelukan Hakyeon, meluapkan seluruh emosi nya dengan menangis sejadi-jadi nya di dalam pelukan Hakyeon
"menangis lah.., sekali lagi maafkan aku" hakyeon mengusap rambut hitam Yura, mendekap tubuh Yura lebih dalam.
"bisa kah kau menyanyangi aku seperti kau menyayangi Leo" ujar Yura dalam isakan nya
Deg….
Jantung Hakyeon seakan berhenti berdetak. Hakyeon melepaskan pelukan nya, menatap wajah Yura yang masih dibasahi oleh air mata
"Leo…"
"aku sudah mengetahui semua nya Cha Hakyeon. Tidak perlu di tutupi lagi semua ini dari ku…." Yura menggigit bibir bawah nya berusaha menahan isakan tangis nya.
"apa maksud mu…. Yura"
"kau lebih mencintai Leo daripada kekasih mu sendiri. Aku sudah tidak bisa menahan rasa sakit ini.."
"APA YANG KAU KATAKAN HAN YURA?" ujar Hakyeon dengan nada yang tinggi….
Hakyeon membentak nya… baru pertama kali Hakyeon melakukan ini pada dirinya~ air mata Yura jatuh lagi…Yura semakin terisak, dimana Cha Hakyeon yang dulu … Cha Hakyeon yang selalu mengatakan kata-kata manis untuk dirinya.
"Cha Hakyeon…."
"jangan sangkut pautkan hubungan kita dengan LEO! Dia tidak ada hubungan nya"
"aku tidak membawa dia dalam hubungan kita, tapi nyata nya Leo memang berada ditengah-tengah hubungan kita"
"sungguh… aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan Leo dan aku hanya sebatas sahabat"
Yura tersenyum getir… dalam keadaan seperti ini masih saja Hakyeon menutupi perasaan nya. Hari ini Yura akan meluapkan semua perasaan yang selama ini ia tahan, baik itu mengenai hubungan nya dan mengenai Leo juga.
"sudah cukup Cha Hakyeon jangan menjadi pembohong lagi dihadapan ku…. Jebal….. hikzzzz" Yura berusaha berbicara di dalam isakan nya
"apa yang kau ketahui mengenai aku dan Leo"
"Cha Hakyeon selalu memperhatikan Leo secara diam-diam, dan mata mu tidak pernah bisa lepas dari Leo. Cha Hakyeon selalu memperhatikan Jung Taek Woon dimanapun walau kekasih mu sendiri Han Yura berada di sisi mu. Kau tidak pernah memandang ku sekali pun… kau tidak pernah menggangap ku seperti kekasih mu. Jebal… Hakyeon ini sungguh menyakitkan. Cha Hakyeon hanya menggangap Han Yura sebagai tempat singgah nya sesaat .. " Yura menundukan wajah nya agar Hakyeon tidak bisa mendengar isakan tangis nya. Hakyeon bisa mendengar Yura menangis walaupun ada jarak diantara mereka.
"Oh tuhan.. apa yang harus aku lakukan. Apa yang dikatakan Han Yura benar.. aku lebih mencintai Leo daripada Han Yura . tapi apa kau tau jika hati ku sudah bisa menerima dirimu? Selama ini Yura telah banyak menderita karena diriku"
"kau tau.. aku sangat menyayangi mu Hakyeon sejak pertama kali bertemu. Dan aku ingin tau apa kau juga mencintai ku juga ? Atau… kau hanya mencintai Leo?"
Hakyeon terdiam, pertanyaa yang diajukan Yura benar-benar membuat nya kehabisan kata..
"kau tidak bisa menjawab nya…? berarti itu benar. Kau hanya mencintai Leo"ujar Yura sembari menyeka air mata nya. Hakyeon menghampiri Yura, ia menyeka kedua pipi basah yura menggunakan kedua tangan nya.
Bel sekola pun berbunyi…
"bel.. sekola sudah berbunyi sebaik nya kita kembali ke kelas. Jangan menangis lagi " ujar Hakyeon dingin
Hakyeon berjalan melewati Yura yang masih terisak dalam tangisan nya, hakyeon tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan Han Yura.
"Hakyeon-a….. hikssss… neo nappeun namja"
"Yura-a tidak baik membawa orang lain ke dalam hubungan kita. Ini masalah kita berdua jangan membawa Leo dalam hubungan ini" ujar Hakyeon tanpa menatap Han Yura
"tanpa kau sadari.. Kau lah yang telah menarik Leo dalam hubungan ini. Kau milik ku bukan milik Leo"
"huhhh….." Hakyeon menghela nafas.
Hening…. Tidak ada satu katapun yang mereka keluarkan
"Yura-a… sepertinya kita harus mengakhiri hubungan ini. Aku tidak ingin lebih banyak lagi menyakiti hati mu, maafkan semua kesalahan ku" Hakyeon pun berlalu meninggalkan Yura…
Yura berlari mengejar Hakyeon, ia memeluk Hakyeon dari belakang. Membenamkan wajah nya di punggung Hakyeon
"kenapa kau lakukan ini Hakyeon-a? aku sangat mencintai mu" Yura mulai menangis lagi….
Hakyeon melepaskan kedua tangan Yura yang membelit pinggang nya. Ia pun kembali meninggalkan Yura sendirian
Leo memundurkan Langkah nya, ia tidak percaya apa yang barusan ia dengar. Cha Hakyeon dan Han Yura….. apa benar apa yang di katakana Han Yura jika Hakyeon…..
Brakkkkkk…. Tubuh Leo bertabrakan dengan benda yang ada dibelakang nya, sontak saja Yura melihat diri nya
"Jung Taek woon…." Desis Yura. Leo menatap Yura dengan kedua mata nya yang tajam, kemudia ia pergi dari tempat ia berdiri.
"hah.. Leo sudah mendengar semua percakapan ku dengan Hakyeon"
Selama di kelas baik Leo,Hakyeon,maupun Yura tidak mengeluarkan sepatah kata sekalipun dan juga mereka tidak saling berinteraksi satu sama lain. Diam… hanya itu yang mereka lakukan dikelas. Leo hanya bisa menatap punggung Hakyeon dari tempat ia duduk. Ingin rasa nya Leo menghampiri Hakyeon dan menghiburnya sama seperti yang Hakyeon lakukan ketika Leo dalam keadaan seperti itu. Hakyeon lebih banyak terdiam….. bahkan ketika JungYoung dan Ravi mengajak nya untuk makan siang ia menolak nya , ia lebih memilih duduk di kelas.
Leo menepuk pelan bahu Hakyeon.. " kau tidak keluar"
"aniya.. aku sedang tidak enak badan" Leo tau jika Hakyeon membohongi diri nya.
"ini… makanlah nanti kau sakit" Leo memberikan Hakyeon sepotong roti isi.
"terima kasih Leo-a"
"ingin aku temani…?"
"tentu saja "
Hakyeon dan Leo sudah kembali seperti dulu, tidak ada sekat pembatas lagi diantara mereka.. mereka sudah bisa berbicara dan tersenyum bersama lagi serta Saling bergurau satu sama lain. Moment yang mereka rindukan satu sama lain kini telah kembali lagi. Tidak ada gurat kesedihan di wajah mereka yang terlihat hanya kebahagiaan…~ Bersama Leo…. Hakyeon melupakan kejadian yang baru saja terjadi tadi pagi, karena manusia es ini Hakyeon seakan melupakan masalahnya. Hakyeon sangat senang bisa melihat Leo tersenyum lagi,senyuman manis yang sudah lama tidak ia tunjukan pada diri nya.
saat jam pulang sekola pun mereka terlihat sangat dekat, Hakyeon merangkul bahu Leo.. . Leo merasa risih dengan apa yang dilakukan Hakyeon namun Hakyeon tetap memaksa nya. Bahkan akibat perilaku Hakyeon mereka menjadi pusat perhatian siswa Hannyoung Senior High school. Banyak yang iri dengan kedekatan mereka…
Han yura melihat hakyeon dan Leo dari kejauhan, ia tersenyum miris…. Hati nya seakan ditusuk ribuan ia sadari ia mulai menangis lagi…
Hakyeon meminta Leo untuk mengunjungi rumah nya, Hakyeon ingin memasak makanan kesukaan Leo sebagai permintaan maaf dan juga sebagai hadian atas kembali nya kedekatan mereka.
"selama aku memasak tunggulah di kamar ku "
"eumm baik…. Ibu dan ayah mu kemana?"
"mereka sedang di daegu, mengujungi nuna ku dan Chan Boohoon"
"jadi kau sendiri di sini….?"
"iya mr. Ice…lebih baik kau segera naik ke kamar ku. Beristirahatlah " Hakyeon mendorong Leo untuk menaiki tangga. Leo melangkahkan kaki nya menuju Lantai dua. Semoga saja ia masih ingat dimana letak kamar Hakyeon ….
Leo memasuki pintu berwarna sky blue… ia sedikit terkejut melihat keadaan kamar yang sangat berantakan.
"apa yang terjadi dengan kamar ini?" Leo melihat nya dengan jijik…
Bagaimana ia bisa beristirahat jikasaja keadaan kamar Hekyeon seperti ini….. Leo berinisiatif untuk membereskan kamar ini agar ia bisa merebahkan tubuhnya~ Leo mulai memberekan kamar Hakyeon mulai dari memungut barang-barang yang tergeletak di lantai,merapikan meja belajar, menyusun rak buku, dan yang terakhir membersihkan ranjang. Leo menyusun letak bantal,guling,dan juga melipat selimut. Ketika ia melipat selimut ,Leo menjatuhkan sebuah buku tebal bersampul coklat. Leo mengambil buku itu, dan membuka lemabaran buku itu satu per satu
-Cha Hakyeon's Book August 08,2010 -
Page 1
Cha Hakyeon profile
Cha Hak-yeon
Changwon June 30, 1990
Cancer
South Korea
Blood type : A
Page 2
Hari ini adalah hari pertama di kelas baru, karena pekerjaan aboji aku pindah sekolah ke Seoul. Kota yang sangat aku kunjungi sejak aku masih kecil….
Semoga aku bisa memiliki banyak teman di sekolah baru ku…..
Page 3
Aku telah mendapatkan teman baru, dia adalah Jung Taek woon teman sebangku ku di kelas.
Pertama melihat nya aku sangat menyukai wajah nya… kkkkk, alasan? Entahlah aku pun tak tau kekekeke
Leo teman-teman kelas memanggil dia dengan nama Leo. Banyak teman-teman yang enggan berteman dengan dia karena dia jarang bicara hanya aku yang berani mengajak nya berbicara….
Menurutku dia adalah teman yang unik…..
Leo sering mengacuhkan diri ku tapi tak apa~ aku ingin berteman dengan dia
Page 4
Hari ini Leo telah menolongku dari anak-anak berandalan itu…
Karna menolong ku Leo mendapatkan banyak luka lebam di wajah putih nya…
Gomawo Leo telah menolong ku….
Aku memeluk Leo….
Untuk pertama kali nya aku merasakan rasa nyaman ketika memeluk orang lain, selain pelukan umma
Page 5
Hari ini aku membawakan bekal untuk Leo….
Bekal ini dibuat sendiri oleh tangan-tangan ku..
Dan…..
Leo sangat menyukai masakan ku kekeke~
Aaaaah haengbokhae~
Page 6
Leo mendapatkan nilai 0 di pelajaran matematika hahaha
Dia mendapat omelan dari seosaengnim…. ,aku membantu nya agar ia bisa lulus pelajaran ini
Aku mulai merasakan perasaan yang lebih pada Leo
Page 7
Hari ini aku terjatuh ketika bermain bola dan menjadi bahan tertawaaan teman -teman
Leo kembali menolong ku….,
Leo mengajari ku bermain bola .. yaa walaupun aku sering terkena omelan dari nya
Page 8
Leo-a…..
Jung Taek Woon
Seperti nya aku mulai tertarik pada mu…
Page 9
Leo-a
May I love you…..?
Let me be on your side
Page 10
Hari ini adalah kami lulus dari junior high school
Yeayyyy…!
Untuk pertama kali nya aku melihat Leo tersenyum dan tertawa….
Aku menyukai senyuman nya,,,,
Page 11
Aku dan Leo kembali bertemu di sekolah yang sama yaitu Hannyoung High School
Tuhan mendendar doa ku….
Aku dan Leo kembali di persatukan
Leo-a saranghae…..
Page 12
OH God Thank you….
Aku dan Leo berada di satu kelas yang sama lagi~ kkkkk
Aku bisa memandang wajah dingin nya setiap hari….
Page 13
Jung Taek Woon
To me you're like a sun, that rules my day and warm me~ You are the center of my heart
Page 14
Leo-a
Apa aku masih bisa berada di sisi mu…..? aku sadar jika sekarang sudah ada Nicole di hati mu
Kau sangat mencintai Nicole….
Aku bisa melihat ny dari mata mu….
Page 15
Long time no see you Hakyeon's book
Banyak yang ingin aku tulis di sini
Pertama
Leo dan Nicole sudah putus…, ah aku sangat mendengar berita ini
Tapi aku sedih melihat Leo terpuruk. Bagaimana mengembalikan Leo ku seperti yang dulu?
Aku akan mengembalikan Leo seperti yang dulu…
Setelah 2 bulan proses …. Aku berhasil mengembalikan Leo ku. Leo ku bisa tersenyum lagi
Kedua
Aku sudah memiliki seorang kekasih
Han Yura….
Ketiga
Lee jae hwan dia adalah junior ku dan Leo di sekolah
Kau tau….? Dia menyukai Leo -_- sama seperti ku..
Dan kau tau apa yang aku lihat di rumah sakit hari ini?
Leo dan Jaehwan menjadi sepasang kekasih
Mereka berpelukan di depan mata ku~ tidak Cha Hakyeon kau sudah memilik Yura
Lupakan Leo….
Page 16
Semakin aku menajuhi Leo aku semakin mencintai nya… rasa sayang ini semakin besar.
Haruskan aku merebut mu dari Jaehwan?
Haruskan aku melepaskan Han Yura?
Jung Taek Woon
Andai kau tau jika aku mencintai mu selama 5 tahun ini
Leo menutup buku itu…
Nafas nya tercekat setelah membaca isi buku itu.
Selama ini Hakyeon juga mencintai dirinya sama seperti dirinya….
"kenapa kita ini sangat bodoh" desis Leo
Leo memejamkan mata nya sesaat mengingat mimpi yang di alami nya beberapa hari lalu dan juga memutar kembali kejadian di saat Leo tanpa sengaja mencium bibir lembut Hakyeon
"Leo-a pudding nyaaaaa sudah jadi…." Hakyeon masuk kedalamkamar dengan sedikit berteriak
Hakyeon melihat Leo memegang buku nya, Ia menjatuhkan piring yang ia bawa … . tiba-tiba saja kepala nya terasa pening…. Jika Leo sudah membaca isi buku berarti Leo sudah mengetahui jika…..
" aku sudah membaca nya" Leo menatap nya dengan tajam
"a…pa….a" Hakyeon gugup. Leo membuang buku itu ke atas ranjang, Ia mencengkram pergelangan tangan Hakyeon memaksa Hakyeon untuk menatap kedua mata hitam milik nya
"katakana jika aku mencinta ku Cha Hakyeon"
Hakyeon gugup…., ia tidak bisa berkata apa –apa . bibirnya terasa kelu…
"Katakan…." Leo mengguncangkan bahu nya
" aku mencintai mu….."
Leo menghembuskan nafas nya dengan kasar, ia melempar tangan Hakyeon . apa yang di katakana Han Yura ternyata benar…. Jika Hakyeon mencintai diri nya. Leo mengatur nafas nya agar ia bisa kembali bernafas normal
Leo merangaku bahu Hakyeon , membawa nya ke dalam pelukan. Leo memeluk nya dengan erat…
"kau tau… jika aku juga mempunyai perasaan yang sama seperti mu" Leo kembali mendekap kedua bahu Hakyeon
Mereka jatuh tersungkur di lantai dengan posisi masih berpelukan satu sama lain. Apa hakyeon ada yang salah dengan pendengaran Hakyeon? Leo juga mencintai diri nya….
Ini…benar benar tidak di duga. Hakyeon mengusap lembut punggung Leo
"bisa kau ulangi Leo-a"
"nado… saraanghae Cha Hakyeon"
Mereka saling menyalurkan rasa cinta mereka melalui pelukan ini. Baik Leo maupun Hakyeon enggan untuk melepaskan pelukan ini, mereka semakin mengeratkan pelukan mereka satu sama lain.
To be continued…..
Kita bertemu lagi di part 4 XD
Part 4 ini adalah part terakhir dari FF Forbidden Love yaaaaa….
Setelah forbidden Love , author akan membuat FF baru yang berjudul Blossom Tears dan Timeless :3
GOMAWO…..
