FF BTS/YAOI/J.V/THE BEAUTIFUL HIB-CREATURES /Chapter 2

Title: The Beautiful Hib-Creatures

Author: Bang Young Ran

Rating: M *berubah ne~^^*

Genre: Yaoi/Fluff/Romance/Scien-fict/AU

Length: Chaptered

Main Cast:

Kim Tae Hyung aka V ^w^ 3

Kim Seok Jin~~ 3

Support Cast:

HopeKook (J-Hope & Jung Kook)*blon jelas*

KrisBaek (Kris & Baek Hyun EXO)

DaeBaek (Dae Hyun BAP & Baek Hyun)*ni cuma masa lalu*

Couples nyusul~

Disclaimer: BTS is Big Hit/JYP Entertainment Boy Group and their parents, and it's Youngranie fic~ muaaaachhh...*kechupbasah*

Warning: TYPO! OOC! YAOI/BoysxBoys! NC! NO PLAGIARISM! NO BASHING! NO SIDERS!

Summary: Di era modern sekarang ini, manusia tidak lagi terfokus dalam menciptakan kaleng besi berjalan—robot. Menciptakan makhluk hidup yang benar-benar hidup dalam bentuk lain, itulah yang menjadi fokus para ilmuan beberapa tahun belakangan. Awalnya menggabungkan spesies hewan dari jenis berbeda, dan sekaranglah terobosan baru tercipta dimana gen hewan digabungkan dengan... gen manusia.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ, JUST LEAVE IT, OK!?

.

.

~~( ^3)(.o )~~

.

.

TANPA BANYAK BACOT, LANGSUNG AJA CHECK IT OUT

HAPPY READIIIIIINNNNGGGGG... ^3^

.

.

.

The Beautiful Hib-Creatures

Chapter 2

"A-angh... eungh... ahhh~ harder, harder..."

V tidak henti-hentinya mendesah, mengerang, menginginkan lebih meskipun tubuh atletis yang menghentak di belakang tubuhnya sudah melakukan 'hal' lebih. Bahkan bisa dibilang, hentakan demi hentakan yang diterima oleh tubuh mungil V sudah... sangat keterlaluan.

"Apa kau menyukainya, Baby~?" Namja itu berbisik di telinga V, diiringi dengan hentakan keras yang membuat lion hybrid tersebut berteriak antara nikmat dan sakit. "Do you like when my big-hard cock rammed to your sensitive bundle very hard~?"

Lion hybrid imut tersebut merasakan seluruh syaraf di tubuhnya bergetar. Rasanya panas sekali ketika hembusan nafas hangat namja yang memeluknya dari belakang, menyapu bagian belakang telinganya. Dirty talk si namja benar-benar membuatnya horny.

"Katakan, Baby~ apa kau menyukai sensasi saat kumasuki seperti... INI~?"

Hentakan keras lagi.

"Hwaaa~ yahhh... neh... har – ahhhh... harderhhhhh..." Suara V terdengar sangat serak karena terlalu banyak berteriak dan memohon tanpa henti. V dapat merasakan namja yang tengah mendominasinya saat ini terkekeh. Tidak menunggu waktu lama saat namja itu langsung meraih ke bawah, menggenggam tubuh mungil V dan memompanya dengan kecepatan penuh, membuat si lion hybrid yang malang bergetar dan berteriak hebat.

"Ahhhhhh... hyaaaa~ s-stop... too much... ah... A-aku – AHHH!" V memekik hebat mengiringi semburan cairan putih lengket itu dari tubuh mungilnya. Ia sudah tidak sanggup menopang tubuhnya. All on four. Hendak rasanya ia roboh kalau saja namja yang mendominasinya dari belakang tidak terus memeluknya protektif.

"Kau lihat, Sayang~? Aku mampu membuatmu 'meledak'. Dipenuhi hasrat. Aku akan memanjakanmu..." bisik namja itu sambil menjilati ujung daun telinga keemasan V. "Hanya aku yang akan membuatmu merasa sangat 'penuh' dan tidak mampu melakukannya lagi. Kau tahu? Aku akan membuatmu terus memohon hingga... kau sendiri tidak peduli kalau kau akan pingsan setelahnya."

"Eunghhh~" Tubuh V kembali bergetar penuh antisipasi saat merasakan kesejatian di dalam tubuhnya menebal dan berkedut hebat. Dia bahkan tidak dapat menempatkan, apakah hal ini membuatnya menderita ataukah... membuatnya serasa melayang.

"Kau hanya akan merasakan hal ini bila bersamaku. Hanya bersamaku, karena kita adalah MATE. Aku adalah mate-Mu~"

Hentakan keras sekuat tenaga, V dapat merasakan titik terdalamnya ditubruk hebat hingga membuatnya berteriak mengalunkan vocal merdu menggairahkan, disusul oleh sensasi hangat yang serasa memenuhi dinding rektumya.

"Hyaaaaa~ Seokiehhhhh..."

V akhirnya dapat memutuskan,

Ia serasa melayang, melayang oleh seorang namja tampan yang memeluknya erat.

Mate-Nya, Kim Seok Jin...

#####^0^#####

KLAP!

Lion hybrid di atas tempat tidur tampak mengerjapkan matanya berkali-kali.

What the hell...

Ia segera bangkit dan menyingkap selimut putih tipis yang menaunginya setiap malam. Apa yang mata cokelat gelap itu saksikan sekiranya cukup mengundang ekspresi super horor dari si pemilik.

Celana piyama birunya... basah di bagian selangkangan. Jelas sekali 'itu' bukan air seni tapi...

Shit...

Siapapun tolong selamatkan Kim Tae Hyung. Bagaimana mungkin dia mengalami wet dream untuk pertama kalinya dengan seorang... KIM SEOK JIN!? Namja gila yang tadi pagi di gerbang sekolah ia banting?! Namja gila yang seenaknya mengklaim dirinya sebagai pasangan MATE?!

NO!

FREAKING HELL!

Tidak ingin berlarut-larut dalam kegalauan, V akhirnya memutuskan untuk segera membersihkan diri. Mandi lebih lama dari yang biasanya ia lakukan.

Ketika makhluk imut itu turun ke lantai bawah, ia langsung disambut oleh senyuman manis sang umma yang saat ini tengah memegang spatula dan berbalut apron biru di tubuh mungilnya. Siapapun pasti akan sangat sepakat mengenai betapa miripnya wajah kedua ibu-anak tersebut; mulai dari raut wajah, rambut dirty blonde, hingga ukuran tubuh yang nyaris sama. Hanya saja sang umma tampak lebih ekspresif dengan tiada henti menggerakkan telinga keemasaannya.

"Taehyungie~ selamat pagi, Sayang. Hari ini umma membuatkan makanan kesukaanmu. Spaghetti!" kata sang umma riang. V hanya merespon dengan anggukan dan senyum ala kadarnya. Bukan karena dia tidak menyukai ibunya, hanya saja ini memanglah sifat bawaan V dari lahir. Dia mewarisi sifat ini dari sang appa.

"Baekie, bisa kau membantuku memasang ini? Aku masih saja tidak bisa melakukannya sendiri."

Sesosok namja tampan berwajah blasteran dengan rambut abu-abu memasuki dapur. Jas tersampir di lengan kirinya sementara tangan yang lain berkutat memegangi ikatan dasi yang tampak kacau. Namja itu adalah Kris Kim, suami sang umma sekaligus ayah tiri dari V.

Jika diperhatikan sekali lagi, menurut V, tiada yang beres dari kehidupannya. Melihat dari undang-undang hybrid yang lama, sang umma, Byun Baek Hyun, dulunya adalah salah satu hybrid yang pernah diperlakukan semena-mena. Ia dikandangi dan dibeli sebagai 'pet' oleh seorang namja manusia bernama Jung Dae Hyun—appa biologis V. Mereka sempat menikah namun bercerai dalam kurun waktu empat tahun. Tidak harmonis, alasan mereka. Namun siapa yang keduanya bohongi? V yang berusia tiga setengah tahun saja dapat paham kalau keduanya tidak saling mencintai. Hanya hubungan sebatas 'pet' dan master.

"Kemarilah dan duduk di kursi ini. Aku tidak bisa menjangkau lehermu kalau kau berdiri."

Kris duduk pada kursi yang ditunjuk sang anae. Tidak bisa disembunyikan kalau dia langsung tertawa geli saat secara tidak langsung istrinya yang imut itu menyesalkan tinggi badan mereka yang memang, berselisih sangat jauh. Baek Hyun bahkan harus mendongak ke atas bila ingin bertatapan dengannya. Kadang sedikit cemas kalau leher sang istri akan sakit setelahnya.

Baek Hyun memukul pelan dada Kris, tahu apa yang nampyeon-nya itu tertawakan. Jahat sekali, eoh?!

"Wae? Kenapa kau memukulku?"

Namja imut tersebut pouting sementara tangannya mulai bekerja pada dasi di leher Kris. "Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau tertawakan?!" gerutu Baek Hyun, terdengar merajuk dan sangat menggemaskan di mata Kris.

"Hahaha, bukan aku yang memulainya, Baekie. Kau duluan yang menggerutu," bantah Kris tanpa bisa dicegah meraih kedua pipi Baek Hyun dan mencubitnya gemas. Tidak keras, hanya cubitan pelan, lembut, dan penuh kasih sayang.

Bagus. Kedua orang tuanya seolah telah lupa kalau V sedang berada di sini, tepat duduk di seberang mereka dengan suapan spaghetti yang menggantung di bibir. Sangat mesra dan kadang tidak tahu tempat. Bukan sesuatu yang V tidak sukai, dia ikut senang melihat sang umma akhirnya menemukan orang yang mengasihinya sepenuh hati. Entah kenapa terkadang terselip rasa iri, dipenuhi tanda tanya apakah dia akan mendapatkan MATE yang mencintainya sepenuh hati seperti keberuntungan sang umma.

"Taehyungie, hari ini kau berangkat bersama appa? Atau naik bus?" Kris bertanya setelah sang anae menyelesaikan ikatan dasinya.

V tersenyum, appa tiri tidak-lah buruk, pikirnya. "Ne, Appa."

~~~~\(^0^)/\(030)/~~~~

Beberapa pasang mata di koridor sekolah itu menatap heran ke arah seorang namja tampan. Namja populer hanya saja... dengan jalan yang sangat aneh; terseok pincang dan disetiap langkahnya terdengar ringis kesakitan.

"Khikhikhi~"

Namja tampan tersebut melirik ke sebelahnya, memberikan tatapan membunuh ke arah namja yang saat ini tampak tidak bisa mengusai diri dan tertawa di atas penderitaannya.

"YAK! STOP LAUGHING, YOU'RE JACK-ASS!" Namja tampan itu, Jin, berteriak dengan suara membahana ke arah J-Hope, si sahabat yang tidak punya hati, menurutnya.

"BUAHAHAHAHA! A-aduh... hahahaha, a-aku, haha – tidak bisa menahannya! Hahahahahahaha!" Kata-kata J-Hope terputus-putus oleh tawanya sendiri. Dia sampai memegangi perutnya yang serasa sakit akibat terlalu banyak tertawa.

Jin yang ditertawai benar-benar kesal sekarang. Ingin rasanya dia menjitak kepala J-Hope jika saja... tidak ada sang namdongsaeng manis di sebelahnya.

"Sebenarnya pantat Seokie Hyung kenapa? Dari kemarin Jungie perhatikan, jalannya aneh begitu. Hyung jatuh?" pertanyaan polos dari Jung Kook sontak membuat tawa J-Hope semakin tidak terkontrol. Bisa-bisa... dia pipis di celana.

"HAHAHAHAHA! Ne, Jungie~ Hyung-mu jatuh dengan keraaaaaaaassssss sekali. Sangat. Keras," timpal J-Hope kesusahan.

Bunny hybrid lucu tersebut melebarkan kedua matanya, menatap wajah sang hyung dengan raut wajah cemas dan kedua tangan menangkup di depan mulut. "OMO! Apa sangat sakit, Hyung? Apa tidak sebaiknya kita ke dokter?!" usulnya khawatir. Kedua telinga kelincinya sampai menekuk berlawanan arah.

Pemandangan lucu dan menggemaskan sebenarnya. Sayangnya, bukan di saat yang tepat karena lagi-lagi J-Hope tertawa keras. Ukh, Jin harap sahabatnya itu akan collapse karena terlalu banyak tertawa.

"Tidak apa-apa, Jungie~ hyung baik-baik saja. Tidak perlu ke dokter."

"Oh, baguslah! Berarti Seokie Hyung tidak perlu menderita karena menemui dokter."

Kata-kata Jung Kook membuat Jin sedikit kebingungan. "Kenapa memangnya, Jungie?"

Dan Jin sangat menyesal karena telah bertanya setelahnya.

"Soalnya 'kan, yang sakit itu pantat Seokie Hyung. Bagaimana kalau nanti dokter menyuntik pantat Seokie Hyung?! Ukh~ itu pasti sangat sakit!" ujar Jung Kook sembari mengerutkan puncak hidung beserta menutup mata layaknya orang yang tengah menikmati seiris lemon super asam.

Ckckck... betapa polosnya. Kenapa Jung Kook bisa ber-persepsi seperti itu? Dulunya dia pernah terserang demam dan diberi suntikan di bagian lengannya yang memang saat itu pegal luar biasa. Alhasil, sejak saat itu, Jung Kook selalu berpikir kalau dokter akan menyuntik di bagian yang sakit. Karena Jin sakitnya di pantat, tentu saja akan disuntik di sana juga 'kan? Pikirnya.

Kepolosan ekspresi dan kata-kata yang Jung Kook lontarkan benar-benar membuat wajah sang hyung merah padam. SIAAAAAAAALLLLL! Dan J-Hope...

"BWAHAHAHAHAHA!"

Namja itu pasti akan collapse seperti yang Jin harapkan.

#######^0^#######

"Program MATE adalah program yang memungkinkan para hybrid untuk bertemu dengan jodoh mereka. Undang-undang baru dari pemerintah ini benar-benar dapat melindungi para hybrid sepenuhnya. MATE bisa dilakukan apabila si hybrid sudah mencapai kedewasaannya, atau... saat ia mendekati masa HEAT. Kalian tahu apa itu 'heat'?" Wanita paruh baya di depan kelas itu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kelas. Dapat dilihatnya kepala-kepala dengan berbagai telinga animal dari gen masing-masing bergerak-gerak bingung. Linglung. Sangat lucu dan memanjakan mata bila kau sudah berdiri di depan kelas hybrid.

"Oh, kalian belum tahu. Kalian masih kelas satu, tentu saja. Tapi... bersiap-siaplah. Bila sudah tiba waktunya... kalian akan mengetahuinya. Satu pesan songsaenim untuk kalian, ingatkan orang tua kalian mengenai umur dan waktu tenggang masa 'heat'. Songsaengnim tidak mau kalau nantinya ada yang menderita karena memasuki masa heat. Mulailah mendaftarkan nama dalam program MATE, arrasso?"

Wanita paruh baya itu hanya menerima anggukan bingung dari semua penghuni di kelas hybrid tersebut. Yah, semuanya masih polos-polos, tentu saja mereka kebingungan. Berbeda dengan satu lion hybrid di bangku bagian pojok depan, dia tidak peduli dan acuh saja; menganggap bahwa 'heat' itu bukanlah sesuatu yang akan menjadi urusannya. Tidak hingga... salah seorang fox hybrid di bangku bagian belakang membuka mulutnya,

"Songsaenim, apa ciri-cirinya kalau kami telah mendekati masa 'heat?"

"Oh, itu mudah dikenali. Biasanya ditandai dengan datangnya wet dream."

Deg!

Mata V terbelalak lebar diriingi dengan jantung berdegup kencang. Telinganya berkedut, bergerak penuh antisipasi.

Wet dream...

Itu berarti... dia akan mengalami masa heat?!

Tapi... apa itu 'heat'?!

Seseorang tolonglah Tae Hyung. Beritahu dia mengenai HEAT. Apa heat itu sesuatu yang baik?

"Apabila kalian sudah mengalami wet dream, Songsaenim sarankan, segeralah melakukan program MATE."

Kata-kata terakhir yang diucapkan oleh si guru terdengar kabur di telinga segitiga V yang biasanya super sensitif. Dia tidak bisa mendengar apa-apa lagi, karena satu-satunya yang ia alami sekarang layaknya fase 'blank' dengan satu kata melayang-layang di ruang hampa,

Mate...

Mate...

Mate...

'Kau hanya akan merasakan hal ini bila bersamaku. Hanya bersamaku, karena kita adalah MATE. Aku adalah mate-Mu~'

DEG.

'Hyaaaaa~ Seokiehhhhh...'

DEG!

ANDWEEEEEEEE~

Kenapa tiba-tiba kepala kecil V memikirkan namja gila itu?! Namja mesum yang bahkan telah berani menyentuhnya di dalam mimpi?!

'Mate-Mu~'

Mate...

TBC

NB: Sorry, buat NC payah dalam 'wet dream'nya Taehyungie. m(_ _)m *Bow Wow* Wih, ala BAP, nich. Ah, oke, cukup, Bbyong! *ala Hime*